Siaumey Novia Saputri (142220130)
Manggi Vera Nurcahyati (142220035)
ABC Company
Vertical Analysis Horizontal Analysis
Balance Sheet Year 20X1 Year 20X2 Change
Elements Amount % Amount % Amount %
Cash 1.035.263 4% 643.258 2% -392.005 -38%
Account Receivable 5.738.932 20% 8.532.970 28% 2.794.038 49%
Inventory 9.250.164 32% 8.432.581 28% -817.583 -9%
Plant and Equipment 12.593.298 44% 12.789.315 42% 196.017 2%
Total Assets 28.617.657 100% 30.398.124 100% 1.780.467 6%
Account Payable 739.582 3% 738.431 2% -1.151 0%
Non-Current Debt 1.075.213 4% 985.234 3% -89.979 -8%
Common Stock 400.000 1% 400.000 1% 0 0%
Paid-in Capital 953.621 3% 953.621 3% 0 0%
Retained Earnings 25.449.241 89% 27.320.838 90% 1.871.597 7%
Total Liabilities and equity 28.617.657 100% 30.398.124 100% 1.780.467 6%
Income Statement Year 20X1 Year 20X2 Change
Net Sales 16.358.172 100% 20.951.359 100% 4.593.187 28%
COGS 9.814.903 60% 9.179.156 44% -635.747 -6%
Gross Profit 6.543.269 40% 11.772.203 56% 5.228.934 80%
Selling Expenses 1.938.251 12% 2.539.487 12% 601.236 31%
Administrative Expenses 2.583.421 16% 3.062.512 15% 479.091 19%
Net Income 2.021.597 12% 6.170.204 29% 4.148.607 205%
b. Bidang mana, jika ada, yang tampaknya perlu diteliti lebih lanjut? Mengapa?
JAWAB: Berdasarkan analisis laporan keuangan ABC Company, terdapat beberapa area yang
memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena perubahan signifikan yang terjadi. Salah satu area
yang mencurigakan adalah saldo kas yang mengalami penurunan drastis sebesar 38%, dari
$1.035.263 menjadi $643.258. Jika dibandingkan dengan total aset yang meningkat 6%,
penurunan kas ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana perusahaan mengelola
likuiditasnya. Bisa jadi terjadi pengeluaran besar yang tidak tercatat dengan jelas, kebocoran
dana, atau perubahan dalam kebijakan investasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
Selain itu, akun piutang usaha meningkat secara signifikan sebesar 49%, dari
$5.738.932 menjadi $8.532.970. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran apakah perusahaan
lebih agresif dalam memberikan kredit atau mengalami kesulitan dalam menagih pembayaran
dari pelanggan. Jika pelanggan lebih lambat dalam membayar, risiko piutang tak tertagih
meningkat, yang bisa berdampak pada arus kas perusahaan di masa depan.
Di sisi lain, persediaan mengalami penurunan sebesar 9%, dari $9.250.164 menjadi
$8.432.581, meskipun penjualan meningkat 28%. Penurunan ini bisa jadi mencerminkan
efisiensi dalam pengelolaan stok, tetapi juga dapat menandakan adanya kesalahan pencatatan
atau bahkan kekurangan stok yang berisiko menghambat operasi perusahaan.
Faktor lain yang perlu diperiksa lebih lanjut adalah penurunan biaya pokok penjualan
(COGS) sebesar 6%, yang berbanding terbalik dengan peningkatan laba kotor yang sangat
tinggi hingga 80%. Jika biaya produksi tetap, seharusnya COGS meningkat seiring
pertumbuhan penjualan. Perubahan ini bisa jadi akibat efisiensi produksi, namun juga bisa
mengindikasikan salah saji dalam pencatatan biaya.
Yang paling mencolok adalah lonjakan laba bersih sebesar 205%, dari $2.021.597
menjadi $6.170.204. Meskipun peningkatan laba merupakan hal yang positif, pertumbuhan
yang luar biasa besar dalam satu tahun memerlukan analisis lebih lanjut. Perusahaan perlu
memastikan bahwa kenaikan ini bukan karena manipulasi laporan keuangan, perubahan
kebijakan akuntansi yang tidak transparan, atau pencatatan pendapatan yang tidak sesuai
dengan realitas bisnis.
c. Untuk area yang diidentifikasi pada (b), sebutkan dua prosedur yang dapat Anda
lakukan untuk menentukan apakah area tersebut salah dinyatakan
JAWAB:
• Penurunan saldo kas sebesar 38%
Prosedur yang dapat dilakukan:
1. Melakukan rekonsiliasi bank untuk memastikan bahwa semua transaksi keluar dan
masuk telah dicatat dengan benar.,
2. Analisis arus kas juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi apakah perusahaan
menggunakan kasnya secara efisien atau ada pengeluaran yang tidak sesuai dengan
laporan keuangan.
• Lonjakan piutang usaha sebesar 49%
Prosedur yang dapat dilakukan:
1. Perusahaan dapat melakukan analisis umur piutang guna melihat apakah ada
peningkatan dalam piutang yang sudah jatuh tempo tetapi belum dibayar.
2. Mengkonfirmasi saldo piutang dengan pelanggan utama untuk memastikan bahwa
angka yang dicatat dalam laporan keuangan benar-benar mencerminkan jumlah
yang masih harus dibayar oleh pelanggan.
• Penurunan persediaan sebesar 9%
Prosedur yang dapat dilakukan:
1. Pemeriksaan fisik stok guna membandingkan jumlah barang yang tercatat dengan
yang sebenarnya tersedia.
2. Lakukan analisis rasio perputaran stok untuk mengetahui apakah ada penurunan
yang tidak wajar dalam jumlah persediaan dibandingkan dengan tingkat penjualan.
• Penurunan COGS yang tidak sejalan dengan peningkatan laba kotor
Prosedur yang dapat dilakukan:
1. Melakukan uji kepatuhan harga pokok produksi. Perusahaan dapat membandingkan
harga bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya dengan tahun
sebelumnya untuk memastikan bahwa tidak ada pengurangan biaya yang tidak
wajar.
2. Analisis margin kotor terhadap industri sejenis juga dapat membantu
mengidentifikasi apakah ada perbedaan yang tidak lazim.
• Lonjakan laba bersih yang mencapai 205%
Prosedur yang dapat dilakukan:
1. Melakukan audit transaksi pendapatan. Perusahaan perlu memeriksa apakah ada
pendapatan yang dicatat tetapi belum benar-benar diterima atau ada perubahan
dalam metode pencatatan yang memengaruhi laba.
2. Melakukan tinjauan terhadap biaya operasional untuk memastikan bahwa tidak ada
pengurangan biaya secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan distorsi pada laporan
laba rugi.