Anda di halaman 1dari 14

Sistem Informasi

DESAIN BASIS DATA





OLEH:
NOER IEDFAIZ ICHSAN ZAKARIA
D42 1 12 901


PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat
pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Desain Basis Data.

Makalah ini dengan berbagai bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan
tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat
membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Makassar, 22 Desember 2013

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik
sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh suatu
informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan
mengambil query basis data disebut sistem manajement basis data. Pemrosesan basis data
sebagai perangkat andalan sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan.
Dalam pengembangan sistem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpanan
data. Kehadiran basis data dapat meningkatkan daya saing perusahaan tersebut. Basis data
dapat mempercepat upaya pelayanan kepada pelanggan, menghasilkan informasi dengan
cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan keputusan untuk segera memutuskan
suatu masalah berdasaran informasi yang ada. Banyak aplikasi yang dibuat dengan
berlandaskan pada basis data antara lain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan,
penjadwalan penerbangan, proses registrasi dan pencatatan data mahasiswa pada
perguruan tinggi, aplikasi pemrosesan penjualan, pembelian dan pecatatan data barang
pada perusahaan dagang, pencatatan data pegawai beserta akivitasnya termasuk operasi
penggajian pada suatu perusahaan, dan sebagainya. Beberapa informasi pada perusahaan
retail seperti jumlah penjualan, mencari jumlah stok yang tersedia, barang apa yang paling
laku dijual pada bulan ini, dan berapa laba bersih perusahaan dapat diketahui dengan
mudah menggunakan basis data.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian basis data
Banyak sekali definisi tentanb basis data yang diberikan oleh pakar di bidang ini. Basis data
atau disebut juga database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang
artinya berbasiskan pada data, secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau
kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu
secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil
query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang dibutuhkan perangkat
lunak yang disebut Sistem Manajement Basis Data atau disebut juga Sistem Database
Management System (DBMS). Penggabungan Sistem Database Management System
(DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis
Data. System Basis Data adalah suatu system penyusunan dan pengelolaan record-record
dengan menggunakan computer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta
memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu
menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan
keputusan.

B. Komponen dasar basis data
Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar. Agar terciptanya basis data
maka hal yang diperhatikan tersedianya :
1. Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
2. Hardware : terdiri dari semua peralatan perangkat keras computer yang digunakan
untuk mengelola system basis data berupa : peralatan penyimpanan (disk, drum, tape),
peralatan input dan output, atau peralatan komunikasi.
3. Software : sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada basis data,
berupa: Database Mangement System (DBMS) atau program-program aplikasi dan
prosedur prosedur.
4. User (pemakai) : terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu :
a. System Engineer : tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan system
basis data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari
system tersebut kepada pihak penjual.
b. Administrator Basis Data : tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol
system basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan system basis
data, merencanakannya dan mengaturnya.
c. Programmer : membuat program aplikasi yang diperlukan oleh pemakai akhir dengan
menggunakan data yang terdapat dalam system basis data. Pemakai akhir : tenaga
ahli yang menggunakan data untuk mengambil keputusan yang diperlukan untuk
kelangsungan usaha.

C. Istilah - istilah basis data
Dalam penyusunan basis data ada beberapa istilah yang akan sering digunakan. Oleh
karena itu, kita sebagai obyek yang mempelajari lebih jauh lagi tentang ilmu pengetahuan
basis data sepatutnya mengenal :
1. Enterprise : suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu
enterprise. Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien,
data karyawan.
2. Entitas : suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam
basis data. Contoh entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : nasabah, simpanan,
hipotik. Contoh entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : mahasiswa, mata
kuliah. Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas. Contoh : semua nasabah,
semua mahasiswa.
3. Atribut (Elemen Data) : karakteristik dari suatu entitas. Contoh: entitas mahasiswa
atributnya terdiri dari npm, nama, alamat, tgl lahir.
4. Nilai Data (Data Value) : isi data/informasi yang tercakup dalam setiap elemen data.
Contoh: atribut nama mahasiswa dapat berisi nilai data: Dani, Dewi, Diaz.
5. Kunci Element Data (Key Data Element): tanda pengenal yang secara unik
mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas. Contoh entitas mahasiswa
yang mempunyai atribut atribut npm, nama, alamat, tgl lahir, menggunakan kunci
element data npm.
6. Record Data: kumpulan isi element data yang saling berhubungan. Contoh: kumpulan
atribut npm, nama, alamat, tgl lahir dari entitas mahasiswa: 4109073, Dani, Jl.
Jend. Sudirman No. 4 Makassar, 4 April 1983.

D. Database Mangement System (DBMS)
Seperti yang telah dikemukakan diawal, pada bagian ini kita akan mengulas lebih spesifik
lagi mengenai Sistem Mangement Basis Data atau populernya disebut Database
Managament System (DBMS). Yang mana adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk
mengelola database, mulai dari membuat database itu sendiri sampai dengan proses
proses yang berlaku dalam database tersebut, baik berupa entry, edit, hapus, query
terhadap data, membuat laporan dan lain sebagainya secara efektif dan efisien. Salah satu
jenis DBMS yang sangat terkenal saat ini adalah Relational DBMS (RDBMS), yang
mempresentasikan data dalam bentuk tabel tabel yang saling berhubungan. Sebuah tabel
disusun dalam bentuk baris (record) dan kolom (field). Banyak sekali berkembang perangkat
lunak RDBMS ini, misalnya : MySQL, Oracle, Sybase, dBase, MS. SQL Microsoft Access
(MS. Access) dan lain-lain. Ada 3 kelompok perintah yang digunakan dalam mengelola dan
mengorganisasikan data dalam RDBMS, yaitu :
1. Data Definition Language: merupakan perintah perintah yang digunakan oleh seorang
Database Administrator untuk mendefinisikan struktur dari database, baik membuat
tabel baru, menentukan struktur penyimpanan tabel, model relasi antar tabel, validasi
data, dab lain sebagainya.
2. Data Manipulation Language (DML): perintah-perintah yang digunakan untuk
memanipulasi dan mengambil data pada suatu database. Manipulasi yang dapat
dilakukan terhadap data adalah :
Penambahan Data
Penyisipan Data
Penghapusan Data
Pengubahan Data
3. Data Control Language: bagian ini berkenaan dengan cara mengendalikan data, seperti
siapa saja yang bisa melihat isi data, bagaimana data bisa digunakan oleh banyak user,
dan lain-lain. Lebih mengarah ke segi sekuritas data.

E. Arsitektur basis data
Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di
dalamnya, penjelasan ini disebut skema. Arsitektur system basis data memberikan kerangka
kerja bagi pembangunan basis data. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi
atas 3 level yaitu:
1. Internal/Physical Level: level terendah untuk mempresentasikan basis data,
berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Record
disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah
Skema Internal.
2. External/View Level: level user, berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan
dari sisi setiap user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau
DBA. Setiap user mempunyai bahasa yang sesuai dengan kebutuhannya.
Programmer menggunakan bahasa pemograman seperti C, COBOL, atau PL/I
End User menggunakan bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia
pada program aplikasi. Pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan
perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplkasi basis data.
Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
3. Conceptual/Logical Level: sebuah representasi seluruh muatan informasi yang
dikandung basis data yang menghubungkan antara level internal dan level eksternal.
Tidak seperti level eksternal, maka pada level conceptual, keberadaannya tidak
memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak pembangun
aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual.

F. Database Independence
Dalam kebebasan data, aplikasi disekat dari bagaimana data disimpan dan distrukturkan.
Kebebasan data adalah salah satu keuntungan utama dari penggunaan DBMS. Tujuan
utama dari arsitektur 3 level diatas adalah untuk menyediakan data independence, dimana
level diatasnya tidak berpengaruh oleh perubahan untuk level dibawahnya. Ada 2 jenis data
independence:
1. Logical Data Independence (kebebasan data secara logika): perlindungan dari
perubahan struktur logika suatu data. Logical data independence menunjuk kepada
kekebalan dari skema eksternal untuk perubahan-perubahan dalam skema konseptual.
Perubahan skema konseptual, seperti : memungkinkan penambahan atau penghapusan
entity, atribut, atau relationship tanpa harus mengganti skema eksternal atau harus
menulis kembali program aplikasi yang sudah ada.
2. Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik): perlindungan dari
perubahan struktur fisik suatu data. Physical data independence menunjuk kepada
kekebalan dari skema konseptual untuk perubahan-perubahan dalam skema internal.
Perubahan skema internal, seperti: penggunaan organisasi file atau struktur
penyimpanan yang berbeda, penggunaan media penyimpanan yang berbeda,
perubahan algoritma indeks atau hashing tanpa harus mengganti/merubah konseptual
atau skema eksternal.

G. Model Basis Data
Model basis data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data,
hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari suatu
model data untuk mempresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami. Untuk
menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data
berbasis objek atau model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1. Model Data Berbasis Objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar
entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah:
Entity Relationship
Semantic
Functional
Object Oriented
2. Model Data Berbasis Record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang
tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis
record yaitu:
Model Data Relasional (Relational), merupakan model data yang popular saat ini.
Menggunakan model berupa tabel berdimensi dua yang disebut relasi atau tabel.
Memakai kunci tamu (foreign key) sebagai penghubung dengan tabel lain.
Model Data Hierarkhi (Hierarchical), dikenal pula sebagai model pohon.
Model Data Jaringan (Network), disebut juga model CODASYL. Setiap anak biasa
memiliki lebih dari satu orangtua.

H. Bahasa Query Formal dan Komersial
Bahasa query yaitu pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Dan bahasa
query ini adalah bahasa pada model data relasional yang terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Bahasa Query Formal: bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan
symbol-simbol matematis terdiri dari:
a. Procedural, yaitu pemakai memberi spesifikasi data apa yang dibutuhkan dan
bagaimana cara mendapatkannya.
b. Non procedural, yaitu pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa
menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya.
2. Bahasa Query Komersial: bahasa query yang dirancang sendiri oleh programmer
menjadi suatu program aplikasi agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user
friendly). Contoh :
QUEL : berbasis pada bahasa kalkulus relasional
QBE : berbasis pada bahasa kalkulus relational
SQL : berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional

I. Perancangan Basis Data
Perancangan basis data adalah proses pembuatan (develop) struktur database sesuai
dengan data yang dibutuhkan oleh user. Dalam perancangan basis data tentu sangat
dibutuhkan model data seperti apa yang diinginkan, dan hal itu sudah dibahas pada bagian
sebelumnya. Selanjutnya mengambil langkah-langkah dalam perancangan basis data, yaitu:
1. Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) tujuannya: untuk
mengidentifikasikan dan mendeskripsikan data yang dibuat oleh user dalam sebuah
organisasi.
2. Rancangan konseptual (Conceptual Design) tujuannya: untuk membuat sebuah model
data konseptual (atau arsitektur informasi) yang akan mendukung perbedaan kebutuhan
informasi dari beberapa user dalam sebuah organisasi.
3. Rancangan Implementasi (Implementation Design) tujuannyal: untuk memetakan model
data logis (logical data model) kedalam sebuah skema yang dapat diproses oleh DBMS
tertentu melalui transformasi ER-D ke Relasi.
4. Rancangan fisik (Physdical Design). Pada tahap terakhir ini, logical database structured
(normalized relation, trees, network, dll) dipetakan menjadi physical storage structure
seperti file dan tabel. Rancangannya seperti:
Model detail oleh Database Specialist
Diagram Entity-Relationship
Normalisasi
Spesifikasi hardware/software

J. Teknik Normalisasi
Pengertian normalisasi ada beberapa yang berpendapat:
1. Istilah Normalisasi berasal dari E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data.
Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9 relasi
dalam basis data (dengan tujuan mengurangi kemubadziran data), normalisasi
terkadang hanya dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang
dihasilkan oleh metodologi lain (misalnya : E-R).
2. Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang
memiliki masalah tertentu ke dalam dua belah relasi atau lebih yang tidak memiliki
masalah tersebut. Masalah yang dimaksud oleh Kroenke ini sering disebut dengan
istilah anomaly.
3. Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis
data/database, teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk
struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
4. Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun dengan model data
relasional, dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika.
Proses normalisasi adalah proses pengelompokkan data elemen menjadi tabel-tabel
yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi dilakukan pengujian
pada beberapa kondisi apakah ada kesulitan pada saat menambah/menyisipkan,
menghapus, mengubah dan mengakses pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan
pada pengujian tersebut maka perlu dipecahkan relasi pada beberapa beberapa tabel
lagi atau dengan kata lain perancangan basis data belum optimal.
Tujuan dari normalisasi itu sendiri adalah:
1. Untuk menghilangkan kerangkapan data
2. Mengurangi kompleksitas
3. Untuk mempermudah pemodifikasian data.

Tahapan normalisasi dapat diurai sebagai berikut:
1. Bentuk Tidak Normal: menghilangkan perulangan group.
2. Bentuk Normal Pertama (1NF): menghilangkan ketergantungan sebagian. Bentuk
normal kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam file flat, data dibentuk
dalam satu record demi satu record dan nilai dari field berupa atomic value.
3. Bentuk Normal Kedua (2NF): menghilangkan ketergantungan transitif. Bentuk normal
kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal
kesatu.
4. Bentuk Normal Ketiga (3NF): menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan
fungsional. Untuk menjadi bentuk Normal Ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk
Normal Kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif.
Artinya setiap atribut bukan kunci harus bergantung hanya pada kunci primer secara
menyeluruh.
5. Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF): menghilangkan ketergantungan multivalue. Boyce-
Codd Normal Form mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk Normal Ketiga.
Untuk menjadi BNCF, relasi harus dalam bentuk Normal Kesatu dan setiap atribut
dipaksa bergantung pada fungsi pada atribut super key.
6. Bentuk Normal Keempat (4NF): menghilangkan anomali-anomali yang tersisa.
7. Bentuk Normal Kelima: pengujian untuk memastikan kebenaran isi tabel dan hubungan
antara tabel tersebut.

Teknik Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data,
teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang
baik (tanpa redudansi).

Pada normalisasi terdapat 3 aturan, yakni:
Aturan Pertama: mendefinisikan atribut kunci, tidak adanya group berulang , semua
atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci.
Aturan Kedua: sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu, sudah tidak ada
ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field
kunci.
Aturan Ketiga: sudah berada dalam bentuk normal kedua, tidak ketergantungan
transitif(dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya), bentuk
normal seharusnya berada dalam bentuk normal tertinggi dan bergerak dari bentuk
normal satu dan seterusnya untuk setiap kali membatasi hanya satu jenis redudansi.
Keseluruhannya Cuma ada lima bentuk normal. Tiga bentuk normal pertama
menekankan redudansi yang muncul dari Function Dependencies sedangkan bentuk
keempat dan kelima menekankan redudansi yang muncul dari kasus Multi Valued
Dependencies.
BAB III
KESIMPULAN & PENUTUP

A. Kesimpulan
a. Basis data atau juga disebut database artinya berbasiskan pada data, tetapi secara
konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling
berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga
menghasilkan informasi. Untuk mengelola dan mengambil query basis data agar
dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak
yang disebut Sistem Management Basis Data atau juga disebut Data Base
Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System
(DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem
Basis Data.
b. Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware,
software dan user. Istilah-istilah dalam basis data juga seyogyanya kita tahu yaitu:
enteprise, entitas, atribut, nilai data, kunci element data, record data.
c. Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu:
Internal/Physical Level, External/View Level, Conceptual/Logical Level. Tujuan
utama dari arsitektur 3 level tersebut adalah untuk menyediakan data
independence yang terbagi dua: Logical Data Independence (kebebasan data
secara logika), Physical Data Independence (kebebasan data secara fisik). Untuk
menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data
berbasis objek atau model data berbasis record. Bahasa query formal dan
komersial adalah bahasa pada model data relasional, yang mana model data
relasional merupakan salah satu dari model data berbasis record. Agar terciptanya
basis data, maka butuh proses pembuatan. Langkah-langkah yang dapat diambil
dalam perancangan basis data sebagai berikut: mendefinisikan kebutuhan data,
rancangan konseptual, rancangan implementasi, rancangan fisik, langkah
perbaikan. Suatu teknik untuk mengorganisasikan data kedalam tabel-tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai didalam suatu organisasi disebut normalisasi.
Tujuan normalisasi: untuk menghilang kerangkapan data, untuk mengurangi
kompleksitas, untuk mempermudah pemodifikasian data. Sedangkan Tahapan
Normalisasi: bentuk tidak normal, bentuk normal pertama (1NF), bentuk normal
kedua (2NF), bentuk normal ketiga (3NF), bentuk normal boyce-codd (BCNF),
bentuk normal keempat (4NF), bentuk normal kelima.


B. Penutup
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman sudi
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan dipenulisan makalah dikesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga
makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman
pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://elista.akprind.ac.id/upload/files/8511_Appendix_2_-_Desain_Basis_Data.pdf diakses
pada tanggal 22 Desember 2013 pukul 15.39 di Makassar
https://docs.google.com/folderview?id=0B2SzyFWHDRi7WlE2aGx3RUdIdkU diakses pada
tanggal 22 Desember 2013 pukul 15.50 di Makassar
https://docs.google.com/folderview?id=0B2SzyFWHDRi7WlE2aGx3RUdIdkU diakses pada
tanggal 22 Desember 2013 pukul 15.52 di Makassar
http://dezhadosa05716.blogspot.com/2012/03/desain-database.html diakses pada tanggal 22
Desember 2013 pukul 16.20 di Makassar
http://parief.net/blog/wp-content/uploads/2012/10/Modul-Basis-Data.pdf diakses pada
tanggal 22 Desember 2013 pukul 16.30 di Makassar