Dinamika Persatuan dan
Kesatuan dalam Konteks
NKRI
Ulfa Rahmawati,S.Pd
A. Hakikat Negara Kesatuan
Republik Indonesia
1) Konsep Negara Kesatuan (Unitarisme)
2) Karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia
1. Konsep Negara Kesatuan (Unitarisme)
• Menurut C.F Strong bahwa negara kesatuan adalah negara bersusun
tunggal yaitu kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di
tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memegang kedaulatan
sepenuhnya. Negara kesatuan memiliki dua system yakni sentralisasi
dan desentralisasi.
• Pada saat ini Indonesia merupakan negara kesatuan yang menganut
desentralisasi melalui otonomi daerah. Dengan system ini,
pemerintah pusat memberikan Sebagian kewenangan pemerintahan
kepada daerah otonom (provinsi dan kabupaten/kota).
2. Karakteristik Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Dasar hukum NKRI terdapat pada pasal-pasal dalam UUD NRI Tahuan
1945 meliputi :
a) Pasal 1 ayat (1)
b) Pasal 18 ayat (1)
c) Pasal 18B ayat (2)
d) Pasal 25 A
e) Pasal 37 ayat (5)
B. Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Indonesia dari Masa Ke Masa
Masa Revolusi Masa Republik Masa Demokrasi
Kemerdekaan Indonesia Serikat Liberal
Masa Orde Lama Masa Orde Baru Masa Reformasi
1) Masa Revolusi Kemerdekaan (18 Agustus
1945 sampai dengan 27 Desember 1949)
• 18 Agustus 1945 – 14 November 1945 system pemerintahan yang
dianut adalah system pemerintahan presidensial.
• 14 November 1945 – 27 Desember 1949 system parlementer.
• 27 Desember 1949 dibentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS).
• Periode ini memunculkan Gerakan-Gerakan separatis dengan tujuan
mendirikan negara baru yang memisahkan diri dari NKRI. Gerakan
tersebut antara lain pemberontakan PKI Madan 1948 dan Gerakan
Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia di daerah Jawa Barat.
a) Pemberontakan PKI di Madiun 1948
• Terjadi pada tanggal 18 September 1948 yang di pimpin oleh Muso
dan Amir Syarifuddin.
• Tujuan yaitu ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan komunis
serta ingin mendirikan Soviet Republik Indonesia.
• Melakukan aksi penculikan dan pembunuhan secara massal.
• Pada 30 September 1948 pemberontakan ini berhasil di tumbas oleh
TNI yang dibantu oleh rakyat. Kolonel Gatot Subroto dan Kolonel
Sungkono .
b) Gerakan Darul Islam/Tentara Islam
Indonesia (DI/TII) di Jawa Barat
• Pemberontakan ini dipimpin oleh Soekarmadji Maridjan(SM)
Kartosuwiryo.
• Tujuannya mendirikan Negara Islam Indonesia.
• Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI dan rakyat
menggunakan Operasi Pagar Betis di Gunung Geber.
• Pada 4 Juni 1962 Kartosuwiryo berhasil di tangkap dan dijatuhi
hukuman mati.
2) Masa Republik Indonesia Serikat ( 27 Desember
1949 sampai dengan 17 Agustus 1950)
• Bentuk pemerintahan republik.
• Selain presiden dan para Menteri(cabinet), negara RIS memiliki Senat,
Dewan Perwakilan Rakyat, MA dan Dewan Pengawas Keuangan
sebagai alat perlengkapan negara.
• Muncul berbagai reaksi dari berbagai alangan bangsa Indonesia
menuntut pembubaran RIS dan Kembali kepada kesatuan NRI.
• 8 Maret 1950, pemerintah federal mengeluarkan Undang-Undang
yang mengatur tata cara perubahan susunan kenegaraan bagian RIS.
• Bagian RIS menggabungkan diri dengan NRI yang berpudat di
Yogyakarta.
Dari berbagai permasalahan yang terjadi,
memunculkan Gerakan-Gerakan separatis antara
lain:
a) Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil ( APRA)
b) Pemberontakan Andi Azis di Makassar
c) Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
a) Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
• Gerakan yang dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling.
• Tujuannya adalah untuk mempertahankan bentuk negara federal di
Indonesia dan memiliki tantara tersendiri pada negara bagian RIS.
• 23 Januari 1950, pasukan ini menyerang kota Bandung serta
melakukan pembantaian dan pembunuhan terhadap anggota TNI.
• Pemberontakan ini didukung oleh Sultan Hamid II sebagai Menteri
negara cabinet RIS.
• Gerakan ini berhasil ditumpas melalui operasi militer dari Pasukan
Siliwangi.
b) Pemberontakan Andi Azis di Makassar
• Dipimpin oleh Andi Azis akibat adanya kekacauan di Sulawesi Selatan pada
April 1950.
• Kekacauan ini diakibatkan oleh demonstrasi kelompok masyarakat anti-
federal dan golongan masyarakat pro federal.
• 8 April 1950 pemerintah mengeluarkan perintah agar Andi Azis melaporkan
diri ke Jakarta untuk bertanggungjawab. Namun Andi Azis tidak segera
melapor dan ditangkap lalu di adili pada 15 April 1950.
• Pada saat yang sama, terjadi operasi militer di Sulawesi Selatan yang
dipimpin oleh A.E. Kawilarang.
• 21 April 1950 pasukan Mayor H.V Worang berhasil menduduki Makassar
tanpa perlawanan dari pasukan pemberontak.
c) Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
• Di pimpin oleh Mr. Dr. Christian Robert Steven yang menolah
pembentukan NKRI pada 25 April 1950.
• Tujuannya ingin merdeka dan melepaskan diri dari wilayah republic
Indonesia.
• Penyebab utama pemberontakan karena masalah pemerataan jatah
pembangunan daerah yang dirasa sangat kecil, tidak sebanding
dengan daerah Jawa.
• Pemberontakan ini dapat diatasi melalui ekspedisi militer yang
dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang.
3. Masa Demokrasi Liberal ( 17 Agustus 1950
sampai dengan 5 Juli 1959)
• Bentuk Pemerintahan yang dterapkan adalah republic dengan kepala
negara cadalah seorang presiden dibantu oleh seorang wakil
presiden. Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta Kembali mengisi dua
jabatan tersebut.
• Sistem pemerintahan pada periode ini adalah system pemerintahan
parlementer dengan menggunakan cabinet parlementer yang di
pimpin oleh seorang perdana Menteri.
• Mulai berlaku UUDS RI 1950
• Terdapat beberapa kali pergantian cabinet yang menyebabkan
kekacauan.
• Kemudian Presiden Soekarno mengajukan rancangan mengenai
konsep demokrasi terpimpin dalam rangka Kembali kepada UUD
1945. terjadilah perdebatan yang semakin tidak kondusif.
• Presiden mengeluarkan dekrit presiden tanggal 5 Juli 1959 untuk
membubarkan konstituante dan memberlakukan Kembali UUD 1945
serta pembentukan MPR dan DPA sementara.
a) Gerakan Darul Islam/ Tentara Islam
Indonesia
• Di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Kahar Muzakar.
• Daerah Aceh dipimpin oleh Daud Beureuh.
• Daerah Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Fajar.
b) Pemberontakan PRRI / Pemerintah Revolusioner
Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta)
• Terjadi di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara, Tengah, Selatan dan
Kalimantan Selatan.
• Disebabkan oleh adanya hubungan yang kurang harmonis antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
• 10 Februari 1958 puncak pemberontakan.
• 12 Februari 1958 dilakukan operasi militer yang dipimpin oleh
KSAD,A.H.Nasution membekukan komando daerah militer Sumatera
tengah.
• 17 Agustus 1958 mengadakan operasi militer gabungan berhasil
menghancurkan Gerakan separatis.
4. Masa Orde Lama ( 5 Juli 1959
sampai dengan 11 Maret 1966)
• Dekret presiden 5 Juli 1959 resmi mengembalikan UUD
1945 sebagai konstitusi negara.
• Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
• 9 Juli 1959 dibentuk Kabinet Kerja.
• Presiden Soekarno mencetuskan konsep demokrasi
terpimpin.
• Namun lama kelamaan, bergeser presiden menjadi
pemimpin besar revolusi.
5. Persatuan dan kesatuan pada Masa Orde Baru(
11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998)
• Pada tahun 1966 berakhirnya masa orde lama dan digantikan kekuatan
baru yaitu Orde baru yang dipimpin oleh Soeharto.
• Konsep pemerintahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni
dan konsekuen.
• Namun seiring berjalanannya terdapat berbagai penyimpangan
konstitusional di bidang ekonomi, politik dan hukum Sehingga
menimbulkan krisis multidimensional.
• 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri.
• Digantikan oleh BJ.Habibie dilantik sebagai Presiden RI yang ketiga.
• Masa jabatannya ditolak oleh sidang Umum MPR pada 20 Oktober 1999.
6. Masa Reformasi (periode 21 Mei
1998-sekarang)
• Pada periode ini menciptakan system pemerintahan
yang demokratis.
• Mengamandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR
sebanyak 4 kali yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001,
dan 2002.
• UUD 1945 memberi peran yang berimbang terhadap
Lembaga – Lembaga negara.
Berikan pendapat kalian mengenai berbagai
masa pemerintahan yang pernah berlaku di
Indonesia, dan apa saja yang harus kalian
lakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan
dalam NKRI
Sekian terimakasih