LAPORAN
STUDI KASUS
KURANGNYA MINAT BELAJAR
DAN KEAKTIFAN SISWA PADA
PEMBELAJARAN IPAS
Disusun Oleh:
Sri Risqi
F4301231176
Pada perkuliahan PPG prajab, saya mengikuti dua kali Praktek Pengalaman Lapangan di
dua SD yang berbeda. Pertama, saya mengikuti PPL di SDN 23 Pontianak Barat dan yang kedua
di SDN 39 Pontianak Kota. Ketika PPL di SDN 39 Pontianak Kota, saya menemui kendala berupa
kurangnya minat dan keikutsertaan aktif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial
(IPAS). Kurangnya perhatian murid tergambar dari minimnya konsentrasi mereka saat guru
menerangkan materi, minimnya keterlibatan mereka dalam diskusi, dan rendahnya prestasi belajar
mereka. Sebagai pendidik, saya memiliki tanggung jawab untuk mendorong minat serta partisipasi
siswa dalam pelajaran IPAS, serta membantu mereka memahami konsep-konsep IPAS secara
mendalam dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penerapan Problem Based
Learning (PBL) merupakan salah satu langkah yang saya ambil untuk mengatasi permasalahan
minimnya minat dan keaktifan siswa dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS).
Penggunaan model pembelajaran ini memicu keaktifan siswa dalam belajar, sehingga pemahaman
mereka terhadap materi IPAS semakin mendalam. Di dalam kelas, para siswa dibagi menjadi
kelompok-kelompok untuk mengerjakan tugas di dalam LKPD dan kemudian mempresentasikan
hasil diskusi mereka di hadapan seluruh kelas. Penggunaan pendekatan CRT atau pembelajaran
berbasis budaya yang saya gunakan juga menciptakan lingkungan yang inklusif dan relevan.
Disamping itu saya juga mengaplikasikan penggunaan teknologi yaitu wordwall untuk membuat
quiz interaktif dan menarik dalam IPAS. Platform Wordwall menyediakan berbagai pilihan format
soal, seperti pilihan ganda, benar/salah, dan isian, dan juga menyediakan fitur untuk memasukkan
gambar, video, dan audio ke dalam kuis, sehingga meningkatkan daya tarik dan interaktivitas kuis.
Saya menggunakan wordwall sebagai pembuka pelajaran, untuk menguji pemahaman serta untuk
mereview materi.
Pendekatan pembelajaran yang saya terapkan didasarkan pada pandangan filosofis dan
nilai-nilai pendidikan yang saya yakini. Saya percaya bahwa siswa lebih baik belajar melalui
pengalaman langsung. Penerapan Problem Based Learning (PBL) sebagai pendekatan
pembelajaran merupakan salah satu langkah yang saya ambil untuk mengatasi permasalahan
minimnya minat dan keaktifan siswa dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS).
Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk belajar memecahkan masalah yang relevan dengan
kehidupan mereka, sehingga meningkatkan keaktifan dan pemahaman mereka terhadap materi.
Saya memfasilitasi proses belajar aktif ini dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk
bekerja mandiri dan berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi inovatif seperti Wordwall.
Selain itu siswa perlu memiliki keterampilan berpikir kritis untuk memahami konsep-konsep yang
kompleks. Saya berusaha untuk membangun atmosfer belajar yang suportif dan inspiratif, di mana
siswa merasa nyaman untuk bertanya dan mengeksplorasi ide-ide baru. Refleksi dari pengalaman
ini menunjukkan bahwa model PBL dan teknologi seperti wordwall terbukti efektif dalam
mendorong minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPAS. PBL merupakan strategi
pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa IPAS mencapai pemahaman konsep yang lebih
baik dan sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan problem solving mereka.
Sedangkan wordwall dapat digunakan sebagai media belajar yang menyenangkan dan menantang
untuk memperkuat pemahaman siswa.
Pandangan filosofis dan nilai-nilai pendidikan yang saya yakini tersebut sangat
mempengaruhi pendekatan pendidikan yang saya terapkan. Saya percaya bahwa pendidikan yang
berpusat pada siswa, dengan partisipasi aktif mereka, dan penggunaan metode pembelajaran
inovatif serta teknologi yang bermanfaat, merupakan formula yang tepat untuk mencapai
pendidikan yang efektif. Sebagai guru saya terus belajar dan berkembang, dan saya selalu berusaha
untuk menerapkan praktik-praktik terbaik dalam mengajar untuk membantu siswa mencapai
potensi penuh mereka.