0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

RPP Pembelajaran Mendalam

Modul ajar ini disusun untuk peserta didik kelas XI SMK Teknik Komputer dan Jaringan, dengan fokus pada instalasi jaringan kabel dan nirkabel selama 6 x 45 menit. Materi mencakup komponen jaringan, prosedur instalasi, dan pengujian konektivitas, serta mengintegrasikan nilai tanggung jawab, kolaborasi, dan kreativitas. Pembelajaran dilakukan melalui metode berbasis proyek dan melibatkan simulasi praktis menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer.

Diunggah oleh

nanang shofi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan18 halaman

RPP Pembelajaran Mendalam

Modul ajar ini disusun untuk peserta didik kelas XI SMK Teknik Komputer dan Jaringan, dengan fokus pada instalasi jaringan kabel dan nirkabel selama 6 x 45 menit. Materi mencakup komponen jaringan, prosedur instalasi, dan pengujian konektivitas, serta mengintegrasikan nilai tanggung jawab, kolaborasi, dan kreativitas. Pembelajaran dilakukan melalui metode berbasis proyek dan melibatkan simulasi praktis menggunakan perangkat lunak Cisco Packet Tracer.

Diunggah oleh

nanang shofi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

Nama Penyusun : Nanang Mahyuddin Shofi, S. Kom


Unit Kerja : SMK NEGERI 1 GROGOL
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Kelas / Fase : XI (Sebelas) / F
Tahun Pelajaran : 2025-2026
Elemen : Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Materi : Instalasi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (1 pertemuan)

Peserta Didik
Identifikasi Kesiapan Peserta Didik:
 Pengetahuan Awal: Peserta didik kelas XI SMK Teknik Komputer dan Jaringan telah
mempelajari dasar-dasar jaringan komputer, termasuk topologi jaringan, peralatan
jaringan (router, switch, access point), dan konsep pengalamatan IP. Pemahaman
tentang instalasi jaringan kabel dan nirkabel masih terbatas, dengan pengalaman
praktis minimal dalam pengkabelan atau konfigurasi perangkat nirkabel.
 Minat: Tinggi terhadap teknologi jaringan karena relevansinya dengan karir sebagai
teknisi jaringan, terutama dalam instalasi jaringan di lingkungan nyata seperti kantor
atau kafe.
 Latar Belakang: Beragam, dengan akses teknologi digital yang bervariasi,
memengaruhi keterampilan menggunakan alat instalasi (Stripper) dan perangkat
lunak simulasi (Cisco Packet Tracer).
 Kebutuhan Belajar: Membutuhkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan
teori instalasi jaringan dengan praktik langsung, simulasi untuk konfigurasi perangkat,
dan analisis untuk memahami standar instalasi.
 Aspek Lain: Beberapa peserta didik termotivasi oleh peluang karir di bidang TI, tetapi
lainnya memerlukan dorongan untuk aktif dalam praktik fisik (pengkabelan) dan
kolaborasi kelompok.

Materi Pelajaran
Analisis Materi Pelajaran:
 Jenis Pengetahuan:
o Faktual: Memahami komponen jaringan kabel (kabel Fiber Optik, Fusion
Splicer) dan nirkabel (access point, frekuensi Wi-Fi).
o Konseptual: Memahami hubungan antara instalasi jaringan kabel dan nirkabel
dengan performa jaringan.
o Prosedural: Melakukan instalasi kabel Fiber Optik, konfigurasi access point,
dan pengujian konektivitas.
o Metakognitif: Merefleksikan efektivitas instalasi jaringan dalam mendukung
komunikasi data.
 Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Instalasi jaringan kabel dan nirkabel digunakan
untuk membangun infrastruktur jaringan di berbagai lingkungan, seperti kantor,
sekolah, atau kafe, memastikan konektivitas yang andal untuk perangkat seperti
komputer dan ponsel.
 Tingkat Kesulitan: Sedang, karena melibatkan keterampilan praktis (crimping kabel,
konfigurasi perangkat) dan pemahaman teknis (standar TIA/EIA-568-B, frekuensi Wi-
Fi).
 Struktur Materi:
1. Komponen dan standar instalasi jaringan kabel (kabel Fiber Optik, konektor,
topologi).
2. Komponen dan konfigurasi jaringan nirkabel (access point, SSID, kanal Wi-Fi).
3. Prosedur instalasi dan pengujian konektivitas jaringan kabel dan nirkabel.
 Integrasi Nilai dan Karakter: Mengintegrasikan nilai tanggung jawab (memastikan
instalasi sesuai standar keamanan), kolaborasi (bekerja dalam kelompok untuk
instalasi), dan kreativitas (merancang tata letak jaringan yang efisien).

Dimensi Profil Lulusan


Dimensi Profil Lulusan Dicapai (✓)
DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
DPL 2: Kewargaan
DPL 3: Penalaran Kritis ✓
DPL 4: Kreativitas ✓
DPL 5: Kolaborasi ✓
DPL 6: Kemandirian ✓
DPL 7: Kesehatan
DPL 8: Komunikasi ✓
Penjelasan:
 Penalaran Kritis: Menganalisis kebutuhan instalasi jaringan dan memilih komponen
yang sesuai.
 Kreativitas: Merancang tata letak jaringan kabel dan nirkabel yang efisien.
 Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk instalasi dan konfigurasi perangkat.
 Kemandirian: Melakukan konfigurasi perangkat secara mandiri di simulasi.
 Komunikasi: Menyampaikan hasil instalasi dan pengujian dalam diskusi kelompok.
Capaian Pembelajaran
Fase F (SMK Kelas XI):
Peserta didik mampu memahami konsep instalasi jaringan kabel dan nirkabel, standar
jaringan nirkabel, jaringan fiber optik, jenis jenis kabel fiber optik, fungsi alat kerja fiber
optik, sambungan fiber optik, dan perbaikan fiber optik. .
Kode Unit SKKNI:
 TJKN.01: Melaksanakan instalasi jaringan komputer.
Kriteria Unjuk Kerja (KUK):
1. Mengidentifikasi komponen dan standar instalasi jaringan kabel dan nirkabel.
2. Melaksanakan instalasi kabel Fiber Optik sesuai standar TIA/EIA-568-B.
3. Mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel (access point) dengan SSID dan kanal
yang sesuai.
4. Menguji konektivitas jaringan untuk memastikan komunikasi data yang efisien.

Lintas Disiplin Ilmu


 Fisika: Pemahaman tentang sinyal listrik dalam kabel Fiber Optik dan sinyal nirkabel
(frekuensi Wi-Fi).
 Informatika: Penggunaan perangkat lunak simulasi seperti Cisco Packet Tracer untuk
konfigurasi jaringan.
 Bahasa Inggris: Membaca dokumentasi teknis tentang standar instalasi jaringan.
 Manajemen Proyek: Merencanakan tata letak jaringan berdasarkan kebutuhan
organisasi.

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan 1 (6 x 45 menit):
1. Peserta didik dapat menjelaskan komponen dan standar instalasi jaringan kabel (Fiber
Optik, TIA/EIA-568-B) dan nirkabel (access point, SSID, kanal) dengan tepat dalam
diskusi kelompok, menggunakan skenario dunia nyata sebagai konteks.
2. Peserta didik mampu melaksanakan instalasi kabel Fiber Optik sesuai standar
TIA/EIA-568-B dan mengkonfigurasi access point menggunakan Cisco Packet Tracer
dengan tingkat keberhasilan minimal 90% dalam simulasi.
3. Peserta didik dapat menguji konektivitas jaringan kabel dan nirkabel dengan perintah
ping dan traceroute, mengidentifikasi masalah (jika ada) dengan akurasi tinggi, dan
mempresentasikan hasilnya dengan jelas.

Topik Pembelajaran
 Komponen dan standar instalasi jaringan kabel (kabel Fiber Optik, Fusion Splicer,
standar TIA/EIA-568-B).
 Komponen dan konfigurasi jaringan nirkabel (access point, SSID, kanal Wi-Fi).
 Prosedur instalasi dan pengujian konektivitas jaringan kabel dan nirkabel.
Praktik Pedagogis
 Metode: Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dengan pendekatan
Deep Learning.
 Alasan: Mendorong peserta didik untuk menganalisis kebutuhan instalasi,
melaksanakan simulasi instalasi jaringan kabel dan nirkabel, serta menguji konektivitas
dalam konteks nyata, sehingga meningkatkan pemahaman mendalam dan
keterampilan praktis.

Kemitraan Pembelajaran
 Lingkungan Sekolah: Guru informatika untuk memberikan masukan teknis tentang
instalasi jaringan.
 Lingkungan Luar Sekolah: Praktisi TI dari industri untuk berbagi pengalaman tentang
instalasi jaringan di dunia nyata.
 Komunitas: Komunitas TI lokal untuk menyediakan akses ke dokumentasi teknis atau
perangkat simulasi.

Lingkungan Pembelajaran
 Ruang Fisik: Laboratorium komputer dengan Cisco Packet Tracer terinstal dan
peralatan praktik (kabel Fiber Optik, Fusion Splicer, Stripper).
 Ruang Virtual: Learning Management System (LMS) untuk mengunggah materi, tugas,
dan forum diskusi.
 Budaya Belajar: Mendorong kolaborasi, eksplorasi, dan refleksi melalui diskusi
kelompok, simulasi, dan analisis.

Pemanfaatan Digital
 Perpustakaan Digital: Akses ke Cisco Networking Academy atau dokumentasi daring
tentang instalasi jaringan kabel dan nirkabel.
 Forum Diskusi Daring: Forum di LMS untuk berbagi ide tentang konfigurasi jaringan.
 Penilaian Daring: Kuis interaktif tentang komponen dan standar jaringan
menggunakan Google Forms atau Quizizz.
 Simulasi Jaringan: Cisco Packet Tracer untuk konfigurasi dan pengujian jaringan.

Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1: Instalasi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Awal
Prinsip Pembelajaran: Berkesadaran, bermakna, menggembirakan.
 Kegiatan:
1. Orientasi Bermakna (10 menit): Guru menjelaskan pentingnya instalasi
jaringan kabel dan nirkabel untuk mendukung konektivitas di lingkungan nyata,
seperti kafe dengan Wi-Fi untuk pelanggan.
2. Apersepsi Kontekstual (10 menit): Guru mengulas konsep dasar jaringan
(topologi, perangkat) dan meminta peserta didik menyebutkan contoh jaringan
kabel atau nirkabel yang pernah mereka temui (misalnya, Wi-Fi sekolah).
3. Motivasi Menggembirakan (5 menit): Guru menantang: “Kalian akan
merancang dan mengkonfigurasi jaringan kabel dan nirkabel untuk kafe kecil di
simulasi!”
Inti
Memahami (Berkesadaran, bermakna)
 Guru menjelaskan komponen jaringan kabel (kabel Fiber Optik, Fusion Splicer,
standar TIA/EIA-568-B) dan nirkabel (access point, SSID, kanal 2.4 GHz/5 GHz), serta
prosedur instalasi (30 menit).
 Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan skenario nyata (misalnya, kafe
dengan 10 perangkat, 5 kabel, 5 nirkabel) dan mengidentifikasi kebutuhan instalasi (20
menit).
Mengaplikasi (Bermakna, menggembirakan)
 Peserta didik melakukan simulasi instalasi jaringan di Cisco Packet Tracer:
o Mengkonfigurasi kabel Fiber Optik (mengatur IP pada komputer dan switch
sesuai standar TIA/EIA-568-B).
o Mengkonfigurasi access point (SSID, kanal, keamanan WPA2) untuk jaringan
nirkabel (60 menit).
 Peserta didik menguji konektivitas jaringan dengan perintah ping (misalnya, ping dari
komputer ke access point) dan traceroute, mencatat hasilnya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, bermakna)
 Peserta didik menulis refleksi singkat tentang proses instalasi dan tantangan yang
dihadapi (misalnya, kesalahan konfigurasi IP atau kanal Wi-Fi) (15 menit).
 Diskusi kelas untuk berbagi pengalaman dan solusi terhadap masalah instalasi (15
menit).
Penutup (Bermakna, menggembirakan)
 Guru memberikan umpan balik terhadap hasil simulasi dan pengujian konektivitas (15
menit).
 Peserta didik menyimpulkan pembelajaran dengan menuliskan dua poin utama
tentang instalasi jaringan kabel dan nirkabel (10 menit).
 Guru mengarahkan peserta didik untuk mengeksplorasi topik lanjutan, seperti
keamanan jaringan nirkabel (5 menit).

Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran:
 Metode: Kuis lisan singkat tentang komponen jaringan kabel dan nirkabel (misalnya,
fungsi kabel Fiber Optik, peran access point) (10 menit).
 Tujuan: Mengukur pengetahuan awal dan mengidentifikasi miskonsepsi.
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
 Metode:
o Observasi (keaktifan dalam diskusi kelompok dan simulasi).
o Penilaian kinerja (konfigurasi jaringan kabel dan nirkabel di Cisco Packet
Tracer).
o Peer assessment (evaluasi antarkelompok terhadap hasil simulasi).
 Tujuan: Mengukur kolaborasi, keterampilan praktis, dan pemahaman prosedur
instalasi.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
 Metode:
o Penilaian proyek (konfigurasi jaringan kabel dan nirkabel di Cisco Packet Tracer,
60% bobot).
o Self-assessment (refleksi tertulis tentang proses instalasi, 20% bobot).
o Kuis daring (soal tentang komponen dan standar instalasi jaringan, 20% bobot).
 Tujuan: Mengukur pencapaian kompetensi dalam instalasi dan pengujian jaringan
sesuai SKKNI.

Mengetahui, Grogol, 15 Juli 2025


Kepala SMKN 1 Grogol Guru Program Keahlian

JATMIKO, M. Pd. NANANG MAHYUDDIN SHOFI, S. KOM


NIP. 19700721 199703 1 003 NIP. 197804152022211012
MATERI PEMBELAJARAN
INSTALASI JARINGAN KABEL DAN NIRKABEL

1. Pendahuluan
Tujuan: Memahami konsep instalasi jaringan kabel dan nirkabel, melaksanakan instalasi
kabel Fiber Optik sesuai standar, mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel (access
point), dan menguji konektivitas untuk mendukung komunikasi jaringan yang efisien.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata:
 Instalasi jaringan kabel dan nirkabel digunakan untuk membangun infrastruktur
jaringan di berbagai lingkungan, seperti kafe, sekolah, atau kantor, memastikan
konektivitas yang andal untuk perangkat seperti komputer, ponsel, dan printer.
 Contoh: Teknisi jaringan memasang kabel Fiber Optik untuk komputer di ruang
kantor dan mengkonfigurasi Wi-Fi untuk tamu di kafe, memastikan performa dan
keamanan jaringan.
Integrasi Nilai dan Karakter:
 Tanggung Jawab: Memastikan instalasi jaringan sesuai standar untuk mencegah
gangguan konektivitas.
 Kolaborasi: Bekerja dalam kelompok untuk merancang dan mengkonfigurasi
jaringan.
 Kreativitas: Merancang tata letak jaringan yang efisien sesuai kebutuhan spesifik.

2. Komponen dan Standar Jaringan Kabel


Definisi:
Jaringan kabel menggunakan media fisik seperti kabel Fiber Optik untuk
menghubungkan perangkat, memberikan koneksi yang stabil dan cepat.
Komponen Utama
1. Kabel Fiber Optik: jenis kabel yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk
mentransmisikan data dalam bentuk cahaya. Berbeda dengan kabel tembaga
yang menggunakan sinyal listrik, kabel optik menawarkan kecepatan transfer
data yang sangat tinggi dan stabilitas yang lebih baik.
2. Fusion splicer : sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini
merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core
serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan
mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah
media sinar berbentuk laser.
1. Perangkat Jaringan:
o Switch: Menghubungkan beberapa perangkat dalam satu jaringan lokal
(LAN).
o Router: Menghubungkan jaringan lokal ke jaringan lain (misalnya, internet).
2. Fusion Splicer
Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan
serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan
sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan
mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah
media sinar berbentuk laser.

Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada
core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa
fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini
ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada
saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta
peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut
akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan
media tersebut memiliki senyawa yang sama.

2. Stripper Atau Miller

Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel
coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi
sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit dan daging kabel.

3. Cleaver

Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit
kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan
core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan
terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka
tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing
4. Optical Power Meter (OPM)

Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat
daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface
FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum
mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut
adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)

5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi


komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh
tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan
jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran gangguan yang terjadi. Sehingga
untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan
sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi.
Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian
Kabel Crack, Putusnya core yang belum diketahui letaknya, Putusnya kabel
atau juga untuk melakukan bending
6. Light Source

Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk


memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk
mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan
berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya.

7. Optical Fiber Identifier

Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal
dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.

8. Visual Fault Locator

Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic.
Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan
mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to
end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.

9. Bit Error Rate Test


Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio
Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel
yang sedang coba di uraikan penulis. Secara spesifiknya BER TES untuk
mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui pengiriman paket
dan lup

10. Fiber Optic Adapter

Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk


melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain.
jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor
berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik adapter hibrid atau Special
Adapter.

Jenis - Jenis Fiber Optik Adapter

 FC Fiber optik Adapter

Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia dalam jenis single mode dan
multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter, tipe persegi, tunggal
dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing)logam dan
Lengan (Sleeves) dari keramik.

 SC Adapter Fiber Optik

Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode,
serta Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik dengan perumahan (housing) plastik,
mempunyai beberapa varian warna, seperti :
1. biru untuk PC single mode
2. hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC.
Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara itu
untuk single mode adapter adalah dengan lengan zirkonia dan untuk serat
multimode adaptor dengan lengan perunggu.

LC Fiber Optik Adapter

Adapter fiber optik LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC


adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC warna sama dengan
fiber optik SC adapter: biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC
modus multi dan hijau untuk APC single mode. fiber optik adapter LC dengan
lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.

 ST Fiber Optik Adapter

Fiber Optik ST adapter semua jenis ulir, dengan perumahan (housing)


logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah
dengan lengan perunggu.

11. Splitter Optic


Splitter merupakan komponen yang bersifat pasif dan dapat memisahkan
daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter
pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang
digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter,
sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata

3. Alat Instalasi: Crimping tool untuk memasang Fusion Splicer, cable tester untuk
memeriksa koneksi kabel.
Standar Instalasi
 Kabel Fiber Optik standart.
 Panjang Maksimum: Kabel Fiber Optik tidak ada batasan panjang maksimum
berbeda dengan kabel utp yang memiliki panjang maksimal 100 meter untuk
menjaga kualitas sinyal..
 Keamanan: Hindari menempatkan kabel dekat sumber interferensi (misalnya,
kabel listrik).
Contoh Skenario:
 Sebuah kantor membutuhkan jaringan kabel untuk 5 komputer. Teknisi memasang
kabel Fiber Optik Cat5e dengan Fusion Splicer sesuai standar TIA/EIA-568-B,
menghubungkan komputer ke switch untuk komunikasi dalam LAN.
Aktivitas Pembelajaran:
 Peserta didik dalam kelompok kecil mendiskusikan skenario nyata (misalnya,
kantor dengan 5 komputer) dan mengidentifikasi kebutuhan komponen jaringan
kabel (kabel Fiber Optik, konektor, switch).
 Membuat daftar kebutuhan instalasi menggunakan template di kertas atau LMS.

3. Komponen dan Konfigurasi Jaringan Nirkabel


Definisi:
Jaringan nirkabel menggunakan gelombang radio (Wi-Fi) untuk menghubungkan perangkat
tanpa kabel fisik, memberikan fleksibilitas dan kemudahan akses.
Komponen Utama
1. Access Point (AP): Perangkat yang menyediakan koneksi Wi-Fi, menghubungkan
perangkat nirkabel ke jaringan kabel.
2. SSID (Service Set Identifier): Nama jaringan Wi-Fi yang terlihat oleh perangkat
pengguna.
3. Kanal Wi-Fi: Frekuensi operasi (misalnya, kanal 1, 6, 11 pada 2.4 GHz) untuk
mengurangi interferensi.
4. Keamanan: Protokol seperti WPA2-PSK untuk melindungi jaringan dari akses tidak
sah.
Konfigurasi Dasar
 Pengaturan SSID: Memberi nama unik untuk jaringan (misalnya, “Kafe_WiFi”).
 Pemilihan Kanal: Memilih kanal dengan interferensi rendah (misalnya, kanal 6
untuk 2.4 GHz).
 Keamanan: Mengatur kata sandi WPA2-PSK (misalnya, “Kafe1234”).
 IP Address: Mengkonfigurasi IP statis atau dinamis untuk access point (misalnya,
192.168.1.2/24).
Contoh Skenario:
 Sebuah kafe memasang access point untuk menyediakan Wi-Fi bagi pelanggan.
Teknisi mengkonfigurasi SSID “Kafe_WiFi”, kanal 6, dan keamanan WPA2-PSK untuk
memastikan koneksi aman dan stabil.
Aktivitas Pembelajaran:
 Peserta didik mendiskusikan skenario nyata (misalnya, kafe dengan 5 perangkat
nirkabel) dan mengidentifikasi pengaturan access point (SSID, kanal, keamanan).
 Membuat daftar konfigurasi menggunakan template di kertas atau LMS.

4. Prosedur Instalasi Jaringan Kabel dan Nirkabel


Prosedur Instalasi Kabel (berdasarkan TJKN.13):
1. Persiapan: Siapkan kabel Fiber Optik, Fusion Splicer, Stripper, dan cable tester.
2. Pemotongan dan Pengupasan Kabel: Potong kabel Fiber Optik sesuai panjang
yang dibutuhkan, kupas kulit luar untuk memperlihatkan core atau inti kabel
fiber optik.
3. Pengurutan Kabel Fiber Optik:
4. Pemasangan Konektor: Masukkan kawat ke Fusion Splicer, tekan menggunakan
Stripper.
5. Pengujian Kabel: Gunakan cable tester untuk memastikan koneksi sesuai urutan
dan tidak ada putus.
6. Penghubungan: Hubungkan kabel ke perangkat (komputer ke switch, switch ke
router).
Prosedur Konfigurasi Nirkabel:
1. Persiapan: Siapkan access point dan pastikan terhubung ke jaringan kabel (via
switch atau router).
2. Konfigurasi Access Point:
o Masuk ke antarmuka web access point (misalnya, via browser dengan IP
192.168.1.1).
o Atur SSID (misalnya, “Kafe_WiFi”).
o Pilih kanal dengan interferensi rendah (misalnya, kanal 6).
o Atur keamanan WPA2-PSK dengan kata sandi.
3. Pengujian: Hubungkan perangkat (misalnya, laptop) ke Wi-Fi dan periksa koneksi
internet.
Contoh Instalasi:
 Kantor kecil dengan 5 komputer dan 5 perangkat nirkabel:
o Pasang kabel Fiber Optik dari komputer ke switch menggunakan standar
TIA/EIA- 568-B.
o Konfigurasi access point dengan SSID “Kantor_WiFi”, kanal 11, WPA2-PSK,
dan IP 192.168.1.2/24.
o Uji koneksi dengan menghubungkan laptop ke Wi-Fi dan komputer ke
switch.
Aktivitas Pembelajaran:
 Peserta didik dalam kelompok melakukan simulasi instalasi jaringan di Cisco Packet
Tracer:
o Mengkonfigurasi kabel Fiber Optik untuk menghubungkan komputer ke
switch.
o Mengkonfigurasi access point untuk jaringan nirkabel.
 Menguji konektivitas dengan perintah ping (misalnya, ping dari laptop ke access
point).

5. Pengujian Konektivitas Jaringan


Alat: Cisco Packet Tracer, cable tester (untuk simulasi kabel).
Tujuan: Memastikan instalasi jaringan kabel dan nirkabel mendukung komunikasi
antarperangkat tanpa gangguan.
Langkah-Langkah:
1. Pengujian Kabel: Simulasi penggunaan cable tester untuk memeriksa urutan kabel
Fiber Optik sesuai standar TIA/EIA-568-B.
2. Pengujian Jaringan Kabel: Konfigurasi IP pada komputer (misalnya,
192.168.1.2/24) dan router (192.168.1.1/24), lalu uji dengan perintah ping
(misalnya, ping 192.168.1.1).
3. Pengujian Jaringan Nirkabel: Hubungkan perangkat ke SSID access point, uji
koneksi dengan ping ke gateway (misalnya, 192.168.1.1).
4. Identifikasi Masalah: Periksa kesalahan seperti urutan kabel salah, SSID tidak
terdeteksi, atau interferensi kanal, lalu perbaiki.
Contoh Pengujian:
 Menguji konektivitas antara komputer (192.168.1.2/24) dan router
(192.168.1.1/24) via kabel Fiber Optik. Jika ping berhasil (reply received), instalasi
benar; jika gagal (request timed out), periksa konektor atau konfigurasi IP.
 Menguji koneksi laptop ke access point “Kafe_WiFi”. Jika terhubung dan ping ke
gateway berhasil, konfigurasi nirkabel benar.
Aktivitas Pembelajaran:
 Peserta didik menyelesaikan simulasi jaringan di Cisco Packet Tracer untuk skenario
tertentu (misalnya, kafe dengan 5 perangkat kabel dan 5 nirkabel).
 Mempresentasikan hasil pengujian, menjelaskan bagaimana instalasi mendukung
konektivitas jaringan.

6. Refleksi dan Evaluasi


Tujuan: Mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang proses instalasi jaringan dan
efektivitasnya.
 Pertanyaan Refleksi:
o Apa tantangan terbesar dalam instalasi kabel Fiber Optik atau konfigurasi
access point?
o Bagaimana instalasi jaringan yang kamu rancang memenuhi kebutuhan
konektivitas?
o Apa pelajaran penting yang kamu peroleh dari proses ini?
 Aktivitas:
o Menulis refleksi individu tentang proses instalasi dan hasil pengujian.
o Diskusi kelas untuk berbagi pengalaman dan solusi terhadap tantangan.

7. Integrasi Teknologi Digital


 Perpustakaan Digital: Akses ke Cisco Networking Academy atau dokumentasi
daring tentang instalasi jaringan kabel dan nirkabel.
 Forum Diskusi Daring: Diskusi di LMS untuk berbagi ide tentang konfigurasi
jaringan.
 Simulasi: Cisco Packet Tracer untuk praktik instalasi dan pengujian jaringan.
 Penilaian Daring: Kuis interaktif tentang komponen dan standar jaringan
menggunakan Google Forms atau Quizizz.

8. Penilaian
Asesmen Awal:
 Kuis lisan singkat tentang komponen jaringan kabel (kabel Fiber Optik) dan
nirkabel (access point, SSID).
 Observasi selama diskusi awal untuk mengukur kesiapan peserta didik.
Asesmen Proses:
 Penilaian kinerja: Konfigurasi jaringan kabel dan nirkabel di Cisco Packet Tracer.
 Peer assessment: Evaluasi antarkelompok terhadap hasil simulasi.
 Observasi: Keaktifan dan kolaborasi selama diskusi dan simulasi.
Asesmen Akhir:
 Penilaian proyek: Konfigurasi jaringan kabel dan nirkabel di Cisco Packet Tracer
(60% bobot).
 Self-assessment: Refleksi tertulis tentang proses instalasi (20% bobot).
 Kuis daring: Soal tentang komponen dan standar instalasi jaringan (20% bobot).

9. Koneksi dengan SKKNI 2016 Nomor 321


Kode Unit:
 TJKN.01 : Melaksanakan instalasi jaringan komputer.
o KUK:
 Mengidentifikasi komponen dan standar instalasi jaringan kabel dan nirkabel.
 Melaksanakan instalasi kabel Fiber Optik sesuai standar TIA/EIA-568-B.
 Mengkonfigurasi perangkat jaringan nirkabel (access point) dengan SSID dan
kanal yang sesuai.
 Menguji konektivitas jaringan untuk memastikan komunikasi data.
Relevansi: Materi ini mempersiapkan peserta didik untuk menjadi teknisi jaringan yang
mampu melaksanakan instalasi jaringan kabel dan nirkabel sesuai standar industri.

Catatan untuk Guru


 Gunakan deskripsi tekstual yang jelas untuk menjelaskan komponen, standar, dan
prosedur instalasi agar peserta didik dapat memahami tanpa gambar.
 Pastikan laboratorium komputer dilengkapi Cisco Packet Tracer dan peralatan praktik
(kabel Fiber Optik, Fusion Splicer, Stripper jika memungkinkan).
 Dorong peserta didik untuk membuat daftar kebutuhan instalasi dan rancangan
jaringan di Cisco Packet Tracer.
 Gunakan skenario dunia nyata (misalnya, kafe atau kantor) untuk menjaga keterlibatan
peserta didik.
Materi ini dirancang untuk mencapai capaian pembelajaran fase F SMK, mendukung dimensi
profil lulusan (penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, komunikasi), dan selaras
dengan kebutuhan industri sesuai SKKNI.

Anda mungkin juga menyukai