Modul Ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti
Fase C, Kelas 5
A. Informasi Umum
1. Nama Guru : Johansyah,S.Pd.I
2. Nama Sekolah : SDN Guntur
3. Fase/Kelas :C/5
4. Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti
5. Elemen : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
6. Materi Pelajaran : Sejarah Nabi Muhammad saw. Periode Mekah (Lahir hingga
diangkat menjadi Rasul)
7. Banyaknya Pertemuan/Alokasi JP: 2 JP (2 x 35 menit)
8. Kompetensi Awal: Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang Nabi Muhammad
saw. dan Nabi-nabi yang diutus Allah swt.
o 50% peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang kehidupan Nabi
Muhammad saw.
9. Profil Lulusan:
o Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
o Kolaborasi
o Komunikasi
o Penalaran Kritis
o Kreativitas
10. Target Peserta Didik:
o Peserta didik reguler / tipikal: 6 siswa umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna
dan memahami materi ajar.
o 1 peserta mengalami kelambanan dalam menerima materi ajar.
11. Sarana dan Prasarana:
o Media Pembelajaran: LCD Proyektor, laptop, papan tulis, spidol, karton, spidol
warna, lem.
o Sumber Belajar: Buku Paket PAI kelas 5 Kurikulum Merdeka, terbitan
Kemendikbudristek
12. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis
proyek sederhana.
B. Komponen Inti
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Kognitif (Pengetahuan): Siswa mampu menjelaskan secara singkat masa
kelahiran, masa kecil, dan proses pengangkatan Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul.
Tujuan Afektif (Sikap): Siswa menunjukkan sikap jujur dan sabar sebagai cerminan
meneladani sikap Nabi Muhammad saw.
Tujuan Psikomotorik (Keterampilan): Siswa dapat menyajikan kembali cerita atau
ringkasan tentang sejarah Nabi Muhammad saw. periode Mekah dengan cara yang
kreatif.
2. Pemahaman Bermakna
Kisah Nabi Muhammad saw. adalah teladan hidup yang mengajarkan pentingnya
kesabaran, kejujuran, dan keteguhan hati dalam menghadapi cobaan.
Kisah ini menunjukkan bahwa setiap manusia, bahkan yang yatim piatu, bisa menjadi
pribadi yang mulia jika memiliki akhlak yang baik.
3. Pertanyaan Pemantik
Siapa nama kakek dan paman yang merawat Nabi Muhammad saw. setelah beliau yatim
piatu?
Apa saja pekerjaan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. di masa muda?
Bagaimana sikap jujur dan sabar Nabi Muhammad saw. bisa kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari?
4. Kegiatan Pembelajaran (Berdiferensiasi)
Pendahuluan (10 menit)
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan menanyakan kabar siswa.
Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar (jika ada) atau bercerita singkat
tentang Kota Mekah pada zaman dahulu.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari sejarah Nabi
Muhammad saw.
Kegiatan Inti (50 menit)
Diferensiasi Proses (Sesuai Gaya Belajar): Guru menyampaikan materi melalui pendekatan
yang berbeda. Siswa diminta untuk memilih satu dari tiga kelompok yang telah disediakan.
Kelompok 1 (Visual): Guru menampilkan slide presentasi yang berisi poin-poin penting,
ilustrasi, dan infografis tentang sejarah Nabi Muhammad saw. pada periode Mekah.
Siswa diminta membuat catatan visual atau menggambar alur cerita.
Kelompok 2 (Auditorik): Guru menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. dengan
intonasi yang menarik. Siswa mendengarkan dengan seksama dan dapat berdiskusi atau
bertanya jawab. Guru menyediakan rekaman audio dari cerita untuk didengarkan ulang.
Kelompok 3 (Kinestetik): Siswa diajak bermain peran (role playing) atau menyusun
diorama sederhana. Guru menyediakan skenario yang harus diperankan siswa, misalnya
saat Nabi Muhammad saw. menggembala kambing atau saat menerima wahyu pertama.
Diferensiasi Produk (Sesuai Kesiapan): Setelah berinteraksi dengan materi, guru memberikan
tugas yang berbeda sesuai dengan kesiapan siswa.
Siswa Reguler/Tipikal: Membuat peta konsep yang detail tentang alur kehidupan Nabi
Muhammad saw. periode Mekah, mencakup nama-nama tokoh penting dan urutan
peristiwa.
Siswa dengan Kelambanan Belajar: Guru memberikan bimbingan individual dan
meminta siswa untuk membuat kartu bergambar yang berisi 3 poin penting dari kisah
Nabi Muhammad saw., misalnya: 1) Lahir, 2) Diasuh kakek/paman, 3) Menjadi Rasul.
Guru akan memberikan scaffolding (bantuan) jika diperlukan.
Penutup (10 menit)
Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya.
Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi
Muhammad saw.
Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
C. Asesmen (Penilaian)
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
o Pertanyaan lisan: "Siapa nama Nabi kita?" dan "Di mana Nabi Muhammad saw.
dilahirkan?"
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
o Observasi: Guru mengamati partisipasi dan sikap siswa selama kegiatan
kelompok.
o Penilaian Produk: Guru menilai hasil karya siswa (peta konsep, kartu
bergambar) berdasarkan rubrik yang disiapkan.
3. Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran)
o Penilaian Kognitif: Kuis singkat yang berisi 5 soal pilihan ganda tentang materi.
o Penilaian Keterampilan: Penilaian unjuk kerja saat presentasi kelompok.
D. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan: Bagi siswa yang sudah memahami materi dengan baik, guru memberikan
tugas tambahan untuk mencari tahu kisah Nabi Muhammad saw. saat berdagang ke Syam
atau membuat ringkasan tentang hikmah-hikmah besar yang terkandung dalam kisah
tersebut.
Remedial: Bagi siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan melakukan
bimbingan secara individu dan memberikan materi yang lebih sederhana.
E. Refleksi Guru dan Peserta Didik
Refleksi Guru: Apakah kegiatan hari ini berjalan sesuai rencana? Apakah semua siswa
mendapatkan pembelajaran yang bermakna? Bagian mana yang paling efektif dan apa
yang perlu diperbaiki?
Refleksi Peserta Didik: Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini? Sikap Nabi
Muhammad saw. apa yang paling ingin kamu teladani? Apa yang paling kamu sukai dari
kegiatan pembelajaran hari ini?