Anda di halaman 1dari 362

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Layananku Untuk Jakarta-ku


Our Service to Our Jakarta

Daftar Isi
Content

Sekilas Bank DKI Ikhtisar Keuangan Ikhtisar Saham Visi dan Misi

Bank DKI in Brief Financial Highlights Stock Highlights

2 4 5 8 10

Vision and Mission Corporate Culture Values

Nilai-Nilai Budaya Kerja

Peristiwa Penting Penghargaan

Significant Events Message from the Board of Commissioners

12 20 24 30 36 44 48 68 76 84 152 158 Managements Discussion and Analysis Responsibility for Annual Reporting 164 178 179

Awards Board of Commissioners

Sambutan Dewan Komisaris Profil Dewan Komisaris Laporan Direksi Profil Direksi

Report of the Board of Directors

Board of Directors Management Report

Laporan Manajemen Unit Pendukung Bank DKI Syariah

Supporting Unit Bank DKI Syariah Good Corporate Governance Corporate Social Responsibility

Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Aktivitas CSR

CSR Events

Pembahasan dan Analisa Manajemen Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan Laporan Keuangan

Financial Statement

Data Perusahaan Struktur Organisasi Pejabat Eksekutif Produk dan Jasa

Corporate Data Organizational Structure Executive Officers Product and Services Branch Offices Address Bank DKI Office Outside Head Office Capital Market Supporting Institutions and Professional Services The Regulation of BAPEPAM-LK NO. X.K.6

345 346 347 348 350 354 355 356

Alamat Kantor Cabang

Kantor Bank DKI di Luar Kantor Pusat

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Referensi Peraturan BAPEPAM-LK NO. X.K.6

Layananku Untuk Jakarta-ku Our Service to Our Jakarta


Pelayanan merupakan tulang punggung kehidupan masyarakat modern di kota metropolitan seperti Jakarta pada abad ke-21. Tanpa sarana dan prasarana pelayanan yang memadai, sebuah kota seperti Jakarta, dengan pergerakan jumlah penduduk antara 8 juta hingga 12 juta jiwa, akan tidak dapat berfungsi. Bank DKI sangat menyadari arti dari sebuah pelayanan yang prima untuk menggerakkan segala sesuatunya secara lancar. Pemerintah Propinsi DKI Jaya telah mencanangkan Jakarta sebagai Kota Pelayanan. Bank DKI memanfaatkan momentum yang baik ini untuk meningkatkan mutu pelayanannya kepada para nasabah, sekaligus menjadi bagian dari upaya kota Jakarta menempatkan pelayanan sebagai unsur utama kenyamanan dan kepuasan bagi setiap warga maupun pengunjung kota Jakarta.

Bank DKI. Bank Warga Jakarta. Layananku untuk Jakarta-ku.


Services represent the backbone of the modern lifestyle of a metropolitan city such as Jakarta in the 21st century. Without adequate facilities and infrastructures for services, a city like Jakarta, with the constant movement of some eight million to 12 million inhabitants, will grind to a halt. Bank DKI is really aware of the meaning of service excellence to move things smoothly and efficiently. The Provincial Government of DKI Jaya has designated the city of Jakarta as The Service City. Bank DKI capitalizes on this opportune momentum to enhance the quality of services to customers, while also being part of the efforts of the city of Jakarta to place services as the primary element behind the convenience and satisfaction services of both the citizens and visitors of Jakarta.

Bank DKI. The Bank of Jakarta. Our Service to Our Jakarta.

www.bankdki.co.id www.bankdkisyariah.co.id

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Sekilas Bank DKI


Bank DKI in Brief

Perseroan pertama kali didirikan di Jakarta dengan nama PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya sebagaimana termaktub dalam akta Perseroan Terbatas Perusahaan Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya (PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya) No. 30 tanggal 11 April 1961 dibuat oleh dan dihadapan Eliza Pondaag S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/31/13 tanggal 11 April 1961 dan telah didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta di bawah No. 1274 tanggal 26 Juni 1961 serta telah diumumkan dalam Tambahan No. 206 Berita Negara Republik Indonesia No. 41 tanggal 1 Juni 1962. Dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 1962 tentang KetentuanKetentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, kedudukan hukum Perseroan diubah dan dialihkan dari Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Jakarta Raya menjadi Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Daerah, Jakarta DKI No. 6 Tahun 1978 tanggal 21 Agustus 1978 tentang Bank Pembangunan Daerah Jakarta (BPD Jaya) yang telah disahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Pem.10/87/1-858-sk. tanggal 5 Desember 1978 dan diundangkan dalam Lembaran Daerah DKI Jakarta No. 12 Tahun 1979 Seri D No. 11 tanggal 2 Mei 1979 serta sebagaimana Peraturan Daerah No. 1 Tahun 1993 tanggal 15 Januari 1993 dengan merubah modal dasar dari sebesar Rp50.000.000.000 menjadi sebesar Rp300.000.000.000 sampai dengan tanggal 5 Mei 1999 dan sejak tanggal 6 Mei 1999 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan modal dasar sebesar Rp700.000.000.000. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta melalui Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta No. 1 tahun 1999 tanggal 1 Pebruari 1999 dengan Akta yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Harun Kamil, S.H., No. 4 tanggal 6 Mei 1999 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Surat Keputusan No. C-8270.HT.01.01.Th. 99 tanggal 7 Mei 1999. Tanggal 4 Juni 1999, diumumkan dalam Berita Negara No. 45, Tambahan No. 3283. Ruang lingkup kegiatan Bank adalah untuk menjalankan aktivitas umum perbankan. Pada tanggal 30 Nopember 1992, Bank memperoleh ijin untuk melakukan aktivitas sebagai Bank Devisa berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia No. 25/67/KEP/DIR. Pada bulan Maret 2004, Bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan prinsip syariah berdasarkan Surat Bank Indonesia No. 6/39/DpbS, tanggal 13 Januari 2004 tentang prinsip pembukaan kantor cabang syariah Bank dalam aktivitas komersial Bank. Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, dan yang terakhir berdasarkan Akta No. 101 yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta pada tanggal 28 September 2007 tentang Penambahan Modal Dasar menjadi Rp1.500.000.000.000 dan peningkatan Modal Disetor yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. C-04111.HT.01.04 Tahun 2007 tanggal 22 Nopember 2007.

PT Bank DKI was initially established in Jakarta under the name of PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya as stated in the Deed of the Limited Liability Company of the Regional Development Bank of the Greater Jakarta Area (PT Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya) No. 30 dated 11 April 1961, made in the presence of Eliza Pondaag S.H., Notary in Jakarta, and validated by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through the Decision Letter No. J.A.5/31/13 dated 11 April 1961 and duly registered in the registratry of the State Court of Jakarta under No. 1274 dated 26 June 1961 and announced in the Addendum No. 206 of the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 41 dated 1 June 1962.

In order to adapt to the prevailing Laws of the Republic of Indonesia No. 13 of 1962 regarding Regulations of Basic Provision for Regional Development Bank, the legal status of the Bank was changed and transferred to become the Regional Development Bank of DKI Jakarta District based on the Regional Regulation, Jakarta - DKI No. 6 of 1978 dated 21 August 1978 on the Regional Development Bank of Jakarta (BPD Jaya), validated by the Minister of Internal Affairs of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. Pem. 10/87/1858-sk dated 5 December 1978 and enacted into Law in the Regional Gazette of DKI Jakarta No. 12 of 1979 Series D No. 11 dated 2 May 1979, and pursuant to Regional Regulation No. 1 of 1993 dated 15 January 1993, by increasing the Banks authorized capital from a total of Rp50.000.000.000 to Rp300.000.000.000 as of 5 May 1999, and amended to a Limited Liability Company on 6 May 1999 with an authorized capital of Rp700.000.000.000.

The change from a regional government bank to a limited liability company has been approved by the Provincial Government of DKI Jakarta with Regional Regulation No. 1 of 1999 dated 1 February 1999 under Deed No. 4 dated 6 May 1999 made in the presence of Harun Kamil, S.H., a Notary in Jakarta, and validated by the Minister of Justice in his Decision Letter No. C-8270.HT.01.01 of 1999 dated 7 May 1999. On 4 June 1999, it was announced in State Gazette No. 45, Addendum No. 3283. The Banks scope of business is to engage in commercial banking activities. Pursuant to the Directors Decre of Bank Indonesia No. 25/67/KEP/DIR dated 30 November 1992, the Bank obtained the approval to operate as Foreign Exchange Bank. On March 2004, the Bank started its sharia banking activities after receiving the Bank Indonesia Letter No. 6/39/DpbS, dated 13 January 2004 regarding the opening of sharia branch offices in the Banks commercial activities.

The Banks Articles of Association has been amended several times, the latest with Notarial Deed No. 101 made in the presence of Ny. Poerbaningsih S.H., Notary in Jakarta dated on 28 September 2007 regarding the increase of the Banks authorized capital to Rp1.500.000.000.000, and the increase in the Paid-In Capital that has been approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in his Letter No. C-04111.HT.01.04 of 2007 dated 22 November 2007.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

2009
Sebagai lead arranger pembiayaan kredit sindikasi Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia dengan nilai Rp4,7 triliun.
Acted as the lead arranger for financing a credit syndication of the Indonesian Regional Development Bank for a total amount of Rp4.7 trillion.

2008
Penerbitan Obligasi V Rp425 miliar dan Obligasi Sub Ordinasi I Rp325 miliar.
The Issuance of Bonds V amounted to Rp425 billion and Sub-Ordinated Bonds I amounted to Rp325 billion.

2007 2004
Penerbitan Obligasi IV Rp700 miliar.
The Issuance of Bonds IV amounted to Rp700 billion.

Menjadi BPD pertama yang mendapatkan pinjaman sindikasi denominasi dolar AS.
Became the first BPD to be granted with a syndicated loan in US dollar denomination.

Mulai menjalankan kegiatan perbankan syariah.


Start operating sharia banking activities.

2003
Berhasil keluar dari Program Rekapitalisasi.
Completed the Recapitalization Program.

1999
Masuk Program Rekapitalisasi, perubahan status menjadi Perseroan Terbatas.
Under the Recapitalization Program, and changed its Status to become a Limited Company.

1997
Penerbitan Obligasi III Rp500 miliar.
The Issuance of Bonds III amounted to Rp500 billion.

1993
Penerbitan Obligasi II Rp75 miliar. Berganti nama menjadi Bank DKI.
The Issuance of Bonds II amounted to Rp75 billion. Changed its name to become Bank DKI.

1992
Mendapatkan ijin sebagai Bank Devisa.
Granted a licence to operate as a Foreign Exchange Bank.

1989
Penerbitan Obligasi I sebesar Rp25 miliar.
The Issuance of Bonds I amounted to Rp25 billion.

1978
Berganti nama menjadi PD BPD Jaya.
Changed its name to PD BPD Jaya.

1961

Didirikan dengan nama BPD Jaya


Established under the name of BPD Jaya.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
(miliar Rupiah, kecuali rasio keuangan)

2005

2006

2007

2008

2009

(billion Rupiah, except financial ratio)

NERACA Total Aset Aktiva Produktif Kredit yang Diberikan (setelah dikurangi penyisihan kerugian) Dana Pihak Ketiga Pinjaman Diterima Ekuitas LABA RUGI Pendapatan Bunga (termasuk provisi dan komisi) Biaya Bunga Pendapatan Bunga Bersih Beban Operasional Bersih Laba Operasi Laba (Rugi) Sebelum Pajak Laba (Rugi) Setelah Pajak Laba Bersih per Saham Dasar (Rupiah) dalam % RASIO KEUANGAN Kredit yang Diberikan terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan Memperhitungkan Risiko Kredit Rasio Kecukupan Modal (CAR) dengan Memperhitungkan Risiko Kredit dan Pasar Rasio Aktiva Produktif Bermasalah Rasio Aktiva Produktif yang Diklasifikasi Net Interest Margin (NIM) Beban Operasi terhadap Pendapatan Operasi (BOPO) Laba Sebelum Pajak terhadap Total Aktiva (ROA) Laba Setelah Pajak terhadap Modal Sendiri (ROE) NPL - Gross NPL - Nett 41,71 19,31 18,47 1,87 2,20 6,68 87,49 1,82 16,91 5,36 0,85 52,40 17,81 17,00 1,65 1,68 6,43 86,20 1,65 15,60 4,55 1,08 68,58 15,09 12,87 1,95 2,14 6,99 88,14 1,39 14,00 4,15 0,74 66,98 17,21 13,66 2,49 1,83 6,22 89,71 1,41 15,04 4,92 2,05 57,25 15,13 13,67 2,76 1,76 6,14 88,46 1,41 17,00 5,76 3,26 913 453 460 338 122 143 99 193.593 2005 1.195 675 520 375 145 122 71 128.183 2006 1.236 564 672 513 159 150 72 129.500 2007 1.425 753 672 554 156 172 116 193.909 2008 1.661 859 802 598 204 201 141 234.360 2009 8.663 7.550 2.593 6.564 59 670 11.187 9.553 3.526 7.040 67 724 11.838 10.104 4.756 7.276 66 747 13.547 11.942 6.247 9.679 287 812 15.431 14.814 6.770 12.234 210 907

BALAnCE ShEET Total Assets Earning Assets Loans (net of allowance for possible losses) Third Party Funds Borrowings Equity STATEmEnT OF InCOmE Interest Income (fees and commissions included) Interest Expenses Net Interest Income Net Operating Expenses Operating Income Income Before Tax Net Income Net Income of Basic Earning Share in % FInAnCIAL RATIO Loan to Deposit Ratio Capital Adequacy Ratio (considering credit risk) Capital Adequacy Ratio (considering credit & market risk) Non Performing Earning Asset Ratio Classified Earning Asset Ratio Net Interest Margin Operating Expenses to Operating Income Return on Assets Return on Equity Non Performing Loan - Gross Non Performing Loan - Net

Catatan/Notes:

* Laporan Keuangan tahun 2007 disajikan kembali berkaitan dengan penyesuaian atas pencatatan tantiem dan jasa produksi mengacu pada Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas bahwa setiap pembayaran tantiem dan jasa produksi/bonus sebagai beban tahun berjalan bukan sebagai pengurang saldo laba * The 2007 financial statement has been restated in accordance with Law No. 40 of 2007 regarding Limited Liability that all profits shares and production services/bonus should be part of current year expenses, and not deducting the retained earnings

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Ikhtisar Saham
Stock Highlights

Susunan Kepemilikan Saham Bank DKI


Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 14 Januari 2010 yang risalah rapatnya didokumentasikan dalam Akta yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 12 tanggal 14 Januari 2010, secara musyawarah mufakat rapat menyetujui Pengesahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp10.834.562.950 dengan rincian: sebanyak Rp10.834.000.000 menjadi tambahan untuk pemenuhan modal disetor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. sebanyak Rp562.950 dimasukkan sebagai cadangan modal disetor. Dengan adanya tambahan modal tersebut maka susunan kepemilikan saham menjadi sebagai berikut: JUMLAH LEMBAR NUMBER OF SHARES
Saham Seri A (monumen nasional) 1. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saham Seri B 1. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 2. PD Pasar Jaya JUmLAh 410.159 1,000 611.159 67,11 0,17 100 200,000 32,72

Structure of Bank DKIs Shareholders


Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders on 14 January 2010, as stated on Notarial deed No. 12 dated on 14 January 2010 that was made in the presence of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito S.H., the meeting, under unanimous decision the meeting had given its approval on the ratification of Equity Placement of the Provincial Government of DKI Jakarta for a total of Rp10,834,562,950 with details as follows: A total of Rp10,834,000,000 placed as additional paid-in capital from the Provincial Government of DKI Jakarta. A total of Rp562,950 placed as reserved paid-in capital.

With the additional capital, the composition of shareholders is as such follows: JUMLAH (Rp) TOTAL (Rp)
Series A Shares (national monument) 200,000,000,000 1. Provincial Government of DKI Jakarta Series B Shares 410.159.000.000 1,000,000,000 611.159.000.000 1. Provincial Government of DKI Jakarta 2. PD Pasar Jaya TOTAL

Dengan demikian, struktur pemegang saham Bank DKI adalah 99,83% (Rp610.159.000.000) dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta, sedangkan 0,17% (Rp1.000.000.000) dimiliki oleh PD Pasar Jaya. Sesuai dengan Akta No. 101 tanggal 28 September 2007 yang merupakan pernyataan kembali atas Akta No. 25 tanggal 12 Juni 2007. Keduanya dibuat oleh dan dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, Bank melakukan penambahan modal dasar dari Rp1.000.000.000.000 menjadi Rp1.500.000.000.000.

As such, the structure of Bank DKIs Shareholders becomes 99.83% (Rp610,159,000,000) owned by the Provincial Government of DKI Jakarta, whilst the other 0.17% (Rp1,000,000,000) is owned by PD Pasar Jaya. Pursuant to the Notarial Deed of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito S.H. No. 101 dated 28 September 2007 that constitutes a restatement from the same Notarial Deed No. 25 dated 12 June 2007, the Bank increased its authorized capital from a total of Rp1.000.000.000.000 to Rp1.500.000.000.000.

PEMEGANG SAHAM BANK DKI


1. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta)
Pemprov DKI Jakarta pertama kali dibentuk secara khusus dengan Undang-Undang RI No. 2/Pnps Tahun 1961 tentang Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.

BANK DKI SHAREHOLDERS


1. The Provincial Government of the Special District of Jakarta (Pemprov DKI Jakarta)
The Provincial Government of DKI Jakarta specifically established by Law of RI No. 2/Pnps Year 1961 regarding the Special District of Jakarta. In relation to its efforts to

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Dalam perkembangannya untuk memenuhi tuntutan dan perkembangan Jakarta sebagai Ibukota Negara, Undang-Undang tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan sebagaimana tersebut di bawah ini: a. Undang-undang RI No. 15/Pnps Tahun 1963 tentang Perubahan dan Tambahan Penetapan Presiden No. 2 Tahun 1961 tentang Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. b. Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1964 tentang Pernyataan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia. c. Undang-Undang RI No. 11 Tahun 1990 tentang Susunan Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta. d. Undang-Undang RI No. 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta. e. Undang-Undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakara Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 91/P/2007 tanggal 22 September 2007 telah ditetapkan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk masa jabatan Tahun 2007 - 2012, yaitu: Gubernur : Dr. Ing. H. Fauzi Bowo Wakil Gubernur : Prijanto

meet the demands and development of Jakarta as the Capital City, this Law has undergone several amendments as follows:

a.

b.

c.

d.

e.

Law of the Republic of Indonesia No. 15/Pnps of 1963 regarding the Amendment and Addition of Presidential Decree No. 2 of 1961 regarding the Provincial Government of the Special District of Jakarta. Law of the Republic of Indonesia No. 10 of 1964 Stated that the Special District of Jakarta will continue to become the Capital City of the Republic of Indonesia. Law of the Republic of Indonesia No. 11 of 1990 regarding the Government Structure of the Special District of Jakarta. Law of the Republic of Indonesia No. 34 of 1999 regarding the Government of the Special District of Jakarta. Law of the Republic of Indonesia No. 29 of 2007 regarding the Provincial Government of the Special District of Jakarta as the Capital City of the Unified Nation of the Republic of Indonesia.

Pursuant to the Presidential Decree No. 91/P/2007 dated 22 September 2007, the appointments of the Governor and Vice Governor of the Province of DKI Jakarta for the period of 2007 - 2012, have been designated as follows: Governor : Dr.Ing. H. Fauzi Bowo Vice Governor : Prijanto

2. Perusahaan Daerah Pasar Jaya (PD Pasar Jaya)


PD Pasar Jaya didirikan berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. Ib.3/2/15/66 pada tanggal 24 Desember 1966. Kemudian pengesahan oleh Menteri Dalam Negeri lewat Keputusan No. Ekbang 8/8/13-305 tanggal 23 Desember 1967. Maksud pendirian PD Pasar Jaya adalah dalam rangka peningkatan efisiensi umum di bidang perpasaran di lingkungan Jawatan Perekonomian Rakyat DKI Jakarta sehingga merupakan unit usaha yang mandiri dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, juga merupakan sumber penghasilan riil bagi daerah.

2. Regional Enterprise Pasar Jaya (PD Pasar Jaya)


PD Pasar Jaya was established based on the Decision of the Governor of the Special District of Jakarta No. lb.3/2/15/66 dated 24 December 1966, and has been ratified by the Minister of Internal Affairs through Decision Letter No. Ekbang 8/8/13-305 dated 23 December 1967. PD Pasar Jaya was established in order to enhance general efficiency in the area oof market place within the domains of the Peoples Economic Office of DKI Jakarta, thereby making it as an independent business unit that could provide the highest benefits to societies, while also serving as a source for real regional income.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Selanjutnya untuk meningkatkan status dan kedudukan hukum serta penyesuaian dengan perkembangan Ibukota Jakarta, maka Keputusan Gubernur tersebut ditingkatkan dengan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 1982 tentang Perusahaan Daerah Pasar Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perda tersebut disahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 511.231-181 tanggal 19 April 1983 dan telah diumumkan dalam Lembaran Daerah DKI Jakarta No. 34 Tahun 1983 Seri D No. 33. Peraturan Daerah tersebut kemudian diubah dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 12 Tahun 1999 tentang Perusahaan Daerah Pasar Jaya Provinsi DKI Jakarta, yang telah diumumkan dalam Lembaran Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 35 Tahun 1999.

Furthermore, in order to enhance the legal status and to adapt with the development of the Capital City of Jakarta, thus, the above Governors Decision was strengthened with the Regional Regulation No. 7 of 1982 on the Regional Enterprise of the Regional Market of the Special District of the Capital City of Jakarta. The Regional Regulation was validated by the Minister of Internal Affairs through the Decision Letter No. 511.231-181 dated 19 April 1983 and published in the Regional Gazette of DKI Jakarta No. 34 of 1983 Series D No. 33. The Regional Regulation was then amended to the Regional Regulation of DKI Jakarta No. 12 of 1999 regarding the Regional Enterprise f the Regional Market of the Special District of the Capital City of Jakarta, that had been annpunced in the Regional Gazette of the DKI Jakarta Province No. 35 year 1999. Pursuant to the Decision of the Governor of DKI Jakarta Province dated 29 May 2009, the composition of the Board of Directors of PD Pasar Jaya comprises of: Executive Officers President Director : Director of Administration & Finance : Director of Planning and Legal : Director of Operations :

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 29 Mei 2009, maka susunan Direksi PD Pasar Jaya menjadi: Pelaksana Tugas Direktur Utama Direktur Administrasi dan Keuangan Direktur Perencanaan dan Hukum Direktur Operasi

: : : :

Ir. Djangga Lubis Hj. Rihati, SE., Ak. Drs. H. Waluyo, MM Ir. Y. Joko Setianto

Ir. Djangga Lubis Hj. Rihati, SE., Ak. Drs. H. Waluyo, MM Ir. Y. Joko Setianto

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Visi dan misi


VISI : Menjadi Bank Terbaik yang Membanggakan.
Bank Terbaik: Memiliki kinerja terbaik diantara bank sekelasnya (Menurut Kriteria Permodalan API). Menjadi bank jangkar yang terbaik. Yang Membanggakan: Memiliki kinerja dan reputasi yang baik dan menjadi pilihan utama nasabah dan stakeholder lainnya. Memberikan deviden dan kontribusi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karyawan memiliki jalur karir yang jelas dan kesejahteraan yang baik.

mISI :

Bank berkinerja unggul, mitra strategis dunia usaha, masyarakat dan andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberi nilai tambah bagi stakeholder melalui pelayanan terpadu dan profesional.

Berkinerja Unggul: Berkinerja baik sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan otoritas lainnya Mampu mengelola risiko dengan memperhitungkan kecukupan modal (capital charge) Tumbuh progresif dan berkelanjutan Memiliki keunggulan bersaing dalam produk dan layanan

Mendukung program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara profesional Berperan aktif membantu pertumbuhan ekonomi daerah dalam rangka tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya

Memberi Nilai Tambah Bagi Stakeholder: Menjadikan produk dan layanan yang berkualitas dengan biaya yang efisien Menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan Bank DKI dengan program-program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Meningkatkan kesejahteraan bagi karyawan dan pengurus secara berkesinambungan Memenuhi semua kewajiban hukum dan kesepakatan dengan baik

Mitra Strategis Dunia Usaha: Meningkatkan kepercayaan mitra bisnis untuk tetap bekerjasama Memberikan solusi kepada nasabah dengan prinsip saling menguntungkan Memberikan nilai tambah kepada nasabah dalam produk dan layanan bank

Mitra Strategis Masyarakat: Customer centric, antara lain; Berorientasi pada kebutuhan nasabah (sistem prosedur, produk, layanan) Aktif membangun hubungan baik dengan nasabah Bank pilihan masyarakat Peka terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat Memberikan/menjadi sumber informasi yang berguna dalam produk dan layanan bank

Pelayanan Terpadu: Menyediakan produk dan layanan yang lengkap dengan dukungan Teknologi Informasi yang unggul Memberikan layanan yang efektif dan efisien dengan risiko yang dapat diterima Cepat dan tanggap dalam menangani pengaduan nasabah dan memberikan solusi beragam termasuk cross selling secara profesional Memiliki karyawan yang terlatih dengan kemampuan untuk memberikan informasi yang berkualitas

Andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: Menjadi bank pilihan utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengelolaan keuangan Memberikan kontribusi deviden tertinggi diantara perusahaan daerah/BUMD sesuai kesepakatan dengan pemegang saham

Profesional: Memiliki kompetensi (skill dan knowledge) dan integritas yang tinggi Memiliki standar kompetensi dan etika yang tinggi Mendahulukan kepentingan perusahaan diatas kepentingan pribadi

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Vision and mission


VISIOn : To be the Best Bank that Inspired Pride.
Best Bank: Best performance among peers (As per Indonesian Banking Architecture bank classification). Becoming the best anchor banks. That Inspired Pride: High performance, reputable, and becoming the bank of choice for customers and other stakeholders. Providing high returns and dividend for the Provincial Government of DKI Jakarta. Employees have clear career paths and good welfare.

mISSIOn :

A bank with excellence in performance, being a strategic partner for businesses, communities and the Provincial Government of DKI Jakarta, and could contribute in adding value to stakeholders through integrated and professional services excellence.
Support the programs of the provincial government of DKI Jakarta in a professional manner Actively support the regional economic growth as part of its corporate social responsibilities to the citizens of the greater Jakarta area

High Performance: Good performance in compliance with Bank Indonesia regulations and other Rule and Regulations Able to manage risks taking into account capital adequacy (capital charge) Progressive and sustainable growth Having products and services with competitive advantages

Providing Added Value to Stakeholders: Developing quality and cost efficient banking products and services Aligning the corporate social responsibilities of BANK DKI with related programs of the Provincial Government of DKI Jakarta Continuously improving the social welfare of Banks employees and management Complying with all legal requirements and prior commitments

Strategic Partners for Business Community: Maintaining and increasing customers trust to retain their businesses Providing mutually beneficial solution to customers Providing added value to customers in terms of banking products and services

Strategic Partner for the General Public: Customer centric, among others: Oriented to the needs of customers (system procedures, products, services) Active building rapport with customers Community bank of choice Sensitive to changes and community needs A source of useful information on the products and bank services

Integrated Services: Providing a complete banking products and services supported by leading IT system Providing effective and efficient services within acceptable risks Quick and responsive in handling customer complaints and providing a variety of solutions to customers, including professional cross selling Having trained and able employees to provide quality information to customers

A Key Player for the Provincial Government of DKI Jakarta: Customer centric, among others: Becoming the bank of choice for the Provincial Government of DKI Jakarta in managing its finances Providing highest returns and dividend payer amongst other provincial governmentowned companies, as agreed with shareholders

Professional: Highly skilled and knowledgable employees with the highest of integrity Having a high competency standard and the highest ethics Prioritizing the companys interest ahead of personal interest

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

nilai- nilai dan Budaya Kerja

Dengan visi dan misi yang baru, telah terformulasikan rumusan nilai-nilai budaya kerja yang digali dari proses internalisasi yang menjadi Panduan bagi seluruh karyawan Bank DKI sekaligus sebagai Code of Conduct.

Komitmen
Menjunjung tinggi nilai-nilai yang disepakati dan bertanggung jawab dengan sepenuh hati. Panduan Perilaku:
Memegang teguh dan berupaya keras untuk mencapai target Melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung-jawab Dapat dipercaya dalam mengemban setiap pekerjaan dengan benar Menjalankan tugas mengikuti aturan yang berlaku Menindaklanjuti setiap masalah yang menjadi tanggung-jawab saya dan memastikan penyelesaiannya hingga tuntas

Pelayanan
Memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dengan sikap ramah, sopan, tulus dan rendah hati sehingga dapat memberikan kepuasan. Panduan Perilaku:
Senyum Salam Sapa Mendengarkan dengan sepenuh hati untuk memahami kebutuhan nasabah Memberikan layanan dengan sigap, cepat dan akurat Siap menerima kritik dan saran untuk perbaikan layanan

Teamwork
Kerjasama yang dilandasi semangat saling menghargai dan menghormati untuk mencapai hasil yang terbaik. Panduan Perilaku:
Bersedia mendengar dan menghargai pendapat orang lain Tidak memaksakan kehendak atau pendapat pribadi Aktif memberi saran, pendapat untuk keberhasilan tim Berpikir positif Bersedia bekerja dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab dan dedikasi

Disiplin
Melaksanakan tugas secara tepat waktu, tepat guna, dan tepat manfaat. Panduan Perilaku:
Tepat waktu Bertindak sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku dengan penuh tanggung jawab Melaksanakan rencana yang telah ditetapkan Menggunakan sarana dan prasarana kantor sebagaimana mestinya

Profesional
Menjalankan tugas sesuai dengan keahlian, keterampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kode etik bankir. Panduan Perilaku:
Bekerja efektif dan efisien Inovatif dan kreatif Selalu belajar untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan keahliannya Positif thinking Berwawasan luas dan pandangan jauh ke depan Bekerja berdasarkan prinsip kehati-hatian (prudent)

Kerja Keras
Melaksanakan tugas dengan segala upaya untuk mencapai hasil yang terbaik. Panduan Perilaku:
Pantang menyerah untuk mencari solusi yang lebih baik Menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas yang terbaik Selalu bersemangat untuk memberikan hasil yang lebih baik Tidak cepat puas atas hasil yang dicapai Rela mengorbankan kepentingan pribadi demi tercapainya kepentingan perusahaan

Integritas
Membangun kepercayaan dengan kejujuran, tanggung jawab, moral, serta satu kata dengan perbuatan Panduan Perilaku:
Berani menyatakan fakta apa adanya secara transparan dan jujur dengan tetap menjaga rahasia bank dan perusahaan Menjunjung tinggi kebenaran sesuai dengan kode etik bankir Melaksanakan tugas dengan ikhlas Bersikap terbuka dalam mengungkap gagasan dan pendapat Mencintai pekerjaan dan menjaga citra bank

10

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Corporate Culture Values

With the new vision and mission, new corporate culture values, a framework of corporate values had been formulated based on the internalization process to become a guideline for all employees of Bank DKI as well as to be implemented as a Code of Conduct.

Commitment
Whole heartedly commit and accountable to uphold the agreed values. Behavioral Examples:
Committed and work hard to achieve targets Exercising ones role in a responsible manner Dependable and trustworthy Complying with existing regulations Following up on all issues under my responsibility to ensure proper closure

Service Excellent
Providing the best possible service to all customers in a courteous, polite, and sincere manner to ensure customers satisfaction. Behavior Examples:
Smile and Greetings Active listening to understand customers needs Providing prompt, timely and accurate service Ready to receive critics and suggestion for service improvement

Teamwork
Teamwork based on the spirit of mutual respect and cooperation to achieve best result. Behavior Examples:
Willing to hear and accept other peoples opinion Not coercing ones will or opinion Actively provides suggestions and opinions for the success of the team Positive thinking Willing to work whole heartedly with responsibility and dedication

Discipline
Delivering on commitment in a timely, effective, and useful manner. Behavior Examples:
Time sensitive Acting in accordance with established policies and procedures in a responsible way Implementing agreed action plans Safeguarding and proper use of companys assets and properties

Professionalism
Undertaking ones task with the required expertise, skills and knowledge in their respective fields to attain the best result while upholding the bankers code of ethics. Behavior Examples:
Working effectively and efficiently Being innovative and creative Continuously learning to develop skills, knowledge, and expertise Maintaining a positive mental attitude Having a broad horizon and visionary Action based on prudential banking practices

hardwork
Doing the job by exerting every efforts to attain the best result. Behavior Examples:
Overcoming all obstacles to find better solution Ensuring top quality in all of the work performed Energetic and enthusiastic to give better result Not easily satisfied with what has been accomplished Putting the companys interest ahead of individuals interest

Integrity
Being trustworthy by always being honest, responsible, upholding morale, and consistency between words and actions. Behavior Examples:
Dare to disclose the truth based on facts in a transparent and honest way, while continue to keep banks secrecy and confidentiality Upholding the truth in line with the bankers code of ethics Whole-heartedly carry out tasks and responsibilities Being open-minded in providing ideas and opinions A passion for the job and protecting the banks image

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

11

Peristiwa Penting
Significant Events

10-11.01.09 \
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto bersama Direksi dan Komisaris Bank DKI membuka Rapat Kerja dan Anggaran dan strategi Bank DKI Tahun 2009 di Lido Sukabumi. Vice Governor of DKI Jakarta, Prijanto, together with the Board of Directors and the Board of Commissioners of Bank DKI opened the 2009 Working, Budgetary & Strategy Meeting of Bank DKI at Lido, Sukabumi.

19.01.09 \
Penandatanganan perjanjian kerjasama dengan seluruh Koperasi di lingkungan SKPD/UKPD Pemprov DKI Jakarta. Signing of cooperation with all regional development cooperatives of the Provincial Government of DKI Jakarta.

27.01.09 \
Penandatanganan perjanjian kerjasama Bank DKI dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri tentang penyaluran kredit Pundi Monas melalui penempatan dana Yayasan Damandiri di Bank DKI. Signing of cooperation between Bank DKI and Dana Sejahtera Mandiri Foundation on the disbursement of Pundi Monas Credit through the placement of Damandiri Foundations fund at Bank DKI.

29.01.09 \
Menteri Dalam Negeri (Mardiyanto) (kanan) membuka Lokakarya Asbanda Peran Bank Pembangunan Daerah dalam rangka percepatan pembangunan daerah di Hotel Sultan Jakarta, 29 Januari 2009 disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzie Bowo (kiri), dan Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia selaku ketua Asbanda sekaligus dilakukannya Launching Kartu Pegawai Elektronik (KPE) bekerjasama dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara). The Minister of Internal Affairs, Mardiyanto (on the right) opened up Asbanda Workshop The Role of Regional Development Bank on the Acceleration of Regional Development at Sultan Hotel, Jakarta on 29 January 2009, witnessed by the Governor of DKI Jakarta Province, Fauzie Bowo (on the left) and Winny Erwindia, the President Director of Bank DKI and also Chairman of Asbanda. Through joint cooperation with BKN (Badan Kepegawaian Negara), Bank DKI also launched its Employee Electronic ID Card (KPE).

30.01.09 \
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan selamat kepada Direksi Bank DKI dalam acara Quick Win Reformasi Birokrasi Pelayanan Polda Metro Jaya. Saat itu juga diluncurkan pelayanan pembayaran STNK Online melalui ATM Bank DKI. The President of the Republic of Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, congratulated the Board of Directors of Bank DKI on the event of Quick Win Reformation on Bureaucratic Services at Polda Metro Jaya. Concurrently, the Bank also launched its online payment for Vehicle Registration (STNK) through Bank DKIs ATM.

12.02.09 \
Bank DKI menerima penghargaan sebagai tempat pembayaran pajak favorit kelima wilayah DKI Jakarta tahun 2008 pada acara penganugerahan Tax Awards Bank/Kantor Pos Favorit tempat pembayaran pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak. Bank DKI received award for being the fifth most favorite outlet for tax payment within DKI Jakarta area in 2008. The awards were presented by the Directorate General of Taxation on the inauguration of Tax Awards for the most favorite Bank or Postal Office tax payment outlet.

12

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

24.02.09 \
Penandatanganan naskah kesepahaman bersama antara Bank DKI dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang penyaluran Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari APBN dan penyaluran Biaya Operasional Pendidikan (BOP) dari APBD. Signing of the Memorandum of Understanding between Bank DKI and the Education Board of the Provincial Government of DKI Jakarta concerning the appropriation of the School Operating Expense (BOS) from the State Budget and the Education Operating Expense (BOP) from the Regional Budget.

25.02.09 \
Workshop Masyarakat Ekonomi Syariah. Sharia Economic Society Workshop.

28.02.09 \
Bank DKI membagikan hadiah emas murni total 1,5 kg kepada pemenang undian di Tabungan Monas untuk periode ke 2 Tahun IV/2009. Bank DKI presented a total of 1.5kg pure gold for winners of the Monas Savings prize draw in the 2nd period Year IV/2009.

5.03.09 \
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank DKI yang menetapkan Sukri Bey sebagai komisaris PT Bank DKI. The Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Bank DKI appointed Sukri Bey as Commissioner of PT Bank DKI.

13.03.09 \
Seminar Setengah Hari bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tema Mencegah dan Memberantas Korupsi di lingkungan BPD. A Half Day Seminar with the Anti Corruption Commission (KPK) under the theme of How to Prevent and Eradicate Corruption within the regioal development banks.

22.03.09 \
Malam Bakudapa dan Dialog Bersama antara Menteri Negara Perumahan Rakyat, Gubernur Sulawesi, bersama dengan Direktur Utama dan Direktur Pemasaran Bank DKI. Bakudapa Night and Dialogue between the Minister of Public Housing, Governor of Sulawesi Province and Bank DKI, which were represented by the President Director and Marketing Director.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

13

23.03.09 \
Penarikan Undian Tabungan Simpeda Periode ke 2 Tahun XIX di Manado. The drawing of Simpeda Savings lottery for 2nd Period of Year XIX in Manado.

23.03.09 \
Penandatanganan kerjasama antara Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia dengan Kementrian Negara Perumahan Rakyat di Manado. Signing of cooperation between Indonesian Regional Development Bank and the State Ministry of Public Housing in Manado.

11.04.09 \
Serah terima naskah Perjanjian Kerja Bersama antara Manajemen Bank DKI dengan Serikat Karyawan (Sekawan Bank DKI). Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam Peringatan HUT ke 48 Bank DKI. Handling over the manuscript of Working Agreement between the Management of Bank DKI with Labor Union (Sekawan Bank DKI). The assignment was held on the inauguration of 48th Anniversary of Bank DKI.

23.04.09 \
Bank DKI menerima penghargaan sebagai Bank Pembangunan Daerah Terbaik dalam Banking Effeciency Awards 2009 oleh Harian Bisnis Indonesia. Bank DKI received an appreciation as the Best Regional Development Bank on 2009 Banking Efficiency Awards, which was held by Harian Bisnis Indonesia Daily.

24.04.09 \
Penandatanganan Perjanjian kerjasama Pembiayaan Sindikasi Kredit Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia Asbanda - PLN Merah Putih senilai Rp4,7 trilliun disaksikan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, di Jakarta. Signing of cooperation for Financing the Syndicated Loan of the Indonesian Regional Development Bank, Asbanda and PLN Merah Putih for a total amount of Rp4.7 trillion, witnessed by the Minister of Finance of the Republic of Indonesia, Sri Mulyani, in Jakarta.

24.04.09 \
Penandatanganan kerjasama antara PT Artajasa Pembayaran Elektronis dengan PT Bank DKI dan beberapa BPD SI tentang pengelolaan BPD Net Online. Signing of cooperation between PT Artajasa Pembayaran Elektronis and PT Bank DKI and several other BPD SI in regards with the management of BPD Net Online.

14

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

28.04.09 \
Bank DKI menerima penghargaan sebagai 10 best bond issuer pada The Inaugural Indonesia Capital Markets Conference 2009 yang diselenggarakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia dan The Pinnacle Group Asia. Bank DKI received an award as the 10 Best Bond Issuer on the inaugural of 2009 Indonesia Capital Market Conference, which was held by PT Pemeringkat Efek Indonesia and The Pinnacle Group Asia.

7.05.09 \
Penandatanganan nota kesepahaman penjaminanan asuransi selama 5 tahun antara PT Bank DKI dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 di Jakarta. Signing of the Memorandum of Understanding for five year period between PT Bank DKI and PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia and PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 in Jakarta.

8.05.09 \
Rapat Umum Tahunan dan Rapat Umum Luar Biasa PT Bank DKI Tahun 2009 yang mengesahkan Laporan Tahunan Direksi dan Komisaris Bank DKI, penggunaan laba tahun buku 2008 serta pembagian tantiem dan bonus tahun 2008. The 2009 Extraordinary and Annual General Meeting of Shareholders had ratified the Annual Report from the Board of Directors and the Board of Commissioner of Bank DKI, the utilization of profit for fiscal year 2008 as well as the distribution of tantiem and bonus for the year 2008.

13.05.09 \
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S. Gultom (tengah) dan Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono (paling kiri) men-tap JakCard di turnstile simulasi halte busway saat mengunjungi Stand Bank DKI di Apconex 2009 (Asia Pacific Conference & Exhibition) di Jakarta. Senior Deputy Governor of Bank Indonesia, Miranda S.Gultom (in the middle) and Chairman of Perbanas, Sigit Pramono (on the left) was tapping JakCard on the turnstile simulation of busway shelter at the 2009 Apconex (Asia Pacific Conference & Exhibition) in Jakarta.

19.05.09 \
Penandatanganan Nota Kesepahaman Penjaminan electronic ticketing antara PT Kereta Api Indonesia Commuter dengan Bank DKI dan 4 bank lainnya di Stasiun Tanjung Barat, Depok. Signing of the Memorandum of Understanding of electronic ticketing warrant between PT Kereta Api Indonesia Commuter and Bank DKI, as well as the other four banks at Tanjung Barat Station, Depok.

9.06.09 \
Bank DKI meraih penghargaan sebagai 1st Best Overall Performance kategori Bank Regional dari Marketing Research Indonesia dan majalah InfoBank. Bank DKI received an accolades as the 1st Best Overall Performance on the category of Regional Bank from Marketing Research Indonesia and InfoBank Magazine.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

15

17.06.09 \
Bank DKI meresmikan Kantor Kas Bank DKI Badan Kepegawaian Negara di Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta. Bank DKI bersama Badan Kepegawaian Negara turut mengembangkan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) yang menggunakan platform JakCard. Bank DKI inaugurate Bank DKI Cash Offices at the State Employment Bureau at Jl. Letjen Sutoyo No. 12, Jakarta. Bank DKI, together with the State Employment Bureau continue to developed the Employee Electronic ID Card (KPE) that uses JakCard Platform.

3.07.09 \
Bank DKI memberikan hadiah sebanyak 2 unit mobil Daihatsu Xenia kepada pemenang undian sekaligus peresmian peningkatan status kantor Capem menjadi Cabang Walikota Jakarta Timur dan peresmian kantor Capem Pasar Induk Kramat Jati. Bank DKI present two unit of Daihatsu Xenia to the lottery winner. Concurrently, Bank DKI also inaugurate the increasing status of Services Branch to become East Jakarta City Hall Branch and the inauguration of Services Branch of Pasar Induk Kramat Jati.

17-20.07.09 \
Bank DKI turut berpartisipasi dalam Pekan Olahraga dan Seni Bank Pembangunan Daerah Indonesia ke VIII di Balikpapan Kaltim yang mempertandingkan 20 cabang olahraga dan seni. Bank DKI was participated in the VIII Sports and Arts Event of Indonesian Regional Development Bank in Balikpapan, East Kalimantan. The event was competing in 20 kinds of sports and arts activities.

18.07.09 \
Rapat koordinasi Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia tentang peningkatan peran perbankan syariah Bank Pembangunan Daerah di Balikpapan Kaltim yang turut dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D. Hadad. The President Director of Indonesian Regional Development Bank held a Coordination Meeting in regards with the increasing role of sharia banking of Regional Development Bank in Balikpapan, East Kalimantan. The event was attended by Deputy Governor of Bank Indonesia, Muliaman D. Hadad.

23.07.09 \
Wisuda lulusan Staff Development Program Bank DKI Angkatan 1 di Jakarta. Program SDP merupakan salah satu program pengembangan kualitas sumber daya manusia Bank DKI. The Graduation of 1st Generation of Staff Development Program of Bank DKI in Jakarta. The SDP Program was one of the program that has been undertaken in order to develop the quality of human resources at Bank DKI.

30.07.09 \
Bank DKI menerima penghargaan Golden Trophy sebagai Bank dengan kinerja sangat bagus lima tahun berturut- turut (2004-2008) dari majalah Infobank. Bank DKI received a Golden Trophy Awards as the Bank with excellence performance for five consecutive years (2004-2008). The award was presented by Infobank Magazines.

16

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

14.08.09 \
Bank DKI menerima penghargaan sebagai the Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing dari majalah Property & Bank. Bank DKI received an award for The Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing from Property & Bank magazine.

15.08.09 \
Bank DKI kembali bagikan hadiah emas murni kepada pemenang undian Tabungan Monas Periode I tahun V/2009. Bank DKI present a pure gold prizes to the lottery winner of Monas Savings for 1st Period of Year V/2009.

15.08.09 \
Bank DKI terima penghargaan sebagai The Most Expansive Financing untuk kategori unit usaha Syariah aset < Rp1 triliun dalam Islamic Finance Award, The Best Office Equipment, The Best Islamic Banking Quality Award dari Karim Business Consulting. Bank DKI received an Islamic Finance Award as The Most Expansive Financing on the category of sharia business units with less than Rp1 trillion assets, The Best Office Equipment, and The Best Islamic Banking Quality Award. These Awards was presented by Karim Business Consulting.

19.08.09 \
Penandatanganan MoU antara Bank DKI dengan Departemen Agama RI tentang penerimaan dan pembayaran biaya perjalanan ibadah haji. Signing of the MoU between Bank DKI and the Department of Religion of the Republic of Indonesia in regards with the payment for haji.

20.08.09 \
Penandatanganan MoU antara Pemerintah provinsi DKI Jakarta, KADIN DKI Jakarta & Bank DKI tentang pemasaran produk dan jasa penjaminan/ asuransi. Signing of the MoU between the Provincial Government of DKI Jakarta, KADIN DKI Jakarta & Bank DKI in regards with the marketing of insurance/warrant products and services.

21.08.09 \
Gubernur DKI Jakarta meresmikan gerai pajak di Senayan City dan Pondok Indah Mall. The Governor of DKI Jakarta officially opened the tax payment outlet at Senayan City and Pondok Indah Mall.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

17

22.08.09 \
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank DKI tahun 2009 yang memberhentikan dengan hormat Dewan Komisaris Periode 23 Agustus 2006 s/d 22 Agustus 2009 dan Pengangkatan Pejabat Sementara (Caretaker) Dr. Ir. Mara Oloan Siregar, M.Si sebagai Komisaris Utama, Ir. Hasan Basri Saleh, M.Sc sebagai Komisaris. The 2009 Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Bank DKI had honorably terminated the tenure of the Board of Commissioners for the Period of 23 August 2006 - 22 August 2009 and appointed several Caretaking Commissioners, who are Dr. Ir. Mara Oloan Siregar, M.Si as President Commissioner and Ir. Hasan Basri Saleh, M.Sc as Commissioner of the Bank.

2.09.09 \
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Dana Bergulir Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan antara Bank DKI dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. Signing of Cooperation for the Disbursement of the Revolving Fund for the Economic Empowerment of Village Communities with the Office of Cooperatives, MSME and Trade of DKI Jakarta.

8.09.09 \
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penjaminan Kredit Modal Kerja Pengadaan Barang/Jasa antara Perum Jamkrindo dengan PT Bank DKI. Signing of Cooperation for the Warranty of Capital Working Credit for procuring materials/services between Perum Jamkrindo and PT Bank DKI.

25.09.09 \
Peresmian Drive Thru Samsat Polda Metro Jaya yang dapat melayani pembayaran perpanjangan pajak kendaraan bermotor (PKB) atau perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Wajib pajak dapat melakukan pembayaran tersebut dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI. The inauguration of Samsat Drive Thru at Polda Metro Jaya that provides services for renewal of vehicles tax payment (PKB) or renewal of vehicles registration (STNK). The tax payments could be carried out through Bank DKIs ATM.

14.10.09 \
Bank DKI turut menandatangani komitmen bersama untuk meluncurkan produk TabunganKu dan jargon edukasi perbankan 3P (Pastikan Manfaatnya, Pahami Risikonya dan Perhatikan Biayanya) di Bank Indonesia. Bank DKI participated in the signing of a joint commitment to launch the Tabunganku (My Savings) product with the educative tagline of 3P (Be assured of the benefits, Understand the Risk and Mind the fees) at Bank Indonesia.

21.10.09 \
Bank DKI selenggarakan seminar Implikasi Acquit et de charge atas Kepengurusan dan Pengawasan Perusahaan di Lingkungan BUMD dalam forum komunikasi BUMD DKI Jakarta. Bank DKI conducted a seminar Acquit et de charge implication towards the Organization and Supervision of Companies within the BUMD (regionally-owned enterprise) environment under the Communication Forum of BUMD DKI Jakarta.

18

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

9. 11.09 \
Manajemen Bank DKI berkunjung ke dewan redaksi harian Warta Kota. The Management of Bank DKI conduct a working visit to the Editorial Board of Warta Kota daily.

13.12.09 \
Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia terpilih sebagai Tokoh Finansial Indonesia 2009 kategori Top Regional Banker oleh Majalah Investor pada Investor Awards 2009. President Director of Bank DKI, Winny Erwindia, was awarded as the 2009 Financial Figures in Indonesia in the Top Regional Banker Category. This award was presented by Investor Magazine on the event of 2009 Investor Awards.

14.12.09 \
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Sistem Pembayaran Elektronik pada Tiara Express antara Express Group dengan Bank DKI dan ujicoba Kartu Debit DKI. Signing of Working Agreement on the Electronic Payment System on Tiara Express Taxi between Express Group and Bank DKI, as well as test drive for DKI Debit Card.

Muhamad Irfandi (13 Januari 2006 - 14 Januari 2010) (13 January 2006 - 14 January 2010) Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta 16 Oktober 1959, menjabat sebagai Direktur Pemasaran Bank DKI sejak 13 Januari 2006. Meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Jayabaya, dan memulai karir sebagai karyawan Bank Dagang Negara (BDN). Saat BDN merger menjadi Bank Mandiri, diserahi amanah sebagai Pemimpin Cabang Padang Indarung. Selanjutnya di Bank Syariah Mandiri menjadi Pemimpin Cabang Utama Bandung, Corporate Secretariate, Region Manager Wilayah Sumatera Divisi Pembinaan Cabang, dan terakhir sebagai Wakil Kepala Divisi Treasury dan International. Sebagaimana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank DKI tanggal 14 Januari 2010, telah mengakhiri masa baktinya di Bank DKI. Indonesian Citizen, born in Jakarta on 16 October 1959, served as Marketing Director at Bank DKI since 13 January 2006. Obtained a Bachelors degree in Economics from Jayabaya University, and started his career as an employee of Bank Dagang Negara (BDN). When BDN was merged into Bank Mandiri, he became Head of the Padang Indarung Branch Office, and thereafter, Head of the Main Mandiri Sharia Branch Office in Bandung, Corporate Secretary, Regional Manager for Sumatra Region of the Branch Development Division, and last served as Deputy Head of Treasury and International Division. Based on the resolution of Bank DKIs Extraordinary General Meeting of Shareholders of 14 January 2010, his tenure at Bank DKI was terminated.

23.12.09 \
Bank DKI mendapatkan penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya dari Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) bersama Majalah SWA pada Corporate Governance Perception Index (CGPI). Bank DKI received the award for Trusted Company from the Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) and SWA Magazine based on the Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

19

Penghargaan
Awards

12.02.09 \

Menerima Tax Awards sebagai Tempat Pembayaran Pajak Favorit Kelima Wilayah DKI Jakarta tahun 2008 dari Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan RI. Received Tax Awards as The Fifth Favorite Outlet for Tax Payment within DKI Jakarta Area in 2008 from Directorate General of Tax - Finance Department of Republic of Indonesia.

23.04.09 \

Sebagai BPD terefesien dalam Banking Eficiency Award yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia dengan penilaian dan kriteria yang dilakukan oleh juri independen. Received an award as the most efficient BPD on Banking Efficiency Award which was held by Bisnis Indonesia Daily under criteria and assessment that is set by independent judges.

09.06.09 \

Sebagai 1st Best Overall Performance untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Infobank. Received award as 1st Best Overall Performance for services quality at the 2009 Banking Service Excellence Awards under category of Regional Bank which was judged by Marketing Research Indonesia and Infobank Magazine.

09.06.09 \

Sebagai 2nd Best Teller untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Infobank. Received award as 2nd Best Teller for services quality at the 2009 Banking Service Excellence Awards under category of Regional Bank which was judged by Marketing Research Indonesia and Infobank Magazine.

09.06.09 \

Sebagai 3rd Best Phone Handling untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Infobank. Received award as 3rd Best Phone Handling for services quality at the 2009 Banking Service Excellence Awards under category of Regional Bank which was judged by Marketing Research Indonesia and Infobank Magazine.

09.06.09 \

Sebagai 3rd Best Customer Service untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Infobank. Received award as 3rd Best Customer Service for services quality at the 2009 Banking Service Excellence Awards under category of Regional Bank which was judged by Marketing Research Indonesia and Infobank Magazine. .

09.06.09 \

Sebagai 2nd Best Satpam untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Infobank. Received award as 2nd Best Satpam for services quality at the 2009 Banking Service Excellence Awards under category of Regional Bank which was judged by Marketing Research Indonesia and Infobank Magazine.

30.07.09 \

Sebagai Bank Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Tahun 2008 dari Majalah Infobank. Received award as Bank with Excellent Financial Performance in 2008 from Infobank Magazine.

20

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

30.07.09 \

Mendapatkan Golden Trophy Awards Bank Berkinerja Sangat Bagus selama 5 tahun berturutturut mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 dari Majalah Infobank dalam InfoBank Award. Received Golden Trophy Awards as Bank with Excellent Performance for five consecutive years since 2004 until 2008. The award was presented by Infobank Magazine on the event of InfoBank Award.

14.08.09 \

Penghargaan sebagai BPD terbaik The Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing dari majalah Property & Bank. Received award as the Best BPD and The Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing from Property & Bank magazine.

23.12.09 \

Penghargaan sebagai perusahaan TERPERCAYA kategori non emiten non keuangan oleh Indonesian Institute Corporate Governance bersama Majalah SWA pada Indonesian Corporate Governance Awards. Received award as TRUSTED company of non issuer non financial category from the Indonesian Institute of Corporate Governance and SWA Magazine. The Award was presented on the event of Indonesian Corporate Governance Awards.

15.08.09 \

Penghargaan kepada Bank DKI Syariah sebagai The Most Expansive Financing untuk kategori UUS dengan modal dibawah Rp1 Triliun yang diberikan dalam Karim Finance Awards dari Karim Business Consulting. Bank DKI Syariah received award as The Most Expansive Financing for UUS category with less than Rp1 trillion of assets. The award was presented by Karim Business Consulting in the event of Karim Finance Awards.

15.08.09 \

Penghargaan kepada Bank DKI Syariah sebagai The Best Office Equipment Islamic Banking Quality Awards untuk kategori UUS dengan modal dibawah Rp1 Triliun yang diberikan dalam Karim Finance Awards dari Karim Business Consulting. Bank DKI Syariah received Islamic Banking Quality Award as The Best Office Equipment for UUS category with less than Rp1 trillion of assets. The award was presented by Karim Business Consulting in the event of Karim Finance Awards.

10.12.09 \ 10.12.09 \
Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia sebagai Top Finansial kategori Regional Banker dalam Penghargaan Tokoh Finansial Indonesia dari majalah Investor, dalam Investor Awards 2009. The President Director of Bank DKI, Winny Erwindia, received a nomination as Top Regional Banker on the appreciation for Indonesian Financial Figures. The award was presented by Investor Magazine on the event of 2009 Investor Award.

Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia menerima nominasi Top Regional Banker dalam Penghargaan Tokoh Finansial Indonesia dari majalah Investor , dalam Investor Awards 2009. The President Director of Bank DKI, Winny Erwindia, received a nomination as Top Regional Banker on the appreciation for Indonesian Financial Figures. The award was presented by Investor Magazine on the event of 2009 Investor Award.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

21

22

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Di tengah ketidakpastian yang sempat mewarnai sektor perbankan nasional sepanjang triwulan pertama 2009, Bank DKI mampu mengambil langkahlangkah antisipatif guna membentengi Perseroan dari dampak negatif krisis keuangan global.

Amid the uncertainties that had marked the national banking sector throughout the first quarter of 2009, Bank DKI took anticipative measures to safeguard the Bank against possible adverse effects of the global financial crisis.

mara Oloan Siregar

Komisaris Utama President Commissioner

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

23

Sambutan Dewan Komisaris


Message from the Board of Commissioner

Di tengah resesi ekonomi yang melanda banyak negara pada tahun 2009, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi positif saat mana berbagai negara di dunia mengalami kontraksi ekonomi. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 4,5% selama tahun 2009 sangatlah mencolok bila dibandingkan dengan pertumbuhan PDB di beberapa negara lainnya di Asia Tenggara yang pada umumnya mencatat pertumbuhan PDB di bawah 1,0% atau bahkan negatif. Selain pertumbuhan PDB yang positif, Indonesia juga mencatat berbagai indikator ekonomi utama lainnya yang menggembirakan. Tingkat suku bunga kebijakan (policy rate) Bank Indonesia diturunkan dari 9,5% menjadi 6,5% di akhir tahun; nilai tukar mata uang Rupiah menguat sebesar kurang lebih 15,7% terhadap Dolar Amerika sepanjang tahun; sementara tingkat inflasi tahunan mencapai tingkatnya yang terendah dalam satu dasawarsa terakhir, yaitu 2,8% selama tahun 2009. Berbagai perkembangan yang menggembirakan tersebut terutama dipicu oleh konsumsi pasar domestik Indonesia yang masih kuat dan tidak terlalu terpengaruh oleh resesi ekonomi dunia. Penyerapan barang dan jasa di pasar domestik Indonesia mampu menyumbangkan 70% lebih dari komponen PDB nasional, dan oleh karenanya dapat mengimbangi penurunan ekspor yang terjadi akibat pasar ekspor global yang lesu.

Amid the economic recession that affected scores of nations in 2009, Indonesia was able to post a positive economic growth at a time when many countries in the world experienced contracting economies. A Gross Domestic Product (GDP) of 4.5% in 2009 was in stark contrast to the GDP growth of several other Southeast Asian nations that in general posted a growth of less than 1.0% or even a negative growth.

In addition to the positive GDP growth, Indonesia also posted other key economic indicators that were encouraging. The policy rate of Bank Indonesia was reduced from 9.5% to 6.5% by years end; the currency exchange rate of the Rupiah strengthened by approximately 15.7% against the US Dollar; while the annual inflation rate was the lowest in the last decade, at 2.8% in 2009.

These encouraging developments were mainly driven by Indonesias domestic market consumption that had remained robust and resilient against the global economic recession. The absorption of goods and services in the domestic market contributed to more than 70% of the national GDP components, and therefore was more than sufficient to compensate for the decline in exports as a result of the weakening global export markets.

Penurunan ekspor Indonesia yang cukup tajam terimbangi oleh penurunan impor yang lebih tajam lagi, sehingga mengamankan neraca pembayaran maupun cadangan devisa nasional. Hal ini berdampak pada penguatan nilai mata uang Rupiah sebagaimana disebutkan di atas, beserta mengalirnya kembali modal asing ke Indonesia mulai kuartal kedua 2009 setelah sempat mengalir keluar saat memuncaknya krisis keuangan global di akhir tahun 2008. Dengan kembalinya modal asing ke investasi portofolio di Indonesia, pasar modal Indonesia yang sempat terpuruk sejak tahun 2008 kembali bergairah dan menutup tahun 2009 sebagai pasar modal dengan kinerja pertumbuhan indeks harga kedua terbaik diantara bursa-bursa Asia Pasifik.

The relatively sharp decline of Indonesias export was also compensated by an even sharper decline in imports, thus securing the countrys balance of payment and foreign currency reserves. This contributed to the strengthening of the Rupiah as referred to above, and the return of foreign capital to Indonesia starting from the second quarter of 2009, following the outflow during the peak of the global financial crisis at the end of 2008. With the return of foreign capital to portfolio investments in Indonesia, the Indonesia Stock Exchange recovered from its slump since 2008 to close the year 2009 with the second best performing market price index among Asia Pacifics bourses.

24

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Sejalan dengan semua itu, sektor perbankan nasional juga menunjukkan daya tahannya dari pengaruh krisis keuangan global. Pertumbuhan kredit perbankan selama tahun 2009 mencapai sekitar 9,95%, tumbuh dari Rp1.307,68 triliun di akhir tahun 2008 menjadi Rp1.437,93 triliun; sementara simpanan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 12,53% dari Rp1.753,3 triliun menjadi Rp1.973,04 triliun dalam kurun waktu yang sama.

In line with all this, the national banking sector also showed its resilience towards the effects of the global financial crisis. Total banking credit rose by 9.95% in 2009, growing from Rp1,307.68 trillion at year-end 2008 to Rp1,437.93 trillion; whereas total third party deposits grew by 12.53% from Rp1,753.3 trillion to Rp1,973.04 trillion over the same period.

Pencapaian Sasaran Kerja


Di tengah ketidakpastian yang sempat mewarnai sektor perbankan nasional sepanjang triwulan pertama 2009, Bank DKI mampu mengambil langkah-langkah antisipatif guna membentengi Perseroan dari dampak negatif krisis keuangan global. Beberapa langkah ini berhasil memastikan Bank DKI tetap berada di jalur pengembangan yang telah ditetapkan, sehingga mampu mempertahankan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dalam kondisi usaha yang sulit sekalipun. Direksi Bank DKI telah menyampaikan laporan hasil-hasil usaha dan kondisi keuangan Perseroan selama tahun buku 2009 kepada Dewan Komisaris Perseroan, yang saat ini terdiri dari seorang Komisaris yang telah ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan dua orang Komisaris, termasuk Komisaris Utama, yang saat ini berperan sebagai Pejabat Komisaris Sementara (Caretaker Commissioner). Komisaris Utama dan anggota Komisaris Independen yang definitif akan ditunjuk oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan berikutnya. Laporan Direksi tersebut menunjukkan pencapaian kinerja Perseroan yang pada umumnya telah sesuai dengan Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan yang disepakati sebelumnya antara Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Dewan Komisaris menilai bahwa pencapaian sasaran tersebut berhasil diupayakan untuk pos laba bersih Perseroan, selain juga pos-pos penting lainnya seperti pendapatan bunga bersih, marjin bunga bersih, pertumbuhan kredit, pertumbuhan simpanan dana pihak ketiga hingga rasio-rasio kredit bermasalah dan kecukupan modal.

Achieving Business Targets


Amid the uncertainties that had marked the national banking sector throughout the first quarter of 2009, Bank DKI took anticipative measures to safeguard the Bank against possible adverse effects of the global financial crisis. These measures succeeded in keeping Bank DKI on track to pursue its stipulated growth target, in order to maintain sustainable growth even in the most difficult of times.

The Board of Directors of Bank DKI has presented the results of operations and financial condition of the Bank for the financial year 2009 to the Board of Commissioners, which currently comprises of a serving Commissioner that was appointed by the General Meeting of Shareholders, and two Commissioners, including the President Commissioners, who are currently serving as temporary Acting Commissioner (Caretaker Commissioner). The definitive President Commissioner and Independent Commissioner will be appointed at the next General Meeting of Shareholders of the Bank. The Report of the Board of Directors indicates a performance that has generally met the Banks Budget and Business Plan that have been previously agreed to between the Board of Commissioners and the Board of Directors. The Board of Commissioners is of the opinion that the Bank achieved its target for profitability as well as for other key indicators such as net interest income, net interest margin, credit growth, third party deposit growth, and ratios on non performing loans and capital adequacy.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

25

Pada tahun 2009, Bank DKI mencatat laba bersih sebesar Rp141 miliar, dan pendapatan bunga bersih sebesar Rp802 miliar atas pencapaian marjin bunga bersih rata-rata sebesar 6,14% sepanjang tahun 2009. Pertumbuhan jumlah kredit yang diberikan dapat dijaga pada tingkat yang selaras dengan faktor risiko perkreditan bank yang berlaku pada tahun laporan, yaitu tumbuh sebesar 8,36% menjadi Rp6.770 miliar di akhir tahun 2009; sementara pertumbuhan jumlah simpanan dana pihak ketiga dapat diupayakan lebih tinggi, yaitu sebesar 26,40% dari Rp9.678 miliar menjadi Rp12.234 miliar. Sementara itu, hingga akhir tahun 2009, rasio kredit bermasalah nett adalah 2,05% dan CAR dengan perhitungan risiko kredit berada pada tingkat 15,13%, keduanya sesuai dengan batas-batas ketentuan yang berlaku.

In 2009, Bank DKI posted a net income of Rp141 billion, and net interest income of Rp802 billion on the achievement of an average net interest margin of 6.14% in 2009. The growth of total outstanding credit was maintained at a level that is commensurate with the credit risk factors that had prevailed in the year under review, which was a growth of 8.36% to Rp6,770 billion as at year-end 2009; whereas growth of thirdparty deposits could be achieved higher, reaching 26.40% from Rp9,678 billion to Rp12,234 billion. Meanwhile, as at year-end 2009, the net non performing loans (NPL) ratio was 2.05% and the credit risk weighted CAR was 15.13%, both ratios well within the statutory requirements.

Pergantian Dewan Komisaris dan Komposisi Direksi Perseroan


Keputusan Pemegang Saham Pengendali sebagaimana tertuang dalam keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tertanggal 21 Agustus 2009, Perseroan tidak memperpanjang masa jabatan tiga anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya berakhir pada saat penutupan RUPSLB tersebut. Keputusan RUPSLB tanggal 14 Januari 2010 tidak memperpanjang jabatan Direktur Pemasaran Perseroan. Berkaitan dengan tidak dilanjutkannya masa bakti Dewan Komisaris yang lama, maka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku seluruh Komite di bawah Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Pemantauan Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi telah jatuh tempo masa kerjanya. Sebagai gantinya, RUPSLB tersebut melanjutkan masa jabatan seorang Komisaris, Sdr. Sukri Bey, dan menunjuk dua orang, yaitu Sdr. Hasan Basri Saleh sebagai Pejabat Sementara Komisaris dan saya sendiri sebagai Pejabat Sementara Komisaris Utama. Sedangkan RUPSLB tanggal 14 Januari 2010 menetapkan seluruh anggota Direksi Perseroan selain Direktur Pemasaran, untuk tetap menjalankan tanggung jawab kepengurusan Perseroan sampai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang berikutnya.

Changes in the Board of Commissioners and Composition of the Board of Directors


The decision of the Controlling Shareholders pursuant to the resolutions of the Extraordinary General Meeting of Shareholders on 21 August 2009, the Bank did not extend the tenures of the three members of the Board of Commissioners whose tenures end upon the adjournment of said EGMS. The resolution of the EGMS of 14 January 2010, did nor extend the tenure of the Marketing Director of the Bank. In connection with the dissolution of the previous Board of Commissioners, pursuant to the prevailing laws and regulations, all of the Committees under the Board of Commissioners, namely the Audit Committee, the Risk Monitoring Committee and the Nomination and Remuneration Committee have ended their respective service period. In exchange, the said EGMS decided to extend the tenure of one Commissioner, Mr. Sukri Bey, and appointed Mr. Hasan Basri Saleh as a Temporary Caretaking Commissioner, and myself, as a Temporary Caretaking President Commissioner. Meanwhile the EGMS of 14 January 2010 resolved to retain all members of the Board of Directors with the exception of the Marketing Director to undertake the management of the Bank until the resolutions of the next General Meeting of Shareholders.

26

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Bank DKI berencana akan menunjuk anggota Dewan Komisaris tetap pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya serta membentuk Komite-Komite tersebut dalam waktu yang secepat-cepatnya. Karena kekosongan Komite-Komite Dewan Komisaris saat Laporan Tahunan ini diterbitkan, maka Bank DKI tidak dapat menyertai Laporan Komite-Komite Dewan Komisaris secara khusus pada Laporan Tahunan Perseroan kali ini.

Bank DKI plans to appoint permanent members of the Board of Commissioners at the next General Meeting of Shareholders and establish the Committees as quickly as possible. Because of the vacuum of the Committees at the time of publication of this Annual Report, Bank DKI could not include the official reports of the various Committees of the Board of Commissioners in this Annual Report.

Penutup
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada seluruh stakeholder atas kepercayaan dan dukungannya selama ini, khususnya kepada mitra dan nasabah, otoritas Bank Indonesia, dan Bapepam-LK serta Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan PD Pasar Jaya selaku pemegang saham. Semoga Allah SWT memberkati upaya kita bersama untuk meraih pertumbuhan yang berkesinambungan bagi Bank DKI dan segenap pemangku kepentingan di tahun-tahun mendatang.

Closing
In closing, we extend our highest appreciation to all stakeholders for their continuing trust and support, especially to business partners and customers, Bank Indonesia Authorities, and Bapepam-LK and the Provincial Government of the Special District of the Capital City of Jakarta and PD Pasar Jaya as shareholders. May God Almighty provide His blessings for the continuing growth of Bank DKI and all of its shareholders in the years to come.

Mara Oloan Siregar Komisaris Utama President Commissioner

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

27

28

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Sukri Bey
Komisaris Commissioner

Hasan Basri Saleh


Komisaris Commissioner

Mara Oloan Siregar


Komisaris Utama President Commissioner

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

29

Profil Dewan Komisaris


Profile the Board of Commissioner

Mara Oloan Siregar


Komisaris Utama (Caretaker) Warga Negara Indonesia, 52 tahun. Menjabat sebagai Komisaris Utama (Caretaker) Perseroan sejak 21 Agustus 2009. Menjadi Asisten Perekonomian dan Administrasi Sekda Provinsi DKI Jakarta sejak April 2008 sampai dengan sekarang. Merangkap sebagai Plt. Walikota Jakarta Selatan (September Desember 2008), Plt. Direktur Utama PD. Pasar Jaya (2009), juga sebagai anggota Komisaris PT. Pembangunan Jaya Ancol sejak 2008. Jabatan yang pernah diemban diantaranya adalah Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta (2006 - 2007), Kepala BPM Provinsi DKI Jakarta (2005), Wakil Bupati Administrasi Kepulauan Seribu (2005), Sekretaris Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu (2003), Kepala Bapeda Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu (2001), Sekretaris Bappekodya Jakarta Utara (2001), Kepala Seksi Tata Ruang & Tata Guna Tanah Bidang Fisik dan Prasarana Bapeda Provinsi DKI Jakarta (1996), Kepala Seksi Fisik & Prasarana Bidang Penelitian Bapeda DKI Jakarta (1992) dan Kepala Seksi Tata Kota Kecamatan Kepulauan Seribu Sudin Tata Kota Jakarta Utara (1990). Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis. Tidak kurang dari 20 jenis pelatihan dan seminar yang pernah dijalani, diantaranya adalah Seminar Pembangunan Daerah dalam rangka Pembangunan Jangka Selain berpartisipasi dalam beberapa seminar, juga memiliki pengalaman sebagai penyaji seminar, lokakarya dan diskusi tingkat nasional mengenai wawasan manajemen pemerintahan umum dan daerah. Juga berpengalaman menuangkan pokokpokok pikiran strategis politik dalam negeri seperti menjadi kontributor untuk majalah Regom (Reinventing Government) sejak tahun 1998 - 2001. Meraih gelar Sarjana Teknik bidang Planologi dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1983, Magister ilmu Lingkungan dari Universitas Indonesia pada tahun 1994 dan gelar Doktor bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Indonesia pada tahun 2007. Panjang (1992), Introduction to Big Principles and Application (1992), Lokakarya Critical Success Factor (1993), Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan (1994), Pengembangan Wawasan Staf Bappeda DKI Jakarta (1995), Seminar Nasional Kemitraan dan Sinkronisasi Investasi dalam Pembangunan Berwawasan Lingkungan (1996), Seminar Nasional Reformasi Hubungan Pusat-Daerah Menuju Indonesia Baru (1999), Seminar Nasional Pemikiran Perencanaan dalam Era Transportasi 42 Tahun Pendidikan Planologi di Indonesia (2001), dan The 14th Annual Meeting G15 Federation of Chambers of Commerce (2007).

30

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Mara Oloan Siregar


President Commissioner (Caretaker) Indonesian national, 52 years of age . Appointed as President Commissioner (Caretaker) on 21 August 2009. Currently Assistant for Economics and Administration of the Regional Secretary of the DKI Jakarta Province since April 2008. Concurrently serving as Acting Mayor of South Jakarta (September Desember 2008), Acting President Director of PD. Pasar Jaya (2009), and Commissioner of PT Pembangunan Jaya Ancol since 2008. Previous positions had included serving as Head of the Cooperatives and SME Office of the DKI Jakarta Province (2006 - 2007), Head of BPM DKI Jakarta Province (2005), Vice Regent of the Kepulauan Seribu Administrative Regency (2005), Secretary of the Kepulauan Seribu Administrative Regency (2003), Head of Planning and Development of the Kepulauan Seribu Administrative Regency (2001), Secretary of Bappekodya North Jakarta (2001), Section Head of Town Planning & Land Use for Building and Infrastructure of the Regional Planning Board, DKI Jakarta (1996), Section Head of Building and Infrastructure Research of the Regional Planning and Development Board, DKI Jakarta (1992) and Section Head of Town Planning of the Kepulauan Seribu Regency, North Jakarta Town Planning Office (1990). He earned an Engineering degree in Planology from the Throughout his career he underwent numerous educational and traning courses. No less than 20 trainings and seminars were attended, including the Seminar on Regional Development in the Framework of Long Term Development (1992), Introduction Bandung Institute of Technology in 1983, Masters degree in Environmental Science from the University of Indonesia in 1994 and a Doctorate degree in Public Administration from the University of Indonesia in 2007. In addition to participating in various seminars, he also has an experience as a speaker in several seminars, workshops and discussion at the national level on various issues pertaining to public management both at central and regional levels. He is also experienced in formulating strategic ideas concerning domestic politics, including being a contributor to Regom (Reinventing Government) magazine,1998 - 2001. to Big Principles and Application (1992), workshop on Critical Success Factor (1993), National Coordination Meeting on the Management of Natural Environment and Sustainable Development (1994), Broadening the perspectives of the Bappeda Staff of DKI Jakarta (1995), the National Seminar on Investment Partnership and Synchronization in the environmentally friendly development (1996), the National Seminar on the reformation of State and Regional Relations Towards a New Indonesia (1999), the National Seminar on the Thinking and Planing in the Era of Transportation: 42 Years of Planology Education in Indonesia (2001), and The 14th Annual Meeting G15 Federation of Chambers of Commerce (2007).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

31

Sukri Bey
Komisaris Warga Negara Indonesia, 56 tahun, Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 5 Maret 2009. Sejak Desember 2008 menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta (sampai sekarang). Jabatan yang pernah dipegang diantaranya Asisten Keuangan Sekretaris Daerah, Kepala Badan Penanaman Modal & Pendayagunaan Kekayaan Usaha Daerah (2006 - 2008), Kepala Dinas Koperasi & Usaha Kecil - Menengah (2004 - 2006), Kepala Biro Administrasi Perekonomian (2001 - 2004), Wakil Kepala Badan Pengelola Perparkiran (1998 - 2001). Selain beberapa pengalaman di atas, pada periode 2002 - 2004 pernah menjadi Komisaris pada PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Food Station Cipinang serta Sekretaris Badan Pengawas pada PD. Pasar Jaya, PD. PAM Jaya dan PD. Dharma jaya. Sedangkan pengalaman spesifik yang pernah dilakukan adalah melakukan grouping atau pembentukan Sub Holding terhadap BUMD dan mengatur standarisasi gaji bagi Dewan Komisaris dan Direksi BUMD.

Sukri Bey
Commissioner Indonesian national, 56 years of age . Appointed as Commissioner of the Bank on 5 March 2009. Concurrently serving as Head of the Regional Financial Management Board of the DKI Jakarta Province since December 2008. Previous positions had included the Assistant to the Regional Financial Secretary, Head of the Investment & Management of Regional Business Resources Board (2006 - 2008), Head of the Cooperatives & SME Office (2004 - 2006), Head of the Economic Administration Bureau (2001 - 2004), Deputy Head of Parking Lot Management (1998 - 2001). In addition to the above positions, between 2002-2004 served as Commissioner of PT Pembangunan Jaya Ancol and PT Food Station Cipinang as well as Secretary to the Supervisory Board of PD. Pasar Jaya, PD. PAM Jaya and PD. Dharma jaya. Whereas certain specific responsibilities include leading the grouping and formation of the Sub Holding Company of the Regionaly-Owned Enterprise (BUMD) and helped formulate the remuneration standardization for the Board of Commissioners and the Board of Directors of BUMD.

Selama perjalanan karirnya banyak mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis, diantaranya Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Dasar (1987), Sistem Manajemen Proyek (1990). Pendidikan Latihan Sekolah Administrasi tingkat lanjutan (1990), Diklat Staf dan Pimpinan Administrasi Pertama (1998), Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan tingkat II (2003). Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1982, gelar Pasca Sarjana di bidang Manajemen Pemasaran dari STIE IPWI pada tahun 1997 dan gelar Pasca Sarjana di bidang Manajemen dari Universitas Krisnadwipayana pada tahun 2008.

Throughout his career, he underwent numerous training and educational courses, including Leadership Training on Basic Level Administration (1987), Project Management System (1990). Training on Advanced Public Administration (1990), Administration Staff and Leaders Training (1998), The Second Administration Staff and Leaders Training (2003). He earned a degree in Economics from the Indonesian Christian University in 1982, Post-Graduate degree in Marketing Management from STIE IPWI in1997 and another Post-Graduate degree in Management from Krisnadwipayana University in 2008.

32

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Hasan Basri Saleh


Komisaris (Caretaker) Warga Negara Indonesia, 52 tahun, Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak 21 Agustus 2009. Saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Provinsi DKI Jakarta (2009), Jabatan sebelumnya Kepala BPM &PKUD (Badan Penanaman Modal dan Pendayagunaan Kekayaan Usaha Daerah), Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setda Provinsi DKI Jakarta (2006), Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Kota LH Bappeda Provinsi DKI Jakarta (2004), Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan Bappeda Provinsi DKI Jakarta (2003), Kasubbid Perhubungan bidang SPKLH Bapeda (2002), Kepala Seksi Perhubungan Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Provinsi DKI Jakarta (2001), Kepala Seksi Angkutan Barang, DIT LLAK (Direktorat Lalu Lintas & Angkutan Kota), Ditjen Perhubungan Darat (1993). Perjalanan karirnya, diawali dengan menjadi Konsultan Manajemen dalam menangani proyek-proyek mulai tahun 1983 - 1990, kemudian dari tahun 1991 - 1993, sebagai staf pada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kota pada Ditjen Perhubungan Darat dan anggota Tim dalam penyusunan dan negosiasi High Way Sector Loan dari IBRD (World Bank). Selain itu, menjadi Ketua Pelaksana Joint Working Group Penyusunan Basic Design MRT Blok M-Kota 1995/1996 dan menjadi Penasehat Ketua Bappeda dalam bidang Prasarana serta Ketua Tim Penyusunan sistem busway untuk penerapan di Jakarta yang bekerjasama dengan GTZ Jerman (1997 - 1999), serta sebagai tim Collaborative Study Committee For Urban Railways In Asia. Pengalaman tersebut ditunjang dengan pengalamannya dalam mengikuti berbagai studi banding di luar negeri seperti studi banding system monorail di Cina, Korea dan Jepang (2005), Studi Banding pembangunan dan pengoperasian busway di Frankfurt, London, Curitiba dan Sao Paolo (1999), Studi Banding sistem operasi dan kinerja MRT di Singapore, Hong Kong dan Tokyo (1996), Road Safety Engineering (AIP) Course di Notting Ham Forest, Inggris (1993), Training Course untuk sistem operasi dan manajemen Light Rail Transit di enam kota besar di Jerman (1992) dan JICA training course in Train Operation and Management di Toyo dan Osaka Jepang (1991). Pencapaian lain yang bisa dicatat adalah pengalamannya menjadi nara sumber dan pembicara dalam berbagai seminar dan workshop sejak tahun 1992. Management di Toyo dan Osaka Jepang (1991). Mendapatkan gelar Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1983 dan Pasca Sarjana Bidang Sistem dan Teknis Jalan Raya Institut Teknologi Bandung tahun 1988.

Hasan Basri Saleh


Commissioner (Caretaker) Indonesian national, 52 years of age . Appointed as Commissioner of the Bank on 21 August 2009. Concurrently, serving as Head of the Investment and Promotion Board of DKI Jakarta Province (2009). Previous positions had included Head of Head of the Investment & Management of Regional Business Resources Board, Head of Economic Administration Bureau of the Regional Secretariate of DKI Jakarta Province (2006), Section Head of City Facilities and Infrastructure of Bappeda of DKI Jakarta Province (2004), Head of Research and Development of Bappeda of DKI Jakarta Province (2003), Head of Sub-Section Transportation of SPKLH Bappeda (2002), Head of Transportation Falicities and Infrastructure of Bappeda of DKI Jakarta Province (2001), Section Head on Cargo Transportation, DIT LLAK (Directorate of Traffic & City Transport), Directorate General of Land Transportation (1993). His career began as a Management Consultant in various project between 1983-1990, thereafter from 1991-1993, as a staff at the Directorate of Traffic and City Transport in the Directorate General of Land Transportation and Team member in the formulation and negotiation for the High Way Sector Loan from IBRD (World Bank). In addition, he served as Managing Head of the Joint Working Group for the Formulation of the Basic Design of MRT Blok M-Kota 1995/1996 and Advisor to the Chairman of Bappeda in the field of Infrastructure, and Head of Formulating Team for the Busway System in Jakarta in cooperation with GTZ Germany (1997 - 1999), and as part of the Team for the Collaborative Study Committee For Urban Railways In Asia. These experiences were augmented by his participation in various comparative studies undertaken overseas including the monorail system in China, Korea and Japan (2005), comparative studies on the development and operating busways in Frankfurt, London, Curitiba and Sao Paolo (1999), Comparative studies on MRT operating systems and performances in Singapore, Hong Kong and Tokyo (1996), Road Safety Engineering (AIP) Course in Notting Ham Forest, Inggris (1993), Training Course for the operating and management system of Light Rail Transit in six major cities of Germany (1992) and JICA training course in Train Operation and Management in Toyo and Osaka, Japan (1991). Other notable achievements included acting as moderator and speaker in various seminars and workshops since 1992. Management in Toyo and Osaka, Japan (1991). He earned a degree in Civil Engineering from the Bandung Institute of Technology in 1983 and a Masters degree in Highway Systems and Technology from the same Institute in 1988.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

33

34

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Jumlah aktiva hingga akhir tahun 2009 mencapai Rp15.431,1 miliar, meningkat sebesar 13,24% dari Rp13.547,2 miliar pada tahun 2008. Sedangkan ekuitas meningkat 11,70% menjadi Rp906.8 miliar di akhir tahun laporan.

Total assets as at year-end 2009 reached Rp15,431.1 billion, an increase of 13.24% from Rp13,547.2 billion at year-end 2008. Whereas total stockholders equity increased by 11.70% to Rp906.8 billion as at the end of the year in review.

Winny Erwindia
Direktur Utama President Director

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

35

Laporan Direksi

Message from the Board of Director

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, perkenankan kami menyampaikan pokok-pokok pencapaian dan hasil usaha PT Bank DKI selama setahun yang berakhir 31 Desember 2009. Bank DKI mencatatkan laba bersih sebesar Rp140,7 miliar dengan pendapatan bunga bersih sebesar Rp802,3 miliar pada tahun 2009, masing-masing meningkat sebesar 21,55% dan 19,35%, dari Rp116,4 miliar di tahun 2009 dan Rp672,4 miliar pada tahun 2008. Gejolak pasar modal dan sektor keuangan dunia di akhir tahun 2008 memberi dampak yang tidak kecil terhadap kondisi perbankan nasional pada awal tahun 2009, antara lain ditandai oleh pengetatan likuiditas, penurunan nilai tukar Rupiah secara tajam, peningkatan suku bunga bank, selain juga risiko kredit perbankan yang meningkat. Menghadapi kondisi ini, Bank DKI mengambil langkah-langkah antisipatif terhadap kemungkinan Perseroan terkena dampak krisis. Dua langkah yang menurut hemat kami paling kunci adalah (i) membatasi pemberian kredit baru guna menurunkan paparan risiko kredit sekecil mungkin, dan (ii) meningkatkan kegiatan pendanaan untuk mengamankan posisi likuiditas Bank. Berkat strategi itu, Bank DKI mengayunkan langkahnya dengan pasti sepanjang tahun 2009, meredam potensi dampak krisis terhadap kelancaran usaha Bank, mengamankan aktiva produktif dari risiko kredit yang meningkat, mengupayakan pertumbuhan yang berkelanjutan, serta mengembangkan sumber daya yang memadai dalam rangka memastikan masa depan Perseroan. Bank DKI berhasil mencapai sebagian besar sasaran usaha yang telah ditetapkan di tahun 2009, termasuk pertumbuhan kredit, simpanan dana pihak ketiga dan laba bersih Perseroan. Berbagai pencapaian tersebut memberi keyakinan kepada segenap jajaran Bank DKI bahwa transformasi usaha yang telah bergulir sejak tiga tahun yang lalu mulai membuahkan hasil. Pendapatan bunga, termasuk provisi dan komisi, meningkat sebesar 16,57% dari Rp1.425,0 miliar di tahun 2008 menjadi Rp1.661,2 miliar pada tahun 2009, mencerminkan fondasi Bank DKI yang semakin kokoh dalam kondisi yang sulit sekalipun. Jumlah kredit yang diberikan meningkat sebesar 8,36% menjadi Rp6.769,8 miliar di akhir tahun 2009, dari Rp6.247,5 miliar di tahun 2008. Namun demikian, jumlah simpanan dana pihak

With praises to God Almighty, we are pleased to present the highlights of the results of operations of PT Bank DKI for the year ending 31 December 2009.

Bank DKI posted a net profit of Rp140.7 billion with a net interest income of Rp802.3 billion in 2009, an increase of 21.55% and 19.35% from Rp116.4 billion and Rp672.4 billion, respectively, in 2008.

The volatile global financial sector and capital markets at the end of 2008 had a considerable impact on the condition of the national banking sector in early 2009, which was marked among other things by the liquidity crunch, a sharp decline of the Rupiah exchange rate, and increasing bank interest rate in addition to the growing bank credit risk. In the face of these conditions, Bank DKI took anticipatory measures against the possibility that the Bank might be affected by the crisis. Two critical measures in our opinion were (i) limiting the disbursement of new credit in order to reduce credit risk exposure to the minimum, and (ii) increasing funding activities in order to safeguard the Banks liquidity position. Supported by this strategy, Bank DKI strode confidently throughout 2009, mitigating any potential impact of the crisis on the viability of the Banks businesses, protecting earning assets from the growing credit risk, striving for sustainable growth, and developing adequate resources in order to ensure the future of the Bank.

Bank DKI achieved most of its business targets for 2009, including the growth of credit, third party funds, and net profit of the Bank. These achievements brought confidence to the rank-and-file of Bank DKI that the transformation efforts that have been in progress over the past three years are starting to bear fruits. Interest income, including provision and commission, increased by 16.57% from Rp1,425.0 billion in 2008 to Rp1,661.2 billion in 2009, reflecting the foundations of Bank DKI that are more sturdy even during the most challenging times. The total outstanding credit increased by 8.36% to Rp6,769.8 billion as at year-end 2009, from Rp6,247.5 billion in 2008. However, the total amount of third party deposits rose higher

36

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

ketiga meningkat lebih tinggi lagi yaitu sebesar 26,40% menjadi Rp12.234 miliar di akhir tahun 2009. Perkembangan ini membawa Rasio Pinjaman terhadap Simpanan (LDR) ke tingkat 57,25% di akhir tahun 2009, menurun dari 66,98% di akhir tahun 2008. Jumlah aktiva hingga akhir tahun 2009 mencapai Rp15.431,1 miliar, meningkat sebesar 13,24% dari Rp13.547,2 miliar pada tahun 2008. Sedangkan ekuitas meningkat 11,70% menjadi Rp906.8 miliar di akhir tahun laporan.

by 26.40% to Rp12,234 billion as at year-end 2009. This brought the Loan to Deposit Ratio (LDR) to 57.25% at year-end 2009, declining slightly from 66.98% at year-end 2008.

Total assets as at year-end 2009 reached Rp15,431.1 billion, an increase of 13.24% from Rp13,547.2 billion at year-end 2008. Whereas total stockholders equity increased by 11.70% to Rp906.8 billion as at the end of the year in review.

Tetap Fokus pada Empat Segmen Utama


Sepanjang tahun 2009, Bank DKI kian memfokuskan kegiatan usahanya pada empat segmen utama yang memberi peluang pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, yaitu: (i) segmen perbankan konsumer; (ii) segmen perbankan komersial (iii) segmen perbankan Mortgage & Housing dan UKM serta (iv) segmen perbankan syariah. Segmen perbankan konsumer memberikan Bank DKI niche market berupa guru yang berjumlah lebih dari 200.000 nasabah, pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah lebih dari 100.000 orang selain pengembangan produk JakCard yang berkesinambungan, antara lain sebagai alat bayar Busway, kartu bayar pada jaringan Indomaret, dan nantinya dapat dipergunakan untuk pembayaran tiket transportasi di Kereta Api Listrik yang menghubungkan Jakarta dengan beberapa kota satelitnya. Ke depan, JakCard akan dapat digunakan sebagai alat pembayaran semua moda transportasi se-DKI-Jaya. Dari segi pemberian kredit, segmen konsumer mempunyai portofolio tertinggi dibanding segmen lainnya atau sebesar 60,87% dari total portofolio kredit. Segmen perbankan komersial menitikberatkan pada pembiayaan sektor pekerjaan umum dan pengembangan infrastruktur, khususnya di wilayah DKI Jaya, merupakan bisnis inti Bank DKI sebagai Bank Pembangunan Daerah. Hingga akhir tahun 2009, segmen perbankan ini memberi kontribusi pendapatan yang cukup besar. Portofolio segmen komersial mencapai 19,16% dari total portofolio kredit selama tahun 2009. Memasuki tahun 2010, Bank DKI menyambut baik peluang pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan Pemerintah, antara lain melalui pola pengembangan Public Private Partnership. Segmen Mortgage & Housing memfokuskan pada pembiayaan Kredit Perumahan Rakyat baik primary house maupun secondary mortage serta kredit program kerjasama dengan berbagai lembaga. Selain itu, juga melayani sektor Usaha Mikro,

Remaining Focused on Four Key Segments


Throughout 2009, Bank DKI focused its business activities on the four key segments that provide the Bank with longterm growth opportunities that are sustainable, namely: (i) the consumer banking segment; (ii) the commercial banking segment; (iii) Mortgage & Housing and SME banking segment; and (iv) sharia banking segment. The consumer banking segment provides Bank DKI with a niche market in the form of teachers numbering more than 200,000 customers, employees of the Provincial Government of DKI Jakarta numbering more than 100,000 customers, in addition to the continuing development of the JakCard product as payment tool for the Busway transportation system, debit card in the Indomaret retail chain, and eventually as a ticketing payment system for the Commuter Train connecting Jakarta and its satellite towns. Going forward, JakCard will be used as the payment card for all modes of transportation in the capital city of Jakarta. In terms of credit, the consumer segment holds the largest portfolios compared to other segments, accounting for 60.87% of the Banks total loans portfolio. The commercial banking segment emphasizes on lending to the public works sector and infrastructure development, especially in the Greater Jakarta Metropolitan Area, representing the core business of Bank DKI as a Regional Development Bank. As of year-end 2009, this banking segment generated a significant contribution to earnings. The commercial banking portfolio accounted for 19.16% of the Banks total loans portfolio in 2009. Entering the year 2010, Bank DKI welcomes the efforts by the Government to boost infrastructure development, among other things through the Public Private Partnership development scheme. The Mortgage & Housing segment focused on providing Public Housing Credit, whether primary or secondary mortgages as well as program credits with the cooperation of several institutions. In addition to mortgages, this segment also serves the Micro, Small

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

37

Kecil dan Menengah (UMKM) dan merupakan wujud komitmen Bank DKI dalam mendukung program pembangunan DKI Jaya yang juga mencakup upaya pemberdayaan perekonomian masyarakat melalui pengembangan sektor UMKM. Total portofolio mortgage termasuk UKM menyumbangkan 10,60% dari total portofolio kredit Bank DKI. Dan sebagai wujud nyata pelayanan kepada sektor UMKM, di awal tahun 2010 Bank DKI membentuk Grup UMKM yang nantinya juga menangani Kredit Usaha Rakyat yang pendanaannya berasal dari Pemerintah RI. Segmen perbankan syariah melayani kebutuhan masyarakat akan manfaat pelayanan perbankan yang berbasiskan syariah Islam, sekaligus juga mengisi salah satu segmen perbankan yang tumbuh secara pesat dalam beberapa tahun ini dan menyumbangkan 9,37% dari total portofolio kredit Bank DKI.

and Medium Size Enterprise (MSME) market and constitutes the commitment of Bank DKI to support the development programs of DKI Jaya that also encompasses the efforts to empower local economies through the development of the MSME sector. The total mortgage portfolio, including SME credit, accounted for 10.60% of the Banks total loans portfolio. As a concrete manifestation of the Banks services to the MSME sector, in early 2010 Bank DKI has formed the MSME Group that will undertake the Kredit Usaha Rakyat (Peoples Business Credit) funded by the Government. The sharia banking segment serves the public on the benefits of banking services that are based on the Islamic sharia principles, as well as meeting the needs of one of the fastest growing banking segments over the past several years, accounting for 9.37% of the Banks total loans portfolio.

Hadir di Tengah Masyarakat


Pada tahun 2009, Bank DKI berhasil menuntaskan program rebranding berikut renovasi seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu maupun kantor kas dan payment point, termasuk kantor syariah yang berjumlah 160 kantor layanan di hampir seluruh penjuru DKI Jaya. Tampilan kantor dan gerai yang modern serta dinamis, pelayanan yang lebih bersahabat sekaligus profesional, kehadiran Bank DKI di mal-mal utama di akhir minggu, semua ini adalah untuk melayani warga Jakarta lebih dekat selain lebih mendekatkan Bank DKI ke warga Jakarta. Sejak 2009, Bank DKI berinisiatif membuka layanan kantor kas di beberapa Mal Jakarta, guna melayani masyarakat yang ingin membayar pajak, membayar perpanjangan STNK dan lain sebagainya, diantaranya di Senayan City dan Pondok Indah Mall. Memahami kesibukan warga kota Jakarta metropolitan yang hanya memiliki waktu untuk bekerja sepanjang minggu, maka Bank DKI menyediakan diri untuk hadir di tengah warga Jakarta yang membanjiri Mal di setiap akhir minggu. Maka, sambil berekreasi di Mal bersama keluarga, warga kini dapat membayar PBB, membayar STNK dan berbagai pembayaran lainnya, dalam kenyamanan sebuah Mal. Selain itu, Bank DKI menyediakan layanan perbankan untuk mendukung Samsat Drive Thru di Polda Metro Jakarta Selatan dan di Jakarta Barat.

Reaching out to the Public


In 2009, Bank DKI completed its rebranding program including the renovation of all branch offices and sub-branch offices, as well as cash office and payment points, including sharia branches, all of which totaled 160 service outlets throughout DKI Jakarta. The new look of offices and outlets that are both modern and dynamic, services that are friendly and professional, the presence of Bank DKI outlets in major malls on weekends, all this represents Bank DKIs effort to reach out more to the citizens of DKI Jakarta. Since 2009, Bank DKI has taken the initiative to open a cash service outlet in several malls of Jakarta, to serve the needs of those who have to pay their taxes, extend their vehicle registration and other banking payments, among other locations at the Senayan City and Pondok Indal malls. Understanding the busy nature of the citizens of the Metropolitan Jakarta who usually only have time for work during weekdays, Bank DKI offers its services to the good people of Jakarta who normally throng the malls on weekends. Thus, while enjoying family time at the mall, customers can now pay their PBB (Property Tax), STNK (Vehicle registration) and other banking transactions in the comfort of the Mall. In addition, bank DKI also provides its banking services to support the Samsat Drive Thru of Polda Metro (Traffic Police Stations) in South and West Jakarta.

Kehadiran Bank DKI di tengah warga kota Jakarta dengan layanan senyumnya yang khas juga tidak lepas dari partisipasi serta dukungan Bank DKI kepada program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai Kota Pelayanan (Service City).

The presence of Bank DKI among the citizens of Jakarta with its characteristic service with a smile is also an integral part of and support to the program of Provincial Government of DKI Jakarta to transform Jakarta into a Service City.

38

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Meningkatkan Mutu serta Cakupan Pelayanan


Seiring dengan penampilan citra perusahaan yang baru, Bank DKI melakukan serangkaian peningkatan pelayanan baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Pada tahun 2009, Bank DKI menambah jumlah ATM sehingga jaringan ATM Bank DKI per akhir tahun 2009 menjadi 131 mesin ATM. Jumlah kantor cabang dan kantor cabang pembantu pun ditambah sesuai rencana pengembangan Bank. Platform teknologi informasi yang terus dikembangkan Bank DKI selama tahun 2009 semakin meningkatkan kemampuan Bank DKI dalam melayani nasabah, khususnya di segmen perbankan konsumer, ritel komersial dan syariah yang membutuhkan penanganan transaksi maupun rekening bank perorangan dalam volume yang terus bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. Sementara dari segi sumber daya manusia, pada tahun 2008 Bank DKI mulai meletakkan dasar-dasar pendidikan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Bank DKI telah memiliki jenjang pendidikan karyawan secara berkesinambungan mulai dari Staff Development Program, dan pada tahap berikutnya yang berlanjut pada Manager Development Program yang telah diimplementasikan di awal 2010 dan Executive Development Program pada tahapan berikutnya. Tidak berhenti pada aspek pengetahuan serta ketrampilan individu semata, Bank DKI juga melatih dan menanamkan budaya melayani pada setiap karyawan, antara lain melalui program SENYUM yang diartikan sebagai service excellence yang utama. Program ini dinamakan Senyum 227 yang diterjemahkan sebagai senyum bibir selebar dua sentimeter ke kiri dan kanan, selama tujuh detik. Program peningkatan layanan ini merupakan salah satu dari Widely Important Goals (WIGs) ditahun 2009 yaitu tiga fokus yang utama yang menjadi prioritas manajemen dalam pencapaian kinerja di tahun 2009, yaitu peningkatan Service Excellence, penurunan NPL dan efisiensi operasional. Dan yang membanggakan, Bank DKI mampu mempertahankan sebagai BPD Terbaik Pertama dalam Service Excellence yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah InfoBank, sebagaimana edisi April 2010 No. 373 Volume XXXII. Sedangkan yang terkait dengan efisiensi, Bank DKI memperoleh penghargaan sebagai BPD Terefisien dari Harian Bisnis Indonesia pada April 2009.

Increasing the Quality and Scope of Service


In line with the new image of the Bank, Bank DKI undertook a series of improvements to increase the level of service in terms of infrastructure and human resources. In 2009, Bank DKI added the number of its ATM, bringing the total number of ATM in Bank DKI ATM Network as at year-end 2009 to 131 ATM units. The number of branch offices and sub-branch offices was also increased in accordance with the development plan of the Bank. The information technology platform that was continuously upgraded throughout 2009, has enhanced the capabilities of Bank DKI to serve its customers, especially those in the consumer, retail commercial and sharia banking segments, the individual banking accounts and transactions of which continue to increase in both numbers and volume from year to year.

Meanwhile, from the human resources perspective, in 2008 Bank DKI began to lay down the basic foundations for the long-term training of human resources. Now, Bank DKI has equipped itself with employee training programs that are continuous starting from Staff Development Program to Manager Development Program, and beginning from early 2010, the Executive Development Program.

Not restricting itself merely to the development of knowledge and skills for the individuals, Bank DKI also trains and cultivates the service culture on each and every employee, among other things through the SMILE program that is associated with the primary service excellence. This program is called the Smile 227, which is taken to mean A smile of the lip by two centimeters on either side, for seven seconds. This service enhancement program is part of the Widely Important Goals (WIGs) that Bank DKI had set for in 2009, encompassing three main focuses that represent the priorities of management in performance achievement of 2009, namely Service Excellence, Reduction of NPL and Operating Efficiency. It is with some pride that we report of the success of Bank DKI in retaining its position as The First Best Regional Development Bank in terms of Service Excellence according to Marketing Riset Indonesia and InfoBank Magazine, in its April 2010 edition No. 373 Volume XXXII. While in terms of efficiency, Bank DKI garnered the award as The Most Efficient Regional Development Bank from the Harian Bisnis Indonesia daily in April 2009.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

39

Menggalang Persatuan Bank-Bank Pembangunan Daerah


Bank DKI terus berupaya meningkatkan peranan Bank Pembangunan Daerah sebagai suatu kekuatan perbankan nasional yang terhimpun dalam persatuan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA). Setelah berhasil melakukan pembiayaan sindikasi untuk beberapa proyek, diantaranya pembangunan pembangkit listrik yang mana Bank DKI sebagai lead arranger untuk sindikasi kredit senilai Rp4,7 triliun yang dinamakan ASBANDA-PLN Merah Putih. ASBANDA memperkuat kebersamaannya dengan meluncurkan BPDNet Online yang menghubungkan jaringan BPD seluruh Indonesia secara on-line. Selama tahun 2009, ASBANDA mencoba merajut kebersamaan BPD untuk akselerasi peningkatan bisnis antar BPD, diantaranya melalui penyelenggaraan lokakarya yang mengupas peran BPD untuk pencepatan pembangunan daerah. Selain itu adalah kerjasama BPD dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) untuk implementasi Kartu Pegawai Elektronik (KPE) yang berbasis JakCard. Sektor Mortgage pun menjadi perhatian BPD dengan dilakukannya kerjasama BPD dengan Kementerian Perumahan Rakyat RI untuk ekspansi KPR BPD. Sementara untuk menjalin silahturahmi antar karyawan BPD, di tahun 2009 juga dilaksanakan Pekan Olah Raga & Seni (PORSENI) ke VIII yang diselenggarakan di Balikpapan Kalimantan Timur.

Harnessing Unity among Regional Development Banks


Bank DKI continues to enhance the roles of the Regional Development Bank (BPD) as a national banking force under the Association of Regional Development Banks (ASBANDA). Following the success of arranging loans syndications for a number of projects, including the construction of a power plant in which Bank DKI acted as the lead arranger for the credit syndication amounting to Rp4.7 trillion under the name of ASBANDA-PLN Merah Putih. ASBANDA also strengthened its unity by launching the BPDNet Online that linked the network of BPD across Indonesia on-line. In 2009, ASBANDA pursued other cooperations among the BPDs in order to accelerate business activities between and among BPDs, among other things by organizing workshops that explore the roles of BPD in the acceleration of regional development. In addition, BPD cooperated with BKN (the State Employment Board) to implement the Electronic Employee Card using the JakCard as the basis. The mortgage market was also a target for BPD with the cooperation of BPD and the Ministry of Public Housing of the Republic of Indonesia to expand the BPD KPR (mortgage). While to forge closer relations among BPD employees, in 2009, ASBANDA organized the Sports and Arts Week (PORSENI) VIII that was held in Balikpapan, East Kalimantan.

Tata Kelola Perusahaan


Dalam rangka memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, serta mencapai visi Bank DKI untuk menjadi bank terbaik dalam kelasnya yang dapat dibanggakan oleh seluruh pemangku kepentingan, Bank DKI terus memperkuat tata kelola perusahaan, termasuk struktur pengendalian internal dan manajemen risiko, serta penerapan standar baku operasi yang lebih seragam dan transparan. Di tahun 2009, Bank DKI telah membuat Piagam GCG yang berisi pelaksanaan prinsip-prinsip GCG bagi karyawan, Direksi maupun Komisaris termasuk mengatur yang terkait dengan keterbukaan informasi, benturan kepentingan, pemberian hadiah, sumbangan, komisi, entertaintment maupun pengadaan barang dan jasa. Selain itu Bank DKI juga telah mengimplementasikan Enterprise Risk Management (ERM) yang merupakan pengendalian risiko perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi, serta menyelaraskan visi dan misi Perseroan dengan strategi pemilihan risk appetite dan risk tolerance serta tindakan mitigasi yang akan dilakukan.

Corporate Governance
In order to ensure its sustainable growth, and realize its vision to become the Best Bank that Inspires Pride among stakeholders, Bank DKI has strengthened its corporate governance, including the internal control and risk management structure and the implementation of standard operating procedures that are more uniformal and transparent.

In 2009, Bank DKI has formulated the GCG Charter that contains the implementation of GCG principles among employees, Directors and Commissioners including covenants that regulate issues on information disclosures, conflict of interest, gratification, contribution, commission, entertainment as well as the procurement of goods and services. In addition, Bank DKI has also implemented the Enterprise Risk Management (ERM) that constitutes an integrated and holistic risk management undertaking, which also aligns the vision and mission of the Bank with the level of risk appetite and risk tolerance as well as the mitigating measures adopted.

40

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Fungsi compliance juga ditingkatkan di setiap lini operasi dengan melakukan berbagai survei dan memastikan bahwa setiap karyawan Bank DKI memiliki kompetensi dan integritas yang sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Pada tahun 2009, sebagaimana pada dua tahun berturut-turut sebelumnya, Bank DKI mengikuti survei IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance), dimana Bank DKI kembali meraih predikat Terpercaya sebagai Non Emiten - Non BUMN Terbaik pada Corporate Governance Perception Index 2009. Pada 14 Januari 2010, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, pemegang saham pengendali Perseroan memutuskan untuk tidak mengangkat kembali Sdr. Muhamad Irfandi sebagai Direktur Pemasaran Perseroan. Selain itu, tidak terdapat perubahan dalam komposisi Direksi Bank DKI selama tahun laporan. Atas nama Direksi, kami sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kami kepada para pemegang saham, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya seluruh Walikota di wilayah DKI Jakarta, para nasabah, karyawan dan mitra usaha. Kami juga berterima kasih kepada Bank Indonesia, masyarakat perbankan nasional serta masyarakat luas yang telah memberikan dukungan yang sangat berharga sepanjang tahun ini. Harapan kami tiada lain agar kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat kita tingkatkan terus di tahun-tahun mendatang. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya serta membimbing kami dalam upaya mencapai keberhasilan serta pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan.

The compliance function has also been increased at every level of operations through various surveys and by ensuring that each and every employee of Bank DKI has the level of competence and integrity that is adequate for their respective jobs and responsibilities. In 2009, as in the two previous years, Bank DKI participated in the IICG (Indonesian Institute of Corporate Governance) survey, in which Bank DKI again earned the predicate of Trusted as a The Best Non Issuer - Non SOE in the Corporate Governance Index 2009. On 14 January 2010, through the Extraordinary General Meeting of Shareholders, the controlling shareholders of the Bank decided to not re-appoint Mr. Muhamad Irfandi as the Marketing Director of the Bank. Other than that, there were no changes to the composition of the Board of Directors of Bank DKI during the year in review. On behalf of the Board of Directors, we express our appreciation and gratitude to the shareholders, the Provincial Government of DKI Jakarta, PD Pasar Jaya and all of the Mayors of the Districts of DKI Jakarta, our customers, employees and business partners. We also thank Bank Indonesia, the national banking community and the general public for their support that we value greatly throughout the year. Our hope is that we shall be able to continue to forge these excellent relations and cooperations better in the years to come. May God Almighty shower His blessings and guides us in our endeavors to achieve greater results and sustainable growth in the future

Winny Erwindia Direktur Utama President Director

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

41

42

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Aris Anwari
Direktur Director

Winny Erwindia

Direktur Utama President Director

Mamad Sachroni
Direktur Director

Ilhamsyah Joenoes
Direktur Director

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

43

Direksi

Profile the Board of Director

Winny Erwindia
Direktur Utama President Director

Warga negara Indonesia, lahir pada tahun 1951, Direktur Utama Bank DKI sejak 13 Januari 2006. Sebagai seorang otodidak yang mendalami teknis perbankan dari awal karir di tahun 1974 dengan posisi sebagai Resepsionis/Service Assistant/Customer Service di Bank Niaga Tunjungan Surabaya. Pendidikan dan pengembangan yang pernah diikuti antara lain: Advance Banking Management Program di Asian Institute of Management Manila, Consumer Banking di Citibank Singapura, Private Banking di Citibank Singapura dan Hong Kong, International Trade Finance di Bank of Philadelphia USA, Corporate Venturing di Wharton School Philadelphia USA, Retail Banking Bancassurance di Kuala Lumpur. Telah mengambil pendidikan Executive Risk Management Program (Certified Risk Manager untuk level 5) di Amsterdam, serta telah lulus sebagai Certified Wealth Manager dari University of Greenwich United Kingdom. Beberapa posisi penting di Bank Niaga telah dijalani, di antaranya sebagai Pemimpin Cabang Surabaya Darmo, Pemimpin Cabang Utama Surabaya Tunjungan dan Area Manager II (Indonesia Timur), dan sebagai Assistant to the Board of Directors untuk Product Development dan Corporate Planning. Setelah itu, menjabat sebagai General Manager di Bank Bumiputera. Kemudian, menjabat sebagai Direktur Pemasaran di Bank Jaya, untuk kemudian, diminta untuk kembali ke Bank Bumiputera dan berturut-turut menjabat sebagai Direktur Individual Banking dan Operations, Direktur Kepatuhan, dan terakhir sebagai Presiden Direktur Bank Bumiputera.

Indonesian citizen, born in 1951, President Director of Bank DKI since 13 January 2006. She is a self-taught person whose knowledge of banking was acquired through experience from the start of her career in 1974 as a Receptionist/Service Assistant/Customer Service of Bank Niaga, Tunjungan, Surabaya. Her training and executive education in banking and finance included the Advanced Banking Management Program at the Asian Institute of Management, Manila; Consumer Banking at Citibank Singapore; Private Banking at Citibank Singapore and Hong Kong; International Trade Finance at Bank of Philadelphia, USA; Corporate Venturing at the Wharton School of Economics, Philadelphia; Retail Banking Bancassurance in Kuala Lumpur. She has also taken the Executive Risk Management Program (Certified Risk Manager for level 5) in Amsterdam, and graduated as Certified Wealth Manager from the University of Greenwich, United Kingdom. Her positions at Bank Niaga included Branch Manager Surabaya Darmo, Main Branch Manager Surabaya Tunjungan, Area Manager II (Eastern Indonesia), and as Assistant to the Board of Directors for Product Development and Corporate Planning. Thereafter, she served as General Manager of Bank Bumiputera, before moving to Bank Jaya as Marketing Director, and returning to Bank Bumiputera to hold position as Director of Individual Banking and Operations, Director of Compliance and, eventually, President Director of Bank Bumiputera.

mamad Sachroni
Direktur Director Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1954. Menjabat sebagai Direktur Keuangan Bank DKI sejak 13 Januari 2006. Mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Prof. Dr. Mustopo kemudian meraih jenjang Magister Management di Prasetya Mulya. Pendidikan informal yang pernah diikuti antara lain Analis Kredit UKM dan Korporasi, Workshop Perkreditan, Manajemen Perkreditan dan Hukum, Pelatihan Transaksi Luar Negeri, Pelatihan Transaksi Devisa, Pelatihan Cash Management, Pelatihan Treasury & ALMA, Pelatihan Transaksi Advance Forex dan Transaksi Derivatif di Hong Kong. Mengawali karir di Bank DKI sebagai staf pembukuan, analis kredit UKM, Pemimpin Sie Pemasaran Dana dan Kredit Cabang Kebayoran Lama, Wakil Pemimpin Capem Bendungan Hilir, Pemimpin Sie Transaksi Exim dan Jasa Luar Negeri, Pemimpin Bagian Tresuri dan Luar Negeri, Pemimpin Bagian Pasar Uang dan Modal, Pemimpin Biro Pengelolaan Dana Treasury, Pemimpin Divisi Tresuri dan Transaksi Luar Negeri serta sebagai koordinator ALMA. Indonesian Citizen, born in 1954, Finance Director of Bank DKI since 13 January 2006. He earned a degree in Economics from Universitas Prof. Dr. Mustopo, and a Master in Management degree from Prasetya Mulya. His continuing banking trainings included Credit Analysis for SME and Cooperatives, Credit Workshop, Legal and Credit Management, Cross-border Transactions, Forex Transactions, Cash Management, Treasury and ALMA, Advanced Forex and Derivative Transaction Training in Hong Kong. He began his career at Bank DKI as an accounting staff, SME credit analyst, Section Head of Fund and Credit Marketing at the Kebayoran Branch, Deputy Manager of Sub-branch Bendungan Hilir; and subsequently as Head of various sections and divisions including Export-Import Transactions and International Services, Money and Capital Markets, Treasury Fund Management Bureau, Treasury and International Banking, and as Coordinator of ALMA.

44

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Ilhamsyah Joenoes
Direktur Director Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1961. Menjabat sebagai Direktur Operasional Bank DKI sejak 13 Januari 2006. Mendapatkan gelar Bachelor of Science dari Kutztown University, Pennsylvania USA. Berkarir di bidang informasi dan teknologi di berbagai perusahaan. Di antaranya, di QVC Inc., USA sebagai Manager Information Planning, sebagai Manajer IT Consulting di AAJ Associates, sebagai Head of IT & Telecommunication di PT Freeport Indonesia, kemudian di PT Satelindo sebagai General Manager System Development, sebagai General Manager Indonesia untuk perusahaan Australia, Integration Management, sebagai Vice President Information Technology di Pertamina dan terakhir sebagai Vice President Software Sales di PT Elektrindo Perkasa Utama. Indonesian citizen, born in 1961, Operations Director of Bank DKI since 13 January 2006. He earned a Bachelor of Science degree from Kutztown University, Pennsylvania, USA. He built a career in information technology, working in several companies including QVC Inc., USA, as Information Planning Manager; IT Consulting Manager at AAJ Associates; Head of IT & Telecommunications at PT Freeport Indonesia; General Manager of System Development at PT Satelindo; General Manager for Indonesia Market of Integration Management, Australia; Vice President Information Technology at Pertamina and Vice President Software Sales at PT Elektrindo Perkasa Utama.

Aris Anwari
Direktur Director Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1951. Menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank DKI sejak 1 Februari 2006. Mendapatkan gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. Pendidikan pengembangan karir selama di Bank Indonesia yang pernah diikuti antara lain Pendidikan Pemeriksa Bank, Pendidikan Calon Pemimpin Cabang, Pendidikan Pemeriksa Bank (lanjutan), SESPIBI (Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Indonesia), Strategy & Management in Banking di Dublin dan London, The Executive Risk Management Certification Programme di Bangkok dan Quantum Strategic Leadership di Jakarta. Memulai karir sebagai asisten dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta dan menjadi dosen tidak tetap akademi bank di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) di Jakarta. Menjadi karyawan Bank Indonesia (BI) sejak 18 April 1977 sampai dengan 31 Januari 2006. Jabatan penting yang pernah dipegang selama di Bank Indonesia adalah Kepala Seksi Bank Indonesia di Pontianak, Wakil Pemimpin Bank Indonesia di Bandar Lampung, Pemimpin Bank Indonesia di Sibolga, Pemimpin Bank Indonesia di Samarinda, Deputi Direktur di Direktorat Pengedaran Uang Bank Indonesia, Pemimpin Bank Indonesia di Padang, Direktur pada Direktorat Pemeriksaan Bank 1, Direktur pada Direktorat Pengawasan Bank 1, Direktur pada Direktorat Pengawasan Bank 2 dan terakhir Direktur pada Direktorat Pemeriksaan Bank 2. Indonesian citizen, born in 1951, Compliance Director of Bank DKI since 1 February 2006. He graduated from the Faculty of Economics of Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. A former Bank Indonesia official, his banking training included training for Bank Auditors, Branch Management Trainee Program, Intermediate Bank Audit Training, SESPIBI (Bank Indonesia Staff and Management School), Strategy & Management in Banking in Dublin and London, The Executive Risk Management Certification Programme in Bangkok and Quantum Strategic Leadership in Jakarta. He began his career as assistant lecturer at his Alma Mater and guest lecturer at the banking academy of Universitas Pembangunan Nasional (UPN) in Jakarta. He served with Bank Indonesia from 18 April 1977 to 31 January 2006, and held various positions including Section Head of Bank Indonesia in Pontianak; Deputy Branch Manager of Bank Indonesia Bandar Lampung; Branch Manager of Bank Indonesia Sibolga, and subsequently of BI Samarinda; Deputy Director of the Directorate of Money Supply; Head of Bank Indonesia in Padang, Director of the Audit Directorate of Bank 1, Director of the Supervision Directorate of Bank 1, Director of the Supervision Directorate of Bank 2 and, subsequently, Director of the Audit Directorate of Bank 2.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

45

Untuk dapat bersaing dengan bank swasta lain di Jakarta, Bank DKI harus dapat meningkatkan kualitas pelayanan primanya. meskipun untuk kategori BPD, Bank DKI berturut-turut selama 2(dua) tahun terakhir menjadi BPD dengan peringkat pertama dalam hal layanan, namun perlu terus menumbuhkan jiwa melayani di setiap insan Bank DKI.
To be able to compete against other private banks in Jakarta, Bank DKI must improve its service quality as must as possible. Even though, the Bank has been successful for 2(two) consecutive year being the first in service excellence for Regional Development Bank category, but the Bank needs to keep improving the service ability of each Bank DKI employee.

46

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Laporan manajemen Unit Pendukung Bank DKI Syariah


Manajement Report Supporting Unit Bank DKI Syariah

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

47

Laporan manajemen
Management Report

Pada akhir tahun 2009, sejalan dengan berbagai kondisi ekonomi di Indonesia maupun di seluruh dunia, Bank kembali memfokuskan dirinya pada perkembangan bisnis usaha secara menyeluruh. Hingga periode Desember 2009, indikator-indikator utama kinerja keuangan Bank DKI sebagai berikut; total aset sebesar Rp15,341 triliun, atau 97,20% dari target akhir tahun 2009. Dari sisi Dana Pihak Ketiga berhasil dihimpun Rp12,234 triliun, mencapai 107,11% dari target akhir tahun. Namun demikian, komposisi DPK tersebut masih didominasi dana-dana Pemprov DKI Jakarta. Merupakan tantangan bagi Bank DKI untuk meningkatkan komposisi dana retail yang lebih murah. Sedangkan kredit yang diberikan sebesar Rp6,770 triliun, tercapai79,90% dari target akhir tahun. Setelah cukup ekspansif dalam penyaluran kredit tahun lalu, tahun ini Bank DKI lebih selektif dalam mengucurkan kredit untuk menjaga posisi CAR. Untuk mencermati dan mengantisipasi dampak kelesuan ekonomi terhadap dunia bisnis, Bank mempelajari imbas krisis terhadap para debitur dan membedah prospek debitur secara lebih teliti. Perolehan Laba sebelum pajak berhasil diraih sebesar Rp201,18 miliar, atau meningkat 17,00% year on year. Perolehan laba ini disumbang dari pendapatan bunga kredit dan juga peningkatan pada pendapatan provisi, komisi, dan fee dari kredit-kredit sindikasi Bank DKI. Pendapatan bunga kredit meningkat 14,15% atau bertambah Rp196,85 miliar year-on-year menjadi Rp1,588 miliar pada Desember 2009 dari Rp1,391 miliar di tahun 2008. Pendapatan provisi, komisi dan fee juga terjadi peningkatan, yaitu mencapai 115,76% atau terjadi penambahan sebesar Rp39,18 miliar dari Rp33,97 miliar pada 2008 menjadi Rp73,28 miliar pada 2009. Peningkatan tersebut antara lain mencerminkan kepercayaan BPD lain kepada Bank DKI untuk mengelola proyekproyek sindikasi di kalangan Bank Pembangunan Daerah. Pada akhir tahun 2009, Capital Adequacy Ratio (CAR) bertahan di kisaran 15,13%. Loan to Deposit Ratio (LDR) mencapai 57,25%. Meskipun angka tersebut termasuk wajar namun tetap menjadi perhatian Bank, mengingat komposisi sumber dana mahal masih cukup besar sehingga jika tidak dapat segera menyalurkan kredit kepada debitur-debitur yang prospektif, dikhawatirkan akan menggerus laba. Kehati-hatian Bank DKI dalam menyalurkan kredit dilakukan dengan memprioritaskan kredit untuk segmen yang memiliki bobot risiko relatif kecil, seperti kontraktor rekanan Pemda dan segmen UMKM yang lebih kebal krisis.

At the end of 2009 and in line with the economic conditions in Indonesia and throughout the world, Bank DKI continued to focus its efforts on achieving overall business growth. Up to December 2009, Bank DKIs main indicators of financial performance were as follows; total assets amounted to Rp15.341 trillion, achieving 97.20% of the 2009 target. Total Third Party Deposits totalled Rp12.234 trillion, achieving 107.11% of the years target. However, the composition of these deposits is still dominated by funds from the Provincial Government of DKI Jakarta. Bank DKI is challenged to increase the portion of more cost-effective funds in the form of cheaper retail funds. Meanwhile, the total loans amounted to Rp6.770 trillion, achieving 79.90% of the years target. After the previous years expansive lending activity, in 2009, Bank DKI was more selective in giving its credit to maintain its CAR position. In order to anticipate the impact of economic downturn on businesses, Bank DKI observe the impact of the crisis on debtors and carefully dissected the prospects of each debtor. The banks profit before tax amounted to Rp201.18 billion, an increase of 17.00% year on year. The profit was derived from interest income on loans as well as increasing fees, commissions, and other fees from syndicated loans of Bank DKI. Interest income from credit grew by 14.15%, an increase of Rp196.85 billion year-on-year to Rp1.588 billion in December 2009 from Rp1.391 billion in 2008. Income from provision, commissions and fees also increased by 115.76%, or Rp39.18 billion, from Rp33.97 billion in 2008 to Rp73.28 billion in 2009. The increase in fee income among other thing reflected the growing confidence of other Regional Development Banks in Bank DKI to manage syndicated project loans among Regional Development Banks. By year-end 2009, Capital Adequacy Ratio (CAR) stays-within at the range of 15.13%. Loan to Deposit Ratio (LDR) reached 57.25%. Although these figures were relatively sound, the Bank has remained concerned, considering that the composition of its deposits is still dominated by funds of higher cost, such that the failure of the Bank to disburse credit to prospective debtors will affect profitability level considerably. The prudential approach by Bank DKI in the distribution of its credit is underlined by the priority given to loan segments that have relatively low weighted risk, such as proven contractors to the Provincial Government as well as to the MSME segment which has proven to be more resilient to crisis. Gross Non Performing Loan (NPL) stays-within the ratio of 5.76%, while Net NPL stood at 3.26%. The growing Gross NPL was due to the application of more conservative collectibilities as well as the formation of more adequate reserve, by calculating for the provisioning for possible losses systematically.

Non Performing Loan (NPL) Gross berada pada rasio 5,76% sedang NPL Net di angka 3,26%. Peningkatan NPL Gross ini diakibatkan oleh adanya penetapan kolektibilitas yang lebih konservatif dan pembentukan cadangan yang lebih aman, dengan menggunakan perhitungan PPA melalui cara yang sistematis.

48

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Rasio BOPO menunjukkan efisiensi kinerja Bank DKI di tahun 2009 yang cukup membaik, yaitu 88,46%. Upaya-upaya untuk melakukan pekerjaan dan pengeluaran biaya lebih efisien terus dilakukan dalam rangka menurunkan rasio BOPO tersebut di atas, yang sedikit menurun dari 89,71% pada tahun 2008.

Expense-to-Income ratio of 88.46% indicated a more efficient performance by Bank DKI in 2009. Efforts to improve operating as well as cost efficiencies continued to be undertaken as a way to reduce further the above ratio, which had slightly declined from 89.71% in 2008.

Pengakuan dan Apresiasi atas Kinerja Bank DKI tahun 2009


Atas kinerja yang telah berhasil dicapai oleh Bank DKI, beberapa pengakuan dan apresiasi diberikan oleh berbagai pihak dalam tahun 2009, yaitu: 1. Menerima Tax Awards sebagai Tempat Pembayaran Pajak Favorit Kelima Wilayah DKI Jakarta tahun 2008 dari Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan RI pada tanggal 12 Februari 2009. 2. Sebagai BPD Terefisien dalam Banking Efficiency Award oleh Harian Bisnis Indonesia pada tanggal 23 April 2009. 3. Sebagai 1st Best Overall Performance untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank pada tanggal 9 Juni 2009. 4. Sebagai 3rd Best Customer Service untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank pada tanggal 9 Juni 2009. 5. Sebagai 2nd Best Satpam untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank pada tanggal 9 Juni 2009. 6. Sebagai 2nd Best Teller untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank pada tanggal 9 Juni 2009. 7. Sebagai 3rd Best Phone Handling untuk kualitas layanan dalam Banking Service Excellence Awards 2009 kategori Bank Regional yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank pada tanggal 9 Juni 2009. 8. Sebagai Bank Berpredikat Sangat Bagus atas Kinerja Keuangan Tahun 2008 dari Majalah Info Bank pada tanggal 30 Juli 2009. 9. Mendapatkan Golden Trophy Awards Bank Berkinerja Sangat Bagus selama 5 tahun berturut-turut mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 dari Majalah Info Bank dalam Info Bank Award pada tanggal 30 Juli 2009. 10. Penghargaan sebagai BPD Terbaik The Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing dari Majalah Property & Bank pada tanggal 14 Agustus 2009. 11. Penghargaan kepada Bank DKI Syariah sebagai The Most Expansive Financing untuk kategori UUS dengan modal dibawah Rp1 triliun yang diberikan dalam Karim Finance Awards dari Karim Business Consulting pada tanggal 15 Agustus 2009.

Recognition and Appreciation for Bank DKIs performance in 2009


Due to the performance of Bank DKI, the year also saw the Banks achievements being recognized by several awards and accolades, as follows: 1. Receive a Tax Awards as The Fifth Favorite Outlet for Tax Payment on Greater Jakarta Area in 2008. Directorate General of Tax of Financial Department of RI gave the Award on 12 February 2009. 2. Awarded as the most efficient BPD in Banking Efficiency Award. The award was presented by Bisnis Indonesia Daily on 23 April 2009. 3. 1st Best Overall Performance for service quality on the 2009 Service Excellence Awards for Regional Bank Category, judged by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine on 9 June 2009. 4. 3rd Best Customer Service for service quality in the 2009 Service Excellence Awards for Regional Bank Category, judged by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine on 9 June 2009. 5. 2nd Best Satpam for service quality in the 2009 Service Excellence Awards for Regional Bank Category, judged by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine on 9 June 2009. 6. 2nd Best Teller for service quality in the 2009 Service Excellence Awards for Regional Bank Category, judged by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine on 9 June 2009. 7. 3rd Best Phone Handling for service quality in the 2009 Service Excellence Awards for Regional Bank Category, judged by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine on 9 June 2009. 8. Bank with Excellent Performance for the 2008 Financial Performance. The award presented by Info Bank Magazine on 30 July 2009. 9. Received the Golden Trophy Award for Bank with Excellent Performance for five consecutive years starting in 2004 until 2008. The award was presented by Info Bank Magazine on Info Bank Award on 30 July 2009. 10. Awarded as the Best BPD with The Best Service Quality & The Most Comfortable Office Performing. The award presented by Property & Bank Magazine on 14 August 2009. 11. Bank DKI Syariah is awarded as The Most Expansive Financing for SBU category with assets under Rp1 trillion. The award presented by Karim Business Consulting on Karim Finance Awards at 15 August 2009.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

49

12. Penghargaan kepada Bank DKI Syariah sebagai The Best Office Equipment Islamic Banking Quality Awards untuk kategori UUS dengan modal dibawah Rp1 triliun yang diberikan dalam Karim Finance Awards dari Karim Business Consulting pada tanggal 15 Agustus 2009. 13. Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia menerima nominasi Top Regional Banker , dalam penghargaan Tokoh Finansial Indonesia dari Majalah Investor dalam Investor Awards 2009 pada tanggal 10 Desember 2009. 14. Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia sebagai Top Finansial Kategori Regional Banker dalam Penghargaan Tokoh Finansial Indonesia dari Majalah Investor dalam Investor Awards 2009 pada tanggal 10 Desember 2009. 15. Penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya Kategori Non Emiten Non Keuangan oleh Indonesian Institute Corporate Governance bersama Majalah SWA pada Indonesian Corporate Governance Awards pada tanggal 23 Desember 2009. PENGHIMPUNAN DANA Kegiatan operasional Perseroan selain dibiayai dengan modal sendiri dan pemupukan laba, juga diperoleh dari penghimpunan dana masyarakat melalui Giro, Tabungan, Deposito Berjangka serta Sumber Dana dari bank-bank lain. Selain dana masyarakat, penghimpunan dana juga berasal dari Pemprov DKI Jakarta beserta badan-badan/dinas-dinas terkait di bawahnya. Dana masyarakat sendiri selain berasal dari nasabah ritel, yang sebagian besar adalah pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, juga nasabah korporasi. Bank DKI senantiasa menekankan pada kualitas, daya saing produk, jasa perbankan yang diberikan, serta pengembangan produk inovatif yang mampu memberikan kepuasan bagi nasabah. Untuk itu, Bank DKI menerapkan tingkat suku bunga yang tergolong kompetitif namun tetap pada tingkat bunga yang wajar. Sedangkan kualitas pelayanan kepada nasabah ditekankan pada kecepatan, keamanan dan kenyamanan dengan melaksanakan penerapan pelayanan yang prima.

12. Bank DKI Syariah is awarded as The Best Office Equipment of Islamic Banking Quality Award for SBU category with assets under Rp1 trillion. The award presented by Karim Business Consulting on Karim Finance Awards at 15 August 2009. 13. President Director of Bank DKI, Winny Erwindia received a nomination as Top Regional Banker on the accolades of Indonesias Financial Figures. The award presented by Investor Magazine on the 2009 Investor Awards at 10 December 2009. 14. President Director of Bank DKI, Winny Erwindia awarded as Top Financial on Regional Banker Category in Financial Figures nomination, which was held by Investor Magazine on the 2009 Investor Award on 10 December 2009. 15. Awarded as Trusted Company on the category of Non Issuer Non Financial by the Indonesian Institute of Corporate Governance at Indonesian Corporate Governance Awards at 23 December 2009. FUNDING The Companys operational activity is not only financed through the Companys capital and accumulated profit, but also through public funding such as from Current Account, Savings Account, Time Deposits and Placements from other banks. In addition to public funds, the Bank also received Fund from the Provincial Government of DKI Jakarta and the related bureau/office. The public funding itself mostly comes from retail customers, most of whom are employees of the Provincial Government of DKI Jakarta and corporate clients. Bank DKI places a strong emphasis on the quality and competitiveness of its banking products and services, as well as on the innovative development of products that can satisfy customers. To that end, Bank DKI applied relatively competitive but reasonable interest rates. On the other hand, Bank DKI also focuses on providing quality services to customers on the basis of speed, reliability and convenience through the implementation of service excellence.

Dana Pihak Ketiga (DPK)


Secara keseluruhan, total DPK Bank DKI untuk tahun 2009 adalah sebesar Rp12,23 triliun meningkat 26,40% dibandingkan dengan perolehan pada tahun 2008 sebesar Rp9.68 triliun. Komposisi DPK Bank DKI pada tahun 2009 dapat terjaga dengan baik dan sehat. Adapun porsi terbesar diperoleh dari Dana Giro yang menyumbangkan porsi sebesar 50,63% dari total dana DPK atau sebesar Rp6,19 triliun, yang diikuti porsi Dana Deposito sebesar 30,08% dari total DPK atau Rp3,68 triliun dihasilkan dari pendapatan Deposito Berjangka. Selanjutnya dana Tabungan adalah sebesar Rp2,3 triliun atau

Third Party Fund (TPF)


Overall, total Third Party Funds of Bank DKI amounted to Rp12.23 trillion in 2009, increasing by 26.40% compared to that of 2008 that amounted to Rp9.68 trillion. The composition of Bank DKIs Third Party Funds in 2009 had been well maintained. Current accounts contributed the largest portion, accounting for 50.63%, or Rp6.19 trillion, of total deposits. Whereas Time Deposits accounted for 30.08% of total Third Party Funds, or amounting to Rp3.68 trillion. Meanwhile, Savings Account amounted to Rp2.3 trillion,

50

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

setara dengan porsi 19,30%. Komposisi ini disajikan dalam tabel berikut: Dana Pihak Ketiga
dalam Rupiah

equivalent to the portion of 19.30%. This composition is presented in the following table: Third Party Funds
in Rupiah

2009
Pihak Ketiga Third Parties
6.192.448.780.629 3.666.161.853.791 2.353.649.679.337 12.212.260.313.757

Jenis
Giro Deposito Berjangka Tabungan Jumlah

Pihak Istimewa Related Parties


1.155.971.228 13.604.744.867 7.150.401.849 21.911.117.944

Jumlah Total
6.193.604.751.857 3.679.766.598.658 2.360.800.018.186 12.234.171.431.701

Porsi (%)
50,62 30,08 19,30 100

Type
Deposit Time Deposit Savings Account Total

Dana Pihak Ketiga


dalam Rupiah

2008
Pihak Ketiga Third Parties
5.489.097.706.543 2.044.950.569.437 2.125.304.654.653 9.659.352.930.633

Third Party Funds


in Rupiah

Jenis
Giro Deposito Berjangka Tabungan Jumlah

Pihak Istimewa Related Parties


3.293.857.043 11.384.819.754 4.869.175.019 19.547.851.816

Jumlah Total
5.492.391.563.586 2.056.335.389.191 2.130.183.829.672 9.678.900.782.449

Porsi (%)
56,75 21,25 22,00 100

Type
Deposit Time Deposit Savings Account Total

Pendapatan Non Bunga


Bank DKI juga memperoleh pendapatan non bunga yang dihasilkan dari beberapa layanan jasa pembayaran, seperti pembayaran Air Bersih (TPJ dan Palyja), pembayaran Listrik serta Telepon, PBB, PPH, PPN, BPHTB dan pembayaran Voucher Telepon Selular. Beberapa inisiatif pada tahun 2009 ditujukan untuk meningkatkan jumlah pelanggan serta layanan Perseroan kepada calon nasabah. Upaya ini juga didukung dengan pengembangan fitur-fitur ATM, serta pembayaran Multi Biller. Bahkan di tahun 2009 dilakukan pengembangan produk bagi pemegang Giro Perorangan agar bisa menarik dana langsung melalui ATM. Pada tahun 2009, jumlah pendapatan non bunga yang berhasil dihimpun oleh Bank DKI adalah sejumlah Rp108,21 miliar atau naik 16,88% dari Rp92,58 miliar yang dihasilkan pada tahun sebelumnya.

Non Interest Income


Bank DKI also generates non-interest income that is derived from several payment services including payment of Clean Water (TPJ and Palyja), payment of Electricity and Telephone, Property Tax, Income Tax, VAT, BPHTB and payment of Cellular Phones voucher. Several initiatives in 2009 were aimed at increasing a number of customers and the Companys services to prospective customers. These efforts were also supported by additional ATM features, and Multi Biller payment. During 2009, the Bank also carried out a product development for Personal Current Account holders that enable them to withdraw directly through the ATM. In 2009, Bank DKI generated total non-interest income of Rp108.21 billion, growing by 16.88% from Rp92.58 billion in the previous year.

Aktivitas di tahun 2009


Beberapa inisiatif pada tahun 2009 ditujukan tidak hanya untuk meningkatkan jumlah pelanggan akan tetapi juga pelayanan terhadap nasabah. Beberapa inisiatif tersebut termasuk: a. Melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap produk-produk dana yang sudah ada dengan jalan melakukan evaluasi terhadap portofolio dana ritel (Giro, Tabungan dan Deposito) secara rutin serta melakukan studi banding terhadap produk sejenis dari bank lain. b. Memperbaiki produk-produk dana yang sudah ada seraya berupaya untuk menciptakan produk baru. - Giro. Bank DKI telah melakukan pengembangan fasilitas bagi nasabah pemegang Giro Perorangan untuk dapat melakukan penarikan melalui ATM.

The 2009 Activities


Several initiatives undertaken in 2009 were intended not only to increase the number of customers but also to enhance service to customers. Some of these initiatives include: a. Improvement and evaluation of the existing products by evaluating the portfolio of retail funds (Demand Deposit, Savings and Deposits) on a regular basis and to conduct comparative studies of similar products from other banks. b. Improving the products of funds as we strive to create new products. - Current Account. Bank DKI has developed facilities for Individual holders of Current Account that enables them to make withdrawals via ATMs.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

51

Tabungan. Beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya penambahan undian hadiah tabungan Simpeda, pemberian souvenir kepada nasabah inti Bank DKI dan beberapa inisiatif lainnya. Deposito. Melaksanakan program Deposito Promo untuk nasabah ritel dengan perlindungan Asuransi Jiwa Cacat Tetap karena kecelakaan yang telah dimulai sejak bulan Maret sampai dengan Mei 2009.

Savings. Several innovation to implement include the additional prizes for Simpeda savings, souvenirs to major customers of Bank DKI and several other initiatives. Deposits. Program for retail customers with Life Insurance protection for Permanent Disability due to accident and that has been initiated during March to May 2009.

c. Meningkatkan mutu pelayanan dengan jalan memberikan pengenalan produk pada pelatihan dasar-dasar perbankan bagi pegawai baru Bank DKI. PENYALURAN DANA Perseroan melakukan penyaluran dana dalam bentuk kredit dan penempatan. Adapun penyaluran dana dalam bentuk kredit merupakan aktivitas utama Perseroan yang dilakukan sesuai dengan asas-asas yang sehat serta prinsip kehati-hatian yang meliputi independensi, profesionalisme serta integritas dalam penyaluran kredit.

c. Improving service quality by providing product knowledge on banking basics training for new staff of Bank DKI.

DISBURSEMENT OF FUNDS The disbursement of funds at the Bank was conducted takes the form of loans and placements. The disbursement of funds in the form of loans or credits which become the major activity of the Bank was done in accordance with sound and prudent principles which include independency, professionalism and integrity.

Desentralisasi Penyaluran Kredit


Sehubungan dengan upaya untuk mempercepat serta memperlancar proses pemberian keputusan untuk pemberian kredit, Perseroan telah menerapkan sistem desentralisasi, dimana melalui sistem ini wewenang pengambilan keputusan oleh Manajemen Puncak dilimpahkan kepada Manajemen Menengah yang terdapat di cabang-cabang Perseroan dengan acuan Buku Pedoman Perkreditan (BPP) yang tiap tahunnya selalu diperbaharui dan disempurnakan. Kredit berdasarkan sifat pembiayaan dan tujuan penggunaan Berdasarkan sifat pembiayaannya, pengelolaan kredit terbagi menjadi kredit langsung dan tidak langsung, sementara berdasarkan tujuan penggunaannya, pengelolaan kredit terbagi menjadi 3(tiga), yaitu: a. Kredit Produktif Merupakan jenis fasilitas kredit yang diberikan untuk tujuan usaha. Untuk mempercepat pertumbuhan portofolio kredit produktif, Bank DKI bekerjasama dengan agent/channel seperti Lembaga Pembiayaan, BPR dan Koperasi. Kredit ini dibedakan atas Kredit Investasi yang digunakan untuk pembangunan busway; Kredit Modal Kerja; Kredit Sindikasi dalam bentuk joint financing dan Kredit yang diberikan kepada UKM dalam rangka Linkage Program. b. Kredit Konsumtif Merupakan jenis fasilitas kredit yang diberikan untuk tujuan di luar usaha dan umumnya bersifat perorangan dan multiguna. Sebagian dari pertumbuhan Kredit Konsumtif juga ditangani dengan cara channeling melalui Koperasi atau BPR. c. Kredit Program/Pola Khusus Merupakan jenis fasilitas kredit yang diberikan untuk tujuan usaha dan konsumtif dengan persyaratan dan ketentuan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah

Decentralization of Credit Disbursement


In order to expedite and facilitate the approval of loan process. The Bank has applied a decentralized system, whereby, decision-making authority is delegated from the Top-to-Middle Management in the Banks branches with reference to the Manual Book (BPP) that is being updated and refined each year.

Loan based on the characteristic of intended use of financing Based on the financing characteristic, credit management is divided into direct and indirect loans, while based on the intended use, credit management is divided into 3(three) types, namely: a. Productive loan This type of loan facilitates business purposes. To accelerate the growth of productive loans portfolio, Bank DKI cooperated with several agents/channels such as Financial Institution, BPR (rural credit bank) and Cooperatives. This loan is divided into Investment Loan that is provided for the construction of busway; Working Capital Loan; Syndicated Loan in the form of joint financing and other loan provided to the SME through Linkage Program. b. Consumptive Loan This type of loan facilitates non-commercial purposes and generally intended for individual and multi purpose. Some part of the consumptive loan is being handled with a channeling system through the Cooperatives or Rural Bank. c. Program Loan/Special Pattern This type of loan facilitates business and consumption purposes with terms and condition that are stipulated by the Provincial Government of DKI Jakarta, which include

52

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Provinsi DKI Jakarta, antara lain: Kredit Paket Lebaran, Kredit Tenaga Kerja dan Wira Usaha Baru, Kredit Dana Bergulir dan Kredit Pemilikan Rumah Sederhana (KPPRS). Saat ini, kredit yang diberikan oleh Perseroan sebagian besar merupakan kredit konsumsi yang diberikan untuk tujuan di luar usaha dan bersifat perorangan.

among others: Lebaran Package Loan, Labor Loan and New Entrepreneur Loans, Revolving Funds Loan and Mortgage Housing Loan (KPPRS). Currently, the loans provided by the Bank are mostly intended for individuals in the form of consumptive credit for non-commercial purposes.

Kredit Berdasarkan Sektor


Penyebaran kredit yang disalurkan terdiri dari beberapa sektor, yaitu: Perdagangan umum, konstruksi, industri, transportasi, jasa bisnis, jasa pelayanan sosial, industri dan lain-lain. Pada tahun 2009, jasa bisnis mengalami pertumbuhan terbesar yaitu sekitar 161,06% dari Rp201,19 miliar di tahun 2008 menjadi Rp525,22 miliar di tahun 2009. Pertumbuhan terbesar lainnya adalah sebesar 99,31% diperoleh pada sektor Jasa Pelayanan Sosial yang meningkat secara signifikan dari Rp39,37 miliar di tahun 2008 menjadi Rp78,46 miliar di tahun 2009, demikian pula pada sektor konstruksi yang meningkat 31,37% dar Rp266,71 miliar tahun 2008 menjadi Rp350,37 miliar pada tahun 2009, sedangkan untuk sektor perdagangan umum dan transportasi terjadi penurunan. Penurunan pada kedua sektor tersebut dikarenakan Manajemen lebih memprioritaskan kepada sektor bisnis, selain adanya beberapa penundaan dari program Pemprov DKI untuk pengembangan moda transportasi yang diharapkan akan mulai kembali pada tahun berikutnya. Berikut adalah rincian mengenai pertumbuhan portofolio kredit berdasarkan sektor ekonomi yang dibiayai oleh Perseroan:

Loan Based on Sector


The disbursement of loans comprise of several sectors, such as: general trade, construction, industry, transportation, business services, social services, and others. In 2009, business services experienced a significant growth of 161.06% from Rp201.19 billion in 2008 to Rp525.22 billion in 2009. The other major growth of 99.31% was accumulated in the Social Services sectors that registered a tremendous growth from Rp39.37 billion in 2008 to Rp78.46 billion in 2009, followed by the construction sector which grew by 31.37% from Rp266.71 billion in 2008 to Rp350.37 billion in 2009, meanwhile, general trading and transportation sectors experienced a decline. The decrease on those two sectors was due to the fact that the Management is prioritizing more to the business sectors and several delays from the Provincial Government of DKI Jakarta programs for the development that are expected to start again in the following year.

Below is the description of the growth of loan portfolio based on the economic sector financed by the Bank:

Kredit Berdasarkan Kolektibilitas


Ditinjau dari kolektibilitas kredit yang diberikan dalam kurun waktu 5(lima) tahun terakhir, Perseroan berhasil menjaga kolektibilitas kredit dalam kategori lancar dan lebih dari 90% total kredit yang diberikan sebagaimana tabel di bawah ini:

Loan Based on Collectibility


Viewed from the loan collectibilities of the past five years, the Bank has managed to maintain its loans collectibility at the current level for more than 90% of the total outstanding loans as can be seen in the following table:

dalam Rupiah

2009
Lancar Current DPK Kurang Lancar Diragukan Special Mention Substandard Doubtful
15.989.659.097 106.901.906.572 86.413.276.749 7.202.169.940 219.197.909 216.726.210.267 (7.692.022.126) 209.034.188.141 3.504.502.149 7.796.056.516 57.599.840.253 15.272.038.206 19.986.359.738 18.956.481.947 3.848.283.579 86.773.871.059 400.297.328

in Rupiah

Macet Loss
112.077.371.143 69.935.658.024 4.317.221.141 1.877.151.734 1.130.501.024 189.337.903.066

Jumlah Total
678.803.916.255 4.340.833.096.601 1.060.187.982.129 660.265.452.418 263.414.652.550 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564

Porsi (%)
10.03% 64.12% 15.66% 9.75% 3.89% Working Capital Consumer Investment Sharia Financing Loan to Directors and Employee Sub Total - 3.45% PPA Total

Modal Kerja Konsumsi Investasi Pembiayaan Syariah Pinjaman Direksi dan Karyawan Jumlah PPA Bersih

572.246.024.128 4.137.242.993.542 908.009.360.407 549.140.221.479 261.664.656.289 6.383.303.255.845 (63.833.032.558) 6.319.470.223.287

84.172.437.124 129.965.293.651 (9.402.637.742)

(8.237.189.019) (144.521.078.944) 44.816.824.122

74.769.799382 121.728.104.632

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

53

dalam Rupiah

2008
Lancar Current DPK Kurang Lancar Diragukan Special Mention Substandard Doubtful
32.085.198.501 173.554.205.216 18.343.627.749 2.330.916.429 404.842.214 226.718.790.109 (8.389.012.122) 218.329.777.987 19.850.350.754 5.893.316.846 1.209.581.309 123.039.500.051 47.721.214 150.040.470.174 18.617.281.602 8.737.761.109 1.994.206.834 714.901.071 30.064.150.616

in Rupiah

Macet Loss
42.878.989.925 80.483.472.201 12.122.715.362 2.418.575.395 1.154.612.077 139.058.364.960

Jumlah Total
749.442.802.783 4.667.807.274.726 171.680.681.632 617.905.527.937 260.546.758.427 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

Porsi (%)
12.00% 74.88% 2.75% 9.89% 4.17% Working Capital Consumer Investment Sharia Financing Loan to Directors and Employee Sub Total - 3.68% PPA Total

Modal Kerja Konsumsi Investasi Pembiayaan Syariah Pinjaman Direksi dan Karyawan Jumlah PPA Bersih

639.010.982.001 4.409.138.519.354 138.010.550.378 489.401.634.991 258.939.582.922 5.931.501.269.646 (35.280.437.999) 5.869.220.831.647

(32.361.830.135) (14.818.848.110) (139.058.364.960) 117.678.640.039 15.245.302.506 -

PERBANKAN KONSUMER
Visi Bank DKI adalah menjadi Bank yang Terbaik yang Membanggakan. Melalui perbankan konsumer visi ini diupayakan dengan menyediakan produk dan layanan secara cepat, ramah dan profesional. Krisis global yang terjadi di seluruh dunia sebagai akibat dari Subprime Mortgage Crisis di Amerika Serikat telah mengakibatkan kurang kondusifnya kondisi makro ekonomi, yang mana hal tersebut juga berpeluang untuk mempengaruhi daya beli masyarakat. Kendati demikian, sampai dengan saat ini pangsa pasar kredit konsumer Bank DKI masih relatif besar. Namun, untuk menjaga kredit konsumer agar tetap ekspansif serta kolektibilitas kredit masih berada di dalam batas yang wajar, diperlukan upaya kreatif. Hal ini terus dilakukan oleh Bank DKI dengan melakukan perbaikan dan penyempurnaan di bidang promosi, diversifikasi produk, penyempurnaan sistem, dan lain sebagainya. a. Penghimpunan dana pada perbankan konsumer Giro Penghimpunan dana yang dihimpun Perseroan didominasi oleh Giro (terutama Giro Pemerintah) yang mencapai Rp6,19 triliun per 31 Desember 2009 dibandingkan dengan tabungan dan deposito berjangka, atau sekitar 50,63% dari total penghimpunan dana sebesar Rp12,23 triliun. Simpanan dalam bentuk Giro di Bank DKI terbagi dalam mata uang Rupiah dan US Dollar. Tingkat suku bunga ratarata Giro untuk mata uang Rupiah pada tahun 2009 adalah 3,96% sedangkan untuk mata uang asing adalah sebesar 0.80%. Deposito Deposito berjangka, dalam porsi penghimpunan dana perseroan (termasuk Deposito Mudharabah) menduduki posisi kedua setelah Giro dengan jumlah sebesar Rp3,68 trlliun per 31 Desember 2009 atau mencakup 30,08% dari jumlah keseluruhan dana pihak ketiga.

CONSUMER BANKING
The vision of Bank DKI is to become The Best Bank that Inspires Pride. Through consumer banking, this vision seeks to provide products and services in a fast, friendly and professional manner. The financial crisis that has swept worldwide as a result of the Subprime Mortgage Crisis in the United States has caused to the less than conducive macro-economic conditions, which also affect consumers purchasing power. Nevertheless, the market segment of Bank DKIs consumer loan to date is still relatively large. The creative efforts to maintain the expansion of the Banks consumer loan as well as the reasonable limit of the Banks collectible loan are deemed necessary. Bank DKI strives to conduct the improvement and accomplishment to its promotion activity, product diversification, improvement of system as well as other efforts. a. The accumulation of fund of consumer banking Current Account The accumulation of fund that is generated by the Bank was dominated by Current Account that reached a total amount of Rp6.19 trillion as of 31 December 2009 or equivalent to 50.63% from the accumulation of fund of Rp12.23 trillion, compared to savings and time deposit accounts. Bank DKIs deposits in the form of Current Account is divided into Rupiah and US Dollar denomination. The average interest rate of Current Account on Rupiah denomination for 2009 was 3.96%, while for foreign exchange denomination was 0.80%. Deposits On the accumulation of Bank DKIs fund (including Mudharabah Deposit), Time deposits took second place with a total amount of Rp3.68 trillion as at 31 December 2009 or equivalent to 30.08% of total third party funds.

54

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Tabungan Dari sisi penghimpunan dana Perseroan, Tabungan menduduki tempat ketiga setelah Giro dengan jumlah sebesar Rp2,36 triliun per 31 Desember 2009, atau mencakup 19,30% dari jumlah keseluruhan dana pihak ketiga. Produk tabungan Bank DKI (termasuk tabungan Mudharabah) ditunjang oleh fasilitas penarikan uang tunai di seluruh kantor pelayanan Perseroan yang berjumlah 160 kantor, maupun melalui jaringan ATM Bank DKI yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama (68 Bank Umum dengan sekitar 14.000 mesin ATM). Guna meningkatkan pertumbuhan portofolionya Bank DKI juga melakukan penambahan kantor yang disajikan melalui tabel berikut:

Savings In terms of funding, savings took place in third position after current accounts and time deposits, with a total amount of Rp2.36 trillion, accounting for 19.30% of total third party funds in 2009.

Bank DKIs savings products (including Mudharabah savings) are supported with cash withdrawal facilities from a total of 160 cash offices or Bank DKIs ATM that is part of the ATM Bersama network (a total of 68 commercial banks supported by 14,000 ATM). In order to enhance its loan portfolios, Bank DKI also opened up new offices has presented below:

PERKEmBAnGAn JUmLAh KAnTOR BAnK DKI


KETERANGAN
Cabang Cabang Pembantu Kantor Kas Payment Point Cabang Syariah Kantor Cabang Pembantu Syariah Kantor Kas Syariah JUmLAh KAnTOR Office channeling/layanan Syariah Kas Mobil Jumlah Mesin ATM

TOTAL nUmBER OF BAnK DKI OFFICES


2007
11 30 68 2 1 5 117 21 63

2005
11 27 58 2 1 1 102 0 48

2006
11 27 61 1 1 4 105 10 48

2008
11 30 70 22 2 1 5 141 36 8 72

2009
13 31 75 30 2 3 6 160 36 11 131

DESCRIPTION
Branch Office Sub-Branch Office Cash Office Payment Point Sharia Branch Sharia Sub-Branch Office Sharia Sub-Branch Office TOTAL OFFICE Office Channeling Mobile Cash Total ATM Machine

Produk Tabungan Bank DKI meliputi Tabungan Simpeda (yang tergabung dalam jaringan 26 BPD di seluruh wilayah Indonesia), Tabungan Monas, Tabungan Hari Tua (THT) Monas. Tabungan Simpeda Merupakan Produk Tabungan bersama BPD Seluruh Indonesia. Salah satu kegiatan promosi yang dilakukan adalah melakukan undian yang bersifat nasional dan dilakukan oleh BPD seluruh Indonesia dengan total hadiah sebesar Rp6 miliar yang diundi 2(dua) kali dalam setahun. Jumlah tabungan Simpeda pada tahun 2009 adalah sebesar Rp1,361 miliar, naik tipis 0,60% dari perolehan tahun sebelumnya yaitu Rp1,352 miliar.

Bank DKIs Saving Products comprise of Simpeda Savings (that unifies the 26 Regional Development Banks throughout Indonesia), Monas Savings and Hari Tua (Monas) Savings. Simpeda Savings Joint Savings Product of all Regional Development Banks throughout Indonesia. One of its promotional activities is to conduct prize draws on a national level and undertaken by all BPDs throughout Indonesia with a total prize of Rp6 billion and which are drawn twice a year. The total amount of Simpeda Savings in 2009 reached to Rp1.361 billion or slightly increasing by 0.60% from Rp1.352 billion in 2008.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

55

Tabungan monas Merupakan Produk Tabungan Harian Bank DKI. Tabungan Monas merupakan Primadona Tabungan Bank DKI. Di tahun pertama peluncurannya, Tabungan Monas berhasil menggaet 2.000 penabung dengan nilai sekitar Rp16 miliar. Kemudian pada tahun 2007 jumlah nasabah melonjak hingga 120 ribu penabung dengan nilai sebesar Rp450 miliar. Selanjutnya di tahun 2008 jumlah penabung menjadi 148 ribu dengan total nilai sejumlah Rp728 miliar. Untuk tahun ini telah menjadi 163 ribu dengan total nilai sejumlah Rp933 miliar. Pada tahun 2009, undian Tabungan Monas telah berlangsung 2(dua) kali yaitu periode pertama pada Januari hingga Agustus dan periode kedua mulai bulan Juli hingga Desember. Jumlah pemenang dari kedua periode tersebut adalah sebanyak 114 pemenang. Selain Tabungan Monas, Bank DKI juga memiliki produk simpanan untuk hari tua, yaitu Tabungan Hari Tua (THT) Monas. Jumlah Tabungan Monas pada tahun 2009 adalah sebesar Rp933 miliar, melonjak dari Rp728 miliar pada tahun 2008, atau sebesar 28,02%.

monas Savings Constituting Savings Product Daily Bank DKIs. Monas Savings has been the prima donna of Bank DKIs Savings Product. Monas Savings has successfully garnered a total of 2,000 depositors with a total amount of Rp16 billion in its first year launch. Thus in 2007, total depositors jumped to 120 thousand depositors with a total amount of Rp450 billion. Later in 2008, the number increased to 148 thousand depositors with a total amount of Rp728 billion. In 2009, the number rose to 163 thousand depositors with a total amount of Rp933 billion. In 2009, Monas Savings Prize Draws were held twice: the first period was held in January until August, and the second period from July until December. These two periods produce a total of 114 winners.

Aside from the Monas Savings, Bank DKI also has a retirement savings product named Hari Tua (Monas) Savings. In 2009, Monas Saving had accumulated a total amount of Rp933 billion, an increase of 28.02% from Rp728 billion in 2008. b. Consumer Loan The challenge for banking industry is to grow consumer loans in a balanced manner, such that the disbursement of loans is in line with the customers ability to pay. Too much loan in the market will only increase the risk of a bubble credit market. The marketing activity for consumer loan has become a mainstay for Bank DKI, since interest rate is considered as lowest among other private banks in Jakarta. Credit expansion is targeted to the Civil Servant Employees of DKI Jakarta. This is prioritized because their payrolls are administered through Bank DKI, such that a whole range of credits can be securedly offered to them.

b. Kredit Konsumer Tantangan bagi industri perbankan adalah menumbuhkan konsumer kredit dengan cara yang seimbang, sehingga penyaluran kredit sesuai dengan kemampuan nasabah untuk membayar. Jika terlalu banyak menempatkan kredit di pasar, ada risiko pasar bubble credit. Pemasaran kredit konsumer menjadi andalan Bank DKI karena tingkat bunga yang diberikan tergolong paling rendah diantara bank swasta di Jakarta. Ekpansi kredit ditergetkan kepada para Pegawai Negeri Sipil DKI Jakarta. Ini diprioritaskan karena gaji dibayar lewat Bank DKI, sehingga produk kredit apapun dengan aman dapat ditawarkan kepada mereka.

Produk Kredit Konsumer


Kredit Multiguna Merupakan kredit yang diberikan kepada masyarakat dengan jumlah plafon pinjaman disesuaikan dengan besarnya penghasilan, kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali oleh calon debitur. Fasilias kredit ini diberikan kepada pegawai Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, BUMD dan BUMN, Perusahaan Swasta Nasional, dan pensiunan pegawai Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta.

Consumer Loan Product


Multi Purpose Loan Constituting credit that given unto by society by totals credit adjustment by it salary, finance and ability requirement repay by debtor candidate.

The loan facility is provided to employees of the Central Government, Provincial Government of DKI Jakarta, Redionalowned Enterprise and State-owned Enterprise, National Private Companies, and retirees of the Bank as well as those of the Provincial Government of DKI Jakarta.

56

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Jaminan kredit multiguna yang dibutuhkan sangat mudah untuk dipenuhi oleh nasabahnya, yaitu berupa SK Pengangkatan Pegawai Tetap, SK Berkala Terakhir dan Kartu Taspen / Jamsostek / Astek / lainnya. Sedangkan jaminan berbentuk aset tetap seperti; sertifikat tanah, BPKB Kendaraan atau sertifikat deposito hanya diperlukan untuk plafon kredit di atas Rp50 juta (gaji dibayar di Bank DKI), Rp30 juta (gaji tidak dibayar di Bank DKI) dan Rp100 juta (untuk pegawai Pemprov DKI Jakarta).

Collaterals for the multipurpose loans are simple to be met by the customers, such as the submission Appointment Letter as Permanent Employee, Latest Periodic SK and Taspen Card / Social Security / Astek / and others. The collaterals in the form of fixed assets such as land certificates, vehicle ownership certificates or certificate of deposit is only required for loans of more than Rp50 million (payrolls administered through Bank DKI), Rp30 million (payrolls not administered through Bank DKI) and Rp100 million (for employees of Provincial Government of DKI Jakarta). The Cooperation in the Distribution of Credit Financing Financing provided to meet the productive and consumptive needs of customer, is being channeled through a financial institution the schemes of Executing, Channeling and Joint Financing patterns. Through this financing, scheme Bank DKI expects to increase its revenues, diversify its loan and financing products, reduces the risk of credit portfolio concentration and at the same time create added value for the customers. Cash Collateral Credit A loan facility with collaterals of time deposits, savings and current accounts placed with Bank DKI.

Kredit Kerjasama Penyaluran Pembiayaan Pembiayaan yang diberikan kepada nasabahnya untuk memenuhi kebutuhan produktif maupun konsumtif, yang disalurkan melalui lembaga pembiayaan dengan pola Executing, Channeling dan Joint Financing. Melalui pembiayaan ini diharapkan pendapatan Bank DKI dapat meningkat, memiliki diversifikasi produk pembiayaan, mengurangi risiko konsentrasi portofolio kredit dan sekaligus dapat memberi nilai tambah bagi nasabah. Kredit Jaminan Deposito (Cash Collateral Credit) Fasilitas kredit dengan jaminan kredit berupa deposito, tabungan, maupun giro yang dimiliki oleh nasabah tersebut pada Bank DKI. Dengan fasilitas ini, nasabah diberikan kemudahan dalam mengakses dana ketika dihadapi kebutuhan mendesak. Bagi Bank, kredit yang diberikan tidak mengandung risiko, karena dijamin langsung dengan dana nasabah yang tersimpan pada Bank. Kredit ini memungkinkan Bank untuk melakukan cross selling produk pinjaman Bank DKI kepada nasabah-nasabah potensial yang memiliki simpanan dana pada Bank DKI. Kredit Kesejahteraan Pegawai Merupakan fasilitas kredit yang diberikan kepada pegawai Bank DKI, untuk keperluan pembelian rumah dan lainnya. Tujuan pemberian fasilitas kredit ini kepada pegawai Bank DKI, selain untuk meningkatkan kesejahteraan, etos kerja, disiplin dan loyalitas pegawai, maka kredit ini pun turut memberikan peningkatan pendapatan Bank. Kredit Multiguna Promo Memiliki karakteristik yang sama dengan Kredit Multiguna, dengan tambahan insentif pada tingkat suku bunga dan plafon kredit. Kredit ini diberikan di waktu-waktu istimewa seperti; HUT Bank DKI, HUT DKI Jakarta, Hut RI, tahun ajaran baru, Hari Raya, dan sebagainya.

Through this facility, customers are given convebient access to funds when faced with urgent needs. For the Bank, such the loans are not risky, since the loans are directly secured with the customers funds that are deposited in the Bank.

This credit has enabled the Bank to undertake cross-selling of Bank DKIs loan products to potential customer who currently have deposits with the Bank. Employee Welfares Loan It is defined as loan facility provided to the Banks entire employee for housing and other purposes. The objective of this loan facility given to the Banks entire employee not only focuses to increase the employees welfare, work of ethics, discipline and employees loyalty but also is generate revenue of the Bank. Multipurpose Promo Loan It has the same characteristic as Multipurpose Loan, but with additional incentives on the interest rate and loan ceiling. This loan are given at special time such as; Bank DKIs anniversary, DKI Jakartas anniversary, New School Year, Feast Day and so forth.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

57

Rencana Bisnis Ke Depan


Strategi dalam penyaluran kredit yang akan dilakukan sebagai berikut: - Melaksanakan strategi channeling untuk ekspansi kredit konsumer yang diberikan melalui koperasi, perusahaan Multifinance dan BPD lain. - Melaksanakan strategi joint financing untuk pemberian kredit konsumtif maupun komersial melalui perusahaan multifinance. - Melakukan pengembangan dan pemasaran produk KMG secara terprogram sesuai kondisi. PERBANKAN KOMERSIAL Meski portofolio kredit tahun 2009 masih didominasi oleh Kredit Multiguna, Bank DKI terus berupaya untuk meningkatkan porsi kredit yang berasal dari sektor produktif. Hal ini seiring dengan tekad Manajemen Bank DKI dalam meningkatkan perhatian pada sektor usaha produktif melalui Unit Perbankan Komersial. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan porsi pembiayaan korporasi khususnya di bidang trade finance, yaitu dengan jalan meningkatkan kebutuhan pembiayaan pada sektor infrastruktur yang akan dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan bank-bank lain serta institusi lainnya. Sebagai Bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI tetap akan menangani usaha/segmen retail, selain juga meningkatkan perannya di unit usaha Perbankan Komersial. a. Strategi Pemberian Kredit Beberapa strategi pemberian kredit yang diterapkan kepada sektor komersial dan korporasi adalah: Peningkatan portofolio kredit dengan cara ekspansi kredit kepada debitur lama maupun baru, selain juga mengoptimalkan pemakaian kredit. Meningkatkan pelayanan melalui proses kredit yang cepat, tepat manfaat dan akurat dengan waktu maksimum 21 hari kerja. Meningkatkan relationship dan kerjasama dengan pihakpihak lain yang terkait bisnis. Mempunyai ketentuan perkreditan dan tarif kredit yang sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini sehingga dapat meningkatkan daya saing. Menurunkan Non Performing Loan (NPL) - Gross dengan cara mempertahankan dan menjaga kualitas ekspansi kredit yang berkualitas, baik dengan mematuhi ketentuan yang ada secara eksternal maupun internal. Meningkatkan pemantauan terhadap dokumen kredit, data pembuatan laporan kredit dan sistem pelaporannya secara berkala dan berkesinambungan. Membangun manajemen informasi sistem tentang administrasi dan dokumentasi kredit melalui komputerisasi. Lebih memberdayakan Sumber Daya Manusia berkualitas.

Future Business Plan


Loan lending strategy will be classified as follows: - Implementing the channeling strategy to expand the consumer loan given through the cooperatives, multifinance company and other Resion Development Bank (RDB). - Implementing joint financing strategy to provide both consumptive and commercial loans through a multifinance company. - Developing and marketing the KMG product using program in line with current conditions.

COMMERCIAL BANKING Even though the 2009 loan portfolio is still dominated by the Multipurpose Loan, Bank DKI continually strives to leverage the share of loan from productive sectors. This is in line with the commitment of Bank DKIs Management to enhance the awareness to the productive business sectors through Commercial Banking Unit. One of the efforts is to increase the share of corporate financing, particularly in the area of trade finance by increasing financing needs in infrastructure sectors that will be undertaken through the cooperation with other banks and other institutions. As a bank owned by the Provincial Government of DKI Jakarta, Bank DKI will continue to handle the business / retail segment, as well as to increase its role in the Commercial Banking Business Unit. a. Lending Strategy Several lending strategy implemented in the commercial and cooperatives sectors are as follows: Improve lending portfolio through the expansion towards the old and new borrowers, while also optimizing the use of credit. Improve services through a fast precise and accurate loan process, with in a maximum 21 working days. Improve the relationship and cooperation with other business related party. Supported with of credit as well as credit rate that is in accordance with current business needs that could increase the bank competitiveness. Lowering the Gross Non Performing Loan in such a way as to retain and maintain the quality of credit expansion, either by complying to the external or internal provisions. Improve monitoring of credit documents, manufacturing data reporting systems regularly and continuously. Establish a computerized Management Information System for the documentation and administration of loan. Empower highly qualified Human Resources.

58

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Meningkatkan pemasaran dan pelaksanaan Trade Finance, Jasa serta kredit resi gudang melalui eksporimpor. Melanjutkan berbagai kerjasama kredit sindikasi dengan BPD dan bank lainnya. Eksplorasi lebih dalam captive market terkait dengan Pemprov DKI Jakarta, rekanan, kontraktor, dan proyek lainnya. Revisi ketentuan transaksi ekspor-impor.

b. Produk-produk Kredit Komersial Kredit Sindikasi Pembiayaan sindikasi kredit infrastruktur Bank DKI bersama bank lain selama tahun 2009 terdiri dari pembiayaan jalan tol, pembangunan infrastruktur, pembangunan imperium Hotel & Mall, pembangunan pasar dan lain sebagainya dengan keterangan sebagai berikut:

Improve the marketing and execution of Trade Finance, Service and warehouse receipt loan through the importexport. Continue the cooperation of syndicated loan with other BPD and other banks. Further explore the opportunities of the captive market that in relation with the Provincial Government of DKI Jakarta, business partner, contractors and other projects. Revised regulation of the export and import transactions.

b. Commercial Loans Products Syndicated Loans In 2009, Bank DKI has been working closely with other banks to establish a syndicated loans to finance several projects such as highway, infrastructure development, construction of Imperium Hotel & Mall, market development and others as described below:

Tahun 2009
No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

2009
PEMBIAYAAN SINDIKASI
Jalan Tol Cikampek - Palimanan Jalan Tol Mojokerto - Kertosono Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu Jalan Tol Kebun Jeruk - Penjaringan Listrik di Pontianak Telekomunikasi Developer (Pembangunan Pasar Tanah Abang, Blok B) Developer (Hotel & Emporium Pluit Mal) Kantor Pemerintahan Pemkab Badung Bali Listrik 4 PLTU di luar Jawa Jasa perhotelan (Hotel di Manado) Listrik 13 PLTU di luar Jawa

NAMA DEBITUR DEBTORS NAME


PT Lintas Marga Sedaya PT Marga Hanurata Intrisic PT Kresna Kusuma Dyandra Marga PT Jakarta Lingkar Barat I PT Equator Manunggal Power PT Citra Sari Makmur PT Putra Pratama Sukses PT Pluit Propertindo Kabupaten Badung PLN (BRI) PT Wenang Permai Sentosa PLN (ASBANDA) JUMLAH / TOTAL

SYNDICATED LOAN
Cikampek - Palimanan Toll Road Mojokerto - Kertosono Toll Road Bekasi - Cawang - Kamp. Melayu Toll Road Kebun Jeruk - Penjaringan Toll Road Electric in Pontianak Telecommunication Developer (Development of Pasar Tanah Abang, Blok B) Developer (Hotel & Emporium Pluit Mal) Office Construction and Infrastructur at Badung District (Bali) Electric 4 PLTU in outside the Java area Hotel Services (Manado Hotel) Electric 13 PLTU in outside the Java area

JUMLAH (Rp) TOTAL (Rp)


100.000.000.000 100.000.000.000 100.000.000.000 100.000.000.000 75.000.000.000 49.000.000.000 150.000.000.000 80.000.000.000 40.000.000.000 200.000.000.000 66.900.000.000 750.000.000.000 1.810.900.000.000

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

59

Tahun 2008
No. PEMBIAYAAN SINDIKASI
1. 2. 3. 4. Jalan Tol Mojokerto - Kertosono Jalan Tol Cikampek - Palimanan Jalan Tol Kebun Jeruk - Penjaringan Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu

2008
JUMLAH (Rp) TOTAL (Rp)
Rp100 miliar/billion Rp110 miliar/billion Rp100 miliar/billion Rp130 miliar/billion

SYNDICATED LOAN
Mojokerto - Kertosono Toll Road Cikampek - Palimanan Toll Road Kebun Jeruk - Penjaringan Toll Road Bekasi - Cawang - Kamp. Melayu Toll Road Building and Procuring the Warehouses as well as the Telecommunication equipment Building / Office Construction and Infrastructur at Pemda Bengkulu Building / Office Construction and Infrastructur at Badung District (Bali)

5.

Pembangunan dan Pengadaan Gedung dan peralatan Telekomunikasi

Rp49 miliar/billion

6.

Pembangunan Gedung / Kantor dan Infrastruktur di Pemda Bengkulu

Rp50 miliar/billion

7.

Pembangunan Gedung / Kantor dan Infrastruktur di Kabupaten Badung (Bali)

Rp40 miliar/billion

8.

Pembangunan Pasar Tanah Abang, Blok M

Rp150 miliar/billion Development of Tanah Abang and Blok M Markets

Kredit Bangun Karya Merupakan fasilitas kredit yang diberikan kepada Nasabah/ Debitur/Calon Debitur yang merupakan rekanan Pemerintah Provinsi DKI dalam membiayai proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemprov DKI. Beberapa keunggulan dari Kredit Bangun Karya antara lain adalah berupa jaminan fisik non proyek yang lebih fleksibel, tarif yang kompetitif, penyediaan dana yang bersifat stand by loan (plafon) yang juga memungkinkan para debitur/ calon debitur untuk dapat mengajukan kredit berdasarkan proyeksi proyek yang akan diperoleh tanpa menunggu Surat Perintah Kerja (SPK)/Kontrak terlebih dahulu. Kredit Modal Kerja dan Investasi Merupakan fasilitas untuk pembiayaan dari berbagai sektor usaha seperti jasa konstruksi, perdagangan, industri, jasa-jasa dunia usaha, jasa-jasa sosial/masyarakat dan lain sebagainya.

Work and Construction Loan Its a loan facility granted to Customer/Debtor/Prospective Debtor who are partners of the Provincial Government of DKI Jakarta in financing projects within the Provincial Government of DKI Jakarta. Some advantages of work and construction loan, among others include a physical guarantee of non-project that is more flexible, competitive rate, stand by loan that allows each borrower / prospective borrower to apply for loan based on projection that the project will be obtained without waiting for Work Orders (SPK)/ First Contract.

Working Capital and Investment Loan It is defined as financing facility from various business sectors such as construction services, trading, industry, business services, social/public services as well as other businesses

Rencana Bisnis Ke Depan


Untuk memaksimalkan penyaluran kredit ke sektor komersial, strategi yang akan dilakukan meliputi: Mengeksplorasi secara mendalam captive market dengan Pemprov DKI Jakarta bersama rekanan kontraktor. Menggali potensi sektor-sektor yang lebih produktif seperti trade finance, dan kredit resi gudang. Reklasifikasi cabang yang khusus untuk melayani kredit komersial.

Future Business Plan


to maximize the disbursement of fund to commercial sectors, the strategy will include: In depth exploration on the captive market with the Provincial Government of DKI Jakarta and other contractors. Exploring the potential of more productive sectors such as trade finance and warehouse receipt. Reclassification for special branches to serve the commercial loan.

60

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Kolaborasi dengan Grup Mortgage & Housing untuk kredit konstruksi. Menjaga dan mengupayakan kualitas kredit tetap baik/tidak NPL. Memperketat pengawasan dan pengelolaan kredit sindikasi Proyek Asbanda-PLN Merah Putih. Meningkatkan kuantitas dan kualitas analis kredit melalui pelatihan analisa kredit, khususnya untuk kredit korporasi.

In collaboration with Mortgage & Housing Group for the construction loan. To retain and maintain the quality of good or bad NPL. Tightening the oversight and managing the Asbanda PLN Merah Putih Syndicated loan projects. Enhancing the quantity and the quality of credit analysis through the credit analysis training, especially the corporate credit.

Group Mortgage & Housing


Sejak dibentuk pada bulan September 2007, fokus kegiatan dari Grup Mortgage & Housing (GMH) dititikberatkan pada program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selain daripada itu, GMH juga memfokuskan programnya kepada pemasaran dan pembiayaan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA), baik yang bersubsidi maupun non subsidi, serta melakukan kerjasama pembiayaan Kredit Pemilikan Kios (KPK) maupun pemberian Kredit untuk Program Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKMK) kepada para pedagang di lingkungan PD Pasar Jaya. Selanjutnya, GMH juga aktif melakukan kerjasama dengan Dinas Perumahan DKI, Dinas Pertanahan DKI, para Developer (melalui Real Estate Indonesia (REI) maupun non REI), serta Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) guna menyongsong pemukiman di Jakarta sebagai kota Megapolitan. Jenis produk yang telah direalisasikan GMH: KPR Primary Salah satu fitur/produk turunan KPR Griya Monas untuk membiayai pembelian unit baru, rumah susun atau apartemen subsidi dan non subsidi, rumah toko (Ruko), rumah kantor (Rukan) dari Developer. KPA Rusunami Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) Rumah Susun Hak Milik (Rusunami) Subsidi dan Non Subsidi merupakan fitur/produk turunan dari KPR Primary untuk membiayai pembelian Apartemen Subsidi atau Non Subsidi dari Developer.

Mortgage & Housing Group


Since the establishment in September 2007, Mortgage & Housing Group (GMH) focuses its activities on Housing Loan (KPR) program. In addition, the GMH also focuses on the marketing and financing the subsidized and non-subsidized Apartment Loan (KPA), conduct a joint financing for Kiosk Loan (KPK) and the Disbursement of Small Medium Enterprise (SME) Loan to all merchant within PD Pasar Jaya surroundings.

Furthermore, the GMH also proactively coordinate with the Department of Housing of DKI Jakarta, Land Agency of DKI Jakarta, the Developer (through Real Estate Indonesia or Non-REI) as well as the Association of Housing Developers in Indonesia (APERSI) in order to meet the demand for housing in Jakarta as Magapolitan City Type of product introduced by GMH include: KPR Primary Defined as one of the features/KPR GRiya Monas derivative products to finance the purchases of new flat, subsidized or non-subsidized apartment, House Shop (Ruko), Home Office (Rukan) from the Developer. KPA Rusunami The Apartment Ownership Loan (KPA) for Subsidized and Non-Subsidized Flat Property Rights (Rusunami) is feature/ product that derives from KPR Primary to finance the purchase of Subsidized and Non-Subsidized Apartment from the Developer Kiosk Ownership Loan (KPK) Defined as one of the features/product of KPR Primary derivatives to finance the purchase of kiosk from the Developer KPR Secondary Defined as one of the features/product of KPR Griya Monas derivative to finance the second hand purchases either used for buying, refinancing, renovation or taking over of KPR from other banks.

Kredit Pemilikan Kios (KPK) Merupakan salah satu fitur/produk turunan dari KPR Primary untuk membiayai pembelian kios dari Developer.

KPR Secondary Merupakan salah satu fitur/produk turunan KPR Griya Monas untuk membiayai pembelian unit bekas (second hand) baik untuk tujuan pembelian, refinancing, renovasi ataupun take over KPR Bank lain.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

61

REALISASI KPR GRUP moRTgage & housing TAhUn 2009


dalam miliar Rupiah No. SEGMENTASI KPR KPR SEGMENTS KPR Kerjasama Developer (Primary) A.1 KPR Primary Umum Landed House Non Subsidi Rusunami Non Subsidi

mORTGAGE & hOUSInG GROUP In KPR REALIzATIOn In 2009


in billion Rupiah

JUMLAH DEBITUR TOTAL DEBTORS

PLAFON AWAL FIRST PLAFOND

BAKI DEBET PLAFOND

415 184 231

46.840.767.000.00 18.190.157.000.00 28.650.610.000.00

44.806.270.536.00 17.820.380.837.00 26.985.889.699.00

A.2

KPR Primary Program Kerjasama Kelembagaan A.2.1. Kemenpera Landed House Subsidi Rusunami Subsidi A.2.2. Bapertarum PUM Bapertarum A.2.3. Jamsostek PUMP Jamsostek A.2.4. YKPP BUM YKPP A.2.5. KPR BTN RDI BTN A.2.6. PD Pasar Jaya Kepemilikan Kios TOTAL KPR PRIMARY (Kerjasama Developer) 0

1.032

48.228.936.205

42.742.082.512.00

0 395

37.557.980.000.00

36.114.408.062.00

65

650.000.000.00

467.737.366.00

562

9.134.594.125.00

5.391.955.256.00

10 1.447.00

886.362.080.00 95.069.703.205.00

767.981.828.00 87.548.353.048.00

B B.1. B.2. B.3. B.4.

KPR Rumah Second (Secondary) Tujuan Renovasi dan Refinancing Tujuan Pembelian Tujuan Take Over Multiguna KPR TOTAL KPR Secondary (Rumah Second) 3.723 199 43 3.750 7.715.00 9.162 492.467.574.240.00 36.563.105.226.00 6.862.400.000.00 135.472.219.786.00 671.365.299.252.00 766.435.002.457.00 427.144.248.769,47 35.359.047.468,00 6.727.436.051.00 103.8010.569.399,70 573.032.301.688,17 660.580.654.736,17

Jumlah KPR Per 31 Desember 2009/Total KPR as 31 December 2009

Rencana Bisnis Ke Depan


Upaya-upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan performance bisnis mortgage housing tersebut, adalah; Meningkatkan portofolio KPR, KPA KPKios terutama Rusunami dengan tetap mengacu pada prinsip-prinsip prudential banking. Meningkatkan kerja sama dengan developer, penyedia KPA/KPR indent dan melakukan kerjasama dengan

Future Business Plan


Several efforts that is being undertaken to improve the performance of mortgage & housing business include as follows: Increasing KPR, KPA, KPKios especially Rusunami portfolios that adheres to the prudential banking principles Increasing cooperation with the Developer, KPA/Indent KPR vendors and working closely with the Minister of Public Housing, Cooperatives & SME, the Ministry of Agriculture,

62

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

kementerian Perumahan Rakyat, Koperasi & UKM, Departemen Pertanian, Linkage Program BI, KUR serta Departemen Keuangan untuk skim-skim penjaminan. Menjalin kerjasama dengan pihak ketiga lainnya, yaitu PT SMF, Brokerage house, asosiasi pengembang/REI/ APERSI. Sekuritisasi portofolio KPR-KPA bekerjasama dengan PT SMF untuk pemenuhan dana jangka panjang Optimalisasi e-LOS untuk mempercepat proses aplikasi kredit dan mempermudah penyediaan data terkait dengan pelaporan dan monitoring.

Bank Indonesias Linkage Program, KUR as well as guatantee scheme from the Ministry of Finance Working closely with other third parties, such as PT SMF, Brokerage House, Association of Developers/REI/APERSI The securitization of KPR-KPA portfolios in cooperation with PT SMF to fulfill the long-term plan Optimizing the e-LOS system to accelerate and simplify credit application process associated with related data for reporting and monitoring

JASA LAYANAN PERBANKAN LAINNYA


Jasa layanan perbankan Bank DKI diarahkan untuk memberikan jasa layanan yang unggul sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui upaya peningkatan teknologi, perluasan jaringan kantor dan kemitraan dengan lembaga/ badan usaha/instansi lainnya. Untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, Perseroan memberikan jasa-jasa layanan sebagai berikut: a. Layanan Dalam Negeri Fasilitas layanan perbankan untuk transaksi dalam negeri meliputi hal-hal seperti kiriman uang, inkaso, Surat Keterangan Bank (SKB), Jaminan Bank (Bank Garansi), pembayaran gaji pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan penerimaan pembayaran PBB, rekening PAM, listrik, telepon, pajak-pajak non impor serta retribusi daerah dan layanan BPD Net Online. b. Layanan Luar Negeri Fasilitas layanan untuk kemudahan kegiatan bisnis di luar negeri meliputi hal-hal seperti misalnya pembukaan Letter of Credit (L/C), pembiayaan kredit ekspor/impor, incoming & outgoing transfer, inward & outward collection, money changer & travelers Cheque, western union serta transaksi luar negeri lainnya.

OTHER BANKING SERVICES


Banking Services at Bank DKI is directed to provide excellent service to meet the needs of society through technological improvement, expansion of branch network and partnership with other institutions and business entities.

In order to provide optimum service to the society, Bank DKI provides the following services: a. Domestic Services Banking services facility for domestic transactions consists of several services such as money transfer, Bank Statement (SKB), bank Guarantee, payment of salary for the employee of Provincial Government of DKI Jakarta and receipt from PBB payment, billing of PAM, electricity, telephone bills, non-import taxes as well as regional levies and BPD Net Online. b. Overseas Services Services facility to facilitate overseas business activities such as of the opening of Letter of Credit (L/C), export/ import loan financing, incoming & outgoing transfer, inward & outward collection, money changer & travelers Cheque, western union and other overseas transactions.

3. ASPEK POKOK KINERJA BANK DKI service excellence


Mewujudkan semangat Layananku untuk Jakartaku, Bank DKI memfokuskan kegiatan usahanya untuk terus mengupayakan peningkatan layanan bagi kepuasaan nasabahnya. Untuk menjaga kualitas pelayanan tetap prima, Bank DKI bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI) melakukan monitoring terhadap performa layanan cabang-cabang Bank DKI selama 2 bulan, dari bulan Juli hingga Agustus 2009. Performa pelayanan Bank DKI didukung aspek pelayanan Customer Service (CS), Teller, Satpam, Ruang Pelayanan, Banking Hall, dan Toilet.

3. BANK DKI MAIN PERFORMANCE ASPECT Service Excellence


Realize to the spirit of Our Service for Our Jakarta. Bank DKI continue focus its business activity to the improvement of its service to satisfy the customers need. To maintain service quality at an excellent level, Bank DKI is working closely with Marketing Research Indonesia (MRI) to monitor service performance at Bank DKIs branch offices for two months, held from July until August 2009.

Service Performance at Bank DKI is supported by several aspect such as Customer Service (CS), Teller, Security, Service Center, Banking Hall and Toilet.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

63

Hasil temuan tim survey MRI menunjukkan kesiapsiagaan tim satuan pengamanan, kebersihan toilet, interior dan suasana kantor mendapat nilai service yang baik, sedangkan aspek pelayanan CS menunjukkan nilai yang relatif rendah dibanding faktor lain. Penyebabnya adalah beban pekerjaan yang terlalu banyak. Selain melayani pertanyaan dan keluhan seputar produk, CS juga harus melayani pembukaan tabungan & giro, pengajuan kredit, dan masih banyak lagi. Itu semua membuat kerja CS menjadi relatif lebih lama. Menindaklanjuti masalah tersebut di atas, dibentuklah dua lini CS, yaitu CS front dan CS back office. CS front untuk menerima dan berhadapan dengan nasabah, sedang CS back membantu proses pengurusan dokumen seperti fotokopi, mencatat, verifikasi dan lain-lain. Di beberapa cabang Bank DKI masih harus dibenahi banking hallnya, yang tidak menyediakan sistem antrian mesin dan jalur antrian. Pada tahun 2009, di bulan Juni yang lalu Bank DKI meraih peringkat pertama dalam Banking Service Excellence Award untuk kategori BPD. Secara keseluruhan skornya mencapai 70,53% atau naik dari 68,22% survei sebelumnya. Skor tersebut kemudian meningkat menjadi 72% berdasarkan penilaian MRI atas survei yang telah mereka lakukan selama dua bulan di berbagai cabang Bank DKI. Sebagai pembanding, rata-rata nilai service di industri BPD adalah sebesar 70%. Untuk dapat bersaing dengan bank swasta lain di Jakarta, Bank DKI harus dapat meningkatkan kualitas layanan primanya. Meskipun untuk kategori BPD, Bank DKI berturut-turut selama 2 tahun menjadi BPD terbaik pertama dalam hal layanan, namun perlu terus menumbuhkan jiwa melayani di setiap insan Bank DKI. Dan yang membanggakan, Bank DKI mampu mempertahankan sebagai BPD Terbaik Pertama dalam Service Excellence yang dinilai oleh Marketing Riset Indonesia dan Majalah Info Bank, sebagaimana edisiApril 2010 No. 37 Volume XXXII dengan skor 77,08% dari sebelumnya 70,53%. Service kepada pelanggan juga terkait kelengkapan fitur produk. Untuk ATM Bank DKI kini sudah ada 18 fitur pembayaran. Ke depan akan ditambahkan fitur pembayaran kartu kredit, kredit mobil, KPR dan lain-lain. Layanan mobile banking pun telah disiapkan dengan menggunakan teknologi terbaru yang menjamin keamanan nasabahnya dalam bertransaksi.

The result from MRI survey team indicated that the responsiveness of the security guard team, the cleanliness of toilet, interior and office had receive good grade, whereas the services aspect of CS had shown a relatively low grade compared to other factors. This was due to the heavy workload. In addition to serving questions and complaints about the products, CS should also serves the opening of savings, current account, loan application and so forth. It all makes the works of CS take longertime.

In order to follow up on the abovementioned problems, the Bank had formulated two types of CS namely CS front and CS back office. The CS front is responsible to receive and deal with customers, while CS back office support the document processing such as copying, recording, verifying and others. Banking hall renovations at several branch offices of Bank DKI still become a major priority, especially those which do not provide the queuing system as well as the queue lane machine. Bank DKI has been awarded with the 1st position on Banking Service Excellence Award for the category of BPD that was held on June 2009. Overall, the total score reached 70.53% or increase from 68.22% of the last survey. The score is then grew to 72% based on the MRI survey that was undertaken over the past two months in several branches of Bank DKI. As a comparison, the average value of services at BPD has reached a total of 70% score.

In order to be able to compete with other private banks in Jakarta, Bank DKI should be able to improve its service excellence. Eventhough, for BPD category, Bank DKI has become The 1st Best BPD that has been awarded with a service excellence for two consecutive years, all of Bank DKIs employee still need to realise the spirit of service excellence. And proudly, Bank DKI still manage to maintain its position as the 1st Best BPD in Service Excellence as evaluated by Marketing Research Indonesia and Info Bank Magazine, published on April 2010 edition No. 37 Volume XXXII with a total score of 77.08% from the previous score of 70.53%.

Service to customer is also related to many product features. Bank DKIs ATM has been supported by product 18 features of payment. In the future, the Bank will add a feature for credit card payment, car installment, KPR and so forth. Mobile banking facility is also being developed by using an advance technology to ensure the safety transaction for all Bank customers.

64

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

menurunkan non Performing Loan (nPL)


Dampak krisis keuangan global yang memuncak di akhir triwulan ketiga tahun lalu tercermin dari naiknya tren kredit bermasalah hampir di seluruh industri perbankan Indonesia. Di bulan Agustus 2009 angka nominal NPL mencapai titik tertinggi selama lima tahun terakhir. Krisis tersebut memukul sektor riil di dalam negeri, sehingga para debitur tidak mampu membayar cicilan hutang ke bank tepat pada waktunya. Untuk mengatasi hal ini, Bank DKI memiliki Grup Supervisi Kredit (GSK) yang mengelola kredit yang masuk kolektibilitas 3-5. Peran dan tanggung jawab GSK pada dasarnya bertindak sebagai fasilitator yang melakukan langkah-langkah koordinatif terhadap debitur dalam rangka penyelesaian kredit/ restrukturisasi kredit. Restrukturisasi kredit dilakukan terhadap debitur yang mengalami kesulitan pembayaran pokok dan atau bunga kredit, memiliki prospek usaha yang baik dan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi. Terdapat delapan tahapan proses restrukturisasi kredit, yaitu; pengumpulan data kreditur dan debitur, pertemuan antar kreditur dan pembentukan komite kreditur, negosiasi antara kreditur dan debitur tentang cara penyelesaian, penandatanganan perjanjian standstill penunjukkan financial advisor, auditor, legal advisor proses due diligence, negosiasi persyaratan restrukturisasi penandatanganan perjanjian restrukturisasi. Sedangkan materi restrukturisasi kredit terdiri dari: penurunan suku bunga, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, perpanjangan jangka waktu kredit, penambahan fasilitas kredit, pengambilalihan aset debitur sesuai ketentuan yang berlaku, konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara pada perusahaan debitur. Sejalan dengan rencana strategis Bank DKI untuk memasuki bisnis komersial, GSK mulai menyiapkan sumber dayanya untuk bisa menjadi tenaga supervisi kredit yang mampu menganalisa kredit komersial, bisa membaca informasi di balik laporan keuangan debitur, memverifikasinya, kemudian menagih dengan cara yang tepat. Selain itu, GSK juga melakukan rekrutmen tenaga supervisi kredit yang telah memiliki pengalaman kerja pada bank lain. NPL Gross di tahun 2009 sebesar 5,76% meningkat dibandingkan tahun 2008 yang sebesar 4,92%. Sedangkan NPL Nett adalah 3,26% di tahun 2009 dan sebesar 2,05% di tahun 2008. Peningkatan NPL ini dikarenakan adanya penetapan kolektibilitas yang lebih konservatif terhadap pembentukan cadangan yang lebih aman.

Lowering the non Performing Loan


The impact of global financial crisis that culminated at the end of third semester last year was reflected through the rising trend of Non Performing Loan in almost all-banking industry. On August 2009, the nominal rate of NPL reached the highest point during the last five years period. The crisis is hitting the real sector in the country that makes it hard for all debtors to repay their installment to the bank on schedule. To address this issue, Bank DKI formed the Credit Supervisory Group (CSG), which is responsible to manage all credit with collectibility level of 3-5. CSG basically implement its duties and responsibilities to act as a facilitator that carry out coordinative measures against the debtor in relation to the loan settlement/ restructuring. Loan restructuring is undertaken towards debtors that experience a difficulty to pay the installment of interest loan, but still having a good business prospect and the ability to fulfll their obligation after loan restructuring process. There are eight stages of loan restructuring, namely: the collecting data of creditor and debtor, meeting among the creditors and formulation of creditor committee, negotiation on settlement process between creditor and debtor, signing of the standstill agreement, the appointment of financial advisor, auditor and legal advisor, due diligence process, negotiating the term of restructuring, signing of the restructuring contract.

Whereas the material of loan restructuring consist of the following: Interest rate deduction/reduction, Reduction of outstanding loan interest, Reduction of loan principal arrears, Extention of credit terms, The addition of loan facility, The acquisition of debtors assets in accordance with prevailing regulation, Conversion of loan into temporary investment at debtors company. In line with Bank DKIs strategic plan to enter the commercial business, CSG began to prepare resources to become a capable credit supervisors who are able to analyze the commercial loan, understands every information in the financial statement of debtors, verify it, then collect it in a timely manner. Moreover, CSG also recruits several staff for loan supervisor that has an experience of working with other banks. The 2009 Gross NPL stands at 5.76% an increase from the 2008 results of 4.92%. Meanwhile, the 2009 Net NPL reached 3.26% from 2.05% in 2008. The increasing NPL was mainly due to the determination of a more conservative collectibility reserve allowance.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

65

Adapun perubahan dalam penyisihan kerugian kredit yang diberikan adalah sebagai berikut:
dalam Rupiah

The changes on the allowance of loan losses are as follows:

in Rupiah

2009
Saldo Awal Tahun Penyisihan dalam Tahun Berjalan Penerimaan Kembali Kredit Hapus Buku Penghapusan dalam Tahun Berjalan Selisih Kurs Penyesuaian Saldo Akhir Tahun 229.908.493.326 26.766.235.933 16.345.129.214 (38.401.926.834) (931.971.250) 233.685.960.389

2008
233.802.959.474 44.750.935.740 13.145.526.006 (49.099.778.023) (12.691.149.871) 229.908.493.326 Balance at Beginning of the Year Provision During the Year Recovery of Written-off Loans During the Year Written-off for the Year Gains on Foreign Exchange Adjusments Balance at the End of the Year

Bank dalam usaha konvensionalnya telah memperhitungkan agunan sebagai pengurang Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP) sesuai dengan PBI No. 11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang penilaian kualitas aktiva Bank Umum dan No. 9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007. Selain itu di tahun 2009 juga dilakukan restrukturisasi kredit dengan rincian sebagai berikut:
dalam Rupiah

The Bank in its conventional business has calculated the collateral as a deduction of Allowance for Productive Assets (PPAP) that is in accordance with PBI regulation No. 11/2/PBI/2009 dated 29 January 2009 regarding the quality of Commercial Banks Assets and No. 9/6/PBI/2007 dated 30 March 2007. In addition, loan restructuring undertaken in 2009 include as follow:
in Rupiah

2009
Perpanjangan Jangka Waktu Kredit Perubahan Skim Pembiayaan Jumlah 70.136.644.147 97.216.210.204 167.352.854.351

2008
7.650.953.862 7.650.953.862 Total Loan Period Extension The Change Scheme Financing

Adapun kredit yang dihapus buku adalah sebagai berikut:


dalam Rupiah

The balance of loans that have been written-off include as follow:


in Rupiah

2009
Saldo Awal Tahun Penerimaan Kembali Kredit Hapus Buku Penambahan dalam Tahun Berjalan Penyesuaian Jumlah 308.332.628.618 (16.345.129.214) 38.401.926.834 (12.203.377) 330.377.222.861

2008
287.514.704.467 (13.145.526.006) 34.107.690.553 (144.240.396) 308.332.628.618 Total Beginning Balance of the Year Recovery of Written-off Loans During the Year Additions During the Year Adjusments

Pengelolaan NPL di Tahun 2010


Untuk menurunkan NPL gross yang ditargetkan pada tahun 2010 sebesar 3,04%, langkah-langkah yang akan ditempuh adalah:

The 2010 NPL Management


To lower the targeted gross NPLs in order to reach the 2010 target of 3.04%, the steps to be taken include:

66

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Melakukan monitoring kualitas kredit secara berkesinambungan kepada unit pemberi kredit. Melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang mengalami kesulitan membayar kewajibannya dan masih mempunyai prospek. Melakukan penagihan kredit yang efektif dengan menggunakan tenaga internal maupun outsourcing. Melakukan penagihan kredit hapus buku dengan proteksi hasil tagih tahun 2009. Mengoptimalkan penagihan kredit hapus buku dan KLUAUBP dengan cara melakukan penagihan sendiri atau bekerja sama dengan kantor lelang dan pihak lainnya. Pengembangan SDM di unit Supervisi Kredit.

Continous monitoring lending quality to the lender unit. Carry out a loan restructuring program to the borrower who have payment difficulty but its business still has prospects. Performed an effective credit billing by using an internal or outsourcing staff. Performed a write-off credit billing with the 2009 credit billing protection. Optimizing a write-off credit billing and KLUAUBP by way of conducting a personall collecting or working closely with pawning office or other parties. Human Resource Development at credit supervision unit.

Menurunkan Biaya Operasional, meningkatkan Pendapatan Operasional (BOPO)


BOPO merupakan rasio yang mengukur efisiensi perbankan. Semakin kecil nilai BOPO menunjukkan perbankan tersebut semakin efisien. Semakin meningkatnya kompetisi antar perbankan di Jakarta mengharuskan Bank DKI terus meningkatkan efisiensinya. Jika tidak maka akan kalah bersaing. Secara alami dan empiris BOPO pada BPD relatif lebih kecil dibanding bank BUMN atau bank lain. Ini karena proporsi DPK yang mayoritas disumbang dari penempatan dana Pemda dan unit bisnisnya (BUMD).

Lowering the Operational Expenses and Increasing Operational Income


Operating Expenses to Operating Income is defined as ratio that measures banking efficiency. A lower value of Operating Expenses to Operating Income indicates a higher banking efficiency. The increasing competition among banking industries in Jakarta requires Bank DKI to improve its efficiency. If not then it would not be able to compete. By nature or empirical data, BPD tends to have lower Operating Expenses to Operating Income ratio compared to other state-owned or other banks. This was due to the fact that the Third Party Fund proportion mostly contributed by a local government and its business units (enterprises). However, it should be considered that in order to lower the Operating Expenses to Operating Income, the labor cost and non operating expenses reduction should not interfere the Bank for being able to operate efficiently. Excessive cost reduction can negatively influence the banks output, such as a decline in the Banks product quality, quality of bank portfolios as well as a decreased in Banks revenue. In 2009, Bank DKI succeeded in reducing its Operating Expenses to Operating Income ratio to 84.86% from 89.71% in 2008. This reflects the success of Management in conducting efficiency. In addition to that, on April 2009, Bank DKI received an award as The Most Efficient BPD, based on survey conducted by Bisnis Indonesia daily. The control operational cost control was then prioritized to other units that have a larger cost such as GQA and GSM. Moreover, Bank DKI strives to do the spending wisely, by way of limiting the unnecessary expense and conducting a cost benefit analysis on every significant expenditure, that means that all expenses has reckoned a justified return.

Namun harus diperhatikan dalam menurunkan BOPO, hendaknya strategi pengurangan biaya tenaga kerja dan biaya non operasional lainnya tidak mengganggu bank beroperasi secara lebih efisien. Pengurangan biaya yang berlebihan justru dapat berpengaruh negatif pada output bank, seperti turunnya kualitas produk bank, kualitas portofolio bank, serta berkurangnya pendapatan bank. Di tahun 2009, Bank DKI berhasil menurunkan BOPO menjadi sebesar 84,86% dari 89,71% di tahun 2008. Hal ini merupakan salah satu keberhasilan Manajemen dalam melakukan efisiensi. Selain itu, sebagai informasi, pada April 2009, Bank DKI menerima penghargaan sebagai BPD Terefisien dari Harian Bisnis Indonesia. Pengendalian biaya operasional diprioritaskan kepada unit-unit yang memiliki biaya besar seperti di GQA dan GSM. Selain itu, Bank DKI juga melakukan pembelanjaan dengan bijaksana, dengan cara membatasi pengeluaran biaya yang kurang perlu, dan melakukan cost benefit analysis di setiap pengeluaran signifikan, yang berarti segala biaya yang telah dikeluarkan telah diperhitungkan return yang dapat dipertanggung jawabkan. Berkaitan juga dengan BOPO adalah pengelolaan biaya dana, dengan meningkatkan dana murah seperti tabungan, giro dan deposito ritel. Tabungan dapat ditingkatkan dengan menyediakan produk-produk yang disesuaikan permintaan konsumen.

Operating Expenses to Operating Income is also associated with managing the cost of fund, by incresing low cost fund like savings, current account and retail deposits. Savings can be improved by providing customized products that meet the customers demand.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

67

Unit Pendukung
Supporting Unit

SUMBER DAYA MANUSIA


Di tengah persaingan yang kian sengit dan perkembangan industri perbankan yang sangat pesat, SDM yang tangguh memegang peranan kunci bagi kesuksesan Manajemen guna mewujudkan Bank DKI menjadi Bank Terbaik yang Membanggakan. Sebagai panduan dalam bertindak dan berperilaku dalam konteks mewujudkan Misi dan Visi Perseroan, Bank DKI juga telah mendeklarasikan tujuh nilai yang kemudian dikenal sebagai KTPP DKI yang terdiri dari nilai-nilai Komitmen, Teamwork, Profesional, Pelayanan, Disiplin, Kerja Keras serta Integritas. Setelah merumuskan Misi dan Visi serta KTPP DKI, tahapan selanjutnya yang dilakukan oleh Bank DKI adalah melakukan penataan dan pengembangan SDM baik secara kelembagaan maupun melalui serangkaian program dan kebijakan, seperti melakukan perubahan pendekatan dari human management menjadi human capital. Berikut adalah ilustrasi perkembangan sumber daya manusia di Bank DKI dilihat berdasarkan pendidikan, jabatan serta usia: Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia no.
1. 2. 3. 4.

HUMAN RESOURCES
In the midst of an increasingly fierce competition and rapid development of banking industry, the capable human resources are playing key role for the success of the Management of Bank DKI to achieve its vision of becoming The Best Bank that Inspired Pride. As a guideline to act and behave in the context of realizing the Companys Mission and Vision, Bank DKI has declared its seven corporate value known as KTPP DKI, consisting of Commitment, Teamwork, Professional, Service Excellent, Discipline, Hard Work and Integrity. After formulating the vision and mission as well as KTPP DKI, further step undertaken by Bank DKI is to settle and develop its human resources, either as an institution or through a series of programs and policies, such as performing a change of approach from human management to human capital. The following is an illustration of human resources development of Bank DKI based on education, position and ages: Employee Composition Based on Age 2006
465 376 346 81 1,268

PEnDIDIKAn
20 - 30 tahun 31 - 40 tahun 41 - 50 tahun 51 - 70 tahun JUmLAh

2005
384 411 317 83 1,195

2007
622 359 369 88 1,438

2008 804 359 382 90 1,635

2009 872 362 392 77 1,701

EDUCATION
20 - 30 years old 31 - 40 years old 41 - 50 years old 51 - 70 years old TOTAL

Komposisi Karyawan Berdasarkan Pendidikan no.


1. 2. 3. 4. 5.

Employee Composition Based on Education 2006


67 704 157 312 28 1,268

PEnDIDIKAn
Pasca Sarjana (S-2) Sarjana (S-1) Sarjana Muda/Diploma SMU SD/SMP JUmLAh

2005
63 601 161 338 32 1,195

2007
86 887 153 288 24 1,438

2008
97 997 185 336 20 1,635

2009
105 1,035 199 348 14 1,701

EDUCATION
Post Graduate Bachelor Undergraduate Highschool Elementary School TOTAL

Komposisi Karyawan Berdasarkan Jabatan LEVEL


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Employee Composition Based on Position JUmLAh / TOTAL


3 13 23 31 79 83 259 195 114 435 111 355 1.701

TInGKATAn
Senior Vice President Vice President Assitant Vice President Senior Manager Manager Assistant Manager Supervisor Asisstant Supervisor Senior Clerk Junior Clerk Non Clerk Karyawan Kontrak (no leveling) JUmLAh

LEVEL
Senior Vice President Vice President Assistant Vice President Senior Manager Manager Assistant Manager Supervisor Asisstant Supervisor Senior Clerk Junior Clerk Non Clerk No Leveling TOTAL

68

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Total Karyawan selama 5 tahun terakhir


jumlah / total
2.000

Total Staff the Last 5 Year

1.635 1.500 1.268 1.438

1.701

1.195

1.000

500

2005

2006

2007

2008

2009

Perkembangan jaman yang terjadi telah menuntut Bank DKI untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Oleh karena itu, Bank DKI merasa perlu mempersiapkan kader-kader pemimpin masa depan perusahaannya melalui jalur kaderisasi internal berdasarkan kompetensi dan integritas yang sejalan dengan tujuan perusahaan ke depan.

Happening era developing have charged Bank DKIs that can adapt by charging that, therefore, Bank DKI perceives to needs settings square future leader through the internal succession internal based and integrity that in the line with firm aim to the fore.

Pengembangan Program-Progam SDM a. Implementasi Konsep human Capital


Mempersiapkan Calon Pemimpin yang memiliki Kompetensi dan Integritas yang tinggi setingkat Supervisor melalui Staff Development Program (SDP) sebanyak 30 orang. Mengembangkan Kompetensi Karyawan melalui Pendidikan dan Pelatihan yang berkualitas dan tepat guna berdasarkan Training Need Analysis (TNA) dalam bentuk in-house training dan public training. Memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan perkembangan organisasi dan tuntutan bisnis berdasarkan Work Load Analysis (WLA) melalui rekrutmen dan seleksi karyawan entry level (junior clerk) yang bersumber dari eksternal sebanyak 243 orang. Meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Karyawan melalui perbaikan kualitas pengelolaan SDM dengan pola penempatan karyawan berdasarkan kompetensi melalui mutasi karyawan berdasarkan kompetensi yang dimiliki sebanyak 173 orang. Menyempurnakan dan membangun kebijakan prosedur dan pengelolaan SDM yang mendukung/ mendorong peningkatan kinerja karyawan, kinerja Bank dan kesejahteraan karyawan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) oleh Manajemen PT Bank DKI dan Serikat Karyawan (SEKAWAN) PT Bank DKI tanggal 11 April 2009. Membangun dan menyempurnakan sistem aplikasi software SDM yang terintegrasi meliputi absensi/attendance, penggajian/payroll, penilaian kinerja/performance management system (PMS), rekrutmen dan pelatihan.

Human Resource Development Program a. The Implementation of human Capital Concept


Preparing prospective leaders with high level of competence and integrity at Supervisor level through Staff Development Program that recruits a total of 30 persons. Develop Employee Competencies through a qualified as well as efficient Education and Training in the form of in-house training and public training based on Training Need Analysis (TNA) Fulfill the needs of Human Resources (HR) in accordance with organizational development and business demand that is based on Work Load Analysis (WLA) through the recruitment and selection of entry-level employee (junior clerk) from the external sources of 243 people. Increasing Employee Productivity and Performance through the improvement of HR quality with staffing patterns based on the competence of employees, whereby through a mutation process it has resulted for a total of 173 people. Strengthen and developed the policies for HR Management and Procedure that support/ encourage the increasing of employee performance, the Banks performance and employee benefit through the signing of the Collective Labor Agreement (CLA) between Bank DKI and Employee Union (SEKAWAN) of PT Bank DKI dated on 11 April 2009. Develop and refine the HR System and integrated software application which comprises of attendance, payroll, performance management system (PMS), recruitment and training.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

69

b. Program Champion
Sejak dicanangkan tahun 2006, KTPP DKI mulai menjadi nafas bagi seluruh karyawan Bank DKI. Namun, perubahan budaya kerja melalui KTPP DKI yang mencakup tiga pilar perubahan di dalamnya, yaitu Arsitek Perubahan, Change Leader (Pemimpin Perubahan) dan Change Agent (Mitra Perubahan) dirasa belum optimal untuk mengusung perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Karena itu, dibutuhkan amunisi tambahan guna memaksimalkan dan mempercepat perubahan budaya kerja tersebut Untuk mendapatkan kader terbaik, Bank DKI mengadakan program Championship untuk memilih Change Agent dan Change Leader terbaik. Program ini diluncurkan pada bulan Oktober 2009 yang terdiri dari 218 Pemimpin Perubahan dan 243 Mitra Perubahan, yang dipilih oleh seluruh karyawan melalui sistem intake atau sistem pooling online melalui corporate email dari masing-masing karyawan. Pemilihan tersebut telah dilakukan oleh karyawan Bank DKI sejak tanggal 7 sampai 23 Desember 2009, dan diumumkan pada saat acara Employee Gathering yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-49 Bank DKI di Jl. EXPO - Kemayoran tanggal 11 April 2010. Adapun pemenang Change Leader tersebut adalah sebagai berikut: 1. Eko Achyar Pemimpin Capem Gunadarma 2. Yayat Rukhyat Pemimpin Cabang Tanjung Priok 3. Eri Sukoco Pemimpin Divisi Tresuri & ALMA Grup Tresuri Sedangkan pemenang Change Agent adalah sebagai berikut: 1. Marjanti Capem Bintaro 2. Levi Iqbal Cabang Matraman 3. Eka Agus Priatmoko Grup Komersial Selain diberikan hadiah menarik berupa pelatihan di dalam maupun luar negeri, serta kesempatan untuk bisa diproyeksikan menjadi pemimpin di lingkungan Bank DKI, 3(tiga) besar terpilih dari Pemimpin Perubahan dan Mitra Perubahan tersebut nantinya diharapkan dapat mengemban misi khusus untuk menularkan dan mendorong perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

b. Champion Program
Since launched in 2006, KTPP DKI has been values internal of all employees of Bank DKI. However, changes in working culture through KTPP DKI which embodied three pillar of changes namely Change Architect, Change Leader and Change Agent are considered being not optimal to carry those changes to a better direction. Therefore, additional device is needed in order to maximize and accelerate changes in working culture.

In order to get the best cadre, Bank DKI organized a Championship program to select the best Change Agent and Change Leader. This program was launched in October 2009 which consisted of 218 Change Leader and 243 Change Agent that was elected by all employees through the intake or pooling online system via employees corporate email. The election has been conducted by Bank DKIs employees since 7 23 December 2009, and being announced at Employee Gathering, which coincided with the 49th Anniversary of Bank DKI at Jl. EXPO Kemayoran on 11 April 2010. The following are the winner of Change Leaders: 1. Eko Achyar Head of Gunadarma Sub-Branch Office 2. Yayat Rukhyat Head of Tanjung Priok Head Office 3. Eri Sukoco Head of Treasury & ALMA Group Division While the winner for Change Agent is as follows: 1. Marjanti Bintaro Sub-Branch Office 2. Levi Iqbal Mataram Head Office 3. Eka Agus Priatmoko Commercial Group

In addition to the interesting award of training participation both domestic or abroad and opportunity to be promoted as leader within Bank DKI, the three winners of Change Leader and Change Agent category is expected to carry out a special mission to envision and encourage changes within their respective environment

c. Program SDP, mDP dan EDP


Sejak tahun 2008 lalu, Bank DKI juga meluncurkan program pelatihan dan pendidikan secara berkelanjutan, yaitu Staff Development Program (SDP) program selama 9(sembilan) bulan yang bisa diikuti oleh seluruh karyawan yang telah bekerja di Bank DKI minimal 3(tiga) tahun setelah pengangkatan serta berusia maksimal 35 tahun. Pada gelombang pertama, program SDP Bank DKI telah berhasil mencetak 30 orang lulusan, dimana 5 terbaik dari lulusan tersebut ditempatkan di berbagai posisi di Perseroan dengan jabatan tertentu setingkat dengan analis atau pemimpin seksi. Selanjutnya, pada tahun 2009-2010, Bank DKI mulai mengadakan program lanjutan yaitu Manager Development Program (MDP) program yang bisa diikuti oleh karyawan yang telah menduduki jabatan setingkat pemimpin seksi atau pemimpin Departemen. Program MDP telah terimplementasi pada Maret 2010

c. SDP, mDP and EDP Programs


Since 2008, Bank DKI has also launched a sustainable training and education programs, namely Staff Development Program (SDP) which is a nine-month program that could be participated by the entire employee whom had worked at Bank DKI for at least three years after the appointment and with a maximum age of 35 years old. On the first batch, Bank DKIs SDP program had successfully produced 30 graduates, whereby the best five were positioned at several divisions within the Bank under certain position that equally leveled with analyst or head division. Furthermore, in 2009-2010, Bank DKI conducted an advance program namely the Manager Development Program (MDP) that defined as a program for the entire employee whom had served in a position that is leveled with head division and head of department. The MDP program had been implemented in March 2010

70

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

yang berhasil mendapatkan 23 orang terbaik dari 156 calon yang diseleksi secara ketat. Selanjutnya, bagi mereka-mereka yang telah lulus program MDP, mereka bisa mengikuti program Executive Development Program (EDP) merupakan program lanjutan untuk memilih kader yang akan ditempatkan pada posisi assistant vice president, vice president dan senior vice president.

and succeeded to get 23 people out of 156 candidates whom had been thoroughly selected. Furthermore, for those whom had graduated from the MDP program, they are entitled to join the Executive Development Program (EDP) a continuity program to select a certain candidate to be positioned as assistant vice president, vice president and senior vice president.

d. Program Cash dan Pensiun Dini


Sedangkan untuk memacu dan membangun iklim kompetisi yang sehat di lingkungan karyawan, Bank DKI juga menggulirkan program CASH (Cara Agar Semua Happy) dimana didalamnya memuat sistem penggajian berdasarkan remunerasi, yaitu setiap karyawan akan memperoleh apresiasi dan imbalan berdasarkan prestasi dan kinerja mereka masing-masing. Program CASH akan meningkatkan fairness dan motivasi karyawan melalui: Gaji dasar / gaji pokok karyawan dibedakan dengan bobot pekerjaan atau tingkat jabatan (grading). Jasa produksi / bonus maupun penghasilan lainnya diberikan berdasarkan hasil penilaian kinerja (pay of performance culture). Struktur penggajian berdasarkan nilai pasar (competitiveness) sehingga nilai uang pensiun dan tunjangan hari tua karyawan akan lebih baik. Sementara, bagi para karyawan yang tidak mampu atau tidak memiliki keinginan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan budaya korporasi yang sedang digalakkan, Bank DKI juga menyiapkan program Pensiun Dini. Selain itu, Bank DKI juga mempunyai program yang terkait dengan SDM, diantaranya adalah: Program Dana Pensiun Bank menyelenggarakan program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya. Program ini dikelola oleh Dana Pensiun Bank DKI. Program pensiun ini telah disetujui oleh Menteri Keuangan dalam Surat Keputusan No. KEP-015/KM/17/1994 tanggal 21 Januari 1994. Beban iuran pensiun yang dibebankan Bank pada tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 berjumlah Rp12.508.664.134 dan Rp13.645.872.793. Program Imbalan Kerja Bank telah menghitung kewajibannya sehubungan dengan Undang-undang ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program imbalan kerja tersebut. Saldo kewajiban program imbalan kerja pada tahun 2009 dan 2008 mengacu pada hasil perhitungan aktuaria independen PT Dian Artha Tama berdasarkan laporannya No. 275-A/PSAK/DAT/III/2010 tanggal 18 Maret 2010 dan No. 122-A/PSAK/DAT/III/2009 tanggal 17 Maret 2009 sesuai dengan penerapan atas PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang Imbalan Kerja.

d. CASh and Early Retirement Programs


In order to foster and to build a healthy competition within the organization, Bank DKI also launched CASH (Cara Agar Semua Happy) Program, that constitute a payroll system based on remuneration, whereby each employee will earn an appreciation and compensation based on their achievement and performance.

CASH program will increase fairness and employee motivation trough the followings: Basic salary for each employee is differentiate based on working scale or grading level. Production fee/bonus or other incentives is given based on pay of performance culture. The payment structure of payroll is determined based on the market value, so that the retirement and pension will have a better value for money.

Meanwhile, as for the incapable employee or those whom resist to adapt with changes on the corporate culture that is being encouraged, Bank DKI had prepared an Early Retirement Program.

In addition, Bank DKI had several program that is related with human resources, which among others are: Pension Fund Program Bank DKI had defined contribution retirement plan for all permanent employees. This program is being managed by Bank DKI pension fund. The Minister of Finance had approved this pension program through a Decree No. KEP-015/KM/17/1994 dated 21 January 1994. Pension expenses that is charged by the Bank for a period that ends on 31 December 2009 and 2008 are amounting to Rp12,508,664,134 and Rp13,645,872,793 respectively. Employee Benefit Program The Bank had calculated its obligations in relation with Employment Law No. 13/2003. There was not any funding activity that is made in relation to the employee benefit program.

Retained liability from the employee benefit program for 2009 and 2008 is refer to the calculation from independent actuarial report of PT Dian Artha Tama No. 275-A/PSAK/DAT/III/2010 dated 18 March 2010 and No. 122-A/PSAK/DAT/III/2009 dated 17 March 2009, which is in accordance with PSAK No. 24 (2004 revised) regarding Employee Benefit.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

71

Diharapkan bahwa serangkaian program-program tersebut, dapat membantu pihak Manajemen dalam mempersiapkan seluruh karyawannya dalam mengemban Misi Visi korporasi yang baru serta meningkatkan performa dan kinerjanya agar mampu bersaing dalam industri perbankan nasional.

These series of programs are expected to be able to support the Management for preparing the entire employee to carry out the new vision and mission of the Bank as well as increasing its performance in order to compete in the national banking industry.

Program Pelatihan Karyawan


Untuk meningkatkan kompetensi karyawan, pihak Manajemen secara berkala juga mengikutsertakan karyawan mereka pada program pelatihan yang diselenggarakan dari dalam dan luar negeri. Beberapa pelatihan tersebut dijabarkan melalui tabel berikut ini:

Employee Training Program


To improve the employees competencies, the Management had regularly involving their employees on training courses that is held within Indonesia or abroad. Some of the training describe in the following tables:

Realisasi pelatihan karyawan di 2009


No. PELATIHAN
1 2 3 4 5 Technical Skill Interpersonal Skill Managerial Skill Pengembangan / Penjenjangan Seminar / Lokakarya JUmLAh

Realisation employee training in 2009


2005
1.937 212 519 268 2.936

2006
1.176 663 1.569 184 3.592

2007
3.302 997 949 693 5.921

2008
4.254 682 719 2 899 6.556

2009
5.531 821 3.028 38 973 10.391

TYPE OF TRAININGS
Technical Skill Interpersonal Skill Managerial Skill Development /Levels Seminar / Workshop TOTAL

Rencana Ke Depan
Upaya yang sudah dilakukan oleh Bank DKI ini akan terus digulirkan dan diperbaharui secara berkala di masa depan agar bisa mencapai tujuan Perseroan untuk menjadi tuan rumah dan bagian dari program Pemerintah Provinsi DKI dalam mewujudkan Jakarta sebagai Service City dengan karyawan yang profesional berbasis Human Capital. Perjalanan ke depan masih panjang dan dengan komitmen bersama, Bank DKI siap mengemban tugas menjadi Bank Terbaik yang Membanggakan.

Future Outlook
Several effort undertaken by Bank DKI will continuated to operated and improved to achieve the Companys objective in the future of becoming a host and part of Provincial Government of DKI Jakartas program, which is realizing Jakarta as a Service City that is supported with a professional employees based on human capital. Bank DKI still has a long journey ahead and with collective commitment, Bank DKI is ready to carry out its duty to be The Best Bank that Inspired Pride.

TEKNOLOGI INFORMASI
Bank DKI dari waktu ke waktu selalu mengupayakan pelayanan yang memuaskan bagi nasabahnya, dengan menghadirkan layanan perbankan yang aman, cepat dan memberikan kemudahan para nasabahnya dalam melakukan setiap transaksi perbankan. Untuk itu, Bank DKI selalu mengikuti perkembangan teknologi sistem informasi, dan semaksimal mungkin memanfaatkannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabahnya. Selain itu, pemanfaatan teknologi sistem informasi di Bank DKI juga berperan besar dalam menjamin kelancaran operasional perbankan, serta menjaga keamanan dan validitas data.

INFORMATION TECHNOLOGY
From time to time, Bank DKI always strive to provide an excellence service to all customers by providing a banking service that are fast, save and gives its customers the ease of doing any banking transactions. To that end, Bank DKI always adapt with the development of information technology systems, and use it as closely as possible to provide the best service to all customers. In addition, utilization of information technology systems in Bank DKI also plays an important role to ensure the smoothness of operational banking, as well as maintain the security and validity of data. As a reference implementation of work, Bank DKI had established the Information Technology Manual as stipulated on Directors Decree No. 57 of 2009.

Sebagai acuan pelaksanaan kerja, telah ditetapkan Buku Pedoman Perusahaan Teknologi Informasi sebagaimana Keputusan Direksi No. 57 tahun 2009.

72

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Core Banking System


Untuk mendukung kinerja Bank DKI dalam memberikan layanan terbaiknya dan mengamankan seluruh informasi terkait dengan kegiatan operasionalnya, Perusahaan mengimplementasikan teknologi sistem informasi yang terintegrasi dan tersentralisasi dalam suatu core banking system, yang berfungsi; mengelola data nasabah, menjalankan seluruh transaksi Bank, dan menghasilkan berbagai laporan yang diperlukan oleh Manajemen. Saat ini, Bank DKI memiliki dua core banking system, yaitu Bank Vision dan Sigma Sharia, masing-masing merupakan platform layanan Bank DKI Konvensional dan Syariah.

Core Banking System


In order to support the performance of Bank DKI in providing the best service and secure all information relating to its operation, the Bank had implemented an integrated centralized information technology system within a core banking system that has various function such as managing customers data, carry out all banking transaction and generate various report that is deemed necessary to the Management.

Currently, Bank DKI is supported with two core banking system, which are the Bank Vision and Sigma Sharia, each represent a platform service used for Bank DKI Conventional and Bank DKI Syariah.

Disaster Recovery Center


Bank DKI mengamankan seluruh informasi data Perusahaan melalui sistem back up data, dengan membentuk hot/mirroring Disaster Recovery Center. Sistem keamanan berteknologi tinggi ini berfungsi menjaga kelangsungan kinerja Perusahaan dan meminimalisasi dampak dari gangguan sistem, bencana alam dan kerusakan data yang disebabkan tanpa atau dengan sengaja oleh karyawan maupun pihak luar. Sebagai acuan kebijakan dalam pelaksanaan tugas Grup Teknologi, telah ditetapkan Buku Pedoman Perusahaan Disaster Recovery Plan yang ditetapkan sebagaimana Keputusan Direksi No. 69 Tahun 2005 yang telah disempurnakan sebagaimana Keputusan Direksi No. 59 tahun 2009.

Disaster Recovery Center


Bank DKI secured all of the Companys information data through back up data system by formulating a hot/mirroring Disaster Recovery Center. High-tech security system serves to maintain the continuity of corporate performance and minimize the impact of system disturbances, natural disasters and corruption that caused by an employee or an outside party either deliberately or un deliberately. As a reference policy in managing the duties of Technology Group, the Bank had established a Disaster Recover Plan Manual that was stipulated based on Directors Decree No. 69 of 2005 and accomplished with Directors Decree No. 59 of 2009.

Pemanfaatan TI untuk melindungi Aset Perusahaan


Selain sistem back up data, Bank DKI melindungi dan melengkapi bisnisnya dengan berbagai fungsi pengaman untuk melindungi berbagai aset Perusahaan sebagai berikut: Jaringan, menggunakan back up jaringan, firewall, IDS dan NOC Data, menggunakan active directory, user Id, password, akses level, antivirus, antispam, aplikasi user management, BSAFE security application for AS400, aplikasi enkripsi dan deskripsi data, SAM untuk smart card Fisik, menggunakan back up server, acces door, finger scan, ID card, CCTV, pinpad, HSM, pemadam api, UPS, pengatur suhu dan kelembaban udara Dan melengkapinya dengan pedoman dan aturan keselamatan kerja, seperti audit TI dan BPP TI.

The utilization of IT to secured the Companys Assets


Despite the back up data system, Bank DKI protect and complement its business through various security function to protect the Companys asset such as the followings: Network, using firewall back up network, IDS and NOC Data, using active directory, user ID, password, access level, anti virus, anti spam, user management application, BSAFE security application for AS400, encryption application and description data as well as SAM for smart card Physic, using back up server, access doors, finger scan, ID card, CCTV, pin pad, HSM, fire extinguisher, UPS, temperature and dampness control Equipped with safety regulation and manual such as IT audit and IT Charter.

Aktivitas Pengembangan TI Bank DKI di Tahun 2009


Aplikasi Core Banking System Grup TI Bank DKI secara intensif melakukan pengembangan aplikasi core banking system Bank Vision dan Sigma Sharia, yang secara strategis menopang seluruh kegiatan perbankan konvensional dan syariah PT Bank DKI.

IT Development Activity of Bank in 2009


Application of Core Banking System IT Group in Bank DKI intensively developed its core banking system application of Bank Vision and Sigma Sharia, which strategically support all of conventional and sharia banking activity in PT Bank DKI.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

73

Jakcard sebagai e-wallet Merupakan salah satu produk inovasi teknologi Bank DKI, berfungsi sebagai kartu pra-bayar yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi di merchantmerchant yang telah bekerjasama dengan Bank DKI. Fitur-fitur terbaru yang telah ditambahkan ke dalam JakCard adalah fasilitas pembayaran bus Transjakarta dan pemasangan mesin Electronic Data Capture (EDC) pada retail swalayan Indomaret, Carefour, Giant dan Matahari untuk pembayaran transaksi dan isi ulang kartu JakCard. Grup TI Bank DKI juga telah menyiapkan rencana strategis dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat akan jasa transportasi di masa mendatang. Pengembangan berbagai fitur-fitur yang dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran tiket TransJakarta Busway, Kereta Api dan argo taxi menggunakan JakCard hingga kini masih terus diupayakan. Di masa mendatang, JakCard akan menjadi smart card multifungsi, sebagai ATM, kartu debet, kartu kredit. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk informasi jati diri pemegang kartu seperti KTP, SIM, absensi dan akses gedung.

JakCard as an e-wallet It is one of the technological innovation product of Bank DKI, serves as a pre-paid card that can be used as a payment tool for transactions at merchants who have collaborated with the Bank DKI. The latest features added to JakCard is Transjakarta bus payment facility and the installation of Electronic Data Capture (EDC) at Indomaret supermarket, Carrefour, Giant and Matahari for payment card transactions and JakCards top up. IT Group of Bank DKI has also prepared a strategic plan to anticipate the increasing demand of public transportation services in the future. Development of various features that can facilitate people in making payments for TransJakarta Busway ticket, Train and metered taxis by using JakCard is still pursued, to date.

In the future, JakCard will become a multifunctional smart card, as ATM, debit card and a credit card. It also can be used for cardholder identity such as ID cards, driving license, attendance and building access. Electonic Loan Origination System (E-LOS) E-LOS is a technolgycal system that enables Bank DKI to process the application credit of customer within a day. Through this technology, the Bank could monitors a safety work flow to ensure the customers appropriateness of receiving a credit approval during the same day.

Electonic Loan Origination System (E-LOS) Teknologi yang memungkinkan Bank DKI memproses permohonan kredit nasabahnya dalam waktu sehari. Melalui teknologi ini, alur kerja termonitor lebih aman, sehingga bisa diketahui pada hari yang sama apakah nasabah layak atau tidak untuk menerima kredit.

BPD Net Online Dengan memanfaatkan jaringan ATM Bersama yang dimiliki Artajasa, Bank DKI menambah fitur layanan bagi para nasabah Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dengan jaringan tersebut, dengan fasilitas setor dan tarik tunai secara real time online melalui kantor BPD manapun di Indonesia. Bekerja sama dengan taxi Express regular, Bank DKI tengah menjajagi kemungkinan pemasangan mesin EDC pada sebagian dari 2.500 unit taxi tersebut yang melayani bandara Soekarno Hatta. Tujuannya agar warga daerah yang berkunjung ke Jakarta dapat menggunakan kartu debit BPD masing-masing untuk pembayaran taksinya.

BPD Net Online By using the Artajasa joint ATM network, Bank DKI adding several features to all customers of the Regional Development Bank that unifies through that network with real time online of deposits and withdrawal facilities in any Regional Development Bank offices throughout Indonesia In cooperation with regular Express taxi. Bank DKI exploring the possibility to install the EDC machine at several unit out of 2,500 taxi that serves in Soekarno Hatta airport. The objective is to make local resident whom visiting Jakarta can use their BPD Debit Card to pay the taxi fare.

Kartu Pegawai Elektronik Kartu elektronik bermemori serta berpita magnet, berisi data identitas karyawan, yang dapat juga digunakan sebagai kartu debit. Untuk saat ini kartu tersebut terbatas hanya digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Electronic ID Card Is the electronic card with memory and ribbon magnet that is filled with employees data, this card can also be used as a debit card. Currently, the purpose of this card is restrictedly use by Civil Servant (PNS) of Provincial Government of DKI Jakarta community.

74

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Debit DKI Melalui pengembangan-pengembangan fitur dan layanan kartu ATM Bank DKI yang dilakukan secara terus menerus, masyarakat akan semakin merasakan kemudahan dalam bertransaksi dengan menggunakan kartu ini. Hanya dengan menggesekkan kartu ini pada alat EDC yang tersedia di merchant-merchant yang telah menjalin kerjasama dengan Bank DKI, maka transaksi dapat dituntaskan tanpa harus menggunakan uang tunai. Selain aman, juga meminimalkan kesalahan. Berbagai fitur transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu debit melalui ATM yang hingga kini terus dikembangkan, antara lain; pembayaran tagihan berbagai provider sambungan telpon, Pajak Bumi Bangunan, premi Asuransi Sinar Mas, televisi berlangganan Telkom Vision, tiket nonton Blitz Megaplex, DKI Peduli/Zakat/Infaq dan pengesahan pembayaran pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Fitur terbaru yang telah diluncurkan pada tahun ini adalah pembayaran moda transportasi taxi, bekerja sama dengan Taxi Tiara Express. Ke depannya, mesin EDC yang terpasang pada taxi tersebut juga akan dapat dijadikan point payment untuk berbagai tagihan pelanggan, seperti; PAM, PLN, Telekomunikasi dan sebagainya.

Bank DKIs Debit Card Through continous development of features and services of Bank DKIs ATM Card that has been carried out periodically, people will increasingly feel the ease of transactions using this card. Just by swiping this card at the available EDC tool at all merchants who have cooperated with Bank DKI, the transaction can be completed without having to use cash. In addition to safety, it could also minimizing errors.

Various payment transactions by using debit cards via ATM, which continue to be developed, among others are, payment of bills for the various telephone providers, Building and Land Tax, premium Underwriters, Telkom Visions pay TV, Blitz Megaplex tickets, Jakarta Cares / Zakat / Infaq and ratification of a tax payment Certificate Number of Vehicles (vehicle registration/STNK). Latest features that have been launched this year is the payment of taxi transportation mode, in cooperation with Tiara Express Taxi. Looking ahead, EDC machine mounted on a taxi will also be used as payment points for different customer billing, such as PAM, PLN, Telecommunications, and so forth. PIN Pad Features PIN Pad features that have been launched on 6 October 2009, allowing customers to withdraw more than Rp100 million per day. Previously, without PIN Pad, any transaction that is up to the above amount will take longer time to verify the application. By using PIN Pad, transaction could be done in a quicker time due to the automatic system Network development; MPLS, Wireless, GPRS and Fiber Optic Increasing and developing the ATM network The development of payment transaction features via teller, such as; billing payment of Telkomsel, Indosat, Telkom, PAM, school tuition, PBB, RDB Net Online and Western Union The development of other IT applications that supported Bank DKIs operational performance in order to provide its customer with service excellence, such as; the treasury application, MIS, Government Cash Management, State Receiving Modules (MPN), ATM switching, LHBU, LBU, Bassel II, PSAK 50 and 55, Simpeda and Monas Savings Lottery Programs.

Fitur PIN Pad Fitur PIN Pad, yang diluncurkan tanggal 6 Oktober 2009 yang lalu, memungkinkan nasabah menarik dana tabungannya lebih dari Rp100 juta dalam satu hari. Sebelumnya, tanpa PIN Pad, transaksi di atas jumlah tersebut akan memakan waktu lebih lama karena dibutuhkan waktu lebih panjang untuk verifikasi aplikasi. Dengan adanya PIN Pad, maka waktunya lebih cepat karena diotomatisasi oleh sistemnya Pengembangan jaringan; MPLS, Wireless, GPRS, Fiber Optic Penambahan dan pengembangan jaringan ATM Pengembangan fitur transaksi pembayaran melalui teller; pembayaran tagihan Telkomsel, Indosat, Telkom, PAM, uang sekolah, PBB, BPD Net Online, Western Union Pengembangan aplikasi-aplikasi TI lainnya yang mendukung kinerja Bank DKI dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabahnya, seperti; aplikasi treasury, MIS, Government Cash Manajement, Modul Penerimaan Negara (MPN), ATM switching, LHBU, LBU Bassel II, PSAK 50 dan 55, Program Undian Simpeda dan Monas.

Dengan pengembangan dan pemanfaatan TI secara maksimal seperti yang telah diuraikan di atas, Bank DKI memantapkan posisinya sebagai bank nasional yang mengutamakan pelayanan terbaik bagi nasabahnya serta mendukung program Layananku Untuk Jakarta-ku.

Through the development and maximal utilization of IT as described above, Bank DKI solidified his position as a national bank which prioritizes the best services for its customers and supporting the programs of Our Service to Our Jakarta.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

75

Bank DKI Syariah


Bank DKI Syariah

Dana Pihak Ketiga


Total DPK yang terhimpun sampai akhir Desember 2009 adalah sebesar Rp374,06 miliar meningkat sebesar 74,09% dibandingkan Desember 2008 Sebesar Rp210,87 miliar. Sejak tahun 2004 total DPK selalu mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2005-2006 peningkatannya cukup besar yaitu sebesar 97,94%, sementara peningkatan luar biasa terjadi pada tahun 2006-2007 yang mencapai prosentase sebesar 384,44%. Peningkatan DPK Deposito Mudharabah mencapai sebesar Rp271,93 miliar tahun 2009 atau 96,00% dari posisi Deposito Mudharabah tahun 2008 sebesar Rp138,74 miliar. Hal ini disebabkan peningkatan rata-rata Equivalent Rate (ER) dari nisbah bagi hasil Deposito Mudharabah Bank DKI Syariah yang dapat bersaing dengan bank syariah lainnya yaitu sebesar 7,51%. Demikian pula pada Giro Wadiah sebesar 50,87%, pada tahun 2008 sebesar Rp22,81 miliar, tahun 2009 menjadi Rp34,41 miliar dan kenaikan Tabungan Mudharabah adalah sebesar 23,58%, pada tahun 2008 sebesar Rp44,88 miliar tahun 2009 menjadi Rp55,46 miliar dengan rata-rata Equivalent Rate (ER) dari nisbah bagi hasil sebesar 4,78%. Sejak tahun 2007 Bank DKI Syariah mulai menerbitkan Tabungan Wadiah. Dana yang berhasil terkumpul pada Tabungan Wadiah di tahun 2009 adalah sebesar Rp5,29 miliar meningkat 19,16% dari tahun 2008 sebesar Rp4,4 miliar.

Third-Party Fund
As of December 2009, Bank DKI Sharia accumulated Rp374.06 billion in third-party fund, 74.09% higher than Rp210.87 billion in December 2008. Since 2004, the total amount of third-party fund managed by Bank DKI Sharia had been growing constantly with a significant growth of 97.94% took place in the period of 2005-2006, whereas 2006-2007 saw a tremendous growth of up to 383.44%.

The increase for Mudharabah Deposit was recorded at Rp271.93 billion in 2009 or up by 96.00% from Rp138.74 billion in 2008. This growth was spurred by the average increase in Equivalent Rate (ER) from the pre-agreed Mudharabah Deposit profit sharing of Bank DKI Sharia at 7.51%, which was quite competitive against that of other sharia banks.

The growth trend also occurred in Wadiah Demand Deposit at the rate of 50.87%, from Rp22.81 billion in 2008 to Rp34.41 billion in 2009 and in Mudharabah Saving at a 23.58% increase from Rp44.88 Billion in 2008 to Rp55.46 billion in 2009 with an average Equivalent Rate (ER) from profit sharing of 4.78%.

The Wadiah Saving, which was introduced by Bank DKI Sharia in 2007, generated Rp5.29 billion in third-party fund for 2009, a growth 19.16% compared to Rp4.4 billion in 2008.

Pembiayaan
Jumlah pembiayaan yang berhasil disalurkan sampai akhir Desember 2009 adalah sebesar Rp651,07 miliar, meningkat 6,32%, pada Desember 2008 sebesar Rp612,37 miliar, dengan komposisi sebagai berikut: KOMPOSISI PEMBIAYAAN 2009
dalam miliar Rupiah

Financing
In financing sector, Bank DKI Sharia disbursed Rp651.07 billion as of December 2009, increased by 6.32% compared to 2008 achievement of Rp612.37 billion. The portfolio of 2009 sharia financing activities is as follow: FINANCINg POrtFOlIO IN 2009
in billion Rupiah

PRODUK Murabahah Isthisna Mudharabah Musyarakah Ijarah Jumlah Pembiayaan

2008 264,60 0,01 67,48 237,87 42,42 612,37

2009 138,30 57,30 179,15 276,32 651,07

PRODUCT Murabahah Isthisna Mudharabah Musyarakah Ijarah Total Financing

76

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Pembiayaan dengan Skim Ijarah mendominasi total pembiayaan sebesar 42,44% atau Rp276,32 miliar, dominasi kedua adalah Skim Musyarakah sebesar 27,52% atau Rp179,15 miliar, dominasi ketiga adalah Skim Murabahah sebesar 21,24% atau Rp138,30 miliar, diikuti Skim Mudharabah 8,80% atau Rp57,30 miliar

The financing under Ijarah scheme was the majority with 42.44% share of total or at Rp276.32 billion, the second dominance was by Musyakarah scheme with 27.52% or equal to Rp179.15 billion, then followed consecutively by Murabahah with 21.24% or Rp138.30 billion and Mudharabah with 8.80% or Rp57.30 billion.

Sumber Daya Insani


Karyawan adalah aset perusahaan. Bagi Manajemen PT Bank DKI khususnya Unit Usaha Syariah, hal tersebut bukan hanya sekedar slogan. Dengan Visi Menjadi Bank Terbaik yang Membanggakan, Manajemen sadar dan sangat peduli dalam hal memastikan kelangsungan bisnis guna mencapai Visi tersebut. Salah satu kunci penting untuk mencapai Visi tersebut adalah melalui keberadaan karyawan. Dalam mencapai pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan serta menjadi salah satu bank syariah terkemuka di Indonesia yang mampu meningkatkan kemaslahatan masyarakat luas, Unit Usaha Syariah Bank DKI mempekerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya menguasai mengenai permasalahan operasional perbankan syariah, terutama sebagai Unit Usaha Syariah yang beroperasi atas dasar prinsip syariah Islam. Bank DKI Syariah selalu berupaya mengembangkan SDI nya melalui pendidikan dan pelatihan serta memberikan kesempatan pengembangan berkarir bagi seluruh karyawan. Dan sejalan dengan Visi dan Misi Bank DKI, peningkatan kualitas SDI difokuskan pada penerapan 7 nilai budaya perusahaan yang baru, yaitu: Komitmen, Teamwork, Profesional, Pelayanan, Disiplin, Kerja keras dan Integritas (KTPPDKI). Beberapa pelatihan dilakukan baik secara internal maupun eksternal dengan melibatkan berbagai instansi pendidikan dan pelatihan yang cukup berpengalaman, seperti: LPPI, Karim Business Consulting, Tazkia, ESQ, Daarut Tauhid, dan lain sebagainya. Sementara, Bank DKI Syariah juga mengirimkan karyawannya untuk mengikuti berbagai seminar, baik di dalam maupun di luar negeri. Pada akhir Desember 2009, SDI Bank DKI Syariah bertambah menjadi 94 orang, hal ini disebabkan adanya perubahan struktur organisasi dan pembukaan jaringan kantor baru. SDI ini terdiri dari 24 orang ditingkat manajerial, 19 orang ditingkat analis dan 50 orang merupakan tenaga administrasi.

Human Resources
People are the most valuable assets for the Bank. This is not just a slogan to the management of Bank DKI, particularly the Sharia Business Unit. With its Vision of Becoming the Best Bank that Inspred Pride, the Management strongly believes that business sustainability plays a pivotal role in fulfilling this vision. One of the key elements for the vision fulfillment is the quality of human resources. To ensure sustainable growth and profitability and to become one of Indonesias leading sharia banks that is able to promote peoples welfare, the sharia unit of Bank DKI employs professionals who are well-versed in the aspects of banking operation, especially in the sharia business unit that conduct its business under Islamic sharia principles.

Bank DKI Sharia strives to develop its human through education and training programs, and opening ways for career enhancements to all its employees. In line with the Banks vision and mission, human resource development efforts are focused on the implementation of 7 new corporate values, which are Commitment, Teamwork, Professionalism, Service Excellence, Discipline, Hard work and Integrity.

A number of trainings had been conducted both internally and externally in cooperation with experienced educational and training institutes such like Karim Business Consulting, Tazkia, ESQ, Daarut Tauhid and many others. From time to time Bank DKI also sends its employees to various seminars in Indonesia and abroad.

As of December 2009, the human resource of Bank DKI Sharia saw the addition of 94 talented people, to commensurate the new organizational structure and the opening of new branch offices. The current formation was 24 people at managerial level, 19 people at the analyst level and 50 people to handle the administrative functions.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

77

Komposisi Sumber Daya Insani Bank DKI Syariah berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu terdiri dari 11 orang pendidikan pasca sarjana (S2), 82 orang pendidikan sarjana (S1) dan 1 orang pendidikan sarjana muda (Diploma). Komposisi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya insani.

Based on education level, the human resource of Bank DKI Sharia in 2009 comprised of 11 postgraduates (S2), 82 graduates (S1) and 1 under graduate (Diploma). This composition was a part of the Banks efforts to promote the quality of the human resources.

Manajemen Risiko
Sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia tentang manajemen risiko sesuai PBI No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 dan SE BI No. 5/21/DPNP tanggal 29 September 2003, maka pada tahun 2006 Bank DKI Syariah telah menyusun Buku Pedoman Perusahaan (BPP) mengenai Manajemen Risiko Syariah.

Risk Management
In accordance to the Regulation of Bank Indonesia No. 5/8/ PBI/2003 dated May 19, 2003 and BI Letter No. 5/21/DPNP dated September 29, 2003 on risk management, Bank DKI Sharia issued Company Guide Book (BPP) on sharia risk management in 2006.

Teknologi Informasi
Pengembangan teknologi informasi merupakan aspek penting dalam meningkatkan fasilitas pelayanan terhadap nasabah dan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Pengembangan ini juga dapat meningkatkan produktivitas bisnis, untuk itu Bank DKI Syariah selalu berupaya melakukan pembenahan dalam rangka penyempurnaan teknologi informasinya secara berkesinambungan. Pada tahun 2009 ATM Bank DKI Syariah selain fasilitas tarik tunai, inquiry saldo dan transfer antar bank dapat digunakan juga untuk melakukan pembayaran pulsa handphone pasca bayar dan prabayar di seluruh ATM Bersama.

Information Technology
Information technology development is crucial in improving service quality and operational efficiency. Such development is also potential in increasing business productivity, therefore, Bank DKI Sharia put continuous efforts in advancing its information technology.

In 2009, the ATMs of Bank DKI Sharia were upgraded to enable for payment of cell phone post paid and prepaid services apart from the already available services of cash withdrawal, balance inquiry and fund transfer, which were all accessible through ATM Bersama network.

Jaringan Kantor
Sampai dengan akhir 2009, Bank DKI Syariah telah mengoperasikan 2 Kantor Cabang, 3 Kantor Cabang Pembantu, 6 Kantor Kas Syariah dan 36 Layanan Syariah (office channeling) di kantor cabang dan cabang pembantu Bank DKI.

Network of Offices
As of 2009 year end, Bank DKI Sharia operated 2 branch offices, 3 sub-branch offices, 6 sharia cash offices and 36 sharia office channeling in Bank DKIs branch and sub-branch offices.

Produk Syariah
a) Produk Pendanaan Tabungan iB Simpeda Tabungan iB Taharoh Deposito iB Giro iB b) Produk Pembiayaan Pembiayaan Produktif - Pembiayaan iB Modal Kerja - Pembiayaan iB Investasi Pembiayaan Konsumtif - Pembiayaan iB Multiguna - Pembiayaan iB Pemilikan Kendaraan - Pembiayaan iB Pemilikan Rumah

Sharia Products
a) Savings iB Simpeda Saving iB Taharoh Saving iB Deposit iB Demand Deposit b) Financings Business Financing - iB Work Capital Financing - iB Investment Financing Consumers Financing - iB Multi-Purpose Financing - iB Vehicle Financing - iB House Financing

78

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Promosi
Dalam rangka kegiatan mensosialisasikan dan mempromosikan mengenai keberadaan Bank DKI Syariah dan memperkenalkan produk-produk pembiayaan dan pendanaan serta jasa-jasa lainnya kepada masyarakat secara luas, maka dilakukan beberapa langkah komunikasi dan promosi melalui beberapa media, diantaranya yaitu: Website Bank DKI Syariah memiliki website dengan alamat domain www.bankdkisyariah.co.id Website ini secara rutin dilakukan pengkinian dengan data-data dan informasi yang terbaru mengenai Bank DKI Syariah, sehingga data yang ada bisa diakses oleh publik secara cepat dan akurat. Dalam Website ini juga bisa terhubung secara langsung dengan website www.bankdki.co.id sehingga memudahkan pengunjung website dapat mengetahui interkoneksi antara Bank DKI Syariah dengan Bank DKI. Media Cetak Promosi dilakukan melalui pemasangan iklan Bank DKI Syariah di beberapa media cetak nasional. Media Elektronik Promosi dilakukan melalui pemasangan iklan serta wawancara di beberapa media elektronik. Pameran dan Seminar Pameran yang diikuti oleh Bank DKI Syariah dalam rangka promosi antara lain: Indonesia Syariah Expo (ISE) 2007, Seminar Allisa Khadijah Muslimah Fair II, Islamic Finance Summit, Kompartemen Syariah Perbanas pada acara APCONEX 2006, 2007, 2008, 2009.

Promotion
In order to promote an socialize the existence of Bank DKI Sharia and to introduce its saving and financing products and other services to a wider public, a number of communication and promotion campaigns were organized using a number of channels, such as: Website Bank DKI Sharia opened its own website at www.bankdkisyariah.co.id which is updated regularly to provide the latest news and information around Bank DKI Sharia and can be conveniently accessed. Bank DKI Sharias website is also linked to www.bankdki.co.id to allow for easy users interconnection between the two websites. Print Media Bank DKI Sharia placed a number of press advertisements in a number of national print media to promote its products and services. Electronic Media This media was used as advertisement placement and talk shows on products and services. Seminar and Road Show Bank DKI Sharia participated in numerous trade shows, such as Indonesia Sharia Expo (ISE) 2007, Allisa Khadijah Muslimah Fair II Seminar, Islamic Finance Summit, Perbanas Sharia Compartment at the APCONEX 2006, 2007, 2008, 2009.

STRATEGI USAHA
networking Melalui implementasi Kantor Layanan Syariah (Office Channeling) yang pada saat ini sudah mencapai 36 Kantor yang berada di Bank DKI konvensional. Dan juga adanya penambahan kantor Cabang Syariah Pondok Indah dan Capem Syariah Matraman telah memberikan manfaat yang besar bagi nasabah karena fleksibilitasnya memungkinkan nasabah memperoleh layanan syariah di cabang-cabang konvensional yang tersebar di seluruh DKI Jakarta dan sekitarnya, yang tak lain untuk meningkatkan kemudahan pelayanan nasabah dalam bertransaksi di Bank DKI Syariah. Funding Bank DKI Syariah tetap konsisten dalam melakukan kegiatan-kegiatan promosi dan sosialisasi memasarkan produk-produk Bank DKI Syariah yang berkualitas serta memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah.

BUSINESS STRATEGY
networking The encouraging growth experienced by Bank DKI Sharia was also the result of a keen business strategy of setting up Sharia Office Channeling at more than 36 Bank DKI conventional branches and the opening of Sharia Branch Office in Pondok Indah and a sub-branch in Matraman. This initiative contributed greatly in increasing transaction accessibility since customers are now able to enjoy Bank DKI sharia-banking services at conventional banking branch scattered throughout DKI Jakarta and the surrounding areas.

Funding Bank DKI Sharia remained consistent in promoting and socializing its quality products and providing the best services to all its customers.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

79

Memberdayakan seluruh Sumber Daya Insani Bank DKI Syariah untuk melakukan follow up yang intensif ke sumber-sumber dana, mengembangkan daya tarik produk yang telah ada dan menerbitkan produk baru yang memiliki daya saing dengan bank lain. Meningkatkan kredibilitas Bank DKI Syariah di hadapan bank-bank koresponden untuk memperlancar transaksi internasional dengan pendekatan kepada bank koresponden untuk memperoleh USD21 juta dalam bentuk credit line, menciptakan jaringan swift 150 Bank Koresponden di seluruh dunia.

Engaging the entire human resources of Bank DKI Sharia in intensive efforts of following up sources of funding, creating value added aspects to the existing products and developing new and more competitive products. Enhancing the credibility of Bank DKI Sharia amongst corresponding banks so to enable for smoother international transactions by approaching the correspondent banks for a USD21 million credit line and establishing Swift connections with 150 correspondent banks worldwide.

Pembiayaan Bank DKI Syariah akan terus melakukan ekspansi perluasan pembiayaan di beberapa sektor, baik dari sektor retail produktif maupun korporasi. Untuk sektor Retail Produktif, segmen yang akan dituju adalah Linkage BPRS, Koperasi Simpan Pinjam dan Layanan Mikro. Sedangkan untuk sektor Korporasi proyek-proyek yang akan digarap adalah Government Spending yang terkait dengan infrastruktur seperti proyek-proyek PLN dan proyek-proyek yang berhubungan dengan gas, dengan membidik kepada perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor yang sumber pendapatan dalam Dollar. Menciptakan struktur pembiayaan yang lebih nyaman bagi nasabah, antara lain dengan pemberian margin yang lebih rendah dalam transaksi L/C dengan sumber dana dari Bankbank koresponden internasional. Menjaga posisi NPF net di bawah 2%. Melakukan ekspansi pembiayaan secara progresif dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking. Bank untuk menutup risiko pasar terhadap perubahan kurs valuta asing melakukan dengan cara swap buy sell bulanan melalui PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) dan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., masing-masing sebesar USD5.500.000. Feebased income Menjaring pendapatan diluar pendapatan bagi hasil dan marjin melalui jasa penerbitan SKBDN, Setoran PNBP, Handling Charge, Custome Bond, Bank Garansi, Kiriman Uang, Pembayaran Telepon, Air, Listrik dan lain-lain.

Financing Bank DKI Sharia will continue expanding its financing business to cater numerous sectors be it productive retail and corporation. For productive retail sectors, the Bank is aiming at Bank of Credit Sharia Linkage, Saving and Borrowing Cooperatives and Micro Financing Services. As for corporation sectors, the targets are government spending related to infrastructure developments, such like PLN projects, natural gas related projects by aiming at export oriented corporations generating dollar income. Establishing a more convenient financing structure for customers, by offering lower margins for L/C transactions funded by international corresponding banks. Maintaining net NPF rate below 2%. Undertaking progressive financing expansions by still emphasizing on prudential banking principles.

To secure market risks from foreign exchange fluctuations Bank DKI Sharia has opted for monthly swap buy sell transactions through PT Bank Ekspor Indonesia (Persero) and PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., each for a USD5,500,000. Fee-based Income Sourcing alternatives for profit sharing-based and margin-based incomes through the issuance of local L/C, payment for nontax state revenues, handling charges, customers bond, bank guarantees, remittance, utility bill payment and many others.

80

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

IKhTISAR KEUAnGAn BAnK DKI SYARIAh


Dalam miliar Rupiah (kecuali rasio keuangan)

BAnK DKI SYARIAh FInAnCIAL hIGhLIGhTS


in billion Rupiah (except financial ratio)

KETERANGAN
neraca Total Aktiva Dana Pihak Ketiga Pembiayaan Laba (Rugi) Pendapatan Marjin/Bagi Hasil Imbalan Marjin/Bagi Hasil Pendapatan Operasional Beban Operasional Laba (Rugi) Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) FDR (Pembiayaan/DPK) Rasio Pembiayaan Bermasalah (NPF) Net Interest Margin (NIM) BOPO (Beban Operasional / Pendapatan Operasional) Laba Sebelum Pajak terhadap Aktiva (ROA)

2005

2006

2007

2008

2009

DESCRIPTION
Balance Sheet

62,14 16,23 56,51

102,59 32,12 82,97

395,35 155,62 301,43

619,15 210,87 612,37

702,98 374,06 651,07

Total Assets Third Party Funds Financing Statement of Income

4,80 (0,69) 4,96 2,85 2,21

10,63 (1,13) 10,84 5,27 5,74

23,63 (6,44) 21,69 18,22 4,22

58,74 (10,11) 57,97 59,10 1,34

80,29 (23,99) 102,69 68,61 33,53

Margin Income/Profit Sharing Returns on Margin/ Profit Sharing Operating Income Operating Expense Profit (Loss) Ratio

8,46% 348,17% 0,56% 10,11% 57,32% 4,75%

14,09% 258,27% 1,34% 13,35% 48,62% 7,06%

27,88% 193,69% 0,72% 11,20% 84,01% 2,28%

16,64% 290,41% 20,60% 10,22% 101,94% 0,24%

15,38% 174,06% 15,97% 9,06% 76,71% 4,93%

Capital Adequacy Rasio (CAR) FDR (Financing/Deposits) Non Performing Financing Net Interest Margin (NIM) Operating Expenses to Operating Income Return on Assets

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

81

Saat ini, Bank DKI telah mengadopsi praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan terus melakukan penyempurnaan sebagai wujud komitmen Bank DKI dalam mempertahankan kepercayaan nasabah, pemegang saham, mitra bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya.
Bank DKI has currently adopted the practices of Good Corporate Governance and it continues to conduct an improvement steps in order to formulate Bank DKIs commitment in maintaining the trust of its customers, shareholders, business partners and other stakeholders.

82

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

83

Tata Kelola Perusahaan


Good Corporate Governance

Menghadapi perkembangan perekonomian dunia yang mengalami perubahan sedemikian cepat, diperlukan kebijakan perbankan yang komprehensif dan transparan. Oleh karena itu, persyaratan kepengurusan bank harus berkaitan dengan kualitas dan kuantitas kepengurusan sebagai pilar dalam menciptakan penyelenggaraan perbankan yang tangguh dengan menjalankan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (GCG - Good Corporate Governance) secara maksimal. Saat ini, Bank DKI telah mengadopsi praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan terus melakukan penyempurnaan sebagai wujud komitmen Bank DKI dalam mempertahankan kepercayaan nasabah, pemegang saham, mitra bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. Pada tahun 2009, sebagai hasil dari kerja keras Bank DKI menerapkan pelaksanaan tata kelola secara utuh, Bank DKI menerima penghargaan sebagai perusahaan yang mendapat peringkat TERPERCAYA untuk kategori Non Emiten-Non BUMN Keuangan Terbaik yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance yang bekerja sama dengan majalah Swasembada. Penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Shangrila, pada tanggal 23 Desember 2009.

Facing such rapid changes in the global macro-economic takes comprehensive and transparent banking policies. For that reason, the requirements of banks management must be related to the quality and quantity of the management as the strong banking pillars optimum through the implementation of Good Corporate Governance (GCG) principles. Bank DKI has currently adopted the practices of Good Corporate Governance and it continues to conduct an improvement steps in order to formulate Bank DKIs commitment in maintaining the trust of its customers, shareholders, business partners and other stakeholders.

In 2009, as reward for its full application of good governance, Bank DKI received awards as a company with the rank of TRUSTED under the category of best non-issuer/non Stateowned Company, which was held by the Indonesian Institute for Corporate Governance in cooperation with Swasembada magazine. The award was given in Shangrila Hotel, Jakarta on 23 December 2009.

PRINSIP-PRINSIP DASAR
Prinsip-prinsip dasar pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Bank DKI merujuk pada Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 dan No. 8/14/PBI/2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 Tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum, Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 perihal Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, serta Undang Undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, maupun ketentuan lainnya yang mengatur hal tersebut. Guna mencapai tingkat penerapan GCG secara maksimal, Bank DKI berpedoman pada prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan operasional perbankan. Prinsip-prinsip GCG yang secara umum dikenal dengan akronim TARIF dijabarkan sebagai berikut: T = transparency, yaitu keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan dalam proses pengambilan keputusan; A = accountability, yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ bank sehingga pengelolaan berjalan efektif; R = responsibility, yaitu kesesuaian pengelolaan Bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsipprinsip pengelolaan bank yang sehat; I = independent, yaitu pengelolaan bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun; F = fairness, yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BASIC PRINCIPLES
Pursuant to implementing the basic principles of Good Corporate Governance, Bank DKI refers to the Bank Indonesia Regulation No. 8/14/PBI/2006 on the Amendment of Bank Indonesia Regulation No. 8/4/PBI/2006 on the implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, Bank Indonesia Circular Letter No. 9/12/DPNP dated 30 May 2007 on the implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, as well as the Laws of the Republic of Indonesia No. 40 of 2007 on Limited Company, and other regulations pertaining to GCG. Based on the spirit of transformation, all employees of Bank DKI are committed to implement the principles of corporate governance, which are generally known with the acronym of TARIF. TARIF stands for: T = transparency, an openness in the disclosure of information which is material and relevant as well as in the decision making process; A = accountability, a clear function and accountability of the different organ of the Bank for effective management; R = responsibility, which is an alignment between the management of the Bank with the prevailing laws and regulations as well as the principles of prudent banking management; I = independency, which constitute the management of the Bank in a professional manner without influence or pressure from any party; F = fairness, which represent equal treatment with regard to the rights of stakeholders that arise from agreement and prevailing laws and regulations.

84

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Dalam rangka penerapan prinsip-prinsip tata kelola bank yang baik Bank DKI telah melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Menyusun Laporan Pelaksanaan GCG dan melakukan penilaian (Self Assessment) GCG periode Tahun 2008 serta menyampaikannya kepada Bank Indonesia pada tanggal 26 Mei 2009. 2. Membuat Piagam GCG sebagaimana Keputusan Direksi No. 268 tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 tentang Pemberlakuan Piagam GCG PT Bank DKI yang didistribusikan kepada seluruh karyawan PT Bank DKI, yang mengatur antara lain: a. Bank DKI berkomitmen untuk menerapkan prinsipprinsip GCG yang biasa disingkat dengan akronim TARIF. b. Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan PT Bank DKI wajib menerapkan prinsip-prinsip GCG yang mengacu pada: b.1. Buku Pedoman Perusahaan (BPP) GCG sebagaimana telah diberlakukan dengan Keputusan Direksi No. 65 tahun 2008 tanggal 7 Mei 2008 tentang Pemberlakuan BPP GCG PT Bank DKI. b.2. Visi, Misi dan Nilai-nilai Budaya Perusahaan PT Bank DKI (KTPP DKI) sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi No. 156 Tahun 2006 tanggal 11 Desember 2006 tentang Penetapan Visi, Misi dan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan PT Bank DKI. b.3. Piagam GCG sebagaimana telah diberlakukan dengan Keputusan Direksi No. 268 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 tentang Pemberlakuan Piagam GCG PT Bank DKI. c. Ruang lingkup pelaksanaan GCG pada Corporate Governance Structure PT Bank DKI meliputi: c.1. Pemegang Saham dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) c.2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah serta kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi & Nominasi, yang wajib dibentuk oleh Dewan Komisaris. c.3. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi dan komite-komite di bawah Direksi. c.4. Penerapan fungsi Kepatuhan, Auditor Internal dan Auditor Eksternal, untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku, pelaksanaan fungsi audit intern yang efektif dan audit laporan keuangan oleh Akuntan Publik. c.5. Sekretaris Perusahaan sebagai pejabat penghubung antara perusahaan dengan stakeholders. d. Keterbukaan Informasi Dalam melakukan keterbukaan informasi, Bank DKI tetap berpegang pada ketentuan mengenai Rahasia

In applying the principles of good banking governance, Bank DKI has taken the following actions: 1. Composing a GCG Implementation Report and executing GCG Self Assessment for the 2008 period and submitting them to Bank Indonesia on 26 May 2008. 2. Creating a GCG Corporate Guideline in accordance with the Decree of the Board of Directors No. 268 year 2009 dated 31 December 2009 concerning the Validation of the GCG Charter of PT Bank DKI and socialized it to all of the employees which stipulate, among others, that: a. Bank DKI committed to implement the GCG principles, which are generally known with the acronym of TARIF. b. The Board of Commissioners, the Board of Directors and all of the employees of PT Bank DKI are obligated to implement the principles that refers to the followings: b.1. Creating a GCG Corporate Guideline (BPP) in accordance with the Board of Directors Decree No. 65 year 2008 dated 7 May 2008 concerning the validation of GCG BPP of PT Bank DKI. b.2. Vision, Mission and Corporate Values of Bank DKI (KTPP DKI) as stipulated on Directors Decree No. 156 Year 2006 dated 11 December 2006 concerning the Vision, Mission and Corporate Values of PT Bank DKI. b.3. The GCG Charter as validated by Directors Decree No. 268 Year 2009 dated 31 December 2009 concerning the Validation of GCG Charter of PT Bank DKI. c. The scope of GCG implementation on Corporate Governance Structure of PT Bank DKI comprises of: c.1. Shareholders and General Meeting of Shareholders (GMS) c.2. The implementation of duties and responsibilities of the Board of Commissioner and Sharia Supervisory Board as well as the comprehensiveness and implementation of duties from the Audit Committee, Risk Oversight Committee and the Remuneration & Nomination Committee that is obligatory to be formulated by the Board of Commissioner. c.3. The implementation of duties and responsibilities of the Board of Directors and Committees under the Board of Directors. c.4. The application of Compliance function, Internal and External Auditor to ensure the compliance towards the regulation of Bank Indonesia and other prevailing laws, the effective application of the internal audit function and financial report by Public Accountant. c.5. Corporate Secretary as liaison officer between the Bank and stakeholders. d. Information Disclosure When undertaking the disclosure of information, Bank DKI was stood upon stipulation concerning the bank

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

85

Bank dan Rahasia Perusahaan sebagaimana diatur di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. Benturan Kepentingan Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan PT Bank DKI harus menghindarkan diri dan atau tidak boleh ikut mengambil keputusan dari kegiatan operasional yang mengandung Benturan Kepentingan. f. Suap, Hadiah, Sumbangan dan Komisi Penerimaan dan pemberian suap adalah penerimaan dan pemberian hadiah, sumbangan dan komisi yang tidak resmi atau sesuatu yang bernilai dalam usaha mempengaruhi tindakan pejabat umum dan negara, perseorangan atau pihak lain yang berkepentingan secara tidak sah. Pemberian dan penerimaan dapat berupa honorarium, pinjaman, imbalan, uang jasa atau berupa apapun. Pemberian hadiah antara lain berupa souvenir, cindera mata, barang promosi atas nama dan biaya perusahaan dengan persetujuan Direksi. Seluruh jajaran Bank DKI tidak dibenarkan untuk memberi dan menerima pemberian hadiah, sumbangan dan komisi yang tidak resmi dari para penyedia barang atau jasa, nasabah, debitur atau pihak lain yang berkepentingan dengan perusahaan. g. Entertainment Jajaran Bank DKI dapat menerima serta memberikan entertainment untuk membina keharmonisan dengan penyedia jasa dan pihak lain yang berkepentingan. Bentuk entertainment yang dinilai patut adalah sebatas makan dan minum di tempat-tempat yang tidak bercitra negatif. h. Biaya Perjalanan dan Akomodasi dari Pihak Lain Dalam melakukan perjalanan dinas, jajaran Bank DKI tidak boleh menerima tawaran biaya perjalanan dan akomodasi dari pihak lain. Untuk kepentingan Bank DKI, seluruh biaya perjalanan dan akomodasi menjadi beban perusahaan, kecuali ditentukan lain dan diatur dalam perjanjian kerja sama antara Bank DKI dengan pihak ketiga. i. Pengadaan Barang dan Jasa Dalam setiap pengadaan barang dan jasa agar memenuhi pinsip efisiensi, efektifitas dan ekonomis. Dalam mencapai prinsip tersebut, Bank DKI berkomitmen untuk tidak bertindak sebagai supplier/ kontraktor, melakukan kompetisi yang adil, terbuka dan transparan, menghindari praktik suap dan KKN, menjamin terlaksananya prosedur pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku serta memperhatikan kepentingan umum dan akuntabilitas publik. j. Anak Perusahaan dan Afiliasi Bank DKI berkomitmen untuk senantiasa bersinergi dalam mengembangkan usaha Bank DKI secara keseluruhan, melakukan pembinaan terhadap anak perusahaan dan afiliasi serta memberikan penghargaan dan kepercayaan kepada anak perusahaan dan afiliasi.

and the Companys confidential as stipulated based on prevailing regulations. e. Conflict of Interest The Board of Commissioners, the Board of Directors and all of the employees of PT Bank DKI must avoid and or are prohibited from making decisions on operational activities that contain conflicts of interest. f. Bribe, Gift, Contribution and Commission Receiving and Giving bribe is to receive and give illegal or valuable things such as gift, contribution and commission in order to influence such measures taken by general and state officer, individual or other parties in illegal manner. The conferral and acceptance could be taken in the form of honorarium, loan, incentive, money, or others. The investiture comprises of souvenir, promotion materials on behalf and on corporation cost with the approval from the Board of Directors. All lines of Management in Bank DKI is forbid to offer and receive any kind of gift, contribution and commission which are illegal from any supplier, customer, debtor or other parties that has any interest with the company. g. Entertainment All lines of Management in Bank DKI could accept and offers entertainment service in order to build harmony with supplier and any other interested parties. Any form of entertainment that was considered worthy is limited to eating and drinking in decent places that is far from negative impact. h. Travel and Accommodation Cost from Other Party. When conducting a business trip, all lines of Management in bank DKI is not allowed to receive any offer in the form of travel and accommodation cost from other party. For the interest of Bank DKI, the overall cost and accommodation for each business trip had become the companys expenses, unless stated otherwise and stipulated in working agreement between Bank DKI and third party. i. Procurement of Goods and Services In attempt of procurement of goods and services, Bank DKI always strive to fulfill the principles of efficiency, effectiveness and economical. In order to attain those principles, Bank DKI committed to act as a supplier/ contractor, to compete fairly, open and transparent, to avoid bribery and KKN practice, to ensure that every procedure of payment had complied with prevailing regulation as well as considering public interest and the accountability of public. j. Subsidiary and Affiliated Company It has become Bank DKIs commitment to develop its business in a sustainable manner, to develop its subsidiary and affiliated companies and also to take respect and trust to its subsidiary and affiliated companies.

86

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

k. Kontribusi Politik Seluruh jajaran Bank DKI tidak diijinkan memberi kontribusi politik dalam bentuk apapun atas nama Perusahaan atau yang menggunakan dana dan fasilitas milik Perusahaan.

k. Political Contribution All line of Management in Bank DKI is not allowed to get involved with political contribution in any kind of form and act on behalf of the company or using the Companys fund or facilities.

STRUKTUR TATA KELOLA PERUSAHAAN


1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sesuai dengan Anggaran Dasar Bank DKI, RUPS merupakan elemen tertinggi dalam struktur pengelolaan perusahaan. RUPS membahas dan menghasilkan keputusan penting atas masalahmasalah yang sedang atau akan dihadapi oleh Bank DKI. Di dalam RUPS tersebut juga dibahas dan diputuskan beberapa hal, diantaranya adalah menerima dengan baik atau menolak laporan pertanggungjawaban Dewan Komisaris atau Direksi, memilih dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta mengevaluasi kinerja dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi. RUPS diselenggarakan setidaknya sekali dalam setahun. Selain RUPS, atas permintaan pemegang saham, Bank DKI dapat menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pada tahun 2009, Bank DKI telah melaksanakan 1(satu) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan 3(tiga) kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan hasil sebagai berikut: A. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 5 Maret 2009, memutuskan bahwa: a. Membatalkan pengangkatan Deden Supriadi, sebagai Komisaris PT Bank DKI. b. Mengangkat Sukri Bey sebagai Komisaris PT Bank DKI dengan masa jabatan selama 1(satu) periode terhitung sejak ditutupnya rapat ini. Sehingga susunan anggota Dewan Komisaris PT Bank DKI per 5 Maret 2009 menjadi sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris : : : : Suryo Danisworo Idris Kadir Joni Mulyanto Sukri Bey

GOOD CORPORATE GOVERNANCE STRUCTURE


1. General Meeting of Shareholders (GMS) In accordance with the Articles of Association of the Company, the General Meeting of Shareholders (GMS) constituted the highest authority in the management structure of the Bank. The GMS discusses and resolves important decision, which is under or will be faced by Bank DKI. The GMS also discusses and decide on the approval or disapproval of the Boards responsibility report, appoints and accepts the resignation of the Commissioners and Directors as well as evaluates the performance of the Board of Commissioners and the Board of Directors. The GMS was convened at least once a year. In addition to that, based on the requirement of the Companys shareholders, the Company can request the convening of the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) In 2009, Bank DKI undertook one Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) and three Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) which produced the following resolutions: A. Extraordinary General Meeting of Shareholders dated 5 March 2009 with the following resolutions: a. To revoke the appointment of Deden Supriadi, as the Commissioner of PT Bank DKI. b. To appoint Sukri Bey as the Commissioner of PT Bank DKI with one period of tenure adjournment of this meeting. Thereby, the composition of the Board of Commissioner of PT Bank DKI as of 5 March 2009 is as follows: President Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Commissioner : : : : Suryo Danisworo Idris Kadir Joni Mulyanto Sukri Bey

Susunan Dewan Komisaris ini pun telah disampaikan kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) sebagaimana Surat Bank DKI No. 13/GTR/III/09 tanggal 6 Maret 2009 tentang publikasi laporan perubahan Dewan Komisaris sebagaimana diumumkan di Harian Investor Daily pada tanggal 6 Maret 2009.

The composition of the Board of Commissioner had been submitted to the Chairman of the Capital Market and Supervisory Board (BAPEPAM) in accordance with the Bank DKI Letter No. 13/GTR/III/09 dated 6 March 2009 concerning the publication of changes in the composition of the Board of Commissioner as published in Investor Daily Newspaper dated on 6 March 2009. B. Annual General Meeting of Shareholder of Bank DKI dated 8 May 2009 had produced the following resolutions: a. The ratification of the Management responsibility report that covers:

B. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank DKI tanggal 8 Mei 2009, yang menetapkan: a. Mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus yang meliputi:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

87

1. Kebijakan dan langkah operasional manajemen; 2. Laporan Keuangan Tahun Buku 2008 yang terdiri dari: i. Perkembangan Usaha Tahun 2007 dan 2008; ii. Pencapaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2008. 3. Mengesahkan dan menerima baik Laporan Keuangan Tahun 2008 yang terdiri dari: i. Laporan Keuangan Tahun 2008 sebagaimana telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Dolly, Bambang, Sudarmadji & Dadang sebagaimana tertuang dalam laporannya No. R.1/038/03/09 tanggal 23-03-2009 dengan pernyataan Wajar Tanpa Pengecualian serta memberikan pembebasan dan perlunasan tanggung jawab kepada para anggota Direksi dan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2008 (acquit et de charge), sepanjang tindakan tersebut bukan tindakan pidana dan tercermin dalam penyajian laporan keuangan. ii. Neraca per 31-12-2008. iii. Laba dan Rugi periode 2008. b. Menetapkan dan menyetujui PENGGUNAAN LABA TAHUN BUKU 2008 sebesar Rp116.400.000.000 (seratus enam belas miliar empat ratus juta Rupiah) dengan perincian sebagai berikut: 1. Deviden Pemegang Saham sebesar 46,47% dari total laba tahun buku 2008 atau sebesar Rp54.091.000.000 (lima puluh empat miliar sembilan puluh satu juta Rupiah) dengan rincian: i. Untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp54.000.000.000; dan ii. Untuk PD Pasar Jaya sebesar Rp91.000.000 (sembilan puluh satu juta Rupiah). 2. Cadangan sebesar 50,95% dari total Laba Tahun Buku 2008 atau sebesar Rp59.317.000.000 (lima puluh sembilan miliar tiga ratus tujuh belas juta Rupiah) dengan rincian: i. Cadangan Umum sebesar Rp44.317.000.000 (empat puluh empat miliar tiga ratus tujuh belas juta Rupiah); ii. Cadangan Tujuan atau Pengembangan Usaha sebesar Rp15.000.000.000 (lima belas miliar Rupiah). 3. Dana Kesejahteraan sebesar 2,58% dari total laba Tahun Buku 2008 atau sebesar Rp3.000.000.000 (tiga miliar Rupiah). c. Pembagian Tantiem dan Bonus Tahun 2008 Tantiem dan Bonus Karyawan sebesar Rp36.000.000.000 (tiga puluh enam miliar Rupiah) dengan rincian: 1. Tantiem Pengurus sebesar Rp7.910.000.000 (tujuh miliar sembilan ratus sepuluh juta Rupiah);

1. The Management policy and operational steps; 2. Financial Report for Fical Year 2008 which comprises of: i. The 2007 and 2008 Business Development; ii. The 2008 Realization of the Companys Work and Budgetary Plan. 3. To ratify and approved the 2008 Financial Report which comprises of: i. The 2008 Financial Report as audited by Public Accounting Firm of Dolly, Bambang, Sudarmadji & Dadang as stated in its report No. R.1/038/03/09 dated 23-03-2009 with Qualified Opinion and provide a release and settlement of responsibilities towards all members of the Board of Directors and the Board of Commissioners for the management and supervision that had been undertaken throughout fiscal year 2008 (acquit et de charge), as long as those action does not involving the criminal act and reflected on the presentation of financial report. ii. Balance Sheet as of 31-12-2008. iii. Cash Flow for the period of 2008. b. Determined and approved the utilization of profit for fiscal year 2008 which amounted to Rp116,400,000,000 (one hundred and sixteen billion four hundred million Rupiah) with details as follows: 1. Dividends of the shareholders is distributed for the amount of Rp54,091,000,000 (fifty four billion ninety one million Rupiah) with details as follows: i. The Provincial Government of DKI Jakarta obtained Rp51,000,000,000; and ii. PD Pasar Jaya obtained Rp91,000,000 (ninety one million Rupiah). 2. Reserved for Fiscal Year 2008 are amounted to Rp59,317,000,000 (fifty nine billion three hundred and seventeen million Rupiah) or 50.95% of the total profit with details as follows: i. General Reserve are amounted to Rp44,317,000,000 (forty four billion three hundred and seventeen million Rupiah); ii. Technical Reserve or Business Development are amounted to Rp15,000,000,000 (fifteen billion Rupiah). 3. Welfare Funds is 2.58% of total profit for Fiscal Year 2008 or amounted to Rp3,000,000,000 (three billion Rupiah). c. The Distribution of 2008 Tantiem and Bonus The 2008 tantiem and bonus for employees are amounted to Rp36,000,000,000 (thirty six billion Rupiah) with details as follows: 1. The tantiem for the Management of the Bank are amounted to Rp7,910,000,000 (seven billion nine hundred and ten million Rupiah);

88

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

2. Untuk Bonus Karyawan sebesar Rp28.090.000.000 (dua puluh delapan miliar sembilan puluh juta Rupiah). C. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank DKI, tanggal 8 Mei 2009, yang menetapkan: a. Menyetujui Penerbitan Obligasi VI Tahun 2009 PT Bank DKI, maksimum sebesar Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5(lima) tahun, dengan catatan dilaksanakan dengan harga terbaik bagi Bank DKI dan penyalurannya memberikan marjin yang positif; b. Persetujuan Prinsip Penjualan Aset Non Produktif, yaitu:

2. The employee bonuses are amounted to Rp28,090,000,000 (twenty eight billion and ninety million Rupiah). C. The Extraordinary General Meeting of Shareholders of PT Bank DKI dated 8 May 2009 had set forth the following resolutions: a. The approval for the issuance of Bonds VI Year 2009 of PT Bank DKI for five years period at maximum amount of Rp500,000,000,000 (five hundred billion Rupiah). The issuance was undertaken at the best price and it was also noted that the distribution will gave positive margin for Bank DKI; b. The approval for Selling the Non Productive Assets Principle, which are: NJOP (Rp) NJOP (Rp)
32.696.576.000 11.406.375.000 2.313.615.000 901.774.000 7.006.720.000 8.659.080.000 62.984.140.000

No.
1. 2. 3. 4. 5. 6.

LOKASI
56 Kavling Billy Moon Gedung Kembangan Jl.Tebet Timur Dalam V/14 Jl.Tebet Timur Dalam VIII/5 Kavling Sentra Primer Timur Jl. Setia Budi Ujung

JUMLAH LUAS (M2) TOTAL WIDE (M2)


15.026 3.000 464 373 3.220 536 22.619

NILAI BUKU (Rp) NET BOOK VALUE (Rp)


150.000.000 6.511.419.365 1 1 2.152.020.350 1 8.813.439.718

LOCATION
56 Kavling Billy Moon Building Kembangan Jl.Tebet Timur Dalam V/14 Jl.Tebet Timur Dalam VIII/5 Kavling Sentra Primer Timur Jl. Setia Budi Ujung TOTAL

JUmLAh

Yang pelaksanaannya dilakukan dengan lelang, setelah di appraise, dengan harga terbaik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. c. Persetujuan Prinsip Penambahan Modal Pemerintah (PMP) yang bersumber dari: 1. Hasil penagihan kredit hapus buku Juni 1999, total sebesar Rp19.886.296.713,23 sebagai setoran modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Bank DKI, dengan rincian: i. Sebesar Rp9.051.733.764 telah disetor ke KPKD per 12-08-2008; ii. Sebesar Rp10.834.562.949,23 telah disetor ke KPKD per 23-12-2008. Yang realisasinya dikaji dan diusulkan secara tersendiri oleh Bank DKI sesuai mekanisme yang berlaku. 2. Menyetujui penambahan modal disetor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada PT Bank DKI untuk tahun 2009-2011 sebesar Rp700.000.000.000, yang dilakukan dalam 3 tahap, yaitu: i. Tahap 1 yaitu sebesar Rp200.000.000.000 dialokasikan pada revisi APBD Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2009. c.

After the appraisal, the process will be undertaken through auction with the best price and in accordance with prevailing regulations. The Approval of Principles for the Increasing the Governmental Co-financing (PMP) which was derived from: 1. Result of writing of the credit billing for June 1999 which amounted to Rp19,886,296,713.23 will be set as paid-in capital from the Provincial Governments of DKI Jakarta, with the following details: i. A total amount of Rp9,051,733,764 has been paid to KPKD as per 12-08-2008; ii. A total amount of Rp10,834,562,949.23 has been paid to KPKD as per 23-12-2008. The realization has been discussed and proposed separately by Bank DKI in accordance with prevailing mechanism. 2. The approval of increasing paid in capital from the Provincial Government of DKI Jakarta to Bank DKI for the year 2009-2011 which amounted to Rp700,000,000,000 that is undertaken through three stages, which are: i. Stage 1, the allocation of Rp200,000,000,000 to the 2009 revised APBD of Provincial Government of DKI Jakarta.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

89

ii.

Tahap 2 sebesar Rp250.000.000.000 dialokasikan pada APBD tahun 2010. iii. Tahap 3 sebesar Rp250.000.000.000 dialokasikan pada APBD tahun anggaran 2011. Yang realisasinya dikaji dan diusulkan secara tersendiri oleh Bank DKI sesuai mekanisme yang berlaku. iv. Penambahan Modal Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank DKI sebesar Rp70.000.000.000 yang realisasinya dilaksanakan bertahap sesuai kemampuan PT Bank DKI. v. Menyetujui Remunerasi Pengurus PT Bank DKI sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Direksi PT Bank DKI No. 38 Tahun 2006 tentang Ketentuan mengenai Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris PT Bank DKI sesuai dengan Surat Dewan Komisaris Nomor 8/40/IV/DK tanggal 25-04-2006, berlaku sampai dengan 31-08-2009. D. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 21 Agustus 2009, memutuskan: a. Memberhentikan dengan hormat Dewan Komisaris PT Bank DKI periode 23 Agustus 2006 sampai dengan 22 Agustus 2009, yang terdiri dari: Komisaris Utama : Suryo Danisworo Komisaris Independen : Idris Kadir Komisaris Independen : Joni Mulyanto b. Mengangkat Pejabat sementara (caretaker) Komisaris PT Bank DKI, yaitu: Komisaris Utama sementara (caretaker) : Mara Oloan Siregar Komisaris Sementara : Hasan Basri Saleh Dengan masa jabatan 2(dua) bulan terhitung mulai tanggal 21 Agustus 2009 sampai dengan 20 Oktober 2009 atau tanggal lain setelah penetapan Dewan Komisaris definitif dalam RUPS LB selanjutnya. c. Selanjutnya, susunan Dewan Komisaris PT Bank DKI menjadi sebagai berikut: Komisaris Utama sementara (caretaker) : Mara Oloan Siregar Komisaris Sementara : Hasan Basri Saleh Komisaris : Sukri Bey Pada saat in Pemegang Saham Pengendali (PSP) sedang memproses pengangkatan jabatan Komisaris dan Komisaris Independen yang baru. d. Memberikan tugas dan wewenang kepada Dewan Komisaris (sementara) Perseroan dengan memperhatikan ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana ditetapkan dalam Akta No. 21 tanggal 12 September 2009 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta.

ii.

Stage 2, the allocation of Rp250,000,000,000 to the 2010 APBD. iii. Stage 3, the allocation of Rp250,000,000,000 to the 2011 APBD. The realization will be discussed and proposed separately by Bank DKI in accordance with prevailing mechanism. iv. The increasing capital of Sharia Business Unit (SBU) Bank DKI for a total of Rp70,000,000,000. The realization was undertaken gradually in accordance with the capability of PT Bank DKI. v. The approval of the remuneration for the Management of Bank DKI as determined on the Decision of the Board of Directors of PT Bank DKI No. 38 Year 2006 concerning the provisioning revenue of the Board of Commissioners and the Board of Directors of PT Bank DKI in accordance with the Board of Commissioners Letter No. 8/40/IV/DK dated 25-04-2006, which is valid until 31-08-2009. D. The Extraordinary General Meeting of Shareholders dated 21 August 2009 has set forth the followings: a. Respectfully dismiss the Board of Commissioner of PT Bank DKI for the period of 23 August 2006 until 22 August 2009, which comprises of: President Commissioner : Suryo Danisworo Independent Commissioner : Idris Kadir Independent Commissioner : Joni Mulyanto b. Appoint acting Commissioner (Caretaker) of PT Bank DKI, whom are: Acting President Commissioner (Caretaker) : Mara Oloan Siregar Acting Commissioner : Hasan Basri Saleh With a tenure of two month period starting on 21 August 2009 untul 20 October 2009 or such other date after a definitive determination of the Board of Commissioners in the next Extraordinary General Meeting. c. Furthermore, the composition of the Board of Commissioner of PT Bank DKI is as follows: Acting President Commissioner (Caretaker) : Mara Oloan Siregar Acting Commissioner : Hasan Basri Saleh Commissioner : Sukri Bey Currently, the Controling Shareholder (PSP) is in the process of appointing a new member of the Board of Commissioner and the Board of Directors. d. Granting the task and the authority to the Board of Commissioners of the Bank in regards with the articles of association as set out in relation to amendments of Notarial Deed No. 21 dated 12 September 2009 made by Mrs Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notary in Jakarta.

90

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

e. Menetapkan Remunerasi Pengurus Perseroan sebagai berikut: 1. Remunerasi Direksi Perseroan tetap mengacu pada Keputusan Direksi Perseroan No. 38 Tahun 2006 tentang Ketentuan mengenai Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. 2. Remunerasi Dewan Komisaris Perseroan sebagaimana Kepatutan Remunerasi Dewan Komisaris BUMD lainnya yaitu dengan komposisi: i. Komisaris Utama sebesar 45% dari penghasilan Direktur Utama. ii. Komisaris Independen dan Komisaris lainnya sebesar 90% dari penghasilan Komisaris Utama.

e. Determine the remuneration of the Management of the Bank as follows: 1. Remuneration of the Board of Directors of the Bank still refer to the Directors Decree No. 38 of 2006 on the Provisions of revenues of the Board of Directors and Board of Commissioners. 2. The remuneration of the Board of Commissioner of the Bank is in accordance with appropriateness of the Remuneration the Board of Commissioner of other BUMD which clarify as follows: i. The revenue of the President Commissioner is 45% from the salary & allowance of The President Director. ii. The Independent Commissioner and other Commissioners salary & allowance is 90% from the salary & allowance of the President Commissioner.

2. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat oleh pemegang saham melalui RUPS. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris mempunyai wewenang dan tanggung jawan yang jelas sesuai dengan fungsinya masing-masing, sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. The Board of Commissioner


The shareholders through the General Meeting of Shareholders appoint members of the Board of Commissioners. The Board of Commissioners has the authority and clear responsibilities in accordance with the each function respectively, as mandated by the Articles of Association and prevailing regulations.

2.1. Komposisi keanggotaan


PBI No. 8/4/PBI/2006 mengatur bahwa anggota Komisaris suatu Bank minimal berjumlah 3(tiga) orang dan paling banyak sama dengan jumlah anggota Direksi. Sejak 5 Maret 2009 sampai 22 Agustus 2009, komposisi keanggotaan dari Dewan Komisaris terdiri dari 4(empat) orang, termasuk Komisaris Utama, 2(dua) orang Komisaris Independen, dan seorang Komisaris. Komposisi Dewan Komisaris PT Bank DKI adalah sebagai berikut: Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris : : : : Suryo Danisworo Joni Mulyanto Idris Kadir Sukri Bey

2.1. membership Composition


PBI No. 8/4/PBI/2006 had set in order that members of the Board of Commissioner of the Bank should at least comprises with a total of three members and or at most equal to the number of members of the Board of Directors. Since 5 March 2009 until 22 August 2009, the composition of the Board of Commissioner is consist of four persons, including the President Commissioner, two Independent Commissioner and one Independent Commissioner. The composition of the Board of Commissioner of PT Bank DKI are as follows: President Commissioner : Suryo Danisworo Independent Commissioner : Joni Mulyanto Independent Commissioner : Idris Kadir Commissioner : Sukri Bey Based on the EGMS which is held on 21 August 2009 set forth that Mr. Suryo Danisworo, Mr. Idris Kadir and Mr. Joni Mulyanto had been respectfully dismissed from the Board of Commissioners.

Berdasarkan RUPSLB yang diselenggarakan pada tanggal 21 Agustus 2009 memutuskan bahwa Bp. Suryo Danisworo, Bp. Idris Kadir dan Bp. Joni Mulyanto telah diberhentikan dengan hormat dari Jajaran Dewan Komisaris. Berdasarkan hasil RUPSLB tanggal 21 Agustus 2009 tersebut, maka susunan keanggotaan Dewan Komisaris Bank DKI adalah sebagai berikut: Komisaris Utama sementara (caretaker) : Mara Oloan Siregar Komisaris sementara (caretaker) : Hasan Basri Saleh Komisaris : Sukri Bey

Based on the resolution from the EGMS which is held on 21 August 2009, the composition of the Board of Commissioner of Bank DKI is as follows: Acting President Commissioner (Caretaker) : Mara Oloan Siregar Acting Commissioner (Caretaker) : Hasan Basri Saleh Commissioner : Sukri Bey

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

91

Sampai dengan 31 Desember 2009, Pemegang Saham masih memproses pengangkatan jabatan Komisaris dan Komisaris Independen yang baru. Riwayat singkat dari masing-masing anggota Dewan Komisaris dapat dilihat pada halaman 30, 31, 32 dan 33 dari Laporan Tahunan ini.

As of 31 December 2009, the Shareholders still in the process of appointing a new Commissioner and Independent Commissioner. The profile of each member of the Board of Commissioner is presented on page 30, 31, 32 and 33 of this Annual Report.

2.2. Independensi
Anggota Dewan Komisaris Bank DKI telah memenuhi jumlah, komposisi, kriteria dan independensi sesuai ketentuan Bank Indonesia, dimana jumlah anggota Dewan Komisaris Bank DKI sampai dengan 21 Agustus 2009 adalah 4(empat) orang, dan 2(dua) orang diantaranya atau 50% dari jumlah anggota tersebut merupakan Komisaris Independen. Komisaris Independen Bank DKI telah memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Bapepam-LK. Dalam PBI No. 8/14/PBI/2006 disebutkan bahwa Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau pemegang saham pengendali atau hubungan dengan bank yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertidak independen. Seluruh anggota Komisaris Bank DKI berdomisili di Indonesia, dengan demikian hal ini telah sesuai dengan PBI No. 8/4/PBI/2006 yang mengatur bahwa paling kurang 1(satu) orang anggota Dewan Komisaris wajib berdomisili di Indonesia. Memenuhi ketentuan tentang tidak diperkenankannya rangkap jabatan bagi Komisaris, Komisaris Utama Bank DKI, Suryo Danisworo telah mengundurkan diri sebagai Ketua Komite Disiplin Bursa Efek Jakarta per tanggal 1 September 2007 dan Komisaris Independen Bank DKI, Idris Kadir telah mengundurkan diri sebagai Komisaris PT Sarana Nusa Tenggara Barat Ventura per 27 Maret 2008.

2.2. Independence
The member of the Board of Commissioner of Bank DKI has complied with Bank Indonesia requirements on the number, composition, criteria and independence of the members of the Board of Commissioners, whereby the total member of the Board of Commissioner of Bank DKI as per 21 August 2009 are consist of four person, whom the two of most among them or 50% from the total member were the Independent Commissioner. The Independent Commissioner of Bank DKI had fulfilled the regulation established by the Bapepam-LK. It was stated on PBI No. 8/14/PBI/2006 that the Independent Commissioner is a member of the Board of Commissioner that has no financial, management, shares ownership and/or family relationship up to the second degree with other members of the Board of Commissioner, The Board of Directors and/or controlling shareholders that could influenced their ability to act independent. All members of the Board of Commissioners of Bank DKI domiciled in Indonesia, therefore, it had complied with PBI No. 8/4/PBI/2006 that regulate that at least one member of the Board of Commissioner is obliged to domiciled in Indonesia. Fulfilling the requirement of not serving simultaneously in dual position for the Commissioner, thus, the President Commissioner of Bank DKI, Suryo Danisworo send his resignation from his position as Chairman of Discipline Committee of Indonesia Stock Exchange as of 1 September 2007 and the Independent Commissioner of Bank DKI, Idris Kadir send his resignation as Commissioner of PT Sarana Nusa Tenggara Barat Ventura as of 27 March 2008.

2.3. Tugas dan Tanggung Jawab


Dewan Komisaris memiliki Pedoman Kerja bagi setiap anggota Dewan Komisaris sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Direksi No. 95 tahun 2007 tanggal 29 Juni 2007 tentang Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris Bank DKI. Buku panduan tersebut memuat antara lain komposisi, kedudukan Dewan Komisaris dalam organisasi Bank serta tugas dan tanggung jawabnya yang meliputi:

2.3. Roles and Responsibilities


The Board of Commissioner have been equipped with a guideline and working manual book as stated in Decision Letter of the Board of Directors No. 95 year 2007 dated 29 June 2007 concerning working manual book of the Board of Commissioner of Bank DKI. The working manual book constitute among others are the composition, the Board of Commissioners position with the organization structure of the Bank as well as roles and responsibilities which comprises of the followings:

92

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

a. Dewan Komisaris memastikan terselenggaranya pelaksanaan GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. b. Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, serta memberikan nasihat kepada Direksi melalui berbagai surat yang disampaikan kepada Direksi maupun dalam berbagai kesempatan rapat pengurus. c. Dalam melakukan pengawasan tersebut, Komisaris juga telah mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis Bank, namun tidak terlibat dalam pengambilan keputusan terhadap kegiatan operasional Bank, kecuali: penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum, dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. d. Dewan Komisaris bertanggung jawab dalam penerapan manajemen risiko, antara lain menyetujui dan mengevaluasi kebijakan manajemen risiko. e. Dewan Komisaris memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari auditor internal dan eksternal. f. Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen. Guna penyempurnaan panduan dimaksud, Manajemen bekerjasama dengan konsultan melakukan penyempurnaan pedoman kerja tersebut yang akan disahkan pada tahun 2010.

a. The BOC ensures the implementation of GCG in every business activity of the Bank at all level of the organization. b. The BOC supervises the performance and responsibilities of the Board of Directors, and provides advisory to the BOD either through official letter or meetings with the Management Board. c. In exercising that supervisory role, the Commissioners also direct, monitor, and evaluate the execution of the Banks strategic policies, albeit not directly involved in the decision making process of the Bank operational activities, with the exeception of provision of funds to related parties as stipulated on the regulation of Bank Indonesia concerning Maximum Credit Limit for Commercial Bank and other things which stipulated on the Article of Association of the Bank or prevailing laws. d. The Board of Commissioners is reponsible for the implementation of Risk Management, including the approval and evaluation of the risk management policy. e. The Board of Commissioners ensures that the BOD follows up on the audit findings and recommendation of both the internal and external auditors. f. The Board of Commissioners undertakes its roles and responsibilities independently.

For the purpose of improving such guidelines, the Management cooperates with a consultant to accomplish the working manual, which then will be approved in 2010.

2.4. Rekomendasi Dewan Komisaris


Rekomendasi Dewan Komisaris diberikan kepada Direksi berkaitan dengan pengawasan yang dilakukannya, antara lain: a. Memberikan pengarahan kepada Direksi dalam proses penyusunan Visi, Misi serta rencana kerja dan anggaran Bank DKI, dengan mempertimbangkan masukan dari komite-komite dibawahnya; b. Memberikan rekomendasi mengenai remunerasi anggota Direksi; c. Mengevaluasi dan menyetujui keputusan manajemen dan tindakan strategis yang diusulkan oleh Direksi; d. Memantau penerapan manajemen risiko; e. Mengevaluasi tindak lanjut temuan audit internal dan eksternal; f. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan/atau penyediaan dana besar;

2.4. Recommendation of the Board of Commissioner


The recommendation of the Board of Commissioner was given to the Board of Directors in relation with their supervisory role, which among others are: a. Provides instruction to the Board of Directors in the process of formulating the vision, mission as well as work and budgetary plan of Bank DKI, by considering advices from the Commitees under their supervision; b. Provide recommendation on the remuneration for the members of the Board of Directors; c. Evaluates and approves the Managements decision and strategic steps proposed by the Board of Directors; d. Monitors the implementation of risk management; e. Evaluates the follow up action on the internal and external audit findings; f. Provision of funds to related parties and/or provision of large exposure;

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

93

g. Memantau pelaksanaan GCG serta evaluasi kinerja Direksi.

g. Monitors the GCG implementation and evaluation of the performance of the Board of Directors.

2.5. Rapat Dewan Komisaris


Berdasarkan Buku Pedoman Kerja Dewan Komisaris, Rapat Dewan Komisaris wajib diselenggarakan secara berkala paling kurang 4 (empat) kali dalam setahun, dimana 2 (dua) diantaranya wajib dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris secara fisik. Sepanjang tahun 2009, Dewan Komisaris Bank DKI telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 24 kali. Adapun tabel kehadiran masing-masing anggota Dewan Komisaris dalam rapat disajikan dalam daftar Rapat Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut: Daftar Kehadiran Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Selama Tahun 2009

2.5. meeting of the Board of Commissioners


Based on Working Manual Book of the Board of Commissioner, the Board of Commissioner meeting should be held periodically at least four times a year, whereby all member of the Board of Commissioner should physically attend at least two of all meeting. Throughout 2009, the Board of Commissioners of Bank DKI had convened 24 meeting. The attendance level of each members of the Board of Commissioner is presented at the list of the Board of Commissioners and the Board of Directors meeting as follows:

List of Attendance of the Board of Commissioner and the Board of Directors Meeting during 2009
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors Meetings

No.

Nama name

Jabatan Title

Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors Meetings

Periode Jan s/d Agustus 2009 Periode Sept s/d Des 2009 Period Jan - August 2009 Period Sept - Dec 2009
Jumlah Rapat / Total Meetings 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Suryo Danisworo1 Idris Kadir1 Joni Mulyanto1 Sukri Bey2 Mara Oloan Siregar3 Hasan Basri Saleh3 Winny Erwindia Muhamad Irfandi Mamad Sachroni Ilhamsyah Joenoes Aris Anwari
President Commissioner

Rapat Dewan Komisaris Board of Commissioner Meetings

Rapat Direksi Board of Directors Meetings

2 2 2 2 2 1 2 2 2

4 3 4 4 4 4 4 4 4

24 24 24 21 7 -

48 46 33 46 39 43

Komisaris Utama

Komisaris Independen

Commissioner Independent Commissioner Independent

Komisaris Independen

Komisaris

Commissioner

Komisaris Utama (Caretaker) Komisaris (Caretaker) Direktur Utama

President Commissioner (Caretaker) Commissioner (Caretaker) President Director Marketing Director Finance Director

Direktur Pemasaran Direktur Keuangan Direktur Operasional Direktur Kepatuhan

Operation Director

Compliance Director

1. 2. 3.

Sesuai Akta RUPSLB Bank DKI No. 47 tanggal 21 Agustus 2009, masa jabatan Dewan Komisaris berakhir tanggal 22 Agustus 2009 Sesuai Akta RUPSLB Bank DKI No. 03 tanggal 5 Maret 2009 diangkat menjadi Komisaris Bank DKI Sesuai Akta RUPSLB Bank DKI No. 47 tanggal 21 Agustus 2009, diangkat menjadi Komisaris (Sementara)

1.

Pursuant to Deed of EGM Bank DKI No. 47 dated August 21, 2009, the Board of Commissioners term of office expires on August 22, 2009 2. Pursuant to Deed of EGM Bank DKI No. 2003 dated March 5, 2009 he was appointed as Commissioner of Bank DKI 3. Pursuant to Deed of EGM Bank DKI No. 47 dated August 21, 2009, was appointed Commissioner (acting)

* Keseluruhan rapat dihadiri oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi secara fisik

* All meetings attended by each member of the Board of Commissioners and Directors physically

94

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

2.6. Fit and Proper Test


Setiap anggota Dewan Komisaris Bank DKI memiliki pengalaman yang luas dan dipilih berdasarkan integritas dan kompetensinya. Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham dan memenuhi persyaratan Bank Indonesia melalui fit and proper test.

2.6. Fit and Proper Test


Every member of the Board of Commissioner of Bank DKI has extensive experience and was chosen through their competence and integrity. Every member of the Board of Commissioner was appointed and terminated by shareholders through the General Meeting of shareholders and had complied with requirement from Bank Indonesia through fit and proper test.

2.7. Pelatihan Dewan Komisaris


Selama tahun 2009, para anggota Dewan Komisaris telah menghadiri dan berpartisipasi dalam berbagai pelatihan serta seminar mengenai pelaksanaan tata kelola perusahaan, diantaranya: a. Workshop Internal Audit dalam Perspektif Komite Audit yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). b. Diskusi Panel Tantangan dan Tanggungjawab Direksi, Komisaris dan Komite Audit dalam Menjaga Keberlangsungan Perusahaan di Tengah Krisis Ekonomi Global yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). c. Forum Diskusi Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). d. Workshop Risk Management Oversight for Board of Commissioners and Audit Committee yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). e. Seminar Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Global yang diselenggarakan oleh harian Bisnis Indonesia. f. Forum Diskusi Meningkatkan Kinerja Perusahaan Melalui Penerapan Good Corporate Governance: Belajar dan Berbagi Pengalaman dari PT BRI (Persero) yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Commissioners (ISICOM).

2.7. Training for the Board of Commissioner


Throughout 2009, all member of the Board of Commissioners had attended and participated in various trainings and seminars concerning the implementation of good corporate governance, which among others are as follows: a. Internal Audit in the perspective of the Audit Committee Workshop, which was held by Indonesian Audit Committee Association (IACA). b. Discussion Forum of The Challenge and Responsibilities of the Board of Commissioner, the Board of Directors and the Audit Committee in Maintaining the Sustainability of the Company Amid a Global Economic Crisis which was held by Indonesian Audit Committee Association (IACA). c. Discussion Forum of Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? which was held by the Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). d. Workshop of Risk Management Oversight for Board of Commissioners and Audit Committee which was held by the Indonesian Audit Committee Association (IACA). e. Sharia Economy Amid Global Crisis seminar, which was held by Bisnis Indonesia daily. f. Discussion Forum of Increasing the Companys Performance Through the Implementation of Good Corporate Governance, Learn and Sharing Experience from PT BRI (Persero) which was held by the Indonesian Society of Commissioners (ISICOM).

Komite-komite di Bawah Dewan Komisaris


Dalam rangka mendukung efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris telah membentuk Komite Audit, dengan Keputusan Direksi Bank DKI No. 108 tahun 2006; Komite Pemantau Risiko, dengan Keputusan Direksi Bank DKI No. 16 tahun 2007; serta Komite Remunerasi dan Nominasi, dengan Keputusan Direksi Bank DKI No. 88 tahun 2007.

Committee under the responsibility of the Board of Commissioners


In order to support the effective performance of duties and responsibilities, the Board of Commissioner has established the Audit Committee, based on Decision from the Board of Directors of Bank DKI No. 108 year 2006; The Risk Oversight Committee, with Decision from the Board of Directors of Bank DKI No. 16 year 2007; as well as the Remuneration and Nomination Committee, with Decision from the Board of Commissioner of Bank DKI No. 88 year 2007.

3. Komite Audit
Sebagai salah satu kelengkapan perangkat Dewan Komisaris dalam melaksanakan GCG, maka Bank DKI telah memiliki Komite Audit sejak tanggal 25 September 2006, sebagaimana Surat Keputusan Direksi No. 108 tahun 2006, dan terhitung sejak 2 Oktober 2006 sampai dengan 22 Agustus 2009, dan/

3. The Audit Committee


As one of its comprehensive tools for the Board of Commissioners in conducting the implementation of GCG, Bank DKI had established the Audit Committee since 25 September 2006, as stated in Decision Letter of the Board of Directors No. 108 year 2006, and starting since

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

95

atau tanpa mengurangi hak Dewan Komisaris untuk sewaktuwaktu memberhentikan anggota Komite Audit.

2 October 2006 until 26 August 2009, with and/or without prejudges to the rights of the Board of Commissioner to terminate the membership of the Audit Committee at any time.

3.1. Komposisi keanggotaan


Komposisi keanggotaan Komite Audit sampai dengan 22 Agustus 2009 terdiri dari 3(tiga) orang, yaitu seorang Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua, serta 2(dua) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang perbankan dan keuangan, dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Idris Kadir (Komisaris Independen dan juga merangkap sebagai anggota) Anggota : Saiful Arief (Pihak Independen) E. Mokhamad Ikhsan (Pihak Independen)

3.1. membership Composition


The membership composition of the Audit Committee as of 22 August 2009 was comprises of three members, one member was positioned as Chairman, and two Independent Parties who holds an experience in banking and finance with the following composition: Chairman : Idris Kadir (Independent Commissioner as - Chairperson and also a member) Member : Saiful Arief (Independent Party) E. Mokhamad Ikhsan (Independent Party)

3.2. Independensi
Anggota Komite Audit tidak saling memiliki keterikatan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan kekeluargaan sampai dengan derajat kedua, baik dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham (pengendali), serta tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Direksi Bank DKI dan/atau pada bank lainnya, maupun rangkap jabatan sebagai anggota Komite.

3.2. Independence
The member of the Audit Committee do not have a financially, ownership and family relations up to the second degree, with the Directors, Commissioners or controlling shareholders and are not members of the Board of Directors of Bank DKI or any other bank, or dual position as a committee member.

3.3. Tugas dan tanggung jawab


Tugas dan tanggung jawab Komite Audit merujuk pada Piagam Komite Audit adalah memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris yang terkait dengan: a. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya. b. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan Perundang-undangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan. c. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal. d. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan PT Bank DKI. e. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perusahaan.

3.3. Roles and Responsibilites


The roles and responsibilities of the Audit Committee is refer to the Audit Committee Charter, which is provide recommendation to the Board of Commissioner pertaining to the following: a. Reviewing the financial informations of the Bank prior to publication including financial report, projections and other financial information. b. Reviewing of the Banks compliance to prevailing laws and regulations of the capital market as well as other regulation that are related to the Banks operations. c. Reviewing the internal audit processes. d. Reviewing and reporting to the Board of Commissioners on complains related to Bank DKI. e. Maintaining the confidentiality of documents, data and information of the Bank.

3.4. Rapat Komite


Sampai dengan 22 Agustus 2009, Komite Audit Bank DKI telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 11 kali. Tabel kehadiran masing-masing anggota Komite Audit dalam rapat disajikan dalam Tabel Kehadiran Rapat Komite sebagai berikut:

3.4. Committee meeting


As of 22 August 2009, the Audit Committee of Bank DKI had convened 11 meetings. The attendance level of each committee member in the meeting is presented on the following table:

96

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Rapat Komite Selama Tahun 2009

The 2009 Committee Meeting


Rapat Komite Audit (KA) Audit Committee Meetings 11 11 9 11 Rapat Komite Rapat Komite Remunerasi & Pemantau Risiko (KPR) Nominasi (KRN) Risk Oversight Remuneration and Nomination Committee Meetings Committee Meetings 20 20 19 19 5 5 5 1 -

No.

Nama Name

Jabatan Tittle Jumlah Rapat / Total Meetings

1 2 3 4 5 6 7

Idris Kadir1 Joni Mulyanto1 Sukri Bey2

Komisaris Independen Commissioner Independent Komisaris Independen Commissioner Independent Komisaris Commissioner

E. Mokhamad Ikhsan3 Anggota Komite Audit Audit Committee Member Saiful Arief3 Achmad Shalihin3 Setia Dharma3 Anggota Komite Audit Audit Committee Member Anggota Komite Pemantu Risiko Risk Oversight Committee Member Anggota Komite Pemantu Risiko Risk Oversight Committee Member Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Member 1.

Enny Rantih Sofyan3

1. Sesuai Akta RUPSLB Bank DKI No. 47 tanggal 21 Agustus 2009, masa jabatan Dewan Komisaris berakhir tanggal 22 Agustus 2009 2. Sesuai Akta RUPSLB Bank DKI No. 03 tanggal 5 Maret 2009 diangkat menjadi Komisaris Bank DKI 3. Masa jabatan anggota Komite berakhir tanggal 22 Agustus 2009

Pursuant to Deed of EGM Bank DKI No. 47 dated August 21, 2009, the Board of Commissioners term of office expires on August 22, 2009

2. Pursuant to Deed of EGM Bank DKI No. 2003 dated March 5, 2009 he was appointed as Commissioner of Bank DKI 3. Committee member tenure ended on August 22, 2009

3.5. Pelatihan
Selama tahun 2009, anggota Komite Audit mengikuti seminar/workshop/diskusi panel diantaranya: 1. WorkhopInternal Audit dalam Perspektif Komite Audit yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). 2. Diskusi Panel Tantangan dan Tanggungjawab Direksi, Komisaris dan Komite Audit dalam Menjaga Keberlangsungan Perusahaan di Tengah Krisis Ekonomi Global yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). 3. Forum Diskusi Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). 4. Workshop Risk Management Oversight for Board of Commissioners and Audit Committee yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI).

3.5. Trainings
Throughout 2009, the member of the Audit Committee had participated in several seminars/ workshop/panel discussion, which among others are: 1. Workshop of Internal Audit in the perspective of the Audit Committee which was held by the Indonesian Audit Committee Association (IACA) 2. Discussion Forum of The Challenge and Responsibilities of the Board of Commissioner, the Board of Directors and the Audit Committee in Maintaining the Sustainability of the Company Amid a Global Economic Crisis which was held by Indonesian Audit Committee Association (IACA). 3. Discussion Forum of Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? which was held by the Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). 4. Workshop of Risk Management Oversight for Board of Commissioners and Audit Committee which was held by the Indonesian Audit Committee Association (IACA).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

97

3.6. Pedoman dan Tata Tertib Kerja


Dalam melaksanakan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG, Komite Audit Bank DKI berpedoman pada Piagam Komite Audit yang disahkan pada tanggal 6 Oktober 2006. Piagam tersebut merupakan pedoman tertulis yang dijadikan sebagai acuan dari setiap kegiatan operasional Komite Audit yang memuat Visi & Misi Organisasi, wewenang, serta tugas dan tanggung jawab Komite Audit. Guna penyempurnaan dimaksud, Piagam Komite Audit telah disempurnakan sebagai keputusan Direksi Bank DKI No. 148 tahun 2010 tanggal 30 Maret 2010 yang ditandatangani Komisaris Utama (Caretaker) Mara Oloan Siregar bersama dengan Direktur Utama Winny Erwindia,

3.6. Guidelines and Working manual


In conducting its duties to increase the quality of GCG implementation, the Audit Committee of Bank DKI is guided by the Audit Committee Charter that has been authorized on 6 October 2006. The Audit Charter constitute as a written guidelines that is set forth as a guideline for the operational activity of the Audit Committee that consists of the Organization Vision, Mission, Authority, as well as roles and responsibilities of the Audit Committee. For the purpose of the intended accomplishment, the Audit Committee Charter has been accomplished with Decision Letter of the Board of Commissioner of Bank DKI No. 148 year 2010 dated 30 March 2010 that is signed by the President Commissioner (Caretaker) Mara Oloan Siregar and the President Director of the Bank, Winny Erwindia.

4. Komite Pemantau Risiko


Sebagai salah satu kelengkapan perangkat Dewan Komisaris dalam melaksanakan GCG, maka Bank DKI telah memiliki Komite Pemantau Risiko sejak tanggal 7 Februari 2007, sebagaimana Surat Keputusan Direksi No. 16 tahun 2007 tentang pengangkatan Komite Pemantau Risiko dan telah mengalami perubahan sebagaimana Keputusan Direksi No. 50A tahun 2008 tentang Perubahan Komite Pemantau Risiko, dan/ atau tanpa mengurangi hak Dewan Komisaris untuk sewaktuwaktu memberhentikan anggota Komite Pemantau Risiko.

4. The Risk Oversight Committee


As one of its comprehensive tools for the Board of Commissioners in conducting the implementation of GCG, Bank DKI had established the Risk Oversight Committee since 7 February 2007, as stated in Decision Letter of the Board of Directors No. 16 year 2007 on the appointment of Risk Oversight Committee and its amendment based on Decision Letter of the Board of Commissioner No. 50A of 2008 on the amendment of the Risk Oversight Committee with and/or without prejudges to the rights of the Board of Commissioner to terminate the membership of the Risk Oversight Committee at any time.

4.1. Komposisi Keanggotaan


Komposisi keanggotaan Komite Pemantau Risiko sampai 22 Agustus 2009 terdiri dari 3(tiga) orang, yaitu seorang Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua, serta 2(dua) orang anggota yang memiliki keahlian di bidang keuangan dan manajemen risiko, dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Joni Mulyanto (Komisaris Independen merangkap sebagai anggota Anggota : Achmad Salihin (Pihak Independen) Setia Dharma (Pihak Independen)

4.1. membership Composition


Membership composition of the Risk Oversight as of 22 August 2009 is comprises of three person, one Independendent Commissioner is positioned as Chairman and two other members that holds an expertise in financial and risk management, with composition as follows: Chairman : Joni Mulyanto (Independent Commissioner and member) Member : Achmad Shalihin (Independent Party) Setia Dharma (Independent Party)

4.2. Independensi
Anggota Komite Audit tidak saling memiliki keterikatan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/atau hubungan kekeluargaan sampai dengan derajat kedua, baik dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham (pengendali), serta tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Direksi Bank DKI dan/atau pada bank lainnya, maupun rangkap jabatan sebagai anggota Komite.

4.2. Independence
Members of the Audit Committee do not have a financially, ownership and family relations up to the second degree, with the Directors, Commissioners or controlling shareholders and are not members of the Board of Directors of Bank DKI or any other bank, or dual position as a committee member.

4.3. Tugas dan Tanggung Jawab


Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko merujuk pada Piagam Komite Pemantau Risiko adalah

4.3. Roles and Responsibilities


The role and responsibility of the Risk Oversight Committee refers to the Risk Oversight Committee

98

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris yang terkait dengan hal-hal: a. Melakukan evaluasi atas kebijakan dan strategi manajemen risiko yang disusun oleh Direksi yang mencakup: Pengawasan aktif oleh Direksi Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit Kecukupan proses identifikasi, pengukuran serta sistem informasi manajemen risiko yang meliputi: risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik, risiko kepatuhan Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. b. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Satuan Kerja Manajemen Risiko dan Komite Manajemen Risiko untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebijakan dan strategi manajemen risiko. c. Mengevaluasi laporan profil triwulanan PT Bank DKI dan pelaksanaan proses manajemen risiko untuk selanjutnya memberi masukan kepada Dewan Komisaris atas kondisi risiko yang dihadapi oleh Bank DKI serta usulan langkah-langkah untuk mitigasi atas risiko tersebut sehingga Dewan Komisaris dapat memberi masukan untuk langkah perbaikan kepada Direksi, apabila diperlukan. d. Memantau dan mengevaluasi kepatuhan Bank DKI sehubungan dengan pelaksanaan manajemen risiko terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang dibuat oleh Direksi kepada Bank Indonesia dan pihak-pihak terkait lainnya. e. Mendorong tumbuh kembangnya budaya perusahaan yang berorientasi risiko.

Charter is to assist the Board of Commissioners pertaining to the following matters: a. Evaluate risk management policy and strategy that was formulated by the Board of Directors that includes: Active supervision by the Board of Directors Adequate policy, procedure, and determining limits Adequacy on the identification, measurement as well as risk management information system processes that covers the following aspects: credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, reputational risk, strategic risk, and compliance risk A comprehensive internal control system. b. Monitor and evaluate the implementation of the Risk Management Unit and the Risk Management Committees tasks to determine as to whether it is in accordance with the risk management policy and strategy. c. Evaluate PT Bank DKIs Quarterly profile report and the implementation of the risk management process whereupon its recommendations on Bank DKIs risk conditions will subsequently be submitted to the Board of Commissioners along with proposed steps to mitigate these risks whereby the Board of Commissioners can provide its suggestions to the Directors if necessary. d. Monitor and evaluate Bank DKIs compliance in relation to the implementation of risk management towards all agreements and commitments made by the Board of Directors to Bank Indonesia and other related parties. e. Foster growth of a risk-oriented corporate culture.

4.4. Rapat Komite


Sampai dengan tanggal 22 Agustus 2009, Komite Pemantau Risiko Bank DKI telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 20 kali. Tabel kehadiran masingmasing anggota Komite Pemantau Risiko dalam rapat disajikan dalam Tabel Kehadiran Rapat Komite pada halaman 97 dari Laporan Tahunan ini.

4.4. Committee meeting


As of 22 August 2009, the Risk Oversight Committee of Bank DKI had convened 20 meetings. The attendance level of each committee member in the meeting is presented on page 97 of this Annual Report.

4.5. Pelatihan
Selama 2009 anggota Komite Pemantau Risiko mengikuti seminar/workshop/diskusi panel diantaranya: 1. Forum Diskusi Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). 2. Seminar Ekonomi Syariah di Tengah Krisis Global yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia.

4.5. Trainings
Throughout 2009, all member of the Risk Oversight Committee had attended several seminars/workshop/ discussion forum, which among others are as follows: 1. Discussion Forum of Corporate Case: PT Sarijaya and Century Bank, What Went Wrong? which was held by the Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). 2. Sharia Economy Amid Global Crisis seminar, which was held by Bisnis Indonesia daily.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

99

3. Forum Diskusi Meningkatkan Kinerja Perusahaan Melalui Penerapan Good Corporate Governance: Belajar dan Berbagi Pengalaman dari PT BRI (Persero) yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Commissioners (ISICOM). 4. Diskusi Panel Tantangan dan Tanggungjawab Direksi, Komisaris dan Komite Audit dalam Menjaga Keberlangsungan Perusahaan di Tengah Krisis Ekonomi Global yang diselenggarakan oleh Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI).

3. Discussion Forum of Increasing the Companys Performance Through the Implementation of Good Corporate Governance, Learn and Sharing Experience from PT BRI (Persero) which was held by the Indonesian Society of Commissioners (ISICOM 4. Discussion Forum of The Challenge and Responsibilities of the Board of Commissioner, the Board of Directors and the Audit Committee in Maintaining the Sustainability of the Company Amid a Global Economic Crisis which was held by Indonesian Audit Committee Association (IACA).

4.6. Pedoman dan Tata Tertib Kerja


Dalam melaksanakan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG, Komite Pemantau Risiko Bank DKI memiliki pedoman sebagaimana disahkan dalam Keputusan Pengurus Bank No. 123 tahun 2007 tentang Piagam Komite Pemantau Risiko Bank DKI. Piagam tersebut merupakan pedoman tertulis yang dijadikan sebagai acuan dari setiap kegiatan operasional Komite Pemantau Risiko yang memuat Visi & Misi Organisasi, wewenang, serta tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko.

4.6. Guidelines and Working manual


In conducting its duties to increase the quality of GCG implementation, the Risk Oversight Committee of Bank DKI is guided by the Audit Committee Charter that has been authorized on The Management of the Banks Decision No. 123 of 2007 concerning the Risk Oversight Committee Charter of Bank DKI. The Charter constitute as a written guidelines that is set forth as a guideline for the operational activity of the Risk Oversight Committee that consists of the Organization Vision, Mission, Authority, as well as roles and responsibilities of the Risk Oversight Committee.

5. Komite Remunerasi Dan Nominasi


Sebagai salah satu kelengkapan perangkat Dewan Komisaris dalam melaksanakan GCG, maka Bank DKI telah memiliki Komite Remunerasi dan Nominasi sejak tanggal 21 Juni 2007, sebagaimana Surat Keputusan Direksi No. 88 tahun 2007 tentang pengangkatan Komite Remunerasi dan Nominasi,dan telah mengalami perubahan sebagaimana Keputusan Direksi Bank DKI No. 116 tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 tentang Perubahan Komite Remunerasi dan Nominasi Bank DKI serta keputusan Direksi No. 38A tahun 2009 tanggal 16 Maret 2009 tentang Pengangkatan Sukri Bey sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi PT Bank DKI, dan/atau tanpa mengurangi hak Dewan Komisaris untuk sewaktu-waktu memberhentikan anggota Komite Remunerasi dan Nominasi.

5. Remuneration and Nomination Committee


As one of its comprehensive tools for the Board of Commissioners in conducting the implementation of GCG, Bank DKI had established the Remuneration and Nomination Committee since 21 June 2007, as stated in Decision Letter of the Board of Directors No. 88 year 2007 on the appointment of Remuneration and Nomination Committee and its amendment based on Decision Letter of the Board of Commissioner No. 116 of 2007 dated 3 August 2007 on the amendment of the Remuneration and Nomination Committee and Decision Letter of the Board of Directors No. 38A of 2009 dated 16 March 2009 regarding the appointment of Sukri Bey as member of the Remuneration and Nomination Committee of PT Bank DKI, with and/or without prejudges to the rights of the Board of Commissioner to terminate the membership of the Remuneration and Nomination Committee at any time.

5.1. Komposisi Keanggotaan


Komposisi keanggotaan Komite Remunerasi dan Nominasi sampai dengan 22 Agustus 2009 terdiri dari 4(empat) orang, yaitu seorang Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua dan merangkap sebagai anggota, serta 1(satu) orang anggota yang terdiri dari seorang Komisaris Independen, 1(satu) orang Komisaris serta seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang sumber daya manusia, dengan susunan sebagai berikut: Ketua : Joni Mulyanto (Komisaris Independen merangkap sebagai anggota Anggota : Idris Kadir (Komisaris Independen) Sukri Bey (Komisaris) Enny Rantih Sofyan (Pemimpin Group Sumber Daya Manusia)

5.1. membership Composition


Membership composition of the Remuneration and Nomination Committee as of 22 August 2009 is comprises of four person, one Independendent Commissioner is positioned as Chairman and members, one members that is comprises of an Independent Commissioner and one Independent Party that holds an expertise in human resources, with composition as follows: Chairman : Joni Mulyanto (Independent Commissioner and member) Member : Idris Kadir (Independent Commissioner) Sukri Bey (Commissioner) Enny Rantih Sofyan (Head of Human Resources Group)

100

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

5.2. Independensi
Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi tidak mempunyai keterikatan keuangan, kepemilikan dan hubungan kekeluargaan sampai dengan derajat kedua, baik dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi maupun pemegang saham (pengendali), serta tidak memiliki rangkap jabatan sebagai Direksi Bank DKI dan/atau pada bank lainnya. Dalam melaksanakan tugasnya, Komite Remunerasi dan Nominasi bekerja secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip perbankan yang sehat.

5.2. Independence
Members of the Remuneration and Nomination Committee do not have a financially, ownership and family relations up to the second degree, with the Directors, Commissioners or controlling shareholders and are not members of the Board of Directors of Bank DKI or any other bank.

In conducting its duties, the Remuneration and Nomination Committee work professionally with no conflict of interest and influence/pressure from other party that is not comply with prevailing regulations and prudent banking principles.

5.3. Tugas dan Tanggung Jawab


Komite Remunerasi dan Nominasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terkait dengan kebijakan remunerasi dengan memperhatikan: a. kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan yang berlaku; b. prestasi kerja individual; c. kewajaran dengan peer group; dan d. pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Bank. Pelaksanaan kegiatan, tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi merujuk pada Piagam Remunerasi dan Nominasi antara lain: a. Terkait kebijakan Remunerasi: a.1. melakukan evaluasi terhadap sistem penggajian, pemberian tunjangan dan fasilitas bagi Dewan Komisaris dan Direksi; a.2. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sistem penggajian, pemberian tunjangan dan fasilitas bagi karyawan; a.3. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai pemberian opsi kepada Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan, antara lain opsi saham; a.4. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sistem pensiun bagi karyawan; a.5. memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sistem pensiun kompensasi serta manfaat lainnya dalam pengurangan karyawan; a.6. kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; dan a.7. melakukan kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan karyawan untuk disampaikan kepada Direksi.

5.3. Roles and Responsibilities


In implementing its tasks and responsibilities, the Remuneration and Nomination Committee place specific emphasis on the following: a. Financial performance and reserves as specified within the prevailing rules and regulations; b. An individuals work accomplishments; c. Fairness with peer group; and d. Considerations based on the Banks target and long term strategy.

The Remuneration and Nomination Committees activities, tasks, and responsibilities refer to the Remuneration and Nomination Charter, that include: a. In relation with Remuneration Policy: a.1. Evaluation of the payroll system, the granting of allowances and facilities for the Board of Commissioners and Directors a.2. Provide recommendations to the Board of Commissioners regarding the payroll system, the granting of allowances and facilities for the employees; a.3. Provide recommendation to the Board of Commissioner for the granting of option to the Board of Commissioner, the Board of Directors and Employees, such as stock option; a.4. Provide recommendation to the Board of Commissioners regarding the pension plan for the employees; a.5. Provide recommendation to the Board of Commissioners regarding the pension plan and other benefits pertaining to the employee retranchment; a.6. The remuneration policy to the Board of Commissioners and the Board of Directors to be submitted to the General Meeting of Shareholders, and a.7. Conduct a remuneration policy for the Management and Employee to be submitted to the Board of Directors.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

101

b. Terkait dengan kebijakan Nominasi: b.1. menyusun, melaksanakan dan menganalisa kriteria dan prosedur nominasi bagi calon Komisaris dan Direksi; b.2. menyusun, melaksanakan dan menganalisa kriteria dan prosedur pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi; b.3. menyusun sistem penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi; b.4. memberikan rekomendasi tentang jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi; b.5. mengevaluasi dan memberikan advis tentang sistem penerimaan non karyawan, satu level dibawah Direksi dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/ atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; b.6. memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; dan b.7. memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko.

b. In relation with Nomination Policy: b.1. Develop, implement and analyze the criteria and nomination procedures for prospective Commissioners and the Board of Directors. b.2. Develop, implement and analyze the criteria and procedures for dismissal of the Board of Commissioners and the Board of Directors. b.3. Develop performance appraisal systems for the Board of commissioners and the Board of Directors. b.4. Provide recommendations regarding total members of the Board of Commissioners and the Board of Directors b.5. Evaluate and give advice on the recruiting system for non employee, one level under the Board of Directors and provide recommendation regarding the system and procedure for selection and/or replacement of the Board of Commissioners and the Board of Directors members to the Board of Commissioner to be submitted to the General Meeting of Shareholders; b.6. Provide recommendation regarding aspirant of the Board of Commissioner and/or the Board of Directors to the Board of Commissioners to b submitted to the General Meeting of Shareholders; and b.7. Provide recommendation of the Independent Party that will become a member of Audit Committee and Risk Oversight Committee.

5.4. Rapat Komite


Sepanjang tahun 2009, Komite Remunerasi dan Nominasi Bank DKI telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 5(lima) kali. Tabel kehadiran masing-masing anggota Komite Remunerasi dan Nominasi dalam rapat disajikan dalam Tabel Kehadiran Rapat Komite pada halaman 97 dari Laporan Tahunan ini.

5.4. Committee meeting


As of 22 August 2009, the Remuneration and Nomination Committee of Bank DKI had convened 5 meetings. The attendance level of each committee member in the meeting is presented on page 97 of this Annual Report.

5.5. Pelatihan
Selama tahun 2009, pendidikan/pelatihan yang diikuti oleh Komite Remunerasi dan Nominasi diantaranya adalah Workshop Tugas Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Komite Nominasi dan Remunerasi yang diselenggarakan Prima Consulting dan Pelatihan lain yang terkait dengan GCG dan Human Capital.

5.5. Trainings
Throughout 2009, all members of the Remuneration and Nomination Committee had attended several seminars/ workshop/discussion forum, which among others are Workshop The implementation of monitoring duties and evaluation of the Remuneration and Nomination Committee which was held by Prima Consulting and other trainings that related with GCG and Human Capital.

5.6. Pedoman dan Tata Tertib Kerja


Dalam melaksanakan tugasnya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG, Komite Remunerasi dan Nominasi Bank DKI memiliki pedoman Piagam Komite Remunerasi dan Nominasi Bank DKI. Piagam tersebut merupakan pedoman tertulis yang dijadikan sebagai acuan dari setiap kegiatan operasional Komite Remunerasi dan Nominasi yang memuat Visi & Misi Organisasi, wewenang, serta tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi.

5.6. Guidelines and Working manual


In conducting its duties to increase the quality of GCG implementation, the Remuneration and Nomination Committee of Bank DKI is guided by the Remuneration and Nomination Committee Charter. The Charter constitute as a written guidelines that is set forth as a guideline for the operational activity of the Remuneration and Nomination Committee that consists of the Organization Vision, Mission, Authority, as well as roles and responsibilities of the Remuneration and Nomination Committee.

102

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Masa tugas anggota Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Komite Remunerasi dan Nominasi Bank DKI telah berakhir sejak tanggal 22 Agustus 2009. Pada saat ini, Pemegang Saham Pengendali (PSP) sedang memproses pengangkatan jabatan Komisaris dan Komisaris Independen yang baru, mengingat masa jabatan Komisaris dan Komisaris Independen yang sebelumnya telah berakhir sejak tanggal 22 Agustus 2009. Berdasarkan hal tersebut maka untuk sementara jabatan Komisaris masih dipegang oleh pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku Komisaris Caretaker, sehingga Komposisi Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

The tenure of all members of the Audit Committee, Risk Oversight Committee as well as the Remuneration and Nomination Committee of Bank DKI has ended since 22 August 2009. Currently, the Controling Shareholers (PSP) still in the process of appointing a new Commissioner and Independent Commissioner, considering that the tenure of former Commissioner and Independent Commissioner has ended since 22 August 2009. Based on such condition, for a temporarily, the position for Commissioner was still held by the official from Provincial Government of DKI Jakarta whom act as a Caretaker Commissioner, so that the composition of the board of commissioners was as follows: Acting President Commissioner (Caretaker) Acting Commissioner (Caretaker) Commissioner

Komisaris Utama sementara (caretaker) Komisaris sementrara (caretaker) Komisaris

: Mara Oloan Siregar : Hasan Basri Saleh : Sukri Bey

: Mara Oloan Siregar : Hasan Basri Saleh : Sukri Bey

Dengan keadaan tersebut di atas, maka saat ini Bank DKI belum mengangkat anggota Komite yang baru, mengingat komposisi anggota komite harus terdiri dari 1(satu) orang Komisaris Independen.

With such condition, currently, Bank DKI has not appoint a new Committee members, considering that the composition of committee member should comprises on one Independent Commissioner.

6. Direksi
Direksi bertanggung jawab menyusun dan melaksanakan strategi dan kebijakan bisnis, anggaran dan rencana kerja sesuai dengan Visi dan Misi Bank serta memastikan pencapaian sasaran dan tujuan usaha. Direksi juga bertanggung jawab terhadap struktur pengendalian internal Bank dan penerapan manajemen risiko dan praktik-praktik tata kelola yang baik. Direksi memastikan agar praktik-praktik akuntansi dan pembukuan Bank sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia; lebih jauh lagi Direksi mengawasi pelaksanaan audit internal, melakukan tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan arahan Dewan Komisaris.

6. The Board of Directors


The Board of Directors is responsible for formulating policy and business strategy, budget and business plan in accordance with the Banks vision and mission as well as to ensures the achievement of goals and objectives. The Board of Directors also responsible for the Banks internal control structure and the implementation of risk management and good corporate governance practices. The Directors ensures that the Banks accounting and book keeping practices are in accordance with Bank Indonesias regulations. Furthermore, the Board of Directors also monitors the internal audit implementation or any action that deemed necessary in accordance with the advice from the Board of Commissioners.

6.1. Komposisi Keanggotaan


Sampai dengan 31 Desember 2009, Direksi Bank DKI beranggotakan 5(lima) orang, termasuk Direktur Utama. Salah seorang Direksi menjabat sebagai Direktur Kepatuhan dan bertanggung jawab melaksanakan praktik-praktik tata kelola dan memastikan kepatuhan Bank terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun susunan anggota Direksi sebagai berikut: 1. Winny Erwindia : Direktur Utama 2. Muhamad Irfandi : Direktur Pemasaran 3. Ilhamsyah Joenoes : Direktur Operasional 4. Mamad Sachroni : Direktur Keuangan 5. Aris Anwari : Direktur Kepatuhan

6.1. membership Composition


As of 31 December 2009, the Board of Directors of Bank DKI comprises of five members that include the President Director. One member of the Board of Directors served as Compliance Director and responsible for undertaking corporate governance practices and ensuring the Banks compliance with the Law and prevailing regulations. The compositions of the Board of Directors are as follows: 1. Winny Erwindia : President Director 2. Muhamad Irfandi : Marketing Director 3. Ilhamsyah Joenoes : Operations Director 4. Mamad Sachroni : Finance Director 5. Aris Anwari : Compliance Director

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

103

Berdasarkan RUPS pada tanggal 14 Januari 2010 yang Risalah rapatnya didokumentasikan oleh Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 12 tanggal 14 Januari 2010, telah memberhentikan dengan hormat Direksi Bank dan pengangkatan Direksi Bank Sementara sampai ditetapkan Direksi Bank yang definitif yaitu seluruh Direksi kecuali Direktur Pemasaran yaitu Muhamad Irfandi, sehingga susunan Direksi Bank menjadi sebagai berikut: 1. Winny Erwindia : Direktur Utama 2. Ilhamsyah Joenoes : Direktur Operasional 3. Mamad Sachroni : Direktur Keuangan 4. Aris Anwari : Direktur Kepatuhan Riwayat singkat Direksi sebagaimana dapat dilihat di halaman 44 dan 45 dari Laporan Tahunan ini.

Based on the GMS on 14 January 2010, as stated on Notarial Deed No. 12 dated 14 January 2010 that was made and witnessed by Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. had respectfully dismissed the Board of Directors and temporarily appointed the Acting Board of Directors until a definitive composition of the Board of Directors has been set, whom are the overall members of the Board except the Marketing Director, Muhamad Irfandi, so that the composition of the Board of Directors of the Bank is as follows: 1. Winny Erwindia : President Director 2. Ilhamsyah Joenoes : Operations Director 3. Mamad Sachroni : Finance Director 4. Aris Anwari : Compliance Director A brief profile of the Board of Directors is presented on page 44 and 45 of this Annual Report.

6.2. Independensi dan Kepemilikan Saham


Tidak ada anggota Direksi yang melakukan rangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan/ atau lembaga lain, serta Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama tidak memiliki saham yang mencapai 5% atau lebih, baik pada Bank DKI maupun pada bank dan perusahaan lain, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Anggota Direksi juga tidak mempunyai hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi lainnya dan/atau pemegang saham pengendali Bank.

6.2. Independence and Shares Ownership


There are no members of the Board of Directors whom served in dual position as a member of the Board of Commissioner, the Board of Directors, or Executive Management in other bank, companies and/or other institution. In addition, the member of the Board of Directors, either individually or collectively do not own a total of 5% or more shares, in Bank DKI or any other bank and companies, that is located both domestic and abroad. Members of the Board of Directors do not have a financially, ownership and family relations up to the second degree, with the Directors, Commissioners or controlling shareholders and are not members of the Board of Directors of Bank DKI or any other bank. All members of the Board of Directors are domiciled in Indonesia and the President Director act as an independent party towards the Majority Shareholders. Therefore, the number, composition, criteria and independency of the Board of Directors have complied with Bank Indonesia Regulation No. 8/4/PBI/2006.

Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia dan Direktur Utama merupakan pihak yang independen terhadap Pemegang Saham Pengendali. Dengan demikian, jumlah, komposisi, kriteria dan independensi Direksi telah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006.

6.3. Tugas dan Tanggung Jawab


Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengelolaan Bank sehari-harinya, Direksi berpedoman pada Buku Pedoman Kerja Direksi sebagaimana keputusan Direksi No. 97 tahun 2007, yang dilakukan pembagian tugas Direksi didasari pada struktur organisasi Bank, yaitu: a. Direksi bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank b. Direksi mengelola Bank sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan kewenangan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. Direksi melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

6.3. Roles and Responsibilities


In the course of implementing its tasks and responsibilities of managing the Bank on a daily basis, the Board of Directors implement a division of tasks that is based upon the organizational structure of the Bank, comprising of: a. The Board is taken a full responsibility for managing the Banks operation. b. The Board is managing the Bank in accordance with its duties, responsibilities and authority as stipulated on the Articles of Association and Prevailing Laws. c. The Board is implementing the GCG principles in every operational activity of the Bank at all rannand-file of their organizational structure.

104

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

d. Direksi bertanggung jawab memastikan kebijakan dan strategi manajemen risiko dan tugas-tugas lainnya yang sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku mengenai perbankan yang diatur oleh Bank Indonesia dan lembaga atau instansi terkait lainnya. e. Direksi bertanggung jawab dalam menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari auditor internal dan eksternal. f. Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui RUPS. g. Direksi mengungkapkan kebijakan-kebijakan Bank yang bersifat strategis di bidang kepegawaian dengan media yang mudah diakses pegawai. 6.3.1. Direktur Utama a. Menyusun Visi, Misi dan nilai-nilai serta rencana korporasi dan rencana bisnis untuk dibicarakan dan disetujui Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bank b. Menyelaraskan dan mengakomodir inisiatif Bank yang dapat memberi nilai tambah serta meningkatkan kinerja dan daya saing Bank c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kepengurusan Bank secara efektif dan efisien d. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas antar anggota Direksi, melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan operasional dan pengelolaan Bank secara efektif dan efisien, dengan memperhatikan asas keseimbangan dan keserasian serta memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Bank Indonesia dan Peraturan Perundangundangan yang berlaku e. Mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan nilai-nilai budaya perusahaan Bank secara konsisten f. Bersama-sama dengan Komisaris Utama menandatangani kesimpulan umum hasil self assessment pelaksanaan GCG g. Memastikan informasi yang terkait dengan Bank selalu tersedia bila diperlukan oleh Dewan Komisaris dan Bank Indonesia. 6.3.2. Direktur Pemasaran a. Mengkoordinasikan, mengendalikan, mengembangkan, membina, mengelola serta mengevaluasi tugas dari bidangbidang di bawahnya agar efektif dan efisien dengan mengutamakan asas keseimbangan b. Memantau serta mengawasi Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atas aktivitas intermediasi bank

d. The Board is responsible to ensure that risk management policy and strategy as well as other duties are complied with prevailing regulation concerning banking that is regulate by Bank Indonesia and other related institution or regulators. e. The Board is responsible to follow up the audit findings and recommendation from internal audit as well as recommendation from external audit. f. The Board is responsible for reporting the implementation of their duties to the Shareholders through the GMS. g. The Board should disclose the Banks strategic policy regarding the official affairs through an applicable access of media. 6.3.1. President Director a. Formulates vision, mission, and values as well as the corporate plan and business plan to be discussed and approved by the Board of Commissioners or the General Meeting of Shareholders in accordance with the requirements set within the Banks Articles of Association b. Adjusts and accommodates the Banks initiatives that adds value and improves the Banks performance and competitiveness c. Responsible for the effective and efficient management of the Bank d. Coordinate implementation of tasks among the members of the Board of Directors, provide guidance and supervision on all operational activities and the effective and efficient management of the Bank on the basis of fairness and harmony as well as ensuring compliance with Bank Indonesia Regulations and prevailing rules and regulations e. Consistently coordinates, controls, and evaluates the implementation of Good Corporate Governance principles and corporate values of the bank f. Together with the President Commissioner signs the general results of the self assessment on GCG implementation g. Ensure that information related with the Bank is always available if required by the Board of Commissioners and Bank Indonesia. 6.3.2. marketing Director a. Coordinates, controls, develops, guides, manages as well as evaluates the tasks of areas under his/her jurisdiction to ensure effectiveness and efficiency by emphasizing the principles of fairness b. Monitor as well as supervise Maximum Credit Limit in relation to the Banks intermediary activities

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

105

c. Memonitor kualitas hasil kerja dan kinerja seluruh bidang-bidang di bawahnya agar rencana bisnis yang telah ditetapkan dapat tercapai d. Memantau serta mengendalikan penerapan manajemen risiko dan penerapan prinsip-prinsip GCG pada bidang-bidang dibawahnya e. Menyusun, merumuskan dan mengevaluasi rencana kerja masing-masing bidang dibawahnya f. Memastikan berjalannya prinsip kehatihatian dan kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia, Peraturan Perundangundangan dan peraturan internal bank lainnya yang berlaku g. Memastikan informasi yang terkait dengan bidang-bidang dibawahnya selalu tersedia untuk Dewan Komisaris dan Bank Indonesia. 6.3.3. Direktur Keuangan a. Mengkoordinasikan, mengendalikan, mengembangkan, membina, mengelola serta mengevaluasi tugas dari bidangbidang di bawahnya agar efektif dan efisien dengan mengutamakan asas keseimbangan b. Memantau serta mengendalikan penerapan manajemen risiko dan penerapan prinsipprinsip GCG pada bidang-bidang dibawahnya c. Mengembangkan program efisiensi, efektivitas dan manajemen mutu dari produk-produk serta memastikan dilaksanakannya secara konsisten di lingkungan unit kerja masing-masing d. Memonitor kualitas hasil kerja dan kinerja seluruh bidang-bidang di bawahnya agar rencana bisnis yang telah ditetapkan dapat tercapai e. Menyusun, merumuskan dan mengevaluasi rencana kerja masing-masing bidang dibawahnya f. Memastikan berjalannya prinsip kehatihatian dan kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia, Peraturan Perundangundangan dan peraturan internal bank lainnya yang berlaku g. Memastikan informasi yang terkait dengan bidang-bidang dibawahnya selalu tersedia untuk Dewan Komisaris dan Bank Indonesia. 6.3.4. Direktur Operasional a. Mengkoordinasikan, mengendalikan, mengembangkan, membina, mengelola serta mengevaluasi tugas dari bidangbidang di bawahnya.

c. Monitor the quality of the work performed and the performance of the entire areas under his/her jurisdiction to ensure that the business plan is achieved d. Monitor as well control the implementation of risk management and the implementation of GCG principles in areas under his/her jurisdiction e. Prepare, formulate, and evaluate the business plan of the respective areas under his/her jurisdiction f. Ensure that the principles of prudence and compliance with Bank Indonesia regulations, and prevailing rules and regulations are adhered to prevailing rules and regulation and other internal banks regulations g. Ensure that the information related to areas under his/her jurisdiction is always available for the Board of Commissioners and Bank Indonesia. 6.3.3. Finance Director a. Coordinates, controls, develops, guides, manages as well as evaluates the tasks of areas under his/her jurisdiction to ensure effectiveness and efficiency by emphasizing the principles of fairness b. Monitor as well control the implementation of risk management and the implementation of GCG principles in areas under his/her jurisdiction c. Develop efficient, effective, and quality management program from the Companys products as well as ensuring that they are consistently applied within the respective units d. Monitor the quality of the work and the performance of the entire areas under his/ her jurisdiction to ensure that the business plan is achieved e. Prepare, formulate, and evaluate the business plan of the respective areas under his/her jurisdiction f. Ensure that the principles of prudent and compliance with Bank Indonesia regulations, and prevailing rules and regulations are adhered to g. Ensure that the information related to areas under his/her jurisdiction is always available for the Board of Commissioners and Bank Indonesia. 6.3.4. Operation Director a. Coordinates, controls, develops, guides, manages as well as evaluates the tasks of areas under his/her jurisdiction.

106

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

b. Memantau serta mengendalikan penerapan manajemen risiko dan penerapan prinsip-prinsip GCG pada bidang-bidang dibawahnya. c. Mengembangkan program efisiensi, efektivitas dan manajemen mutu dari produk-produk serta memastikan dilaksanakannya secara konsisten di lingkungan unit kerja masing-masing. d. Memonitor kualitas hasil kerja dan kinerja seluruh bidang-bidang di bawahnya agar rencana bisnis yang telah ditetapkan dapat tercapai. e. Menyusun, merumuskan dan mengevaluasi rencana kerja masing-masing bidang dibawahnya. f. Memastikan berjalannya prinsip kehatihatian dan kepatuhan terhadap peraturan Bank Indonesia, Peraturan Perundangundangan dan peraturan internal bank lainnya yang berlaku. g. Memastikan informasi yang terkait dengan bidang-bidang dibawahnya selalu tersedia untuk Dewan Komisaris dan Bank Indonesia. 6.3.5. Direktur Kepatuhan a. Mengkoordinasikan, mengendalikan, mengembangkan, membina, mengelola serta mengevaluasi tugas dari bidangbidang di bawahnya. b. Melakukan koordinasi dengan Dewan Komisaris dan Grup Audit Intern baik atas inisiatifnya maupun atas permintaan Dewan Komisaris dalam rangka pengendalian, pengembangan, pembinaan dan pengawasan operasional bank. c. Melakukan pemantauan unsur kepatuhan terhadap seluruh satuan kerja bank. d. Memonitor kualitas hasil kerja dan kinerja seluruh bidang-bidang dibawahnya agar rencana bisnis yang telah ditetapkan dapat tercapai. e. Melaporkan kepada Bank Indonesia atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya secara semesteran dan laporan adanya pelanggaran di bidang keuangan dan perbankan maupun keadaan yang membahayakan kelangsungan bank. f. Memantau pelaksanaan prinsip kehatihatian dan mengantisipasi risiko serta pelaksanaan GCG melalui rapat Direksi maupun rapat Pengurus. g. Memberi masukan kepada Direksi mengenai Peraturan Bank Indonesia dan perundangan-undangan yang berlaku agar keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan ketentuan tersebut.

b. Monitor as well control the implementation of risk management and the implementation of GCG principles in areas under his/her jurisdiction. c. Develop a program that calls for efficiency, effectiveness, and quality management from products as well as ensuring that they are consistently applied within the respective units. d. Monitor the quality of the work performed and the performance of the entire areas under his/her jurisdiction to ensure that the business plan is achieved. e. Prepare, formulate, and evaluate the business plan of the respective areas under his/her jurisdiction. f. Ensure that the principles of prudency and compliance with Bank Indonesia regulations, and prevailing rules and regulations are adhered to. g. Ensure that the information related to areas under his/her jurisdiction is always available for the Board of Commissioners and Bank Indonesia. 6.3.5. Compliance Director a. Coordinates, controls, develops, guides, manages as well as evaluates the tasks of areas under his/her jurisdiction. b. Coordinates with the Board of Commissioners and the Internal Audit Group either on its own initiative or as requested by the Board of Commissioners with respect to the control, development, guidance, and supervision of the banks operations. c. Monitors the compliance aspects of all units within the Bank. d. Monitors the quality of the work performed and the performance of all units under his/ her jurisdiction to ensure that the business plan is achieved. e. Report to Bank Indonesia on the implementation of its tasks and responsibilities biannually and report of any financial or banking violations as well as conditions that hampers the bank. f. Monitors the implementation of the prudent principles and anticipate risks as well as GCG implementation through the Board of Directors Meeting as well as the Management meeting. g. Provide recommendations to the Board of Directors regarding Bank Indonesia Regulations and prevailing laws to ensure that the decisions made by the Board do not contravene these rules and regulations.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

107

h. Mengkaji rancangan keputusan sehingga tidak mengandung unsur penyimpangan terhadap Peraturan Bank Indonesia maupun Peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta Anggaran Dasar Bank. i. Mengevaluasi dan menyetujui rencana kerja masing-masing bidang dibawahnya dibawahnya untuk memastikan bahwa Bank telah menerapkan prinsip kehatihatian, penerapan manajemen risiko serta memenuhi seluruh Peraturan Bank Indonesia Peraturan Perundang-undangan dan peraturan internal bank lainnya yang berlaku. j. Mensosialisasikan Peraturan Bank Indonesia, Peraturan Perundang-undangan terbaru kepada pihak-pihak terkait. Guna pengkinian pedoman kerja Direksi tersebut, Manajemen bekerjasama dengan konsultan untuk penyempurnaan Buku Pedoman Kerja Direksi tersebut, yang akan disahkan pada tahun 2010.

h. Analyze the circumstances behind the decisions made to ensure that they do not violate Bank Indonesia regulations or even prevailing laws as well as the Banks Articles of Association. i. Evaluate and approve the business plans of the respective units under his/ her jurisdiction to ensure that the Bank has applied the prudent principles, risk management as well as fulfilled all of Bank Indonesias regulations and prevailing rules within the Bank. j. Actively socializing Bank Indonesias Regulation, new rules and regulations to the related parties.

In order to update the Board of Directos working guideline, the Management in coordination with the consultant are in the process of accomplishing the Boards working guideline, which will be authorize in 2010.

6.4. Rapat Direksi


Berdasarkan Buku Pedoman Kerja Direksi, Rapat Direksi wajib diselenggarakan secara berkala paling kurang 4 (empat) kali dalam setahun, dimana 2(dua) diantaranya wajib dihadiri oleh seluruh anggota Direksi secara fisik. Sepanjang tahun 2009, Direksi DKI telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 48 kali. Tabel kehadiran masing-masing anggota Direksi dalam rapat disajikan melalui Tabel Kehadiran Rapat Dewan Komisaris dan Direksi di halaman 94 pada Laporan Tahunan ini.

6.4. The Board of Directors meeting


Based on the Working Manual Book of the Board of Directors, the Board of Directors meeting ought to be held regularly, at least four times in a year, two of which are ought to be attended by all members of the Board of Directors. Throughout 2009, the Bank had convened 48 meetings. The attendance level of the Board of Commissioners and the Board of Directors is presented on the BOC and BOD Meeting at page 94 of this Annual Report.

6.5. Fit and Proper Test


Setiap anggota Direksi Bank DKI memiliki tingkat integritas yang tinggi, kompetensi dan reputasi keuangan yang baik. Hal ini dibuktikan melalui diperolehnya persetujuan Bank Indonesia (BI) (lulus fit and proper test) untuk seluruh anggota Direksi.

6.5. Fit and Proper Test


Every member of the Board of Directors of Bank DKI supported by high integrity, competence and good financial reputation. These could be seen from Bank Indonesia approval that all of the BOD members had passed the fit and proper test.

6.6. Pelatihan Direksi


Selama tahun 2009, para anggota Direksi telah menghadiri dan berpartisipasi dalam berbagai pelatihan dan seminar mengenai pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan. Pelatihan tersebut adalah antara lain bisa dilihat pada halaman 109.

6.6. Trainings
Throughout 2009, members of the Board of Directors have attended and participated in various trainings and seminars concerning the implementation of Good Corporate Governance. These trainings could be seen on page 109 of this Annual Report.

6.7. Pedoman dan Tata Tertib Kerja


Dalam menjalankan tugasnya, Direksi mengacu pada Buku Pedoman Kerja Direksi sebagaimana ditetapkan keputusan Direksi Bank DKI No. 97 tahun 2007 tentang Pemberlakuan Buku Pedoman Kerja Direksi Bank DKI yang merupakan penyesuaian dari Buku Pedoman Kerja Direksi yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi Bank DKI No. 143 tahun 2005.

6.7. Guidelines and Working manual


In conducting its duties the Board of Directors is guided by the Working Manual Bood as stipulated on Directors Decree No. 97 of 2007 concerning the validation of Working Manual Book for the Board of Directors of the Bank in adjustment with the Boards Working Manual that had been stipulated based on Directors Decree No. 143 of 2005.

108

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Keikutsertaan Direksi dalam Pelantikan Selama 2009


Direktur Utama
1 2 3 4 5 6 7 8 : Seminar Sehari: Penerapan PSAK No. 50 Dan Psak No. 55 (Revisi 2006) Serta Implikasi Terhadap Laporan Bulanan Bank Umum : Seminar Peran Transparansi Informasi Produk Di Tengah Krisis : Seminar Eksistensi Dan Peran Direktur Kepatuhan Ke Depan : Workshop Pembiayaan UMKM Dalam Menghadapi Dan Memanfaatkan Peluang Krisis : BPD 2009 - Empowering Your Customer Experience With Banking Technologies : Pelatihan Sistem Resi Gudang Untuk BPD Seluruh Indonesia : Pelatihan Percepatan Dan Peningkatan KPR BPD : Invitation To China Banking Sector Seminar

List of Participated Trainings of Board Directors in 2009


President Director
One Day Seminar: Application of SFAS No. And SFAS No. 50. 55 (Revised 2006) and Their Implications Of Commercial Banks Monthly Statements Seminar Peran Transparansi Informasi Produk Di Tengah Krisis SeminarEksistensi Dan Peran Direktur Kepatuhan Ke Depan Workshop Pembiayaan UMKM Dalam Menghadapi Dan Memanfaatkan Peluang Krisis BPD 2009 - Empowering Your Customer Experience With Banking Technologies Training Sistem Resi Gudang Untuk BPD Seluruh Indonesia Training Acceleration and Increased Mortgage BPD Invitation To China Banking Sector Seminar

Direktur Kepatuhan
1 2 3 4 : Seminar Sehari: Penerapan PSAK No. 50 Dan PSAK No. 55 (Revisi 2006) Serta Implikasi Terhadap Laporan Bulanan Bank Umum : Seminar Eksistensi Dan Peran Direktur Kepatuhan Ke Depan : Seminar Pencegahan Tindak Pidana Di Bidang Perbankan : Pelatihan Peran Bank Dalam Mencegah Serta Memberantas Kejahatan Perbankan, Tindak Pidana Perbankan Dan Pencucian Uang : Seminar Dan Workshop Stress Testing : Seminar Implementasi Ketentuan Bank Indonesia Tentang Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Penandatanganan Teroris : Seminar The 4th Jakarta Risk Management Convention : Seminar Peran Dan Perlindungan Terhadap Penyedia Jasa Keuangan Sebagai Pelapor Dan Saksi Dalam Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang : Seminar Nasional Menyongsong Pembahasan Dan Pengesahan Rancangan Undang-Undang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Dewan Perwakilan Rakyat Periode Tahun 2009-2014

Compliance Director
One Day Seminar: Application of SFAS No. And SFAS No. 50. 55 (Revised 2006) and Their Implications Of Commercial Banks Monthly Statements Seminar Eksistensi Dan Peran Direktur Kepatuhan Ke Depan Seminar: Pencegahan Tindak Pidana Di Bidang Perbankan Training Peran Bank Dalam Mencegah Serta Memberantas Kejahatan Perbankan, Tindak Pidana Perbankan Dan Pencucian Uang Seminar and Workshop Stress Testing Seminar: Implementasi Ketentuan Bank Indonesia Tentang Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Penandatanganan Teroris

5 6 7 8

Seminar Peran Dan Perlindungan Terhadap Penyedia Jasa Keuangan Sebagai Pelapor Dan Saksi Dalam Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang National Seminar Menyongsong Pembahasan Dan Pengesahan Rancangan Undang-Undang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Dan Dewan Perwakilan Rakyat Periode Tahun 2009-2014

Direktur Pemasaran
1 2 3 4 : Workshop Prospek Pasar Lelang Bagi BPD : Islamic Banking Corporate Social Responsibility : Workshop On Leadership And Change Management : Conference 3rd Annual Islamic Financial Markets

marketing Director
Workshop Prospek Pasar Lelang Bagi BPD Islamic Banking Corporate Social Responsibility Workshop On Leadership And Change Management Conference 3rd Annual Islamic Financial Markets

Direktur Operasional
1 2 3 4 5 : Asian Financial Services Congress 2009: Bridging The Business And Technology Divide : Workshop Pembahasan Evaluasi ATM Outsourcing : Seminar Optimalisasi Pemanfaatan BPDNet Online : BPD 2009 - Empowering Your Customer Experience With Banking Technologies : Communicasia 2009

Operation Director
Asian Financial Services Congress 2009: Bridging The Business And Technology Divide Workshop Pembahasan Evaluasi Atm Outsourcing Seminar Optimalisasi Pemanfaatan BPDNet Online Bpd 2009 - Empowering Your Customer Experience With Banking Technologies Communicasia 2009

Direktur Keuangan
1 : Seminar A Guide To Raising Private And Public For Indonesian Growth Companies

Finance Director
Seminar A Guide To Raising Private And Public For Indonesian Growth Companies

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

109

6.8. Komite-komite di bawah Direksi


Dalam menjalankan tugasnya, Direksi dibantu oleh 4(empat) Komite Eksekutif, yaitu Komite Manajemen Risiko (KMR), Asset Liability Committee (ALCO) dan Komite Kebijakan Kredit dan Pembiayaan (KKKP) dan Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI).

6.8. Committees Under the Board of Directors


To undertake its duties, the Board of Directors were supported with four Executive Committees which comprise of the Risk Management Committee, the Asset dan Liability Committee (ALCO), the Credit and Financing Policy Committee, and IT Steering Committee. 6.8.1. The Risk management Committee a. Membership Composition Managing the entire business risks of Bank DKI must be carried out in a systematic, integrated, and continuous manner. For that purpose, policies need to be formulated that are strategic in nature in coordination with the units, functions and involving the management of Bank DKI. The medium used to formulate this policy is through the Risk Management Committee (KMR). To ensure that Management work programs in HR division can be executed optimally, in accordance with the Directors Decree No. 189 of 2008 dated 31 December 2008 regarding the appointment of Risk Management Committee members in Human Resources, that has been accomplished with Directors Decree No. 189 of 2009 and lastly was stipulated through Directors Decree No. 135 of 2010 dated 5 March 2010, it has been constituted that the composition of Risk Management Committee member on Human Resources Division is as follows: 1. Group Head GSM (ex-officio), Mrs. Enny Rantih, NRIK:07431289 as Chaiman 2. Mr. Sudarmadi, NRIK: 03070876 3. Mr. Supiyanto, NRIK:03341077 4. Mr. Agus Suryantono, NRIK: 04690882 5. Mr. Widuk Menzil, NRIK: 05950486 6. Mr. Zulfarshah, NRIK: 06211188 7. Mr. Ateng Rivai, NRIK: 07630490 8. Mr. Edy Supriyadi, NRIK: 08700990 9. Mr. Romy Wijayanto, NRIK: 12460299 b. Roles and Responsibility KMR provides its recommendations to the President Director that, at the very least, covers the following: b.1. Formulating risk management policy along with its revisions, including risk management strategy and contingency plan in the event of abnormal external conditions.

6.8.1. Komite manajemen Risiko (KmR) a. Komposisi Keanggotaan Pengelolaan seluruh risiko bisnis Bank DKI harus dilakukan secara sistematis, terintegrasi dan berkesinambungan. Untuk itu diperlukan perumusan kebijakan yang bersifat strategis melalui koordinasi lintas unit, lintas fungsional dan melibatkan Manajemen Bank DKI. Sarana untuk merumuskan kebijakan tersebut adalah melalui Komite Manajemen Risiko (KMR). Agar program-program kerja manajemen di bidang SDM dapat dilaksanakan secara maksimal, maka sebagaimana Keputusan Direksi No. 189 tahun 2008 tanggal 31 Desember 2008 tentang Penetapan Anggota Komite Manajemen Risiko Bidang Sumber Daya Manusia yang disempurnakan sebagaimana keputusan Direksi No. 189 tahun 2009 dan terakhir ditetapkan sesuai keputusan Direksi No. 135 tahun 2010 tanggal 5 Maret 2010, telah ditetapkan susunan anggota Komite Manajemen Risiko Bidang SDM, sebagai berikut: 1. Pemimpin Grup Sumber Daya Manusia (ex-officio), yaitu: Sdr. Enny Ratih, NRIK: 07431289 - sebagai ketua 2. Sdr. Sudarmadi NRIK: 03070876 3. Sdr. Supiyanto NRIK: 03341077 4. Sdr. Agus Suryantono NRIK: 04690882 5. Sdr. Widuk Menzil NRIK: 05950486 6. Sdr. Zulfarshah NRIK: 06211188 7. Sdr. Ateng Rivai NRIK: 07630490 8. Sdr. Edy Supriyadi NRIK: 08700990 9. Sdr. Romy Wijayanto NRIK: 12460299 b. Tugas dan Tanggung Jawab KMR berfungsi memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama yang sekurangkurangnya meliputi: b.1. Penyusunan kebijakan manajemen risiko serta perubahannya, termasuk strategi manajemen risiko dan contingency plan apabila kondisi eksternal tidak normal.

110

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

b.2. Perbaikan atau penyempurnaan penerapan manajemen risiko yang dilakukan secara berkala maupun yang bersifat insidentil sebagai akibat dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal Bank DKI yang mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko bank dan hasil evaluasi terhadap efektivitas penerapan tsb. b.3. Penetapan atas hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregulations) seperti keputusan pelampauan ekspansi usaha yang signifikan dibandingkan rencana bisnis bank yang telah melampaui limit yang telah ditetapkan. c. Rapat Komite Sepanjang tahun 2009, Komite Manajemen Risiko Bidang SDM telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 14 kali. Agenda yang dibahas dalam Rapat Komite Manajemen Risiko Bidang SDM tersebut, sekurang-kurangnya meliputi: Penyusunan Peraturan Perusahaan (PKB). Penyempurnaan kebijakan bidang SDM yang bersifat strategis. Penetapan atas keputusan perekrutan karyawan dengan tingkatan karyawan dari Asisten Manager sampai dengan Vice President yang berasal dari eksternal. Penetapan atas keputusan promosi dan penempatan karyawan untuk tingkatan karyawan dari Asisten Manager sampai dengan Vice President. Penetapan atas keputusan penjatuhan sanksi hukuman disiplin kepada karyawan yang melakukan pelanggaran ringan, sedang dan berat. Dalam hal keputusan sanksi berupa PHK, maka rapat KMR harus dihadiri Pengurus Sekawan. 6.8.2. Komite asset and Liability (ALCO) a. Komposisi Keanggotaan Pengelolaan seluruh risiko bisnis Bank DKI harus dilakukan secara sistematis, terintegrasi dan berkesinambungan. Untuk itu, dalam proses pelaksanaan asset dan liability, Bank DKI telah dilengkapi dengan Komite ALCO, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Direksi No. 164 Tahun

b.2. Regularly rectifying or improving risk management implementation due to the impact of external and internal conditions on Bank DKI that affects the capital adequacy and risk profile of the bank and the results of the evaluation of the effectiveness of its implementation. b.3. Determining on matters pertaining to business decisions that contravenes normal procedures (irregulations) such as a decision to significantly exceed business expansion moves beyond that set within the Banks business plan.

c. The Committee Meeting Throughout 2009, the Risk Management Committee in Human Resources had convened 14 meetings. The agenda of the Risk Management Committee in Human Resources Meeting, should at least covers the following matters: Formulation of the Company Work Guidelines (PKB). Perfecting strategic HR policies. . Validating the decisions on employee recruitments for employment levels of Assistant Managers to Vice Presidents from external sources. Validating the decision of employee promotions and placements for employment levels of Assistant Managers to Vice Presidents. Validating the decision of disclipinary sanctions towards employees who perpetrate light, medium and heavy violations. Wherein the sanction is in the form of a dismissal, the RMC Meeting must be attended by Sekawan Management. 6.8.2. ALCO (Asset Liability Committee) a. Membership Composition Managing the entire business risks of Bank DKI must be carried out in a systematic, integrated, and continuous manner. Therefore, in the course of implementing asset and liability management, Bank DKI established ALCO (Asset Liability Committee) as stipulated with Directors Decree No. 164

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

111

2006 tanggal 19 Desember 2006 tentang Asset Liability Committee (ALCO) yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Direksi No. 88 Tahun 2006 dan Keputusan Direksi No. 39 tahun 2008. Terakhir, Komite ALCO ditetapkan dengan Keputusan Direksi No. 125 tahun 2009 tanggal 9 Juni 2009. Sampai dengan 31 Desember 2009, komposisi keanggotaan dari Komite ALCO di Bank DKI adalah sebagai berikut: Ketua I : Direktur Utama, merangkap anggota Ketua II : Direktur Keuangan, merangkap anggota Ketua III : Direktur Pemasaran, merangkap anggota Ketua IV : Direktur Kepatuhan, merangkap anggota Ketua V : Direktur Operasional, merangkap anggota Sekretaris : Pemimpin Tresuri Anggota: 1. Pemimpin Grup Tresuri 2. Pemimpin Grup Konsumer 3. Pemimpin Grup Komersial 4. Pemimpin Grup Mortgage & Housing 5. Pemimpin Grup Supervisi Kredit 6. Pemimpin Grup Perencanaan Strategis 7. Pemimpin Grup Teknologi 8. Pemimpin Grup Manajemen Risiko dan Kepatuhan 9. Pemimpin Grup Quality Assurance 10. Pemimpin Corporate Secretary 11. Pemimpin Grup Syariah 12. Pemimpin Grup Pengendalian Keuangan dan Anggaran 13. Pemimpin Grup Pembinaan Cabang Pengamat/Observer: 1. Pemimpin Audit Intern 2. Pemimpin Sumber Daya Manusia 3. Pemimpin Cabang Utama 4. Pemimpin Cabang 5. Pemimpin Cabang Pembantu Staff Suporting Grup: Koordinator: Pemimpin Grup Tresuri Anggota: 1. Pemimpin Divisi Tresuri & ALMA 2. Pemimpin Divisi Dana & Jasa 3. Pemimpin Divisi Korporasi

of 2006 dated 19 December 2006 regarding Asset Liability Committee (ALCO) which is the accomplishment from Directors Decree No. 88 of 2006 and Directors Decree No. 39 of 2008. Lastly, the ALCO had been constituted with Directors Decree No. 125 of 2009 dated 9 June 2009. As of 31 December 2009, the composition of ALCO in Bank DKI is as follows: Chairman I : President Director, also served as member Chairman II : Financial Director also served as member Chairman III : Marketing Director also served as member Chairman IV : Compliance Director also served as member Chairman V : Operations Director also served as member

Secretary

: Head of Treasury Group

Members: 1. Head of Treasury Group 2. Head of Consumer Group 3. Head of Commercial Group 4. Head of Mortgage & Housing Group 5. Head of Credit Supervisory Group 6. Head of Strategic Planing Group 7. Head of Technology Group 8. Head of Risk Management and Compliance 9. Head of Quality Assurance Group 10. Head of Corporate Secretary 11. Head of Sharia Group 12. Head of Financial and Budgetary Control Group 13. Head of Branch Development Group

Observer: 1. Head of Internal Audit Group 2. Head of Human Resources Group 3. Head of Main Branch 4. Head of Branch Offices 5. Head of Sub-Branch Offices Staff Supporting Group: Coordinator: Head of Treasury Group Members: 1. Head of Treasury and ALMA Division 2. Head of Funds & Services Division 3. Head of Corporate Division

112

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

4. Pemimpin Divisi Menengah 5. Pemimpin Divisi Dana 6. Pemimpin Divisi Kredit Konsumtif & Program 7. Pemimpin Divisi Pemasaran Mortgage & Housing 8. Pemimpin Divisi Penyelesaian Kredit Komersial 9. Pemimpin Divisi Pengembangan Bisnis 10. Pemimpin Divisi Information Technology 11. Pemimpin Divisi Risiko 12. Pemimpin Divisi Product/Service & Quality Development 13. Pemimpin Divisi Pengendalian Keuangan & Anggaran 14. Pemimpin Divisi Penyeliaan Cabang 15. Pemimpin Divisi Pemasaran Syariah 16. Departemen Likuiditas & ALMA 17. Unit lainnya sesuai kebutuhan b. Tugas dan Tanggung Jawab Tugas pokok yang diemban ALCO adalah mengkaji, menganalisa dan dan menetapkan, memutuskan kebijakan-kebijakan strategis antara lain: penghimpunan dana, penggunaan dana, penetapan harga dan pengendalian risiko sehingga pengelolaan aset dan liabiliti dapat lebih terarah dan optimal dengan tetap mengacu kepada marketing oriented. Selain itu adalah menetapkan kebijakan yang terkait dengan manajemen likuiditas (liquidity management), management dan GAP, manajemen valuta asing, dan manajemen investasi & pendapatan. c. Rapat Komite Sepanjang tahun 2009, Komite ALCO telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 12 kali. Hasil-hasil yang dicapai dalam Rapat ALCO adalah ditetapkannya kebijakan-kebijakan mengenai ALMA yang diharapkan dapat dilaksanakan yang terkait dengan: Pengelolaan posisi likuiditas optimal, antara lain reserve requirement terpenuhi, dan cashflow memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Dapat mengendalikan risiko likuiditas, risiko pasar, dan risiko operasional dalam hubungannya dengan asset dan liabilities. Dapat memaksimalkan pendapatan bunga bersih (net interest income) dengan tetap pada tingkat risiko yang dapat ditolerir.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Head of Middle Division Head of Funds Division Head of Consumptive Credit & Program Division Head of Mortgage & Housing Marketing Division Head of Settlement of Commercial Credit Division Head of Business Development Division Head of Information Technology Division Head of Risk Division Head of Product/Services & Quality Development Head of Financial and Budgetary Controling Division Head of Branch Supervision Division Head of Sharia Marketing Division Department of ALMA & Liquidity Other unit as required

b. Roles and Responsibilities Main duties that is undertaken by ALCO is to assess, analyze and determine strategic policies which includes funds management, funds utilization, determining price, liquidity risk control, and operational risk control, and so that asset & liability management is well directed and is optimally run by referring to marketing oriented strategy. In addition to that is to determine policy that is related to the liquidity management, management and GAP, foreign exchange management as well as the investment and revenue management.

c. The Committee Meeting Throughout 2009, ALCO had convened 12 meetings. Results achieved through the ALCO meetings is the determination of policy related to ALMA which is expected to implement the following: Optimum management of liquidity positions, including among others, fulfillment of reserve requirements, and adequate cashflow to meet short term and long term requirements. Able to control liquidity risk, market risk, and operational risk in relation to assets and liabilities. Able to maximize net interest income by remaining within tolerable levels of risk.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

113

Dapat menata struktur neraca pencapaian hasil yang maksimal dalam kaitannya dengan arah perubahan tingkat bunga yang mungkin terjadi. Pengelolaan forex optimal, antara lain Posisi Devisa Netto (PDN) terkendali, dan pendapatan yang berasal dari exchange rate dan interest rate optimal. Dapat mempertahankan tingkat profitability yang optimal Dapat memberikan arahan mengenai portofolio asset dan liabilities berikut perkembangannya. Dapat memantau dan mengarahkan struktur dana sedemikian rupa sehingga dapat menjadi sumber pembiayaan untuk pengembangan portofolio di sisi aset guna pencapaian hasil yang optimal. Dapat menata pertumbuhan aset dan profit yang stabil.

Able to organize an optimum structure of its balance sheet in line with interest rate changes that may arise. Optimum forex management that, among others, include manageable net forex positions (PDN) and revenues derived from optimum exchange rates and interest rates. Able to maintain optimum profitability levels. Able to provide direction with respect to asset and liabilities portfolio along with its development. Able to monitor and direct the funding structure in such a way so as to become a financing source for developing an assets-based portfolio that provides optimum returns. Able to organize a stable asset and profit growth.

6.8.3. Komite Kebijakan Kredit dan Pembiayaan Kredit dan pembiayaan merupakan sektor yang sangat strategis di setiap usaha keuangan dan perbankan. Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan yang menyangkut sektor tersebut membutuhkan perencanaan, riset dan evaluasi mendalam. Setelah itu, harus diimplementasikan secara tepat dan dalam pengawasan yang cukup ketat. Untuk itu Bank DKI telah membentuk Komite Kebijakan Kredit dan Pembiayaan (KKKP) sebagaimana Keputusan Direksi No. 183 tahun 2007 tanggal 18 Desember 2007, yang disempurnakan sesuai keputusan Direksi No. 99 tahun 2009 tentang perubahan Komite Kebijakan Kredit & Pembiayaan Bank DKI. a. Komposisi Keanggotaan Sampai dengan 31 Desember 2009, komposisi keanggotaan dari Komite Kebijakan Kredit dan Pembiayaan di Bank DKI adalah sebagai berikut: Ketua : Direktur Utama Wakil Ketua : Direktur Pemasaran Sekretaris : Pemimpin Grup Manajemen Risiko dan Kepatuhan

6.8.3. Credit and Financing Policy Committee Credit and financing had become a strategic sectors within every financial and banking institutions. Therefore, policies that related to those sectors needs to be fulfilled with a thorough research, plan and evaluation. Bank DKI established the Credit and Financing Policy Committee as prescribed within the Directors Decree No. 183 of 2007 dated 18 December 2007, which is then being accomplished with Directors Decree No. 99 of 2009 regarding the changes in Credit and Financing Policy Committee of Bank DKI.

a. Membership Composition As of 31 December 2009, the membership composition of Credit and Financing Policy Committee in Bank DKI is as follows:

Chairman : President Director Deputy Chairman : Marketing Director Secretary : Head of Risk Management and Compliance Group Members: 1. Finance Director 2. Operation Director 3. Head of Risk Management and Compliance Group

Anggota: 1. Direktur Keuangan 2. Direktur Operasional 3. Pemimpin Grup Manajemen Risiko dan Kepatuhan

114

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Pemimpin Grup Komersial Pemimpin Grup Konsumer Pemimpin Grup Mortgage & Housing Pemimpin Grup Syariah Pemimpin Grup Supervisi Kredit Pemimpin Corporate Secretary Pemimpin Grup Perencanaan Strategis Pemimpin Grup Pembinaan Cabang Pemimpin Kantor Cabang Utama Juanda Staff Khusus Direktur Utama Bidang Pemasaran Staff Khusus Direktur Utama Bidang Syariah Staff Khusus Direktur Utama yang membantu Direktur Pemasaran dalam memantau risiko kredit PT Bank DKI.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

Head of Commercial Group Head of Consumer Group Head of Mortgage & Housing Group Head of Sharia Group Head of Credit Supervisory Head of Corporate Secretary Head of Strategic Planing Group Head of Branch Development Head of Main Branch of Juanda Special Staff for the President Director for Marketing 14. Special Staff for the President Director for Sharia Unit 15. Special Staff for the President Director that assist the Marketing Director in monitoring credit risk of PT Bank DKI.

b. Tugas dan Tanggung Jawab b.1. Merumuskan dan menetapkan permasalahan yang bersifat signifikan dan material, meliputi penyusunan kebijakan kredit dan pembiayaan serta perubahannya, perbaikan atau penyempurnaan penerapannya termasuk strategi kebijakan kredit dan pembiayaan, serta contingency plan apabila kondisi eksternal tidak normal. b.2. Menetapkan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal di bidang kredit dan pembiayaan, antara lain seperti keputusan pelampauan ekspansi kredit dan pembiayaan yang signifikan dibandingkan dengan rencana bisnis Bank yang telah ditetapkan sebelumnya atau pengambilan posisi/eksposur risiko yang melampaui limit yang telah ditetapkan. b.3. Merumuskan kebijakan risiko kredit dan pembiayaan berdasar hal-hal khusus yang dikehendaki (risk appetite) yang berkaitan dengan: target market dan porsi segmentasi risk based pricing per segment risk mitigation maksimum hapus buku b.4. Memantau portofolio kredit dan pembiayaan termasuk eksposur risikonya, baik on balance sheet maupun off balance sheet serta pemantauannya.

b. Roles and Responsibilities b.1. Formulate and determine issues that are deemed significant and material which covers a preparing credit and financing policy including all any changes, improvements or amendments in its implementation including the strategy for credit and financing policy, as well as contingency plan in the event of abnormal external conditions. b.2. Determine subjects related with business decisions that contravene normal procedures for credit and financing. This includes, among others, decisions on credit and financing expansions that significantly exceeds the Banks business plan or undertaking risk positions/exposure that exceeds the established limits. b.3. Formulate credit and financing risk policy based on specific anticipated aspects (risk appetite) related to: target market and segmentation portion risk based pricing per segment risk mitigation maximum write off b.4. Monitor credit and financing portfolio including risk exposure that is either on balance sheet as well as off balance sheet along with its assessment.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

115

b.5. Melakukan perbaikan atau penyempurnaan pedoman dan arah kebijakan kredit dan pembiayaan yang dilaksanakan secara berkala maupun bersifat insidentil. b.6. Menetapkan kebijakan dalam hal kredit dan pembiayaan bermasalah, berupa: Penyelamatan (rescheduling, reconditioning, restructuring), atau Penyelesaian melalui proses di pengadilan ataupun proses di luar pengadilan b.7. Menetapkan kewenangan dalam bidang kredit dan pembiayaan. Guna mendukung pelaksanaan tugasnya, telah ditetapkan Kebijakan Perkreditan & Pembiayaan sebagaimana Keputusan Direksi No. 159 Tahun 2009. c. Rapat Komite Sepanjang tahun 2009, Komite Kebijakan Kredit dan Pembiayaan telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 4 kali. 6.9.4. Komite Pengarah Teknologi Informasi Guna pelaksanaan Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi pada Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/30/DPNP tentang penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi pada Bank Umum, maka PT Bank DKI wajib membentuk Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI). Adapun KPTI di Bank DKI dibentuk berdasarkan Keputusan Direksi No. 111 Tahun 2008. a. Komposisi Keanggotaan Sampai dengan 31 Desember 2009, komposisi keanggotaan dari Komite Pengarah Teknologi Informasi di Bank DKI adalah sebagai berikut: Ketua I : Direktur Operasional Ketua II : Direktur Kepatuhan Sekretaris : Pemimpin Grup Teknologi dan Informasi Anggota Tetap: 1. Pemimpin Corporate Secretary 2. Pemimpin Grup Quality Assurance 3. Pemimpin Grup Manajemen Risiko dan Kepatuhan

b.5. Initiate repairs or improvements to the guidelines and the implemented credit and financing policy direction either on a routine basis or occasionally. b.6. Determine policies in regards to credit and financing issues, in the form of: Rescue (rescheduling, reconditioning, restructuring) or Resolution through the legal process or out of court settlement b.7. Determine authority in respect to credit and financing.

In order to support the implementation of its duties, Credit & Financing Policy had been determined with Directors Decree No. 159 of 2009. c. The Committee Meeting Throughout 2009, Credit and Financing Policy had convened a total of four meetings. 6.9.4. Information Technology Steering Committee In order to execute the Regulation of Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 concerning the Application of Risk Management in the Usage of Informational Technology on Commercial Banks, and the Circular of Bank Indonesia No. 6/30/DPNP concerning the Application of Risk Management for the utilization of Information Technology in Commercial Banks, PT Bank DKI is obligated to form an Information Technology (IT) Steering Committee. The IT Steering Committee was established based on Directors Decree No. 111 of 2008. a. Membership Composition As of 31 December 2009, the membership composition of IT Steering Committee at Bank DKI is as follows:

Chairman I : Operation Director Chairman II : Compliance Director Secretary : Head of the Information Technology Group Permanent Members : 1. Head of the Corporate Secretary 2. Head of the Quality Assurance Group 3. Head of the Risk Management and Compliance Group

116

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Anggota Tidak Tetap: 1. Pemimpin Grup Perencanaan Strategis 2. Pemimpin Grup Komersial 3. Pemimpin Grup Audit Intern b. Tugas dan Tanggung Jawab b.1. Membantu Dewan Komisaris dan Direksi mengawasi kegiatan terkait Teknologi Informasi di PT Bank DKI. b.2. Melakukan pertemuan secara berkala untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan strategi Teknologi Informasi yang didokumentasikan dalam bentuk risalah rapat. b.3. Memberikan rekomendasi kepada Direksi, mencakup: Rencana Strategis Teknologi Informasi Perumusan Kebijakan dan Prosedur Teknologi Informasi yang utama seperti pengamanan Teknologi Informasi dan manajemen risiko terkait penggunaan teknologi Informasi di PT Bank DKI. Kesesuaian proyek-proyek Teknologi Informasi yang disetujui dengan Rencana Strategis Teknologi informasi. Kesesuaian pelaksanaan proyekproyek Teknologi informasi dengan rencana proyek yang disepakati dalam Service Level Agreement. Kesesuaian Teknologi Informasi dengan kebutuhan sistem informasi manajemen yang mendukung pengelolaan kegiatan usaha Bank. Efektifitas langkah-langkah minimalisasi risiko atas investasi Bank DKI pada sektor Teknologi Informasi. Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan upaya peningkatanya. Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi informasi, yang tidak dapat diselesaikan oleh satuan kerja pengguna dan satuan kerja penyelenggara dengan memfasilitasi hubungan antara kedua satuan. Kecukupan dan alokasi sumber daya yang dimiliki Bank DKI.

Temporary Members: 1. Head of the Strategic Planning Group 2. Head of the Commercial Group 3. Head of the Internal Audit Group b. Roles and Responsibilities b.1. Assisting the BOC and the BOD in monitoring activities related to Information Technology at PT Bank DKI. b.2. Holding regular meetings to discuss matters related to the strategy of Information Technology which was documented in the form of meeting summaries. b.3. Provide recommendations to the BOD, which comprises of: Strategic Plans of Information Technology Formulation of main Policies and Procedures of Information Technology, such as the security of Information Technology and Risk Management pertaining to the utilization relation to the usage of Information Technology at PT Bank DKI. Appropriateness of the approved Information Technology projects and the Strategic Plans of Information Technology. Appropriateness of the implementation of Information Technology projects with the agreed plans for the projects in Service Level Agreement. Appropriateness of the Information Technology to the needs of the management information system that supports the management of the Banks business activities. Effective steps to minimizing the investment risk of Bank DKI towards the Information Technology sector. Monitoring the performance of Information Technology and efforts to improve it. Efforts to solve various problems related to Information Technology that cannot be solved by the user work unit and provider work unit by facilitating the relations between these two units. The allocation of resources and adequate sources owned by Bank DKI.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

117

Guna pelaksanaan tugasnya, telah dibuat Buku Pedoman Perusahaan Komite Pengarah Teknologi Informasi sebagaimana Keputusan Direksi No. 58 Tahun 2009. c. Rapat Komite Sepanjang tahun 2009, Komite Pengarah Teknologi Informasi telah menyelenggarakan Rapat sebanyak 1 kali.

In order to support the implementation of its duties, IT Steering Working Manual Book had been determined as stipulated on Directors Decree No. 58 of 2009. c. The Committee Meeting Throughout 2009. The IT Steering Committee had convened one meeting.

7. REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI


Penghasilan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Bank DKI ditetapkan dalam RUPS tanggal 12 Juni 2007 yang mengesahkan dan mengacu pada Keputusan Direksi No. 38 Tahun 2006 tanggal 29 Mei 2006 tentang Ketentuan Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris Bank DKI. Sesuai RUPSLB tanggal 21 Agustus 2009, telah ditetapkan perubahan ketentuan penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris, sebagaimana Keputusan Direksi No. 186 Tahun 2009 tanggal 15 September 2009. Sedangkan fasilitas lain bagi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi diatur berdasarkan Keputusan Direksi No. 159 tahun 2001, antara lain mobil dinas minimal 1(satu) unit berikut seorang supir dan bensin sesuai dengan kebutuhan, penanggungan pengobatan dan rawat inap, berikut istri dan anak yang masih dalam tanggungan, General Check Up dan pakaian dinas setiap tahun. Selain itu adalah penggantian pembayaran telepon rumah, rekening listrik, rekening air PAM serta rekening handphone. Melalui persetujuan RUPS tahun 2009, total kompensasi dalam bentuk gaji, tunjangan serta tantiem bagi Dewan Komisaris dan Direksi dijabarkan melalui tabel berikut: Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi (dinilai dalam ekivalen jutaan Rupiah)

7. REMUNERATION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS AND THE BOARD OF DIRECTORS


Income of the BOC and the BOD members of Bank DKI are determined in the GMS of 12 June 2007 which ratify and refer to the Directors Decree No. 38 of 2006 dated 29 May 2006 regarding the income of the BOC and the BOD of Bank DKI. In accordance with the EGMS dated 21 August 2009 changes of the BOC and the BODs income has been determined based on the Directors Decree No. 186 of 2009 dated 15 September 2009. Other facilities which is provided to all member of the BOC and the BOD was regulated with Directors Decree No. 159 of 2001, which consists of one unit of official car that includes a driver and gasoline in accordance with the requirements, medical treatment and medication coverage that includes the coverage for the wife and children, general check up and uniforms each year. Moreover, it is the replacement of house phone payments, electricity bills, water bills and handphone bill.

With the approval from the 2009 GMS, total compensation in the form of salaries, allowances and bonuses for the Board of Commissioners and Directors are translated through the following table: Remuneration for the Board of Commissioner and the Board of Directors (valued in millions of Rupiah equivalent)
JUMLAH DITERIMA DALAM 1 TAHUN TOTAL ENTITLED WITHIN 1 YEAR Dewan Komisaris* Direksi Board of Commissioners* Board of Directors
6 5.656 5 12.374

JUMLAH REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN TOTAL REMUNERATION AND OTHER FACILITY
1. Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura) 2. Tunjangan lainnya dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya) yang: a. dapat dimiliki b. tidak dapat dimiliki (penggantian sewa rumah/perumahan) 1. Remuneration (salary, bonus, allowances, tantiem and other facilities in the form of non-natura) 2. Other facilities in the form of nature (housing, transportation, health insurance and others) which: a. could be owned b. could not be owned (compensation for rental house/ residence)

JUMLAH TOTAL
18.030

*) Jumlah Dewan Komisaris periode Januari s/d Maret 2009 adalah 3 orang, untuk periode April s/d Agustus 2009 adalah 4 orang, sedangkan periode September s/d Desember 2009 berjumlah 3 orang.

*)

Total member of the Board of Commissioner for the Period of January March 2009 are 3 persons, for the period of April s/d August 2009 are 4 persons, while on the period of September - Desember 2009 is 3 persons.

118

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

JUMLAH REMUNERASI PER-ORANG DALAM 1 TAHUN * TOTAL REMUNERATION PER PERSON WITHIN 1 YEAR *
Di atas 2 miliar Di atas 1 miliar sampai dengan 2 miliar Di atas 500 juta sampai dengan 1 miliar 500 juta ke bawah * Above Rp2 billion Above Rp1 billion up to Rp2 billion Above Rp500 million up to Rp1 billion Below Rp500 million

DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONERS


3 3

DIREKSI BOARD OF DIRECTORS


5 -

Terdapat perubahan ketentuan penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris, sebagaimana Keputusan Direksi No. 186 Tahun 2009 tanggal 15 September 2009, sesuai RUPSLB tanggal 21 Agustus 2009.

There were changes in provision of income of the Board of Directors and the Board of Commissioners, as stipulated on Directors Decree No. 186 of 2009 dated 15 September 2009, in accordance with EGMS dated 21 August 2009.

8. TRANSPARANSI HUBUNGAN KEUANGAN, KEPENGURUSAN DAN KELUARGA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI 8.1. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang mencapai 5% atau lebih dari modal disetor
Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang memiliki saham Perseroan mencapai 5% atau lebih dari modal disetor Perseroan; ataupun di bank lain; di lembaga keuangan bukan bank; maupun perusahaan lainnya yang berkedudukan di dalam dan luar negeri. Demikian pula anggota Direksi Bank DKI baik secara perorangan maupun kolektif tidak memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain.

8. TRANSPARENCY OF FINANCIAL, MANAGEMENT AND FAMILY RELATIONSHIP OF THE BOARD OF COMMISSIONERS AND THE BOARD OF DIRECTORS 8.1. Shares Ownership of all member of the Board of Comissioners and the Board of Directors that reached 5% or more from paid-in capital
As of 31 December 2009, there were none of the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors of the Bank that holds a total of 5% or more shares from the Companys paid-in capital; or at any other bank; at any financial institution of non-bank; or other companies that domiciled both domestic or abroad. All members of the Board of Directors of Bank DKI both individually or collectively do not holds more than 25% shares ownerships from paid-in capital in other companies.

8.2. hubungan Keuangan dan hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau pemegang saham pengendali
Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang memiliki hubungan keuangan maupun hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris dan Direksi lainnya, dan/atau pemegang saham pengendali Perseroan.

8.2. Financial and Family Relationship of each members of the Board of Commissioners and the Board of Directors with other member of the Board of Commissioners and/or controlling shareholders
As of 31 December 2009, the Companys Board of Commissioners and the Board of Directors do not have any financial or family relationship with other member of the Board of Commissioners and the Board of Directors, and/or controlling shareholders of the Bank.

8.3. Kepemilikan Saham Perseroan oleh anggota Komisaris dan Direksi


Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak terdapat anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang memiliki saham Perseroan; ataupun di bank lain; di lembaga keuangan bukan bank; maupun perusahaan lainnya yang berkedudukan di dalam dan luar negeri.

8.3. The Companys Shares Ownership by member of the Board of Commissioners and the Board of Directors
As of 31 December 2009, the Companys Board of Commissioners and the Board of Directors do not holds the Companys shares ownership; or in other banks; financial institutions of non-bank; or other companies which domiciled both domestic or abroad.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

119

9. RASIO GAJI TERTINGGI DAN GAJI TERENDAH


Gaji adalah hak pegawai yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari Perseroan atau pemberi kerja kepada pegawai yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundangundangan, termasuk tunjangan bagi pegawai dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah dilakukannya. Informasi dibawah menjelaskan rasio perbandingan gaji, yang meliputi kompensasi yang diterima per bulan oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan tetap dalam Perseroan. No.
1. 2. 3. 4.

9. HIGHEST AND LOWEST SALARY RATIO


The salary is the employees right that is accepted and stated in the form of money that represent a compensation given by the Company or employer to the employee that is stated and paid based on specific working contract, agreement or prevailing regulation, including gratuity for employee and their family of all the work and/or services that have been done. The information below clarified salary ratio that comprises of monthly compensation received by the Board of Commissioners, the Board of Directors, and permanent employee of the Bank. RASIO / RATIO (%)
980,7% 111% 395% 310%

KETERANGAN
Karyawan Tertinggi Karyawan Terendah Direktur Tertinggi Direktur Terendah Komisaris Tertinggi Komisaris Terendah Direktur Tertinggi Karyawan Tertinggi

DESCRIPTION
High Employee - Low Employee High Board of Director - Low Board of Director High Board of Commissioner - Low Board of Commissioner High Board of Director - Hight Employee

10. COMPLIANCE
Kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan dan tolok ukur atas penilaian nasabah dan pemegang saham terhadap kinerja Bank. Kepatuhan menjamin seluruh kegiatan usaha bank untuk tetap berada di bawah kendali Manajemen dan pada jalur yang tepat dalam pencapaian kinerja usaha yang bersih dan menguntungkan.

10. COMPLIANCE Compliance towards prevailing laws and regulation had become an important factor towards the implementation of corporate governance and set as the assessment frame work to customers and Shareholders on performance evaluation of the Bank. Compliance ensures that the overall performance of the Bank still under the Managements control and on the right path in order to achieve a clean and profitable business performance.

10.1.

Fungsi Kepatuhan
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 1/6/ PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum, khususnya Pasal 5, Pasal 12 huruf a dan Pasal 14 angka (1) perihal Laporan Tugas Direktur Kepatuhan, disebutkan bahwa Direktur Kepatuhan wajib menyampaikan laporan pelaksanaan tugas Direktur Kepatuhan kepada Bank Indonesia secara periodik per-semester. Cakupan pengelolaan kepatuhan meliputi peraturan internal dan eskternal. Peraturan Internal meliputi kebijakan, prosedur internal dan penerapannya pada aktivitas fungsional Bank. Peraturan Eksternal mencakup seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dikeluarkan oleh otoritas moneter dan perbankan. Kebijakan pengelolaan kepatuhan meliputi: Menyusun Buku Pedoman Perusahaan Kepatuhan dan melakukan pengkiniannya secara berkala.

10.1.

The Compliance Function


Based on Bank Indonesia Regulation No. 1/6/ PBI/1999 dated 20 September 1999 regarding the Assignation of Compliance Director and standard implementation on the implementation of the internal audit function of Commercial Banks, specially Article 5, Article 12 point a and Article 14 number (1) regarding Working Report of Compliance Director, it was stated that Compliance Director obliged to periodically submit their quarterly report to Bank Indonesia. The extent of compliance management covers internal and external regulations. Internal regulations cover policy, internal procedures and its application within the Banks functional activities. The external regulations also cover all prevailing regulations issued by the monetary and banking authorities. Compliance management policies comprises of: Formulating Corporate Compliance Guidelines and upgrading this guideline on a regular basis.

120

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Melakukan uji kepatuhan terhadap rancangan kebijakan dan keputusan strategis. Memantau kebijakan dan prosedur internal sesuai dengan perubahan peraturan eksternal. Memantau pelaksanaan prinsip kehati-hatian. Memantau pemenuhan komitmen Bank terhadap Bank Indonesia. Menganalisis, menyusun dan melaporkan hasil pemantauan kepatuhan. Pemantauan dan pelaporan Good Corporate Governance.

Implement compliance tests towards the policy plan and strategic decision. Monitor internal policy and procedures in accordance with external regulatory changes. Monitor the implementation of prudent banking principles. Monitor the fulfillment of the Banks commitments to Bank Indonesia. Analyze, formulate and report the compliance monitoring results. Good Corporate Governance monitoring and reporting.

10.2.

Kepatuhan terhadap Regulasi Utama


Bank DKI telah menyampaikan Laporan Kepatuhan periode semester I dan semester II tahun 2009 kepada Bank Indonesia sesuai jadual dan secara garis besar melaporkan hal-hal sebagai berikut: a. Pencegahan Penyimpangan Ketentuan Kehati-hatian, yaitu berupa pengujian rencana keputusan dan rencana kebijakan serta sosialisasi ketentuan Bank Indonesia. b. Pelaksanaan ketentuan kehati-hatian, yang mencakup antara lain: b.1. Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) Rasio KPMM atau CAR Bank DKI selama 5 tahun terakhir, di atas batas minimum yang dipersyaratkan Bank Indonesia sebesar 8%. Perkembangan rasio KPMM sebagaimana tabel berikut: Rasio Kecukupan Pemenuhan modal minimum RASIO / RATIO
KPMM/CAR (%) Risiko Kredit KPMM/CAR (%) Risiko Kredit dan Risiko Pasar Car Ratio (%) Risk Credit Car Ratio (%)

10.2.

Compliance towards Regulatory Principal


DKI Bank has submitted its Compliance Report and the first half of the second semester of 2009 to Bank Indonesia on schedule and outline of the things that are reported as follows: a. Prevention to the deviation of prudent stipulation, a trial on decision plan and policy plan as well as socialization of Bank Indonesia stipulation. b. The implementation of prudent stipulation, that covers the followings: b.1. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank DKIs CAR for the last five years reached 8%, beyond the minimum credit limit that is determined by Bank Indonesia. The outgrowth of CAR ratio is shown on the following table:

Capital Adequacy Ratio 2005


19,31 18,47

2006
17,81 17,00

2007
15,09 12,87

2008
17,21 13,66

2009
15,13 13,67

Risk Credit and Risk Market

b.2. Non Performing Loan (NPL) NPL Bank DKI secara bertahap terus mengalami perbaikan. Hal ini tercermin dari perkembangan NPL Gross dan NPL Netto dalam 5 tahun terakhir sebagai berikut: Perkembangan nPL gross dan nPL netto RASIO / RATIO
NPL Gross (%) NPL Netto (%)

b.2. Non Performing Loan (NPL) Bank DKIs NPL has gradually and consistently improved which is reflected by the outgrowth in Gross NPL and Net NPL over the last 5 years as follows: Development of gross nPLs and net nPLs 2006
4,55 1,08

2005
5,36 0,85

2007
4,15 0,74

2008
4,92 2,05

2009
5,76 3,26

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

121

b.3. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), mengatur maksimum pemberian kredit/ pembiayaan kepada Pihak Terkait sebesar 10% dari Modal dan pemberian kredit/ pembiayaan kepada Pihak Tidak Terkait sebesar 20% dan 25% dari Modal. Dalam periode 2005-2009 tidak terdapat pelanggaran maupun pelampauan terhadap BMPK Pihak Terkait maupun BMPK Pihak Tidak Terkait. b.4. Posisi Devisa Neto (PDN) Posisi Devisa Neto Bank DKI memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh Bank Indonesia yaitu di bawah 20% dari Modal. Hal ini tercermin dari perkembangan PDN dalam 5(lima) tahun terakhir sebagai berikut:

b.3. Legal Lending Limit Bank Indonesia regulation regarding Legal Lending Limit (LLL), set the maximum loan / financing to related parties is 10% of capital and the loan / financing to a NonRelated Party is amounting to a total of 20% and 25% of capital.

For the period 0f 2005-2009 there were no violations or breach on the Legal Lending Limit allowed for Related Parties or NonRelated Parties. b.4. Net Foreign Exchange Position Bank DKIs Net Forex Position had complied with the requirements of Bank Indonesia which is less than 20% of paid-in capital. This is reflected in the outgrowth of the Banks Net Forex Position within the last 5 years as follows: net Forex Position (nFP)

Posisi Devisa netto (PDn) RASIO


PDN (%)

2005
9,64

2006
10,69

2007
7,29

2008
9,75

2009
7,50

RATIO
Net Forex Position

c. Penyampaian laporan kepada Bank Indonesia Bank DKI menyampaikan laporan-laporan kepada Bank Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Namun terdapat beberapa pelanggaran karena keterlambatan dalam penyampaian laporan, sehingga Bank DKI dikenakan sanksi kewajiban membayar oleh Bank Indonesia sebagaimana tabel berikut: Laporan Kepada Bank Indonesia
dalam jutaan Rupiah

c. Submission of reports to Bank Indonesia Bank DKI submitted reports to Bank Indonesia in accordance with prevailing regulations. However, there are a number of violations due to late submissions whereby Bank DKI was imposed penalties in the form of fines paid to Bank Indonesia. The amount of penalties paid to Bank Indonesia within the 5 year period is shown in the following table: Report to Bank Indonesia
in million Rupiah

KETERANGAN
Jumlah Denda

2005
97,1

2006
14

2007
296,5

2008
22,5

2009
3.191

DESCRIPTION
Ammount of Fines

d. Pemantauan terhadap Komitmen yang dibuat Bank kepada Bank Indonesia, yaitu Rencana Bisnis Bank dan Action Plan Penyelesaian Temuan hasil Pemeriksaan Bank Indonesia. e. Kepatuhan dalam pemenuhan/penyampaian laporan, baik pelaporan kepada Bank Indonesia maupun pelaporan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)

d. Monitoring towards commitment of the Bank to Bank Indonesia, that consist of the Bank Business Plan and Action Plan for the completion on the Audit Findings from Bank Indonesia. e. Compliance in fulfillment/submission of the report, both for the reporting to Bank Indonesia and/or reporting to the reporting and analysis of financial transactions (PPATK)

122

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Perkembangan jumlah laporan kepada PPATK adalah sebagai berikut: JENIS LAPORAN
CTR STR STR Artifisial

Total outgrowth number of PPATK reporting is as follows: 2006


325 26 -

2005
165 4 4

2007
480 9 3

2008
540 218 -

2009
783 598 -

REPORT TYPE
CTR STR Artificial STR

10.5.

Pernyataan Kepatuhan
Sepanjang tahun 2009, Bank DKI dapat mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bank DKI akan terus berupaya untuk meningkatkan system dan proses pelaksanaan kepatuhan di Perseroan secara berkesinambungan dan juga akan terus berupaya untuk memperbaiki beberapa penyimpangan operasional yang ada.

10.3.

Statement of Compliance
Throughout 2009, Bank DKI had complied with prevailing laws and regulations. Bank DKI will strive to increase the sustainable implementation of compliance process and system at the Bank and also strive to improve their operational deviations.

11. FUNGSI INTERNAL AUDIT


Melihat perkembangan industri perbankan dan kompleksitas dari operasional bisnis perbankan nasional saat ini, diperlukan pengendalian yang berfungsi menekan risiko kerugian yang diakibatkan oleh operasional perbankan. Oleh karena itu, peran serta Audit Intern Bank sangat penting untuk membantu semua tingkatan manajemen dalam mengamankan kegiatan operasional yang melibatkan penghimpunan dana dari masyarakat luas. Berdasarkan hal tersebut, Grup Audit Intern Bank, ditetapkan sebagai Unit Kerja yang diberikan wewenang untuk melakukan audit intern yang mempunyai peran dan kewajiban untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Pada tahun 2009, Grup Audit Intern (GAI) telah melakukan penyempurnaan struktur organisasi sebagaimana Keputusan Direksi No. 185 tahun 2009 tanggal 15 September 2009 tentang Penyempurnaan Struktur Organisasi GAI PT Bank DKI dalam hal berikut: 1. Struktur Organisasi GAI berbentuk semi matriks, yaitu bentuk organisasi dimana jabatan struktural masih dipergunakan sampai dengan Pimpinan Divisi. Untuk organisasi di bawah Divisi Audit I dan II (Tim Audit I dan II) merupakan organisasi fungsional. 2. Kontrol Intern Cabang (KIC) dan Kontrol Intern Grup (KIG) yang terdapat pada struktur organisasi kantor cabang dan Grup dihapuskan/dihilangkan, sedangkan fungsi dan kegiatannya dilebur dalam fungsi dan kegiatan pada Tim Audit GAI. 3. Penunjukkan tugas Auditor di Kantor Cabang/Grup ditetapkan oleh Pemimpin GAI dan bersifat lebih dinamis (mobile). 4. Pembagian wilayah pada Divisi Audit I dan Divisi Audit II ditetapkan oleh Pemimpin GAI.

11. INTERNAL AUDIT FUNCTION With the ever-expanding condition of banking nowadays, and with the ever-complex operations of national banking business, one needs control that can minimize the risk of losses due to banking operations. This takes the participation from the Internal Audit of the Bank in helping all levels of management in securing operational activities that involve the collection of funds from the people. For that reason, the Internal Audit Group of the Bank, appointed as the Work Unit granted with the authority to execute internal audit, has the role and obligation to execute its functions in a great manner.

In 2009, the Internal Audit Group implementation had conducted an improvement on the organizational structure based on the Directors Decree No. 185 of 2009 regarding the improvement of organizational structure of IAG PT Bank DKI on the following structure: 1. IAG upported with matrix organizational structure, which set the organization form, whereby structural position is still used until head Division. The organization under the Audit Division I and II (Audit Group I and Audit Group II) constitute as functional organization. 2. Branch Internal Control (BIC) and Internal Control Group (ICG) that is set in organizational structure of Branch Office and Group was being abolished or diminish, while its function and activities were merged under IAGs function and activities. 3. The appointment of Auditor at Branch Office / Group was determined by Head of IAG which is more dynamic. 4. Zoning on the Audit Division I and Division II determined by the Chief Audit GAI

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

123

Program pelaksanaan sasaran kerja GAI selama tahun 2009 antara lain adalah sebagai berikut: 1. Bekerjasama dengan konsultan untuk melakukan penataan struktur organisasi, uraian tugas dan fungsi-fungsi dalam organisasi GAI dalam menunjang optimalisasi fungsi audit internal. 2. Melaksanakan sosialisasi dan implementasi BPP GAI kepada Auditor, KIC, KIG serta unit kerja Group dan Cabang

The implementation of GAI performance targets during 2009 among others, are as follows: 1. Working closely with consultants for structuring the organizational structure, job descriptions and functions of the IAG organization in order to support the optimization of internal audit function. 2. Undertake the socialization and implementation off IAG Manual to the Auditor, BIC, ICG as well as working unit Group and Branch. 3. Increasing the quality and quantity of Human Resources (HR) of IAG and BIC/ICG as well as provide a career path for Auditor through the participation within Auditor certification program, in cooperation with Human Resources Group. 4. Formulate the audit planning and audit development by using risk based audit approach in order to ensure that the operational activity in Bank DKI had complied with the stipulated system, process and policy.

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) GAI dan KIC/KIG serta carier path bagi Auditor dengan mengikuti program sertifikasi Auditor bekerjasama dengan Group Sumber Daya Manusia (GSM). 4. Menyusun perencanaan audit dan pengembangan audit dengan pendekatan audit berbasis risiko (risk based audit) dalam rangka memastikan kegiatan operasional Bank DKI agar sesuai dengan sistem dan proses serta kebijakan yang telah ditentukan. 5. Menyusun pedoman kerja KIC/KIG untuk meningkatkan fungsi KIC/KIG 6. Membangun sistem manajemen audit yang terintegrasi dengan GAI, KIC/KIG dan manajemen untuk meningkatkan fungsi monitoring/offsite audit 7. Melaksanakan fungsi konsultatif peranan audit intern sebagai mitra kerja auditee dengan memberikan penyuluhan kepada unit kerja dan karyawan untuk meningkatkan pemahaman terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku. 8. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan tindak lanjut temuan eksternal (Bank Indonesia, Badan Pemeriksa Keuangan, Kantor Akuntan Publik) dan internal dengan membentuk fungsi khusus dalam organisasi GAI untuk monitoring temuan tindak lanjut. Guna meningkatkan fungsi audit internal tersebut, Manajemen melakukan revitalisasi Grup Audit Internal bekerjasama dengan konsultan didampingi Tim Counterpart. Tim dimaksud sebagaimana ditetapkan Keputusan Direksi No. 1 tahun 2009 tentang Tim Counterpart Revitalisasi Grup Audit Intern Bank DKI yang disebut dengan Program TOPI yaitu Transparan, Objektif, Profesional Dan Independen Adapun keterangan mengenai penyimpangan internal yang terjadi di Bank DKI selama tahun 2009 dapat dilihat pada tabel di halaman 126 berikut.

5. Formulate Working Manual of BIC/ICG to enhance the BIC/ ICG function. 6. Develop an integrated audit management system with the IAG, BIC/ICG and also the Management to leverage the function of monitoring offsite audit. 7. Implementing the role of internal audit function as a consultative partner by providing counseling to the auditee units and employees to increase understanding of the rules and regulations.

8. Improving the effectiveness of follow-up findings (Bank Indonesia, the State Audit Agency, Public Accounting Firm) and internally by forming a specific functions within the organization of IAG to monitor the audit findings

In order to improve the internal audit function, the Management works with the consultant and accompanied by a counterpart team was revitalizing the Internal Audit Group. This team is referred to as the Board of Directors Decision No. 1 year 2009 on Counterpart Revitalization Team of Bank DKIs Internal Audit Group is called a TOPI Program, which are Transparent, Objective, Professional and Independent. The description of internal fraud that occurred at the Bank DKI during the year 2009 can be seen in the following table on page 126.

124

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Atas hasil audit tersebut, dikarenakan terdapat beberapa penyimpangan maka telah diberikan sanksi kepada karyawan yang melakukan penyimpangan, dengan perincian sebagai berikut: No.
1. 2. 3. 4. 5.

Based on the audit results, due to some frauds, several employees who perpetrated this frauds have been given sanctions as follows:

JENIS SANKSI
Teguran lisan yang didokumentasikan Surat Peringatan I Surat Peringatan II Surat Peringatan III Pemberhentian Dengan Tidak Hormat JUMLAH

TYPE OF SANCTION
Documented verbal warning Warning Letter I Warning Letter II Warning Letter III Dishonorable Discharge TOTAL

JUMLAH / TOTAL
25 3 1 1 30

12. FUNGSI EXTERNAL AUDIT


Hubungan antara Bank, Kantor Akuntan Publik, Akuntan Publik, Dewan Pengawas Syariah dan Bank Indonesia telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu PBI No. 7/50/PBI/2005 jo. No. 3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank dan SE BI No. 7/57/DPbS tanggal 22 Desember 2005 perihal Hubungan antara Bank yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah, Kantor Akuntan Publik, Akuntan Publik, Dewan Pengawas Syariah dan Bank Indonesia.

12. EXTERNAL AUDIT FUNCTIONS Relations between the Bank, the Public Accounting Firm, the Public Accountant, the Sharia Supervisory Board and Bank Indonesia are in accordance with prevailing rules and regulations, specifically in the form of BI Regulation No. 7/50/ PBI/2005 jo. No. 3/22/PBI/2001 concerning Transparency of a Banks Financial Conditions and BI Circular No. 7/57/DPbS dated 22 December 2005 regarding Relations between Banks That Operate On The Basis of Sharia Principles, the Public Accounting Firm, the Public Accountant, the Sharia Supervisory Board and Bank Indonesia. The appointment of Public Accounting Firm of Doli, Bambang Sudarmadji & Dadang to audit the financial statement of PT Bank DKI for fiscal year that end on 31 December 2009 had been approved by the Board of Commissioner of PT Bank DKI in accordance with Letter No. 11/113/XI/DK dated 11 November 2009 concerning the suggestion of Public Accounting Firm to execute the General Audit for fiscal year 31 December 2009. Throughout 2009, this Public Accounting Firm did not provide other services for Bank DKI except audit services thereby avoiding conflicts of interest within the audit process.

Penunjukkan Kantor Akuntan Publik Doli, Bambang, Sudarmadji & Dadang untuk melaksanakan Audit Umum Laporan Keuangan PT Bank DKI untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2009 telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris PT Bank DKI sesuai dengan Surat No. 11/113/XI/DK tanggal 11 November 2009 perihal usulan KAP Audit Umum untuk tahun buku 31 Desember 2009. Selama tahun 2009 Kantor Akuntan Publik tersebut tidak memberikan jasa lain kepada Bank DKI selain jasa audit, sehingga tidak terjadi benturan kepentingan dalam pelaksanaan proses audit.

13. Manajemen Risiko 13.1. Kebijakan Manajemen Risiko, Eksposur dan Implementasinya
Bank DKI di dalam melakukan pengelolaan risikonya termasuk ke dalam kategori Bank dengan kompleksitas usaha tinggi sehingga wajib menerapkan 8(delapan) jenis risiko, yaitu: Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Operasional, Risiko Likuiditas, Risiko Hukum, Risiko Kepatuhan, Risiko Reputasi dan Risiko Strategis. Cakupan pengelolaan yang cukup luas tersebut menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi Bank DKI untuk dapat mengelola dengan baik kedelapan jenis risiko tersebut.

13. RISK MANAGEMENT 13.1. Risk Management Policy, Exposure and its Implementation
In terms of risk management implementation, Bank DKI is categorized as a Bank with high business complexity, therefore it is required to implement the 8 types of risks in the form of: Credit Risks, Market Risks, Operational Risks, Liquidity Risks, Legal Risks, Compliance Risks, Reputation Risks and Strategic Risks. These relatively wide extents of coverage create an interesting challenge for Bank DKI to adequately manage these eight types of risks.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

125

Pengelolaan kedelapan jenis risiko terus diupayakan agar sejalan dengan Road Map Bassel dan Bank Indonesia. Sampai saat ini, Bank DKI selalu mengikuti dan menyesuaikan perkembangan maupun peraturan yang terbaru yang dikeluarkan oleh Regulator. Penyimpangan Internal

The management of these eight risks is being expedient to be paralleled with the Basel Road Map and Bank Indonesia. Bank DKI has, to date, comply and adapt with a new development or regulation that is sets by the related regulatory institution. Internal Fraud
JUMLAH KASUS YANG DILAKUKAN OLEH TOTAL CASES BY

INTERNAL FRAUD DALAM 1 TAHUN InTERnAL FRAUD WIThIn1 YEAR

PENGURUS mAnAGEmEnT TAHUN SEBELUMNYA PREVIOUS YEAR TAHUN BERJALAN CURREnT YEAR

KARYAWAN TETAP PERmAnEnT EmPLOYEE TAHUN SEBELUMNYA PREVIOUS YEAR TAHUN BERJALAN CURREnT YEAR

KARYAWAN TIDAK TETAP TEmPORARY EmPLOYEE TAHUN SEBELUMNYA PREVIOUS YEAR TAHUN BERJALAN CURREnT YEAR

Jumlah Penyimpangan Total Fraud Telah diselesaikan Resolved Dalam proses penyelesaian di internal Bank Under the Banks Internal settlement process Belum diupayakan penyelesaiannya No resolution in process Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum Has been processed legally

3 3

2 1

1 -

Kualitas pelaksanaan manajemen risiko sangat ditentukan oleh pemahaman serta pengetahuan potensial risiko yang dimiliki para karyawan Bank DKI. Sehubungan dengan Itu dan dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 5/8/ PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan PBI No. 7/25/PBI/2005 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum sebagaimana telah diubah dengan PBI No. 8/9/PBI/2006, maka Bank DKI telah mengirim para karyawan untuk mengikuti pendidikan manajemen risiko. Peningkatan kompetensi karyawan di bidang manajemen risiko merupakan suatu kewajiban bagi para pejabat bank untuk melalui dan mengikutinya sehingga pada tahun 2010 diharapkan seluruh pejabat Bank DKI memiliki sertifikasi dari GARP (Global Associations of Risk Professional) dan BSMR. Pada tahun 2009, Bank DKI telah mempunyai karyawan yang bersertifikasi manajemen risiko dengan perincian sebagai berikut:

The quality of risk management application is highly determined by the understanding and knowledge of the risk potential possessed by the employees of Bank DKI. In its effort to fulfill the Bank Indonesia Regulation No. 5/8/PBI/2003 concerning the implementation of Risk Management for Commercial Banks and BI Regulation No. 7/25/PBI/2005 concerning Risk Management Certification for Management and Officials of Commercial Banks which was revised through BI Regulation No. 8/9/PBI/2006, Bank DKI had sent its employees to attend risk management courses. Enhancing employee competency in the field of risk management is a requirement for bank officials, therefore, by 2010, all of Bank DKIs officials are expected to be certified by GARP (Global Associations of Risk Professional) and BSMR.

In 2009, the number of employees of Bank DKI that are risk management certified are as follows:

126

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Karyawan Bank DKI yang Bersertifikasi manajemen Risiko

The employee of Bank DKI that hold a Risk management Certification

LEVEL
Level I Level II Level III Sertifikasi Manajemen Risiko untuk Direksi Sertifikasi Manajemen Risiko untuk Komisaris

2005
1 1

2006
23 1 2 1 27

2007
167 41 5 1 214

2008
201 132 28 5 2 368

2009
266 154 27 447

LEVEL Level I Level II Level III


Risk Management Certificate for the Board of Directors Risk Management Certificate for the Board of Commissioner

JUmLAh

TOTAL

Grup Manajemen Risiko dan Kepatuhan (GRK) yang merupakan satuan kerja manajemen risiko di Bank DKI bertanggung jawab kepada Direktur Kepatuhan. GRK memiliki fungsi yang independen dari kegiatan operasional dan audit. GRK memiliki tanggung jawab terhadap risiko-risiko yang terjadi di Bank DKI secara portofolio. Dalam aktivitas operasional kegiatan penerapan four eyes principles senantiasa diterapkan sehingga tahap awal dari mitigasi risiko telah dilakukan. Eksposur risiko di Bank DKI untuk Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas berada pada posisi rendah atau aman. Berbagai skenario stress test telah dilakukan terhadap portofolio Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas, dimana hasilnya Bank DKI masih mampu untuk menerima kondisi dengan skenario terburuk. Risiko Kredit secara umum masih dapat dimitigasi dan ditingkatkan kualitasinya melalui usaha yang sungguh-sungguh. Dalam rangka meningkatkan kualitas portofolio perkreditan telah dilakukan upaya-upaya perbaikan proses dan kebijakan maupun peningkatan kompetensi dari sumber daya yang mengelola perkreditan itu sendiri. Dalam rangka meningkatkan efektifitas fungsi manajemen risiko, bank DKI telah bekerjasama dengan konsultan untuk menerapkan Enterprise Risk Management (ERM). ERM merupakan suatu pengelolaan risiko perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi, yang menyelaraskan visi dan misi dengan strategi pemilihan risk appetite dan risk tolerance serta tindakan mitigasi yang akan dilakukan, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai. Pengembangan ERM di Bank DKI dilakukan melalui 3(tiga) phase, yaitu

Bank DKIs Risk Management and Compliance Group (GRK) which constitute as a risk management working unit is directly responsible to the Compliance Director. The GRKs function is independent from audit and operational activity. GRK is fully responsible towards the entire risk portfolio that took place within Bank DKI. The Bank is strived to implement the four eyes principles within every operational activity to ensure that early detection for risk mitigation could be undertaken. Risk exposure for the Banks Market Risk and Liquidity Risk is in lower position or in a safety condition. A few stress testing scenario had been undertaken towards Market Risk and Liquidity Risk portfolios, thereby it lead to the situation that enable Bank DKI to face a worst case scenario. Generally, with a thorough effort, the quality of Credit Risk still has an ample room to be enhanced and mitigated. In order to increase its credit portfolios, the improvement towards the process, policies and increasing competency of human resources that is responsible for managing credit have been undertaken. To increase the effectiveness of risk management function, Bank DKI works closely with a consultant to implement the Enterprise Risk Management (ERM). ERM constitute as an integrated process of managing the companys risk as a whole, which harmonizing the vision and mission with a strategy to select the risk appetite and risk tolerance as well as mitigation act to achieve the companys goal and objective. The development of ERM within Bank DKI was carried out through 3(three) stages, which are:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

127

A. Fase Pertama adalah strategi dan tata kelola ERM yang dimulai pada bulan Oktober 2009 sampai dengan November 2009, dengan output sebagai berikut: A.1. Workshop Sadar Risiko mengenai kerangka ERM kepada Dewan Komisaris, Direksi dan lini bisnis maupun supporting yang utama di PT Bank DKI A.2. Kebijakan (Policy) dan prosedur kerja implementasi ERM A.3. Struktur organisasi, tugas dan tanggung jawab unit kerja Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) dan interaksinya dengan unit kerja lain, misalnya Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Komite Audit, Kepatuhan, Hukum, dll. A.4. Korelasi strategi manajemen risiko, manajemen operasional dan internal control yang lebih spesifik, misalnya toleransi limit risiko. B. Fase Kedua adalah metodologi dan infrastruktur yang dimulai pada bulan November 2009 sampai dengan Januari 2010, dengan output sebagai berikut: B.1. Workshop identifikasi risiko untuk mendapatkan katalog risiko dan kesepakatan pengelompokan (kategori) risiko-risiko. B.2. Kerangka dasar kriteria pengukuran dan analisa risiko yaitu: B.2.1. Skala pembobotan berdasarkan dampak yang mungkin timbul (impact) dan kemungkinan terjadinya risiko (likehood) B.2.2. Metodologi pengukuran risiko (kredit, pasar, operasional dan risiko lainnya) antara lain menggunakan scoring dan rating. B.2.3. Standard template criteria mitigasi risiko yang dapat dipertimbangkan untuk setiap alternative dibawah ini: 1. Terima (Accept) 2. Hindari (Avoid) 3. Alihkan (Transfer) 4. Tangani (Response) B.2.4. Format untuk monitoring dan pelaporan berupa: 1. Formulir self assessment untuk disebarkan dan diisi oleh pemilik risiko dengan pedoman kriteria pengukuran bobot risiko (impact dan likehood) 2. Indikator Risiko Kunci (Key Risk Indicator) yang relevan

A. First stage is a strategy and ERM governance which was initiated in October 2009 until November 2009 and resulted with the following outputs: A.1. Risk Awareness Workshop regarding ERM framework to the Board of Commissioners, the Board of Directors, business units and main supporting within PT Bank DKI. A.2. Working Policy and Procedure for ERM implementation A.3. Organizational structure, duties and responsibilities for Risk Management Working Unit (SKMR) and its interaction with other working units such as Internal Audit Working Unit (SKAI), Audit Committeee, Compliance, Legal, etc. A.4. Strategic correlation with a specific risk management, operational management and internal control, such as risk limit tolerance. B. Second stage is the methodology and infrastructure which was initiated on November 2009 until January 2010, which resulted in the following outputs: B.1. Risk Identificaiton Workshop to get a risk catalogue and a concensus on risks category. B.2. Basic Framework on the measurement and risk analysis criteria, which are: B.2.1. Weighing scale based on the possible impact and the likelihood of risk occurrence. B.2.2. Methodology of risk measurement (credit, market, operational and other risk) which among others are by using scoring and rating models. B.2.3. Standard template criteria of mitigating risk that could be reconsider for every alternative that describe below: 1. Accept 2. Avoid 3. Transfer 4. Response B.2.4. Monitoring and reporting format in the form of: 1. sSelf assessment form to be extended and fill by risk owner with the guideline from impact and likelihood criteria. 2. Key Risk Indicator that is relevant with the workshop results and risk owner.

128

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

sesuai dengan hasil workshop dengan pemilik risiko 3. Format formulir pengumpulan data kejadian risiko yang actual (Loss Event Data) yang mengacu pada ketentuan Bank Indonesia dan pedoman dari Bassel II. B.2.5. Kerangka dasar kriteria pengukuran efektifitas pengendalian risiko (risk control system) yaitu: 1. Skala pembobotan efektifitas kendali (control) yang dimiliki sebagai basis penilaian risiko sisa (residual risk) 2. Format profil risiko yang dapat dipergunakan SKAI untuk mendukung pelaksanaan mekanisme risk based audit C. Fase Ketiga adalah pilot project dan transfer knowledge yang akan dilakukan pada bulan Januari 2010 sampai dengan Maret 2010, dengan output yaitu implementasi framework ERM dalam bentuk: C.1. Pelaksanaan pilot project di unit kerja dan kantor cabang operasional yang dipilih sebagai object pilot project. C.2. Pemberian pelatihan (transfer knowledge) dan workshop dengan metode train the trainer kepada tim inti counterpart sebagai pembekalan untuk melakukan rollout.

3. Collecting data forms of loss event data that adheres to the stipulation of bank Indonesia and guidelines from Bassel II.

B.2.5. Basic Framewok for the risk control system criteria, such as: 1. Weighing scale on the effectiveness of internal control as residual risk assessment. 2. Risk profile format that could be use by SKAI to support the implementation of risk based audit.

C. Third Stage is a pilot project and transfer knowledge which will be commence on January 2010 until March 2010, with targeted output of the implementation of ERM framework in the following formats: C.1. The implementation of pilot project at selected working unit and operational branch offices as an object of pilot project. C.2. Transfer and knowledge as well as workshop with train the trainer methode to the major counterpart team as their supply for conducting the roll-out process.

13.2.

Risiko-risiko Usaha yang Dihadapi


1. Risiko Pasar Risiko pasar adalah Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar (adverse movement) dari portofolio yang dimiliki oleh bank, dan dapat merugikan Bank. Variabel risiko pasar adalah meliputi suku bunga, nilai tukar, termasuk derivasi dari kedua jenis risiko pasar tersebut yaitu perubahan harga surat berharga. Gejolak yang timbulkan oleh kenaikan dan penurunan suku bunga di pasar serta kenaikan dan penurunan kurs terhadap portofolio perdagangan Bank DKI yang terkandung dalam Risiko Pasar rata-rata berpengaruh terhadap penurunan CAR sebesar 2,17%. Pengembangan Risiko Pasar agar dapat terintegrasi dengan kegiatan tresuri merupakan suatu hal mutlak agar Risiko Pasar dapat dikelola secara harian sesuai dengan karakteristik Risiko Pasar yang bersifat cepat dan fluktuatif.

13.2.

Business Risks Encountered


1. Market Risk Market Risk is defined as a Risk that arise due to adverse movements in the market that impacts Banks portfolio and may result in losses to the Bank. The market variables include interest rate and foreign exchange rates, including derivatives from those market risks, which are the price changes of marketable securities. The impact that arise from interest rate and foreign currency fluctuations in the market towards Bank DKIs trade portfolio that are deemed as Market Risk relatively results in the CAR reduction of as much as 2.17%. The development of Market Risk in line with the activities of treasury is a necessity to ensure that Market Risks are managed daily in accordance with Market Risks characteristics that are deemed fast and fluctuative.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

129

2. Risiko Operasional Risiko Operasional adalah Risiko yang berhubungan dengan ketidakcukupan dan atau kelemahan proses internal, kelalaian manusia, kegagalan sistem, atau adanya masalah eksternal yang mempengaruhi operasional Bank DKI secara langsung maupun tidak langsung, yang dapat menimbulkan kerugian finansial dan kerugian potensial. Penanganan risiko operasional dilakukan melalui proses Identifikasi risiko yang melekat (inherent risk) pada operasional Bank DKI. Tujuan pengendalian risiko operasional adalah untuk memastikan bahwa Bank DKI memiliki kebijakan, mekanisme dan praktik yang tepat untuk menghindari atau meminimalkan kegagalan atau kerugian serta memastikan penerapan peluang bisnis baru secara tepat di bawah kendali manajemen risiko. Bank DKI berupaya mengurangi risiko operasional dengan mempertahankan sistem kendali Internal yang komprehensif, termasuk menetapkan sistem dan prosedur untuk memonitor transaksi dan seluruh kegiatan lainnya. 3. Risiko Kredit Risiko kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian yang mungkin terjadi akibat kegagalan pihak kedua memenuhi kewajibannya. Model credit scoring telah diterapkan Bank DKI. Perbaikan sistem terus dilakukan untuk mendapatkan model yang lebih baik melalui back testing untuk menilai berbagai segmen dari portofolio kredit sehingga pengambilan keputusan dan pemantauan risiko menjadi lebih baik. Sejalan dengan hal tersebut, upaya intensif telah dilakukan untuk mengantisipasi peraturan baru Bank Indonesia dalam perhitungan Rasio Kecukupan Modal dan persiapan implementasi Bassel II. Beberapa sektor kredit yang memiliki NPL yang cukup tinggi, yaitu sektor Industri, Perdagangan, Jasa-Jasa Dunia Usaha, dan terutama KMG Kembang. Oleh karena itu, Bank DKI akan lebih prudent dalam memberikan kredit pada sektorsektor tersebut. 4. Risiko Likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko yang antara lain disebabkan ketidakmampuan bank memenuhi kewajiban yang telah jatuh tempo.

2. Operation Risk Operational risk is defined as a risk related to the inadequacy and/or weaknesses in the internal processes, human error, system failure, or the existence of external problems that affects the operations of Bank DKI, and causes financial losses and potential losses, both directly and indirectly. The handling of operational risk is done through the identification process of inherent risks in the operations of Bank DKI.

The target of controlling operational risk is to ensure that Bank DKI has the proper policies, mechanisms and practices to avoid or minimize failures or losses, and to ensure the proper implementation of new business opportunities under the control of risk management. Bank DKI tries to reduce operational risk by maintaining a comprehensive internal control system, which includes the setting of systems and procedures to monitor transactions and all other activities.

3. Credit Risk Credit risk is defined as a risk of loss that might occur due to the failure of a second party to fulfil its obligations. Bank DKI has been applying a credit scoring model. Improvements in the system is continuous, so a better model can be obtained through back testing that evaluates various segments of the credit portfolio, so decision-making and risk-monitoring are improved. In line with this issue, intensive efforts have been executed to anticipate new regulations of Bank Indonesia concerning the Ratio of Capital Adequacy and to prepare for the implementation of Basel II. Some credit sectors have rather high NPL, are: the Industrial, Trade, Business Services, and especially KMG Kembang sectors. For that reason, Bank DKI will be more prudent in granting credit to these sectors.

4. Liquidity Risk Liquidity risk is defined as a risk caused among others by the inability of the bank to satisfy obligations that have come due.

130

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Risiko likuiditas dapat dikategorikan ke dalam risiko likuiditas pasar dan risiko likuiditas pendanaan. Risiko Likuiditas Pasar, yaitu risiko yang timbul saat bank tidak mampu melakukan offset posisi tertentu dengan harga pasar karena kondisi likuiditas pasar yang tidak kondusif atau terjadi gangguan di pasar (market disruption). Risiko Likuiditas Pendanaan, yaitu risiko yang timbul karena Bank tidak mampu mencairkan asetnya atau memperoleh pendanaan dari sumber dana lain. Untuk mengantisipasi timbulnya risiko ini Bank DKI melakukan perhitungan terhadap kesenjangan (mismatch) antara struktur dana dan struktur pinjaman berdasarkan periode jatuh tempo. Bank DKI melakukan penilaian terhadap stabilitas dan trend simpanan dan penarikan dana masyarakat. Selain itu, Bank DKI juga memantau posisi likuiditas secara harian, mingguan dan bulanan serta potensi kerugian lainnya yang disebabkan risiko likuiditas dengan cara mengelola maturitas posisi likuiditas. 5. Risiko Hukum Risiko hukum merupakan risiko yang disebabkan oleh kelemahan sistem yuridis atau oleh adanya gugatan hukum, ketiadaan hukum yang jelas dan mendukung atau adanya kelemahan dalam kontrak, klaim atau agunan. Risiko hukum dikelola untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas dan hubungan kegiatan usaha Bank DKI dengan semua pihak telah didasarkan pada aturan dan persyaratan yang dapat melindungi kepentingan Bank DKI dari segi hukum. Bank DKI terus menerus meningkatkan kompetensi karyawan dalam bidang hukum dan meningkatkan sosialisasi nilai-nilai perusahaan sebagai upaya menurunkan risiko. Dengan upaya ini, Bank DKI telah dapat meminimalisasi terjadinya kelemahan perjanjian dan fraud oleh karyawan yang menjadi masalah hukum utama beberapa tahun terkhir. 6. Risiko Strategis Risiko Strategis merupakan Risiko yang disebabkan oleh adanya pengambilan keputusan dan/atau penerapan strategi bank yang tidak tepat atau kegagalan bank dalam merespon perubahanperubahan dari kondisi eksternal. Bank DKI mengelola risiko strategis antara lain melalui pengumpulan informasi strategis, pemantauan pasar serta melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara

Liquidity risk can be categorized into market liquidity risk and funding liquidity risk. Market liquidity risk is defined as the risk that arises when the bank is incapable of offsetting certain positions on market prices because of non-conducive conditions of the market, or a disturbance occurs at the market (market disruption). Funding liquidity risk is defined as a risk that occurs because the Bank is incapable of liquidating its assets or of obtaining funding from other sources. To anticipate the occurrence of this risk, Bank DKI calculates the mismatch between the funding and loan structures based on the maturity period. Bank DKI evaluates the stability and trends of the fund deposits and withdrawals of public funds.

Afterwards, Bank DKI also monitors the liquidity position and other potential losses caused by liquidity risk on a daily, weekly and monthly basis by managing the maturity of the liquidity positions. 5. Legal Risk Legal risk is defined as the risk caused by weaknesses in the legal system or by the existence of lawsuits, or the lack of clear and supporting laws, or the weakness in contracts, claims, or collaterals.

Legal risk is managed to ensure that all business activities and relations of Bank DKI with all parties are based on the regulations and requirements that can protect the interests of Bank DKI legally.

Bank DKI continues to improve employee competence in law and to increase socialization of company values as an effort in decreasing risks. With this effort, Bank DKI has succeeded in minimizing weaknesses in agreements, and frauds by employees, which were the main legal problems in the past few years. 6. Strategic Risk Strategic risk is a risk caused by improper decisionmaking and/or implementation of bank strategies, or failure of the bank in responding to changes in external conditions.

Bank DKI manages strategic risk among others through the collection of strategic information, market monitoring, and through collective and comprehensive processes of consideration and

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

131

kolektif dan menyeluruh di lingkungan komitekomite pengawasan dan eksekutif, yang turut mempengaruhi langkah-langkah yang diambil setiap harinya dalam kerangka kebijakan dan arah yang telah ditetapkan. 7. Risiko Reputasi Risiko reputasi timbul dari adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha bank atau persepsi negatif mengenai Bank DKI. Risiko Reputasi dikelola dengan memperhatikan keluhan nasabah serta dengan merespon setiap berita yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap Bank. Untuk meningkatkan citra di masyarakat, Bank berusaha seoptimal mungkin dengan memberikan pelayanan terbaik. Hal ini dilakukan dengan berbagai upaya, diantaranya mendidik karyawan Bank untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dengan pelatihan service excellent. Pembentukan unit pengaduan nasabah sebagai upaya untuk meningkatkan citra Bank DKI sehingga persepsi negatif mengenai Bank dapat dikurangi, serta peningkatan peran corporate secretary untuk merespon publikasi negatif serta meningkatkan hubungan yang baik dengan pihak luar. Selain itu, mengingat risiko reputasi ini bukan merupakan risiko yang dikelola secara terpisah dari risiko-risiko lainnya, khususnya bagi bank dengan kompleksitas usaha yang tinggi, maka pengelolaan setiap aktivitas fungsional bank sedapat mungkin terintegrasi ke dalam suatu sistem dan proses manajemen risiko yang akurat dan komprehensif. 8. Risiko Kepatuhan Risiko kepatuhan adalah Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak memenuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku, seperti risiko yang terkait dengan Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (KPMM), kualitas aktiva produktif, Pembentukan Penyisihan Aktiva Produktif (PPAP), Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), Posisi Devisa Neto (PDN), risiko strategis yang terkait dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) bank dan risiko lainnya yang terkait dengan ketentuan tertentu. Risiko Kepatuhan yang utama adalah denda akibat keterlambatan pelaporan. Sosialisasi terhadap aturanaturan baru sangat perlu dilakukan dalam rangka mengurangi kesalahan dan denda dari Bank Indonesia. Selain itu, uji terhadap rancangan keputusan dan rancangan kebijakan yang baru oleh Direktur Kepatuhan akan dapat mengurangi risiko kepatuhan.

decision making throughout the environs of the monitoring committees and executives, which would affect daily steps that has been undertaken in the framework of policies and set directions already set. 7. Reputational Risk Reputational risk arises from negative publications related to the business activities of the bank or any negative perceptions concerning Bank DKI. Reputational risk is managed by paying attention to customers complaints and by responding to all news that can cause negative impacts to the Bank. In order to improve its image in the community, the Bank does its best to give the best service it can. This is done by many efforts; among others by educating Bank employees so they can give the best service with the service excellent training. The formation of the customers complaint unit is an effort to improve the image of Bank DKI, so that negative perceptions concerning the Bank can be reduced. This also goes for the increase in the role of the corporate secretary in responding to negative publications and in improving good relations with outside parties. Hence, regardless that reputational risk is not a risk that can be managed separately from other risks, especially for banks with a high level of business complexity, the management of each functional activity of the bank is integrated as much as possible into an accurate and comprehensive system and processes of risk management. 8. Compliance Risk Compliance risk is a risk caused by the Banks failure to comply with or to satisfy or to execute the laws and other prevailing rules and regulations, such as risks related to the Obligation to fulfill the Capital Adequacy Ratio (CAR), the quality of earning assets, the Formation of Reserved Earning Assets (PPAP), the Maximum Credit Limit (BMPK), the Net Foreign exchange Position ( PDN), strategic risk related to the Companys Work Plan and Budget (RKAP) of the bank, and other risks related to certain regulations. The main compliance risk is defined as fines caused by tardiness in reporting. Socialization of new regulations is necessary in order to reduce errors and subsequent fines from Bank Indonesia. Apart from that, having the Compliance Director test the design of the decisions and new policies would significantly reduce compliance risk.

132

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

14. PENYEDIAAN DANA KEPADA PIHAK TERKAIT


Penyediaan Dana Besar (Large Exposure) Bank telah menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam memberikan penyediaan dana, khususnya penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan atau penyediaan dana besar (large exposures) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan sesuai dengan Anggaran Dasar Bank dan diputus oleh Manajemen secara independen tanpa ada intervensi dari pihak terkait atau pihak lainnya. Pelaksanaan penyediaan dana tersebut berpedoman pada kebijakan dan prosedur tertulis tentang Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan atau Penyediaan Dana Besar yang diatur dalam BPP Perkreditan. Jumlah Total Baki Debet Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Debitur/Group Inti
dalam juta Rupiah

14. PROVISION OF FUNDS TO RELATED PARTY


Large Exposure The Bank has implemented the prudent principles and risk management in regards to the provision of funds, especially in terms of providing funds to related parties and large exposures in accordance with Bank Indonesia Regulations regarding Legal Lending Limit (LLL) and in accordance with the Articles of Association of the Bank and independently decided upon by Management without any intervention from related party or other parties. The Bank has written policy guidelines and procedures concerning Provision of Funds towards Related Parties and/or provision of Large Exposures as stipulated within the Loan SOP Book (BPP Perkreditan). Total Balance for Funds Provisioning to Related Party and Core Debtor / Group
in million Rupiah

No.
1. 2.

PENYEDIAAN DANA
Kepada Pihak Terkait Kepada debitur inti a. Individu b. Grup

PROVISION OF FUND
To Relevant Parties Main Debtors: a. Individuals b. Group

DEBITUR DEBTOR
2 25

NOMINAL (dalam jutaan) AMMOUNT (in million)


48 791.932

Bank telah menyampaikan laporan Penyediaan Dana dimaksud kepada Bank Indonesia secara berkala, tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

The Bank has periodically and punctually submitted its report on the Provision of Funds to Bank Indonesia in accordance with the prevailing rules and regulations.

15. RENCANA STRATEGIS


Rencana Strategis Bank disusun sesuai dengan visi dan misi Bank DKI dalam bentuk Rencana Bisnis (Business Plan) sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu PBI No. 6/25/PBI/2004 dan SE BI No. 6/44/DPNP tanggal 22 Oktober 2004 tentang Rencana Bisnis Bank Umum.

15. The Banks Strategic Plan


The Banks Strategic Plan was formulated in accordance with Bank DKIs vision and mission in the form of Business Plan which was made in accordance with prevailing rules and regulations, specifically Bank Indonesia Regulations No. 6/25/ PBI/2004 and Bank Indonesia Circular No. 6/44/DPNP dated 22 October 2004 concerning Business Plan for Commercial Banks. The Banks strategic plan was formulated by the Board of Directors in a comprehensive, measurable, perceive the prudent principles and sound banking principle as well as perceiving the external and internal factor that will affect the operational activity of the Bank. The plan had been approved by the Board of Commissioner Letter No. 11/16/1/DK dated 30 January 2009 concerning the Submission of Bank DKIs Business Plan ff 2009-2011. The Banks business plan is being communicate to every rankand-file of the Banks organization in accordance with Directors Decree No. 15A of 2009 dated 2 February 2009 regarding 20092011 Business Plan of PT Bank DKI, and surveillance process by the Board of Commissioners towards the Banks business plan.

Rencana Bisnis Bank disusun oleh Direksi secara komprehensif, terukur, memperhatikan prinsip kehati-hatian dan prinsip perbankan yang sehat serta memperhatikan faktor eksternal dan factor internal yang mempengaruhi kelangsungan usaha Bank, dan disetujui oleh Dewan Komisaris sesuai surat No. 11/16/1/DK tanggal 30 Januari 2009 perihal Penyampaian Rencana Bisnis DKI tahun 2009-2011.

Rencana bisnis Bank dikomunikasikan kepada seluruh jenjang organisasi Bank sesuai Keputusan Direksi No. 15A tahun 2009 tanggal 2 Februari 2009 tentang Rencana Bisnis PT Bank DKI tahun 2009-2011, dan pengawasan terhadap Rencana Bisnis Bank dilaksanakan oleh Dewan Komisaris.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

133

Rencana Bisnis Bank telah direvisi guna mengantisipasi perkembangan bisnis yang semakin tinggi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan disetujui oleh Dewan Komisaris sesuai surat No. 11/07/VI/DK tanggal 30 Juni 2009 tentang Revisi RKA tahun 2009. Rencana Bisnis Bank, Rencana Bisnis Bank edisi Revisi, Laporan Realisasi Rencana Bisnis periode triwulanan dan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis periode semesteran telah disampaikan kepada Bank Indonesia sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang Rencana Bisnis Bank. Untuk tahun 2009, Bank DKI telah menentukan arah bisnis yang jelas dengan menetapkan target hasil usaha yang optimis dan realistis, menyempurnakan dan melengkapi kebijakan-kebijakan strategis. Beberapa kebijakan manajemen yang berkaitan dengan pelaksanaan GCG yang dikembangkan pada tahun 2009 antara lain: a. Penyempurnaan dan sosialisasi SOP serta Internal Kontrol b. Komitmen pencapaian Visi, Misi dan Nilai KTPPDKI melalui pemahaman dan penyegaran nilai budaya kerja pada seluruh pegawai c. Peningkatan aspek prudential banking dalam kredit dan/ atau pembiayaan d. Penyempurnaan organisasi yang mendukung dinamika bisnis dan kebijakan manajemen e. Pengelolaan SDM berbasis kinerja f. Peningkatan layanan dengan mengutamakan service excellence g. Penerapan manajemen risiko h Pengembangan teknologi informasi yang ditujukan untuk meningkatkan proses efisiensi kerja, menghasilkan data/ informasi yang akurat, reliable dan teruji integritasnya serta mengembangkan layanan produk yang berbasis teknologi. Komisaris telah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Bisnis Bank dan secara semesteran melaporkan monitoring terhadap Rencana Bisnis tersebut kepada Bank Indonesia sebagaimana Surat Dewan Komisaris No. 11/109/VIII/DK tanggal 20 Agustus 2009 perihal Laporan Rencana Bisnis PT Bank DKI semester I tahun 2009 dan No. 7/DK/II/2010 tanggal 20 Februari 2010 perihal Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Bank DKI Periode Semester II/2009.

The Banks business plan had been revised to antipate a higher business outgrowth and the increasing service to the communities. It has also been approved by the Board of Commissioner through a Letter No. 11/87/VI/DK dated 30 June 2009 regarding the 2009 revised RKA. The Banks business plan, The Banks business plan on revised edition, Realization Report on quarterly period of Business Plan and Surveilance Report on Business Plan for Half Semester period had been submitted to Bank Indonesia in accordance with Bank Indonesia regulation regarding the Banks Business Plan. For the year 2009, Bank DKI has determined a clear business course by determining optimistic and realistic business result targets, which perfect and complement strategic policies. Some of the management policies related to the implementation of GCG developed in 2009 are among others: a. Perfection and socializing of SOPs and means of Internal Control. b. Commitment to achieve the vision, mission and values of KTPPDKI through the understanding and refreshment of the corporate valves to all employees. c. Increasing the prudential banking aspect in credits and/or funding. d. The completion of organization to support dynamic business and the management policy. e. The management of human resources based performance. f. Increasing service by prioritizing on service excellence g. Implementation of risk management. h. Development of Information Technology to increase working efficiency, generate accurate source of data/ information, reliable and well-proven integrity as well as developing technology based of its product and services. The Board of Commissioner had conducted monitoring process towards the implementation of the Banks Business plan and submitted the result of monitoring towards business plan to Bank Indonesia as stipulated on the Board of Commissioners Letter No. 11/109/VIII/DK dated 20 August 2009 regarding Business Plan Report of PT Bank DKI on First Semester of 2009 and No. 7/DK/ II/2010 dated 20 February 2010 regarding Surveillance Report on Bank DKIs Business Plan for Second Semester Period of 2009.

16. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN BANK


Bank telah melakukan transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait sesuai PBI No. 7/50/ PBI/2005 jo. PBI No. 3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank, serta SE BI No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 jo. SE BI No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 perihal Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia, dan SE BI No 7/56/DpbS tanggal 9 Desember 2005

16. TRANSPARENCY OF FINANCIAL AND NONFINANCIAL CONDITIONS OF THE BANK


The Bank transparently reveals its financial and non-financial conditions to the stokeholders and related parties that adhere to PBI No. 7/50/PBI/2005 jo. PBI No. 3/22/PBI/2001 regarding Transparency on Financial Conditin of the Bank, and Circular Letter of BI No. 3/30/DPNP dated 14 December 2001 jo. Circular Letter of BI No. 7/10/DPNP dated 31 March 2005 regarding the Quarterly Published Financial Statements of Commercial Bank and Specific Report that was submitted to Bank Indonesia, as well as Circular Letter of BI No. 7/56/DPbS dated 9 December 2005 jo. Circular

134

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

jo. SE BI No. 8/11/DpbS tanggal 7 Maret 2006 perihal Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan, Bulanan serta Laporan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia. Bank DKI mengumumkan Laporan Keuangan Publikasi Bulanan Bank dalam homepage Bank Indonesia, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Laporan Tahunan diumumkan dalam surat kabar yang memiliki peredaran luas dan dalam homepage www.bankdki.co.id. Disamping itu, Bank juga telah menyampaikan Laporan Tahunan kepada pihak-pihak sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Transparansi Kondisi Keuangan, yaitu: a. Bank Indonesia; b. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI); c. Lembaga Pemeringkat di Indonesia; d. Asosiasi bank-bank di Indonesia; e. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI); f. 2(dua) Lembaga Penelitian di bidang ekonomi dan keuangan; g. 2(dua) Majalah ekonomi dan keuangan; h. dan lembaga-lembaga lainnya.

Letter of BI No. 8/11/DpbS dated 7 March 2006 regarding Annual Reports, Published Quarterly and Mounthly Financial Statements, as well as Certain Reports that was submitted to Bank Indonesia. The Banks Monthly Published Financial Statement is announced within Bank Indonesias website, while the Quarterly Published Financial Statement and Annual Report is published through widely-circulated newspapers and within the homepage of www.bankdki.co.id. In addition to this, the Bank also submitted its Annual Report to parties as prescribed within Bank Indonesia regulations concerning Transparency of Financial Conditions, to the following: a. Bank Indonesia; b. Indonesian Consumer Protection Agency (YLKI); c. Indonesian Share Registrar; d. Bank Associations in Indonesia; e. Indonesian Bankers Institute (IBI); f. 2(two) Economic and Financial Research Agencies; g. 2(two) economic and financial magazines. h. and other institutions

17. KASUS LITIGASI


Permasalahan hukum adalah permasalahan hukum perdata dan pidana yang dihadapi Perseroan selama periode tahun laporan dan telah diajukan melalui proses hukum. Bank terlibat dalam berbagai kasus hukum tertentu, baik sebagai penuntut maupun pihak yang dituntut dengan pihak ketiga maupun kekayaan bank. Permasalahan hukum yang dihadapi Bank DKI selama tahun 2009 adalah sebanyak 15 perkara dengan status sebagai berikut: PERDATA CIVIL SUIT
15 15

17. LITIGATION CASES


Litigation cases defined as civil and criminal case that is faced by the Bank during the period of reporting years that has been proposed to a legal process. The Bank was involved in a number of legal cases as both the defendant and plaintiff. The legal cases involving Bank DKI in 2009 amounted to 15 cases with an update status as follows:

PERMASALAHAN HUKUM
Selesai (telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap) Dalam proses penyelesaian JUMLAH

PIDANA CRIMINAL SUIT


-

LEGAL PROBLEMS
Completed (supported with a legitimate power) Under the comletion process TOTAL

Kasus hukum signifikan per 31 Desember 2009 adalah sebagai berikut: a. Gugatan dari The Tjin Kok mengenai ganti rugi atas penempatan bangunan yang terletak di Jl. Pintu Besar Selatan, Jakarta Barat pada tahun 1962 - 1964; Status: Bank dan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dinyatakan kalah dan diwajibkan membayar ganti rugi. b. Tuntutan kepada PT Bumi Perkasa Propertindo sehubungan dengan perjanjian BOT yang merugikan Bank; Status: Bank kalah pada tingkat Mahkamah Agung dan saat ini masih dalam proses negosiasi. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank.

The significant legal cases as per 31 December 2008 are as follows: a. Lawsuit from The Tjin Koks for compensation of building placement on location at Jl. Pintu Besar Selatan, West Jakarta in 1962 1964; Status: The Bank and Provincial Government of DKI Jakarta were lose and obliged to pay the compensation b. Lawsuit to PT Bumi Perkasa Propertindo regarding the BOT Agreement which prejudicial Bank; Status: The Bank had loss at Supreme Court and currently is still in negotiation process. This lawsuit is not influential towards the Banks condition.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

135

c. Gugatan PT Multan Pandira kepada PT Prima Beton Elok dan Bank; Status: Bank menang pada tingkat Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. d. Gugatan dari Djunaidy A (mantan Direktur Umum Bank) mengenai uang penghargaan dan jasa pengabdian; Status perkara: Masih dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. e. Gugatan PT Alfa Karsa Persada sebagai bouwheer kepada PT Gelar Gatras Laras (kontraktor) dan bank (penerbit Bank Garansi). Status perkara: Masih dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. f. Gugatan CV Panca Dewi dan Ny. Tariyah terhadap jaminan yang dilelang oleh Bank DKI lebih rendah dari Nilai Riil jaminan tersebut. Status perkara: Masih dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. g. Gugatan Rooby Noor Daeng terhadap Bank DKI agar mengembalikan jaminan yang diserahkan oleh CV Relia Indah Nusantara (RIN) karena jaminan tersebut atas nama Rooby Noor Daeng. Status perkara: Masih dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. h. Gugatan Oom Komariah terhadap Bank DKI dikarenakan permohonan penghapusan bunga kredit untuk pelunasan kredit macet miliknya yang ditolak Bank DKI. Status: Bank menang dan status perkara masih dalam tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. i. Gugatan Sutikno Subandi terhadap Bank DKI dikarenakan tanah miliknya yang dibeli dari Putro Sampurno (Suami Ritanti Hartinah) dijadikan jaminan kredit oleh Ritanti Hartinah kepada Bank DKI. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. j. Gugatan Tjitra Bintoro dan Sie Buyung terhadap Bank DKI dikarenakan tanah milik mereka dijaminkan oleh CV Perdana Buana Raya kepada Bank DKI. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. k. Gugatan Rachmadi Prayogo terhadap Bank DKI dikarenakan tanah miliknya dijaminkan oleh PT Mercury Wood (MW) kepada Bank DKI. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. l. Gugata Hasanudin bin Saadan terhadap Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat dan Bank atas kepemilikan tanah oleh Bank di Kebon Sirih. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. m. Gugatan Rosita Tioniwar terhadap Bank DKI atas penyitaan tanah miliknya. Status perkara masih di tingkat Pengadilan Tinggi. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. n. Gugatan Bank kepada PT Multan Pandira atas sisa hasil lelang agunan di Jl. Hang Tuah yang ditetapkan sebagai

c. Lawsuit from PT Multan Pandira against PT Prima Beton Elok and the Bank; Status: The Bank had won at District Court, Court of Justice and Supreme Court. This lawsuit is not influential towards the Banks condition. d. Lawsuit by Djunaidy A (former General Director of the Bank) regarding employee service entitlement; Status: This lawsuit is still on the appeal stage at Supreme Court. This lawsuit is not influential to the Banks condition. e. Lawsuit from PT Alfa Karsa Persada as guarantor to PT Gelar Gatra Laras (contractor) and the Bank (Bank Guarantee issuer). Status: This lawsuit is still on the appeal stage at Supreme Court. This lawsuit is not influential to the Banks condition. f. Lawsuit from CV Panca Dewi and Ms. Tariyah regarding collateral being auctioned by Bank DKI with lower value than the real value of the collateral. Status: This lawsuit is still on the appeal stage at Supreme Court. This lawsuit is not influential to the Banks condition. g. Lawsuit from Mr. Rooby Noor Daeng against Bank DKI to return the guaramtee submitted by CV Relia Indah Nusantara (RIN) due to the fact that the guarantee is under the name of Mr. Rooby Noor Daeng. Status: This lawsuit is still on the appeal stage at Supreme Court. This lawsuit is not influential to the Banks condition. h. Lawsuit from Ms. Oom Komariah against Bank DKI due to the fact that the Bank objected her pleads for commission of credit interest in paying up her credit, classified as loss. Status: The Bank had won the case and the legal status is still at the appeal stage at Supreme Court. This lawsuit is not influential to the Banks condition. i. Lawsuit from Mr. Sutikno Subandi against Bank DKI due to the fact that the land he purchases from Mr. Putro Sampurno (husband of Mrs. Ritanti Hartinah) is pledged as collateral to Bank DKI by Mrs. Ritanti Hartinah. This lawsuit is not influential to the Banks condition. j. Lawsuit from Tjitra Bintoro and Sie Buyung against Bank DKI due to the fact that their land is pledged as collateral to Bank DKI by CV Perdana Buana Raya. This lawsuit is not influential to the Banks condition. k. Lawsuit from Mr. Rachmadi Prayogo against Bank DKI do to the fact that his land is pledged as collateral to Bank DKI by PT Mercury Wood (MW). This lawsuit is not influential to the Banks condition. l. Lawsuit from Hasanudin bin Saadan to the Head of Land Bureau of the Administration City of Central Jakarta regarding the Bank ownership on the specific land located at Kebon Sirih. This lawsuit is not influential to the Banks condition. m. Lawsuit from Rosita Tioniwar to the Bank regarding the confiscation of her property. Status: this lawsuit is still on the process at the Court of Justice. This lawsuit is not influential to the Banks condition. n. Lawsuit by the Bank to PT Multan Pandira regarding the remainder of the auction of collateral located at Jl. Hang

136

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

pembayaran piutang. Status perkara masih di tingkat Mahkamah Agung. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. o. Gugatan Bank kepada PT Wiros Konsumindo dan PT Asuransi Ekspor Indonesia atas wesel ekspor. Status perkara dimenangkan Bank dan masih dalam proses eksekusi. Bank berpendapat bahwa perkara ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi Bank. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya komitmen dan kontinjensi.

Tuah that is stated as claim payment. Status: this lawsuit is still in the Supreme Court process. This lawsuit is not influential to the Banks condition. o. Lawsuit by the Bank to PT Wiros Konsumindo and PT Asuransi Ekspor Indonesia regarding the Call Money export. Status: The Bank had won the case and currently is still on the execution process. This lawsuit is not influential to the Banks condition. The Management believes that the possible losses are adequate to cover the loss possibility of the uncollected commitments and contingencies.

18. TRANSAKSI DENGAN BENTURAN KEPENTINGAN


Kebijakan, sistem dan prosedur mengenai benturan pada Buku Pedoman Perusahaan (BPP) Good Corporate Governance yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Direksi No. 65 tahun 2008 tanggal 7 Mei 2008. Penyusunan kebijakan tersebut mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yaitu PBI No. 8/4/PBI/2006 jo. PBI No. 8/14/PBI/2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum. Kebijakan benturan kepentingan mengatur antara lain, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, Pejabat Eksekutif dan Karyawan Bank DKI dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan Bank dan setiap keputusan transaksi yang mengandung benturan kepentingan wajib diungkapkan dalam notulen rapat. Selama tahun 2009, tidak terdapat transaksi dengan benturan kepentingan, dengan demikian tidak ada kerugian atau hal yang mengurangi keuntungan Bank. Transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan
Nama dan Jabatan yang Memiliki Benturan Kepentingan name And Position of Person with Conflict of Interest Nihil / None Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan name and Position of Decision maker Nihil / None

18. TRANSACTION WITH CONFLICT OF INTEREST


The policy, system and procedure concerning conflict on the Banks Working Manual (BPP) of Good Corporate Governance had been ratified through Directors Decree No. 65 of 2008 dated 7 May 2008. The formulation of that policy is refer to Bank Indonesia regulation which is PBI No. 8/4/PBI/2006 jo. PBI No. 8/14/PBI/2006 and Circular Letter of Bank Indonesia No. 9/12/ DPNP dated 30 May 2007 regarding the GCG implementation for Commercial Bank. Conflict of Interest policy constitute among other are, the member of the Board of Commissioners, member of the Board of Directors, Executive Officers and the Banks employee are forbid to take action on such matters that will cause indemnification or hampers the Banks profitability, and every decision on transaction that are considered to be on conflict on interest should be clarified on meeting resolutions. During 2009, there were no transactions that are considered to be of conflict of interest, therefore, there were no losses or aspects that hampers the Banks profitability. Transaction with Confilict of Interest

Jenis Transaksi Transaction Type

Nilai Transaksi (Jutaan Rupiah) Value of Transaction (in million Rupiah) Nihil / None

Keterangan notes

Nihil / None

Nihil / None

19. OPSI SAHAM


Untuk memperkuat struktur permodalan Bank DKI dilakukan melalui penambahan modal dari pemilik, dalam hal ini tambahan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

19. SHARE OPTION In order to strengthen the capital structures of Bank DKI, capital has been added by the proprietor in this case, the addition of Governmental Co-financing (PMP) from the Provincial Government of DKI Jakarta. Therefore, Bank DKI does not have the policy of granting the share option, such as the option for members of the Board Commissioners, the Board of Directors and Executive Officers to buy shares through share offers or share option offers as compensation for the members of the Board of Commissioners, members of the Board of Directors, and Executive Officers of the Bank.

Dengan demikian, Bank DKI tidak melakukan kebijakan dan pemberian share option, yaitu opsi untuk membeli saham oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif yang dilakukan melalui penawaran saham atau penawaran opsi saham dalam rangka pemberian kompensasi yang diberikan kepada anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

137

20. BUY BACK OBLIGASI


Selama tahun 2009 Bank DKI tidak pernah membeli kembali obligasi yang telah dikeluarkan.

20. BUY BACK BONDS


Throughout 2009, Bank DKI never repurchases the bond that has been issued.

20.1.

Peringkat Obligasi
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) menaikkan peringkat PT Bank DKI untuk periode 30 Desember 2009 sampai 1 Januari 2011, dari idA- menjadi id A dengan stable outlook. Begitu pula untuk Obligasi V tahun 2008 dengan total sebesar Rp425 miliar juga naik dari idA- menjadi id A stable outlook. Sedangkan Obligasi Subordinasi I Tahun 2008 sebesar Rp325 miliar naik dari idBBB+ naik menjadi idA- stable outlook sebagaimana Surat Nomor 006/PEF-Dir/I/2010, 007/PEF-Dir/I/2010 dan 008/PEF-Dir/I/2010 tanggal 4 Januari 2010.

20.1.

Bond Rating
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) has increased the ratings for Bank DKI for the period of 30 December 2009 until 1 January 2011, from idA- to id A with stable outlook. As for Bond V of 2008 wich amounting to Rp425 biilion was also raised from idA- to id A with stable outlook. While the 2008 Subordinated Bond I which amounting to Rp325 billion was raise from idBBB+ to idA- with stable outlook as stipulated on the Letter No. 006/ PEF-Dir?I/2010, 007/PEF-Dir/I/2010 and 008/PEFDir/I/2010 dated on 4 January 2010.

21. PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN POLITIK


Selama tahun 2009, Bank DKI tidak terlibat dalam kegiatan politik, termasuk memberikan donasi untuk kepentingan politik.

21. FUNDING FOR SOCIAL AND POLITICAL ACTIVITIES


Throughout 2009, the Bank is wholly uninvolved in political activities, including in granting donations for political interests.

22. TRANSAKSI YANG MASIH MENUNGGU PERSETUJUAN RUPS


Sampai dengan 31 Desember 2009, tidak terdapat transaksi yang masih menunggu persetujuan RUPS.

22. TRANSACTIONS THAT STILL REQUIRE THE GMS APPROVAL


There was no transaction that still awaits the decision of the AGM as of 31 December 2009.

23. PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME (APU DAN PPT)
Bank DKI telah menerapkan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU dan PPT) pada seluruh kantor cabang dan cabang pembantu. Penerapan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagaimana tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 11/28/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Bank Umum dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 11/31/DPNP tanggal 30 November 2009 perihal Pedoman Standar Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum; sesuai dengan Undang-undang Np.15 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dalam menerapkan program APU dan PPT, Bank DKI telah melakukan beberapa hal sebagai berikut: a. Menyempurnakan Buku Pedoman Perusahaan untuk dijadikan pedoman bagi unit-unit kerja operasional maupun non-operasional dalam melaksanakan penerapan program APU dan PPT pada unit kerja terkait. b. Menyempurnakan sistem informasi yang dapat mengidentifikasi, menganalisa, memantau dan menyediakan laporan secara efektif mengenai karakteristik transaksi yang dilakukan oleh nasabah,

23. ANTI MONEY LAUNDERING AND PREVENTIVE FUNDING FOR TERORISM (AML AND PFT) PROGRAMS
Bank DKI has implemented the Anti Money laundering (AML) and Preventive Funding for Terorism (PFT) principles towards all branch offices and sub-branch offices. The implementation is in accordance with Bank Indonesia regulation as stipulated in PBI No. 11/28/PBI/2009 dated 1 July 2009 concerning the implementation of Anti Money Laundering Program and Preventive Funding for Terorism (PFT) for Commercial Bank as well as Circular Letter of Bank Indonesia No. 11/31/DPNP dated 30 November 2009 regarding the Standard Manual for the Implementation of AML and PFT for Commercial Bank; that adheres with Law No. 15 of 2002 amended with Law No. 25 Year 2003 on Anti Money Laundering Act.

In applying the AML and PFT programs, Bank DKI has undertaken the following actions as follow: a. Perfecting the Banks Guideline Book to be refered as a guideline of every operational and non-operational working unit in applying the AML and PFT programs to the related working unit. b. Perfecting the information system that can identify, analyze, monitors and provides reports effectively concerning the transactions characteristic which was executed by customer, including identifying the existence

138

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

termasuk mengidentifikasi terjadinya transaksi keuangan mencurigakan (suspicious transaction), serta pelaporan transaksi keuangan mencurigakan dan transaksi keuangan tunai kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). c. Memelihara profil nasabah dengan melakukan pengkinian data terhadap informasi dan dokumen sesuai dengan ketentuan, sehingga keakuratan informasi dan dokumen dapat terjamin, serta mentatausahakannya. d. Melakuan sosialisasi kepada seluruh karyawan secara berkala baik secara internal maupun eksternal. Dalam rangka turut memberantas tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, Bank DKI berkomitmen melaksanakan program APU dan PPT sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mempertahankan standar yang tinggi terhadap penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (PMN), serta menjaga Anti Tipping Off yaitu larangan memberikan keterangan kepada pihak yang tidak berhak.

of suspicious financial transactions and the reporting of suspicious transaction and cash transaction to the Center of Reporting and Analysis of Financial Transactions (PPATK). c. Maintaining a customer profile by undertaken the updating data on every informations and documents that is in accordance with the regulation, so that the accuracy of those information and document could be guaranteed and adminitered. d. Executing regular socialization, both internal and external to all employees.

To participate in the eradication of money laundering and preventive funding for terorism, Bank DKI is committed to maintain high standards towards the principles of Anti Money Laundering and Preventive Funding for Terorism that adheres with prevailing regulation and keep a higher standard for the implementation of Know Your Customer (KYC) principles as well as maintaining the Anti Tipping Off regulation which defined as prohibition to provide information to unrightful parties. To ensure the compliance in the implementation of prevailing regulations, Bank DKI is being audited by Bank Indonesia and PPATK, each year. Since 2002 to date, the Bank had execute a periodic training and socialization both internal and external in order to enhance the knowledge and understanding of PMN and its implementation at each working unit. Furthermore, in order to execute the Know Your Customer principle, the Management forms the UKPN (Know Your Customer Work Unit) which directly supervized by the Compliance Director, in accordance with Directors Decree No. 16 year 2009 concerning the Perfection of the Organization of Bank DKI.

Bank DKI setiap tahun diaudit oleh Bank Indonesia dan PPATK guna memastikan kepatuhan dalam pelaksanaan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Pelatihan dan sosialisasi telah dilaksanakan secara berkala sejak tahun 2002 sampai dengan saat ini, baik dilakukan secara intern maupun ekstern dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai PMN dan implementasi di unit kerja. Bank DKI telah membentuk unit kerja khusus yang menangani pelaksanaan program APU dan PPT, yaitu Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) yang langsung di bawah Supervisi Direktur Kepatuhan sebagaimana keputusan Direksi No. 16 tahun 2009 tanggal 3 Februari 2009 tentang Penyempurnaan Struktur Organisasi PT Bank DKI.

24. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


Selama tahun 2009, Bank DKI telah melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan, yang mana pembahasan secara lebih detail disajikan pada pembahasan tersendiri pada halaman 152 dari laporan tahunan ini.

24. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY


In 2009, Bank DKI had engaged in several activities that relates to the corporate social responsibility, whereby further explanation is presented on page 152 of this Annual Report.

25. KELENGKAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN


Selain struktur tata kelola perusahaan, Bank DKI juga telah menyusun kelengkapan pendukung implementasi tata kelola perusahaan sesuai standar praktik terbaik. Kelengkapan tersebut mencakup standar etik perusahaan serta berbagai standar prosedur operasional yang diaplikasikan di seluruh operasional Bank DKI.

25. GOOD CORPORATE GOVERNANCE TOOLS


Besides the Corporate Governance structure, Bank DKI has also composed the appendages of supports for the implementation of Corporate Governance in accordance with the standards of best practice. These appendages include the ethical standards of the company and various standards of procedures of operations applied throughout the operational activity of Bank DKI.

25.1

Kode Etik
Bank DKI berupaya menumbuhkan budaya perusahaan yang menekankan perilaku profesional, keterbukaan, tanggung jawab, akuntabilitas

25.1.

Code of Ethics
Bank DKI tries to build a corporate culture that emphasizes a professional principle such as openness, responsibility, accountability and fairness

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

139

dan kewajaran sebagi unsur-unsur Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Dengan Visi dan Misi yang baru, telah tertransformasikan rumusan budaya kerja yang digali dari proses internalisasi yang menjadi panduan bagi seluruh karyawan Bank DKI sekaligus sebagai code of conduct ataupun sebagai kode etik dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Rumusan budaya kerja itu terangkum sebagai nilainilai budaya kerja yang terdiri dari: 1. Komitmen, yaitu pernyataan nilai dari menjunjung tinggi nilai-nilai yang disepakati dan bertanggung jawab dengan sepenuh hati. 2. Teamwork, yaitu pernyataan nilai dari kerjasama yang didasari semangat saling menghargai dan menghormati untuk mencapai hasil yang terbaik. 3. Profesional, yaitu pernyataan nilai dari melaksanakan tugas sesuai dengan keahlian, ketrampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kode etik bankir. 4. Pelayanan, yaitu pernyataan nilai dari memberikan layanan terbaik kepada seluruh nasabah dengan sikap ramah, sopan, tulus dan rendah hati sehingga dapat memberikan kepuasan. 5. Disiplin, yaitu pernyataan nilai dari melaksanakan tugas secara tepat waktu, tepat guna, dan tepat manfaat. 6. Kerja keras, yaitu pernyataan nilai dari melaksanakan tugas dengan segala daya upaya untuk mencapai hasil terbaik. 7. Integritas, yaitu pernyataan nilai dari membangun kepercayaan dengan menjaga kejujuran, tanggung jawab, moral, serta satu kata dengan perbuatan.

as part of the Good Corporate Governance aspects. With the new vision and mission, the Bank has transformed its corporate culture that was derived from an internal process that serves as a formula for all of Bank Dikes employees while, at the same time, serves as the code of conduct or even as the code of ethics for executing its tasks on a daily basis. The formula for corporate culture is embedded as its corporate values that comprise of the following: 1. Commitment, in the form of a values statement that upholds the agreed values and responsible in wholeheartedly. 2. Teamwork, in the form of statement values to work together on the basis of mutual respect, sprit and recognition to achieve an optimum results. 3. Professional, in the form of a statement values from implementing tasks in accordance with ones expertise, skill and knowledge within their respective fields to achieve optimum performance by upholding the bankers code of ethics. 4. Service, defined as the form of a statement values to provide the best service to all customers in a polite, friendly, honest, and humble manner to achieve customer satisfaction. 5. Discipline, defined as the form of a statement values that calls for the implementation of tasks on a timely, effective and efficient manner. 6. Hard Work, defined as the form of a statement values in implementing tasks with all effort to achieve the best results. 7. Integrity, defined as the form of a statement values that builds trust by upholding honesty, responsibility, morals, and unity in action.

26. PERISTIWA PENTING SETELAH TANGGAL NERACA


a. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 14 Januari 2010 yang risalah rapatnya didokumentasikan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H. No. 12 tanggal 14 Januari 2010, secara musyawarah menyetujui: a.1. Pengesahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebesar Rp10.834.562.950 dengan rincian: sebanyak Rp10.834.000.000 menjadi tambahan untuk pemenuhan modal disetor Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. sebanyak Rp562.950 dimasukkan sebagai cadangan modal disetor.

26. SUBSEQUENT EVENTS


a. Based on the Extraordinary General Meeting of Shareholders on 14 January 2010, as stated on Notarial deed No. 12 dated on 14 January 2010 that was made and witnessed by Ny. Poerbaningsih Adi Warsito S.H., the meeting, under unanimous decision had given its approval on the followings: a.1. The ratification of Equity Placement of the Provincial Government of DKI Jakarta for a total of Rp10.834.562.950 with details as follows: A total of Rp10.834.000.000 placed as additional paid-in capital from Provincial Government of DKI Jakarta. A total of Rp562.950 placed as reserved paid-in capital. With these additional capital, the composition of shareholders are as follows:

Dengan adanya tambahan modal tersebut maka susunan kepemilikan saham menjadi sebagai berikut:

140

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

dalam Rupiah

in Rupiah

Jumlah Lembar Total Shares


Saham Seri A (Monumen Nasional) Pemerintah Propinsi DKI Jakarta Saham Seri B Pemerintah Propinsi DKI Jakarta PD Pasar Jaya Jumlah 200.000 410.159 1.000 611.159

Persentase Percentage
32,72 67,11 0,17 100

Jumlah Total
200.000.000.000 410.159.000.000 1.000.000.000 611.159.000.000 Provincial Government of DKI JAkartas Shares of Series A (National Monument) Provincial Government of DKI JAkartas Shares of Series B PD Pasar Jaya Total

a.2. Pemberhentian dengan hormat Direksi Bank dan pengangkatan Direksi Bank sementara sampai ditetapkan Direksi Bank yang definitif yaitu seluruh Direksi kecuali Direktur Pemasaran yaitu Muhamad Irfandi, sehingga susunan Direksi Bank menjadi sebagai berikut: Direktur Utama : Winny Erwindia Direktur Kepatuhan : Aris Anwari Direktur Keuangan : Mamad Sachroni Direktur Operasional : Ilhamsyah Joenoes b. Berdasarkan Keputusan DIrektur Jenderal Pajak No. KEP-00008.PPH/WPJ.06-KP.1203/2010 tanggal 18 Januari 2010, diputuskan pengembalian kelebihan Pembayaran Pajak PPh Pasal 25/29 Badan Tahun 2006 sebesar Rp1.228.771.982 atau sebesar Rp2.152.243.600 diperhitungkan dengan hutang pajak penghasilan pasal 23 dan pasal 4(2) final sebesar Rp923.471.628 c. Pada tanggal 10 Maret 2010 Bank telah menerima pembayaran dari Bank Indover sebesar Rp2.623.945.214 atau Euro 193.757,34 melalui Deutsche Bank AG Frankfurt. d. Sehubungan dengan Surat Edaran Bank Indonesia (SE-BI) No. 11/33/DPNP tanggal 8 Desember 2009 tentang penerapan PAPI (revisi 2008) terkait dengan penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2006), instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan, serta PSAK No. 55 (Revisi 2006), instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengukuran, yang berlaku secara prospektif untuk periode yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2010, Bank telah menerapkan secara bertahap kedua PSAK tersebut dan direncanakan dapat diterapkan secara menyeluruh paling lambat tanggal 31 Desember 2011. Disamping itu Bank telah menyampaikan laporan realisasi action plan penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2006) dan PSAK 55 (Revisi 2006) kepada Bank Indonesia melalui surat Bank No. 03/DIR/GPS/I/2010 tanggal 28 Januari 2010.

a.2. Respectfully dismissed the Board of Directors and temporarily appointed the Acting BOD except the Marketing Director, Muhamad Irfandi, until a definitive composition is determine, thus the composition of the BOD is as follows: Winny Erwindia : President Director Ilhamsyah Joenoes : Operations Director Mamad Sachroni : Finance Director Aris Anwari : Compliance Director b. Based on General Director of Taxs Decision No. KEP-00008.PPH/WPJ.06-KP.1203/2010 dated 18 January 2010, that determine to return the Over Payment of Income Tax Article 25/29 of 2006 which amounting to Rp1,228,771,982 or at the amount of Rp2,152,243,600 that was calculated as final tax payable of article 23 and article 4(2) which amounting to Rp923,471,628 c. On 10 March 2010, the Bank had received payment from Bank Indover which amounted to Rp2,623,945,214 or Euro193,757.34 through Deutsche Bank AG Frankfurt. d. In relation to the Circular Letter of Bank Indonesia No. 11/33/DPNP dated 8 December 2009 regarding the PAPI application (2008 revised) that related to the application of PSAK No. 50 (2006 revised),Financial Instruments: Presentations and Disclosures, and PSAK No. 55 (2006 revised), Financial Instruments: Presentations and Measurements, that valid prospectively for the period of 1 January 2010, the Bank had gradually implement the two PSAK and planed to thoroughly implement it at the latest is by 31 December 2011.

In addition to that, the Bank had submitted the realization report on the implementation of PSAK No. 50 (2006 revised) and PSAK 55 (2006 revised) to Bank Indonesia trhough the Letter No. 03/DIR/GPS/I/2010 dated 28 January 2010.

27. KESIMPULAN UMUM HASIL SELF ASSESSMENT PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 jo. Peraturan Bank Indonesia No. 8/14/PBI/2006 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 perihal: Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum, Bank wajib melakukan penilaian (self assessment) atas

27. GENERAL OVERVIEW OF THE SELF ASSESSMENT ON THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Based on the Bank Indonesias Regulation No. 8/4/PBI/2006 and Bank Indonesia Circular Letter No. 9/12/DPNP dated 30 May 2007 concerning: Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, Banks are required to carry

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

141

pelaksanaan Good Corporate Governance. Berkaitan dengan hal tersebut, Bank DKI telah melakukan self assessment GCG, dengan kesimpulan sebagai berikut.

out a self assessment of its implementation of Good Corporate Governance. In relation to this, Bank DKI has carried out a GCG self assessment, with the following outcome.

27.1.

Nilai Komposit dan Predikat Komposit


Berdasarkan hasil penilaian (self assessment) terhadap 11 (sebelas) Faktor Penilaian Pelaksanaan Good Corporate Governance, maka diperoleh Nilai Komposit Hasil Akhir Self Assessment Pelaksanaan Good Corporate Governance PT Bank DKI periode Desember 2009 adalah sebesar 1,90 dengan Predikat Komposit Baik.

27.1.

Composite Score and Composite Predicate


Based on the self assessment results towards the 11 (eleven) Factors for the Assessment on the Implementation of Good Corporate Governance, the Composite Score for Bank DKIs Good Corporate Governance Implementation based on Self Assessment Final Results for December 2009 period was 1.90 with the composite predicate Good.

27.2.

Peringkat masing-masing Faktor


Dari hasil analisis self assessment yang dilakukan terhadap kriteria/indikator per Sub Faktor/Faktor Penilaian sesuai Kertas Kerja Self Assessment Good Corporate Governance, diperoleh peringkat per Faktor Penilaian tabel di bawah.

27.2.

Ranking of the respective Factors


Based on the self assessment analysis result that was performed on the Sub Factor/Scoring Factor criteria/indicator which is inline with the Good Corporate Governance Self Assessment Working Paper, a secured ranking based on a Scoring Factor is shown on the table bellow:

No. FAKTOR PENILAIAN Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite Penanganan Benturan Kepentingan Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank Penerapan Fungsi Audit Intern Penerapan Fungsi Audit Ekstern Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait dan Debitur Besar Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal Rencana Strategis Bank

PERINGKAT RAnK 2

EVALUATIOn FACTORS Implementation of the Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners Implementation of the Duties and Responsibilities of the Board of Directors Completion and implementation on Committee Duties Management of Conflict of Interest Implementation of the Banks Compliance function Implementation of the Internal Audit Function Implementation of the External Audit Function Implemetation of the Risk Management and Internal Control Function Funding to Related Parties and Large Exposure Transparancy of Financial Condition and Non Bank Finances, Report of GCG Implementation and Internal Reporting Bank Strategic Plans

2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 2 3 2 3 1 3 1 2 2

11

KETERANGAN
Nilai Komposit < 1,5 1,5 < Nilai Komposit < 2,5 2,5 < Nilai Komposit < 3,5 3,5 < Nilai Komposit < 4,5 4,5 < Nilai Komposit < 5

PREDIKAT KOMPOSIT
Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik

COMPOSITE PREDICATE
Very Good Good Good Enough Poorly Not Good

DESCRIPTION
Composite Score < 1,5 1,5 < Composite Score < 2,5 2,5 < Composite Score < 3,5 3,5 < Composite Score < 4,5 4,5 < Composite Score < 5

142

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

27.3.

Permasalahan, Rencana Tindak Lanjut dan Target Waktu


Sesuai Kertas Kerja Self Assessment Good Corporate Governance, disimpulkan bahwa dalam implementasi Pelaksanaan Good Corporate Governance periode Desember 2009, masih terdapat beberapa kelemahan yang perlu segera ditindaklanjuti, antara lain sebagai berikut: PERMASALAHAN MATTER ARISING

27.3.

Problems, Action Plan, and Target Deadline


In accordance with the Good Corporate Governance Self Assessment Working Paper, the implementation of Good Corporate Governance for the period of December 2008 continues to show a number of weaknesses that need to be rectified which includes, among others, the following:

No.
1

RENCANA TINDAK LANJUT FOLLOW UP PLAN


Mengoptimalkan proses pengangkatan Komisaris dan Komisaris Independen yang baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. The optimization of the appointment a new Commissioner and Independent Commissioner at the Extraordinary General Meeting of Shareholders. Mengoptimalkan proses pengangkatan anggota Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Komite Remunerasi dan Nominasi setelah pengangkatan anggota Dewan Komisaris. The optimization of the appointment process for the Audit Committeee, Risk Oversight Committeee as well as the Remuneration and Nomination Committeee members after the appointment of the Board of Commissioner. Mengoptimalkan upaya penyelesaian Komitmen Bank sesuai target waktu yang telah disepakati. The optimization of the Banks Commitment effort to meet the agreed targeted time. Melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (auditor SKAI) serta perbaikan sistem pelaporan dan pemantauan tindak lanjut temuan audit oleh auditee. Undertakes the enhancement of quantity and quality of human resources (SKAI auditor) and the improvement for reporting and monitoring system for audit findings by the auditee. Menyusun Buku Pedoman Perusahaan untuk seluruh risiko serta membangun Pengendalian Risiko. Formulation of the Banks Guideline Book for the entire risk and the formulation of Risk Control . Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang handal. Develop a reliable Management Information System (MIS). Melakukan evaluasi atas progress RBB tahun 2009 melalui Rapat Pengurus, Rapat Direksi dan Rapat Manajemen. Conduct an evaluation towards the progress of 2009 BBP through the Executive Meeting, Board Meeting and the Management Meeting

TARGET WAKTU DEADLINE


September 2010 September 2010

Komposisi Dewan Komisaris belum sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia, yaitu jumlah Komisaris Independen paling kurang 50% dari jumlah anggota Dewan Komisaris. The Composition of the Board of Commissioner have not complied with Bank Indonesia regulation, whereby the number of Independent Commissioner should comprise to 50% from the total member of the Board of Commissioners.

Bank belum mengangkat anggota terbaru dari Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Komite Remunerasi dan Nominasi The Bank have not appoint a new member for the Audit Committeee, Risk Oversight Committeee as well as the Remuneration and Nomination Committeee.

September 2010 September 2010

Pemantauan Kepatuhan Bank terhadap Komitmen (action plan) penyelesaian temuan hasil pemeriksaan) yang telah dibuat perlu ditingkatkan. Monitoring the Compliance of the Bank towards action plan for the settlement of the audit findings need to be improved.

Setiap Bulan Every Month

Pelaksanaan tugas audit intern Bank cukup efektif, kuailtas pelaksanaan fungsi audit intern perlu ditingkatkan. The implementation of duties from the Banks internal audit is quite effective, the quality of implementing the internal audit function needs to be improved.

Desember 2010 December 2010

Beberapa jenis risiko belum memiliki Buku Pedoman Perusahaan yang memadai dan pembangunan data serta sistem belum dapat dilaksanakan. Several type of risk which have not been supported with adequate Guideline Books and the development of data and system have not been undertaken.

September 2010 September 2010

Pelaporan internal Bank belum didukung dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang handal. The Banks internal report have not been supported with the reliable Management Information System (MIS).

Desember 2010 December 2010

Realisasi Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2009, belum sepenuhnya sesuai target. The realization of the Banks Business Plan (BBP) of 2009 which have not completely meet the target

Secara Berkala (Bulanan) Regularly (per Month)

27.4.

Kekuatan Pelaksanaan GCG


PT Bank DKI memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten. Komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan langkah-langkah peningkatan praktik GCG antara lain:

27.4.

Strength of Implementing Good Corporate Governance


PT Bank DKI upholds the commitment to consistently implement the principles of Good Corporate Governance (GCG). This commitment is evident by undertaking several steps to enhance GCG practices that includes:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

143

1. Bank DKI telah membentuk unit kerja khusus yang menangani pelaksanaan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, yaitu Unit Kerja Prinsip Mengenal Nasabah (UKPN) yang angsung dibawah supervisi Direktur Kepatuhan sebagaimana Keputusan Direksi No. 16 Tahun 2009 tanggal 3 Februari 2009 tentang Penyempurnaan Struktur Organisasi PT Bank DKI. 2. Berpartisipasi dalam penghargaan Corporate Governance Perception Index (CGPI) tahun 2009 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) dan majalah SWA dengan hasil penilaian untuk peserta Non Emiten-Non BUMN Keuangan Kategori Terpercaya. 3. Membuat Piagam GCG sebagaimana telah diberlakukan dengan Keputusan DIreksi No. 268 Tahun 2009 tanggal 31 Desember 2009 tentang Pemberlakuan Piagam GCG PT Bank DKI dan didistribusikan kepada seluruh karyawan PT Bank DKI. 4. Dalam rangka meningkatkan efektifitas fungsi manajemen risiko, Bank DKI telah bekerjasama dengan konsultan untuk menerapkan Enterprise Risk Management (ERM). ERM merupakan suatu pengelolaan risiko perusahaan secara menyeluruh dan terintegrasi, yang menyelaraskan visi dan misi dengan strategi pemilihan risk appetite dan risk tolerance serta tindakan mitigasi yang akan dilakukan sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.

1. Bank DKI has formulate a special working unit responsible to handle the implementation of Anti Money Laundering and Preventive Funding for Terorism, which is Know Your Customer Working Unit (UKPN) under direct supervision of Compliance Director as stipulated on Directors Decree No. 16 of 2009 dated 3 February 2009 regarding the Completion of PT Bank DKI Organizational Structure. 2. Participate on the 2009 Corporate Governance Perception Index Awards which was held by The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) and SWA magazine and resulted in the assessment result of Trusted for Non Issuer-Non-Financial SOE category.

3. Bank DKI has formulated the Good Corporate Governance Company Charter that has been implemented trough Directors Decree No. 268 of 2009 dated 31 December 200 regarding the Application of GCG Charter of PT Bank DKI and distributed to the entire employee of the Bank. 4. In order to enhance the effectiveness of risk management function, Bank DKI is working closely with consultant to implement the Enterprise Risk Management (ERM). ERM defined as a thorough and integrated risk management that harmonizes vision and mission with the strategy of risk appetite and risk tolerance as well as mitigation act which will be conducted to achieve the Banks objective.

PT Bank DKI Dewan Komisaris The Board of Commissioners Direksi The Board of Directors

Mara Oloan Siregar Komisaris Utama (Caretaker) President Commissioner (Caretaker)

Winny Erwindia Direktur Utama President Director

144

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

27.5.

Kegiatan yang terkait dengan GCG selama tahun 2009


No. 1 TANGGAL / DATE 6 Januari 2009 6 January 2009 KETERANGAN

27.5.

The 2009 GCG Related Activity

DESCRIPTIOn Bank DKI carried out a kick off to the Internal Audit Group revitalization program called TOPI (Transparent, Objective, Professional and Independent)

Bank DKI melakukan kick off revitalisasi Grup Audit Intern yang disebut dengan Program TOPI (Transparan, Objektif, Profesional dan Independen).

13 Maret 2009 13 March 2009

Bank DKI selenggarakan Seminar Setengah Hari bersama Komisi Pemberantasan Korupsi RI dengan tema Mencegah dan Memberantas Korupsi di Lingkungan BPD dengan narasumber Direktur Gratifikasi KPK, Lambok Hutauruk.

Bank DKI held a half day seminar in coordination with the Republic of Indonesia Commission for Anti Corruption under the theme of How to Prevents and Againsts Corruption at CPD surroundings with Gratification of KPK Director. Lambok Hutauruk as a speaker

11 Agustus 2009 11 August 2009

Bank DKI berpartisipasi dalam Pelatihan Peran Bank Dalam Mencegah serta Memberantas Kejahatan Perbankan, TIndak Pidana Perbankan dan Implementasi APU/PPT yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan BPD SI, dabn Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Bank DKI is participated on the Workshop Role of the Bank To Prevent and Against Banking Criminal, Banking Civil Act and the Implementation of AML/ PFT which was held by Communication Forum of BPD SI Compliance Director, and the reporting and analysis of financial transactions centers (PPATK).

21 Oktober 2009 21 October 2009

Bank DKI selenggarakan Seminar dengan tema Implikasi Acquit Et DeCharge atas Kepengurusan dan Pengawasan Perusahaan di Lingkungan BUMD dalam Forum Komunikasi BUMD dengan mengundang Badan Pemeriksa Keuangan DKI Jakarta dan sejumlah ahli ekonomi sebagai pembicara.

Bank DKI held a Seminar under the theme The implication of Acquit Et De Charge on Managing and Monitoring the Co,panies on SOE Environment under the SOE Communication Forum whichh also invite the Financial Supervisory Board of DKI Jakarta Province and a number of economic specialist as a speaker Bank DKI is participated on the Workshop Role of the Bank To Prevent and Against Banking Criminal, Banking Civil Act and the Implementation of AML/ PFT which was held by Communication Forum of BPD SI Compliance Director, and the reporting and analysis of financial transactions centers (PPATK).

7-10 Desember 2009 7-10 December 2009

Bank DKI berpartisipasi dalam Pelatihan Peran Bank dalam Mencegah Serta Memberantas Kejahatan Perbankan, Tindak Pidana Perbankan dan Implementasi APU/PPT yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan BPD SI, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

23 Desember 2009 23 December 2009

Bank DKI mendapatkan penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya oleh The Indonesian Institute Corporate Governance (IICG) bersama Majalah SWA pada Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Band DKI received an accolades as a Trusted Company which was held by the Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG) and SWA Magazine on the event of Corporate Governance Perception Index (CGPI).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

145

Selain itu sebagai implementasi sosialisasi program kerja GCG dan Peningkatan wacana yang terkait dengan GCG, Manajemen juga menyampaikan presentasi di berbagai forum yang terkait dengan pelaksanaan GCG, diantaranya adalah:
TANGGAL DATE
9 Februari 2009 9 February 2009

In addition to that, as the implementation program for the socialization of GCG working program and the increasing overview which related to GCG, the Management had perform several presentation in various forum that related to the GCG implementation, which among other are as follows:
JUDUL MAKALAH mATERI PEMBICARA SPEAKER

No.
1

KETERANGAN DESCRIPTIOn
Rapat pembahasan penyaluran KPR bersubsidi dengan Kementrian Perumahan Rakyat Discussion Meeting on the distribution of Subsidized Mortgage & Housing in coordination with the Minister of Public Housing WIEF 5th Seminar WIEF 5th Seminar

Strategi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam Winny Erwindia Penyaluran KPR Bersubsidi Direktur Utama Strategy of Regional Development Bank on the President Director distribution of Subsidized Mortgage & Housing Winny Erwindia Transforming Market Challenges into Direktur Utama Opportunities: Regional Development Bank President Director Experience Transforming Market Challenges into Opportunities: Regional Development Bank Experience Strategi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam Menghadapi Krisis Keuangan Global The strategy of Regional Development Bank Amidst Global Financialy Crisis Peluang dan Peran BPD Seluruh Indonesia dalam Pengembangan Perbankan Syariah Daerah The Opportunity and Role of BPD throughout Indonesia in Developing Sharia Banking Implementasi Good Corporate Governance & Etika Bisnis di Sektor Perbankan The Implementation of Good Corporate Governance & Code of Ethics in the Banking Sector Peran Serta Pemerintah Swasta dalam Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas Participation from Private Government to shape up a high quality of education Aris Anwari Direktur Kepatuhan (mewakili Direktur Utama) Compliance Director (representing the President Director) Winny Erwindia Direktur Utama President Director Ilhamsjah Joenoes Direktur Operasional (mewakili Direktur Utama) Operational Director (representing the President Director) Winny Erwindia Direktur Utama President Director Winny Erwindia Direktur Utama President Director

1 Maret 2009 1 March 2009

2 Maret 2009 2 March 2009

Sespibank Ke-50 - LPPI 50th Sespibank - LPPI

19 Mei 2009 19 May 2009

Seminar Ekonomi Syariah Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN) Sharia Economic Seminar with the Indonesian Chamber of Commerce (KADIN) Dialog Interaktif Kamar Dagang & Industri Indonesia (KADIN) Interactive Dialogue with the Indonesian Chamber of Commerce (KADIN) Seminar Pendidikan - KPP DKI Jakarta Educational Seminar - KPP DKI Jakarta

13 Agustus 2009 13 August 2009

16 September 2009 16 September 2009

30 Oktober 2009 30 October 2009

JobStreet Indonesia: 2nd Indonesia Career Technology is Easy ... (and Powerfull too) Women Forum - Empowering Women Through Technology is Easy ... (and Powerfull too) Technology JobStreet Indonesia: 2nd Indonesia Career Women Forum - Empowering Women Through Technology Sespibank Ke-51 - LPPI 51st Sespibank - LPPI Implementasi Good Corporate Governance di Bank Pembangunan Daerah The implementation of Good Corporate Governance at Regional Development Bank Peran Perbankan Daerah dalam Menjaga Eksistensi Rupiah dan Peningkatan Ekonomi Daerah Perbatasan The Role of Regional Banking to keep the Rupiah Existence and the Increasing of Economy at the Regional Border

9 November 2009 9 November 2009

Aris Anwari Direktur Kepatuhan Compliance Director Winny Erwindia Direktur Utama President Director

25 November 2009 25 November 2009

Dialog dengan Bank Indonesia Dialogue with Bank Indonesia

10

30 November 2009 30 November 2009

Seminar Prospek Industri Keuangan Perbankan Tahun 2010 Prospect of Financial Banking Industry In 2010 Seminar Rapat Kerja Gubernur Seluruh Indonesia - APPSI Working Meeting for Governors throughout Indonesia - APPSI

Meningkatkan Kompetensi SDM Perbankan pada Winny Erwindia Bank Pembangunan Daerah (BPD) Direktur Utama Increasing the Competency of Human Resources at President Director Banking Industry to the Regional Development Bank Meningkatkan Peran Bank Pembangunan Daerah Winny Erwindia (BPD) dalam Pembangunan Perekonomian Daerah Direktur Utama di Era Otonomi Daerah President Director Increasing the Role of Regional Development Bank (BPD) on the Development of Regional Economy in Regional Autonomy Era

12

22 Desember 2009 22 December 2009

146

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

28. SEKRETARIS PERUSAHAAN


Bank DKI telah membentuk Sekretaris Perusahaan sejalan dengan persyaratan peraturan perundang-undangan tentang pengungkapan data perusahaan. Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab terhadap komunikasi dan penyebaran Informasi keuangan dan yang berkaitan dengan kinerja bank kepada para pemegang saham, pasar modal dan masyarakat. Sekretaris Perusahaan Bank DKI dibentuk sejak 20 September 2006 sebagaimana SK Direksi No. 17 tahun 2006 tentang Penyempurnaan struktur organisasi Kantor Pusat PT Bank DKI. Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretaris perusahaan Bank DKI dibantu oleh Divisi Kesekretariatan, Divisi Corporate Legal, sebagaimana Keputusan Direksi No. 16 tahun 2009 tentang Penyempurnaan Organisasi Bank DKI. Guna melaksanakan tugas-tugasnya, Corporate Secretary telah memiliki Buku Pedoman Perusahaan sebagaimana Keputusan Direksi No. 259 Tahun 2009 tentang Pemberlakuan BPP Corporate Secretary. Adapun sebagai Corporate Secretary telah ditunjuk Sdr. Masril Mansur sebagaimana Keputusan Direksi No. 156 tahun 2009.

28. THE CORPORATE SECRETARY


Bank DKI established Corporate Secretary in accordance with prevailing laws and regulation concerning the disclosure of corporate data. Corporate Secretary is responsible to the communication and dissemination of financial information related to the Banks performance to shareholders, capital market and public. The Corporate Secretary of Bank DKI was formed since 20 September 2006 as prescribed within the Directors Decree No. 17 of 2006 concerning Changes to the organization structure of PT Bank DKIs Head Office. In implementing its tasks, Corporate Secretary is supported by the Secretariat Division, The Corporate Legal Division, based on Directors Decree No. 16 year 2009 concerning the completion of Bank DKIs Organization. To carry out its duties, the Corporate Secretary is supported with the Corporate Manual as specified within Directors Decree No. 259 of 2009 regarding the Application of Corporate Secretary Manual Book. As specified within the Directors Decree No. 156 of 2009, The Directors appointed Masril Mansur as the Corporate Secretary.

28.1.

Daftar Keterbukaan
Berikut adalah daftar keterbukaan Bank DKI selama tahun 2009:

28.1.

List of Disclosure
Below is the list of Disclosure at Bank DKI throughout 2009:

No.
1 2 3 4 5 6 7 8

Perihal

About

Tanggal / Date

Media Cetak / Printed

The Announcement of PT Bank DKI Bonds Rating Pengumuman Rating Pemeringkatan Obligasi PT Bank DKI Periode 13 Januari 2009 - 1 Januari 2010 for the Period of 13 January 2009 - 1 January 2010 Pemberitahuan Pejabat Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI Susunan Dewan Komisaris PT Bank DKI per tanggal 5 Maret 2009 The Announcement of Corporate Secretary Executive of PT Bank DKI The Composition of the Board of Commissioners of PT Bank DKI as 5 March 2009

14 Januari 2009 Investor Daily 14 January 2009 Investor Daily 6 Februari 2009 Investor Daily 6 February 2009 Investor Daily 6 Maret 2009 6 March 2009 31 Maret 2009 31 March 2009 17 April 2009 17 April 2009 25 Mei 2009 25 May 2009 27 Mei 2009 27 May 2009 2 Juli 2009 2 July 2009 31 Juli 2009 31 July 2009 Investor Daily Investor Daily Investor Daily, Seputar Indonesia Investor Daily, Seputar Indonesia Warta Kota Warta Kota Republika, Seputar Indonesia Republika, Seputar Indonesia Warta Kota Warta Kota Investor Daily Investor Daily Investor Daily Investor Daily

Laporan Keuangan Bank DKI dan Bank DKI Syariah Financial Statement of Bank DKI and Bank DKI Periode Desember 2008 Syariah for the Period of December 2008 Relokasi Kantor Bank DKI Grup Konsumer, Grup Komersil dan Grup Mortgage & Housing Relocation of Bank DKIs office for Consumer Group, Comercial Group and Mortgage & Housing Group

Laporan Keuangan Bank DKI dan Bank DKI Syariah Financial Statement of Bank DKI and Bank DKI Periode Maret 2009 Syariah for the Period of March 2009 Peresmian dan Operasi Bank DKI cabang Bekasi Pengumuman berakhirnya tugas dan kewajiban Wali Amanat Obligasi IV Bank DKI tahun 2004 dengan tingkat bunga tetap (obligasi) Inauguration and Operation of Bekasi Branch of Bank DKI The announcement for the tenure of Custodian Bank of Bank DKIs Bonds IV of 2004 with a fixed rate (bonds)

9 10 11 12 13

Laporan Keuangan Bank DKI dan Bank DKI Syariah Financial Statement of Bank DKI and Bank DKI Periode Juni 2009 Syariah for the Period of June 2009

Peresmian dan operasi Bank DKI cabang pembantu Inauguration and Operation of Pamulang Sub-Branch 20 Agustus 2009 Warta Kota pamulang of Bank DKI 20 August 2009 Warta Kota Susunan Dewan Komisaris PT Bank DKI per tanggal 22 Agustus 2009 Peresmian dan Operasi Bank DKI Syariah Kantor Kas RS. Annisa The Composition of the Board of Commissioners of PT Bank DKI as of 22 August 2009 Inauguration and Operation of Annisa Hospital Cash Office of Bank DKI 25 Agustus 2009 Investor Daily 25 August 2009 Investor Daily 27 Oktober 2009 Republika 27 October 2009 Republika 30 oktober 2009 Investor Daily 30 October 2009 Investor Daily

Laporan Keuangan Bank DKI dan Bank DKI Syariah Financial Statement of Bank DKI and Bank DKI Periode September 2009 Syariah for the Period of September 2009

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

147

29. KOMUNIKASI INTERNAL 29.1. Majalah Champion


Dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan komunikasi internal, khususnya kepada karyawan sebagai aset Bank DKI yang tiada terhingga, Perseroan telah menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan di Bank DKI, termasuk menyampaikan program dan kebijakan Manajemen, diantaranya adalah melalui Majalah Champion yang terbit rutin secara bulanan sejak September 2006 sampai dengan sekarang. Selama tahun 2009 telah terbit sebanyak 9 edisi dengan perincian di halaman berikut.

29. INTERNAL COMMUNICATION 29.1. Champion Magazine


In implementing its activities that are related to internal communications, particularly in regards to employees which is critically regarded as Bank DKIs asset, the Corporate Secretary was disseminated information regarding activities at Bank DKI, including submission of the Managements program and policies. This includes disseminating information by means of the Champion magazine which is regularly published on a monthly basis since September 2006 up to date. During 2009, the Bank had published 9 edition with the following prescribe:
Tittle Flying Together with Bank DKI Isi Rencana Kerja Anggaran dan Strategis Tahun 2009 Content The 2009 Strategic Working and Budgetary Plan

Edisi / Edition Edisi 1/III, Januari 2009 1st Edition/III, January 2009 Edisi 2/III, Februari 2009 2nd Edition/III, February 2009 Edisi 3/III, Maret 2009 3rd Edition/III, March 2009 Edisi Khusus 4-5/III April-Mei 2009 Special Edition 4-5/III, April-May 2009 Edisi 6/III, Juni 2009 6th Edition/III, June 2009 Edisi 7-8/III, Juli-Agustus 2009 7th-8th Edition/III, July-August 2009 Edisi 9/III, September 2009 9th Edition/III, September 2009

Judul Terbang Bersama Bank DKI Change Agent Ayo Semangat! Ayo Jualan DPK Memaknai HUT ke-48 Bank DKI

Change Agent, Keep Up the Sosialisasi 247 Visi Misi dan Nilai The Socialization of 247 Vision, Spirit! KTPP DKI Mission and Values of KTPP DKI Lets Go Selling a Third Party Undian Tabungan Monas dan Fund Tabungan Simpeda Understanding The Spirit of Bank DKIs 48 Anniversary Hut Bank DKI ke-48 Monas Saving and Simpeda Saving Lottery Bank DKIs 48 Anniversary

Menjadi Tuan Rumah dikotanya sendiri Jurus Mencapai Target Akhir Tahun

Becoming a Host in Its City A Way to Achieved End of Years Target

Peluang dan Tantangan Bank DKI Opportunity and Challenge for di Jakarta Bank DKI in Jakarta Peran serta Bank DKI menjalankan amanah Peraturan Gubernur No. 75 tahun 2009 Arahan Direksi mengenai 3 Wildly Important Goals, yakni Peningkatan service excellence, penurunan NPL dan pengendalian BOPO The Role of Bank DKI to carry out trusteeship of Governors Regulation No. 75 of 2009 The Boards direction on 3 Wildly Important Goals, which are the Increasing of Service Excellence, Lowering NPLJ and Controlling BOPO

Fokus pada Tiga yang Utama

Focuss to the Three Major Factors

29.2.

SMS Broadcast
Selain itu, Bank DKI juga telah mempunyai SMS Broadcast untuk komunikasi kepada karyawan melalui SMS bagi karyawan yang mempunyai handphone dengan nomor berkode Ulang Tahun Bank DKI yaitu: 0817-110461 (11 April 61 HUT Bank DKI). Komunikasi melalui SMS ini pun dapat di reply oleh karyawan untuk menyampaikan pendapat, aspirasi maupun kritik membangun kepada Manajemen.

29.2.

SMS Broadcast
In addition to this, Bank DKI also has an SMS Broadcast to communicate with its employees via SMS for employees handphone with Bank DKIs Anniversary coded Number of: 0817-110461 (signifying 11 April 61 Bank DKIs Anniversary). This form of communication via SMS can also be replied by employees to express their opinion, aspiration, or even a critique addressed to the Management.

29.3.

Kunjungan ke Kantor Cabang


Tidak hanya itu, telah dilakukan juga sosialisasi dan pengaturan berbagai kunjungan Direksi ke cabang, cabang pembantu maupun kantor kas Bank DKI.

29.3.

Working Visit
Moreover, socialization programs and visits by the Board of Directors to branches, sub-branches and even cash offices of Bank DKI have also been carried out.

148

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Selama tahun 2009, telah dilakukan Roadshow Kunjungan Direksi ke unit-unit kerja yang dilakukan di lokasi kantor-kantor walikota yang ada di Jakarta dan yang ada di Kantor Pusat Bank DKI di Jl. Juanda III Jakarta. Seluruh karyawan dan karyawati mengikuti kegiatan tersebut sesuai jadwal yang telah ditentukan.

During 2009, The Board of Directors had conducted a Roadshow visit to several working unit located at various city hall offices throughout Jakarta and the one which located on Bank DKI Head Office at Jl. Juanda III Jakarta. The entire employee had participated on the event accordingly with the schedule.

29.4.

Perjanjian Kerja Bersama


Sebagai implementasi dari Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja maupun sebagai pelaksanaan ketentuan yang terkait dengan GCG, Manajemen Bank DKI dan Sekawan Bank DKI telah menandatangani PKB (Perjanjian Kerja Bersama) No. 01/PKB/DIR/IV/2009 pada tanggal 11 April 2009 yang merumuskan hak dan kewajiban karyawan Bank DKI secara komprehensif. PKB ini merupakan bentuk selanjutnya dari Peraturan Perusahaan Bank yang telah ada selama ini sebagaimana surat dari Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Direktur Persyaratan Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. B.17/PHIJSK/PKKA/2006 tanggal 11 Januari 2006 perihal Pengesahan Peraturan Perusahaan. Proses perundingan dilakukan Manajemen Bank DKI dengan menetapkan Tim Perunding Perjanjian Kerja Bersama Perwakilan Manajemen Perusahaan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Direksi No. 189 Tahun 2007 tanggal 28 Desember 2007. Dan perundingan kesepakatan PKB tersebut, telah dilakukan pada tanggal 21 - 22 Januari 2008, PKB tersebut telah ditandatangani bersama antara Manajemen Bank DKI dengan Pengurus Sekawan pada tanggal 11 April 2009.

29.4.

Collective Working Agreement


To fulfill the Law No. 13 of 2003 concerning Manpower as well as to implement the regulations related to GCG, Bank DKIs Management and Sekawan Bank DKI had signed a Collective Working Agreement (PKB) No. 01/PKB/DIR/IV/2009 on 11 April 2009 that comprehensively sets the rights and obligations of Bank DKIs employees. This PKB is the culmination of the Banks existing Corporate Regulations as specified in the letter from the Director General for the Maintenance of Industrial Relations and Labor Social Security Director of Work Requirements, Manpower and Transmigration Department of the Republic of Indonesia No. B.17/PHIJSK/PKKA/2006 dated 11 January 2006 concerning Ratification of Corporate Regulations. The Management of Bank DKI has even appointed the Negotiation Team to serve on behalf of the Management for the Collective Work Agreement as specified within Directors Decree No. 189 of 2007 dated 28 December 2007. The negotiations itself took place on 21 - 22 January 2008, in which the PKB itself had been signed by the Management of Bank DKI with Sekawan officials on 11 April 2009.

30. KOMUNIKASI EKSTERNAL 30.1. Website


Untuk komunikasi ekternal, Corporate Secretary mengelola website Bank, yaitu www.bankdki.co.id sebagaimana Keputusan Direksi No. 113 Tahun 2007, yang dapat diakses pengguna jaringan internet. Selain itu, juga telah mempunyai intranet yang memadai sehingga dapat berkomunikasi secara lebih efektif.

30. EXTERNAL COMMUNICATION 30.1. Website


While for external communications, the Corporate Secretary maintains the Banks website www.bankdki. co.id as prescribed within the Directors Decree No. 113 of 2007 that can be accessed by internet users. In addition to this, there is also an intranet service that serves as an effective means of communication.

30.2.

Call Center
Selain itu, dengan saluran No. telpon Call Center Bank DKI 021-2354-5555 atau 021-BDKI-5555 nasabah Bank DKI dapat menghubungi layanan petugas call center yang dapat memberikan informasi seluasluasnya tentang jasa dan layanan Bank DKI.

30.2.

Call Center
The Public can also access the Bank DKI Call Center through 021-2354-5555 or 021-BDKI-5555 for call center services that provide a variety of information regarding services and products offered by Bank DKI.

30.3.

Siaran Pers
Penyerahan laporan secara periodik dan publikasi atas informasi material serta ketepatan waktu dan akurasi atas laporan keuangan dan berbagai keterbukaan informasi lainnya selalu menjadi perhatian utama

30.3.

Press Conference
Periodic submission of the report and publication for factual information as well as punctuality and accuracy towards financial statement and several other disclosure of information had become a major

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

149

Bank DKI. Berdasarkan peraturan Bapepam-LK No. X.K.1 dan peraturan BEI No. I-E VI serta untuk meningkatkan transparansi, Bank DKI berupaya memastikan bahwa informasi material selalu dipublikasikan dan dilaporkan kepada Bapepam-LK dan BEI. Informasi material tersebut disiapkan dalam bentuk laporan dan siaran pers berikut:
TANGGAL/DATE MATERI

attention for Bank DKI. Based on Bapepam-LK regulation No. X.K.1 and IDX regulation No. I-E VI and also to increase the transparency, Bank DKI always strive to ensure that factual information had always been published and reported to Bapepam-LK and IDX. Those factual information was prepared in the form of report and the following press conference:
TITTLE

19 Januari 2009 19 January 2009 27 Januari 2009 27 January 2009 24 Februari 2009 24 February 2009

Penandatanganan perjanjian kerjasama Bank DKI dengan 5 Koperasi di lingkungan SKPD/UPKD Pemprov DKI Jakarta tentang penyediaan fasilitas pembiayaan. Penandatanganan perjanjian kerjasama Bankon)Bank DKI dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri tentang penyaluran kredit Pundi Monas melalui penempatan dana Yayasan Damandiri di Bank DKI. Penandatanganan naskah kesepahaman bersama antara Bank DKI dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang penyaluran Bantuan Operasional Sekolah senilai Rp525 miliar untuk 3.980 sekolah dan penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan senilai Rp850 Miliar untuk 2.545 sekolah. Bank DKI membagian hadiah berupa emas murni kepada para nasabahnya yang menabung di Tabungan Monas untuk periode ke 2 Tahun IV/2009. Laba sebelum pajak Bank DKI periode Desember 2008 mengalami pertumbuhan sebesar 14,67%. Bank DKI berpartisipasi memberikan bantuan kepada korban bencana Situ Gintung sebesar Rp100 Juta yang berasal dari sumbangan para karyawan, UPZ (Unit Pelayanan Zakat) Bank DKI maupun dari manajemen Bank DKI. Penyerahan bantuan dimaksud dilakukan di selasela peringatan Hari Ulang Tahun ke 48 Bank DKI. Bank DKI menerima penghargaan sebagai Bank Pembangunan Daerah Terbaik dalam Banking Effeciency Awards 2009 oleh Harian Bisnis Indonesia. Penandatanganan perjanjian sindikasi kredit untuk pendanaan 13 proyek PLTU 10.000 MW senilai Rp4,732 Triliun antara PT. PLN (Persero) dengan 23 Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam sindikasi Asbanda-PLN Merah Putih. Bank DKI berlaku sebagai lead arranger dengan co lead arranger Bank Jatim dan Bank Papua. Bank DKI menandatangani nota kesepahaman penjaminan asuransi selama lima tahun dengan 5 perusahaan asuransi sekaligus yaitu PT. Asuransi Jasa Indonesia (persero), PT. Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia di Jakarta, 7 Mei 2009. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S. Gultom dan Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono men-tap JakCard di turnstile simulasi halte busway sembari mendengarkan penjelasan dari Direktur Utama Bank DKI, Winny Erwindia dan Direktur Operasional Bank DKI Ilhamsyah Joenoes usai Pembukaan APCONEX 2009, di JHCC Jakarta. Kinerja keuangan Bank DKI selama triwulan pertama tahun 2009 menunjukkan peningkatan. Sampai dengan Maret 2009, Bank DKI berhasil meraih laba sebelum pajak sebesar Rp97 miliar, tumbuh 27,63% atau naik Rp21 miliar dibandingkan Maret 2008 sebesar Rp76 miliar. Bank DKI melaksanakan kegiatan khitanan massal terhadap 137 anak dari keluarga kurang mampu yang berasal dari lingkungan sekitar Bank DKI dan beberapa Yayasan Anak Yatim Piatu yang dilaksanakan bersama dengan IIKA (Ikatan Istri Karyawan) Bank DKI sebagai Corporate Social Responsibility, dalam rangka peringatan HUT ke 48 Bank DKI. Bank DKI membuka dan mengoperasikan Kantor Cabang Bekasi yang berada di Kompleks Bekasi Mas No. D5 dan D6 B, Jl. Ahmad Yani, Bekasi Selatan pada 27 Mei 2009.

Signing of working agreement between Bank DKI and 5 Cooperatives within the surroundings of SKPD/UPKD of Provincial Government of DKI Jakarta regarding the provision of payment facility. Signing of working agreement between Bank DKI and Dana Sejahtera Mandiri Foundation regarding the distribution of Pundi Monas Credit through placement of Damandiri fund at Bank DKI. Signing of the Memorandum of Understanding between Bank DKI with the Educational Office of Provincial Government of DKI Jakarta regarding the distribution of Operational Aid for School (BOS) which amounting to Rp525 billion to a total of 3,980 schools and the distribution Operational Aid for Education (BOP) which amounting to Rp850 billion for a total of 2,545 school. Bank DKI present a pure gold prizes to its customers whom had an account at Monas Saving for the Period 2 Year IV/2009. Bank DKIs profit before tax for period of December 2008 exxperience an outgrowth for a total of 14.67%. Bank DKI participated in providing a donation to Situ Gintung victims for a total amount of Rp100 million which derived from employee donation, UPZ (Unit Pelayanan Zakat) Bank DKI and from The Management of Bank DKI. The donation was given on the inauguration of Bank DKIs 48 Anniversary. Bank DKI received an award as The Best Regional Development Bank on 2009 Banking Efficiency Awards, which was held by Bisnis Indonesia Daily. Signing of syndicated loan agreement between PT PLN (Persero) and 23 Regional Development Bank, which was united Asbanda-PLN Merah Putih to finance the 13 project of PLTU 10,000 MW which amounting to Rp4.732 trillion. Bank DKI act as lead arranger with Bank Jatim and Bank Papua as co lead arranger. Signing of a Memorandum of Understanding between Bank DKI and five insurance companies which are PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero), PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 and PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia regarding five years insurance guarantee, this was held at Tugu Pratama Indonesia in Jakarta on 7 May 2009. Deputy Senior Governor of Bank Indonesia, Miranda S. Gultom and Chairman of Perbanas, Sigit Pramono was tapping JakCard at turnstile simulation of busway shelter and listening to the explanation from President Director of Bank DKI, Winny Erwindia and Operational Director of Bank DKI, Ilhamsyah Joenoes after the opening of 2009 APCONEX at JHCC in Jakarta. Financial performance of Bank DKI on the first quarter of 2009 shows an increase. As of March 2009, Bank DKI gain a total profit before tax of Rp97 billion, grew by 27.63% or increase Rp21 billion compare to the 2008 result of Rp76 billion. Bank DKI carried out a mass circumcision activity towards 137 unfortunate children from surrounding of Bank DKI office and several orphanage foundations, which was held in coordination with IIKA (The employees wife union) of Bank DKI as part of their Corporate Social Responsibility and in commemoration of Bank DKIs 48 Anniversary. Bank DKI opened up and operates the Bekasi Branch Office which was located at Bekasi Mas Complex No. D5 and D6 at Jl. Ahmad Yani, South Bekasi on 27 May 2009.

28 Februari 2009 28 February 2009 30 Maret 2009 30 March 2009 11 April 2009 11 April 2009

23 April 2009 23 April 2009 24 April 2009 24 April 2009

7 Mei 2009 7 May 2009

13 Mei 2009 13 May 2009

19 Mei 2009 19 May 2009

20 Mei 2009 20 May 2009

27 Mei 2009 27 May 2009

150

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

13 Juni 2009 13 Juni 2009

Dalam rangka Rapat Anggota Tahunan Induk Koperasi Pondok Pesantren, Bank DKI bersama Pondok Pesantren Asshidiqiyah selengarakan silaturahmi nasional kyai/pengasuh Pompes se Indonesia. Bank DKI bersama Badan Kepegawaian Nasional dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tingkatkan pelayanan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan menerbitkan Kartu Pegawai Elektronik pada saat peresmian Bank DKI kantor kas di Kantor Badan Kepegawaian Negara di Jakarta. Di semester pertama tahun 2009, kinerja keuangan Bank DKI terus menunjukkan peningkatan. Sampai dengan Juni 2009, Bank DKI berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp157 miliar yang berarti tumbuh 40,45% (setara Rp45 miliar) dibandingkan Juni 2008 sebesar Rp112 miliar. Bank DKI memberikan hadiah sebanyak 2 unit mobil daihatsu Xenia kepada nasabah penabung tabungan Simpeda (simpanan pembangunan daerah). Pada saat yang bersamaan Bank DKI meresmikan kantor layanan Bank DKI Cabang Walikota Jakarta Timur yang ditingkatkan dari sebelumnya setingkat Cabang Pembantu serta meresmikan operasionalisasi kantor cabang pembantu pasar induk kramat jati. Bank DKI kembali membagikan hadiah emas murni kepada para penabung tabungan monas untuk periode I tahun 2009 pada 5 Agustus 2009. Pada 17 Agustus 2009, Bank DKI memperingati HUT Republik Indonesia ke 64 dengan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility dan Community Relations kepada warga sekitar kantor pusat Bank DKI di Juanda, Jakarta Pusat.

In accordance with the Annual Meeting of Pondok Pesantren Main Cooperatives, Bank DKI together with Pondok Pesantren Asshidiqiyah held a national hospitality event for kyai/Board member of the entire Pondok Pesantren throught Indonesia. Bank DKI together with National Employement Bureau (BKN) and Regional Employment Bureau (BKD) enhancing their services to the Civil Servant (PNS) within surroundings of Provincial Government of DKI Jakarta trough the launching of Employee Electronic ID Card on the inauguration of Bank DKI Cash Office at State Employement Bureau in Jakarta. In the first semester of 2009, Financial Performance of Bank DKI shows an increase. As of June 2009, Bank DKI booked a profit before tax which amounting to Rp157 billion that represent an increase of 40.45% (equal to Rp45 billion) compare to that of 2008 which amounted to Rp112 billion. Bank DKI present two units of Daihatsu Xenia as prizes to customers whom had an account at Simpeda (Regional Development Saving) Saving. Concurrently, Bank DKI also conduct an official ceremony of Bank DKI Cash Office at Jakarta Timur City Hall Branches, which expanded from a previous level of Sub-Branch Office and also conduct an official ceremony for Pasar Induk Kramat Jati Branch Office. Bank DKI present a pure gold prizes to customers of Monas Saving for Period I of 2009, which was held on 15 August 2009. On 17 August 2009, Bank DKI commemorates the 64th Anniversary of the Republic of Indonesia by undertaking several Corporate Social Responsibiilty and Community Relations Programs to the entire community within surroundings of Bank DKI Head Ofiice at Juanda, Central Jakarta.

17 Juni 2009 17 June 2009

30 Juni 2009 30 June 2009

03 Juli 2009 03 July 2009

17 Agustus 2009 17 August 2009

20 Agustus 2009 20 August 2009 21 Agustus 2009 21 August 2009

Bank DKI meresmikan operasionalisasi kantor layanan setingkat Cabang Bank DKI officially opened a service office that equal with sub-branch Pembantu di Universitas Pamulang, Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang. office in Pamulang University at Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang. Bank DKI bersama dengan Dinas Pelayanan Pajak Provinsi DKI Jakarta meresmikan Gerai Pajak Senayan City dan Pondok Indah Mall 2 di Senayan City, Jakarta. Bank DKI together with Tax Payment Services Office of Provincial Government of DKI Jakarta officially launched Tax Payment Outlet at Senayan City and Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Signing of Working Agreement on the disrtribution of Revolving Fund for economic empowerment of urban communities with service cooperatives of Bank DKI, SME and Trading of DKI Jakarta. Bank DKI provides donation which amounting to Rp700 million to a total of 2,000 orphans and unfortunate within the surrounding of Bank DKI as part of their Corporate Social Responsibillity Program that was held throught Ramadhan of 1430H. Bank DKI distribute Zakat, Infaq and Shadaqoh for a total of Rp200 million to BAZIS DKI Jakarta on 8 September 2009. On 13 September 2009, Bank DKI handed over a total donation of Rp100 million from Unit Pengelola Zakat Bank DKI trough Rumah Zakat, Jawa Barat. Bank DKI conduct credit guarantee coordination with PT Asuransi Kredit Indonesia (Asrindo), PT Asuransi Ekspor Indonesia and PT Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967 in Jakarta. Inauguration SAMSAT Drive Through Polda Metro Jaya, which can serve the payment of renewal motor vehicle tax (PKB) or renewal of Certificate Number of Vehicles (vehicle registration). Taxpayers can make payments using Bank DKIs ATM card.

2 September 2009 Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Dana Bergulir 2 September 2009 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat kelurahan antara Bank DKI dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta. 14 September 2009 Bank DKI memberikan santunan sebesar Rp700 juta kepada 2000 14 September 2009 anak yatim dan fakir miskin yang ada di lingkungan sekitar Bank DKI sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility Bank DKI yang dilakukan sepanjang Ramadhan 1430 H. Bank DKI pada 8 September 2009 menyetorkan Zakat, Infaq dan Shadaqah sebesar Rp200 juta kepada BAZIS DKI Jakarta. Pada 13 September 2009 Bank DKI menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta dari Unit Pengelola Zakat Bank DKI melalui Rumah Zakat Jawa Barat. 15 September 2009 Bank DKI jalin kerjasama penjaminan kredit dengan PT. Asuransi 15 September 2009 Kredit Indonesia (Askrindo) serta kerjasama penjaminan kredit dengan beberapa perusahaan yakni PT. Asuransi Ekspor Indonesia, PT. Asuransi Umum Bumiputeramuda 1967 (BUMIDA) di Jakarta. 25 September 2009 Peresmian Samsat Drive Thru Polda Metro Jaya yang dapat melayani 25 September 2009 pembayaran perpanjangan pajak kendaraan bermotor (PKB) atau perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Wajib pajak dapat melakukan pembayaran tersebut dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI. 27 Oktober 2009 27 October 2009 29 Oktober 2009 29 October 2009

Bank DKI meresmikan operasionalisasi kantor layanan syariah di Rumah Bank DKI officially launch the operational of Sharia Service Office at Sakit Annisa, Cikarang, Bekasi Utara. Annisa Hospital, Cikarang, North Bekasi. Laba sebelum pajak Bank DKI periode September 2009 mengalami pertumbuhan sebesar 12,77%. Bank DKIs profit before tax for the period of September 2009 experience growth of 12.77%. The distribution of scholarship funds which amounted to Rp1.075 billion was handed over to a total of 430 talented students from Educational Office of DKI Jakarta which was distributed through Bank DKI. Increasing services to its customer, Express Group launched the first electronic payment system in Indonesia that could be use in Tiara Express Taxi. In the near time, Bank DKI will collaborated with Express Group in providing similar facility for the entire ATM holder through Debit DKI services.

17 November 2009 penyaluran beasiswa dana pembinaan sebesar Rp1,075 miliar kepada 17 November 2009 430 mahasiswa berprestasi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang disalurkan melalui Bank DKI. 14 Desember 2009 Meningkatkan pelayanan kepada customernya, Express Group 14 December 2009 meluncurkan sistem pembayaran elektronik pertama di Indonesia yang dapat dipergunakan di armada Tiara Express. dalam waktu dekat ini Bank DKI akan berkolaborasi dengan Express Group dalam menyediakan fasilitas serupa untuk seluruh pemegang kartu ATM-nya melalui layanan Debit DKI.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

151

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

Bank DKI menyadari bahwa keberhasilan atas pencapaian kinerja dan prestasi selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Karenanya sebagai wujud dari apresasi atas dukungan masyarakat serta sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat di lingkungannya, berbagai kegiatan sosial telah menjadi bagian penting dari perseroan dan dilaksanakan secara berkesinambungan. Sepanjang Tahun 2009, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank DKI memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan alam dan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dari perseroan dan dilaksanakan secara transparan, akuntable dan berkesinambungan dengan partisipasi aktif dari karyawan dan juga melibatkan peran serta masyarakat dan instansi terkait. Hal ini sejalan dengan tujuan Perusahaan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik serta dalam meningkatkan peran nyata Bank DKI ditengah masyarakat.

Bank DKI is mindful that the success of its performance and accomplishments all this time is inseparable from the support of the community. Accordingly, as a form of appreciation for this support and also as a form of responsibility to the community living around it, various social activities have become an important part of the Company and are implemented on a continuous basis. Throughout 2009, Bank DKIs Corporate Social Responsibility (CSR) activities prioritized the education, healthcare sectors as well as natural and social environments. These became an important part of the Company and are implemented transparently, continuously and with accountability with the active participation of employees and also involving the community and related agencies. This is in line with the objective of the Company to actualize good corporate governance and also to enhance the real role of Bank DKI in the community.

Lebih Dekat dengan Dunia Pendidik dan Pendidikan Melalui Program Guruku, Sahabatku.
Tidak dapat dipungkiri, pendidikan memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemajuan perkembangan suatu bangsa, bisa dilihat dari kualitas pendidikannya. Guru merupakan elemen penting dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, calon pemimpin masa depan. Karenanya perhatian terhadap guru, khusus di DKI Jakarta, menjadi salah satu perhatian penting Bank DKI sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turut memajukan pendidikan. Sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 162 Tahun 2003 tentang Mekanisme Pembayaran Gaji Guru TKN, SDN, SDLBN, SLTPN, SMUN, dan SMKN Provinsi DKI Jakarta, Bank DKI mendapat kepercayaan yang begitu besar dan terhormat untuk melayani pembayaran gaji 43.000 guru negeri di DKI Jakarta mulai dari SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Bank DKI juga menyalurkan subsidi untuk guru swasta yang jumlahnya mencapai 50.000 guru, pembayaran untuk 7.000 guru bantu dan juga dana kesra untuk 5.000 guru Kanwil Agama. Itu berarti tak kurang dari 105.839 guru sudah menjadi nasabah bank ini. Sebagai media pembayaran gaji guru, Bank DKI menyediakan Tabungan Monas dan ATM Bank DKI 24 Jam.

Up-Close with the World of Educators and Education Through the My Teacher, My Best Friend Program.
It is undeniable that education plays an important role in intellectualizing the lives of the nation and state. The progress of a nations development can be seen from the quality of its education. Teachers are important elements in intellectualizing the nations children, our future leaders. Accordingly, the concern for teachers, especially in DKI Jakarta, has grown in importance for Bank DKI in line with the commitment of the Central Government and the Provincial Government of DKI Jakarta to take part in advancing education. Pursuant to DKI Jakarta Governor Instruction No. 162 / 2003 concerning Payroll Mechanisms for Teachers of Public Kindergartens, Public Elementary, Elementary for Disabled, Junior High, Senior High, and Vocational Schools in the Province of DKI Jakarta, Bank DKI has been entrusted with the great and honorable responsibility of facilitating salary payments to 43,000 public school teachers in DKI Jakarta, ranging from elementary schools, junior and senior high, and vocational schools to special schools. Bank DKI also distributes subsidies to 50,000 private school teachers, payments to 7,000 teacher aides as well as welfare funds for 5,000 Regional Office of the Ministry of Religious Affairs teachers. This means that no less than 105,839 teachers have become customers of the Bank. Bank DKI has Monas Savings and DKI 24-hours ATMs as the means for paying teacher salaries. Bank DKI launched Its Multi Purpose Loan (KMG) program to facilitate the fulfillment of various needs by teachers, especially In improving their professionalism and knowledge. The treatment given to the teachers is in fact quite extraordinary, as the loans are collateral-free with below market interest rates.

Guna memfasilitasi terpenuhinya berbagai kebutuhan guru, terutama untuk meningkatkan profesionalitas dan pengetahuannya, Bank DKI meluncurkan program Kredit Multi Guna (KMG) Promo. Perlakuan yang diberikan kepada para guru tergolong istimewa, karena kreditnya tanpa agunan dan suku bunga di bawah harga pasar.

152

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Bank DKI yang sejak tahun 2006 dipercaya untuk menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), pada tahun 2009 kembali ditunjuk untuk menyalurkan dana BOS dari APBN sebesar Rp525 miliar untuk 3.980 sekolah dan dana BOP dari APBD sebesar Rp850 miliar untuk 2.545 sekolah. Namun demikian, pada tahun 2009 ini terdapat pemisahan rekening antara dana BOS dan BOP agar semakin accountable dan transparan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance.

Bank DKI which has been trusted to distribute the School Operational Assistance (BOS) and Operational Support of Education (BOP) since 2006, was appointed once again In 2009 to distribute BOS funds from the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) amounting to Rp525 billion for 3,980 schools and BOP funds from the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) amounting to Rp850 billion for 2,545 school. In 2009, however, the funds accounts for BOS and BOP were separated so that the disbursement could be more accountable and transparent in accordance with the principles of Good Corporate Governance. Bank DKI was also trusted by the DKI Jakarta Provincial Office of Education to distribute development funds to 430 accomplished but underprivileged students in the amount of Rp1.075 billion. This was an increase compared to 2008, when Bank DKI disbursed scholarships totaling Rp500 million from the Jakarta Provincial Office of Education to 200 accomplished but underprivileged students. The funds were distributed through Monas Savings accounts. In the effort to support education, DKI Bank carried out a number of education-oriented CSR activities during 2009, including among others distributing scholarships to accomplished but underprivileged students on behalf of the Jakarta Scholarship Foundation, providing sponsorship for various activities in the area of education, including rehabilitation assistance for educational facilities especially in areas hit by natural disasters.

Bank DKI juga dipercaya oleh Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta untuk menyalurkan dana pembinaan kepada 430 mahasiswa berprestasi kurang mampu sebesar Rp1,075 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2008, dimana Bank DKI menyalurkan bantuan beasiswa dari Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta kepada 200 mahasiswa berprestasi yang kurang mampu dengan total yang disalurkan sebesar Rp500 juta. Dana tersebut akan disalurkan melalui Tabungan Monas. Dalam upaya mendukung kegiatan pendidikan, Bank DKI melakukan sejumlah kegiatan CSR dibidang pendidikan sepanjang tahun 2009, antara lain dipercaya oleh Yayasan Beasiswa Jakarta untuk menyalurkan beasiswa kepada siswa berprestasi dan kurang mampu, pemberian sponsorship berbagai kegiatan di lingkungan pendidikan termasuk juga bantuan rehabilitasi fasilitas pendidikan khususnya di wilayah yang terkena bencana alam.

CSR Sosial Kemasyarakatan


Sebagai salah satu bentuk apresiasi dan tanggung jawab kepada masyarakat, Bank DKI memberikan kembali dalam bentuk kegiatan-kegiatan CSR yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sejumlah kegiatan kemasyarakatan termasuk di antaranya mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dukungan terhadap kegiatan kesenian dan kebudayaan masyarakat, serta tanggap terhadap upaya pelestarian terhadap lingkungan hidup terutama saat terjadi bencana alam. Kegiatan CSR Bank DKI diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk turut mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu program CSR Bank DKI di bidang kesehatan masyarakat yang rutin dijalankan adalah donor darah yang diikuti oleh karyawan Bank DKI serta melibatkan IIKA (Ikatan Istri Karyawan Bank DKI) serta Palang Merah Indonesia DKI Jakarta. Kegiatan lain yang diselenggarakan adalah khitanan massal yang diikuti oleh 137 anak yang berasal dari berbagai kalangan. Diantaranya, adalah berasal dari anak-anak warga sekitar Jl. Juanda III, maupun anak dari karyawan outsourcing Bank DKI.

CSR Social Community


As a form of our appreciation and responsibility to the public, Bank DKI gives back in the form of CSR activities aimed to support the improvement of the communitys quality of life through a number of social activities that included supporting public healthcare services, community arts and cultural activities, as well as responsiveness to nature conservation efforts, especially in the occurrence of natural disasters.

Bank DKIs CSR activities are directed toward those that are intended to support public healthcare services. One of Bank DKIs CSR programs in public healthcare that is held routinely is the blood drive, participated by the employees of Bank DKI, and involving IIKA (Bank DKI Employee Wives Association) and the DKI Jakarta Branch of the Indonesian Red Cross. Another activity was the mass circumcision of 137 children from various backgrounds. Among them are children of residents from the vicinity of Jl. Juanda III, and children of outsourced employees of Bank DKI.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

153

Untuk lebih mendukung pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini adalah pensiunan karyawan, Bank DKI juga menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil ambulance mobil jenazah kepada Persatuan Pensiunan Karyawan Bank DKI. Bank DKI juga turut berpartisipasi dalam mendirikan Gedung PKB PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di wilayah Jakarta Selatan yang digunakan untuk gedung posyandu. Bantuan dalam bentuk dukungan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Kegiatan Bank DKI yang menekankan kesehatan masyarakat tidak hanya terbatas pada kegiatan yang bersifat program aksi semata, tetapi juga kepada kegiatan edukasi budaya hidup sehat di masyarakat termasuk diantaranya ketika Bank DKI berpartisipasi dalam kegiatan lomba Kampung Bersih Narkoba antar RW. Program CSR Bank DKI juga memprioritaskan upaya menggalang kepedulian terhadap korban bencana alam. Sepanjang tahun 2009, sejumlah bencana alam yang menjadi perhatian Bank DKI adalah bencana alam di Situ Gintung, bencana gempa di Jawa Barat, Sumatera Barat. Pemberian bantuan terhadap korban bencana alam melibatkan sumbangan nyata dari karyawan Unit Pelayanan Zakat Bank DKI, seperti ketika Bank DKI memberikan bantuan kepada korban bencana Situ Gintung sebesar Rp100 Juta. Bantuan tersebut berasal dari sumbangan para karyawan, baik dari UPZ (Unit Pelayanan Zakat) maupun dari manajemen Bank DKI. Bank DKI juga menyerahkan bantuan dana untuk korban bencana gempa di Jawa Barat sebesar Rp100 juta dari Unit Pengelola Zakat Bank DKI melalui Rumah Zakat Jawa Barat serta keperluan sehari-hari seperti selimut, biskuit, mie instant, susu, air mineral, perlengkapan mandi, yang bernilai total Rp100 juta yang dikoordinir melalui Tim Penanggulangan Bencana Satkorlak PBP Provinsi DKI Jakarta untuk korban gempa di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Selain itu Bank DKI sebagai bagian dari Asosiasi Bank Pembangunan Daerah, menyerahkan bantuan untuk korban Gempa Sumatera Barat dari Bank DKI kepada Bank Nagari yang merupakan bagian dari kepedulian Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia. Sejumlah bantuan berupa pemberian bantuan sejumlah uang tunai juga diberikan Bank DKI sepanjang tahun 2009 ini diantaranya adalah santunan kepada janda-janda karyawan Bank DKI, santunan sebesar Rp700 juta kepada 2000 anak yatim dan fakir miskin yang ada di lingkungan sekitar Bank DKI, santunan kepada anak yatim dalam rangka Milad Bank DKI Syariah yang ke 5 dan juga diantaranya menyetorkan Zakat, Infaq, dan Shadaqah sebesar Rp200 juta kepada BAZIS DKI Jakarta.

To further improve services to the community, which in this case are retired Bank DKI employees, the Bank also donated an ambulance/hearse to the Bank DKI Retired Employees Association. Bank DKI also contributed to the construction of a PKB PAUD (Learning Activity Program - Early Childhood Education) building in South Jakarta which is used as a posyandu (integrated service post) building. The Banks assistance came in the form of healthcare facilities that can be utilized for the benefit of the community. The Bank DKI activities that emphasize public healthcare are not confined to activities that are merely action programs in nature, but also activities that instill a culture of healthy living in the community, including among others, when Bank DKI participated in the inter-RW (next-to-lowest administrative unit) Kampung Bersih Narkoba (Drug-Free Village) competition. The Banks CSR programs also prioritize the efforts to raise awareness of natural disaster victims. During 2009, several natural disasters that caught the attention of Bank DKI were the Situ Gintung embankment disaster and the earthquakes in West Java and West Sumatra. Aids for victims of the natural disasters involve real donations from employees of the Bank DKI Alms Service Unit, such as when the Bank provided aid to victims of the Situ Gintung disaster amounting to Rp100 million. The aid comes from employee donations, both from the UPZ (Alms Service Unit) and the management of Bank DKI.

Bank DKI also provided financial aid to the West Java earthquake victims totaling Rp100 million from its Alms Management Unit through the West Java House of Alms as well as daily necessities such as blankets, biscuits, instant noodles, milk, mineral water, toiletries, worth a total of Rp100 million, which was coordinated by the DKI Jakarta Provincial Disaster Mitigation and Evacuation Coordinating Unit for the earthquake victims in West Java and West Sumatra. Moreover, Bank DKI as part of the Association of Regional Development Banks, provided aids to victims of the West Sumatra Earthquake through Bank Nagari, constituting a part of the Pan Indonesia Regional Development Banks concern. Throughout 2009, Bank DKI also disbursed cash assistance, such as the compensation for widows of Bank DKI employees, compensation amounting to Rp700 million for 2000 orphans and the destitute compensation amounting to Rp700 million to 2000 orphans and destitute people on the occasion of Bank DKI Syariahs 5th Anniversary and also include donated Zakat, Infaq, and Sadaqah (Islamic Alms) totaling of Rp200 million to BAZIS DKI Jakarta.

154

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Bank DKI juga memperhatikan pengembangan kesenian dan kebudayaan masyarakat. Termasuk di antara kegiatankegiatan yang mencerminkan hal Ini adalah ketika Bank DKI menyumbangkan 2.000 eksemplar buku yang dikumpulkan dari karyawan Bank DKI kepada Panitia Pesta Buku Jakarta 2009 yang diselenggarakan oleh IKAPI DKI Jakarta Bank DKI memberikan hadiah 2 unit mobil kepada Pemenang Abang None pada Malam Final Pemilihan Abang dan None DKI Jakarta Tahun 2009. Bank DKI juga mendukung kegiatan Hari Anak Nasional, Hiburan Karyawan Pemprov DKI Jakarta maupun kegiatan yang terkait dengan HUT ke 482 DKI Jakarta dalam rangka mendukung pariwisata DKI Jakarta. Bank DKI memberikan bantuan 2.000 unit traffic cone kepada Polda Metro Jaya yang diserahkan bersamaan dengan Peresmian Samsat Drive Thru Jakarta Selatan. Bank DKI juga merayakan HUT RI ke 64 bersama warga Kelurahan Kebon Kelapa. Selain kegiatan yang terkait dengan kesenian dan kebudayaan, Bank DKI juga memperhatikan kegiatan religi seperti peringatan hari raya keagamaan serta setiap tahunnya mengadakan pesantren kilat untuk anak-anak karyawan Bank DKI. Di Tahun 2009 ini, Bank DKI juga berpartisipasi dalam kegiatan Silaturahmi Nasional Kyai/Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia dan kunjungan ke Media Center Pondok Pesantren Asshidiqiyah. Sepanjang tahun 2009, total dana yang telah disalurkan oleh Bank DKI untuk kegiatan CSR adalah sebesar Rp1.425.439.738 yang meliputi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Bank DKI. Program CSR Bank DKI di tahun 2010 kedepannya lebih terprogram dan berkesinambungan dengan memperhatikan penanganan CSR yang bersifat insidentil (crash program) untuk mengakomodasi pelaksanaan CSR bantuan bencana alam. Nantinya juga akan lebih diseleraskan dengan sejumlah program kerja Pemprov DKI Jakarta sebagai pemegang saham Bank DKI serta lebih melibatkan mass media untuk meningkatkan coverage pemberitaan Bank DKI di media massa untuk meningkatkan corporate image dan juga menggunakan pihak konsultan yang dapat dimanfaatkan untuk brainstorming dan update knowledge untuk penerapan program CSR.

Bank DKI is also concerned with the development of arts and culture in the community. Activities that attest to this Include when Bank DKI donated 2,000 books collected from its employees to the Committee of the Jakarta Book Fest 2009, an event organized by the DKI Jakarta IKAPI (Indonesian Book Publisher Association). Bank DKI provided two cars as prizes for the winners of to the Abang (Mister) and None (Miss) DKI Jakarta Contest 2009 Final Night. Bank DKI also supported the National Childrens Day, and the DKI Jakarta Provincial Government Employee Entertainment activities and also activities related to the 482nd Anniversary of DKI Jakarta in support of DKI Jakarta tourism. Bank DKI also donated 2,000 units of traffic cones to the Greater Jakarta Metropolitan Police coinciding with the inauguration of the SAMSAT (One-Stop Administration System) Drive-Thru in South Jakarta. Bank DKI also celebrated RIs 64th Anniversary with the residents of Kebon Kelapa Village. In addition to activities related to the arts and culture, Bank DKI is also concerned with religious activities such as the observance of religious holidays and the annual holding of pesantren kilat (very short stay at Islamic boarding school) for children of Bank DKI employees. In 2009, Bank DKI also participated in the National Gathering of the Pan-Indonesia Islamic Boarding School Scholars/Administrators and a visit to the Pondok Pesantren Asshidiqiyah Media Center. During 2009, Bank DKI disbursed a total of Rp1,425,439,738 for CSR activities covering various social activities. In 2010, Bank DKIs CSR activities will be more programmed and continuous by giving due regard to the handling of incidental CSR (crash program) to accommodate the implementation of CSR disaster relief. The activities will also be more synchronized with the work programs of the DKI Jakarta Provincial Government, as a shareholder of Bank DKI, as well as more involving the mass media to enhance news coverage and consequently its corporate image, and also employ consultants that can facilitate brainstorming and knowledge-updating for the implementation of CSR programs.

AYO ke Bank
Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk dan jasa perbankan, dan juga untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan kepada

AYO ke Bank
In order to increase public awareness and understanding of banking products and services, and also to improve the intermediary function of banks for the community, and reduce

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

155

masyarakat, dan mengurangi jumlah pengaduan nasabah, Bank DKI sejak tahun 2007 berpartisipasi dalam program edukasi perbankan Ayo Ke Bank dengan menjadi salah satu anggota Kelompok Kerja Ayo Ke Bank. Selain untuk menjaring nasabah baru, Program Ayo Ke Bank juga ditujukan untuk memberikan kesadaran kepada nasabah lama tentang hak dan kewajiban bila ada ketidaksepahaman antara nasabah dengan perbankan. Tujuan program Ayo ke Bank yang dilaksanakan oleh Bank DKI sebagaimana visi program Ayo Ke Bank yang diusung oleh Bank Indonesia adalah untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai, percaya diri, memahami fungsi dan peran, serta manfaat dan risiko produk jasa bank sehingga dapat mengelola keuangan secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa datang. Sepanjang tahun 2009, Bank DKI melaksanakan kegiatan terkait dengan program edukasi perbankan Ayo Ke Bank ke berbagai kalangan termasuk menyasar segmentasi usia dini yang di kemudian hari bisa menjadi nasabah Bank DKI. Edukasi dan sosialisasi produk perbankan Bank DKI kepada segmentasi usia dini termasuk diantaranya kepada murid-murid di sejumlah SD, SMP dan SMK yang antara lain dilakukan melalui penyebaran leaflet serta sosialisasi dan edukasi perbankan ke SD & SMP Al Azhar Jakarta Timur dan SMK Walang Jaya Jakarta Utara pada bulan Juni 2009. Langkah ini sekaligus menjadi strategi pemasaran Bank DKI. Sebagaimana dilakukan oleh bank lainnya yang melakukan program edukasi secara nasional kepada universitas-universitas di seluruh Indonesia Bank DKI pada 24 Juli 2009 juga berpartisipasi pada program nasional Education Card Day dengan melakukan sosialisasi mengenai produk kartu Bank DKI (Debit, ATM dan juga smartcard JakCard) kepada mahasiswa dan mahasiswi di Universitas Gunadarma. Tujuan dari program ini adalah agar para mahasiswa dan juga dosen memahami perbedaan antara Kartu ATM, Debit, Kartu Kredit & Pre Paid dan memahami manfaat serta risiko masing-masing produk kartu tersebut. Kegiatan edukasi perbankan juga dilakukan Bank DKI disela-sela Undian Tabungan Monas Periode I Tahun V yang dilaksanakan di Blok M Plaza pada 16 Agustus 2009 dengan mengadakan program Tabungan (Nabung Yuk) yang juga memanfaatkan momentum HUT RI yang ke 64 dengan tema Dirgahayu Tanah Airku (Edukasi masyarakat di bidang perbankan) dengan menyasar pelajar TK dan SD serta pengunjung mall dalam bentuk lomba permainan anak-anak dan sosialisasi tentang produk tabungan yang meliputi edukasi apa itu tabungan, bagaimana menabung dan apa manfaat tabungan.

the number of customer complaints, Bank DKI has since 2007 participated in the banking education program, Ayo ke Bank (Lets Go to the Bank), by becoming a member of the Ayo ke Bank Working Group. In addition to acquiring new customers, the Ayo ke Bank program also aims to increase the awareness of existing customers of their rights and obligations when disagreements occur between customers and banks. The objective of the Ayo ke Bank program as implemented by Bank DKI, as envisioned by Bank of Indonesia, is to create a society with adequate knowledge and information, confidence, and understands the functions and roles, as well as the benefits and risks of banking service products so that it can wisely manage its finances in order to improve the quality of its life in the future.

During 2009, Bank DKI held activities related to the banking education program, Ayo ke Bank, in various circles including targeting the early age segment that could become the future customers of Bank DKI. Bank DKI holds education and socialization drives on banking products for the early childhood segment including students of elementary, junior high and vocational schools, which among others was done through distribution of leaflets as well as banking socialization and education to the East Jakarta Al Azhar Primary & Junior High Schools, and the North Jakarta Walang Jaya Vocational School, in June 2009. The step became at the same time a marketing strategy for Bank DKI. As with other banks that held banking education programs on a national-scale to universities across Indonesia, Bank DKI also participated in the national Education Card Day program on 24 July 2009 by socializing its card products (debit, ATM and also the JakCard smartcard) to students of Gunadarma University. The objective of the program was to educate students and lectures alike on the difference between ATM, Debit, Credit and Pre-Paid Cards and understand the benefits and risks of each card product.

Banking education activities were also held on the sidelines of the Monas Savings Lottery Period I Year V at Blok M Plaza on 16 August 2009 by running a Savings program (Nabung Yuk), which also took advantage of the momentum of the 64th Anniversary of RI carrying the theme Dirgahayu Tanah Airku (public education in banking) by targeting kindergarten and elementary school students as well as mall visitors in the form of children competitions and socialization of savings products that include education on what savings are, how to save, and the benefits of savings.

156

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Kegiatan Ayo Ke Bank lainnya yang juga di ikuti oleh Bank DKI adalah lomba karya tulis, kartun, film pendek dan komik yang dikemas dalam program sponsorship Kontes Suara Konsumen yang diselenggarakan pada Desember 2009. Kontes Suara Konsumen diikuti oleh pelajar & mahasiswa, guru & dosen serta kalangan pers dan juga masyarakat umum. Selain itu pada Desember 2009 Bank DKI turut menandatangani komitmen bersama untuk meluncurkan produk TabunganKu dan Jargon Edukasi Perbankan 3 P (Pastikan Manfaatnya, Pahami Risikonya, dan Perhatikan Biayanya). TabunganKu ditujukan kepada pelajar dan masyarakat berpenghasilan rendah. Komitmen Bank DKI ditandai dengan penyertaan logo 3 P, Ayo Ke Bank dan Sahabat Konsumen pada setiap materi promosi Bank DKI (leaflet, banner, umbul-umbul dan spanduk produk dan jasa perbankan Bank DKI, termasuk leaflet product knowledge perbankan). Edukasi dan sosialisasi produk perbankan senantiasa dilakukan oleh Bank DKI pada setiap kesempatan, termasuk penyebaran materi promosi dan edukasi produk dan layanan perbankan diseluruh kantor layanan Bank DKI.

Other Ayo ke Bank activities also organized by Bank DKI were writing, animation, short films and comic book competitions packaged in a sponsorship program, the Consumer Voice Contest, held in December 2009. The Consumer Voice Contest was participated by secondary and university students, teachers and lecturers as well as the press and the general public. Moreover, Bank DKI co-signed a joint commitment, in December 2009, to launch the TabunganKu (MySavings) product and the Banking Education Jargon 3 P (Ensure the Benefits, Understand the Risks, and Mind the Costs). TabunganKu is intended for students and the low-income public. The Banks commitment is marked by the use of the 3 P, Ayo ke Bank and Sahabat Konsumen logos on every Bank DKI promotional material (leaflets and banners of Bank DKIs banking products and services, including banking product knowledge leaflets). Bank DKI will at every opportunity, carry out the education and socialization of banking products, including the distribution of promotional and educational materials on banking product and services at all Bank DKI branches.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

157

Aktivitas CSR
CSR Events

12.03.09 \

Bank DKI memberikan santunan kepada anak yatim dalam rangka Milad BanK DKI Syariah yang ke 5. Bank DKI gives donation to orphans in regards with the 5th Milad of Bank DKI Syariah.

11.04.09 \

Bank DKI memberikan bantuan kepada korban bencana Situ Gintung sebesar Rp100 juta yang berasal dari sumbangan para karyawan, UPZ (Unit Pelayanan Zakat) Bank DKI maupun dari Manajemen Bank DKI. Penyerahan bantuan dimaksud dilakukan di sela-sela peringatan Hari Ulang Tahun ke 48 Bank DKI. Bank DKI provide donations to the Situ Gintung victim for a total of Rp100 million which derived from employees contribution, UPZ (Unit Pelayanan Zakat) Bank DKI as well as the Management of Bank DKI. The handling over of those donation was being held on the inauguration of Bank DKIs 48 Anniversary.

11.04.09 \

Bank DKI menyerahkan bantuan mobil ambulance kepada Persatuan Pensiunan Bank DKI dan bantuan santunan kepada janda-janda karyawan Bank DKI. Bank DKI gives donation in the form of ambulance car to the Retiree Union of Bank DKI as well as compensation to the widowers of Bank DKIs employee.

17.04.09 \

Karyawan Bank DKI melakukan donor darah yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke 48 Bank DKI. Bank DKIs staff conducted a blood donor which was held on the commemoration of Bank DKIs 48 Anniversary.

20.05.09 \

Bank DKI melaksanakan kegiatan khitanan massal terhadap 137 anak dari keluarga kurang mampu yang berasal dari lingkungan sekitar Bank DKI dan beberapa Yayasan Anak Yatim Piatu yang dilaksanakan bersama dengan IIKA (Ikatan Istri Karyawan) Bank DKI sebagai corporate social responsibility, juga dalam rangka peringatan HUT ke 48 Bank DKI. Bank DKI conducted a mass circumcision towards 137 unfortunate children within surroundings of Bank DKI Office and several Orphanage Foundation, which was held in coordination with IIKA (Association of Employees Wife) Bank DKI. This event was becoming a part of corporate social responsibility and the commemoration of Bank DKIs 48 Anniversary.

09.06.09 \

Penyerahan bantuan siswa SMK Gakin dan beasiswa penerima medali pada event nasional 2009 di Jakarta oleh Pemprov DKI Jakarta melalui pembukaan rekening penerima bantuan di Bank DKI. Handling over donation for students of SMK Gakin and scholarships for those whom received a medallion on the 2009 National event in Jakarta, which was held by Provincial Government of DKI Jakarta. This was undertaken through an opening of Bank DKIs account by all recipients.

158

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

13.06.09 \

Bank DKI berpartisipasi dalam kegiatan Silaturahmi Nasional Kyai/Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia dan kunjungan ke Media Center Pondok Pesantren Asshidiqiyah. Bank DKI was participated on the event of National Hospitality of Kyai / Management of Pondok Pesantren throughout Indonesia and working visit to the Media Center of Pondok Pesantren Asshidiqiyah.

27.06.09 \

Bank DKI menyumbangkan 2.000 eksemplar buku yang dikumpulkan dari karyawan Bank DKI kepada Panitia Pesta Buku Jakarta 2009 yang diselenggarakan oleh IKAPI DKI Jakarta. Bank DKI donates a total of 2,000 books which was gathered from Bank DKIs employee to the working party of 2009 Book Festival in Jakarta which was held by IKAPI DKI Jakarta.

17.04.09 \

Karyawan Bank DKI melakukan donor darah yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke 48 Bank DKI. Bank DKIs employee conducted a blood donor which was held within the commemoration of Bank DKIs 48 Anniversary.

28.06.09 \

Bank DKI berpartisipasi dalam kegiatan Hiburan Karyawan Pemprov DKI yang diadakan di Pelataran Parkir Monumen Nasional. Bank DKI was participated in the event of Employee Entertainments from Provincial Government of DKI Jakarta which was held on National Monument Car Park.

09.07.09 \

Bank DKI berpartisipasi dalam pemberian beasiswa putra-putri Pengemudi Taksi Ekspress. Bank DKI was participated in the distribution of scholarships for children of Express Taxis Drivers.

10.07.09 \

Pesantren Kilat Putra-Putri Karyawan Bank DKI. Express Boarding School for children of Bank DKIs employees.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

159

15.07.09 \

Bank DKI memberikan hadiah 2 unit mobil kepada Pemenang Abang None pada Malam Final Pemilihan Abang dan None DKI Jakarta Tahun 2009. Bank DKI gives two units of car to the winner of Abang None on the 2009 Grand Finale of Abang None DKI Jakarta.

23.07.09 \

Bank DKI berpartisipasi dalam kegiatan Hari Anak Nasional Walikota Jakarta Pusat yang diselenggarakan di Pelataran Parkir Monumen Nasional. Bank DKI was participated in the event of National Childrens Day of Central Jakarta City Hall which was held on National Monument Car Park.

17.08.09 \

Bank DKI melakukan kegiatan bersama warga Kelurahan Kebon Kelapa dalam rangka Hari Kemerdekaan RI yang ke 64. Bank DKI conducted a collective activity with citizen of Kelurahan Kebon Kelapa on the commemoration of 64th Anniversary of Independence Day.

01.09.09 \

Bank DKI menyetorkan Zakat, Infaq, dan Shadaqah sebesar Rp200 juta kepada BAZIS DKI Jakarta. Bank DKI deposit the Zakat, Infaq and Shadaqah for a total amount of Rp200 million to BAZIS DKI Jakarta.

05.09.09 \

Bank DKI berbagi makanan sahur kepada penyapu jalanan dalam Sahur On The Road. Bank DKI sharing food for sahur to the street sweeper on the event of Sahur On The Road.

12.09.09 \

Bank DKI menyerahkan bantuan dana sebesar Rp100 juta dari Unit Pengelola Zakat Bank DKI melalui Rumah Zakat Jawa Barat. Bank DKI handed over donation for a total amount of Rp100 million from Unit Pengelola Zakat Bank DKI through the House of Zakat in Jawa Barat.

160

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

14.09.09 \

Bank DKI menyumbangkan keperluan sehari-hari seperti selimut, biskuit, mie instant, susu, air mineral, perlengkapan mandi, yang bernilai total Rp100 juta. Pemberian bantuan tersebut dikoordinir melalui Tim Penanggulangan Bencana Satkorlak PBP Provinsi DKI Jakarta untuk korban gempa di Jawa Barat dan Sumatera Barat. Bank DKI donated daily necessity such as blanket, biscuit, instant noodle, milk, mineral water, toiletries for a total of +Rp100 million. The donation was coordinated by Disaster Management Team of Satkorlak PBB of DKI Jakartas Province which was going to be distributed to earthquake victims in West Java and West Sumatra.

14.09.09 \

Bank DKI memberikan santunan sebesar Rp700 juta kepada 2.000 anak yatim dan fakir miskin yang ada di lingkungan sekitar Bank DKI sebagai bagian dari kegiatan Corporate Social Responsibility Bank DKI yang dilakukan sepanjang Ramadhan 1430 H. Bank DKI gives donation for a total amount of Rp700 million towards 2,000 orphans and less fortunate within surroundings Bank DKIs office as part of their corporate social responsibility program that has been held throughout Ramadhan 1430 H.

25.09.09 \

Bank DKI memberikan bantuan 2.000 unit traffic cone kepada Polda Metro Jaya bersamaan dengan Peresmian Samsat Drive Thru Jakarta Selatan yang diserahkan kepada Kapolda Metrojaya Irjen. Pol. Wahyono disaksikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Bank DKI gives 2,000 units of traffic cone donation to Polda Metro Jaya conterminous with the ceremony of Samsat Drive Thru in South Jakarta which was submitted to Kapolda Metrojaya, Irjen. Pol. Wahyono, witnessed by the Governor of DKI Jakarta Fauzie Bowo.

21.10.09 \

Bank DKI menyerahkan bantuan untuk korban Gempa Sumatera Barat dari Bank DKI kepada Bank Nagari yang merupakan bagian dari kepedulian Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia. Handed over the donation to earthquake victims at West Sumatra from Bank DKI to Bank Nagari, which was a part of corporate social responsibility of Indonesian Regional Development Bank.

17.11.09 \

Penyaluran beasiswa dana pembinaan sebesar Rp1.075 miliar kepada 430 mahasiswa berprestasi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang disalurkan melalui Bank DKI. The distribution of development fund scholarship amounted to Rp1,075 billion towards 430 selected students from Dinas Pendidikan of DKI Jakarta Province. The scholarship funds was distributed through Bank DKI.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

161

Dengan tetap menjalankan prinsip kehatihatian yang memadai Bank DKI berhasil meningkatkan jumlah kredit yang diberikan sebesar 8,36% dibandingkan tahun 2008, hasil yang cukup baik ditengah situasi yang penuh ketidakpastian.
With the prudential Banking principles Bank DKI sucessfully increased its lending volume by 8.36% compared to that of 2008, which was quite a satisfactory result considering that the condition was wrought with uncertainties.

162

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Pembahasan dan Analisa oleh manajemen


Managements Discussion and Analysis

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

163

Pembahasan dan Analisa oleh manajemen


Managements Discussion and Analysis
dalam Rupiah in Rupiah

Konvensional Conventional
Aset Kas dan Setara Kas Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia Penyisihan Kerugian 526.875.675.875 2.077.585.769.289 (5.350.000.000) 2.072.235.769.289 Efek-efek Rupiah Diperdagangkan Dimiliki hingga Jatuh Tempo Efek-efek Mata Uang Asing Dimiliki hingga Jatuh Tempo Penyisihan Kerugian 95.470.628.195 (7.665.181.873) 4.464.878.274.500 Kredit yang Diberikan Rupiah Mata Uang Asing Penyisihan Kerugian 6.352.419.199.253 (227.984.385.630) 6.124.434.813.625 Pendapatan yang Masih Harus Diterima Aset Lain-lain 151.332.933.905 11.601.386.002 162.934.319.907 Jumlah Aset Kewajiban Giro Rupiah Mata Uang Asing Tabungan Deposito Rupiah Mata Uang Asing Simpanan Nasabah Pinjaman Diterima Rupiah Beban yang Masih Harus Dibayar dan Kewajiban Lain-lain Jumlah Kewajiban Pendapatan Hasil Bunga Rupiah Mata Uang Asing Provisi dan Komisi Rupiah Pendapatan Bunga Pendapatan Provisi, Komisi dan Fee Pendapatan (Beban) Lainnya Jumlah Pendapatan 73.284.334.348 1.602.060.699.622 16.187.641.391 16.187.641.391 1.618.248.341.013 1.520.529.208.574 8.247.156.700 210.307.724.494 554.685.810.210 12.124.506.920.870 3.406.398.971.629 832.212.952 11.859.513.386.166 5.953.062.521.186 206.131.774.188 2.293.087.906.211 13.351.358.853.194 1.095.361.624.998 3.281.711.203.180

Syariah Sharia
2.439.147.800 41.532.751.697 41.532.751.697

Jumlah Total
Asset 529.314.823.675 2.119.118.520.986 (5.350.000.000) 2.113.768.520.986 Securities - Rupiah 1.095.361.624.998 3.286.711.203.180 Trading Held-to-Maturity Securities - Foreign Currency 95.470.628.195 (7.705.181.873) 4.469.838.274.500 Loans Held-to-Maturity Possible Losses Cash and Cash Equivalent Placement in other banks and Bank Indonesia Possible Losses

5.000.000.000

(40.000.000) 4.960.000.000

651.085.900.700 (5.701.574.759) 645.384.325.941 116.849.997 5.236.578.934 5.353.428.931 699.669.654.369

7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564 151.449.783.902 16.837.964.936 168.287.748.838 14.051.028.507.563

Rupiah Foreign Currency Possible Losses

Accrued Income Other Assets

Total Asset Liabilities Demand Deposits

34.410.456.484 67.712.174.975

5.987.472.977.670 206.131.774.188 2.360.800.081.186

Rupiah Foreign Currency Saving Deposits Deposits

272.535.414.077 374.658.045.536

3.678.934.385.706 832.212.952 12.234.171.431.702

Rupiah Foreign Currency Deposits from Customers Borrowings

106.854.026.637 481.512.072.173

210.307.724.494 161.539.836.847 12.606.018.993.043

Rupiah Accruals and Other Liabilities Total Liabilities Income Total Interest

59.149.849.768 -

1.579.679.058.342 8.247.156.700

Rupiah Foreign Currency Fees and Commissions

59.149.849.768 59.149.849.768

73.284.334.348 1.661.210.549.390 16.187.641.391 16.187.641.391 1.677.398.190.781

Rupiah Interest Income Fees, Commissions and Fee Income Income (Expense) - Others Total Income

164

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Menghadapi krisis keuangan global yang meluas sejak tahun 2008, perbankan nasional terbukti mampu bertahan dengan baik meskipun mengalami tekanan likuiditas pada enam bulan pertama tahun 2009 yang mengakibatkan perbankan sangat berhati-hati dalam pengucuran kredit dan lebih berfokus menjaga likuiditasnya. Selama enam bulan setelahnya, pada saat semakin membaiknya situasi perekonomian dalam negeri dan dunia, perbankan nasional mengejar ketertinggalannya dan secara lebih agresif menjalankan fungsi intermediasinya. Hasilnya, baki kredit perbankan nasional tumbuh sebesar 9,95% menjadi Rp1.437 triliun pada akhir 2009. Bank DKI mampu memanfaatkan dengan baik momentum tersebut. Dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian yang memadai Bank DKI berhasil meningkatkan jumlah kredit yang diberikan sebesar 8,36% dibandingkan tahun 2008, hasil yang cukup baik ditengah situasi yang penuh ketidakpastian. Yang sama menggembirakannya, sepanjang tahun 2009, Bank DKI mampu meningkatkan hampir dari seluruh sumber pendapatannya. Pendapatan bunga naik 14,15%, pendapatan provisi dan komisi naik 115,76%, pendapatan provisi dan komisi selain dari pemberian kredit naik 27,51%, keuntungan transaksi mata uang asing naik 1.777,42%, keuntungan penjualan efek naik sebesar 23,66% dan pendapatan lainnya meningkat 9,60%. Dari kenaikan pendapatan-pendapatan tersebut, Bank DKI berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 20,86%. Pertumbuhan yang signifikan juga dicapai oleh segmen perbankan Syariah. Perbankan Syariah Bank DKI secara umum telah memiliki track record kinerja yang memuaskan, independen, mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrim dan memiliki sistem pengendali risiko yang sangat kuat serta mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Menurut Dewan Pengawas Syariah, Manajemen Bank DKI Syariah telah berjalan dengan prinsip dan fungsi manajemen perbankan yang sehat didukung dengan kompetensi pemimpin Grup Syariah dan Sumber Daya Insani yang cukup memadai untuk dapat melaksanakan operasional perbankan berdasarkan prinsip syariah dan menginterpretasikan ketentuan perbankan maupun Fatwa Dewan Syariah Nasional. Hasilnya, selama tahun 2009 Bank DKI Syariah berhasil mencatat peningkatan pada semua akun-akun pentingnya: dana pihak ketiga, pembiayaan, pendapatan dan tentu saja laba usaha. Dana pihak ketiga tumbuh 77,39%, jumlah pembiayaan meningkat 6,32%, pendapatan pembiayaan meningkat 18,73% dan laba usaha mencatatkan pertumbuhan hampir sebesar 2.502,2%. Dengan memperhatikan data-data tersebut, tidak ada keraguan bahwa Bank DKI Syariah telah menjalankan fungsi perbankan syariahnya dengan sangat baik

Despite the spreading global financial crisis that started in 2008, the Indonesian banking industry proved able to firmly stand its ground, although national banks were forced to assert prudence in dispensing loans and focus on maintaining their liquidities due to a liquidity crunch that occurred in the first semester of 2009. Throughout the subsequent six-month, as local and international economic condition rebounded, the national banking industry picked up its pace and assumed its intermediary functions more aggressively. As a result, national lending cake expanded by 9.95% to Rp1,437 trillion as of 2009 year end. Bank DKI was able to leverage on this momentum. By adequately adhering to principle of prudence, Bank DKI successfully increased its lending volume by 8.36% compared to that of 2008, a satisfactory result considering that the condition was rife with uncertainties. Equally encouraging was that throughout 2009, Bank DKI had been able to increase virtually all its sources of revenue. Interest revenue climbed 14.15%, provision and commission revenue was up by 115.76%, non-loan provision and commission revenue increased by 27.51%, profit from foreign exchange transactions increased by 1,777.42%, profit from marketable securities was up by 23.66% and other revenues increased by 9.60%. With these increments, Bank DKI successfully booked a 20.86% increase in its net profit.

The Sharia banking segment also recorded a significant growth. Bank DKIs Sharia Banking segment essentially has a track record of satisfactory performance, independence, adaptability to extreme conditions and a solid risks control system as well as the ability to circumvent issues.

The Sharia Supervisory Board believes that the Management of Bank DKI Syariah has performed in accordance with sound banking management principles and function supported by the competence of the Sharia Group head and adequate HR, hence enabling it to operate with strict adherence to sharia principles and interpret banking regulations as well as the Fatwa of the National Board of Sharia. Consequently, throughout 2009, Bank DKI Syariah successfully posted increases in its key accounts: third-party funds, financing, revenue and certainly operating profit. Third-party funds grew by 77.39%, financing volume increased by 6.32%, financing revenue was up by 18.73%, whereas operating profit posted an increase of nearly 2,502.2%. Taking these figures into account, Bank DKI Syariah has no doubt performed its

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

165

Total Kredit yang Diberikan Total Outstanding Loans


dalam miliar Rupiah / in billion Rupiah
8.000 7.000 6.000 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000 0 2.593 3.526 4.756 6.247 6.770

Tahun / Year

2005

2006

2007

2008

2009

Perkembangan Kredit menurut Kolektibilitas Development Based on Collectibility

Rp5.896.220.831.647 atau 94,38% Rp218.329.777.987 atau 3,49%

Rp6.319.470.223.287 atau 93,35% Rp209.034.188.141 atau 3,09%

2008

Rp117.678.640.039 atau 1,88% Rp15.245.302.506 atau 0,24% Rp- atau -%

2009

2009

Rp74.769.799.382 atau 1,10% Rp121.728.104.632 atau 1,80% Rp44.816.824.122 atau 0,66%

Lancar | Current Dalam Perhatian Khusus | Special Mention Kurang Lancar | Substandard Diragukan | Doubtful Macet | Loss

Lancar | Current Dalam Perhatian Khusus | Special Mention Kurang Lancar | Substandard Diragukan | Doubtful Macet | Loss

Kredit yang Diberikan Berdasarkan Sektor Ekonomi Outstanding Loan Based on the Economic Sector
dalam Rupiah in Rupiah

2008
Perdagangan Umum dan Administrasi Konstruksi Jasa Bisnis Transportasi Jasa Pelayanan Sosial Industri Lain-lain Jumlah 559.428.914.598 266.705.628.251 201.186.764.498 11.585.206.873 39.365.266.648 6.340.096.848 5.392.771.167.789 6.477.383.045.505

2009
250.960.139.925 350.373.753.020 525.218.818.640 6.992.084.518 78.460.846.695 8.783.846.348 5.782.715.610.807 7.003.505.099.953 General Trading & Administration Construction Services Transportation Social Services Industries Others Total

166

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

dan memberikan kontribusi maksimal dalam kinerja Bank DKI secara keseluruhan. Dalam pembahasan berikut, akan dijelaskan lebih dalam mengenai hasil usaha, likuiditas dan kondisi keuangan Bank DKI sepanjang tahun 2009, Disertakan pula beberapa catatan mengenai kejadian-kejadian materiil yang secara langsung maupun tak langsung berpengaruh terhadap kinerja Bank DKI. Hasil-Hasil Usaha Pendapatan Bunga
(dalam Rupiah)

sharia banking role extremely well and provided maximum contribution to the overall performance of Bank DKI. The following discussion provides more detailed elaborations on the operating results, liquidity and financial condition of Bank DKI during 2009. Included are notes on significant events that either directly or indirectly affected Bank DKI is performance.

Business Results Interest Income


(in Rupiah)

2009
Pendapatan Bunga Provisi dan Komisi Jumlah 1,587,926,215,042 73,284,334,348 1,661,210,549,390

2008
1,391,071,268,628 33,965,639,935 1,425,036,908,563

%
14.15% 115.76% 16.57%

Delta
196,854,946,414 39,318,694,413 236,173,640,827 Interest Income Fees and Commissions Total

Pendapatan bunga Bank DKI termasuk pendapatan provisi dan komisi mencapai Rp1,66 triliun pada tahun 2009, meningkat sebesar Rp236 miliar atau 16,57% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2008 sebesar Rp1,43 triliun. Peningkatan pendapatan bunga terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga kredit sebesar Rp1,588 miliar atau meningkat 14,15% dibandingkan tahun 2008. Peningkatan pendapatan bunga kredit terutama disebabkan oleh peningkatan volume kredit yang diberikan sebesar Rp522 miliar atau 8,36% dari tahun 2008. Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh turunnya rata-rata suku bunga kredit dari 16,55% per tahun selama tahun 2008 menjadi 15,05% selama tahun 2009. Ratarata suku bunga kredit dalam mata uang asing adalah 24,49% pada tahun 2008 turun menjadi 8% di tahun 2009. Beban Bunga Beban bunga pada tahun 2009 termasuk di dalamnya beban provisi dan komisi meningkat sebesar Rp106,32 miliar atau 14,13% dari Rp752,61 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp858,93 miliar satu tahun berikutnya. Peningkatan ini terutama disebabkan peningkatan beban bunga simpanan rupiah sebesar Rp201,869 miliar atau 23,50% atas dampak peningkatan jumlah simpanan nasabah. Pendapatan Bunga Bersih Atas kenaikan pendapatan bunga dan beban bunga di atas, Bank DKI mencatatkan pendapatan bunga bersih tahun 2009 sebesar Rp802,28 miliar, meningkat Rp129,86 miliar atau 19,31% dari Rp672,42 miliar yang tercatat pada tahun 2008.

In 2009, Bank DKI posted an interest income amounting to Rp1.66 trillion, including provisions and commissions, up Rp236 billion or 16.57% compared to Rp1.43 trillion in 2008. This increase was mainly attributed to the increase in loan interest income by Rp1.588 billion or 14.15% compared to 2008, as a result the Rp522 billion or 8.36% growth in disbursed loans. This more or less was effected by the decrease in average loan interest rate from 16.55% per annum throughout 2008 to 15.05% throughout 2009. As for loans in foreign currencies, the average interest rate fell from 24.49% in 2008 to 8% in the 2009.

Interest Expense Interest expense in 2009, which included provision and commission expense, increased by Rp106.32 billion or 14.13%, from Rp752.61 billion in 2008 to Rp858.93 billion in the following year. This increase was mainly attributed to a Rp201.896 billion or 23.05% increase in rupiah-denominated savings interest expense resulting from the increase in customer deposits. net Interest Income Out of the above increases in interest income and expense, Bank DKI posted a net interest income of Rp802.28 billion in 2009, up by Rp129.86 billion or 19.31% from the Rp672.42 billion posted in 2008.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

167

Pendapatan Operasional Lainnya


(dalam Rupiah)

Other Operating Income


(in Rupiah)

2009
Pendapatan Jasa Administrasi dan Fee Pendapatan ATM Denda Tunggakan Kredit Pendapatan Unit Syariah Lainnya Jasa Pengiriman Uang Penalti Pelunasan Kredit Pendapatan Dividen Tunai Penutupan Rekening Simpanan Denda-denda Lain Jumlah 45.008.449.765 14.670.691.673 2.240.531.406 3.120.501.021 1.165.885.703 468.824.315 282.132.284 175.013.762 446.632.932 67.573.662.861

2008
40.070.031.240 11.613.116.730 4.049.920.475 3.299.602.926 1.071.874.241 349.154.857 401.428.449 222.273.794 578.106.170 61.655.508.882 Service Administration and Fee Incomes ATMs Income Penalties on Uncollectible Loans Sharia Unit - Other Income Funds Transfer Service Penalties on Written-off Loans Cash Dividend Closing of Deposit Accounts Other Penalties Total

Pendapatan Operasional Lainnya meningkat sebesar 9,60%, terutama disebabkan kenaikan pendapatan jasa administrasi dan fee dan pendapatan ATM masing-masing 12,32% dan 26,33%. Pendapatan jasa administrasi dan fee meningkat dari Rp40,07 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp45,01 miliar pada tahun berikutnya. Sedang pendapatan ATM meningkat dari Rp11,61 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp14,67 miliar pada tahun 2009. Beban Penyisihan Kerugian Atas Aktiva Produktif
(dalam Rupiah)

Other Operating Income increased by 9.60%, mainly attributed to the increase in incomes from administrative charges and fees, and ATM transactions, which increased by 12.32% and 26.33% respectively. Administrative charges and fees went up from Rp40.07 billion in 2008 to Rp45.01 billion the following year. Meanwhile, income from ATM transactions increased from Rp11.61 billion in 2008 to Rp14.67 billion in 2009.

Allowance for Possible Losses on Assets


(in Rupiah)

2008
PPAP Beban Kontigensi 53,987,207,049 1,104,887,153

2009
33,020,025,772 1,059,452,986

%
-38.84% -4.11%

Delta Rupiah
(20,967,181,277) (45,434,167) Allowance for Possible Losses Contingencies Expenses

Jumlah beban penyisihan kerugian atas aktiva produktif pada tahun 2009 mencapai Rp33,02 miliar, turun sebesar Rp20,97 miliar atau (38,84%) dibandingkan dengan tahun 2008 yang sebesar Rp53,99 miliar. Jumlah ini dinilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya aktiva produktif. Penurunan jumlah beban penyisihan kerugian atas aktiva produktif terutama disebabkan adanya perbaikan kualitas kredit yang diberikan. Beban Operasional Lainnya
(dalam Rupiah)

Total allowance for possible losses on assets in 2009 amounted to Rp33.02 billion, down Rp20.97 billion or 38.84% from Rp53.99 billion in 2008. The amount was deemed adequate to compensate for possible losses from unrecoverable assets. The decrease in allowance for possible losses on assets was mainly attributed to the improvement in the quality of disbursed loans.

Other Operating Expense


(in Rupiah)

2008
Umum dan Administrasi Tenaga Kerja Promosi Lain-lain Jumlah 126,441,187,829 322,749,736,298 28,507,124,342 75,987,850,054 553,685,898,523

2009
153,460,889,861 386,144,970,937 27,112,644,626 105,509,387,513 672,227,892,937

%
21.37% 19.64% -4.89% 38.85% 21.41%

Delta Rupiah
27,019,702,032 63,395,234,639 (1,394,479,716) 29,521,537,459 118,541,994,414 General and Administrative Employee Promotion Others Total

168

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Beban operasional lainnya terdiri dari beban umum dan administrasi, beban tenaga kerja, beban promosi dan beban lain-lain. Beban umum dan administrasi naik Rp27,02 miliar atau 21,37% menjadi Rp153,46 miliar di tahun 2009. Beban tenaga kerja meningkat sebesar 19,64% dari Rp322,75 miliar di tahun 2008 menjadi Rp386,14 miliar di tahun 2008. Selama tahun 2009, Bank DKI mengeluarkan tak kurang dari Rp386,14 miliar untuk pembayaran gaji, upah sekaligus tunjangan dan kesejahteraan karyawan, lebih banyak dari Rp322,06 miliar yang dikeluarkan selama tahun 2008. Termasuk dalam gaji, upah, tunjangan dan kesejahteraan karyawan di atas adalah kompensasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi pada tahun 2008 dan 2009. Secara keseluruhan, setelah ditambah dengan beban promosi dan beban lain-lain, pada tahun 2009, Bank DKI mencatatkan beban operasional lainnya sebesar Rp672,23 miliar. Dibandingkan tahun 2008, beban operasional lainnya ini meningkat Rp118,54 miliar atau 21,41%. Pendapatan (Beban) non Operasional Pendapatan (beban) non operasional terdiri dari pendapatan non operasional itu sendiri, keuntungan (kerugian) penjualan aset, pendapatan sewa, pendapatan komisi pihak ketiga, kerugian akibat selisih teller, laba (rugi) penjabaran transaksi valuta asing dan lain-lain. Pada tahun 2009, Bank DKI mencatatkan beban non operasional sebesar Rp2,99 miliar, penurunan (119,02%) dari pendapatan Rp15,73 miliar yang tercatat pada akhir tahun 2008. Pada tahun 2009, Bank DKI melakukan penjualan aset tetapnya sebesar Rp12,14 miliar, nilai buku aset tetap tersebut Rp6,55 miliar, sehingga dari transaksi tersebut Bank DKI mendapatkan keuntungan sebesar Rp5,59 miliar. manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tahun 2009 Bank DKI mencatatkan beban pajak penghasilan sebesar Rp60,49 miliar, lebih tinggi 8,92% dari beban pajak penghasilan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp55,54 miliar. Naiknya beban pajak penghasilan tentu saja dikarenakan naiknya pendapatan operasional secara umum. Laba Bersih dan Laba Bersih Per Saham Dasar Dari pencapaian kegiatan usahanya selama tahun 2009, Bank DKI mendapatkan laba bersih sebesar Rp140,69 miliar, meningkat sebesar 20,86% dibandingkan laba bersih tahun 2008, sebagai akibat dari kenaikan Pendapatan Bunga dan Pendapatan operasional Lainnya. Peningkatan Laba Bersih tersebut secara langsung berpengaruh terhadap Laba Bersih Per Saham Dasar yang meningkat dari Rp193.909 pada tahun 2008 menjadi Rp234.360 pada tahun 2009.

Other operating expense comprised general and administrative expense, personnel expense, promotion and other expenses. General and administrative expense increased by Rp27.02 billion or 21.37% to Rp153.46 billion in 2009. Personnel expense increased by 19.64% from Rp322.75 billion in 2008 to Rp386.14 billion in 2009. During 2009, Bank DKI expended no less than Rp386.14 billion in salaries and wages, including allowances and employee benefits, higher than the Rp322.06 billion expenditure in 2008. Included in the above salaries, wages, allowances and employee benefits were remunerations for members of the Board of Commissioners and Board of Directors.

As a whole, after taking into account the promotional and other expenses, Bank DKI posted an other operating expense of Rp672.23 billion. Compared to 2008, this was an increase of Rp118.54 billion or 21.41%.

non-Operating Income (Expense) Non-Operating Income (Expense) comprised the non-operating income, gain (loss) on asset, revenue from rent, third-party commission, losses due to teller difference, gain (loss) on foreign currency translation and others. Bank DKI posted a non-operating expense of Rp2.99 billion in 2009, a 119.02% decrease from its Rp15.73 billion at the end of 2008.

In 2009, Bank DKI sold its fixed assets at Rp12.14 billion, the book value of which was Rp6.55 billion, thus giving Bank DKI a profit of Rp5.59 billion.

Income Tax Asset (Expense) In 2009, Bank DKI posted an income tax expense of Rp60.94 billion, up 8.92% from the previous year is Rp55.45 billion. This increase in income tax expense did not come as a surprise considering the growth of operating income in general.

net Income and Basic Earnings per Share In 2009, Bank DKI accumulated a total of Rp140.69 billion in net income, an increase of 20.86% compared to the net income of 2008, as a result of the increase in Interest Income and Other Operating Income. This increase in Net Income had a direct impact on Basic Earnings per Share, which increased from Rp193.909 in 2008 to Rp234.360 in 2009.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

169

KONDISI KEUANGAN Aset Lancar Aset lancar Bank DKI tumbuh sebesar 13,92% pada tahun 2009 menjadi Rp14,96 triliun, dari Rp13,13 triliun di tahun 2008. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan penempatan pada bank lain sebesar Rp2,11 triliun tahun 2009 dari sebesar Rp661,17 miliar atau sebesar 219,70%. Kenaikan terbesar pada tahun 2009 adalah pada failitas simpanan Bank Indonesia dari Rp605,38 miliar tahun 2008 menjadi Rp1,56 triliun tahun 2009 atau sebesar 158,22%. Seiring membaiknya iklim ekonomi nasional dan untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, pemerintah menurunkan suku bunga kredit. Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk kredit dalam rupiah turun menjadi 15,05% dari 16,55% pada tahun 2008. Sedangkan kredit dalam mata uang asing turun dari 24,49% di tahun 2008 menjadi 8% di tahun 2009. Pada tahun 2009, Kredit yang Diberikan Bank DKI mencapai Rp6,77 triliun, naik 8,36% dari tahun 2008 sebesar Rp6,25 triliun. Kenaikan jumlah kredit terbesar diberikan untuk tujuan investasi. Kredit yang diberikan untuk tujuan investasi tumbuh 517,53% dari Rp171,68 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp1,06 triliun pada tahun berikutnya. Kredit yang diberikan terdiri dari kredit untuk modal kerja, investasi, konsumsi dan pembiayaan syariah. Kredit untuk modal kerja dan investasi terdiri dari kredit jangka panjang, tetap, berulang dan diskonto. Kredit konsumsi terdiri dari KPR, KKB dan kredit konsumsi lain.

FINANCIAL CONDITION Current Assets Bank DKIs assets grew by 13.92% from Rp13.13 trillion in 2008 to Rp14.96 trillion in 2009. The significant factor to this increase was higher placement other banks amounting to Rp2.11 trillion in 2009, up 219.70% from Rp661.17 billion in 2008. The highest figure was the placement of Bank Indonesia, amount Rp605.38 billion in 2008 to Rp1.56 trillion in the following year or a 158.22%.

In line with the improving national economic climate and to stimulate growth in the real sector, the government lowered lending rates. The average annual interest rate for rupiahdenominated loans was reduced from 16.55% in 2008 to 15.05%. Whereas the interest rate for loans in foreign currencies was reduced from 24.49% in 2008 to 8% in 2009. In 2009, Bank DKIs outstanding loans stood at Rp6.77 trillion, growing by 8.36% from 2008s Rp6.25 trillion. The largest increase was in loans for investment purposes. Investment loans grew by 517.53% from Rp171.68 billion in 2008 to Rp1.06 trillion in the following year.

Outstanding loans consisted of loans for working capital, investment, consumers, and sharia financing. The working capital and investment loans comprised long-term loans, fixed term, automatic rollover and discounted. Consumer loans consisted of housing loans, car ownership loans, and other consumer loans. Consumer loan continued to represent a significant portion at 64.12% of total outstanding loans or equal to Rp4.34 trillion, followed by working capital loan at 15.66% or amounted to Rp678.80 billion. Sharia financing also quite an encouraging growth, from Rp612.37 billion in 2008 to Rp651.07 billion in 2009, or up by 6.32%. Included in the sharia financing for 2009 were Murabahah receivables of Rp138.3 billion, Mudharabah financing of Rp57.30 billion, Musyarakah financing of Rp179.15 billion and Ijarah financing of Rp276.32 billion.

Kredit konsumsi tetap menjadi mayoritas dengan persentase sebesar 64,12% dari total kredit yag diberikan atau sebesar Rp4,34 triliun, disusul 15,66% untuk kredit modal kerja atau senilai Rp678,80 miliar. Pembiayaan syariah juga tumbuh cukup baik, yaitu dari Rp612,37 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp651,07 pada tahun 2009, atau 6,32%. Termasuk di dalam pembiayaan syariah tahun 2009 ini adalah piutang Murabahah sebesar Rp138,3 miliar, pembiayaan Mudharabah sebesar Rp57,30 miliar, pembiayaan Musyarakah sebesar Rp179,15 miliar, pembiayaan Ijarah sebesar Rp276,32 miliar. Kredit yang Diberikan Kepada Pihak yang mempunyai hubungan Istimewa Bank DKI memberikan Rp859 juta tambahan kredit untuk BPR Darbeni sebagai pihak yang mempunyai hubungan istimewa, sehingga saldo pinjaman BPR Darbeni pada akhir 2009 tercatat Rp1,05 miliar. Kredit tersebut digunakan untuk memperkuat struktur modal dan likuiditas BPR Darbeni.

Loans Disbursed to Related parties Bank DKI issued additional loans of Rp859 million to strengthen the capital structure and liquidity of BPR Darbeni, as a related party. With this addition, the outstanding loan of BPR Darbeni was recorded at Rp1.05 billion as of 2009 year end.

170

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Kredit yang diberikan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Bank DKI secara substansial merupakan kredit dengan tingkat bunga sampai dengan 4,5% per tahun dengan jangka waktu kredit berkisar antara 1 sampai 15 tahun. Kredit ini dibayar melalui pemotongan gaji setiap bulannya. Sampai akhir tahun 2009, kredit yang diberikan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan tercatat sebesar Rp4,9 miliar.

Loans disbursed to members of the Board of Commissioners and Board of Directors, and employees of Bank DKI are substantially loans with interest rates of up to 4.5% per annum and terms ranging from 1 to 15 years. The loans are repaid through monthly salary deductions. As of the end of 2009, loans disbursed to members of the Board of Commissioners and Board of Directors, and employees were posted at Rp4.9 billion. Loan Portfolio As the amount of loans grew, Bank DKI experienced an increase in its net non-performing loan ratio (NPL) from 2.05% at year-end 2008 to 3.26% the following year, while gross NPL, in contrast, decreased from 4.92% to 5.76% as of year-end 2009. The NPL increase because of a more conservative collectability policy combined with a stronger reserve, and the systematic engagement of PPA (the state-owned asset management company). Bank DKI will always strive to reduce the NPL ratio by applying the principles of prudence and know-your-customer without prejudice to its main role as lending facilitator, especially in order to promote the welfare of Jakarta residents. Moreover, Bank DKI will continue to monitor non-performing loans and optimize collection efforts.

Kualitas Kredit Dengan pertumbuhan jumlah kredit yang diberikan, Bank DKI mengalami peningkatan rasio non performing loan (NPL) bersih dari 2,05% di akhir 2008 menjadi 3,26% setahun berikutnya, demikian pula NPL gros justru turun dari 4,92% di akhir tahun 2008 menjadi 5,76% setahun berikutnya. Peningkatan NPL karena adanya penetapan kolektibilitas lebih konservatif dengan pembentukan cadangan yang lebih aman, dengan menggunakan PPA dengan cara sistematis. Bank DKI akan senantiasa berusaha mengurangi rasio NPL dengan lebih mempraktikan azas-azas kehati-hatian dan pengenalan nasabah yang lebih dalam tanpa mengorbankan fungsi utamanya sebagai jembatan penyaluran dana terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga Jakarta pada khususnya. Selain itu bank DKI akan terus melakukan monitoring atas kredit bermasalah dan mengoptimalisasi upaya penagihan. Penyertaan Saham Sejak tahun 1998, Bank DKI tercatat sebagai pemegang 3,55% saham pada PT Asuransi Bangun Askrida. Penyertaan saham ini dicatat sebesar biaya perolehan (cost method) dikurangi penyisihan kerugian sebesar Rp9,27 juta pada tahun 2008 dan 2009. Bank DKI membukukan pendapatan deviden dari penyertaan ini masing-masing untuk tahun 2008 dan 2009 sebesar Rp401,43 juta dan Rp282,13 juta. Kolektibilitas penyertaan saham adalah lancar, baik pada tahun 2008 maupun 2009. Aset Tetap Tahun 2009
(dalam Rupiah) Beginning Balance Harga Perolehan Tanah Gedung Kendaraan Inventaris dan Peralatan Akumulasi Penyusutan Gedung Kendaraan Inventaris dan Peralatan Nilai Buku 10.954.857.818 11.776.477.658 97.920.480.109 120.651.815.585 171.453.982.571 1.441.930.397 1.283.176.917 16.613.742.056 19.338.849.370 105.175.114.131 29.697.981.399 16.056.449.268 141.176.253.358 292.105.798.156 1.293.175.096 7.452.972.404 312.000.000 26.641.612.218 35.699.759.718

Share investment Bank DKI has held 3.55% interest in PT Asuransi Bangun Askrida since 1998.. This share investment was recorded at acquisition price (cost method) net of allowances for possible losses of Rp9.27 million in 2008 and 2009. From this investment, Bank DKI posted a dividend income of Rp401.43 million and Rp282.13 million for 2008 and 2009 respectively.

The collectability of the share investment was current, both in 2008 and 2009. Fixed Assets in 2009
(in Rupiah)

Saldo Awal

Penambahan
Additions

Pengurangan
Deductions

Reclassification -

Reklasifikasi

Ending Balance Acquisition Cost 100.658.782.945 35.591.146.957 15.234.449.268 167.310.457.576 318.794.836.746 Accumulated Depreciation 11.460.904.112 12.135.190.892 114.534.222.165 138.130.317.169 180.664.519.577 Net Book Value Buildings Vehicles Office Furniture and Equipments Lands Buildings Vehicles Office Furniture and Equipments

Saldo Akhir

5.809.506.282 1.559.806.846 1.134.000.000 507.408.000 9.010.721.128 935.884.103 924.463.683 1.860.347.786

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

171

Aset Tetap Tahun 2008


(dalam Rupiah) Beginning Balance Harga Perolehan Tanah Gedung Kendaraan Inventaris dan Peralatan 105.175.114.131 30.717.077.725 15.598.549.268 123.654.757.754 275.145.498.878 Akumulasi Penyusutan Gedung Kendaraan Inventaris dan Peralatan 9.610.501.304 10.314.502.080 81.607.532.627 101.532.536.011 nilai Buku 173.612.962.867 1.663.073.595 1.461.975.578 15.994.230.402 19.119.279.575 -----151.321.734 457.900.000 16.351.077.544 16.960.299.278 ------

Fixed Assets in 2008


(in Rupiah)

Saldo Awal

Penambahan
Additions

Pengurangan
Deductions

Reclassification

Reklasifikasi

Ending Balance Acquisition Cost

Saldo Akhir

-(1.170.418.060) -1.170.418.060 --

105.175.114.131 29.697.981.399 16.056.449.268 141.176.253.358 292.105.798.156

Lands Buildings Vehicles Office Furniture and Equipments

Accumulated Depreciation (318.717.081) -318.717.081 -10.954.857.818 11.776.477.658 97.920.480.110 120.651.815.585 171.453.982.571 Net Book Value Buildings Vehicles Office Furniture and Equipments

Sepanjang tahun 2009, bank DKI melakukan penambahan aset tetap senilai Rp35,69 miliar. Sebagian besar pembelian tersebut adalah untuk menambah inventaris dan peralatan usaha semisal penambahan mesin ATM. Setelah dikurangi akumulasi penyusutan, aset tetap yang tercatat di akhir tahun 2009 adalah Rp180,66 miliar, meningkat 5,37% dari tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp171,45 miliar. Pendapatan yang masih harus Diterima Pendapatan yang masih harus diterima terdiri dari bunga efekefek dan bunga kredit, pendapatan dari bunga efek-efek adalah pendapatan dari obligasi yang dimiliki hingga jatuh tempo (HTM) pada tahun 2009 sebesar Rp104,31 miliar dan Rp127,41 miliar untuk tahun 2008. Sedangkan bunga kredit yang masih harus diterima adalah sebesar Rp47,14 miliar pada tahun 2009 dan Rp50,94 pada tahun 2008. Aset Lain-Lain Termasuk aset lain-lain adalah dana talangan, persediaan, beban ditangguhkan, aset properti terbengkalai, piutang pendapatan ijarah. Dana talangan merupakan dana talangan sementara dari bank DKI pada setiap akhir bulan untuk pembayaran gaji karyawan Pemerintah Daerah DKI yang akan dilunasi pada awal bulan berikutnya. Aset lain-lain Bank DKI tahun 2009 turun menjadi 16,84 miliar dari Rp25,43 miliar pada tahun 2008. Penurunan ini terutama disebabkan penurunan dana talangan sebesar 50,48% dari Rp19,36 miliar pada tahun 2008 menjadi hanya Rp9,59 miliar pada tahun 2009.

Throughout 2009, Bank DKI augmented its fixed assets by Rp35.69 billion. The majority of the purchases were intended to increase inventories and business equipment, such as additional ATM machines. Fixed assets, net of accumulated depreciation, was posted at Rp180.66 billion as of the end of 2009, an increase of 5.37% from 2008 at Rp171.45 billion. Outstanding Income Outstanding income, which consisted of interest on marketable securities and loans, interest income from marketable securities and income from obligations held until maturity (HTM) amounted to Rp104.31 billion in 2009 and Rp124.71 billion for 2008. As for outstanding interest income, the amount stood at Rp47.14 billion in 2009 and Rp50.94 billion in 2008.

Other Assets Included in other assets are bridging loans, inventory, deferred expenses, neglected properties, and ijarah receivables. Bridging loans are temporary fundings that are provided by Bank DKI at the end of every month to pay the salaries of DKI Provincial Government employees, which are fully repaid at the beginning of the following month. Bank DKI other assets decreased to Rp16.84 billion in 2009 from Rp25.43 billion in 2008. The decrease was mainly attributed to the 50.48% decrease in bridging loans, from Rp19.36 billion in 2008 to a mere Rp9.59 billion in 2009.

172

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Total Aset Dari transaksi-transaksi di atas, total aset yang dicatatkan pada akhir tahun 2009 adalah Rp15,34 triliun. Meningkat 13,24% dari Rp13,55 triliun pada tahun 2008. Kewajiban Kewajiban Segera Bank DKI naik 4,2% dari Rp334,02 miliar menjadi Rp348,18 miliar pada penghujung tahun 2009. Kenaikan tersebut terutama disebabkan kenaikan kewajiban kiriman uang dari Rp204,57 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp213,55 miliar pada tahun 2009 atau meningkat 4,39%.

Total Assets From the above transactions, the total assets stood at Rp15.34 trillion in 2009. Increasing 13.24% from Rp13.55 trillion in 2008.

Liabilities Bank DKI Current Liabilities increased 4.2% from Rp334.02 billion to Rp348.18 billion as of the end of 2009. The increase was mainly attributed to the increments in remittance obligations from Rp204.57 billion in 2008 to Rp213.55 billion in 2009 or up by 4.39%.

Simpanan nasabah Tahun 2009


(dalam Rupiah)

Customer Deposits Year 2009


(in Rupiah)

Pihak Ketiga Third Parties


Giro Tabungan Deposito Berjangka Jumlah 6.192.448.780.629 2.353.649.679.337 3.666.161.853.791 12.212.260.313.757

Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Related Parties


1.155.971.228 7.150.401.849 13.604.744.867 21.911.117.944

Jumlah Total
6.193.604.751.857 2.360.800.081.186 3.679.766.598.658 12.234.171.431.701 Demand Deposits Savings Time Deposits Total

Tahun 2008
(dalam Rupiah)

Year 2008
(in Rupiah)

Pihak Ketiga Third Parties


Giro Tabungan Deposito Berjangka Jumlah 5.489.097.706.543 2.125.304.654.653 2.044.950.569.437 9 .6 5 9 .3 5 2 .9 3 0 .6 3 3

Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Related Parties


3.293.857.043 4.869.175.019 11.384.819.754 19.547.851.816

Jumlah Total
5.492.391.563.586 2.130.173.829.672 2.056.335.389.191 9.678.900.782.449 Demand Deposits Savings Time Deposits Total

Simpanan nasabah Bank DKI terdiri dari Giro, tabungan dan deposito berjangka. Sepanjang tahun 2008 dan 2009 tidak terdapat perubahan bunga simpanan yang signifikan, baik untuk simpanan dalam rupiah maupun dalam mata uang asing. Sejalan dengan inovasi yang terus dikembangkan Bank DKI, disertai peningkatan fasilitas dan pelayanan, Bank DKI terbukti mampu meningkatkan kepercayaan nasabah. Jumlah simpanan nasabah naik sebesar 26,40% menjadi Rp12,23 triliun, yang mencerminkan kenaikan sebesar Rp2,55 triliun dari Rp9,68 triliun di tahun sebelumnya.

The Third Fund Savings Bank DKI consist of demand deposits, savings and time deposits. Throughout 2008 and 2009, there were no significant changes in deposit interests, whether for rupiah or foreign currency savings. In line the innovations that Bank DKI continue to develop, and Improvements in services and facilities, Bank DKI proved able to increase customers trusts, as reflected in the 26.40% increase in customer deposits, amounting to Rp12.23 trillion, a Rp2.55 trillion increase from Rp9.68 trillion in the previous year.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

173

Kenaikan terbesar terjadi pada deposito berjangka, deposito meningkat sebesar 78,95% dari Rp2,06 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp3,68 triliun pada tahun 2009. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain menurun (33,141%) dari Rp1,05 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp700,47 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan terutama disebabkan penurunan saldo Call Money dari Rp1,04 triliun menjadi Rp644,27 miliar. Penurunan Call Money sedikit banyak disebabkan turunnya tingkat bunga rata-rata per tahun Call Money secara signifikan dari 8,95% di tahun 2008 menjadi kisaran 2,66% - 6,45%. Surat Berharga yang Diterbitkan Obligasi Bank DKI IV yang diterbitkan pada tahun 2004 sebesar Rp700 miliar telah jatuh tempo pada tahun 2009 dan dibeli kembali (buy back) pada tahun 2008 di pasar sekunder dengan nilai Rp253,5 miliar. Obligasi Bank DKI IV ini mempunyai suku bunga tetap sebesar 12,5% per tahun. Pada akhir 2008 obligasi ini mempunyai peringkat idA- dari Pefindo. Pada tahun 2008, Bank DKI menerbitkan Obligasi Bank DKI V sebesar Rp425 miliar, berjangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,25% per tahun. Obligasi ini berperingkat idA-(Pefindo) berturut-turut di akhir tahun 2008 dan 2009, dan naik menjadi idA di Januari 2010. Masih di tahun 2008, Bank DKI menerbitkan Obligasi Subordinasi I Bank DKI sebesar Rp325 miliar, berjangka waktu 10 tahun serta mempunyai suku bunga tetap 12,25% per tahun untuk tahun pertama sampai tahun ke-lima dan sebesar 22,25% per tahun untuk tahun ke-enam sampai ke-sepuluh. Obligasi ini berperingkat idBBB+(Pefindo) berturut-turut di akhir tahun 2008 dan 2009, dan naik menjadi idA- di Januari 2010. Terkait dengan obligasi-obligasi di atas Bank DKI telah membayar kewajiban pembayaran bunga obligasi untuk tahun 2008 sebesar Rp123,38 miliar dan untuk tahun 2009 sebesar Rp115,53 miliar. Sedangkan bunga yang telah dibebankan untuk adalah Rp129,94 miliar untuk tahun 2008 dan Rp113,52 miliar untuk tahun 2009. Pinjaman yang Diterima Pada akhir tahun 2009, Bank DKI membukukan Rp210,31 miliar sebagai pinjaman yang diterimanya. Angka ini turun (26,60%) dari angka pinjaman yang diterima setahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebakan penurunan pinjaman sindikasi dari beberapa bank dengan Standard Chartered Bank (Jakarta) sebagai agen pembayaran dan agen surat berharga. Pinjaman sindikasi ini diperoleh sejak tahun 2007 dan akan jatuh tempo pada tahun 2010. Tujuan pinjaman ini adalah untuk disalurkan pada nasabah unit Syariah yang berorientasi ekspor atau nasabah yang memiliki pendapatan dalam mata uang asing.

The most significant increase occurred in time deposits, which increased by 78.95% to Rp3.68 trillion in 2009 from Rp2.06 trillion in 2008. Placement from Other Banks Placements from other banks decreased 33.141% from Rp1.05 trillion in 2008 to Rp700.47 billion the following year.. The decrease was mainly attributed to the decrease in Call Money from Rp1.04 trillion to Rp644.27 billion, which more or less was the result of significantly lower annual interest rates for Call Money from 8.95% in 2008 to a range of 2.66% - 6.45%. Bonds The Bank DKI Bonds IV which were issued in 2004 with a value of Rp700 billion, matured in 2009 and were bought back in 2008 in the secondary market at a value of Rp253.5 billion. The Bank DKI Bonds IV had a fixed annual interest rate of 12.5%. At year-end 2008, the bonds were rated idA- by Pefindo.

In 2008, Bank DKI issued Bank DKI Bonds V totaling Rp425 billion, with a 5-year maturity period and a fixed interest rate of 11.25% per annum. The bonds received ratings of idA(Pefindo) at year-ends 2008 and 2009, and improved to idA in January 2010. Still in 2008, Bank DKI issued Subordinated Bonds I valued at Rp325 billion with a term of 10 years and 12.25% fixed interest rate per annum for the first year up to the fifth year and 22.25% per annum for the sixth year up to the tenth year. These bonds were rated idBBB+ (Pefindo) in 2008 and 2009, and improved to idA- in January 2010.

Related to that bonds, Bank DKI met its obligations to pay interests in 2008 amounting to Rp123.38 billion and Rp115.53 billion in 2009. Whereas interest payables for these bonds were Rp129.94 billion for 2008 and Rp113.53 billion for 2009.

Borrowings Bank DKI posted Rp210.31 billion in borrowings at year-end 2009, which was 26.60% lower than the previous year. The decrease was largely attributed to lower syndicated borrowing from a number of banks with Standard Chartered Bank (Jakarta) acting as the agent for reimbursement and securities.

The syndicated borrowing was obtained in 2007 and due to mature in 2010. The purpose of this borrowing was to provide funding for customers of the Sharia unit, who were exportoriented or have incomes in foreign currencies.

174

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

hutang Pajak Hutang pajak tahun 2009 turun dari Rp34,05 miliar menjadi Rp27,49 miliar atau turun (19,27%). Penurunan antara lain disebakan tidak terdapatnya hutan PPh pasal 25 Wapu dimana pada tahun 2008 tercatat sebesar Rp5,11 miliar. Komitmen dan Kontinjensi Dalam menjalankan usahanya Bank DKI memiliki komitmen dan kontinjensi yang tidak disajikan dalam laporan keuangan. Pada tahun 2009, bank DKI telah membukukan estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi sebesar Rp4,84 miliar, lebih tinggi dari estimasi tahun 2008 sebesar Rp3,45 miliar. Beban yang masih harus Dibayar dan Kewajiban Lain Lain Beban ini meningkat 1,97% dari Rp158,41 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp161,54 miliar pada tahun 2009. Peningkatan kewajiban operasional bank yang masih harus dibayar mencapai 99,99%, yaitu semula Rp6,66 miliar di tahun 2008 menjadi Rp13,32 miliar satu tahun berikutnya. Jumlah Kewajiban Secara keseluruhan, jumlah kewajiban Bank DKI meningkat 13,35% menjadi Rp14,43 triliun dari Rp12,73 triliun kewajiban tahun 2008. Kemampuan membayar Kewajiban Secara keseluruhan selisih jumlah aset lancar dan kewajiban Bank DKI menunjukkan angka positif, yaitu Rp1,3 triliun, namun angka negatif (defisit) ditunjukkan pada tiga bulan pertama. Hal ini menunjukkan adanya maturity gap pada tiga bulan awal dengan total defisit Rp7,63 triliun. Bank DKI telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi maturity gap sebagai berikut: 1. Mengurangi penanaman dana pada portofolio surat-surat berharga investasi yang bersifat jangka panjang. 2. Mencari sumber dana jangka panjang dan menengah baru antara lain dengan menerbitkan obligasi baru atau mencari pinjaman interbank jangka panjang atau menengah. Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan likuiditas Bank DKI tetap berada pada posisi yang sehat untuk menjalankan kegiatan usaha perbankannya dengan baik. Uang muka Setoran modal Saham Uang muka setoran modal saham merupakan setoran yang dilakukan oleh pemegang saham untuk penambahan modal selama tahun berjalan, tetapi belum dikuatkan melalui pelaksanaan RUPS dan mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM, sehingga belum bisa diklasifikasikan sebagai modal saham disetor. Sesuai dengan Berita Acara RUPSLB yang diaktakan pada tanggal 8 Mei 2009, setoran modal ini berasal dari hasil penagihan kredit hapus buku Juni 1999 sebesar Rp19,89 miliar

Taxes Payable In 2009, Bank DKI posted a 19.27% decrease in its taxes payable from Rp34.05 billion to Rp27.49 billion, which among others was attributable to the absence of PPh article 25-Wapu tax payables, whereas in 2008, it was posted at Rp5.11 billion. Commitments and Contingencies In conducting its business, Bank DKI has commitments and contingencies, which does not appear in its financial reports. In 2009, Bank DKI booked an estimated loss of commitment and contingencies of Rp4.84 billion, higher than the 2008 estimate of Rp3.45 billion. Accrued Expenses and Other Expenses This expense increased by 1.97% from Rp158.41 billion in 2008 to Rp161.54 billion in 2009. The increase in accrued operating expense reached 99.99%, namely from Rp6.66 billion in 2008 to 13.32 billion the following year.

Total Liabilities Overall, Bank DKI liabilities increased by 13.35% to Rp14.43 trillion from the 2008 liabilities of Rp12.73 trillion.

Current Liabilities In general, the balance of Bank DKI current assets and liabilities indicated a positive figure of Rp1.3 trillion, although the ratio was posted as negative the first three months. This indicated a maturity gap during the first three months with a total deficit of Rp7.63 trillion. Bank DKI took the following measures to solve this maturity gap: 1. Reduced investments in its long term securities portfolio. 2. Seeked new long and medium term sources of fund, among others through the issuance of new bonds or securing long or medium term interbank borrowings.

These measures were expected to ensure healthy liquidity so that Bank DKI would fare well in its banking business.

Paid-In Capital Paid-in capital is the amount paid by shareholders as additional capital during a fiscal year but yet to be endorsed by an AGM nor obtained approval of the Minister of Justice and Human Rights, hence cannot be classified as paid-up capital.

In accordance with the AGM minutes of meeting that was notarized on 8 May 2009, this paid-up capital was the proceeds from recovered loans written-off in June 1999 amounting to

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

175

namun baru disetor ke Bank DKI sebesar Rp10,83 miliar. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI No. 1814/2009 tanggal 3 Desember 2009.

Rp19.89 billion of which, only Rp10.83 billion had already been paid to Bank DKI. That is in accordance with Governors of the DKI Jakarta Province Decree No. 1814/2009 dated 3 December 2009. Appropriation of net Income Appropriation of Net Income Pursuant to the resolutions adopted in the Bank DKI AGM on 8 May 2009, the shareholders agreed that net income after tax from 2008 be appropriated for: 1. Shareholders dividends amounting to Rp54.09 billion. 2. Reserve allocation of Rp59.32 billion, consisting of general reserve amounting to Rp44.32 billion and appropriated reserve of Rp15 billion. 3. Tantiem and bonus for employees amounting to Rp36 billion. 4. Welfare fund of Rp3 billion. Equities The increase in Unappropriated Income had its direct impact on the increase in Equities by 11.63% from Rp812.33 billion in 2008 to Rp906.76 billion in 2009.

Saldo Laba yang Telah Ditentukan Penggunaannya Berdasarkan hasil RUPS Bank DKI pada tanggal 8 Mei 2009, para pemegang saham menyetujui penggunaan laba setelah pajak tahun 2008 sebagai: 1. Dividen pemegang saham sebesar Rp54,09 miliar. 2. Cadangan sebesar Rp59,32 yang terdiri dari cadangan umum sebesar Rp44,32 miliar dan cadangan tujuan sebesar Rp15 miliar. 3. Tantiem dan bonus karyawan sebesar Rp36 miliar. 4. Dana kesejahteraan sebesar Rp3 miliar.

Ekuitas Peningkatan Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya serta merta meningkatkan Jumlah Ekuitas sebanyak 11,63% dari Rp812,33 miliar pada tahun 2008, menjadi Rp906,76 miliar pada tahun 2009. Rasio-Rasio Keuangan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 3/21/PBI tanggal 13 Desember 2001 mewajibkan perbankan Indonesia mempertahankan rasio kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 8%. Pada tahun 2009, Bank DKI menunjukan CAR yang sehat di angka 15,13% untuk CAR dengan memperhitungkan risiko kredit dan 13,67% untuk CAR yang memperhitungkan risiko kredit dan pasar. Rasio Aset Produktif Terhadap Jumlah Aset

Financial Ratios Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Indonesia Regulation No. 3/21/PBI dated 13 December 2001 makes it mandatory for the Indonesian banking industry to maintain a minimum capital adequacy ratio of 8%. In 2009, Bank DKI posted a healthy CAR of 15.13% for loan risk weighted CAR and 13.67% for loan and market risk weighted CAR.

The Ratio of The Earning Assets before The Allowance for Possible Losses to Total Assets 2008 (%) 2009 (%)

Giro pada Bank lain, tidak termasuk Giro Non Performing Penempatan pada Bank lain dan Bank Indonesia, tidak termasuk penempatan Non Performing Efek-efek, tidak termasuk Efek-efek Non Performing Kredit yang Diberikan, tidak termasuk Kredit Non Performing Penyertaan Saham, tidak termasuk Investasi Saham Non Performing Jumlah Aset Produktif

0,34 4,88 37,01 45,49 0,01 85,64

1,68 13,81 29,18 43,01 0,01 87,69

Current Accounts with Other Banks Placements with Other Banks and Bank Indonesia, Excluding Non-Performing Accounts Securities, Excluding Non Performing Accounts Loans, Excluding Non Performing Accounts Investment in Shares of Stock, Excluding Non Performing Accounts Total Earning Assets

176

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Rasio Keuangan Penting Lainnya 2008 (%)


Non Performing Loan (NPL) Bank - Net Non Performing Loan (NPL) Bank - Gross Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Net Interest Margin (NIM) Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) Posisi Devisa Neto (PDN) Loan to Deposit Ratio (LDR) 2,05 4,92 89,71 6,22 1,41 15,04 9,75 66,98

Others Important Financial Ratios 2009 (%)


3,26 5,76 88,46 6,14 1,41 17,00 7,50 57,25 Non Performing Loan (NPL) Bank - Net Non Performing Loan (NPL) Bank - Gross Operational Expenses on Operational Income (BOPO) Net Interest Margin (NIM) Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE) Net Open Position Loan to Deposit Ratio (LDR)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

177

Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan


Responsibility for Annual Reporting

Laporan Tahunan ini, beserta laporan keuangan dan informasi lain yang terkait, merupakan tanggung jawab Manajemen PT Bank DKI dan telah disetujui oleh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tanda tangannya masingmasing di bawah ini.

This Annual Report including the audited financial report and related information are the responsibility of the Management of PT Bank DKI and have been approved by members of the Board of Commissioners and the Board of Directors whose signatures appear below.

DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners

mara Oloan Siregar


Komisaris Utama President Commissioner

hasan Basri Saleh


Komisaris Commissioner

Sukri Bey
Komisaris Commissioner

DIREKSI Board of Directors

Winny Erwindia
Direktur Utama President Director

Aris Anwari
Direktur Kepatuhan Compliance Director

Ilhamsyah Joenoes
Direktur Operasional Operational Director

mamad Sachroni
Direktur Keuangan Finance Director

178

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Laporan Keuangan
Financial Statement

Halaman ini sengaja dikosongkan This page is intentionally left blank

180

Laporan Tahunan 2009

Halaman ini sengaja dikosongkan

182

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

183

184

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

R.1/046/03/10 PT BANK DKI NERACA PER 31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan ASET

2009

2008

Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain setelah dikurangi penyisihan kerugian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 8.154.983.439 dan Rp 6.705.236.895 Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia setelah dikurangi penyisihan kerugian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 5.350.000.000 dan Rp 563.497.000 Efek-efek setelah dikurangi penyisihan kerugian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 7.705.181.873 dan Rp 8.708.369.187 Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali (Reverse Repo) Kredit yang Diberikan Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa setelah dikurangi penyisihan kerugian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 233.685.960.389 dan Rp 229.908.493.326 Jumlah Kredit yang Diberikan Penyertaan Saham setelah dikurangi penyisihan kerugian per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 9.266.000 Aset Tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan per 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 138.130.317.169 dan Rp 120.651.815.585 Aset Pajak Tangguhan Uang Muka Pajak Pendapatan yang Masih Harus Diterima Biaya Dibayar Dimuka Aset Lain-lain JUMLAH ASET

2.a, 2.s, 3 2.a, 2.c, 2.s, 4

529.314.823.675 671.307.425.872

397.591.193.162 501.322.580.385

2.d, 2.i, 2.s, 5

254.658.756.591

39.078.698.060

2.e, 2.i, 2.s, 6

2.113.768.520.986

661.167.272.156

2.f, 2.i, 2.s, 7 2.g, 8 2.h, 2.i, 9

4.469.838.274.500 148.040.334.915 6.763.916.531.946

5.005.405.832.993 277.151.136.620 6.242.410.434.621

2.b, 33

5.902.607.618 6.769.819.139.564

5.064.117.558 6.247.474.552.179

2.i, 2.j, 10

917.334.000

917.334.000

2.k, 11 2.t, 20.d 2.t, 20.a 12 2.l 2.m, 13

180.664.519.577 22.928.618.151 1.228.771.982 151.449.783.902 10.310.541.337 16.837.964.936 15.341.084.809.988

171.453.982.571 20.800.287.825 6.032.566.180 178.347.650.000 14.992.801.471 25.428.612.820 13.547.164.500.422

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan i

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

185

R.1/046/03/10 PT BANK DKI N E R A C A (Lanjutan) PER 31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Segera Simpanan Nasabah Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Simpanan dari Bank Lain Surat Berharga yang Diterbitkan Pinjaman yang Diterima Hutang Pajak Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Kewajiban Manfaat Imbalan Kerja Beban yang Masih Harus Dibayar dan Kewajiban Lain-lain Jumlah Kewajiban EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 1.000.000 per saham Modal dasar - 1.500.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh Seri A 200.000 lembar saham dan Seri B 400.325 lembar saham Modal Disetor Lainnya Uang Muka Setoran Modal Saldo Laba yang Telah Ditentukan Penggunaannya Cadangan Umum Cadangan Khusus Saldo Laba yang Belum Ditentukan Penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

2009

2008

14 2.n, 15 2.b, 33 2.o, 16 2.p, 17 18 2.t, 20.b 2.i, 34 2.u, 31 19

348.175.713.196 12.212.260.313.757 21.911.117.944 700.473.654.249 747.280.862.371 210.307.724.494 27.486.631.248 4.887.777.860 161.539.836.847 14.434.323.631.966

334.024.568.972 9.659.352.930.633 19.547.851.816 1.047.330.383.803 1.192.132.491.543 286.535.199.057 34.046.031.895 3.454.729.609 158.414.606.068 12.734.838.793.396

21 22 23

600.325.000.000 10.835.429.782 134.880.376.657 20.028.256.154 140.692.115.429 906.761.178.022 15.341.084.809.988

600.325.000.000 866.832 90.563.376.657 5.028.256.154 116.408.207.383 812.325.707.026 13.547.164.500.422

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan ii

186

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

R.1/046/03/10 PT BANK DKI LAPORAN LABA RUGI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali laba bersih per saham dasar)


Catatan PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL Pendapatan Bunga Bunga Provisi dan Komisi Jumlah Pendapatan Bunga Beban Bunga Bunga Provisi dan Komisi Jumlah Beban Bunga Pendapatan Bunga - Bersih PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA Provisi dan Komisi selain dari Pemberian Kredit Keuntungan (Kerugian) Transaksi Mata Uang Asing - Bersih Keuntungan (Kerugian) Penilaian Efek yang Diperdagangkan yang Belum Direalisasi - Bersih Keuntungan Penjualan Efek - Bersih Lain-lain - Bersih Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya Beban Penyisihan Kerugian atas Aktiva Produktif Beban (Pemulihan) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi BEBAN OPERASIONAL LAINNYA Umum dan Administrasi Tenaga Kerja Promosi Lain-lain Jumlah Beban Operasional Lainnya LABA OPERASIONAL PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL - BERSIH LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Kini Tangguhan LABA BERSIH 30 2009 2008

2.q, 24 2.r

1.587.926.215.042 73.284.334.348 1.661.210.549.390 858.927.378.161 14.700.000 858.942.078.161 802.268.471.229

1.391.071.268.628 33.965.639.935 1.425.036.908.563 752.613.923.402 10.500.000 752.624.423.402 672.412.485.161

2.q, 25 2.r

2.s 2.f 26 2.i, 27 2.i

16.187.641.391 3.313.536.124 (752.342.148) 21.892.423.502 67.573.662.861 108.214.921.729 33.020.025.772 1.059.452.986

12.695.327.900 (176.493.885) 708.708.449 17.703.551.154 61.655.508.882 92.586.602.500 53.987.207.049 1.104.887.153

28 2.u, 29

153.460.889.861 386.144.970.937 27.112.644.626 105.509.387.513 672.227.892.937 204.176.021.263 (2.991.343.840) 201.184.677.423

126.441.187.829 322.749.736.298 28.507.124.342 75.987.850.054 553.685.898.523 156.221.094.936 15.726.525.421 171.947.620.358

2.t, 20.c 2.t, 20.d

(62.620.892.320) 2.128.330.326 (60.492.561.994) 140.692.115.429

(60.985.209.500) 5.445.796.525 (55.539.412.975) 116.408.207.383

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

2.v

234.360

193.909

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan iii

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

187

188
PT BANK DKI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008

R.1/046/03/10

(Disajikan dalam Rupiah)

Catatan

Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Tambahan Modal Disetor

Selisih Penilaian Nilai Wajar Efek yang Tersedia untuk Dijual

Saldo Laba yang telah Ditentukan Penggunaannya Cadangan Cadangan Umum Khusus Saldo Laba yang belum Ditentukan Penggunaannya

Jumlah Ekuitas

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


600.325.000.000 866.832 70.563.376.657 4.028.256.154 72.390.965.416 23 23 23 23 22 2.f 600.325.000.000 866.832 90.563.376.657 5.028.256.154 20.000.000.000 1.000.000.000 (51.091.000.000) (20.000.000.000) (1.000.000.000) (299.965.416) 116.408.207.383 116.408.207.383 23 23 23 23 22 2.f 600.325.000.000 10.835.429.782 10.834.562.950 44.317.000.000 134.880.376.657 15.000.000.000 20.028.256.154 (54.091.000.000) (44.317.000.000) (15.000.000.000) (3.000.207.382) 140.692.115.429 140.692.115.429 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan iv

SALDO PER 31 DESEMBER 2007

747.308.465.058

Pembagian Laba: Dividen Cadangan Umum Cadangan Khusus Dana Kesejahteraan Uang Muka Setoran Modal Selisih Penilaian Nilai Wajar Efek yang Tersedia untuk Dijual Laba Bersih

(51.091.000.000) (299.965.416) 116.408.207.383 812.325.707.026

SALDO PER 31 DESEMBER 2008

Pembagian Laba: Dividen Cadangan Umum Cadangan Khusus Dana Kesejahteraan Uang Muka Setoran Modal Selisih Penilaian Nilai Wajar Efek yang Tersedia untuk Dijual Laba Bersih

(54.091.000.000) (3.000.207.382) 10.834.562.950 140.692.115.429 906.761.178.022

SALDO PER 31 DESEMBER 2009

R.1/046/03/10 PT BANK DKI LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008

(Disajikan dalam Rupiah)

2009 ARUS KAS DIPEROLEH DARI (DIGUNAKAN UNTUK) AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Bunga Penerimaan Provisi dan Komisi Penerimaan Kredit Hapus Buku Laba (Rugi) Selisih Kurs - Bersih Beban Bunga, Provisi dan Komisi Pembayaran kepada direksi dan karyawan Pembayaran Pajak Penghasilan Beban Operasional Lainnya - Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Pendapatan (Beban) Non Operasional Lainnya Laba sebelum Perubahan Aset dan Kewajiban Operasional Perubahan Aset dan Kewajiban Operasional Penurunan (Kenaikan) pada: Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia Efek-efek Kredit yang Diberikan Pendapatan yang Masih Harus Diterima Aset Lain-lain Kenaikan (Penurunan) pada: Kewajiban Segera Giro Tabungan Deposito Berjangka Surat Berharga yang Diterbitkan Kewajiban Lainnya Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi ARUS KAS DIPEROLEH DARI (DIGUNAKAN UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI Perolehan Aset Tetap Penjualan Aset Tetap Arus Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DIPEROLEH DARI (DIGUNAKAN UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN Pinjaman yang Diterima Uang Muka Setoran Modal Pembagian Laba: Pembayaran Dividen Pembentukan Cadangan Khusus Dana Kesejahteraan Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Kas dan Setara Kas Akhir Tahun terdiri dari: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Lain Jumlah

2008

1.420.131.301.926 73.284.334.348 16.345.129.214 3.313.536.124 (830.684.050.090) (321.380.637.741) (55.829.356.000) (264.544.424.509) 104.901.385.606 (8.584.168.367) 136.953.050.509

1.391.071.268.628 33.965.639.935 28.137.613.476 11.450.268.517 (752.624.423.402) (322.749.736.298) (60.985.209.500) (248.051.235.298) 92.854.099.433 (2.864.392.061) 170.203.893.430

(1.457.387.751.830) 665.681.547.512 (549.110.823.318) 4.682.260.134 187.034.963.829 (5.613.188.972) 699.717.823.214 230.626.251.514 1.278.069.844.971 (444.851.629.172) (83.483.734.259) 662.318.614.133

1.167.936.538.756 (1.777.680.672.650) (1.519.925.628.357) (54.525.407.552) 64.388.389.201 (614.243.053.620) 1.673.055.498.556 345.463.533.711 384.424.891.234 689.067.630.215 (1.053.949.424.946) (525.783.812.022)

(26.689.038.590) 5.592.824.527 (21.096.214.063)

(16.960.299.278) (16.960.299.278)

(76.227.474.563) 10.834.562.950 (54.091.000.000) (3.000.207.382) (122.484.118.995) 518.738.281.075 944.697.708.502 1.463.435.989.577

220.089.026.553 (51.091.000.000) 21.000.000.000 (299.965.416) 189.698.061.137 (353.046.050.163) 1.297.743.758.665 944.697.708.502

529.314.823.675 671.307.425.872 262.813.740.030 1.463.435.989.577

397.591.193.162 501.322.580.385 45.783.934.955 944.697.708.502

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan v

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

189

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM a. Pendirian Bank PT Bank DKI untuk selanjutnya disebut Bank, semula merupakan Bank Milik Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta berbentuk Perusahaan Daerah didirikan berdasarkan Peraturan Daerah No. 13 tahun 1962 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah dan terakhir dengan Peraturan Daerah No. 1 tahun 1993 tanggal 15 Januari 1993, yang merubah modal dasar dari sebesar Rp 50.000.000.000 menjadi sebesar Rp 300.000.000.000 sampai dengan tanggal 5 Mei 1999. Pada tanggal 6 Mei 1999 Bank berubah nama, bentuk usaha dan modal dasar menjadi PT Bank DKI, dengan modal dasar sebesar Rp 700.000.000.000. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta melalui Peraturan Daerah Propinsi DKI Jakarta No. 1 tahun 1999 tanggal 1 Pebruari 1999 dengan Akta Notaris Harun Kamil, S.H., No. 4 tanggal 6 Mei 1999 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman berdasarkan Surat Keputusan No. C-8270.HT.01.01.Th.99 tanggal 7 Mei 1999. Tanggal 4 Juni 1999, diumumkan dalam Berita Negara No. 45, Tambahan No. 3283. Ruang lingkup kegiatan Bank adalah untuk menjalankan aktivitas umum perbankan. Pada tanggal 30 Nopember 1992, Bank memperoleh ijin untuk melakukan aktivitas sebagai bank devisa berdasarkan SK Direksi Bank Indonesia No. 25/67/KEP/DIR. Pada bulan Maret 2004, Bank mulai melakukan kegiatan operasional berdasarkan prinsip syariah berdasarkan surat Bank Indonesia No.6/39/DpbS, tanggal 13 Januari 2004 tentang prinsip pembukaan kantor cabang syariah Bank dalam aktivitas komersial Bank. Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, dan yang terakhir berdasarkan akta No. 101 yang dibuat oleh Notaris Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Jakarta pada tanggal 28 September 2007 tentang Penambahan modal dasar menjadi Rp 1.500.000.000.000 dan peningkatan modal disetor yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No.C-04111.HT.01.04-Th.2007 tanggal 22 Nopember 2007. Kantor Pusat Bank berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda III/ 7-9, Jakarta. Bank memiliki kantorkantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas dan ATM (Automatic Teller Machine/Anjungan Tunai Mandiri) sebagai berikut: 2009 Kantor Cabang Konvensional Kantor Cabang Pembantu Konvensional Kantor Kas Konvensional Payment Point Kantor Cabang Syariah Kantor Cabang Pembantu Syariah Kantor Kas Syariah Layanan Syariah ATM 13 31 74 30 2 3 6 36 131 2008 11 30 70 22 2 1 5 36 72

190

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (Lanjutan) b. Penawaran Umum Obligasi Bank Pada tahun 2004, Bank menerbitkan Obligasi IV (empat) untuk tujuan pendanaan, dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,50% untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan telah dicatat pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Surabaya), yang telah dilunasi pada saat jatuh tempo tahun 2009. Pada tahun 2008, Bank menerbitkan obligasi V (lima) sebesar Rp 425.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,25% untuk jangka waktu 5 (lima) tahun akan jatuh tempo tahun 2013, dan obligasi subordinasi I (satu) sebesar Rp 325.000.000.000 dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,25% untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun jatuh tempo 2018 dengan opsi beli tahun ke 5 (lima) sejak tanggal emisi obligasi,yaitu tahun 2013 . c. Dewan Komisaris dan Direksi Susunan Dewan Komisaris yang menjabat pada tanggal 31 Desember 2009 diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 21 Agustus 2009, yang risalah rapatnya didokumentasikan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 47 tanggal 21 Agustus 2009, susunan Dewan Komisaris Bank pada tanggal 31 Desember 2009, adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris: Komisaris Utama*) Komisaris*) Komisaris
*)

: Mara Oloan Siregar : Hasan Basri Saleh : Sukri Bey

Pejabat sementara (caretaker)

Pengangkatan Sdr Sukri Bey sebagai komisaris telah mendapat persetujuan Bank Indonesia sesuai surat No. 11/1/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 22 Januari 2009. Susunan Dewan Komisaris Bank yang menjabat pada tanggal 31 Desember 2008, diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 20 Juni 2008, yang risalah rapatnya didokumentasikan dalam Akta Notaris Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., No. 71 tanggal 20 Juni 2008 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris: Komisaris Utama Komisaris*) Komisaris**)
*) **)

: Suryo Danisworo : Idris Kadir : Joni Mulyanto

Merangkap sebagai komite audit dan komite remunerasi dan nominasi. Merangkap sebagai komite pemantau resiko dan komite remunerasi dan nominasi.

Susunan Dewan Direksi Bank yang menjabat pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 30 Januari 2006 yang risalah rapatnya masing-masing didokumentasikan dalam Akta Notaris Ny. Aulia Taufani, S.H., No. 153, tanggal 30 Januari 2006,, adalah sebagai berikut:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

191

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (Lanjutan) Dewan Direksi: Direktur Utama Direktur Kepatuhan Direktur Pemasaran Direktur Keuangan Direktur Operasional d.

: : : : :

Winny Erwindia Aris Anwari Muhamad Irfandi Mamad Sachroni Ilhamsyah Joenoes

KOMITE AUDIT, KOMITE PEMANTAU RISIKO DAN KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Susunan Komite Audit tahun 2009 belum ada sedangkan susunan Komite Audit tahun 2008 diangkat berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 108 Tahun 2006 tanggal 25 September 2006 tentang Pengangkatan Komite Audit, dengan susunan Komite Audit adalah sebagai berikut: Komite Audit: Ketua *) Anggota Anggota
*)

2009 ----

2008 Idris Kadir E. Mokhamad Ikhsan Syaiful Arief

Merangkap sebagai komisaris independen, komite audit dan komite remunerasi dan nominasi.

Susunan Komite Pemantau Risiko tahun 2009 belum ada sedangkan susunan Komite Pemantau Risiko tahun 2008 diangkat berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 50A tanggal 14 April 2008, tentang Perubahan Komite Pemantau Risiko, dengan susunan Komite Pemantau Risiko Bank adalah sebagai berikut: Komite Pemantau Risiko: Ketua *) Anggota Anggota
*)

2009 ----

2008 Joni Mulyanto Achmad Shalihin Setia Dharma

Merangkap sebagai komisaris independen dan komite remunerasi dan nominasi.

Susunan Komite Remunerasi dan Nominasi tahun 2009 belum ada sedangkan susunan Komite Remunerasi dan Nominasi tahun 2008 diangkat berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan No. 88 tahun 2007 tanggal 21 Juni 2007 tentang Pengangkatan Komite Remunerasi dan Nominasi jo Keputusan Direksi No. 116 tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 tentang perubahan Komite Remunerasi dan Nominasi, dengan susunan Komite Remunerasi dan Nominasi Bank adalah sebagai berikut:

192

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (Lanjutan) Komite Remunerasi dan Nominasi: Ketua *) Anggota **) Anggota
*) **)

2009 ----

2008 Joni Mulyanto Idris Kadir Eni Rantih

Merangkap sebagai komite komisaris independen dan komite pemantau risiko. Merangkap sebagai komisaris independen dan komite audit.

Masa tugas Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi telah berakhir tanggal 22 Agustus 2009. Sampai dengan 31 Desember 2009 belum terbentuk komite baru. Bank mempunyai 1.701 dan 1.635 karyawan tetap dan kontrak pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 (tidak diaudit).

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 31 (Revisi tahun 2000), prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) Revisi 2001 yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Institut Akuntan Indonesia (IAI) dan peraturan serta pedoman Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No.VIII.G.7 tentang "Pedoman Penyajian Laporan Keuangan" yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 dan sesuai dengan praktik-praktik perbankan dan pedoman akuntansi serta pelaporan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Untuk Bank yang beroperasi dalam bidang perbankan dengan prinsip syariah, laporan keuangan disajikan berdasarkan dengan PSAK 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, PSAK 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah yang masih berlaku, dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah 2003 (PAPSI) yang diterbitkan atas kerjasama IAI dengan Bank Indonesia. Laporan keuangan juga disusun berdasarkan konsep dasar akrual dan biaya historis, kecuali untuk surat berharga tertentu yang dinilai berdasarkan discounted cash flow, aset tetap tertentu yang dinilai kembali sesuai dengan peraturan pemerintah dan investasi saham tertentu yang dicatat dengan metode biaya (cost method).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

193

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dimodifikasi (modified direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan

pendanaan kecuali untuk beberapa arus kas dalam aktivitas operasi yang disusun dengan menggunakan metode tidak langsung. Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas, dikeluarkan dari laporan arus kas. Untuk penyajian laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia serta giro pada bank lain. b. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Bank melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, tentang "Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa". Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa diungkapkan dalam laporan keuangan sedangkan transaksi antara Bank dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah lainnya tidak perlu diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan syarat dan kondisi normal, sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa, telah diungkapkan pada laporan keuangan. c. Giro pada Bank Indonesia Giro pada Bank Indonesia adalah penanaman dana Bank pada Bank Indonesia dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia No. 10/19/PBI/2008 tanggal 18 Oktober 2008 dan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008 mengenai Giro Wajib Minimum (selanjutnya disebut GWM) dan SE Bank Indonesia No. 11/29/DPNP tanggal 16 Oktober 2009 perihal perhitungan GWM sekunder dalam rupiah. Giro Wajib Minimum adalah jumlah dana minimum yang wajib dipelihara oleh Bank yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga yang terdiri dari GWM utama dan GWM sekunder. GWM utama adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank dalam bentuk saldo rekening giro pada Bank Indonesia yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar 5% dari dana pihak ketiga dalam rupiah dan sebesar 1% dari dana pihak ketiga dalam mata uang asing. GWM sekunder adalah cadangan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank berupa sertifikat Bank Indonesia, Surat Utang Negara dan/atau excess reserve yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 2,5% dari dana pihak ketiga dalam rupiah. d. e. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain dinyatakan sebesar saldo giro dikurangi dengan penyisihan kerugian. Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia Penempatan pada Bank Lain merupakan penempatan dalam bentuk call money dan deposito. Penempatan pada Bank Lain dinyatakan sebesar saldo masing-masing penempatan dikurangi dengan penyisihan kerugian. 5

194

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Penempatan pada Bank Indonesia terdiri dari Fasilitas Simpanan Bank Indonesia dan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah dan dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi pendapatan bunga (diskonto) yang belum diamortisasi. f. Efek-efek Efek-efek terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia, obligasi (termasuk Obligasi Pemerintah), reksadana yang diperdagangkan di pasar uang dan obligasi yang tercatat pada bursa efek. Sesuai dengan PSAK No. 50 (Revisi 1999), "Akuntansi Investasi Efek Tertentu", efek-efek dinyatakan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut: i. Efek yang diperdagangkan dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar efek dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan; ii. Efek yang tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar efek disajikan sebagai komponen dalam ekuitas; dan iii. Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo, dimana Bank bermaksud dan mempunyai kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo, dinyatakan sebesar biaya perolehan, disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto. Efek yang dipindahkan klasifikasinya dicatat sebesar nilai wajar pada tanggal pemindahan. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kenaikan atau penurunan nilai wajar efek pada tanggal pemindahan dicatat sebagai berikut: i. ii. iii. iv. Untuk efek yang dipindahkan dari klasifikasi diperdagangkan, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi pada saat pemindahan namun yang sebelumnya telah dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan tidak dihapus; Untuk efek yang dipindahkan ke klasifikasi diperdagangkan, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi pada saat pemindahan dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan pada saat tersebut; Untuk efek yang dipindahkan dari klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo ke klasifikasi tersedia untuk dijual, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan disajikan sebagai komponen terpisah dari ekuitas; dan Untuk efek yang dipindahkan dari klasifikasi tersedia untuk dijual ke klasifikasi dimiliki hingga jatuh tempo, keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi pada tanggal pemindahan tetap dilaporkan dalam komponen terpisah dari ekuitas namun diamortisasi dengan cara yang konsisten seperti amortisasi premi atau diskonto selama sisa umur efek sebagai penyesuaian atas pendapatan bunga.

Nilai wajar ditentukan berdasarkan harga pasar yang berlaku. Penurunan nilai wajar setiap efek yang dimiliki hingga jatuh tempo di bawah biaya perolehannya, selain yang bersifat sementara, diakui sebagai kerugian pada laporan laba rugi tahun berjalan.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

195

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Keuntungan dan kerugian yang direalisasi dari penjualan efek-efek diakui atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun berjalan berdasarkan selisih antar nilai jual dan nilai tercatat. Obligasi sendiri yang dibeli disajikan sebagai pengurang utang obligasi. Pendapatan bunga yang dihasilkan dari obligasi sendiri yang dibeli Bank disajikan sebagai pengurang atas biaya bunga utang obligasi. g. Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) disajikan sebagai tagihan sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan yaitu harga beli ditambah selisih antara harga beli dan harga jual kembali, dan penyisihan kerugian. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali tersebut diamortisasi sebagai pendapatan selama periode sejak efek dibeli hingga dijual kembali. Kredit yang Diberikan Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga. Untuk kredit yang direstrukturisasi, jumlah kredit sudah termasuk bunga dan biaya lain yang dikonversi menjadi pokok kredit. Kredit yang diberikan dinyatakan sebesar saldo kredit dikurangi dengan penyisihan kerugian. Kredit yang diberikan dalam rangka pembiayaan bersama (pinjaman sindikasi), pinjaman kelolaan dan penerusan pinjaman, dinyatakan sebesar pokok pinjaman yang diberikan sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank. Bank juga melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah, sehingga termasuk di dalam kredit adalah piutang murabahah, istishna, pembiayaan mudharabah, pembiayaan musyarakah, ijarah dan pinjaman qardh. Piutang murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah diakui sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan piutang diragukan. Margin murabahah ditangguhkan disajikan sebagai pos lawan piutang murabahah. Istishna adalah akad penjualan antara al-mustashni (pembeli) dan as-shani (produsen yang juga bertindak sebagai penjual). Berdasarkan akad tersebut, pembeli menugasi produsen untuk membuat atau mengadakan al-mashnu (barang pesanan) sesuai spesifikasi yang disyaratkan pembeli dan menjualnya dengan harga yang disepakati. Cara pembayaran dapat berupa pembayaran di muka, cicilan, atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Pembiayaan mudharabah adalah bentuk kas diakui pada saat pembayaran sebesar jumlah uang yang diberikan Bank kepada pengelola dana.

h.

196

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Pembiayaan mudharabah yang diberikan dalam bentuk aset non-kas dinilai sebesar nilai wajar aset non-kas. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aset non-kas diakui sebagai keuntungan atau kerugian Bank pada saat penyerahan kepada pengelola dana. Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap diakui pada setiap tahap pembayaran. Biaya yang terjadi akibat akad mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan mudharabah kecuali telah disepakati bersama. Pembiayaan musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi diantara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal. Pembiayaan musyarakah diakui pada saat pembayaran tunai atau penyerahan non - kas. Ijarah adalah akad sewa-menyewa antara muajjir (Lessor) dengan mustajir (Lessee) atas majur (obyek sewa) untuk mendapatkan imbalan atas barang yang disewakannya. Ijarah Muntahiyah Bittamlik adalah perjanjian sewa suatu barang antara lessor dengan lessee yang diakhiri dengan perpindahan hak milik obyek sewa. Aktiva yang dijadikan sebagai objek ijarah diakui sebesar harga perolehan. Obyek ijarah disusutkan sesuai kebijakan penyusutan aktiva sejenis, sedangkan obyek sewa dalam ijarah muntahiyah bittamlik disusutkan sesuai masa sewa. Pinjaman qardh adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam dan pihak yang meminjamkan yang mewajibkan peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu. Sumber dana pinjaman qardh dapat berasal dari intern dan ekstern bank. Sumber pinjaman qardh yang berasal dari intern bank adalah dari ekuitas/modal bank. Sedangkan pinjaman qardh yang berasal dari ekstern bank berasal dari dana hasil infaq, shadaqah dan sumber dana non - halal. Pinjaman qardh diakui sebesar jumlah yang dipinjamkan pada saat terjadinya. Kredit dengan kualitas Macet dihapusbukukan dengan mendebet penyisihan kerugian pada saat manajemen berpendapat bahwa kredit yang bersangkutan secara definitif tidak dapat ditagih. Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya, dikreditkan ke penyisihan kerugian kredit di neraca. i. Penyisihan Kerugian atas Aset Produktif dan Aset Non Produktif serta Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia, efek-efek, efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit yang diberikan, tagihan akseptasi, penyertaan saham serta komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif yang mempunyai risiko kredit.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

197

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Penyisihan umum dan khusus atas aset produktif dibentuk berdasarkan penelaahan manajemen terhadap kualitas masing-masing aset produktif pada akhir tahun dan pertimbangan kondisi ekonomi secara umum. Pembentukan penyisihan penghapusan aset minimum merujuk pada ketentuan Bank Indonesia tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum yang dihitung sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang penilaian kualitas aktiva Bank Umum dan No. 9/6/PBI/2007, tanggal 30 Maret 2007, Bab V tentang Penyisihan Penghapusan Aset. Persentase penyisihan kerugian atas aset produktif serta komitmen dan kontinjensi dikurangi nilai agunan, kecuali untuk aset produktif dan komitmen dan kontinjensi yang dikategorikan sebagai Lancar, dimana persentasenya berlaku langsung atas saldo aset produktif dan komitmen dan kontinjensi yang bersangkutan. PBI tersebut mengklasifikasikan aset produktif menjadi 5 (lima) kategori dengan persentase minimum penyisihan kerugian sebagai berikut: Klasifikasi Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet Persentase Minimum Penyisihan Kerugian 1% 5% 15% 50% 100%

Persentase penyisihan aset produktif diatas, diterapkan terhadap saldo aset produktif setelah dikurangi dengan nilai jaminan kas maupun jaminan bukan kas tertentu, kecuali untuk aset yang diklasifikasikan Lancar. Pembentukan terhadap aset lancar sebesar 1% atau cadangan umum dikecualikan untuk aset produktif berbentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Utang Negara (SUN) dan bagian lain yang dijamin dengan agunan tunai. Nilai jaminan/agunan yang merupakan faktor pengurang dalam perhitungan penyisihan penghapusan aset produktif adalah agunan yang telah dinilai sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.11/2/PBI/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang penilaian kualitas aktiva Bank Umum dan No.9/6/PBI/2007 tanggal 30 Maret 2007 Bab V tentang Penyisihan Penghapusan Aset pasal 48, yaitu apabila penilaian agunan dilakukan tidak melampaui jangka waktu 24 bulan dan untuk aktiva produktif dengan nilai sama dengan atau di atas Rp 5.000.000.000 dilakukan oleh penilai independen. Aset produktif yang dihapusbuku dibebankan pada masing-masing penyisihan penghapusan aset produktif pada saat manajemen berpendapat bahwa aset produktif tersebut sulit untuk tertagih kembali dan diperkirakan penyelesaiannya membutuhkan waktu relatif lama. Penerimaan kembali dari kredit yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai penyesuaian terhadap penyisihan penghapusan aset produktif selama tahun berjalan. 9

198

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Aset produktif dengan kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus sesuai dengan peraturan Bank Indonesia digolongkan sebagai aset produktif performing. Sedangkan untuk aset produktif dengan kolektibilitas kurang lancar, diragukan dan macet digolongkan sebagai aset non performing. Batas maksimum pembentukan penyisihan penghapusan aset yang ditetapkan manajemen Bank adalah 112,50% dari penyisihan penghapusan aset yang wajib dibentuk. Selain itu juga Bank diwajibkan untuk melakukan penyisihan khusus atas aktiva non produktif. Aset non produktif terdiri dari aset bank yang memiliki potensi kerugian, antara lain dalam bentuk agunan yang diambilalih (AYDA), properti terbengkalai, rekening antar kantor dan suspense account. AYDA yang telah dilakukan penyelesaian, ditetapkan memiliki kualitas: Lancar, apabila dimiliki sampai dengan 1 (satu) tahun; Kurang Lancar, apabila dimiliki lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun; Diragukan, apabila dimiliki lebih dari 3 (tiga) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun; Macet, apabila dimiliki lebih dari 5 (lima) tahun.

Kualitas properti terbengkalai ditetapkan sebagai berikut: Klasifikasi Lancar Kurang Lancar Diragukan Macet Batas Waktu Sampai dengan 1 tahun Lebih dari 1 tahun sampai dengan 3 tahun Lebih dari 3 tahun sampai dengan 5 tahun Lebih dari 5 tahun

Kualitas Rekening Antar Kantor dan Suspense Account ditetapkan sebagai berikut: Lancar, apabila tercatat dalam pembukuan Bank sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) hari. Macet, apabila tercatat dalam pembukuan Bank lebih dari 180 (seratus delapan puluh) hari.

Komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif antara lain terdiri dari penerbitan jaminan, letter of credit, standby letter of credit dan fasilitas kredit yang belum ditarik. Estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi disajikan sebagai kewajiban di neraca.

10

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

199

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) j. Penyertaan Saham Penyertaan saham merupakan penanaman dana dalam bentuk saham untuk tujuan jangka panjang pada perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek, terutama yang bergerak dalam bidang industri jasa keuangan. Penyertaan saham dengan persentase kepemilikan di bawah 20% yang harga pasarnya tidak tersedia dicatat dengan metode biaya, yaitu sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai investasi. Penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan kerugian. k. Aset Tetap Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali hak atas tanah yang tidak disusutkan (lihat Catatan 11). Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode dan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut : Metode Gedung Kendaraan: Mobil Motor Inventaris dan peralatan Garis lurus (straight line method) Tahun 20 8 4 4 dan 8

(double declining method) (double declining method) (double declining method)


Saldo menurun berganda Saldo menurun berganda

Saldo menurun berganda

Sesuai dengan PSAK No. 47 tentang "Akuntansi Tanah", perolehan tanah setelah tanggal 1 Januari 1999 dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Jumlah biaya yang material sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak pemilikan tanah ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan jangka waktu yang lebih pendek antara hak atas tanah atau umur ekonomis tanah. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya. Pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dan menambah nilai aset dikapitalisasi. Nilai buku aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Sesuai dengan PSAK No. 48 tentang "Penurunan Nilai Aktiva", Bank menelaah nilai tercatat aset tetapnya terhadap penurunan dan kemungkinan penurunan nilai aset tetap ke nilai wajar apabila terdapat kejadian atau perubahan kondisi sebagaimana dijelaskan dalam PSAK No. 48, yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Selisih lebih antara nilai tercatat aset tetap dengan taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.

11

200

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) l. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

m. Aset Lain-lain Aset lain-lain terdiri dari uang muka beban, piutang pendapatan ijarah, beban ditangguhkan, persediaan, aset properti terbengkalai dan lain-lain. n. Simpanan Nasabah Simpanan nasabah terdiri dari giro, tabungan dan deposito yang dinyatakan sebesar nilai kewajiban Bank kepada nasabah. Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek, pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemegang giro/giran. Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai kewajiban kepada pemilik tabungan. Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dengan penyimpan/deposan. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai nominal sesuai dengan perjanjian dengan deposan. Sertifikat deposito dinyatakan sebesar nilai nominal dikurangi dengan bunga (diskonto) yang belum diamortisasi. o. Simpanan dari Bank Lain Simpanan dari bank lain terdiri dari kewajiban terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, interbank call money yang jatuh tempo menurut perjanjian dan tidak lebih dari 90 (sembilan puluh) hari, deposito berjangka dan sertifikat investasi mudharabah antarbank. Semuanya dinyatakan sesuai jumlah kewajiban terhadap bank lain. Simpanan dari bank lain termasuk simpanan syariah dalam bentuk giro wadiah. Surat Berharga yang Diterbitkan Obligasi berupa Fixed Rate Notes (FRN) yang diterbitkan oleh Bank dinyatakan sebesar nilai nominal dikurangi dengan beban penerbitan yang ditangguhkan (beban penerbitan yang belum diamotisasi). Beban penerbitan ditangguhkan tersebut diamortisasi selama jangka waktu obligasi dengan metode garis lurus (straight line method). Obligasi sendiri yang dibeli kembali disajikan sebagai pengurang hutang obligasi dan dicatat sebesar nilai nominal. Selisih antara harga beli dan nilai buku dicatat sebagai keuntungan atau kerugian pada tahun berjalan. Pendapatan bunga yang dihasilkan dari obligasi sendiri yang dibeli kembali oleh Bank disajikan sebagai pengurang atas biaya bunga obligasi.

p.

12

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

201

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) q. Pendapatan dan Beban Bunga Pendapatan dan beban bunga diakui dengan menggunakan dasar akrual, kecuali pendapatan bunga atas kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya yang diklasifikasi sebagai non performing. Pencatatan beban bunga atas pinjaman likuiditas dari Bank Indonesia dilakukan secara cash basis, yaitu pencatatan dilakukan oleh Bank setelah menerima nota debet dari Bank Indonesia. Pada saat kredit diklasifikasikan sebagai kurang lancar, diragukan dan macet (non performing loan), bunga yang telah diakui tetapi belum tertagih akan dibatalkan pengakuannya. Selanjutnya bunga yang dibatalkan tersebut diakui sebagai tagihan kontinjensi dalam catatan laporan keuangan. Pendapatan bunga atas kredit yang diklasifikasikan sebagai Kurang Lancar hanya diakui sebagai pendapatan pada saat telah diterima secara tunai. Penerimaan tunai atas kredit yang diklasifikasikan sebagai Diragukan atau Macet dipergunakan terlebih dahulu untuk mengurangi pokok kredit. Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga pada tahun berjalan. Bunga dari non performing loan yang dikapitalisasi pada saat restrukturisasi kredit tersebut dibukukan sebagai pendapatan bunga ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan pada saat penerimaan. Piutang bunga atas non performing loan yang belum diterima, diungkapkan sebagai tagihan kontinjensi dalam catatan laporan keuangan. Kredit yang diberikan dan aset produktif lainnya diklasifikasikan sebagai Kurang Lancar, Diragukan atau Macet (non performing ), serta aset-aset lainnya berpedoman pada ketentuan Peraturan Bank Indonesia yang berlaku, atau bila menurut pendapat Manajemen penerimaan bunga dan/atau pokok diragukan. Beban emisi obligasi, yang meliputi biaya notaris, akuntan publik, underwriter, konsultan hukum, penilai dan biaya lain, dibukukan pada rekening "Biaya Emisi Obligasi" dan diamortisasikan sesuai jangka waktu obligasi. Didalam pendapatan dan beban bunga termasuk pendapatan margin dan bagi hasil serta beban hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer dari Unit Usaha Syariah. Pendapatan Unit Usaha Syariah terdiri dari pendapatan margin murabahah, istishna dan bagi hasil mudharabah serta musyarakah. Pendapatan dari transaksi murabahah diakui dengan menggunakan metode akrual. Pendapatan dari transaksi bagi hasil dari pembiayaan mudharabah dan musyarakah diakui pada saat angsuran diterima secara tunai. Beban Unit Usaha Syariah merupakan beban bagi hasil tabungan mudharabah serta bonus giro wadiah, yang diakui pada saat timbulnya kewajiban untuk melakukan bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati.

13

202

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) r. Pendapatan Provisi dan Komisi Pendapatan provisi dan komisi yang signifikan dan berkaitan langsung dengan pemberian kredit atau untuk suatu jangka waktu tertentu ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) selama jangka waktu yang bersangkutan. Saldo provisi dan komisi yang belum diamortisasi sehubungan dengan kredit yang telah diselesaikan sebelum jatuh tempo diakui sebagai pendapatan pada saat penyelesaian kredit. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan langsung dengan pemberian kredit atau tidak untuk suatu jangka waktu tertentu diakui sebagai pendapatan pada saat transaksi terjadi. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam nilai Rupiah berdasarkan nilai tukar yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs Spot Reuters pada pukul 16:00 WIB. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi, kecuali apabila ditangguhkan pada bagian ekuitas sebagai lindung nilai arus kas yang memenuhi syarat. Selisih penjabaran mata uang asing atas efek utang dan aset moneter lainnya yang diukur berdasarkan nilai wajar dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih kurs. Selisih penjabaran mata uang asing atas unsur-unsur non-moneter seperti efek yang diperdagangkan dilaporkan sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian nilai wajar. Selisih penjabaran mata uang asing atas efek tersedia untuk dijual dicatat pada akun keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek dalam kelompok tersedia untuk dijual dalam ekuitas. Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 kurs yang digunakan adalah: 2009 Poundsterling Euro Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Dolar Australia Dolar Hong Kong Yen Jepang t. 15.164,94 13.542,43 9.395,00 6.704,49 8.453,16 1.211,48 102,19 2008 15.755,42 15.356,48 10.900,00 7.587,91 7.554,26 1.406,44 120,65

s.

Pajak Penghasilan Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan dan dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan fiskal setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa datang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sebesar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

14

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

203

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal neraca. Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika Bank mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. u. Program Pensiun dan Imbalan Kerja Program Dana Pensiun Program pensiun didanai oleh kontribusi Bank dan seluruh karyawan tetap masing-masing sebesar 39% dan 5% dari jumlah penghasilan dasar pensiun setiap bulan. Kontribusi yang diberikan Bank dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Program Imbalan Kerja Bank membukukan kewajiban atas program imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tahun 2003. Sesuai dengan PSAK 24 (Revisi 2004) "Imbalan Kerja", kewajiban atas masa kerja lalu diestimasi dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Tidak terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Bank sehubungan dengan estimasi kewajiban tersebut. Berdasarkan PSAK 24 (Revisi 2004), beban imbalan kerja diakui langsung, kecuali keuntungan (kerugian) aktuarial dan biaya jasa lalu (non vested). Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan (kerugian) aktuaria yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi dari 10% dari nilai sekarang. Kewajiban manfaat pasti diamortisasi dengan metode garis lurus (straight line method) selama sisa masa kerja. Tetapi keuntungan (kerugian) aktuarial dari kewajiban karyawan yang masih aktif bekerja setelah usia masa pensiun akan diakui langsung diakui karena kewajiban sudah terjadi. Pencadangan dibentuk jika berdasarkan perbandingan imbalan yang akan diterima oleh karyawan pada umur pensiun yang normal dari imbalan yang sesuai ketetapan menurut Undang-undang setelah dikurangi akumulasi dari iuran karyawan dan hasil-hasil investasi yang terkait, ternyata masih kurang. Jika bagian dana pemberi kerja dari imbalan Program Pensiun adalah kurang dari imbalan yang diharuskan oleh Undang-undang, Bank akan menutupi kekurangan dana tersebut. v. Laba Per Saham Dasar Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

15

204

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) w. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan yaitu berdasarkan segmen usaha konvensional dan syariah. Lokasi Bank hanya berada di DKI Jakarta, sehingga tidak ada penyajian informasi segmen berdasarkan geografis. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip mengharuskan Manajemen membuat estimasi dan asumsi dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. akuntansi yang berlaku umum yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban kontinjensi pada beban selama tahun pelaporan.

x.

3.

KAS 2009 Rupiah Valuta Asing: Dolar Amerika Serikat Euro Dolar Australia Dolar Singapura Yen Poundsterling Dolar Hongkong Jumlah 528.407.565.210 778.563.650 91.275.945 13.060.124 15.306.362 5.109.500 3.942.884 -907.258.465 529.314.823.675 2008 396.803.534.790 588.600.000 112.255.832 64.173.439 13.445.768 6.032.250 3.151.083 -787.658.372 397.591.193.162

Kas dalam mata uang Rupiah termasuk uang pada mesin Automatic Teller Machine (ATM) pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 24.080.200.000 dan Rp 5.957.650.000.

16

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

205

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4.

GIRO PADA BANK INDONESIA 2009 Giro Rupiah Dolar Amerika Serikat Jumlah 664.731.264.092 6.576.161.780 671.307.425.872 2008 500.232.580.385 1.090.000.000 501.322.580.385

Bank diwajibkan memelihara GWM Utama dalam rupiah sebesar 5% dan dalam valuta asing sebesar 1% masing-masing dari dana pihak ketiga dalam rupiah dan valuta asing. Pada tahun 2008 dan tahun 2009 selain GWM Utama Bank juga diwajibkan memelihara GWM Sekunder sebesar 2,5% dari dana pihak ketiga dalam rupiah. Persentase Giro Wajib Minimum Utama dan Sekunder Bank pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing adalah: 2009 % Rupiah: - Utama - Sekunder Mata Uang Asing 5,11 30,76 2,66 2008 % 5,18 -3,67

Dengan demikian Bank pada 31 Desember tahun 2009 dan tahun 2008 telah memenuhi Peraturan Bank Indonesia yang mengatur tentang GWM minimum baik GWM Utama dan GWM Sekunder.

5.

GIRO PADA BANK LAIN 2009 Rupiah Non BPD BPD Mata Uang Asing Yen Dolar Amerika Serikat Euro Dolar Singapura Dolar Australia Jumlah Dikurangi : Penyisihan Kerugian Bersih 709.577.530 4.481.038.813 5.190.616.343 1.849.892.840 248.394.405.564 6.455.239.286 665.660.881 257.925.116 257.623.123.687 262.813.740.030 (8.154.983.439) 254.658.756.591 2008 633.217.925 2.078.144.540 2.711.362.465 26.181.961.072 9.298.355.417 6.570.277.503 807.464.710 214.513.788 43.072.572.490 45.783.934.955 (6.705.236.895) 39.078.698.060

17

206

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.

GIRO PADA BANK LAIN (Lanjutan) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun adalah sebagai berikut: 2009 % Rupiah Mata Uang Asing 2,04 1,10 2008 % 2,03 1,23

Perubahan dalam penyisihan kerugian giro pada bank lain adalah sebagai berikut: 2009 Saldo Awal Tahun Penyisihan (Pembalikan) Dalam Tahun Berjalan selisih kurs Saldo Akhir Tahun 6.705.236.895 2.438.456.561 (988.710.017) 8.154.983.439 2008 128.608.448 6.733.737.028 (157.108.581) 6.705.236.895

Kolektibilitas giro pada bank lain adalah Lancar per 31 Desember 2009 dan 2008, kecuali giro pada Bank Indover sebesar Rp 5.582.859.966 dengan kolektibilitas macet karena bank tersebut telah pailit. Penyisihan kerugian terdiri dari cadangan umum sebesar 1% sesuai dengan PBI untuk seluruh giro pada bank lain dengan kolektibilitas lancar dan cadangan khusus sebesar 100% untuk kolektibilitas macet. Pada tanggal 10 Maret 2010 Bank telah menerima pembayaran dari Bank Indover sebesar Rp 2.623.945.214 atau Euro 193.757,34 (lihat Catatan 42). Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya giro pada bank lain.

6.

PENEMPATAN PADA BANK LAIN DAN BANK INDONESIA Jangka Waktu 2009 Tingkat Bunga Rata-rata per Tahun % 6,00 6,35 - 6,60 6,80 6,00 Jumlah

Jenis Penempatan Rupiah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia*)

Call Money

Deposito Berjangka Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah

4 hari 4 - 7 hari 33 hari 5 Hari

1.563.218.520.986 435.000.000.000 100.000.000.000 20.900.000.000 2.119.118.520.986 (5.350.000.000) 2.113.768.520.986

Dikurangi: Penyisihan Kerugian Jumlah


*) Setelah dikurangi bunga ditangguhkan sebesar Rp 781.479.014.

18

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

207

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

PENEMPATAN PADA BANK LAIN DAN BANK INDONESIA (Lanjutan) 2008 Tingkat Bunga Rata-rata per Tahun % 9,08 10,31 10,75

Jenis Penempatan Rupiah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia*)

Jangka Waktu

Jumlah

Call Money

Deposito Berjangka

5 hari 9,5 hari 92 hari

Dikurangi: Penyisihan Kerugian Jumlah

605.381.069.156 55.000.000.000 1.349.700.000 661.730.769.156 (563.497.000) 661.167.272.156

*)

Setelah dikurangi bunga ditangguhkan sebesar Rp 618.930.844.

Jumlah tercatat penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia berdasarkan sisa umur jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 > 3-12 bulan

Jenis Penempatan Rupiah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia

# 1 bulan

> 1-3 bulan

> 12 bulan

Jumlah

Call Money

Deposito Berjangka Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Syariah

1.563.218.520.986 435.000.000.000 -20.900.000.000 2.019.118.520.986

--100.000.000.000 -100.000.000.000

-----

-----

1.563.218.520.986 435.000.000.000 100.000.000.000 20.900.000.000 2.119.118.520.986 (5.350.000.000) 2.113.768.520.986

Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah

19

208

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

6.

PENEMPATAN PADA BANK LAIN DAN BANK INDONESIA (Lanjutan)


Jenis Penempatan Rupiah Fasilitas Simpanan Bank Indonesia

# 1 bulan

> 1-3 bulan

2008 > 3-12 bulan

> 12 bulan

Jumlah

Call Money

Deposito Berjangka

605.381.069.156 55.000.000.000 -660.381.069.156

--1.349.700.000 1.349.700.000

-----

---

---

605.381.069.156 55.000.000.000 1.349.700.000 661.730.769.156 (563.497.000) 661.167.272.156

Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah

Perubahan dalam penyisihan kerugian penempatan pada bank lain adalah sebagai berikut: 2009 Saldo Awal Tahun Penyisihan (Pembalikan) Dalam Tahun Berjalan Selisih Kurs Saldo Akhir Tahun 563.497.000 4.786.503.000 -5.350.000.000 2008 750.000.000 1.493.973.104 (1.680.476.104) 563.497.000

Kolektibilitas penempatan pada bank lain adalah Lancar per 31 Desember 2009 dan 2008. Penyisihan kerugian berupa cadangan umum sebesar 1% sesuai dengan PBI untuk seluruh penempatan pada bank lain. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya penempatan pada bank lain.

20

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

209

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

EFEK-EFEK a. Berdasarkan jenis dan mata uang


Tingkat Bunga per Tahun 2009 2008 Rupiah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Sertifikat Bank Indonesia Diskonto yang belum diamortisasi Nilai bersih Obligasi Lainnya Diskonto yang Belum Diamortisasi Nilai Bersih Jumlah Efek yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Diperdagangkan Obligasi Lainnya Kenaikan (Penurunan) Nilai yang Belum Direalisasi Nilai Bersih Jumlah Efek yang Diperdagangkan Jumlah Efek-efek Rupiah Dolar Amerika Serikat Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Obligasi Lainnya Diskonto yang Belum Diamortisasi Nilai Bersih Jumlah Efek yang Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Diperdagangkan Obligasi Lainnya Kenaikan (Penurunan) Nilai yang Belum Direalisasi Nilai Bersih Jumlah Efek yang Diperdagangkan Jumlah Efek-efek Dolar Amerika Serikat Jumlah Efek-efek Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah --Jumlah 2009 2008

7,93

11,00

977.500.000.000 (2.925.824.603) 974.574.175.397 2.312.137.027.783 -2.312.137.027.783 3.286.711.203.180

647.516.000.000 (1.443.058.375) 646.072.941.625 2.581.901.528.034 -2.581.901.528.034 3.227.974.469.659

11,48

12,87

11,70

10,81

1.095.361.624.998 -1.095.361.624.998 1.095.361.624.998 4.382.072.828.178

1.676.985.288.728 (1.070.400.216) 1.675.914.888.512 1.675.914.888.512 4.903.889.358.171

7,03

6,96

95.470.628.195 -95.470.628.195 95.470.628.195

110.224.844.009 -110.224.844.009 110.224.844.009

----95.470.628.195 4.477.543.456.373 (7.705.181.873) 4.469.838.274.500

----110.224.844.009 5.014.114.202.180 (8.708.369.187) 5.005.405.832.993

21

210

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

EFEK-EFEK (Lanjutan) b. Berdasarkan penerbit dan peringkat obligasi


Peringkat 2009 2008 Rupiah Obligasi Pemerintah Badan Usaha Milik Negara PT Bank Tabungan Negara (Persero) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk PT Jasa Marga (Persero) Tbk PT Bank Ekspor Impor (Persero) Perum Pegadaian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Indosat Tbk PT PTPN IV PT Pupuk Kaltim, Tbk Perusahaan Lainnya PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT BPD Jawa Barat PT Bentoel International Investama Tbk PT BPD Nusa Tenggara Barat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk PT BPD Sulawesi Utara PT Medco Energi Internasional Tbk PT BPD Lampung PT Bank Permata Tbk PT Bank Danamon PT Bank Mega PT Bank Buana PT Bank Panin PT HM Sampoerna PT Malindo Feedmil PT Exelcom Jumlah Obligasi Efek lainnya Bank Indonesia Jumlah efek lainnya Jumlah Efek-efek Rupiah Ba2**) -idAA-*) idAA-*) idAA-*) idAAA*) idAA+*) idAA+*) BB+***) -idAA-*) idAA+*) -idA*) idBBB+*) idA+*) idBBB+*) idAA-*) idBBB+*) -idAA+*) idA+*) -idAA+*) idAAA*) idAA-*) -Ba3**) idAA-*) idAA-*) idAA-*) idAA-*) idAAA*) idAA+*) idAA+*) idAA+*) idA*) -idAA+*) idA+*) idA*) Aa3.id**) idA+*) idBBB+*) idAA-*) idBBB+*) idA*) idAA+*) idA+*) idA+*) idA+*) idAAA*) idA+*) idAA-*) 2.696.053.558.023 -59.915.380.370 46.000.883.119 38.081.407.122 25.000.000.000 32.514.042.063 25.000.000.000 72.179.507.499 -5.000.000.000 144.969.041.950 -86.571.985.270 20.000.000.000 20.020.830.709 14.984.616.655 3.151.500.000 4.000.000.000 -27.917.800.000 16.138.100.000 -50.000.000.000 -20.000.000.000 -3.407.498.652.780 3.427.299.254.126 29.606.284.722 59.859.929.445 45.590.259.787 37.920.105.199 25.000.000.000 32.579.799.151 25.000.000.000 37.278.084.500 7.006.150.050 -145.325.365.974 73.597.992.491 85.275.947.054 20.000.000.000 20.063.366.142 14.942.399.207 14.698.319.101 4.000.000.000 9.693.530.000 39.363.974.608 16.073.738.000 8.149.288.000 50.004.750.000 6.646.558.989 20.001.220.000 2.840.100.000 4.257.816.416.546 Jumlah 2009 2008

974.574.175.397 974.574.175.397 4.382.072.828.178

646.072.941.625 646.072.941.625 4.903.889.358.171

22

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

211

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

EFEK-EFEK (Lanjutan)
Peringkat 2009 2008 Dolar Amerika Serikat Obligasi Pemerintah Republik Indonesia Badan Usaha Milik Negara PT PLN Jumlah Obligasi Jumlah Efek-efek Dolar Amerika Serikat Jumlah Efek-efek Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah Efek-efek - Bersih *) Pefindo **) Moodys ***) Fitch Ratings Ba2**) Ba2**) Ba3**) Ba3**) Jumlah 2009 59.478.082.742 35.992.545.453 95.470.628.195 95.470.628.195 4.477.543.456.373 (7.705.181.873) 4.469.838.274.500 2008 68.737.159.259 41.487.684.750 110.224.844.009 110.224.844.009 5.014.114.202.180 (8.708.369.187) 5.005.405.832.993

Jangka waktu efek-efek sejak tanggal pembelian hingga tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: 2009 Rupiah Sertifikat Bank Indonesia Obligasi Dolar Amerika Serikat Obligasi 8 - 28 hari 3 - 21 tahun 8 - 30 tahun 2008 28 - 32 hari 5 bulan - 38 tahun 8 - 38 tahun

Selama tahun 2009, efek-efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo berupa obligasi lainnya telah jatuh tempo sebesar Rp 145.500.000.000. c. Berdasarkan efek pemerintah dan bukan pemerintah adalah sebagai berikut: 2009 Pihak Efek Pemerintah Efek Bukan Pemerintah Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah 3.730.105.816.162 747.437.640.211 4.477.543.456.373 (7.705.181.873) 4.469.838.274.500 2008 4.483.437.652.614 530.676.549.566 5.014.114.202.180 (8.708.369.187) 5.005.405.832.993

23

212

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

EFEK-EFEK (Lanjutan) Nilai wajar dari efek-efek tersedia untuk dijual dan biaya perolehan setelah amortisasi diskonto atau premium dari efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:
Jenis Efek Diperdagangkan Nilai Wajar Rupiah Dolar Amerika Serikat Sub Jumlah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Biaya Perolehan setelah Amortisasi Rupiah Dolar Amerika Serikat Sub Jumlah Jumlah Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah

# 1 bulan

> 1-3 bulan

> 3-12 bulan

2009 > 1-5 tahun

> 5 tahun

Jumlah

----

----

----

223.215.025.000 -223.215.025.000

872.146.600.000 -872.146.600.000

1.095.361.625.000 -1.095.361.625.000

974.574.175.397 -974.574.175.397 974.574.175.397

110.203.463.771 -110.203.463.771 110.203.463.771

159.003.764.176 -159.003.764.176 159.003.764.176

827.457.787.461 -827.457.787.461 1.050.672.812.461

1.215.472.012.373 95.470.628.195 1.310.942.640.568 2.183.089.240.568

3.286.711.203.178 95.470.628.195 3.382.181.831.373 4.477.543.456.373 (7.705.181.873) 4.469.838.274.500

Jenis Efek Diperdagangkan Nilai Wajar Rupiah Sub Jumlah Dimiliki Hingga Jatuh Tempo Biaya Perolehan setelah Amortisasi Rupiah Dolar Amerika Serikat Sub Jumlah Jumlah Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah

# 1 bulan

> 1-3 bulan

> 3-12 bulan

2008 > 1-5 tahun

> 5 tahun

Jumlah

---

---

14.000.000.000 14.000.000.000

185.748.969.443 185.748.969.443

1.476.165.919.069 1.476.165.919.069

1.675.914.888.512 1.675.914.888.512

-----

-----

168.031.829.266 -168.031.829.266 182.031.829.266

484.488.558.489 -484.488.558.489 670.237.527.932

2.575.454.081.904 110.224.844.009 2.685.678.925.913 4.161.844.844.982

3.227.974.469.659 110.224.844.009 3.338.199.313.668 5.014.114.202.180 (8.708.369.187) 5.005.405.832.993

Seluruh efek-efek yang dimiliki Bank adalah efek-efek yang diterbitkan oleh pihak ketiga. Kualitas efek-efek adalah Lancar pada tahun 2009 dan 2008. Penyisihan kerugian merupakan cadangan umum sebesar 1% sesuai dengan PBI.

24

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

213

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.

EFEK-EFEK (Lanjutan) Perubahan dalam penyisihan kerugian efek-efek adalah sebagai berikut: 2009 Saldo Awal Tahun Penyisihan (Pembalikan) Dalam Tahun Berjalan Selisih Kurs Jumlah 8.708.369.187 (956.169.722) (47.017.592) 7.705.181.873 2008 7.879.093.487 1.008.561.177 (179.285.477) 8.708.369.187

Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya efek-efek.

8.

EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO)


2009 Nasabah Rupiah PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Amcapital Sekuritas Jumlah Jenis Nilai Nominal Tanggal Dimulai 21/12/09 14/12/09 15/12/09 Tanggal Jatuh Tempo 07/01/10 14/01/10 18/01/10 Kewajiban Penjualan Kembali 69.913.200.000 53.784.500.000 24.395.000.000 148.092.700.000

Pendapatan Bunga Yang Belum Diamortisasi 21.905.882 19.870.968 10.588.235 52.365.085

Nilai Bersih

FR0046 FR0047 FR0047

70.000.000.000 55.000.000.000 25.000.000.000 150.000.000.000

69.891.294.118 53.764.629.032 24.384.411.765 148.040.334.915

2008 Nasabah Rupiah PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT Danareksa Sekuritas PT Mandiri Sekuritas PT AmCapital Indonesia Jumlah Jenis Nilai Nominal Tanggal Dimulai 18/12/08 19/12/08 23/12/08 01/12/08 03/12/08 24/12/08 24/12/08 03/12/08 24/12/08 24/12/08 30/12/08 03/12/08 24/12/08 24/12/08 24/12/08 30/12/08 Tanggal Jatuh Tempo 14/01/09 14/01/09 14/01/09 05/01/09 07/01/09 12/01/09 27/01/09 07/01/09 27/01/09 27/01/09 30/01/09 07/01/09 27/01/09 23/01/09 27/01/09 30/01/09 Kewajiban Penjualan Kembali 19.550.000.000 14.661.000.000 14.652.000.000 11.705.400.000 10.667.700.000 9.753.150.000 5.214.950.000 13.222.400.000 17.470.000.000 17.470.000.000 89.345.600.000 3.331.400.000 3.375.200.000 9.764.700.000 2.818.500.000 35.047.950.000 278.049.950.000

Pendapatan Bunga Yang Belum Diamortisasi 41.481.481 31.500.000 31.500.000 771.429 3.540.000 1.989.474 11.872.059 4.480.000 55.588.235 55.588.235 457.838.710 1.280.000 12.070.588 11.270.000 10.720.588 167.322.581 898.813.380

Nilai Bersih

FR0028 FR0028 FR0028 FR0043 FR0043 FR0043 FR0045 FR0046 FR0047 FR0047 FR0047 FR0048 FR0048 FR0048 Seri ORI 004 Seri ORI 004

20.000.000.000 15.000.000.000 15.000.000.000 18.000.000.000 15.000.000.000 15.000.000.000 6.500.000.000 20.000.000.000 20.000.000.000 20.000.000.000 95.000.000.000 5.000.000.000 4.000.000.000 15.000.000.000 3.000.000.000 35.000.000.000 321.500.000.000

19.508.518.519 14.629.500.000 14.620.500.000 11.704.628.571 10.664.160.000 9.751.160.526 5.203.077.941 13.217.920.000 17.414.411.765 17.414.411.765 88.887.761.290 3.330.120.000 3.363.129.412 9.753.430.000 2.807.779.412 34.880.627.419 277.151.136.620

25

214

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8.

EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO - Lanjutan) Bank tidak melakukan penyisihan kerugian, karena surat berharga tersebut merupakan obligasi pemerintah dan sesuai PBI No. 7/2/PBI/2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bank Umum pasal 45 ayat 2 dijelaskan bahwa pembentukan cadangan umum dikecualikan untuk aset produktif dalam bentuk SBI dan SUN serta bagian aset produktif yang dijamin dengan agunan tunai.

9.

KREDIT YANG DIBERIKAN a. Berdasarkan Jenis Kredit


Lancar Dalam Perhatian Khusus 15.989.659.097 106.901.906.572 86.413.276.749 7.202.169.940 219.197.909 216.726.210.267 (7.692.022.126) 209.034.188.141 2009 Kurang Lancar Diragukan Macet Jumlah

Modal Kerja Konsumsi Investasi Pembiayaan Syariah Pinjaman Direksi dan Karyawan Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Bersih

527.246.024.128 4.137.242.993.542 908.009.360.407 549.140.221.479 261.664.656.289 6.383.303.255.845 (63.833.032.558) 6.319.470.223.287

3.504.502.149 7.796.056.516 57.599.840.253 15.272.038.206 -84.172.437.124 (9.402.637.742) 74.769.799.382

19.986.359.738 18.956.481.947 3.848.283.579 86.773.871.059 400.297.328 129.965.293.651 (8.237.189.019) 121.728.104.632

112.077.371.143 69.935.658.024 4.317.221.141 1.877.151.734 1.130.501.024 189.337.903.066 (144.521.078.944) 44.816.824.122

678.803.916.255 4.340.833.096.601 1.060.187.982.129 660.265.452.418 263.414.652.550 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564

Lancar Modal Kerja Konsumsi Investasi Pembiayaan Syariah Pinjaman Direksi dan Karyawan Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Bersih 636.010.982.001 4.409.138.519.354 138.010.550.378 489.401.634.991 258.939.582.922 5.931.501.269.646 (35.280.437.999) 5.896.220.831.647

Dalam Perhatian Khusus 32.085.198.501 173.554.205.216 18.343.627.749 2.330.916.429 404.842.214 226.718.790.109 (8.389.012.122) 218.329.777.987

2008 Kurang Lancar 19.850.350.754 5.893.316.846 1.209.581.309 123.039.500.051 47.721.214 150.040.470.174 (32.361.830.135) 117.678.640.039

Diragukan 18.617.281.602 8.737.761.109 1.994.206.834 714.901.071 -30.064.150.616 (14.818.848.110) 15.245.302.506

Macet 42.878.989.925 80.483.472.201 12.122.715.362 2.418.575.395 1.154.612.077 139.058.364.960 (139.058.364.960) --

Jumlah 749.442.802.783 4.677.807.274.726 171.680.681.632 617.905.527.937 260.546.758.427 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

b.

Berdasarkan Sektor Ekonomi


Lancar Perdagangan Umum dan Administrasi Industri Jasa Bisnis Konstruksi Transportasi Jasa Pelayanan Sosial Lain-lain Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Bersih Dalam Perhatian Khusus 9.979.777.273 498.668.824 4.282.457.190 12.931.707.703 -198.092.521 188.835.506.756 216.726.210.267 (7.692.022.126) 209.034.188.141 Kurang Lancar 2009 Diragukan Macet Jumlah

196.285.325.019 8.285.177.524 411.017.237.756 261.135.989.933 6.992.084.518 77.340.663.755 5.422.246.777.340 6.383.303.255.845 (63.833.032.558) 6.319.470.223.287

828.584.814 -2.622.641.119 256.724.496 --80.464.486.695 84.172.437.124 (9.402.637.742) 74.769.799.382

8.401.050.238 -90.344.516.001 11.844.198.178 --19.375.529.234 129.965.293.651 (8.237.189.019) 121.728.104.632

35.465.402.581 -16.951.966.574 64.205.132.710 -922.090.419 71.793.310.782 189.337.903.066 (144.521.078.944) 44.816.824.122

250.960.139.925 8.783.846.348 525.218.818.640 350.373.753.020 6.992.084.518 78.460.846.695 5.782.715.610.807 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564

26

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

215

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.

KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)


Lancar Perdagangan Umum dan Administrasi Industri Jasa Bisnis Konstruksi Transportasi Jasa Pelayanan Sosial Lain-lain Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Bersih Dalam Perhatian Khusus 120.980.374.281 -1.130.582.314 17.790.429.521 --86.817.403.993 226.718.790.109 (8.389.012.122) 218.329.777.987 Kurang Lancar 2008 Diragukan Macet Jumlah

372.196.931.973 6.333.090.041 181.510.289.886 244.631.744.761 11.585.206.873 38.971.886.815 5.076.272.119.297 5.931.501.269.646 (35.280.437.999) 5.896.220.831.647

19.728.918.610 4.863.949 242.855.507 104.070.907 --129.959.761.201 150.040.470.174 (32.361.830.135) 117.678.640.039

18.479.914.183 -102.295.123 588.654.900 --10.893.286.410 30.064.150.616 (14.818.848.110) 15.245.302.506

28.042.775.551 2.142.858 18.200.741.668 3.590.728.162 -393.379.833 88.828.596.888 139.058.364.960 (139.058.364.960) --

559.428.914.598 6.340.096.848 201.186.764.498 266.705.628.251 11.585.206.873 39.365.266.648 5.392.771.167.789 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

c.

Berdasarkan Jangka Waktu Kredit Rincian jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan perjanjian kredit adalah sebagai berikut: 2009 Kurang dari 1 tahun Lebih dari 1 - 2 tahun Lebih dari 2 - 3 tahun Lebih dari 3 tahun Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Jumlah 903.105.532.963 799.467.849.411 1.433.152.082.764 3.867.779.634.815 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564 2008 645.952.718.576 215.120.438.712 1.290.072.882.656 4.326.237.005.561 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

d.

Berdasarkan Sisa Umur Jatuh Tempo Rincian jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa waktu dari tanggal neraca sampai dengan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: 2009 Kurang dari 1 tahun Lebih dari 1 - 2 tahun Lebih dari 2 - 3 tahun Lebih dari 3 tahun Sub Jumlah Dikurangi: Penyisihan Kerugian Jumlah 821.286.028.230 2.040.679.822.428 1.922.273.024.294 2.219.266.225.001 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564 2008 913.666.436.006 777.624.684.976 1.246.373.065.360 3.539.718.859.163 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

27

216

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.

KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan) e. Berdasarkan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Rincian kredit yang diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut: 2009 Pihak Ketiga Dikurangi : Penyisihan Kerugian Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa BPR Darbeni Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank Dikurangi : Penyisihan Kerugian Sub Total Dikurangi : Penyisihan Kerugian Jumlah 6.997.542.870.036 (233.626.338.090) 6.763.916.531.946 1.053.234.439 4.908.995.478 5.962.229.917 (59.622.299) 5.902.607.618 7.003.505.099.953 (233.685.960.389) 6.769.819.139.564 2008 6.472.267.775.244 (229.857.340.623) 6.242.410.434.621 194.355.932 4.920.914.329 5.115.270.261 (51.152.703) 5.064.117.558 6.477.383.045.505 (229.908.493.326) 6.247.474.552.179

f.

Informasi signifikan lainnya Informasi signifikan lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Tingkat bunga rata-rata per tahun untuk kredit dalam mata uang Rupiah adalah 15,05% dan 16,55% pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, sedangkan dalam mata uang asing adalah 8,00% dan 24,49% pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008. Kredit dengan jaminan, dijamin dengan simpanan, agunan yang diikat dengan hak tanggungan atau dengan surat kuasa untuk menjual atau mengikat dengan hak tanggungan atau dengan jaminan lain yang dapat diterima oleh Bank. Pinjaman tetap terdiri dari kredit untuk modal kerja, investasi dan konsumsi. Kredit untuk modal kerja dan investasi terdiri dari kredit jangka panjang, tetap, berulang dan diskonto, sedangkan kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit konsumsi lain. Pinjaman Direksi dan karyawan Bank, secara substansial merupakan kredit dengan tingkat bunga sampai dengan 4,5% per tahun untuk memperoleh kendaraan, rumah tinggal dan keperluan pribadi lainnya, dengan jangka waktu jatuh tempo berkisar antara 1 (satu) sampai dengan 15 (lima belas) tahun. Kredit ini dibayar melalui pemotongan gaji setiap bulannya.

4.

28

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

217

PT BANK DKI CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.

KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan) 5. Kredit kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Bank sebelum penyisihan kerugian masing-masing sebesar Rp 5.962.229.917 dan Rp 5.115.270.261 pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, sedangkan setelah penyisihan kerugian pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 5.902.607.618 dan Rp 5.064.117.558. Kredit yang telah direstrukturisasi per tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut : 2009 Perpanjangan Jangka Waktu Kredit Perubahan skim pembiayaan Jumlah 7. 8. 9. 70.136.644.147 97.216.210.204 167.352.854.351 2008 7.650.953.862 -7.650.953.862

6.

10.

Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, tidak terdapat pelanggaran maupun pelampauan terhadap ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Rasio Non