0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan8 halaman

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

Dokumen ini berisi ringkasan dari 8 inisiasi tentang analisis laporan keuangan. Materi tersebut membahas tentang pengertian dan tujuan laporan keuangan, tahapan analisis laporan keuangan, analisis akuntansi, analisis kegiatan investasi, pendanaan dan operasi perusahaan.

Diunggah oleh

faiz ariq azmi hk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • analisis pengelolaan dividen,
  • operasi,
  • analisis sensitivitas,
  • analisis pengelolaan utang,
  • faktor kunci,
  • analisis pengelolaan laba bers…,
  • analisis laporan,
  • evaluasi laporan,
  • analisis pengembalian investas…,
  • analisis perubahan modal
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan8 halaman

Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

Dokumen ini berisi ringkasan dari 8 inisiasi tentang analisis laporan keuangan. Materi tersebut membahas tentang pengertian dan tujuan laporan keuangan, tahapan analisis laporan keuangan, analisis akuntansi, analisis kegiatan investasi, pendanaan dan operasi perusahaan.

Diunggah oleh

faiz ariq azmi hk
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • analisis pengelolaan dividen,
  • operasi,
  • analisis sensitivitas,
  • analisis pengelolaan utang,
  • faktor kunci,
  • analisis pengelolaan laba bers…,
  • analisis laporan,
  • evaluasi laporan,
  • analisis pengembalian investas…,
  • analisis perubahan modal

Nama : Faiz Ariq Azmi Haikal Kadri

NIM : 045359451
Fakultas : FHISIP
Program Studi : DIII – Perpajakan
Kode/Nama MK : ABDI4532 – Diskusi 8 Analisis Laporan Keuangan

Setelah Anda mempelajari materi inisiasi 1 sampai dengan materi inisiasi 8,


silakan membuat resume materi dari pertemuan 1 s.d pertemuan 8 tersebut. Segera
post resume materinya di forum diskusi 8.

Jawab

Inisiasi 1

Kinerja sebuah entitas bisnis diketahui melalui laporan keuangan yang disusun setiap
tahun. Hal ini dapat menentukan perusahaan mengalami tumbuh kembang, stagnan
atau bahkan mengalami kepailitan apabila setelah melalui proses analisis atau biasa
disebut sebagai Analisis Laporan Keuangan.
Laporan keuangan:

a). Untuk melaporkan kegiatan investasi dan pendanaan

• Neraca (Balance Sheet) : Laporan posisi keuangan perusahaan yang memuat 3


komponen yaitu aktiva, kewajiban, ekuitas pemegang saham. Bermanfaat
untuk menyediakan basis data finansial untuk menghitung tingkat
pengembalian perusahaan dan mengevalusi struktur permodalan yang dimiliki
oleh perusahaan.
• Laporan Perubahan Modal (Statement of Owners Equity) : Bermanfaat untuk
mengidentifikasi penyebab perubahan ekuitas pemilik perusahaan atau nilai
aktiva yang menjadi haknya.
b). Untuk melaporkan kegiatan operasional

• Laporan Laba Rugi (Loss and Income Statement) : Menyajikan informasi


mengenai pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian yang dialami oleh
perusahaan untuk periode tertentu. Bermanfaat untuk mengevaluasi kinerja
perusahaan di masa lalu, memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan
datang, dan menilai resiko pencapaian arus kas di masa yang akan datang.
• Laporan Arus Kas : Memberikan informasi tentang aliran kas masuk dan
keluar perusahaan untuk periode tertentu. Bermanfaat untuk mengevaluasi
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas di masa yang akan datang,
mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dan
membayar dividen kepada pemegang saham, melihat alasan perbedaan antara
laba bersih dan arus kas operasi, dan mengenai transaksi kas dan non-kas
untuk kegiatan investasi dari kegiatan pendanaan selama periode tertentu.

Analisis laporan keuangan adalah menganalisis laporan keuangan perusahaan dengan


menggunakan alat-alat dan teknik-teknik analisis untuk mendapatkan informasi yang
diperlukan dalam analisis bisnis. Karakteristik utama laporan keuangan perusahaan
adalah penggunaan basis akrual. Karakteristik lainnya yaitu metode penilaian
persediaan FIFO, LIFO, Average Cost, dan specific identification dan metode
depresiasi garis lurus, saldo menurun, dan unit aktivitas.

Tahap-tahap dalam analisis laporan keuangan yaitu analisis prospektif, analisis


keuangan, dan analisis akuntansi. Sementara itu, alat-alat analisis laporan keuangan
antara lain comparative financial statement analysis (horizontal analysis) dan analisis
perubahan antar tahun. Analisis trend angka indeks antara lain common size financial
statement analysis (vertical analysis), ratio analysis, dan cash flow analysis. Pihak-
pihak yang berkepentingan dengan Analisis Laporan Keuangan yaitu manajer,
investor, kreditor, merger, akuisi, dan divestasi, auditor eksternal, regulator, dan
konsumen.

Inisiasi 2

Analisis akuntansi dilakukan sebelum melakuakn analisis yang lain. Analisis


akuntansi merupakan proses evaluasi, apakah laporan keuangan yang dilakukan
perusahaan telah mencerminkan realitas ekonomi yang sebenarnya atau tidak.
Analisis diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi kebijakan dan
estimasi yang diterapkan perusahaan untuk mengukur faktor kunci dan risiko
perusahaan. Ada 6 tahapan dalam analisis akuntasi yaitu:
1. Identifikasi kebijakan akuntansi
2. Menilai fleksibilitas atutan akuntansi
3. Evaluasi strategi akuntansi
4. Evaluasi kualitas pengungkapan
5. Indentifikasi red flag potensial
6. Menghilangkan distorsi akuntansi

Beberapa faktor kunci dari beberapa industri yaitu faktor kunci dalam industri
perbankan adalah menajemen bunga dan risiko kredit. Faktor kunci adalam industri
perdagangan adalah menajemen persediaan, faktor kunci dalam industri manufaktur
adalah biaya penelitian dalam pengembangan dan menajemen produk cacat. Faktor
kunci dalam industri keuangan leasing adalah keakuratan dalam menysuun peramalan
nilai sisa aktiva yang disewagunakannya.
Beberapa kebijakan akuntansi dari fleksibilitas yang dimiliki peruahaan yang tidak
memilki faktor kucni adalah pemilihan metode depresiasi, pemilihan metode penilaian
persediaan, penetapan estimasi piutang tak tertagih dan penetapan estimasi kewajiban
manfaat pensiun. Beberapa tanda bahaya yang biasa digunakan untuk analisis
akuntansi adalah perubahan akuntansi yang tidak bisa dijelaskan, transaksi akuntansi
yang “mengggembungkan” laba yang tidak bisa dijelaskan, kenaikan piutang usaha
yang tidak biasa dikaitkan dengan kenaikan penjualan, kenaikan persediaan yang
tidak biasa dikaitkan dengan kenaikan penjualan, perbedaan signifikan antara nilai
laba bersih dengan penghasilan kena pajak, adanya transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan dalam bentuk special purpose enity dan penjualan piutang, penghapusan
aktiva dalam jumlah yang sangat besar, opini audit dalam bentuk tidak wajar dengan
kualidikasi dan terjadinya pergantian auditor eksternal, serta adanya transaksi dengan
pihak istimewa.
Pendekatan balance sheet adalah melakukan identifikasi apakah telah terjadi distorsi
atas aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik yang diporkan perusahaan. Beberapa
bagian aktiva yang biasanya mengalami overstead adalah menangguhkan penurunan
aktiva, menurukan nilai-nilai yang bersifat estimasi, mempercepat pengakuan
pendapatan, melakukan understead atas besaran depresiasi atau amortisasi aktva
jangka panjang. Sedangkan beberapa bagaina ktiva yang biasanya mengalami
understead adalah melakukan overstead atas penghapuasan aktiva lancar,
meninggikan nilai-nilai yang bersifat estimasi, melakukan overstead atas penghapuasn
aktiva, melakukan overstead atas besaran depresiasi, tidak memunculkan aktiva
“goodwill” dengan memilih metode penggabungan usaha pooling of interest, tidak
mengapitalisasi leasing, melakukan penjualan piutang dan tidak melaporkan aktiva
berwujud.

Inisiasi 3

Analisis Kegiatan Investasi


kegiatan investasi merupakan proses perolehan dan pemeliharaan investasi-investasi
dengan tujuan untuk digunakan dalam proses penghasilan pendapatan, maupun Untuk
memanfaatkan kelebihan kas. keputusan investasi akan sangat tergantung pada jenis
investasi yang dibutuhkan, jumlah investasi yang dibutuhkan, serta timing perolehan.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan analisis kas dan yang
setara kas yakni dalam analisis piutang, juga demikian hal yang perlu diperhatikan
antara lain opini auditor, resiko penagihan piutang, validasi piutang dan penjualan
piutang.
hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan analisis persediaan yakni
mempengaruhi penetapan nilai persediaan terhadap profitabilitas, neraca persediaan
arus kas, dan pengaruh penetapan nilai terendah antara nilai historis dan nilai pasar .
Analisis atas aktiva tetap dan sumber daya alam beserta depresiasi deplesi yang
seharusnya dilakukan menggunakan basi nilai perolehan history dapat memiliki
metode yang sesuai menentukan umur ekonomis dan melakukan revaluasi.

Untuk menilai kinerja investasi sebuah perusahaan bisa memanfaatkan berbagai rasio
perputaran yakni operating working Capital to sales Ratio dan operating Working
Capital turnover, account receivable turnover dan days in receivable, investory
turnover dan days in inventory, account payble turnover dan days in payable dan net
long term assets dan plant, propert dan equipment turnover. dalam melakukan
penilaian kinerja investasi hendaknya melakukan penilaian untuk beberapa periode,
tujuannya yakni untuk memelihara perkembangan yang telah dicapai oleh perusahaan.
untuk melengkapi hasil analisis kinerja investasi tersebut analisis kita akan semakin
lengkap jika kita bisa melakukan pembandingan atas ini, bisa berupa kinerja industri
atau kinerja dari perusahaan sejenis yang berada dalam cakupan industri yang sama.
Inisiasi 4

Kegiatan pendanaan adalah cara dan metode yang digunakan oleh perusahaan untuk
mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitasnya. Sumber
pendanaan tersebut dipeoleh perusahaan berasal dari dua sumber utama yaitu sumber
dana dari pinjaman dan sumber dana dari pemilik perusahaan. Komponen-komponen
pendanaan perusahaan yaitu sumber pendanaan dari utang, financing
liabilities, operating liabilities, komponen utang lancar, utang jangka panjang, utang
sewa guna usaha (leasing), komitmen dan kewajiban kontijensi, pendanaan off
balance sheet.

Modal pemilik perusahaan adalah besarnya sumber pendanaan yang datang dari
pemilik perusahaan. Analisis yang harus dilakukan saat mengevaluasi modal
pemegang saham adalah analisis atas pengklasifikasian sumber pendanaan dari modal
pemegang saham, mengevaluasi adanya kemungkinan restriksi berupa pembatasan
pembagian laba kepada para pemegang saham, menelaah adanya restriksi atas laba
ditahan, dan mengevaluasi adanya sekuritas yang bersifat dilutif dan hybrid.

Modal saham adalah total pendanaan yang datang dari pemegang saham yang terdiri
dari dua bagian yaitu modal saham yang besarannya senilai dengan nilai nominalya
(preferred stock & common stock), dan tambahan nilai di atas nilai nominal saham
yang biasa disebut sebagai agio saham (additional paid in capital).

Laba ditahan, modal yang dihasilkan oleh aktivitas perusahaan itu sendiri. Laba
ditahan ini terutama diperoleh dari akumulasi nilai laba bersih yang tidak dibagikan
kepada pemegang saham dalam bentuk deviden.

Inisiasi 5

Kegiatan operasi mencerminkan penerapan dan pelaksanaan kegiatan usaha


perusahaan, dengan menggunakan sumber daya yang ada (hasil kegiatan investasi)
yang diperoleh dengan sumber pendanaan dari hasil kegiatan pendanaan. Kegiatan
operasi perusahaan biasanya dimulai dari kegiatan riset dan pengembangan,
pengadaan, produksi, penjualan dan administrasi. Laba (income, profit, earnings)
adalah angka yang mencerminkan ikhtisar kegiatan operasi yang dilakukan oleh
perusahaan. Laba yang dilaporkan oleh perusahaan dibentuk dari dua komponen
utama yaitu pendapatan dan keuntungan (revenues & gains, serta beban dan kerugian
expenses & losses) Untuk kepntingan analisis, diperlukan pengklasifikasian laba dan
komponen pembentuk laba yang tepat. Wild (2003, 2006) mengklasifikasikan laba
dan komponennya ke dalam dua dimensi yaitu Operasi vs non operasi dan Rutin
(recurring) vs tidak rutin (non-recurring)
Komponen-komponen laporan laba rugi yang perlu dianalisis:
a. Pendapatan (nalaisis ditekankan pada titik atau waktu pengakuan pendapatan
yang seharusnya ditetapkan oleh perusahaan.
b. Beban-beban seperti beban penjualan, beban piutang tak tertagih, trend dan
produktivitas beban pemasaran future-directed dan beban depresiasi
Jika ditemukan ada terjadi perubahan dalam penjualan, harga pokok penjualan dan
laba kotor, hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Perubahan tersebut kemngkinan besar terjadi akibat satu atau lebih dari faktor-
faktor seperti perubahan volume penjualan, perubahan harga jual per unit,
perubahan harga pokok per unit
2. Atas peruabahan yang terjadi tersebut, kita harus bisa mengestimasi penyebab
utama terjadinya perubahan
3. Jika kita melakukan perbandingan harga pook penjualan dan laba kotor antar
perusahaan, kita harus berhati-hati dengan kemungkinan adanya distorsi yang
disebabkan oleh diterapkannya metode penilaian persediaan yang berbeda.

Analisis kegiatan operasi menggunakan analisis common size dan index number
Tiga alat utama yang bisa digunakan untuk analisis operasi adalah analisis common
size, index number dan analisis rasio oprasi. Dalam melakuakan penilaian keinerja
operasi hendakya dilakukan penialai untuk beberapa periode. Hal ini bertujuan untuk
melihat perkembangan yang tealh dicapai oleh perusahaan. Untuk melengkapi hasil
analisis kinerja operasi bisa dilakukan pembangingan melalui strategi benchmark.
Analisis dengan menggunakan metode dupont adalah analisis yang dilakukan dengan
cara menggabungkan seklaigus analisis atas tiga kegiatan utama yang dilakukan oleh
perusahaan yaitu:

1. Kegiatan pendanaan
2. Kegiatan investasi
3. Kegiatan operasi

Analisis dupont menggabungkan analaisis atas dua laporan keuagan yaitu laporan laba
rugi dan neraca. Pada tahp pertama, metode dupont memecah rasio profitabilitas yang
diukur dengan return on assets (ROA) menjadi dua rasio keuanagan yaitu net proft
margin dan assets turnover.

Inisiasi 6

Menganalisis arus kas masuk dan keluar perusahaan dilakukan melalui analisis arus
kas. Tujuannya adalah untuk memahami sumber dan penggunaan kas perusahaan dan
mempertahankan ketersediaan kas yang cukup untuk mempertahankan operasi dan
ekspansi bisnis. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang analisis arus kas:

1. Arus Kas dari Operasi: Menyelidiki arus kas operasional perusahaan adalah
komponen analisis arus kas. Ini terdiri dari pembayaran tunai kepada pemasok,
pendapatan tunai dari penjualan barang atau jasa, upah staf, dan biaya
operasional lainnya. Pendekatan ini membantu dalam menentukan apakah
operasi perusahaan menghasilkan arus kas positif atau negatif.
2. Arus Kas dari Investasi: Arus kas dari aktivitas investasi perusahaan juga
diperhitungkan dalam analisis arus kas. Ini melibatkan investasi dalam usaha
baru, membeli dan menjual aset tetap, atau mengumpulkan pendapatan dari
investasi yang ada. Studi ini membantu dalam menentukan apakah kegiatan
investasi perusahaan menghasilkan arus kas positif atau negatif.
3. Arus Kas dari Operasi: Menyelidiki arus kas operasional perusahaan adalah
komponen analisis arus kas. Ini terdiri dari pembayaran tunai kepada pemasok,
pendapatan tunai dari penjualan barang atau jasa, upah staf, dan biaya
operasional lainnya. Pendekatan ini membantu dalam menentukan apakah
operasi perusahaan menghasilkan arus kas positif atau negatif.
4. Ketersediaan Kas: Analisis arus kas dapat digunakan untuk menentukan
kapasitas
perusahaan untuk menghasilkan cukup uang tunai untuk menutupi biaya,
melunasi utang, dan ekspansi dana. Ini membantu dalam menilai likuiditas
perusahaan dan kapasitasnya untuk menangani kesulitan keuangan.
5. Proyeksi Arus Kas: Untuk membantu dalam perencanaan keuangan dan
pengambilan keputusan, analisis arus kas juga dapat mencakup
memperkirakan arus kas masa depan. Ini membantu dalam memahami
bagaimana penyesuaian terhadap operasi bisnis, komitmen keuangan, dan
pendanaan dapat mempengaruhi arus kas.

Perusahaan dapat mengelola likuiditas mereka dengan lebih baik, memahami


kesehatan keuangan mereka, dan membuat keputusan manajemen arus kas yang
berpengetahuan luas dengan melakukan analisis arus kas. Agar perusahaan dapat terus
berkembang dan berkembang, ini sangat penting.

Inisiasi 7

Peramalan dan Penilaian :


Peramalan adalah proses pertama dalam analisis prospektif dan berfungsi untuk
membuat ikhtisar tentang gambaran perusahaan di masa yang akan datang. Peramalan
untuk satu tahun ke depan yaitu tahap pertama membuat peramalan untuk kinerja
operasi yang dibuat dalam laporan laba rugi proyeksian (profoma), tahap kedua
membuat peramalan untuk kinerja investasi dan kinerja pendanaan yang dibuat dalam
neraca proyeksian, dan tahap ketiga membuat peramalan untuk kinerja operasi,
investasi, dan pendanaan yang dibuat dalam laporan arus kas proyeksian. Laporan
arus kas disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari laporan laba rugi
proyeksian dan neraca proyeksian yang dihasilkan dari tahap pertama dan tahap kedua
proses peramalan.

Penilaian adalah proses mengorversi peramalan menjadi estimasi nilai perusahaan.


Beberapa pendekatan yang bisa digunakan untuk penilaian antara lain discounted
dividends, discounted abnormal earnings (residual income), discunted cash flow, dan
valuation based on price multiples.

Analisis Sensitivitas
Akan sangat bermanfaat bagi analis jika menetapkan proyeksi kinerja operasi,
investasi, dan peramalan dengan menggunakan beberapa asumsi. Asumsi yang
berbeda tersebut misalnya asumsi pertumbuhan penjualan, asumsi efiseinsi beban
operasi, asumsi kelo nggaran pemberian kredit kepada konsumen yang menyebabkan
berubahnya rasio perputaran piutang, dan asumsi efisiensi beban operasi, asumsi
kelonggaran pemberian kredit kepada konsumen, dan asumsi ekspansi perusahaan.
Inisiasi 8

Analisis keputusan pemberian kredit dan metode altman Z-Score


Analisis likuiditas, likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk mengonversi aset
yang dimilkinya menjadi kas atau kemampuan perusahaan untuk bisa mendapatkan
kas yang diperlukan untuk melunasi utang yang akan jatuh tempo dengan segera
(utang lancar). Alat yang bisa digunakan unyuk mengukur tingkat likuiditas
perusahaan adalah menggunakan informasi yang tersedia dalam neraca yaitu aset
lancar dan utang lancar.
Alat ukur likuiditas dengan menggunakan aset dan utang lancar tersebut adalah
working capital, current ratio, operating activity liquidity (Account receivable
liquidity, inventory liquidity, quality of accounts payable, net trade cycle), cash based
ratio dan additional measures (evaluasi atas komposisi aset dan acid ratio quick ratio)
Solvabilitas digunakan untuk menilai kinerja perusahaan untuk periode jagka panjang.
Analisis solvabilitas yang pertama harus dilakukan adalaah analisis atas struktur
modal perusahaan.salah satu faktor yang harus doperhatikan dalam menilai
solvabilitas ini adalh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang bersifat
stabil.
Alat ukur untuk menilai solvabilitas perusahaan adalah analisis common size (alat ini
dilakukan untuk menganalisis komposisi sumber pendanaan), asset composition in
solvency analysis dan capital structure ratios. Keputusan pemberian kredit Salah satu
tujuan dari analisis laporan keuangan salah satunya digunakan untuk pengambilan
keputusan pemberian kredit. Pemerian kredit yang dimaksudkan adalah kredit jangka
pendek maupun jangka panjang, kredit yang diberikan dalam bentuk fasilitas
penjualan kredit (inventory) maupun kredit yang diberikan dalam bentuk pinjaman
dana Terdapat dua hal yang akan diperhatikan dalam melakukan kegiatan analisis
kredit yaotu analisis likuiditas untuk evaluasi atas kemampuan konsumen atau debitor
untuk bisa melunasi utang jangka pendek dan analisis solvabilitas untuk evaluasi atas
kemampuan konsumen atau debitor untuk bisa melunasi utang jangka panjang.
Terdapat lima langkah dalam proses pemberian kredit yaitu:

1. Memahami sifat dan tujuan dari kredit yang diajukan


2. Mempertimbangkan jenis kredit dan jaminan yang diperlukan
3. Menganalisis status keuangan calon debitu
4. Membuat peramalan untuk mengevaluasi prospek dan
5. Menyusun perjanjian kredit.
Altman Z Score
Untuk melengkapi informasi yang lebih utuh mengenai kondisi perusahaan calon
debitu, para analis perlu melakuakan analisa tambahan berupa analisis diskriminasi
(Z-Score) yang dikembangkan oleh Altman. Tujuannya untuk menggali informasi
yang berkaitan dengan prospek perusahaan debitur ke depan. Apakah dalam jangka
waktu tertentu perusahaan akan tetap sehat atau akan mengalami pailit. Hal ini
penting untuk menghindari terjadinya risiko kredit macet garagara dalam perjalanan
perusahaan debitur mengalami kebangkrutan.
Kesulitan keuangan adalah kesulitan likuiditas perusahaan yang hanya bisa
diselesaikan degan cara restrukturisasi operasional perusahaan secara besar-beasran.
Terdapat beberapa informasi yang selanjutnya bisa dijadikan sebagai indikator uruk
mengevaluasi kesulitan keuangan perusahaan. Sumber informasi pertama adalah
informasi mengenai analisis arus kas perusahaan. Kedua informasi mengenai analisis
atas strategi perusahaan. Ketiga informasi analisis laporan keuangan. Terkahir,
informasi keempat adalah informasi yang datang dari luar perusahaan seperti harga
saham dan peringkat utang

Sumber
Buku Materi Pokok ADBI4532 - Analisis Laporan Keuangan.

Anda mungkin juga menyukai