0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan19 halaman

Tugas BK

Makalah ini membahas tentang layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok dalam konteks pendidikan agama Islam. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menjelaskan fungsi dan tujuan dari masing-masing layanan serta pentingnya peran personil pelayanan dalam proses bimbingan dan konseling. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan memperluas pengetahuan bagi pembaca.

Diunggah oleh

Hayoo Aku siapa?
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan19 halaman

Tugas BK

Makalah ini membahas tentang layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok dalam konteks pendidikan agama Islam. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menjelaskan fungsi dan tujuan dari masing-masing layanan serta pentingnya peran personil pelayanan dalam proses bimbingan dan konseling. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan memperluas pengetahuan bagi pembaca.

Diunggah oleh

Hayoo Aku siapa?
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

BIMBINGAN KONSELING
Dosen Pengampu: Sofwan Karim [Link]

MATERI KELOMPOK : 1,2,3 DAN 4

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PROGRAM


STUDI PENDIDIKAN MANDRASAH IBTIDAIYAH
SEMESTER 2 DAN SEMESTER 4
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH MAKRIFATUL ILMI BENGKULU
SELATAN
TAHUN AJARAN 2025
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr,wb
Bismillahirrahmanirrahim, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan
rahmat, hidayah, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah singkat
ini dengan judul "LAYANAN KONSELING PERORANGAN, LAYANAN BIMBINGAN
KELOMPOK, LAYANAN KONSELING KELOMPOK DAN PERSONIL PELAYANAN"
tepat pada waktunya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita,
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Makalah ini di
susun sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan semoga dapat menjadi sarana untuk
memperluas ilmu pengetahuan serta menambah manfaat bagi para pembaca.
Penulis juga menyadari bahwa tidak mungkin makalah singkat ini dapat
terselesaikan tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, Terutama Bapak Sofwan
karim, [Link] selaku dosen pengampu mata kuliahbimbingan konseling. Oleh karena itu, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam proses penyusunan ini, baik dalam bentuk bimbingan, saran, maupun motivasi. Penulis
menyadari bahwa makalah singkat ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi isi maupun
penyajiannya.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan penulisan dan penyusunan makalah di masa yang akan datang. Akhir kata,
kami berharap semoga makalah singkat ini dapat memberikan manfaat serta menjadi amal
jariyah yang diridhai oleh Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Wassalamu'alaikum wr, wb.

Bengkulu selatan selasa, 10 juni 2025

Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A. Layanan Konseling Perorangan
B. Layanan Bimbingan Kelompok
C. Layanan Konseling Kelompok
D. Personil Pelayanan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap insan yang lahir kedunia memerlukan pengembangan untuk menjadi
manusia seutuhnya sebagaimana dihendaki. Pengembangan tersebut pada dasarnya
adalah upaya memuliakan kemanusiaan manusia yang telah lahir itu. Upaya
memuliakan kemanusian manusia itu adalah tugas besar yang harus dilaksanakan
dengan saksama.
Kemudian upaya Bimbingan Formal undang-undang No. 2 Tahun 1989
tentang sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “pendidikan adalah usaha
sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau
latihan bagi peranannya di masa datang”. Upaya pendidikan berdasarkan pengertian
tersebut mencangkup kawasan yang amat luas yang semuanya mengacu pada
pengembangan individu sebagaimana disinggung diatas. Dalam cakupannya yang amat
luas itu, upaya pendidikan secara menyeluruh meliputi tiga kawasan kegiatan, yaitu
kawasan bimbingan, kawasan pengajaran, dan kawasan latihan. Ketiga kawasan itu
saling mengait, saling menunjang bahkan sering kali yang satu tidak dapat dipisah kan
dari yang lainnya. Suatu upaya pendidikan yang menyeluruh, lengkap, dan mantap
harus meliputi secara terpadu ketiga kawasan tersebut.

B. Rumusan Masalah
1. Apasaja tujuan dan fungsi dari layanan Konseling Perorangan?
2. Apa saja tujuan dan fungsi dari layanan Bimbingan Kelompok?
3. Apa saja tujuan dan fungsi dari layanan Konseling Kelompok?
4. Apa saja unsur dari Personil Pelayanan?

C. Tujuan
A. Dapat mengetahui apasaja tujuan dari layanan Konseling Perorangan
B. Dapat mengetahui apa saja tujuan dan fungsi dari Bimbingan Kelompok
C. Dapat mengetahui tujuan dan fungsi dari Konseling Kelompok
D. Memahami apa saja unsur-unsur yang ada didalam Personil Pelayanan
BAB II
PEMBAHASAN

A. LAYANAN KONSELING PERORANGAN


1. Tujuan dan Fungsi Layanan Konseling Perorangan

Layanan konseling perorangan memungkinkan siswa mendapatkan layanan


langsung secara tatap muka dengan Guru Pembimbing dalam rangka pembahasan dan
pengentasan permasalahannya.

Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan konseling perorangan


ialah fungsi pengentasan.

2. Materi Umum Layanan Konseling Perorangan

Materi yang dapat diangkat melalui layanan konseling perorangan ada


berbagai macam, yang pada dasarnya tidak terbatas. Layanan ini dilaksanakan untuk
segenap masalah siswa secara perorangan (dalam segenap bidang bimbingan, yaitu
bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karier).
Setiap siswa secara perorangan dapat membawa masalah yang dialaminya
kepada Guru Pembimbing. Lebih lanjut. Pembimbing akan melayani semua siswa
dengan berbagai permasalahannya itu, seorang demi seorang, tanpa membedakan
pribadi siswa ataupun permasalahan yang dihadapinya.

3. Materi Layanan Konseling Perorangan dalam Bidang-bidang


Bimbingan
a. Layanan konseling perorangan dalam bimbingan pribadi (No.5A), meliputi
kegiatan penyelenggaraan konseling perorangan yang membahas dan
mengentaskan masalah-masalah pribadi siswa, yaitu masalah-masalah yang
berkenan dengan:
(1) Kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
(2) Pengenalan dan penerimaan perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan fisik
dan psikis yang terjadi pada diri sendiri
(3) Pengenalan tentang kekuatan diri sendir, bakat dan minat serta penyaluran dan
pengembangannya
(4) Pengenalan tentang kelemahan diri sendiri dan upaya penanggulannya
(5) Kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri sendiri
(6) Perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat
b)Layanan konseling perorangan dalam bimbingan sosial (No.5B), meliputi kegiatan
penyelenggaraan konseling perorangan yang membahas dan mengentaskan masalah-
masalah yang berkenan dengan:
(1) Kemamuan berkomunikasi, serta menerima dan menyampaikan pendapat
secara logis, efektif, dan produktif
(2) Kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (di rumah, sekolah dan
masyarakat) dengan menjunjung tinggi tata krama, norma dan nilai-nilai
agama, adat-istiadat dan kebiasaan yang berlaku
(3) Hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat)
(4) Pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan disekolah
(5) Pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat dan bergotong-
royong
c)Layanan konseling perorangan dalam bimbingan belajar (No5C), meliputi
kegiatan penyelenggaraan konseling perorangan yang membahas dan mengentaskan
masalah-masalah yang berkenan dengan:
(1) Motivasi dan tujuan belajar, dan latihan
(2) Sikap dan kebiasaan belajar
(3) Kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif, efesien dan produktif
(4) Penguasaan materi pelajaran dan latihan/keterampilan
(5) Keterampilan teknis belajar
(6) Pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya disekolah dan di
lingkungan sekitar
(7) Orientasi belajar di perguruan tinggi
d)Layanan konseling perorangan dalam bimbingan karier (No.5D), meliputi kegiatan
penyelenggaraan konseling perorangan yang membahas dan mengentaskan masalah-
masalah pilihan pekerjaan dan pengembangan karier siswa, yaitu masalah-masalah
yang berkenan dengan:
(1) Pilihan dan latihan keterampilan
(2) Orientasi dan informasi pekerjaan/karier, dunia kerja dan upaya memperoleh
penghasilan
(3) Orientasi dan informasi lembaga-lembaga keterampilan (lembaga
kerja/industri) sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengenbangan karier
(4) Pilihan, orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuuai dengan arah
pengenbangan karier

4. Penyelenggaraan Layanan Konseling Perorangan

Pada dasarnya layanan konseling perorangan terselenggarakan atas insiatif klien


(dalam hal ini siswa). Namun demikian, Guru pembimbing tidak boleh hanya sekedar
menunggu saja kedatangan klien; sebaliknya, harus aktif mengupayakan agar siswa-siswa
yang bermasalah menjadi sadar bahwa dirinya bermasalah, menjadi sadar bahwa masalah-
masalah itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan menjadi sadar bahwa mereka memerlukan
bantuan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Upaya ini dilakukan melalui ceramah
yang disertai tanya jawab dengan siswa tentang apa, mengapa, dan bagaimana bimbingan dan
konseling itu, khususnya layanan konseling perorangan. Isi ceramah itu harus sedemikian
rupa sehingga siswa menjadi yakin bahwanlayanan konseling perorangan itu adalah benar-
benar bermanfaat dan perlu, serta siswa yang datang kepada Guru Pembimbing akan dijamin
kerahasiaannya.
Perlu diusahakan agar sedapat-dapatnya para siswa bersukarela datang sendiri kepda
Guru Pembimbing untuk mengkonsultasikan masalah-masalah mereka. Salah satu kriteria
keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah ialah semakin banyaknya siswa
yang mencari dan mendatangi Guru Pembimbing untuk meminta layanan konseling
perorangan.
Selain upaya di atas, Guru Pembimbing dapat pula memanggil siswa untuk
konsultasikan masalahnya kepada Guru Pembimbing. Pemanggilan ini didahului oleh analisis
yang mendalam tentang perlunya siswa yang bersangkutan dipanggil, sehingga pemanggilan
itu benar-benar beralasan dan kedatangan siswa kepada Guru Pembimbing akan memberikan
hasil yang cukup berarti. Analisis tersebut meliputi antara lain analisis hasil belajar, hasil
instrumenntasi BK, hasil pengamatan, dan/atau laporan dari pihak-pihak tertentu.
Pemanggilan yang dilakukan itu harus dengan bahasa yang halus dan sama sekali tidak
mencerminkan bahwa Guru Pembimbing memaksa, menuduh ataupun mempermasalahkan
siswa yang dipanggil; sebaliknya, dengan pemanggilan itu Guru Pembimbing menawarkan
diri untuk membantu siswa dan memberikan kesempatan serta harapan bahwa pertemuan
antara Guru Pembimbing dan siswa yang bersangkutan semata-mata adalah untuk
kepentingan dan kebaikan siswa. Perlu pula dicatat bahwa pemanggilan siswa itu tidak
merugikan siswa berkenan dengan indentitas pribadi siswa maupun dengan kegiatan tertentu
siswa, misalnya kegiatan belajar dengan Guru Mata Pelajaran tertentu. Apabila siswa perlu
menemui Guru Pembimbing padahal pada waktu itu ia sedang/seharusnya mengikuti mata
pelajaran tertentu, maka ia perlu mendapatkan izin dari Guru Mata Pelajaran yang
bersangkutan. Bahwa sedapat-dapatnya Guru Mata Pelajaran tersebut memberikan sokongan
moril kepada siswa disatu pihak, dan dipihak lain membantu upaya-upaya Guru Pembimbing,
agar masalah siswa itu dapat segera dientaskan.
Guru Pembimbing, maka satu-satunya pembedaan ialah bahwa mereka yang datang
karena dipanggil atau melalui orang lain memerlukan pembahasan terlebih dahulu tentang
alasan mereka diminta untuk menemui Guru Pembimbing, sedangkan mereka yang datang
atas kemauan sendiri pada umumnya dapat langsung masuk pada pembahasan tentang
masalah yang mereka alami.
Setiap kali layanan konseling diselenggarakan selama waktu tertentu, misalnya 30
menit atau lebih, atau bahkan dapat satujam atau lebih, sesui dengan keperluan dan
perkembangan pembahasan masalah sisa, serta sesuai dengan waktu yang tersedia pada siswa
dan Guru Pembimbing. Perlu pula dicatat, seorang siswa dapat memperoleh layanan
konseling lebih dari satu kali berturut-turut untuk masalah yang sama atau masalah-masalah
yang berbeda. Berapa kali seorang siswa perlu mendapatkan layanan konseling tergantung
pada keperluan akan pengentasan masalah atau masalah-masalahnya.

B. LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK

1. Tujuan dan Fungsi Layanan Bimbingan Kelompok


Layanan bimbingan kelompok1 dimaksudkan untuk memungkinkan siswi
secara bersama-sama memperoleh berbagi bahan dari nara sumber (terutama dari
Guru Pembimbing) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai
individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Bahan yang
dimaksud itu juga dapatdipergunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan.
Lebih jauh dengan layanan bimbingan kelompok para siswa dapat diajak untuk
bersama-sama mengemukakan pendapat tentang sesuatu dan membicarakan topik-
topik penting mengembangkan nilai-nilai tentang hal tersebut, dan
mengembangkan langkah-langkah bersama untuk menangani permasalahan yang
dibahas didalam kelompok. dengan demikian, selain dapat membuahkan saling
berhubungan dengan baik diantara anggota kelompok, kemampuan berkomunikasi
antarindividu, pemahaman bergapai situasi dan kondisi lingkungan, juga dapat
mengembangkan sikap dan tindakan yang nyata untuk mencapai hal-hal yang
diinginkan sebagai terungkap di dalam kelompok.

2. Materi Umum Layanan Bimbingan Kelompok

Melalui dinamika dalam bimbingan kelompok dapat dibahas berbagai


hal yang amat beragam (dan tidak terbatas) yang berguna bagi siswa (dalam
segenap bidang bimbingan). Materi serikut meliputi:

a. Pemahaman dan pemantapan kehidupan keberagaman, dan hidup sehat


b. Pemahaman dan penerimaan diri sendiri dan orang lain sebagaimana
adanya (termasuk perbedaan individu, sosial dan budaya, serta
permasalahannya).
c. Pemahaman tentang emosi, prasangka, konflik, dan peristiwa yang terjadi
di masyarakat, serta pengendaliannya/pemecahannya.
d. Pengaturan dan penggunaan waktu secara efektif (untuk belajar dan
kegiatan sehari-hari, serta waktu senggang)
e. Pemahaman tentang adanya berbagai alternatif pengambilan keputusan,
serta berbagi konsekueninya
f. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar, pemahaman hasil belajar,
timbulnya kegagalan belajar dan cara-cara pergaulannya (termasuk EBTA,
EBTANAS dan UMPT)
g. Pengembangan hubungan sosial yang efektif dan produktif
h. Pemahaman tentang dunia kerja, pilihan dn pengembangan karier, serta
perencanaan masa depan
i. Pemahaman tentang pilihan dan persiapan memasuki jurusan/program studi
dan pendidikan lanjutan

3. Materi Layanan Bimbingan Kelompok dalam Bidang-Bidang


Bimbingan

1
Lihat dan panduaan tentang Bimbingan kelompok yang disusun dalam buku tersendiri
a. Layanan bimbingan kelompok dalam bimbingana pribadi (No,6A),
meliputi krgiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang membahas
aspek-aspek pribadi siswa, yaitu hal-hal yang menyangku:

1. Kebisaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan


Yang Maha Esa
2. Pengenalan dan penerimaan perubahan, pertumbuhan, dan
perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri sebagai
remaja
3. Pengenalan tentang kekuatan diri sendiri, bakt dan minat serta
penyaluran dan pengembangannya
4. Pengenalan tentang kelemahan diri sendiri dan upaya
penanggulannya
5. Pengakuan dan pengambilan keputusan dan dan pengarahan diri
sendiri

b. Layanan Bimbingan Kelompok dalam Bimbingan Sosial (No,6B),


meliputi kegiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang membahas
aspek-aspek perkembangan sosial siswa-siswi, yaitu hal yang menyangkut:

1. Kemampuan berkomunikasi, serta menerima dan menyampaikan


pendapat secara logis, efektif dan produktif
2. Kemampuan bertiangkah laku dan berhubungan sosial (di rumah,
sekolah dan masyarakat) dengan menjunjung tinggi dan tata krama,
norma dan nila-nilai agama, adat- istiadat dan kebiasaan yang berlaku
3. Hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan dimasyarat)
4. Pengendalian emosi, penanggulan konflik dan permasalahannya yang
timbul dimasyarakat (baik disekolah maupun di luar sekolah)
5. Pemahaman dan pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah, di rumah,
di masyarakat
6. Pengenalan, perencanaan dan pengamalan pola hidup
sederhana yang sehat dan bergotong-royong

c. Layanan Bimbingan Kelompok dalam Bimbingan Belajar (No,6C),


meliputi kegiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang membahas
aspek-aspek kegiatan belajar siswa, yaitu hal-hal yang menyangkut:

1. Motivaasi dan tujuan belajar dan latihan


2. Sikap dan kebiasaan belajar
3. Pengembangan keterampilan teknis belajar
4. Kegiatan dan displin belajar serta berlatih secara efektif dan disiplin
belajar serta berlatih secara efektif, efesien dan produktif
5. Penguasaan materi pelajaran dan latihan/keterampilan
6. Pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial, dan budaya di
sekolah dan lingkungan sekitar
7. Orientasi belajar di perguruan tinggi

d. Layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan karier (No,6D),


meliputi kegiatan penyelenggaraan bimbingan kelompok yang membahas
aspek-aspek pilihan pekerjaan dan pengembangan karier siswa, yaitu hal-
hal yang menyangkut:

1) Pilihan dan keterampilan pelatihan


2) Orientasi dan informasi pekerjaan/karier, dunia kerja, dan upaya
memperoleh penghasilan
3) Oreientasi dan informasi lembaga-lembaga keterampilan (lembaga
kerja/industri) sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah pengembangan
karier
4) Pilihan, orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan arah
pengembangan karier.

4. Penyelenggaraan Layanan Bimbingan Kelompok


Layanan bimbingan kelompok memanfaatkan dinamika kelompok untuk
mencapai tujuan layanan bimbingan. Agar dinamika kelompok yang berlangsung di
dalam kelompok tersebut dapat secara efektif dan bermanfaat bagi pembinaan para
anggota kelompok tersebut dapat secara efektif bermanfaat bagi pembinaan para
anggota kelompok, maka jumlah anggota sebuah kelompok tidak boleh terlalu besar,
sekitar 10 orang, atau paling banyak 15 orang.
Untuk terselenggaraan layanan bimbingan kelompok, terlebih dahulu perlu
dibentuk kelompok-kelompok siswa. Ada dua jenis kelompok, yaitu kelompok tetap
(yang anggotanya tetap untuk jangka waktu tertentu, misalnya satu bulan atau satu
cawu), dan kelompok tidak tetap atau indidental ( yang anggotanya tidak tetap :
kelompok tersebut dibentuk untuk keperluan khusus tertentu). Kelompok tetap
melakukan kegiatannya (dalam rangka layanan bimbingan kelompok) secara berkala,
sesuai dengan penjadwalan yang sudah diatur oleh Guru Pembimbing, sedangkan
kelompok tidak tetap terbentuk secara insidental dan melakukan kegiatan atas dasar
kesempatan yang ditawarkan oleh Guru Pembimbing ataupun dasar permintaan siswa-
siswa sendiri yang mengiginkan untuk membahas permasalahan tertentu melalui
dinamika kelompok.
Dalam layanan bimbingam kelompok Guru Pembimbing secara langsung berada
dalam kelompok tersebut, dan bertindak sebagai fasilitator (pemimpin kelompok)
dalam dinamika kelompok terjadi , dengan menerapkan strategi pengembangan dan
teknik-teknik bimbingan kelompok2. Setiap kali kegiatan kelompok berlangsung selama
waktu tertentu, misalnya satu atau dua jam, bahkan sampai tiga jam. Untu kelompok

2
Tahap-tahap pengembangan dinamika kelompok dan teknik-teknik yang dipergunakan dalam
bimbingan kelompok perlu dipelajari secara khusus melalui pendidikan prajabatan BK, atau
penataran/pelatihan khusus tentang “Teknik BK”
sifat penyelenggaraan kegiatannya dapat berkesinambungan dari satu kali kegiatan ke
kegiatan lainnya.
Manfaat dan pentingnya bimbingan kelompok perlu mendapat penekanan yang
sungguh-sungguh. Melalui bimbingan kelompok para siswa:
a. Diberi kesempatan yang luas untuk berpendapat dan
membicarakan berbagai hal yang terjadi disekitarnya. Pendapat
mereka itu boleh jadi bermacam-macam, ada yang positif dan
ada yang negatif. Semua pendapat itu, melalui dinamika
kelompok (dan berperannya Guru Pembimbing) diluruskan
(bagi pendapat-pendapat yang salah/negatif). Sisinkronisasikan
dan dimantapkan sehingga para siswa:
b. Memiliki pemahamanyang obyektif,tepat dan cukup luas
tentang berbagai hal yang merekabicarakan itu. Pemahaman
yang obyektif, tepat dan luas itu diharapkan dapat:
c. Menimburkan sikap yang positif terhadap keaadaan diri dan
lingkungan mereka yang bersangkut-paut dengan hal-hal yang
mereka bicarakan di dalam kelompok. “sikap positif” di sini
dimaksudkan: menolak hal-hal yang benar/ baik/ positif. Sikap
ositif ini lebih jauh diharapkan dapat merangsang para siswa
untuk:
d. Menyusun program-program kegiatan untuk mewujudkan
“penolakan terhadap yang buruk dan sokongan terhaap yang
baik” itu. Lebih jauh lagi, program-program kegiatan itu
diharapkan dapat mendorong siswa untuk:
e. Melaksanakan kegiatan-kegiatan nyata dan langsung untuk
membuahkan hasil sebagaimana mereka programkan semula.

Lima kemanfaatan yang berkejenjang di atas dapat ditempa melalui dinamika


kelompok dibawah bimbingan Guru Pembimbing. Apabila kemanfaatan itu dapat
ditumbuhkembangkan, maka bimbingan kelompok akan sangat efektif bukan saja bagi
perkembangan pribadi masing-masing siswa tetapi juga bagi kemaslahatan lingkungan dan
masyarakat. Kemanfaatan tersebut akan dapat berlipat lipat ganda, mengingat bimbingan
kelompok dapat menjangkau sasaran yang lebih besar daripada layanan bimbingan dan
konseling lain yang bersifat perorangan.
Untuk mengembangkan kemampuan siswa menjadi fasilitator kegiatan kelompok. Guru
Pembimbing dapat menugasi siswa-siswa tertentu memimoin kegiatankelompoknya di bawah
bimbingan Guru Pembimbing. Latihan menjadi fasilitator sebaya itu diselenggarakan setelah
siswa-siswa yang bersangkutan terlibat secara langsung dalam sejumlah kegiatan kelompok
dengan penampilan cukup baik.

C. LAYANAN KONSELING KELOMPOK

1. Tujuan dan Fungsi Layanan Konseling Kelompok


Layanan konseling kelompok3 memungkinkan siswa memperoleh
kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui
dinamika kelompok. layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana
kelompok.

Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan konseling


kelompok ialah fungsi pengentasan.

2. Materi Umum Layanan Konseling Kelompok

Konseling kelompok merupakan konseling yang diselenggarakan


dalam kelompok yang terjadi di dalam kelompok itu. Masalah-masalah yang
dibahas merupakan masalah perorangan yang muncul di dalam kelompok itu,
yang meliputi berbagai masalah dalam segenap bidang bimbingan (yaitu bidang
bimbingan pribadi, sosial, pelajar, dan karier).
Seperti dalam konseling perorangan, setiap anggota kelompok dapat
menampilkan masalah yang dirasakannya. Masalah-masalah tersebut “dilayani”
melaluli pembahasan yang intensif oleh seluruh anggota kelompok, masalah demi
masalah satu persatu, tanpa kecuali, sehingga semua dapat masalah terbicarakan.

3. Materi Layanan Konseling Kelompok dalam Bidang-bidang


bimbingan
a. Layanan konseling kelompok dalam bimbingan pribadi
(No.7A), meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling
kelompok yang membahas dan mengentaskan masalah pribadi
siswa yaitu masalah-masalah yang berkenan dengan:
(1). Kebiasaan dan sikap dalam beriman dan bertaqwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
(2). Pengenalan dan penerimaan perubahan, pertumbuhan, dan
perkembangan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri
(3). Pengenalan tentang kekuatan diri sendiri, bakat dan minat
serta penyaluran dan pengembangannya
(4). Pengenalan tentang kelemahan diri sendiri dan upaya
penanggulannya
(5). Kemampuan mengambil keputusan dan pengarahan diri
sendiri
(6). Perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat

b. Layanan konseling kelompok dalam bimbingan Sosial


(No.7B), meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling kelompok

3
Lihat uraian dan panduan tentang konseling kelompok yang disusun dalam buku tersendiri
yang membahas dan mengentaskan masalah sosial siswa, yaitu
masalah-masalah yang berkenaan dengan:
(1). Kemampuan komunikasi, serta menerima dan menyampaikan
pendapat, serta menerima dan menyampaikan pendapat secara
logis, efektif, dan produktif
(2). Kemampuan bertingkah laku dan berhubungan sosial (dirumah,
sekolah, dan masyarakat) dengan menjujung tinggi tata krama,
norma dan nilai-nilai agama, adat-istiadat dan kebiasaan yang
berlaku
(3). Hubungan dengan teman sebaya (di sekolah dan di masyarakat)
(4). Pemahaman dan pelaksaan disiplin dan peraturan sekolah
(5). Pengenalan dan pengamalan pola hidup sederhana yang sehat
dan bergoyong-royong
C. Layanan konseliang kelompok dalam bidang bimbingan
belajar (No,7C), meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling
kelompok yang membahas dan mengentaskan masalah belajar
siswa, yaitu masalah-masalah yang berkenaan dengan:
(1). Motivasi dan tujuan belajar dan latihan
(2). Sikap dan kebiasaan belajar
(3). Kegiatan dan disiplin belajar serta berlatih secara efektif,
efesien dan produktif
(4). Penguasaan materi pelajaran dan latihan/keterampilan
(5). Keterampilan dan teknis belajar
(6). Pengenalan dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial, dan budaya di
sekolah dan lingkungan sekitar
(7). Orientasi belajar di perguruan tinggi

d. Layanan konseling kelompok dalam nimbingan karier (No,7D),


meliputi kegiatan penyelenggaraan konseling kelompok yang
membahas dan mengentaskan masah pilihan pekerjaan dan
pengembangan karier siswa, yaitu masalah-masalah yang
berkenaan dengan:
(1). Pilihan dan latihan keterampilan
(2). Orientasi dan informasi pekerjaan/karier, dunia kerja, dan upaya
memperoleh penghasilan
(3). Orientasi dan informasi lembaga-lembaga keterampilan
( lembaga kerja/industri) sesuai dengan pilihan pekerjaan dan arah
pengembangan karier
(4). Pilihan, orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan
araah pengembangan karier

4. Penyelenggaraan Layanan Konseling Kelompok

Layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok merupakan


dua jenis layanan yang saling keterkaitannya sangat besa. Keduanya
mempergunakan dinamika kelompok sebagai meedia kegiatannya. Apabila
dinamika kelompok dikembangkan dan dimanfaatkan secara efektif di dalam
kedua jenis layanan itu maka hasil yang dapat diharapkan dicapai melalui kedua
jenis layanan it secara bersama-sama, secuali hal-hal yang bersangkut paut
dengan pemahamana (sebagai fungsi pokok bimbingan kelompok) dan
pengentasan masalah (sebagai fungsi pokok konseling kelompok) adalah suasana
kejiwaan yang sehat, antara lain berkenan dengan spotanitas, perasaan positif
(seperti senang, gembira, nikmaat, puas, bangga), katarsis, peningkatan
pengetahuan dan keterampilan sosial.
Dalam kegiatan kelompok (baik layanan bimbingan kelompok maupun
konseling kelompok) hal-hal yang perlu ditampilkan oleh seluruh anggota
kelompok adalah:
a. Membina keakraban dalam kelompok
b. Melibatkan diri secara penuh dalam suasana kelompok
c. Bersama-sama mencapai tujuan kelompok
d. Membina dan mematuhi aturan kegiatan kelompok
e. Ikutserta dalam seluruh kegiatan kelompok
[Link] secara bebas dan terbuka
g. Membantu anggota lain dalam kelompok
h. Memberikan kesempatan kepada anggota lain dalam kelompok
[Link] pentingnya kegiaatan kelompok

Dalam konseling kelompok masalah pribadi setiap anggota kelompok


dibicarakan melalui dinamika kelompok. semua anggota (yang pada dasarnya
adalah teman sebaya) ikut serta langsung dan aktif membicarakan masalah
kawannya dengan tujuan agar anggota kelompok yang bermasalah itu terbantu
masalahnya terentaskan.

Setelah para anggota elompok mengemukakakn masalah pribadi


masing-masing akan terdapat sejumlah masalah yang perlu dibicarakan di dalam
kelompk itu. Karenan semua masalah akan dibicarakan saru persatuu, maka
urutan pembicaraannya harus domusyawarahkam, sampai pada akhirnya
kesepakatan masalah siapa yang pertama dibicarakaan, kedua, ketiga dam
seterusnya.
Masalah-masalah yang perlu dilayani melalui konseling kelompok
tidak hanya masalah-masalah yang secara langsjng dikemukakan oelh para
anggota kelompok yang bersangkutan. Dapat juga suatu masalah yang
dikemukakan okeh seorang siswa kepada Guru Pembimbing diluar kelompok.
Setelah Guru Pembimbing mempelajari masalah tersebut, atau setelah melalui
layanan konseling perorangan, masalah tersebut4 perlu ditindaklanjuti dengan
meletakan (dan mengaktifkan) klien didalam suatu dinamika kelompok. untuk
itu Guru Pembimbing perlu menghidupkan suatu kelompok siswa yang
bermasalah itu.

D. PERSONIL PELAKSANA
Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur
yang terkait di dalam ornigram pelayanan bimbinngan dan konseling, dengan
koordinator dan Guru Pembimbing sebagai pelaksana utamanya. Uraian tugas
masing-masing personik tersebut, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan
bimbingan dan konseling, adalah sebagai berikut:

1. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh,
khususnya pelayanan bimbingan dan konseling, tugas kepala sekolah adalah:
a. Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di
sekolah,sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling
merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis dan dinamis
b. Menyediakan prasarana, tenaga, sarana, dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efesien
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksaan
program, penilaian, dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan konseling
d. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di
sekolah kepada kanwil/kandep yang menjadi atasannya

2. Wakil Kepala Sekolah

Sebagai pembantu Kepala Sekolah. Wakil kepala sekolah membantu


kepalahsekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepala sekolah.

3. Koordinator Bimbingan dan Konseling

4
Yaitu khususnya masalah-masalah berkenan dengan hubungan antarorang, misalnya tidak
mampu mengemukakakn pendapat dimuka orang banyak, kurang pandai berkomunikasi,
kurangny mampu bergaul dsb.
Koordinator Bimbingan dan Konseling bertugas:

a. Mengkoordinasikan para Guru Pembimbing dalam


1) Masyarakat pelayanan bimbingan dan konseling kepada segenap warga
sekolah (siswa, guru dan personil sekolah lainnya) orang tua siswa dan
masyarakat
2) Menyusun program kegiatan Bimbingan dan Konseling (program suatu
layanan dan kegiatan pendukung, program mingguan, bulanan caturwulan, dan
tahunan)
3) Melaksanakan program bimbingan dan konseling
4) Mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling
5) Menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan konseling
6) Menganalisis hasil penilai pelaksanaan bimbingan dan konseling
7) Memberikan tidak lanjut terhadap analisis hasil penilaian bimbingan konseling

b. Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi terpenuhnya tenaga,


prasarana dan sarana, alat dan perlengkapan pelayanan bimbingan dan konseling

c. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling


kepada Kepala Sekolah

4. Guru Pembimbing

Sebagai pelaksna utama, tenaga inti dan ahli, Guru Pembimbing bertugas:
a. Memasyaratkan pelayanan bimbingan konseling
b. Merencanakan program bimbingan dan konseling (terutama program-program
satuan layanan dan satuan kegiatan pendukung; untuk satuaj-satuan waktu
tertentu, program-program tersebut dikemas dalam program mingguan, bulanann,
caturwulan, dan tahunan)
c. Melaksanakan segenap program satuan layanan bimbingan dan konseling
d. Melaksanakan segenap program suatu kegiatan pendukung bimbingan konseling
e. Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan pendudkung
bimbingan dan konseling
f. Menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling
g. Melaksanaka tindak lanjut berdasarkan hasil penelitian layanan dan kegiatan
pendukung bimbingan dan konseling
h. Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan
yang dilaksanakannya
i. Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatannya dalam pelayanan bimbingan
dan konseling secara menyeluruh kepada koordinator BK serta Kepala Sekolah

5. Guru Mata Pelajaran dam Guru Praktik


Sebagai tenaga ahli pengajaran dan/atau praktik dalam bidang studi atau
program latihan tertentu, dan sebagai personil yang sehari-hari langsung berhubungan
dengan siswa peranan Guru Mata Pelajaran dan Guru Praktik dalam pelayanan
bimbingan dan konseling adalah:
a. Membantu masyarakat pelayanan bimbingan dan konseling kepada siwa
b. Membantu guru Pembimbing mengindetifikasi siswayang memerlukan layanan
bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut
c. Mengalihkan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada
guru pembimbing
d. Menerima siswa alih tangan dar Guru Pembimbing yaitu siswa yang menurut Guru
Pembimbing memerluka pelayanan pengajaran/latihan khusus (seperti
pengajaran/latihan perbaikan, program pengayaan)
e. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru siswa dan hubungan
siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan bimbingan konseling
f. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan
layanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti/menjalani
layanan/kegiatan yang dimaksudkan itu
g. Berpatisipas dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi
kasus
h. Membantu mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
pelayanan bimbingan dan konseling upaya tindak lanjutnya

6. Wali Kelas

Sebagai pengelola tertentu, dalam pelayanan bimbingan dan konseling Wali


Kelas berperanan:
a. Membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelas
yang menjadi tanggung jawabnya
b. Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan perannya dalam
pelayanan bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi
tnggung jawabnya
c. Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di
kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan
dan/atau kegiatan bimbingan konseling
d. Berpatisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti
konferensi kasus
e. Mengalihkan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepada
Guru Pembimbing
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Layanan konseling perorangan memungkinkan siswa mendapatkan layanan
langsung secara tatap muka dengan Guru Pembimbing dalam rangka pembahasan dan
pengentasan permasalahannya. Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh layanan
konseling perorangan ialah fungsi pengentasan.

Layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan siswi


secara bersama-sama memperoleh berbagi bahan dari nara sumber (terutama dari
Guru Pembimbing) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai
individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Bahan yang
dimaksud itu juga dapatdipergunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan.
Lebih jauh dengan layanan bimbingan kelompok para siswa dapat diajak untuk
bersama-sama mengemukakan pendapat tentang sesuatu dan membicarakan topik-
topik penting mengembangkan nilai-nilai tentang hal tersebut, dan mengembangkan
langkah-langkah bersama untuk menangani permasalahan yang dibahas didalam
kelompok. dengan demikian, selain dapat membuahkan saling berhubungan dengan
baik diantara anggota kelompok, kemampuan berkomunikasi antarindividu,
pemahaman bergapai situasi dan kondisi lingkungan, juga dapat mengembangkan
sikap dan tindakan yang nyata untuk mencapai hal-hal yang diinginkan sebagai
terungkap di dalam kelompok.

Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur


yang terkait di dalam ornigram pelayanan bimbinngan dan konseling, dengan
koordinator dan Guru Pembimbing sebagai pelaksana utamanya. Uraian tugas
masing-masing personik tersebut, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan
bimbingan dan konseling, adalah sebagai berikut:

1. Kepala sekolah
2. Wakil kepala sekolah
3. Koordinator Bimbingan dan Konseling
4. Guru Pembimbing
5. Guru Mata Pelajaran dan Guru Praktik
6. Wali Kelas

B. Saran

Untuk memulai kegiatan bimbingan konseling ini ada beberapa program


pelayanan:
1. Perencanaan
2. Persiapan pelaksanaan
3. Penilaian dan tindak lanjut

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Prayitno sebagai ketuan dan Tim BUKU III : PELAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING, SEKOLAH MENENGAH UMUM TAHUN TERBIT 1998

Anda mungkin juga menyukai