Siklus Daya Gas (Brayton Cycle)
Pertemuan: Minggu ke-13
Siklus Brayton adalah siklus termodinamika ideal yang terdiri dari empat proses utama (dua proses
isentropik dan dua proses isobaris) yang digunakan untuk menggambarkan kerja dari mesin turbin
gas. Dalam versi idealnya, fluida kerja (biasanya udara) dianggap sebagai gas ideal yang bersirkulasi
dalam sistem tertutup, namun pada praktiknya sistem bersifat terbuka.
Turbin gas adalah mesin termal yang mengubah energi kimia dari bahan bakar menjadi energi
mekanik melalui pembakaran dan ekspansi gas bertekanan tinggi dalam turbin. Aplikasi siklus
Brayton digunakan pada:
• Pesawat terbang (mesin jet/turbojet, turbofan)
• Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG)
• Pembangkit listrik tenaga gas-uap (PLTGU), efisiensi bisa 60%
• Sistem energi nuklir (HTGR – High Temperature Gas Reactor)
• Kendaraan militer & industri
Komponen Utama Siklus Brayton
1. Kompresor
Udara dari lingkungan dikompresi secara isentropik, akan mengakibatkan tekanan dan
temperatur naik.
2. Ruang Bakar (Combustion Chamber)
Bahan bakar dicampur dengan udara terkompresi dan dibakar, menghasilkan energi panas
menambah temperatur gas pada tekanan konstan (isobarik).
3. Turbin
Gas panas berekspansi isentropik di dalam turbin, menghasilkan kerja mekanik yang
digunakan untuk memutar kompresor dan menghasilkan daya bersih.
4. Pembuangan (Exhaust)
Gas buang dibuang ke lingkungan (siklus terbuka) atau didinginkan kembali (siklus
tertutup).
1
Siklus terbuka (Open cycle) dan Siklus tertutup (Closed cycle)
Diagram termodinamika siklus T-s dan P-v
Tahapan siklus Brayton ideal
Proses 1-2: Kompresi udara Isentropis adiabatis reversibel (di kompresor)
Udara dikompresi dalam kompresor.
Tekanan dan suhu meningkat.
Entropi tetap (tidak ada pertukaran panas).
Proses 2-3: Penambahan panas/pembakaran Isobaris (di ruang bakar)
Udara dikirim ke ruang pembakaran (combustion chamber) dan dipanaskan pada tekanan
konstan.
2
Suhu naik secara signifikan karena penambahan energi (panas dari bahan bakar).
Proses 3-4: Ekspansi gas Isentropis (di turbin)
Udara panas diekspansi dalam turbin untuk menghasilkan kerja.
Tekanan dan suhu menurun, entropi tetap.
Proses 4-1: Pembuangan panas/pendinginan Isobaris
Udara yang telah kehilangan energi dilewatkan melalui pendingin pada tekanan tetap.
Suhu dan volume menurun.
Untuk nilai Tmin dan Tmax yang tetap, kerja bersih (Wnett) siklus Brayton akan meningkat seiring
dengan rasio tekanan, kemudian mencapai maksimum pada , dan
akhirnya menurun, seperti yang ditunjukkan pada Gambar dibawah ini.
Karakteristik Turbin Gas
No Parameter Pengaruh
1 Rasio tekanan tinggi Efisiensi meningkat (hingga titik optimal)
2 Suhu masuk turbin (TIT) Daya dan efisiensi meningkat
3 Pemulihan panas (regeneratif) Efisiensi meningkat
4 Intercooling (pendinginan antartahap) Mengurangi kerja kompresi
5 Reheat (pemanasan ulang) Menambah kerja turbin
3
Rumus-Rumus Penting dalam Siklus Brayton Ideal
- Efisiensi Termal Ideal:
• rp = Pressure ratio (rasio tekanan: P2/P1)
• γ = Rasio panas spesifik (biasanya 1.4 untuk udara)
- Rasio tekanan (Pressure Ratio):
- Kerja Turbin dan Kompresor:
• Kerja Turbin (Wt):
• Kerja Kompresor (Wc):
• Kerja Bersih (Wnett):
• Panas Masuk (Qin):
Modifikasi Siklus Brayton
1. Regeneratif: Memanfaatkan gas buang untuk memanaskan udara masuk, hal ini akan
menaikkan efisiensi. Selain itu, efisiensi tubin gas bisa meningkat dengan: menaikkan rasio
tekanan rp sampai batas tertentu dan menaikkan temperatur masuk turbin
2. Intercooling: Pendinginan udara antara tahap kompresi bertujuan untuk mengurangi daya
kompresi total atau mengurangi beban kompresi (menurunkan suhu antara dua tahap
kompresi)
4
3. Reheating: Gas diekspansi sebagian, lalu dipanaskan ulang bertujuan untuk meningkatkan
kerja turbin (memanaskan kembali gas di antara tahap ekspansi)
4. Combine cycle: Brayton dikombinasikan dengan Rankine (PLTGU)
Siklus Brayton vs. Siklus Rankine
No Parameter Siklus Brayton Siklus Rankine
1 Fluida kerja Gas (udara, uap gas) Cair (air, uap air)
2 Aplikasi utama Turbin gas, jet engine Turbin uap, PLTU
3 Proses kompresi Kompresor gas Pompa air
4 Proses ekspansi Turbin gas Turbin uap
5
Contoh soal:
Sebuah PLTG beroperasi pada siklus Brayton ideal memiliki rasio tekanan = 8. Temperatur gas 300
K pada sisi inlet Kompresor dan 1.300 K pada inlet Turbin. Diasumsikan menggunakan udara
standar.
Hitunglah:
a. Temperatur gas pada sisi keluaran Kompresor dan Turbin
b. Rasio kerja balik (the back waork ratio)
c. Efisiensi termal
Jawab:
(a) Suhu udara di sisi keluar kompresor dan turbin ditentukan dari hubungan isentropik:
Proses 1-2 (Kompresi isentropis pada gas ideal):
Proses 3-4 (Proses ekspansi gas ideal):
6
(b) Untuk menemukan rasio kerja balik, kita perlu menemukan masukan kerja pada kompresor
dan keluaran kerja turbin:
Artinya, 40,3 % dari hasil kerja turbin digunakan hanya untuk menggerakkan kompresor.
(c) Efisiensi termal siklus adalah rasio antara daya keluaran bersih dengan total masukan panas:
Efisiensi termal juga dapat ditentukan dari:
Dengan asumsi standar udara dingin (nilai kalor jenis konstan pada suhu ruangan), efisiensi
termal akan menjadi:
7
Penyimpangan Siklus Turbin Gas Aktual dari Siklus Ideal
Siklus turbin gas aktual berbeda dari siklus Brayton ideal dalam beberapa hal. Salah satu alasannya,
beberapa penurunan tekanan selama proses penambahan panas dan pelepasan panas tidak dapat
dihindari. Yang lebih penting, masukan kerja aktual ke kompresor lebih banyak, dan keluaran kerja
aktual dari turbin lebih sedikit karena sifat ireversibilitas. Penyimpangan perilaku kompresor dan
turbin aktual dari perilaku isentropik ideal dapat diperhitungkan secara akurat dengan
memanfaatkan efisiensi isentropik turbin dan kompresor sebagai:
di mana keadaan 2a dan 4a adalah keadaan keluar aktual kompresor dan turbin, masing-masing,
dan 2s dan 4s adalah keadaan yang sesuai untuk kasus isentropik, seperti yang diilustrasikan dalam
Gambar. Efek efisiensi turbin dan kompresor pada efisiensi termal mesin turbin gas adalah
diilustrasikan di bawah ini dengan sebuah contoh soal.
8
Contoh soal:
Dengan asumsi efisiensi kompresor sebesar 80% dan efisiensi turbin sebesar 85%.
Hitunglah:
(a) rasio kerja balik,
(b) efisiensi termal, dan
(c) suhu keluar turbin dari siklus turbin gas yang dibahas dalam Contoh sebelumnya
a. Diagram T-s dari siklus ditunjukkan pada Gambar. Kerja kompresor dan kerja turbin aktual
ditentukan dengan menggunakan definisi efisiensi kompresor dan turbin.
Kompresor:
Turbin:
Artinya, kompresor sekarang mengonsumsi 59,2% dari kerja yang dihasilkan oleh turbin (naik dari
40,3%). Peningkatan ini disebabkan oleh irreversibilitas yang terjadi di dalam kompresor dan turbin.
9
b. Dalam kasus ini, udara meninggalkan kompresor pada suhu dan entalpi yang lebih tinggi, yang
ditentukan sebagai berikut:
Artinya, irreversibilitas yang terjadi di dalam turbin dan kompresor menyebabkan efisiensi termal
siklus turbin gas turun dari 42,6% menjadi 26,6%. Contoh ini menunjukkan betapa sensitifnya
kinerja pembangkit listrik turbin gas terhadap efisiensi kompresor dan turbin. Faktanya, efisiensi
turbin gas tidak mencapai nilai kompetitif hingga perbaikan signifikan dilakukan dalam desain turbin
gas dan kompresor.
c. Suhu udara pada sisi keluar turbin ditentukan dari keseimbangan energi pada turbin:
Buka Tabel Udara , dihasilkan nilai temperatur
Suhu pada keluarnya turbin jauh lebih tinggi dibandingkan suhu pada keluarnya kompresor (T2a =
598 K), yang menunjukkan penggunaan regenerasi untuk mengurangi biaya bahan bakar.
10
Siklus Gabungan Gas-Uap (Combine Cycle)
Siklus gabungan atau Combined Cycle adalah sistem konversi energi termal yang menggabungkan
dua atau lebih siklus termodinamika berbeda dalam satu sistem untuk meningkatkan efisiensi termal
secara keseluruhan. Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) yaitu kombinasi siklus Brayton (gas) dan
siklus Rankine (uap air).
Siklus turbin gas biasanya beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi daripada siklus uap. Suhu
fluida maksimum pada saluran masuk turbin adalah sekitar 620°C (1150°F) untuk pembangkit listrik
tenaga uap modern, tetapi lebih dari 1425°C (2600°F) untuk pembangkit listrik tenaga turbin gas.
Suhunya lebih dari 1500°C pada keluaran pembakar mesin turbojet. Penggunaan suhu yang lebih
tinggi pada turbin gas dimungkinkan oleh perkembangan terkini dalam pendinginan bilah turbin dan
pelapisan bilah dengan bahan tahan suhu tinggi seperti keramik. Karena suhu rata-rata yang lebih
tinggi di mana panas disuplai, siklus turbin gas memiliki potensi yang lebih besar untuk efisiensi
termal yang lebih tinggi. Namun, siklus turbin gas memiliki satu kelemahan yang melekat: Gas
meninggalkan turbin gas pada suhu yang sangat tinggi (biasanya di atas 500°C).
11
Komponen Utama Siklus Gabungan
No Komponen Fungsi
1 Kompresor Mengisap dan menekan udara untuk pembakaran
2 Combustor Membakar bahan bakar untuk menghasilkan gas panas
3 Turbin Gas Mengubah energi panas gas menjadi kerja mekanik (listrik)
4 HRSG Menangkap panas buang gas turbin dan mengubah air jadi uap
5 Turbin Uap Menggunakan uap dari HRSG untuk menghasilkan kerja tambahan
6 Kondensor Mengembunkan uap kembali menjadi air
7 Pompa Mensirkulasikan air kembali ke HRSG
8 Generator Mengubah energi mekanik dari turbin menjadi listrik
Efisiensi Termal
Efisiensi gabungan (ideal):
Dalam praktik:
• Efisiensi siklus Brayton saja: ~35–40%
• Efisiensi siklus Rankine saja: ~30–35%
• Efisiensi siklus gabungan: ~55–62% (bisa mencapai 65% dengan teknologi canggih)
Keuntungan Siklus Gabungan
Keuntungan Penjelasan
Efisiensi tinggi Efisiensi hingga 60%+
Biaya operasi lebih rendah Menggunakan bahan bakar lebih efisien
Emisi karbon lebih rendah Karena konsumsi bahan bakar per kWh lebih kecil
Respons cepat Turbin gas respons cepat, cocok untuk beban puncak
Pemanfaatan energi lebih baik Panas sisa dimanfaatkan kembali melalui HRSG
Kekurangan Siklus Gabungan
Kekurangan Penjelasan
Investasi awal besar Sistem lebih kompleks → membutuhkan lebih banyak komponen
Pemeliharaan rumit Sistem kombinasi → lebih banyak titik rawan kegagalan
Waktu start-up lebih lama Sistem HRSG & turbin uap butuh waktu lebih lama dibanding
12
Kekurangan Penjelasan
siklus gas saja
Varian & Inovasi Siklus Gabungan
No Varian Keterangan
1 CCGT (Gas + Steam) Versi paling umum: Gas → HRSG → Uap
2 Kalina Cycle Menggunakan campuran air-amonia sebagai fluida kerja
3 Menggunakan CO₂ superkritis sebagai fluida → efisiensi lebih
Supercritical CO₂
tinggi
4 Hybrid dengan Tenaga
Kombinasi solar thermal + turbin gas untuk efisiensi ekstra
Surya
Konsep Dasar Perhitungan Efisiensi
Efisiensi termal total dari siklus gabungan didefinisikan sebagai:
Dimana,
• ηtotal : Efisiensi total sistem gabungan
• Wnet,total: Total kerja bersih sistem (turbin gas + turbin uap)
• Qin: Energi panas masuk ke ruang bakar (biasanya dari pembakaran gas alam)
Efisiensi Komponen
a. Efisiensi Siklus Brayton (Turbin Gas)
Dimana,
rp = P2/P1: Rasio tekanan
γ = Cp/Cv: Rasio panas spesifik (biasanya 1.4 untuk udara)
13
b. Efisiensi Siklus Rankine (Turbin Uap)
Dalam bentuk ideal:
Dimana,
h3, h4 ,h2: Enthalpi pada titik-titik siklus Rankine
Rumus Gabungan Efisiensi
Jika diasumsikan bahwa semua panas buang dari turbin gas digunakan untuk menghasilkan
uap, maka efisiensi gabungan menjadi:
Artinya:
Panas sisa dari turbin gas (yang tidak dikonversi menjadi kerja) digunakan untuk
menghasilkan kerja tambahan di siklus uap.
Perhitungan Daya dan Energi Panas
a. Daya dari Turbin Gas (Brayton):
b. Daya dari Turbin Uap (Rankine):
c. Total kerja:
14
Konsumsi Bahan Bakar dan Panas Masuk
Jika diketahui nilai kalor bahan bakar Qfuel dan laju alir bahan bakar mfuel:
atau, dalam bentuk laju energi:
Contoh soal:
Sebuah pembangkit memanfaatkan siklus gabungan tenaga gas–uap yang ditunjukkan pada
Gambar. Siklus topping adalah siklus turbin gas yang memiliki rasio tekanan = 8. Udara masuk ke
kompresor pada suhu 300 K dan turbin pada suhu 1.300 K. Efisiensi isentropik kompresor adalah
80%, dan turbin gas adalah 85%. Siklus bottoming adalah siklus Rankine ideal sederhana yang
beroperasi antara batas tekanan 7 MPa dan 5 kPa. Uap dipanaskan dalam penukar panas oleh gas
buang hingga suhu 500°C. Gas buang meninggalkan penukar panas pada suhu 450 K.
15
Hitunglah:
(a) rasio laju aliran massa uap dan gas pembakaran dan
(b) efisiensi termal siklus gabungan.
Jawab:
Siklus gas:
Siklus uap:
a. Rasio lajua aliran massa
Artinya, 1 kg gas buang hanya dapat memanaskan 0,131 kg uap dari 33 hingga 500°C saat
didinginkan dari 853 hingga 450 K. Maka total keluaran kerja bersih per kilogram gas pembakaran
menjadi:
Oleh karena itu, untuk setiap kg gas hasil pembakaran yang dihasilkan, pabrik gabungan akan
menghasilkan 384,8 kJ kerja. Daya keluaran bersih pabrik ditentukan dengan mengalikan nilai ini
dengan laju aliran massa fluida kerja dalam siklus turbin gas.
b. Efisiensi termal siklus gabungan ditentukan dari:
16
Catatan: Perhatikan bahwa siklus gabungan ini mengubah 48,7% energi yang dipasok ke gas
dalam ruang pembakaran menjadi kerja yang bermanfaat. Nilai ini jauh lebih tinggi daripada
efisiensi termal siklus turbin gas (26,6%) atau siklus turbin uap (40,8%) yang beroperasi sendiri.
17