Membuat Database Berdasarkan
Pemodelan Data
Data adalah aset bisnis kunci yang mendorong keputusan strategis di era modern. Pasar
manajemen data global diproyeksikan mencapai nilai $124.6 miliar pada tahun 2027,
menunjukkan betapa krusialnya pengelolaan data yang efektif.
Fakta menariknya, sekitar 90% dari seluruh data di dunia diciptakan dalam dua tahun terakhir.
Lonjakan data yang luar biasa ini menuntut adanya struktur dan sistem yang kokoh untuk
mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara optimal. Tanpa pemodelan data
yang tepat, data besar ini bisa menjadi kekacauan, bukan aset.
by Andi Muamar
Pengantar Pemodelan Data
1 Definisi dan Tujuan
Pemodelan data adalah proses krusial dalam merancang struktur database logis.
Tujuannya adalah untuk memastikan konsistensi, efisiensi, dan skalabilitas data yang
optimal.
2 Manfaat Utama
Dengan pemodelan data yang tepat, redundansi data dapat berkurang hingga 70%,
yang secara signifikan meningkatkan integritas data. Ini juga mempercepat proses
pengambilan data dan mengurangi potensi kesalahan.
3 Langkah Krusial
Pemodelan data merupakan proses krusial yang harus dilakukan sebelum
implementasi database fisik. Ini memastikan bahwa struktur database yang dibangun
solid dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Jenis-jenis Pemodelan Data
Model Konseptual
Pandangan tingkat tinggi yang independen dari teknologi. Fokusnya pada entitas bisnis dan hubungan antar mereka, seperti
pelanggan dan produk.
Model Logis
Representasi detail entitas, atribut, dan relasi. Menggunakan notasi seperti Entity-Relationship Diagram
(ERD) untuk menggambarkan struktur data.
Model Fisik
Desain database yang spesifik untuk Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
tertentu. Menentukan tipe data, indeks, dan batasan (constraint) pada
skema database.
Alur pemodelan data biasanya bergerak dari model Konseptual, ke Logis, lalu ke Fisik. Setiap tahapan menambahkan detail yang lebih spesifik, memastikan
database yang dirancang memenuhi semua kebutuhan fungsional dan teknis.
Sistem basis data
Entity-Relationship Diagram (ERD)
Alat Visualisasi Kardinalitas Hubungan
ERD adalah alat visual yang esensial untuk memodelkan data logis. Ini Kardinalitas mendefinisikan berapa banyak instansi dari satu entitas dapat
membantu pengembang dan analis memahami struktur data secara intuitif. dihubungkan dengan instansi dari entitas lain.
• Satu-ke-Satu (1:1): Setiap entitas A berhubungan dengan satu entitas B.
• Entitas: Merepresentasikan objek atau konsep dalam sistem (misalnya,
Pelanggan, Produk). • Satu-ke-Banyak (1:N): Satu entitas A berhubungan dengan banyak entitas
• Atribut: Karakteristik atau properti entitas (misalnya, Nama_Pelanggan, B.
Harga_Produk). • Banyak-ke-Banyak (N:M): Banyak entitas A berhubungan dengan banyak
• Relasi: Hubungan antara entitas (misalnya, Pelanggan melakukan entitas B.
Pesanan).
Sebagai contoh, entitas 'Pelanggan' seringkali berhubungan satu-ke-banyak
(1:N) dengan entitas 'Pesanan', karena satu pelanggan bisa memiliki banyak
pesanan.
Sistem basis data
Desain Database Relasional
Transformasi ERD Normalisasi Data Kunci Utama (PK)
Langkah selanjutnya setelah Normalisasi (1NF, 2NF, 3NF) Kunci Utama (Primary Key/PK)
ERD adalah transformasi adalah proses penting untuk adalah pengenal unik untuk
menjadi skema tabel mengurangi anomali dan setiap baris dalam tabel,
relasional. Ini adalah redundansi data. Ini seperti ID_Pelanggan. PK
bagaimana konsep desain memastikan data disimpan memastikan bahwa setiap
diwujudkan menjadi struktur secara efisien dan konsisten. catatan dapat diidentifikasi
database yang sebenarnya. secara tunggal.
Kunci Asing (FK)
Kunci Asing (Foreign Key/FK)
mengacu pada Kunci Utama di
tabel lain. FK menjaga
integritas relasi antar tabel,
memastikan hubungan data
yang benar.
Memilih Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)
RDBMS Populer
Relational DBMS (RDBMS) seperti MySQL
(dengan 22% pangsa pasar), PostgreSQL, Oracle,
dan SQL Server, ideal untuk data terstruktur
Pertimbangan Utama dengan relasi kuat. Mereka menawarkan
integritas data yang tinggi dan dukungan
Pemilihan DBMS harus mempertimbangkan
transaksi ACID.
skalabilitas, performa, biaya, dan tipe data yang
akan disimpan. Setiap DBMS memiliki kekuatan NoSQL Populer
dan kelemahan unik.
NoSQL DBMS, seperti MongoDB, Cassandra, dan
Redis, cocok untuk data tidak terstruktur atau
semi-terstruktur. Mereka unggul dalam
skalabilitas horizontal dan performa untuk beban
kerja data besar.
Pilihan DBMS yang tepat sangat penting untuk kinerja dan keberhasilan jangka panjang aplikasi atau sistem Anda. Analisis kebutuhan data Anda dengan cermat
sebelum membuat keputusan.
Sistem basis data
Langkah-langkah Pembuatan Database
Membuat Database
Langkah pertama adalah membuat database baru menggunakan sintaks CREATE DATABASE nama_database;. Ini
menciptakan wadah logis untuk semua tabel dan objek database Anda.
Mendefinisikan Tabel
Selanjutnya, definisikan struktur tabel. Anda perlu menentukan nama kolom, tipe data (misalnya, INT, VARCHAR,
DATE, DECIMAL), dan batasan (constraint) seperti NOT NULL atau PRIMARY KEY.
CREATE TABLE Produk ( ID_Produk INT PRIMARY KEY, Nama_Produk VARCHAR(255) NOT
NULL, Harga DECIMAL(10,2));
Menentukan Tipe Data & Constraint
Tipe data menentukan jenis informasi yang dapat disimpan dalam kolom, sementara constraint memastikan integritas
dan kualitas data. Contoh constraint lain termasuk UNIQUE dan DEFAULT.
Proses ini membangun kerangka dasar database Anda, menyiapkan fondasi untuk penyimpanan dan pengelolaan data yang efektif.
Sistem basis data
Pengantar Query Database (SQL)
90% 300K+
Adopsi DBMS Lowongan Kerja
SQL diadopsi oleh lebih dari 90% DBMS Keterampilan SQL sangat dicari di pasar kerja,
relasional di seluruh dunia, menjadikannya dengan rata-rata lebih dari 300.000 lowongan
bahasa standar industri untuk manajemen pekerjaan terkait yang tersedia secara global.
data.
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa standar yang digunakan untuk berinteraksi
dengan database. Ini memungkinkan Anda untuk melakukan berbagai operasi pada data,
termasuk mengambil (SELECT), menyisipkan (INSERT), memperbarui (UPDATE), dan menghapus
(DELETE) data.
Menguasai SQL adalah keterampilan fundamental bagi siapa pun yang bekerja dengan data, baik
itu sebagai pengembang, analis data, atau administrator database. Kemampuan untuk menulis
kueri yang efisien akan sangat meningkatkan produktivitas dan wawasan Anda dari data.
Sistem basis data
Contoh Query Dasar SQL
SELECT Data JOIN Tabel
Digunakan untuk mengambil data dari satu Menggabungkan baris dari dua atau lebih
atau lebih tabel. Anda dapat memfilter hasil tabel berdasarkan kolom terkait di antara
menggunakan klausa WHERE. mereka. INNER JOIN hanya mengembalikan
baris yang memiliki kecocokan di kedua tabel.
SELECT Nama_Produk, HargaFROM
ProdukWHERE Harga > 50000; SELECT P.Nama_Pelanggan,
O.Tanggal_PesananFROM
Pelanggan PINNER JOIN Pesanan
O ON P.ID_Pelanggan =
O.ID_Pelanggan;
Aplikasi Kueri
Kueri SQL adalah tulang punggung untuk Business Intelligence, pembuatan laporan, dan analisis data.
Mereka memungkinkan ekstraksi wawasan berharga dari data mentah.
Sistem basis data
Kesimpulan & Langkah Selanjutnya
1 Fondasi yang Kuat
Pemodelan data adalah fondasi utama untuk membangun database yang kuat, efisien, dan
terstruktur dengan baik. Ini memastikan konsistensi dan integritas data.
2 Kunci Interaksi Data
SQL adalah kunci utama untuk berinteraksi dengan database dan mengekstrak nilai
maksimal dari data. Tanpa SQL, data yang terstruktur rapi akan sulit diakses dan
dimanfaatkan.
3 Eksplorasi Lanjutan
Teruslah belajar dan eksplorasi topik lanjutan seperti optimasi kueri, keamanan database,
dan pengelolaan Big Data untuk menjadi ahli database.
4 Praktikkan dengan Proyek
Cara terbaik untuk menguasai konsep-konsep ini adalah dengan mempraktikkannya dalam
proyek riil. Bangun database sendiri dan tulis kueri kompleks.
Sistem basis data