ANATOMI TUBUH MANUSIA

Dr. Dewi Rosmana T

PENGANTAR ANATOMI(1)

KATA ANATOMI BERASAL DARI KATA “ANATOME” (YUNANI), YANG DIBENTUK DARI DIA KATA
 

ANA TOME

= UP (MENGURAI) = A CUTTING (MEMOTONG)

PENGANTAR ANATOMI(2)
 ANATOMY

IS THE SCIENCE OF THE

STRUCTURE OF THE BODY
 ANATOMI  ANATOMI
 

= ILMU URAI TUBUH MANUSIA

ADALAH DASAR UTAMA ILMU KEDOKTERAN MEMPERKENALKAN SEBAGIAN BESARTERMINOLOGI KEDOKTERAN PADA MAHASISWA

PENGANTAR ANATOMI(3)

FOKUS ANATOMI ADALAH PADA STRUKTUR, TETAPI STRUKTUR DAN FUNGSI HARUS SELALU DIPANDANG SEBAGAI SUATU KESATUAN DIPANDANG DARI SUDUT UKURAN YANG DIPELAJARI:

ANATOMI MAKROSKOPIS (GROSS ANATOMY)

ANATOMI MIKROSKOPIS (HISTOLOGY)

ilmu yang mempelajari embryo dan fetus.  . ilmu yang mempelajari struktur tubuh anak dan perkembangan postnatal (pascalahir)  Teratology. mempelajari perkembangan prenatal (pralahir)  Pediatric anatomy. DIKENAL ISTILAH DEVELOPMENTAL ANATOMY (ANATOMI PERKEMBANGAN). ilmu yang mempelajari malformasi kongenital.PENGANTAR ANATOMI(4)  DARI SUDUT PERKEMBANGAN ATAU PERTUMBUHAN TUBUH. MENCAKUP Embryology.

SURFACE ANATOMY    MEMPELAJARI ANATOMI TUBUH MANUSIA DALAM KEADAAN HIDUP. DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA  Palpasi (meraba)  Perkusi (mengetuk)  Auskutasi (mendengar) RADIOLOGICAL ANATOMY (BIASANYA DIANGGAP BAGIAN DARI SURFACE ANATOMY) .

MEMPELAJARI ANATOMI SECARA PER LOKAL ATAU PER DAERAH. CONTOH:  Leher dan kepala  Thorax (dada)  Abdomen (perut)  Extremitas superior (anggota atas)  dan sebagainya .PEMBAGIAN(1)  PER REGIO (ANATOMI TOPOGRAFI). DISERTAI DENGAN BATASNYA DENGAN DAERAH LAINNYA.

MEMPELAJARI ANATOMI SECARA SITEMATIS DENGAN MENGETAHUI FUNGSI PADA SISTEM TERTENTU. CONTOHNYA:  Systema digestoria  Systema respiratoria  Systema urinaria  Dan sebagainya .PEMBAGIAN(1)  PER SISTEM (SYSTEMA).

Gambar Tractus Digestivus .

Gambar Systema Respiratoria .

Gambar Systema Endocrinoria .

Gambar Systema Urogenitalia Masculina dan Systema Urinaria .

Gambar Systema Urogenitalia Femina dan Systema Urinaria .

SYSTEMA NERVOSUM  SYSTEMA NERVOSUM   OTAK MEDULLA SPINALIS  SYSTEMA NERVOSUM PERIPHERICUM   NERVI CRANIALES NERVI SPINALIS .

SISTEM SENSORIA VISION  HEARING  TASTE  SMELL  PRESSURE. PAIN & TOUCH  . HEAT COLD.

KEDUA MATA. POSISI ANATOMI/SIKAP ANATOMI TUBUH BERDIRI TEGAK  KEPALA.POSISI ANATOMIS   SEMUA DESKRIPSI DIEKSPRESIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN POSISI ANATOMI.  . KEDUA IBU JARI KAKI MENGHADAP LURUS KE DEPAN  KEDUA LENGAN DI SAMPING TUBUH DENGAN TELAPAK TANGAN MENHADAP KE DEPAN.

2. 3. 4. .BIDANG-BIDANG & GARIS  BIDANG 1. 6. LINEA FRANKFURT dsb. GARIS MEDIAN (LINEA MEDIANA) GARIS-GARIS LAIN: LINEA MIDCLAVICULARIS.  GARIS (LINEA) 1. 7. 5. BIDANG MEDIAN BIDANG PARAMEDIAN = SAGITAL BIDANG HORIZONTAL = TRANSVERSAL BIDANG FRONTAL BIDANG CORONAL BIDANG LAIN  BIDANG TRANSPILORICA dsb BIDANG OBLIQUA (MEMBENTUK SUDUT DENGAN BIDANG-BIDANG DI ATAS) 2.

ANTERIOR. VOLAR = PALMAR  KE ARAH TELAPAK TANGAN 4. LATERAL  MENJAUHI BAGIAN TENGAH TUBUH 5. INFERIOR → CAUDAL. VENTRAL POSTERIOR. KE BAWAH (ARAH KE EKOR) DISTAL  TERLETAK PADA UJUNG 3. 6. 1. DORSAL MEDIAL → MENGARAH KE BAGIAN TENGAH TUBUH 3. 4. SUPERIOR → CRANIAL/CEPHAL. PANGKAL 2. SUPERFICIAL (EXTERNAL) PROFUNDA (INTERNAL) . PROXIMAL  TERLETAK PADA KE ATAS ARAH KEPALA 2.ARAH(1) 1. 5. PLANTAR  KE ARAH TELAPAK KAKI 6.

6.ARAH(2) 1. 5. 2. 3. FEMORAL  KE ARAH FEMUR FRONTAL  KE ARAH OS FRONTALE OCCIPITAL  KE ARAH OS OCCIPITALE Dan sebagainya. 7. RADIAL  KE ARAH OS RADIUS ULNAR  KE ARAH OS ULNA TIBIAL  KE ARAH OS TIBIA 4. .

GAMBAR ISTILAH-ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN UNTUK POSISI .

EXTERNAL. 2. 5. ORIGO (ORIGIN) INSERTIO (INSERTION) 6.ISTILAH LAIN 1. INSIDE. 4. OUTSIDE INVAGINASI EVAGINASI IPSILATERAL  SISI BADAN YANG SAMA 1. INTEROR. 3.  PERLEKATAN OTOT 2. CONTRALATERAL  SISI BADAN YANG BERLAWANAN . INTERNAL. EXTERIOR.

GERAKAN(1)       FLEXIO → MEMBENTUK/MEMPERKECIL SUDUT EXTENSIO → MELURUSKAN/MEMPERBESAR SUDUT ABDUCTIO → MENJAUHI BIDANG TENGAH TUBUH ADDUCTIO → MENDEKATI BIDANG TENGAH TUBUH CIRCUMDUCTIO → KOMBINASI GERAKAN FLEXIO-ABDUCTIO-EXTENSIO-ADDUCTIO ROTATIO → MEMUTAR PADA SUMBU PANJANG .

GERAKAN(2) PRONATIO → MEMBUNGKUKKAN BADAN ATAU MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP KE POSTERIOR  SUPINATIO → MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP ANTERIOR  PROTRACTIO → PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART. TEMPOROMANDIBULARIS  .

TEMPOROMANDIBULARIS  INVERSIO → PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH MEDIAL  EVERSIO → PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH LATERAL  RETRACTIO .GERAKAN(2) → PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART.

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(1)

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(2)

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(1)
1.

OS LONGUM (TULANG PANJANG)  TULANG YANG UKURAN PANJANGNYA TERKESAN
CONTOH: OS HUMERUS, OS FEMUR, OS ULNA dsb

2.

OS BREVE (TULANG PENDEK)  TULANG YANG UKURAN PANJANG, LEBAR & TINGGI SAMA
CONTOH: OS CARPI

3.

OS PLANUM (TULANG PIPIH  TULANG YANG UKURAN LEBARNYA TERBESAR
CONTOH OS PARIERALE, OS FRONTALE

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(2)
4.

OS PNEUMATICUM (TULANG BERONGGA)

 TULANG YANG BERISI UDARA
CONTOH: OS MAXILLARIS, OS ETHMOIDALIS

5.

OS IRREGULARIS  TULANG YANG BENTUKNYA TIDAK BERATURAN
CONTOH: OS SPENODALIS

.

7 RUAS VERTEBRAE THORACALES. 12 RUAS VERTEBRAE LUMBVALES. 3-4 RUAS COSTAE VERA 7 PASANG COSTAE SPURIAE.SCELETON TRUNCI  COLUMNA VERTEBRALIS      VERTEBRAE CERVICALES. 5 PASANG COSTAE FLUCTUANTES. 5 RUAS VERTEBRAE COCCYGEALIS. 5 RUAS VERTEBRAE SACRALES. 2 PASANG MANUBRIUM STERNI CORPUSSTERNI PROCESSUS XYPOIDEUS  COSTAE (IGA)     STERNUM (TULANG DADA)    .

SCELETON AXIALIS  2.PEMBAGIAN TULANG 1. SCELETON APPENDICULARIS  CRANIUM CINGULUM SUPERIUS    VERTEBRAE COSTAE STERNUM    SCELETON EXTREMITAS SUPERIUS CINGULUM INFERIUS SCELETON EXTREMITAS INFERIUS .

.

.

OCCIPUT (BELAKANG KEPALA) & TEMPORA (PELIPIS) . FRONS (KENING).CRANIUM(1)  TULANG YANG MEMBENTUK NEUROCRANIUM      OS FRONTALE OS TEMPORALE OS SPHENOIDALE OS ETHMOIDALE OS OCCIPITALE  PERHATIKAN     VORTEX (PUNCAK KEPALA).

CRANIUM(2)  TULANG YANG MEMBENTUK VISCEROCRANIUM         OS MAXILLARE OS PALATINUM OS NASALE OS LACRIMALE OS ZYGOMATICUM CONCHA NASALES OS VOMER OS MANDIBULARE .

.

.

Posterior View .

Frontal Sinus Ethmoid Sinus Sphenoid Sinus Maxillary Sinus • • • Warm and moisten air Lighten the skull Enhance voice resonance .

The Vertebral Column Cervical Vertebrae (7) Thoracic Vertebrae (12) Lumbar Vertberae (5) Sacrum Coccyx .

Cervical Vertebrae .

.

.

The Thoracic Cage Sternum True Ribs (7) False Ribs (3) Floating Ribs (2) .

Sacrum & Coccyx .

CINGULUM  CINGULUM SUPERIUS (CINGULUM MEMBRI SUPERIORIS)    CINGULUM INFERIUS (CINGULUM MEMBRI INFERIORIS)    OS SCAPULA OS CLAVICULA OS SACRUM OS COCCYGEUS OS COXAE ( DEXTER et SINISTER) .

Bones of the Pectoral Girdle .

6.SCELETON EXTREMITAS SUPERIOR 1. OS NAVICULARE OS LUNATUM OS TRIQUETRUM OS PISIFORME  OS MUTANGULUM MAJUS  OS MUTANGULUM MINUS  OS CAPITATUM  OS HAMATUM 5. 3. OS HUMERUS OS RADIUS OS ULNA OSSA CARPALIA (OSSA CARPI)     4. 2. OSSA META CARPALIS OSSA PHALANGES .

Humerus Ulna Radius 8 Carpals 5 Metacarpals 14 Phalanges .

.

.

.

OSSA METATARSALIS OSSA PHALANGES . 2. OS FEMUR OS TIBIA OS FIBULA OS PATELLA OSSA TARSALIA (OSSA TARSI)     OS CALCANEUS OS TALUS OS NAVICULARE OS CUBOIDEUM  OS CUNEIFORME MEDIAL  OS CUNEIFORME INTERMEDIAL  OS CUNEIFORME LATERAL 6. 3. 4.SCELETON EXTREMITAS INFERIOR 1. 5. 7.

The Lower Limb (Legs) Femur Patella Tibia Fibula 7 Tarsals 5 Metatarsals 14 Phalanges .

.

.

.

FOOT .

TANDA PADA TULANG(1)  ELEVASI LINIER    ELEVASI BULAT       LINEA (GARIS) CRISTA (RIGI) SPINA PROCESSUS STYLOIDEUS  ELEVASI TAJAM   TUBERCULUM TUBEROSITAS MALLEOLUS TROCHANTER PROMINENCE PROCESSUS .

HALUS & KECIL. LUBANG YANG TEMBUS CANAL. BILA BESAR SULCUS. BILA KECIL FOSSA. BILA MEMANJANG INCISSURA (TAKIK). BILA DIJEMBATANI OLEH LIGAMENTUMATAU OLEH TULANG FORAMEN. MEATUS (FORAMEN YANG MMBENTUK SALURAN) . BIASANYA UNTUK PERMUKAAN SENDI.TANDA PADA TULANG(2)   FACETS (SEPERTI PERMUKAAN BERLIAN)  AREA YANG PIPIH/DATAR. DEPRESSIONS (CEKUNGAN)       FOVEA.

61 . Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.Sendi   Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka.

Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian. 3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya 62 .   Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan.

Sendi berdasarkan jenis persambungannya Sinartrosis Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan Diartrosis Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare) 63 .

Sinartrosis 1. Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu terjepit di dlm celah pada tulang lain. Cth: antara ulna & radius oleh membran interossa antebrachii 64 . Vertebra oleh lig. Cth antara rostrum sphenoid & vomer c. Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikat a.Cth: antara gigi dg rahang d. Cth: di antara tulangtulang tengkorak b. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis.flavum e. Cth: di antara arc. Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk itu pd tlng lain. Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya mrp serat kolagen. Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya mrp jar ikat elastin.

Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai.Sinartrosis 2. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai. antara kedua ossa pubica Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. os pubis. Synchondrosis: jaringan penghubungnya 3. jaringan tulang rawan. dan os ischium 65 . antara os ilium.

Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis) 2. penyangga.kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi .tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong mekanik . Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm) 3.ligament (accessories. Alat-alat khusus: . extracapsular. Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial 4. & untuk mengurangi diskongruen .kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima tumbukan. & intracapsular ligaments) 66 .Diartrosis Pada diartrosis tdp bagian2 sbb: 1.

67 .

Cth: intervertebral disc.atlantodentalis b. Articulationes: kemampuan gerak luas a. Sendi sumbu 1 (1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang.interphalangeae. dihubungkan oleh fibrokartilago. Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit -Symphysis. Cth: art. arah sumbu yg 1 permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. Cth: art. pubic symphysis 2.carpo-metacarpea 68 .sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art. humeroulnaris (2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang. Cth: art. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus (1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art.Diartrosis bdskn kemungkinan gerak 1.radiocarpae (2) Sendi pelana/saddle joint (art.radioulnaris.

kepala sendi berbentuk bola (1) Sendi peluru/ ball & socket joint (art. Cth: art.humeri (2) Sendi buahpala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Cth: art coxae 69 . Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi.Diartrosis berdasarkan kemungkinan gerak c.

70 .

otot rangka. 4. Bentuk permukaan sendi  menentukan gerakan spesifik sendi Adanya tulang lain. 3. & bantalan lemak pd sendi Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi 71 .Penstabil sendi 1. 2. Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen.

Gerakan Sendi 1. 2. Gerakan lurus (linear motion) .gliding Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi * abduksi-adduksi * sirkumduksi Gerakan putar (rotation) * rotasi kanan-kiri * rotasi medial-lateral * pronasi-supinasi Gerakan khusus * inversi-eversi * dorsofleksi-plantar fleksi * opposisi * protraksi-retraksi * elevasi-depresi * fleksi lateral 72 . 4. 3.

Otot   Otot membentuk 43% berat badan. > 1/3nya mrpkn protein tubuh & ½-nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat Proses vital di dlm tubuh (spt. kontriksi pembuluh darah. bernapas. peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot 73 . Kontraksi jantung.

Mempertahankan sikap & posisi tubuh.Fungsi Sistem Otot Rangka 1. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh. Mempertahankan suhu tubuh. Menghasilkan gerakan rangka. 2. 3. 4. Menyokong jaringan lunak. kontraksi otot:energi  panas 74 . 5.

mengalami tetani. sumber Ca2+ dari CES & RS. terdapat di organ dalam tubuh (viseral). melekat pada tulang. hanya ada di jantung. sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS). Otot jantung memiliki 1 inti yg berada di tengah. awal kontraksi lambat. sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik. dipersarafi oleh saraf otonom (involunter). dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter). kadng mengalami tetani. tdk mengalami tetani. sumber Ca2+ dari CES. serat otot polos (tidak berserat). & cepat lelah 3. Otot polos memiliki 1 inti yg berada di tengah. serat otot berserat. sumber energi terutama dr metabolisme aerobik.3 Tipe jaringan otot 1. awal kontraksi lambat. & tahan thd kelelahan 75 . tahan thd kelelahan 2. Otot rangka memiliki banyak inti. dipersarafi oleh saraf otonom (involunter). awal kontraksi cepat. sumber energi dr metabolisme aerobik.

3 Tipe Jaringan Otot 76 .

TENDON 77 .Struktur Otot Rangka  Tendon Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.

. Sel otot serat otot (endomysium) fascicle  fasciculus (perimysium) fascia (epimysium) otot rangka (organ) 78 .Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia).Di dlm fascicle.Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak. . endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. .Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat).ikat perimysium .Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.Struktur Otot Rangka  Fascia .

Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0. Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA.01-0. akan meningkat sejalan dengan penambahan usia.1 mm.Struktur Otot Rangka Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma      Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0. Besar dan jumlah jaringan.001 mm yg disebut miofibril.panjang 1-40 mm). 79 . Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma. terutama jaringan elastik.

Struktur Otot Rangka Miofibril (diameter 1-2m)    Di bawah mikroskop. miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin. troponin & tropomiosin) 80 .

garis M. garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan. Pita gelap (pita/ bands Aanisotropic). dan zona overlap Filamen tebal tdp pd pita I. & . pita terang (pita/bands I isotropic) Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A. .protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis.filamen tipis. 81 .filamen tebal.Struktur Otot Rangka Sarkomer      1 sarkomer tdd: .protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis. tdd 3 bgn: . zona H. .

eksitasi. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme. Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril. yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T).Struktur Otot Rangka Retikulum sarkoplasma       Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot  retikulum endoplasma di sel lain. dan kontraksi otot. Tubulus T  saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. 82 . Tempat penyimpanan ion Ca2+.

Struktur Otot Rangka  Motor end plates merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot. Motor end plates 83 .

ADP. dll. dan tropomiosin. asam amino.  Ekstraktif Yaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin. asam laktat.Komposisi Otot Rangka  Otot merah & putih Otot merah  bny mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang ‘kaya energi’  Protein Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. troponin. yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel)  kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport elektron yang kuat Otot putih  krn kurang mioglobin  kapasitas glikolisis anaerobik yang tinggi dgn aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat. 84 . aktin. kreatinin fosfat.

 Axial musculature .melekat pd rangka aksial . tulang belakang.mencakup 60% otot rangka tubuh  Appendicular musculature . menggerakkan tulang iga .mencakup 40% otot rangka tubuh 85 .memposisikan kepala.menstabilkan atau menggerakkan komponen rangka appendikular .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful