Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN
DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PERAWATAN SIKO
Fikri Ardiansyah Fatmona1*, Dini Rahmawati Permana2, Andi Sakurawati3
1-3
Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun
Email Korespondensi: fikryardiansyah999@gmail.com
Disubmit: 10 Oktober 2023 Diterima: 28 Oktober 2023 Diterbitkan: 01 Desember 2023
Doi: https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i12.12581
ABSTRACT
Diabetes mellitus (DM) is defined as a chronic and multietiological disease or
metabolic disorder of the body characterized by increased levels of sugar in the
blood due to the inability of insulin to perform its functions. The numbers of
DM keep increasing day by day from 2013 (6.9%) to 2018 (10.9%). The incidence
of DM in Ternate City in 2021 was 2975 cases in all age groups with 54 deaths.
The study aims to describe the level of public knowledge about the prevention
of Type 2 Diabetes Mellitus at the Siko Health Care Treatment. This type of
research is an observational descriptive study with a cross-sectional approach.
This research was carried out at the Siko Care Health Center, North Ternate
District, which was carried out from May to June 2023. The determination of
the minimum sample in this study uses the Slovin formula so that a minimum
sample size of 100 people is obtained. The data used in this study are primiary
data in the form of questionnares and secondary data in the form of number of
residents and the number of cases of DM in the work area of the Siko Care Health
Center. The data obtained will be through editing, scoring, coding and
tabulating using SPSS. Results from 100 populations, with the highest
percentage at the age of 25-34 years as many as 33 respondents (33.0%), sex
with the highest percentage in women as many as 6 respondents (76.0%),
education with the highest percentage in high school as many as 52 respondents
(52.0%), the highest percentage in IRT as many as 38 respondents (38.0%), and
based on the level of knowledge with the highest percentage of good knowledge
as many as 85 respondents (85.0%). In this study it was concluded that the
distribution of people in the Siko Public Health Center regarding knowledge of
Type 2 DM was in the good category and based on the level of knowledge with
the highest percentage of good knowledge as many as 85 respondents (85.0%).
Keywords: Knowledge, Prevention, Siko Health Center, Type 2 DM
ABSTRAK
Diabetes melitus (DM) diartikan sebagai penyakit atau gangguan metabolisme
tubuh yang kronis dan multietiologi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula
dalam darah akibat dari tidak mampunya insulin dalam melakukan fungsinya.
Jumlah kasus DM terus meningkat dari tahun ke tahun pada tahun 2013 (6.9%)
hingga pada tahun 2018 (10.9%). Angka kejadian DM di Ternate pada tahun 2021
berjumlah 2975 kasus dalam semua kelompok usia dengan angka kematian
berjumlah 54 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran
4166
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di
Puskesmas Perawatan Siko. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif
observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di
Puskesmas Perawatan Siko, Kecamatan Ternate Utara yang dilaksanakan pada
bulan Mei hingga Juni 2023. Penentuan minimal sampel dalam penelitian ini
menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan besar minimal sampel sebesar
100 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dalam
bentuk kuesioner dan data sekunder dalam bentuk jumlah penduduk serta jumlah
kasus DM di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Siko. Data yang didapatkan akan
melalui editing, scoring, coding dan tabulating menggunakan SPSS. Hasil dari 100
populasi, dengan persentase tertinggi pada usia 25-34 tahun sebanyak 33
responden (33.0%), jenis kelamin dengan persentase tertinggi pada perempuan
sebanyak 76 responden (76.0%), pendidikan dengan persentase tertinggi pada
SMA sebanyak 52 responden (52.0%), persentase tertinggi pada IRT sebanyak 38
responden (38.0%), dan berdasarkan tingkat pengetahuan dengan persentase
tertinggi pada pengetahuan baik sebanyak 85 responden (85.0%). Pada penelitian
ini disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat di Puskesmas Siko memiliki tingkat
pengetahuan kategori baik persentase pengetahuan baik tertinggi sebanyak 85
responden (85,0%).
Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan, Puskesmas Siko, DM Tipe 2
PENDAHULUAN
Diabetes melitus (DM) diartikan berdasarkan Diagnosis Dokter pada
sebagai penyakit atau gangguan Penduduk Semua Umur di Provinsi
metabolisme tubuh yang kronis dan Maluku Utara dari 1,0% di Tahun 2013
multietiologi yang ditandai dengan menjadi 1,2% di Tahun 2018 dengan
peningkatan kadar gula dalam darah jumlah penderita sebanyak 15.381
disertai dengan gangguan kasus (95%) (Kemenkes, 2019). Data
metabolisme lipid dan protein akibat Dinas Kesehatan Kota Ternate
dari tidak mampunya insulin dalam menunjukan insiden angka kejadian
melakukan fungsinya (Williams, DM di Kota Ternate pada tahun 2021
2019). Menurut World Health sebanyak 2975 kasus pada semua
Organization (WHO) angka kejadian kelompok usia dengan jumlah
DM di dunia meningkat dari 108 juta kematian sebanyak 54 kasus (Dinas
pada 1980 menjadi 422 juta pada Kesehatan Kota Ternate, 2021).
2014 (World health Organization,
2018). Pada Riset Kesehatan Dasar
tahun 2018 di Indonesia KAJIAN PUSTAKA
memperlihatkan peningkatan 6,9% 1. Definisi DM
tahun 2013 menjadi 10,9 % tahun Diabetes Melitus (DM) adalah
2018 (Kemenkes, 2019). penyakit dengan penyebab
Pada Laporan Riset Kesehatan berupa gangguan pada
Dasar tahun 2018 tentang Prevalensi metabolisme yang memiliki tanda
DM berdasarkan Diagnosis Dokter berupa meningkatnya kadar gula
pada Penduduk Umur ≥ 15 Tahun di dalam darah atau hiperglikemia.
Provinsi Maluku Utara dari 1,5% di Pemeriksaan laboratorium kimia
Tahun 2013 menjadi 1,8% di Tahun darah pada penderita DM
2018 dengan jumlah penderita menunjukkan bahwa persentasi
sebanyak 9.907 kasus (95%). gula dalam darah dengan kondisi
Sedangkan Prevalensi DM puasa pagi hari sebesar > 126
4167
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
mg/dL dan kondisi 2 jam setelah Terjadi akibat masalah pada
makan sebesar > 200 mg/dL atau penguraian sel beta pankreas,
jika sewaktu/sesaat dilakukan yang biasanya dihubungkan
pemeriksaan sebesar > 200 mg/dL dengan kekurangan insulin
(Fatimah, 2015). absolut. Bisa terjadi akibat
autoimun atau idiopatik.
2. Epidemiologi DM b. Tipe II:
World Health Organization Diawali dengan resistensi
mengestimasi peningkatan insulin secara dominan diikuti
penderita DM yang ada di kekurangan insulin secara
Indonesia, yang mulanya pada relatif hingga dominan defek
tahun 2000 terdapat 8,4 juta sekresi insulin diikuti resistensi
kejadian, kira-kira pada tahun insulin.
2030 akan menjadi sejumlah 21,3 c. DM Gestasional:
juta kejadian. International Diabetes yang hanya terjadi
Diabetes Federation pada masa kehamilan
mengestimasi peningkatan trimester kedua maupun
jumlah penderita DM yang ada di ketiga.
Indonesia, yang mulanya pada d. Tipe spesifik yang memiliki
tahun 2014 terdapat 9,1 juta kaitan dengan penyebab lain:
kejadian, pada tahun 2035 akan Beberapa penyebab dari tipe
menjadi sejumlah 14,1 juta DM ini adalah, sindroma
kejadian (Davidson et al., 2021). diabetes monogenic (diabetes
Meningkatnya jumlah penderita neonatal, maturity onset
DM pada negara – negara diabetes of the young (MODY),
berkembang diakibatkan oleh penyakit eksokrin pankreas
meningkatnya angka kemakmuran (fibrosis kistik, pankreatitis),
pada negara tersebut mulai ataupun konsumsi
menjadi sorotan. Meningkatnya glukokortikoid ketika terapi
pendapatan perkapita serta HIV/AIDS atau setelah
berubahnya pola hidup, pemindahan organ.
khususnya pada berbagai kota
besar, mengakibatkan terjadinya 4. Patofisiologi DM
peningkatan angka kejadian Patofisiologi terjadinya DM
penyakit degeneratif, contohnya dapat terjadi melalui dua
penyakit DM. Diabetes melitus keadaan, yaitu, resistensi insulin
adalah satu dari sekian masalah dan disfungsi sel β pankreas.
kesehatan yang berakibat pada Penyebab DM tipe 2 adalah
produktivitas serta mampu kegagalan sel sel sasaran insulin
membuat terjadinya penurunan dalam memberikan respon pada
pada kualitas sumber daya insulin secara normal. Kondisi ini
manusia (Decroli Eva, 2019). merupakan kondisi yang dikenal
sebagai resistensi insulin.
3. Klasifikasi DM berdasarkan Terjadinya resistensi insulin
etiologi diakibatkan oleh kejadian
Diabetes mellitus dibagi obesitas, aktivitas fisik rendah,
menjadi beberapa kategori, serta bertambahnya usia
berdasarkan etiologinya DM dibagi seseorang. Produksi glukosa
menjadi sebagai berikut hepatik pada penderita DM tipe 2
(Fatimah, 2015): melebihi kadar normal tanpa
a. Tipe I: adanya kerusakan pada sel-sel β
langerhans secara autoimun.
4168
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
Menurunnya fungsi insulin pada peningkatan tetapi diikuti berat
penderita DM tipe 2 memiliki sifat badan yang berkurang secara
relatif dan tidak absolut. cepat (2-4 minggu), dan penderita
Pada mula berkembangnya sering merasa lelah. Pada
DM tipe 2, sel β memberikan keadaan yang sudah kronis pasien
sinyal adanya gangguan sekresi sering merasakan kesemutan,
insulin fase pertama, yang berarti kulit terasa panas (seperti
terjadi kegagalan sekresi insulin tertusuk-tusuk jarum),
dalam memberikan kompensasi keram/kebas, mudah mengantuk,
pada resistensi insulin. penglihatan menurun dan bahkan
Penanganan yang kurang baik, pada pria dapat terjadi
akan menyebabkan rusaknya sel- penurunan kualitas sex (GINA,
sel β pankreas. Kerusakan 2021).
tersebut akan terjadi dengan
progresif dan umumnya menjadi 7. Diagnosis DM
penyebab terjadinya defisiensi Ditegakkannya diagnosis DM
insulin, sehingga penderita dilakukan atas dasar kadar
membutuhkan insulin eksogen. glukosa dalam darah dan HbA1c.
Pada penderita DM tipe 2 Potensi terjadinya DM perlu
biasanya terjadi dua faktor dilakukan pemeriksaan lebih
tersebut, berupa resistensi insulin lanjut saat terdapat keluhan
dan defisiensi insulin. berupa: 1) Keluhan klasik,
meliputi: poliuria, polidipsia,
5. Faktor Risiko DM polifagia dan menurunnya berat
Faktor risiko terjadi DM badan tanpa penyebab yang pasti;
dibagi menjadi 2 yaitu faktor 2) keluhan lain: lemah badan,
risiko yang tidak dapat diubah dan kesemutan, gatal, mata kabur,
faktor risiko yang dapat diubah. dan disfungsi ereksi pada pria,
Faktor risiko yang tidak dapat serta pruritus vulva pada wanita.
diubah yaitu, keturunan (riwayat Patokan penentuan DM yaitu
keluarga penderita DM), usia yang hasil pengamatan pada glukosa
lebih dari 45 tahun, etnik, riwayat plasma dalam kondisi puasa
melahirkan bayi dengan berat sebesar > 126 mg/dl. Pengamatan
lahir > 4000 gram atau BBLR, ada pada glukosa plasma
riwayat diabetes gestasional. menunjukkan hasil sebesar > 200
Sedangkan, faktor risiko yang mg/dl 2 jam sesudah
dapat diubah yaitu yaitu dilakukannya Tes Toleransi
hipertensi, obesitas sesuai indeks Glukosa Oral (TTOG) dengan
masa tubuh (IMT), aktivitas fisik beban glukosa sebanyak 75 gram.
yang rendah, dislipidemi, tidak Pengamatan glukosa plasma
sehatnya diet yang dilakukan, sewaktu sejumlah > 200 mg/dl,
serta stress (GINA, 2021). disertai keluhan klasik atau krisis
hiperglikemia dan pengamatan
6. Gejala Klinis DM HbA1c sebesar > 6,5% (GINA,
Gejala pada Diabetes Melitus 2021).
yang akut seperti polifagi (makan
dengan porsi yang banyak), 8. Tatalaksana DM
polidipsi (minum dengan Tujuan dari pada
berlebihan), poliuri (sering penatalaksanaan DM dalam waktu
kencing atau banyak kencing singkat adalah menyingkirkan
terutama pada malam hari), nafsu keluhan DM, didapatkannya
makan yang mengalami kualitas hidup yang semakin baik,
4169
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
dan menurunkan dampak berupa 10. Tingkat Pengetahuan
komplikasi akut, sedangkan untuk Pada umumnya terdapat 6
waktu yang lama diharapkan tingkatan pengetahuan, yaitu:
mampu sebagai pencegah dan a. Tahu/know
penghambat penyulit dari Tahu memiliki arti yaitu
mikroangiopati, makroangiopati recall atau pemanggilan
serta tujuan akhirnya terhadap kenangan yang
menurunnya mortalitas dan sudah ada, setelah dilakukan
morbiditas dari DM. pengamatan secara
Penatalaksanaan non mendetail, dan arti lainnya
farmakologis dari DM diantaranya adalah hal – hal yang sudah
berupa edukasi, Terapi Nutrisi ditinjau/stimulus yang telah
Medis (TNM), dan latihan fisik. didapatkan. Tahu adalah
Untuk farmakologinya terbagi derajat terbawah dari
menjadi obat antihiperglikemik pengetahuan. Kata kerja
oral dan obat antihiperglikemik yang dipakai dalam
suntik (GINA, 2021). pengukuran tahu/tidaknya
seseorang mengenai hal yang
9. Definisi Pengetahuan dipelajari adalah seseorang
Pengetahuan (knowledge) mampu menyebutkan,
ialah akibat dari rasa paham serta menguraikan,
pengalaman yang dimiliki individu mengidentifikasi,
ketika melaksanakan deteksi menyatakan dan sebagainya.
dalam suatu rangsangan. Deteksi b. Memahami/comprehention
tersebut dilakukan dengan Melakukan pemahaman pada
melihat, mendengar, mencium, objek tertentu tidak hanya
merasa, dan meraba. tahu dan melakukan
Pengetahuan merupakan hasil penyebutan, namun
yang didapatkan dari rasa ingin seseorang mampu
tahu yang dilalui oleh proses memberikan interpretasi
sensoris pada objek tertentu, mengenai objek tersebut
khususnya pada mata dan telinga. dengan baik dan benar.
Pengetahuan adalah bagian vital Pemahaman terhadap
untuk membentuk tingkah laku objek/materi ditandai
terbuka atau open behaviour dengan adanya kemampuan
(Wawan & Dewi, 2016). dalam memberikan
Pengetahuan mengenai DM penjelasan, menyebutkan
adalah fasilitas penting dalam contoh, menyimpulkan, dan
proses penanganan DM, apabila memprediksi objek tersebut.
pengetahuan seseorang mengenai c. Aplikasi/application
diabetes yang dimiliki sudah baik Aplikasi memiliki arti berupa
dan banyak, maka penanganan penggunaan ataupun
diet DM akan semakin baik pula. implementasi suatu materi
Pengetahuan yang baik disertai yang telah dipahami dalam
dengan perubahan perilaku yang keadaan tertentu. Definisi
mampu mengendalikan penyakit lain yaitu penggunaan
dapat meningkatkan kualitas hukum, rumus, metode,
hidup, baik secara waktu maupun prinsip, rencana program
tingkat kualitasnya (Chai et al., dalam suatu kondisi.
2018). d. Analisis/analysis
Analisis merupakan
kemahiran dalam
4170
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
memberikan penjabaran atau pengukuran pengetahuan itu
pemisahan, selanjutnya antara lain (Budiman & Riyanto,
pencarian korelasi antara 2013):
bagian – bagian yang ada a. Tingkat pengetahuan kategori
pada suatu objek ataupun baik (≥ 75%).
masalah yang telah b. Tingkat pengetahuan kategori
diketahui. Hal yang cukup (56% - 74%).
merupakan indikator bahwa c. Tingkat pengetahuan kategori
seseorang telah di tahapan ini kurang (< 55%).
yaitu ketika mampu
membedakan, memisahkan, Dari paparan tinjauan pustaka
mengelompokkan, tersebut, timbul pertanyaan yang
menciptakan diagram menjadi pokok dalam penelitian ini,
terhadap pengetahuan yang yaitu bagaimana gambaran tingkat
dimiliki. pengetahuan masyarakat tentang
e. Sintesis/synthesis pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2
Sintesis yaitu kemahiran di Puskesmas Perawatan Siko?
untuk memberikan
rangkuman ataupun
peletakan pada hubungan METODOLOGI PENELITIAN
yang logis. Sintesis juga Penelitian ini adalah
dapat dikatakan sebagai penelitian tipe deskriptif
kemahiran dalam penyusunan observasional dengan pendekatan
metode baru dari metode cross sectional.
yang telah ada. Penelitian ini dilaksanakan di
f. Evaluasi/evaluation Puskesmas Perawatan Siko,
Evaluasi yaitu kemahiran Kecamatan Ternate Utara yang
dalam memvalidasi ataupun dilaksanakan pada bulan Mei hingga
melakukan penilaian pada Juni 2023. Populasi target dalam
objek tertentu. penelitian ini adalah masyarakat
berusia ≥ 15 tahun, yang berdomisili
11. Faktor-faktor yang di wilayah kerja puskesmas, dengan
Mempengaruhi Pengetahuan jumlah populasi sebanyak 49.758
Terdapat beberap faktor orang. Kriteria inklusi dalam
yang mampu memberikan penelitian ini adalah:
pengaruh pada pengetahuan, 1. Masyarakat yang usianya ≥ 15
antara lain (Nurmala et al., 2018): tahun dengan tempat tinggal
a. Pendidikan yang berada pada wilayah kerja
b. Pekerjaan Puskesmas Perawatan Siko
c. Usia Kecamatan Ternate Utara
d. Minat sekurang – kurangnya 1 tahun.
e. Pengalaman 2. Masyarakat yang berdomisili di
f. Kebudayaan lingkungan wilayah kerja Puskesmas
sekitar Perawatan Siko Kecamatan
g. Informasi Ternate Utara sesuai dengan
alamat pada KTP.
12. Cara Pengukuran Pengetahuan 3. Responden bersedia mengisi
Menurut Budiman dan kuesioner penelitian setelah
Riyanto, pengetahuan dapat penjelasan atau informed
diukur melalui 3 kategori dengan consent.
pembagian berdasarkan nilai 4. Memahami Bahasa Indonesia dan
persentasenya, kategori kooperatif.
4171
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
beberapa hal demi menjaga etika
Penentuan minimal sampel penelitian, antara lain:
dalam penelitian ini menggunakan 1. Lembar persetujuan menjadi
rumus Slovin: responden (informed consent)
N 2. Tanpa nama (Anonymity),
𝑛=
1 + Ne2 subyek dalam penelitian ini
Keterangan: melakukan pengisian kuesioner
n= jumlah sampel tanpa menulis nama responden.
N= jumlah populasi 3. Kerahhasiaan (Confidentiality),
e= taraf kesalahan (margin of error Etika mengenai pemberian
10%) pertanggungjawaban berupa
49.758 kerahasiaan hasil penelitian,
𝑛=
1 + 49.758 (0,1)2 dapat berupa seluruh informasi
𝑛 = 100 ataupun hal – hal lain yang
berkaitan dengan penelitian
Pada penelitian ini digunakan yang dilakukan.
kuesioner peneliti yang sudah diuji Rencana pengolahan data
validitas dan uji reliabilitas. Data dalam penelitian ini melalui proses
yang digunakan dalam penelitian ini editing, scoring, coding tabulating.
adalah data primer berupa pengisian Analisa data dalam penelitian ini
lembar kuesioner. Data sekunder adalah memanfaatkan program SPSS
yang berupa data jumlah kasus DM guna memperoleh data yang selaras
dan data jumlah penduduk di dengan gambaran tingkat
wilayah kerja Puskesmas Perawatan pengetahuan masyarakat tentang
Siko. pencegahan DM Tipe 2 di Puskesmas
Dalam pelaksanaan Perawatan Siko dan hasilnya tersaji
penelitian, peneliti menerapkan dalam table distribusi frekuensi.
HASIL PENELITIAN
1. Gambaran Karakteristik Responden Analisis Univariat
a. Usia
Tabel 1
Usia Frekuensi Persentase %
≥ 15-24 Tahun 11 11.0%
> 25-34 Tahun 33 33.0%
> 35-44 Tahun 20 20.0%
> 45-54 Tahun 26 26.0%
≥ 55 Tahun 10 10.0%
Total 100 100.0
Didapatkan hasil 44 tahun dengan jumlah 20
penelitian yang responden (20.0%), usia 15-
menunjukkan distribusi usia 24 tahun sebanyak 11
25-34 tahun sebanyak 33 responden (11.0%) dan usia
responden (33.0%), usia 45- ≥ 55 tahun dengan jumlah
54 tahun dengan jumlah 26 10 responden (10.0%).
responden (26.0%), usia 35-
4172
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
b. Jenis Kelamin
Tabel 2
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 24 24%
Perempuan 76 76%
Total 100 100%
Didapatkan hasil responden (76.0%) dan
penelitian yang menunjukan sebagian kecil memiliki
distribusi sebagian besar jenis kelamin laki-laki
jenis kelamin perempuan dengan jumlah 24
dengan jumlah 76 responden (24.0%).
c. Pendidikan
Tabel 3
Pendidikan Frekuensi Persentase %
SD 4 4.0%
SMP 3 3.0%
SMA 52 52.0%
Perguruan Tinggi 41 41.0%
Total 100 100.0
Didapatkan hasil jumlah 41 responden
penelitian yang menunjukan (41.0%), SD dengan jumlah 4
distribusi pendidikan SMA responden (4.0%) dan SMP
dengan jumlah 52 dengan jumlah 3 responden
responden (52.0%), (3.0%).
Perguruan Tinggi dengan
d. Pekerjaan
Tabel 4
Pekerjaan Frekuensi Persentase %
PNS 24 24.0%
Wiraswasta 35 35.0%
Petani 1 1.0%
Tukang/buruh 2 2.0%
IRT 38 38.0%
Total 100 100.0
Didapatkan hasil yang dengan jumlah 24
menunjukan distribusi responden (24.0%),
pekerjaan IRT sebanyak 38 Tukang/Buruh dengan
responden (38.0%), jumlah 2 responden (2.0%)
Wiraswasta dengan jumlah dan Petani dengan jumlah 1
35 responden (35.0%), PNS responden (1.0%).
4173
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
e. Pengetahuan
Tabel 5
Pengetahuan Frekuensi Persentase %
Baik 85 85.0%
Cukup 12 12.0%
Kurang 3 3.0%
Total 100 100.0
Didapatkan hasil sebanyak 12 responden
penelitian yang menunjukan (12.0%) dan pengetahuan
distribusi pengetahuan baik kurang sebanyak 3
sebanyak 85 responden responden (3.0%).
(85.0%), pengetahuan cukup
PEMBAHASAN
1. Gambaran Responden menimbulkan kejadian diabetes
Berdasarkan Usia mellitus (Paulina Damanik, 2022).
Berdasarkan hasil penelitian 2. Gambaran Responden
menunjukan bahwa responden Berdasarkan Jenis Kelamin
dengan distribusi usia terbanyak Berdasarkan hasil penelitian
pada usia 25-34 tahun sebanyak diketahui bahwa responden
33 responden (33.0%). Penelitian didominasi oleh kelompok
ini sejalan dengan penelitian yang perempuan sebanyak 76
dilaksanakan Baharutan dkk responden (76.0%). Penelitian ini
tentang gambaran pengetahuan sejalan dengan penelitian yang
pencegahan tentang diabetes dilaksanakan oleh Muhammad
melitus di Puskesmas Kota Ramadhan mengenai beragam
Manado (2018), bahwa faktor yang memiliki hubungan
karakteristik umur responden terhadap kejadian DM pada
terbanyak adalah umur 26- 35 wilayaha kerja Puskesmas Karang
tahun sebanyak 42 responden Mekar Kota Banjarmasin (2020),
(54,7%) (Baharutan, 2018). dari 90 responden didominasi oleh
Peningkatan usia kelompok perempuan berjumlah
menyebabkan berubahnya proses 53 responden (58.9%) (Ramadhan,
metabolisme karbohidrat dan 2020).
berubahnya proses pelepasan Wanita memiliki risiko yang
insulin yang dikarenakan kadar lebih tinggi daripada pria untuk
gula dalam darah, sehingga terpapar penyakit diabetes,
menghambat zat gula yang akan karena wanita berpeluang besar
memasuki sel akibat pengaruh secara fisik untuk mampu
dari insulin. Usia yang semakin meningkatkan indeks massa tubuh
bertambah menyebabkan secara drastis. Selain itu, proses
berbagai penyakit degeneratif hormonal yang lebih banyak
memiliki peluang besar untuk terjadi pada wanita seperti
menurunkan fungsi tubuh, sindrom siklus bulanan
terutama pankreas, sehingga (premenstrual syndrome) dan
mampu meningkatkan resistensi pasca-menopause, dapat
terhadap insulin yang akan mempermudah distribusi lemak
mengakibatkan ketidakstabilan dalam tubuh dan mempermudah
kadar gula darah, dan proses akumulasinya pula,
4174
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
sehingga keterpaparan terhadap oleh sumber pengetahuan yang
diabetes mellitus tipe 2 memiliki bisa didapatkan dari pendidikan
peluang yang lebih besar non formal, tidak harus
(Fatimah, 2015) pendidikan formal saja
(Notoadmojo, 2018).
3. Gambaran Responden Orang yang memiliki latar
Berdasarkan Pendidikan belakang pendidikan yang lebih
Berdasarkan hasil penelitian tinggi, tidak semuanya peduli
menunjukan bahwa responden dengan kondisi kesehatannya, ada
dengan distribusi pendidikan dari mereka yang mengabaikan
terbanyak pada Sekolah kondisi kesehatannya terutama
Menengah Atas sebanyak 52 karena berhubungan dengan
responden (52.0%). Penelitian ini pekerjaan serta aktivitas yang
sejalan dengan penelitian yang padat yang menyebabkan
dilaksanakan oleh Tjok Dwi terjadinya perubahan gaya hidup,
Agustyawan tentang gambaran kebiasaan makan serta kurangnya
tingkat pengetahuan tentang aktivitas fisik (Tjok & Made,
diabetes melitus di RSUP Sanglah 2020).
(2020), dimana tingkat
pendidikan terakhir responden 4. Gambaran Responden
didapatkan sebagian besar Berdasarkan Pekerjaan
berpendidikan SMA sebanyak 36 Berdasarkan hasil penelitian
orang (37,9%) (Tjok & Made, menunjukan bahwa responden
2020). dengan distribusi pekerjaan
Pendidikan memiliki arti terbanyak pada Ibu Rumah
sebagai arahan untuk membantu Tangga sebanyak 38 responden
seseorang memperoleh (38.0%). Penelitian ini sejalan
pemahaman akan suatu materi. dengan penelitian yang
Tingginya tingkat pendidikan yang dilaksanakan oleh Muhammad
dimiliki seseorang dapat Ramadhan tentang beragam
mempermudah dalam proses faktor yang memiliki hubungan
penerimaan informasi serta dengan kejadian diabetes melitus
dengan mudah mampu menambah di wilayah kerja Puskesmas
pengetahuan dalam jumlah yang Karang Mekar Kota Banjarmasin
besar. Apabila tingkat pendidikan (2020), bahwa 90 responden yang
yang dimiliki seseorang tergolong diteliti sebagian besar memiliki
rendah, akibatnya adalah terjadi pekerjaan sebagai ibu rumah
hambatan dalam berkembangnya tangga yaitu berjumlah 37
sikap terhadap proses penerimaan responden (41,1%) (Ramadhan,
informasi maupun materi baru 2020).
lainnya (Pakpahan et al., 2021). Macam – macam pekerjaan
Seseorang yang memiliki memiliki keeratan kaitan dengan
pendidikan dengan kategori tinggi kejadian diabetes mellitus.
tentunya mampu memiliki Pekerjaan mampu memberikan
pengetahuan yang banyak. pengaruh terhadap tingkat
Tetapi, hal tersebut merupakan aktivitas fisiknya. Misalnya IRT
hal yang tidak pasti, karena yang secara aktivitas tidak rendah
seseorang dengan latar belakang karena melakukan pekerjaan
pendidikan dengan kategori seperti menyapu, mencuci,
rendah belum tentu pengetahuan memasak dan lain-lain (Fatimah,
yang dimilikinya juga hanya 2015). Namun melakukan
sedikit. Hal tersebut dikarenakan aktivitas fisik berat maupun
4175
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
aktivitas fisik sedang yang tidak kondisi penyakit, sehingga
dapat mengontrol pola makannya ketahanan terhadap penyakit
setelah melakukan aktivitas fisik, tersebut serta kualitas hidup akan
sehingga kejadian diabetes membaik (Chai et al., 2018).
mellitus tidak mempengaruhi jika Penelitian ini menunjukkan
telah melakukan aktivitas fisik bahwa responden dengan tingkat
berat maupun sedang (Ramadhan, pengetahuan yang baik tentang
2020). diabetes mellitus belum tentu
memiliki perilaku pencegahan
5. Gambaran Responden yang baik pula karena masih
Berdasarkan Pengetahuan terdapat responden dengan
Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan baik yang memiliki
menunjukan bahwa responden perilaku pencegahan diabetes
dengan distribusi pengetahuan melitus yang kurang (Ahmad,
terbanyak yaitu pengetahuan baik 2019). Hal tersebut berarti bahwa
sebanyak 85 responden (85.0%). walaupun seseorang memiliki
Penelitian ini sejalan dengan pengetahuan yang baik, belum
penelitian yang dilaksanakan oleh tentu seseorang tersebut akan
Ahmad J tentang gambaran mengadopsi perilaku pencegahan
tingkat pengetahuan pasien yang baik. Penyebabnya adalah
diabetes melitus tipe 2 mengenai karena pengetahuan yang dimiliki
manajemen pencegahan tidak diaplikasikan di dalam
diabetes, dimana tingkat kehidupannya. Pengetahuan
pengetahuan baik tentang tentang diabetes mellitus akan
manajemen diabetes mellitus menjadi dasar bagi seseorang
sebanyak (56,2%) dan untuk melakukan tindakan
pengetahuan kurang sebanyak pencegahan agar tidak terkena
(43,8%) (Ahmad, 2019). penyakit tersebut (Silalahi, 2019).
Hubungan serta pengaruh Perilaku seseorang yang
antara pengetahuan dengan dilandasi oleh pengetahuan maka
faktor pendidikan formal sangat akan bersifat berkelanjutan,
memiliki keeratan. Harapan yang namun apabila sebuah perilaku
diinginkan untuk pendidikan tidak didasari pada pengetahuan
dengan kategori yang tinggi maka perilaku tersebut hanya
adalah memiliki pengetahuan bersifat sementara. Tetapi,
yang juga sama tingginya. terkadang pengetahuan tidak
Tingginya tingkat pendidikan selalu menjamin perilaku yang
dapat memberikan kecepatan dilakukan oleh seseorang.
pada seseorang dalam proses Pengalaman yang dimiliki serta
penerimaan dan pemahaman pengaruh dari lingkungan luar
informasi (Budiman & Riyanto, akan memperkuat perilaku
2013). seseorang (Notoadmojo, 2018).
Penangan pada diabetes
dapat difasilitasi dengan
dimilikinya pengetahuan tentang KESIMPULAN
DM, sehingga apabila Berdasarkan hasil penelitian
pengetahuan tentang diabetes dan pembahasan yang dilakukan
semakin baik dan luas, akan oleh peneliti terkait gambaran
menyebabkan semakin baik pula tingkat pengetahuan masyarakat
penanganan pada diet DM. Selain mengenai pencegahan DM Tipe 2 di
itu, perubahan perilaku juga Puskesmas Perawatan Siko, dapat
mampu membantu pengendalian disimpulkan bahwa:
4176
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
1. Distribusi masyarakat di penyakit termasuk diabetes
Puskesmas Perawatan Siko melitus dan diharapkan agar
terhadap pencegahan DM Tipe bisa melakukan kontrol
2 berdasarkan usia dengan kesehatan secara rutin guna
persentase tertinggi pada usia pencegahan sedini mungkin
25-34 tahun sebanyak 33 terhadap faktor risikonya.
responden (33.0%).
2. Distribusi masyarakat di 3. Bagi Peneliti Lain
Puskesmas Perawatan Siko Diharapkan bagi
terhadap pencegahan DM Tipe penelitian selanjutnya dapat
2 berdasarkan jenis kelamin menggunakan meotode dan
dengan persentase tertinggi variabel yang berbeda, misalnya
pada perempuan sebanyak 76 meneliti berbagai variabel yang
responden (76.0%). berhubungan dengan obesitas,
3. Distribusi masyarakat di tingkat stress, dan beberapa
Puskesmas Perawatan Siko faktor lainnya.
terhadap pencegahan DM Tipe
2 berdasarkan pendidikan
dengan persentase tertinggi DAFTAR PUSTAKA
pada SMA sebanyak 52
responden (52.0%). Ahmad, J. (2019). Gambaran Tingkat
4. Distribusi masyarakat di Pengetahuan Pasien Diabetes
Puskesmas Perawatan Siko Melitus Tipe 2 Terhadap
terhadap pencegahan DM Tipe Manajemen Diabetes. Media
2 berdasarkan pekerjaan Keperawatan :PoliteknikKeseh
dengan persentase tertinggi atan Makassar, 10(02), 19–22.
pada IRT sebanyak 38 Baharutan. (2018). Gambaran
responden (38.0%). PengetahuanTenaga Kesehatan
5. Distribusi masyarakat di Tentang Diabetes Melitus Di
Puskesmas Perawatan Siko Puskesmas Kota Manado.
terhadap pencegahan DM Tipe Jurnal Kedokteran Komunitas
2 berdasarkan tingkat Dan Tropik, 3(1), 26–33.
pengetahuan dengan Budiman, & Riyanto, A. (2013).
persentase tertinggi pada KapitaSelektaKuesionerPenget
pengetahuan baik sebanyak 85 ahuandanSikapDalamPenelitia
responden (85.0%). nKesehatan.InSalembaMedika.
Chai, S., Yao, B., Xu, L., Wang, D.,
SARAN Sun, J., Yuan, N., Zhang, X., &
1. Bagi Puskesmas Perawatan Siko Ji, L. (2018). The effect of
Diharapkan hasil penelitian diabetes self-management
ini dapat menjadi bahan acuan education on psychological
untuk meningkatkan upaya status and blood glucose in
promotif dan preventif demi newly diagnosed patients with
meningkatkan kewaspadaan pada diabetes type 2. Patient
masyarakat tentang penyakit DM. Education and Counseling,
101(8),14271432.https://doi.o
2. Bagi Masyarakat rg/10.1016/j.pec.2018.03.020
Diharapkan dengan Davidson, K. W., Barry, M. J.,
adanya penelitian ini Mangione, C. M., Cabana, M.,
masyarakat dapat menjadi lebih Caughey, A. B., Davis, E. M.,
waspada dengan bertambahnya Donahue, K. E., Doubeni, C.
usia karena rentan terkena A., Krist, A. H., Kubik, M., Li,
4177
Tahun [MAHESA: MALAHAYATI HEALTH STUDENT JOURNAL, P-ISSN: 2746-198X
2023 E-ISSN: 2746-3486 VOLUME 3 NOMOR 12 TAHUN 2023] HAL 4166-4178
L., Ogedegbe, G., Owens, D. Susilawaty, A., Tasnim,
K., Pbert, L., Silverstein, M., Ramdany, R., Manurung, I.,
Stevermer, J., Tseng, C. W., & Tomponu, M., Sitanggang, Y. .,
Wong, J. B. (2021). Screening & Maisyarah, M. (2021).
for Prediabetes and Type 2 Promosi Kesehatan & Perilaku
Diabetes:USPreventiveServices Kesehatan. In R. Watrianthos
Task Force Recommendation (Ed.), Yayasan Kita Menulis
Statement. JAMA - Journal of (Cetakan 1). kitamenulis.id
theAmericanMedicalAssociatio Paulina Damanik, J. (2022).
n,326(8),736743.https://doi.o Gambaran Pengetahuan Lansia
rg/10.1001/jama.2021.12531 Tentang Diet Diabetes Melitus
Decroli Eva. (2019). Diabetes Melitus di Puskesmas Sarimatondang
Tipe 2 (K. Alexander, E. P. Kecamatan Sidamanik Tahun
Yanne, D. Prima Garri, & R. 2021. Jurnal Sosial Sains, 2(3),
Afdol (ed.); Edisi Pert). ©2019 433439.https://doi.org/10.36
Pusat Penerbitan Bagian Ilmu 418/sosains.v2i3.370
PenyakitDalamFakultasKedokt Ramadhan, M. (2020). Faktor-Faktor
eran Universitas Andalas. Yang Berhubungan Dengan
www.internafkunand.com Kejadian Diabetes Melitus Di
Dinas Kesehatan Kota Ternate. WilayahKerjaPuskesmasKarang
(2021).DataPenderita Penyakit Mekar Kota Banjarmasin Tahun
Tidak Menular (PTM) Kota 2020 Skripsi Diajukan Untuk
Ternate Tahun 2021. Memenuhi Sebagian Syarat
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Memperoleh Gelar. 11–40.
Melitus Tipe 2. 4, 93–101. Silalahi, L. (2019). Hubungan
GINA.(2021).BukuPedomanPengelola Pengetahuan dan Tindakan
an dan Pencegahan Diabetes Pencegahan Diabetes Mellitus
MelitusTipe2DewasadiIndonesi Tipe 2. Jurnal PROMKES, 7(2),
a 2021. (2021). Pb Perkeni. 223.https://doi.org/10.20473
GlobalInitiativeforAsthma,46. /jpk.v7.i2.2019.223-232
www.ginasthma.org. Tjok, D. A. P., & Made, R. S. (2020).
Kemenkes. (2019). Laporan Riset GambaranTingkatPengetahuan
Kesehatan Dasar Tahun 2018. TentangPenatalaksanaanDiabe
Kementerian Kesehatan RI, tesMelitusPadaPasien Diabetes
1(1),1.https://www.kemkes.g Melitus Di Rsup Sanglah. Jurnal
o.id/article/view/1909300000 Medika Udayana, 9(8), 1–4.
1/penyakit-jantung-penyebab- Wawan, A., & Dewi, M. (2016).
kematianterbanyakke2diindon Pengetahuan, Sikap, dan
esia.html Perilaku Manusia.
Notoadmojo, S. (2018). Metodologi Williams, R. (chair) et al. (2019). IDF
Penelitian Kesehatan. Rineka Diabetes Atlas 9th. In IDF
Cipta. Diabetes Atlas, 9th edition.
Nurmala, I., Rahman, F., Nugroho, https://diabetesatlas.org/idfa
A., Erlyani, N., Laily, N., & wp/resourcefiles/2019/07/IDF
Anhar, Y. (2018). Promosi _diabetes_atlas_ninth_edition
Kesehatan(Zadina(ed.)).Airlan _en.pdf
ggaUniversityPress.https://re World health Organization. (2018).
pository.unair.ac.id/87974/2/ Canada Fact Sheet of Diabetic.
Buku Promosi Kesehatan.pdf 1, 2–7.
Pakpahan, M., Siregar, D.,
4178