Anda di halaman 1dari 86

ANATOMI TUBUH MANUSIA

Dr. Dewi Rosmana T

PENGANTAR ANATOMI(1)

KATA ANATOMI BERASAL DARI KATA ANATOME (YUNANI), YANG DIBENTUK DARI DIA KATA

ANA TOME

= UP (MENGURAI) = A CUTTING (MEMOTONG)

PENGANTAR ANATOMI(2)
ANATOMY

IS THE SCIENCE OF THE

STRUCTURE OF THE BODY


ANATOMI ANATOMI

= ILMU URAI TUBUH MANUSIA

ADALAH DASAR UTAMA ILMU KEDOKTERAN MEMPERKENALKAN SEBAGIAN BESARTERMINOLOGI KEDOKTERAN PADA MAHASISWA

PENGANTAR ANATOMI(3)

FOKUS ANATOMI ADALAH PADA STRUKTUR, TETAPI STRUKTUR DAN FUNGSI HARUS SELALU DIPANDANG SEBAGAI SUATU KESATUAN DIPANDANG DARI SUDUT UKURAN YANG DIPELAJARI:

ANATOMI MAKROSKOPIS (GROSS ANATOMY)

ANATOMI MIKROSKOPIS (HISTOLOGY)

PENGANTAR ANATOMI(4)

DARI SUDUT PERKEMBANGAN ATAU PERTUMBUHAN TUBUH, DIKENAL ISTILAH DEVELOPMENTAL ANATOMY (ANATOMI PERKEMBANGAN), MENCAKUP
Embryology, ilmu yang mempelajari embryo dan fetus; mempelajari perkembangan prenatal (pralahir) Pediatric anatomy, ilmu yang mempelajari struktur tubuh anak dan perkembangan postnatal (pascalahir) Teratology, ilmu yang mempelajari malformasi kongenital.

SURFACE ANATOMY

MEMPELAJARI ANATOMI TUBUH MANUSIA DALAM KEADAAN HIDUP. DAPAT DILAKUKAN DENGAN CARA Palpasi (meraba) Perkusi (mengetuk) Auskutasi (mendengar) RADIOLOGICAL ANATOMY (BIASANYA DIANGGAP BAGIAN DARI SURFACE ANATOMY)

PEMBAGIAN(1)

PER REGIO (ANATOMI TOPOGRAFI), MEMPELAJARI ANATOMI SECARA PER LOKAL ATAU PER DAERAH, DISERTAI DENGAN BATASNYA DENGAN DAERAH LAINNYA, CONTOH: Leher dan kepala Thorax (dada) Abdomen (perut) Extremitas superior (anggota atas) dan sebagainya

PEMBAGIAN(1)

PER SISTEM (SYSTEMA), MEMPELAJARI ANATOMI SECARA SITEMATIS DENGAN MENGETAHUI FUNGSI PADA SISTEM TERTENTU, CONTOHNYA: Systema digestoria Systema respiratoria Systema urinaria Dan sebagainya

Gambar Tractus Digestivus

Gambar Systema Respiratoria

Gambar Systema Endocrinoria

Gambar Systema Urogenitalia Masculina dan Systema Urinaria

Gambar Systema Urogenitalia Femina dan Systema Urinaria

SYSTEMA NERVOSUM

SYSTEMA NERVOSUM

OTAK MEDULLA SPINALIS

SYSTEMA NERVOSUM PERIPHERICUM


NERVI CRANIALES NERVI SPINALIS

SISTEM SENSORIA
VISION HEARING TASTE SMELL PRESSURE, HEAT COLD, PAIN & TOUCH

POSISI ANATOMIS

SEMUA DESKRIPSI DIEKSPRESIKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN POSISI ANATOMI. POSISI ANATOMI/SIKAP ANATOMI
TUBUH BERDIRI TEGAK KEPALA, KEDUA MATA, KEDUA IBU JARI KAKI MENGHADAP LURUS KE DEPAN KEDUA LENGAN DI SAMPING TUBUH DENGAN TELAPAK TANGAN MENHADAP KE DEPAN.

BIDANG-BIDANG & GARIS

BIDANG
1. 2.

GARIS (LINEA)
1.

3.

4. 5. 6.

7.

BIDANG MEDIAN BIDANG PARAMEDIAN = SAGITAL BIDANG HORIZONTAL = TRANSVERSAL BIDANG FRONTAL BIDANG CORONAL BIDANG LAIN BIDANG TRANSPILORICA dsb BIDANG OBLIQUA (MEMBENTUK SUDUT DENGAN BIDANG-BIDANG DI ATAS)

2.

GARIS MEDIAN (LINEA MEDIANA) GARIS-GARIS LAIN: LINEA MIDCLAVICULARIS, LINEA FRANKFURT dsb.

ARAH(1)
1.

SUPERIOR CRANIAL/CEPHAL,

1.

PROXIMAL TERLETAK PADA

KE ATAS ARAH KEPALA


2.

PANGKAL
2.

INFERIOR CAUDAL, KE BAWAH (ARAH KE EKOR)

DISTAL TERLETAK PADA UJUNG

3. 4. 5.

ANTERIOR, VENTRAL POSTERIOR, DORSAL MEDIAL MENGARAH KE BAGIAN TENGAH TUBUH

3.

VOLAR = PALMAR KE ARAH TELAPAK TANGAN

4.

PLANTAR KE ARAH TELAPAK KAKI

6.

LATERAL MENJAUHI BAGIAN TENGAH TUBUH

5. 6.

SUPERFICIAL (EXTERNAL) PROFUNDA (INTERNAL)

ARAH(2)
1. 2. 3.

RADIAL KE ARAH OS RADIUS ULNAR KE ARAH OS ULNA TIBIAL KE ARAH OS TIBIA

4.
5. 6. 7.

FEMORAL KE ARAH FEMUR


FRONTAL KE ARAH OS FRONTALE OCCIPITAL KE ARAH OS OCCIPITALE Dan sebagainya.

GAMBAR ISTILAH-ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN UNTUK POSISI

ISTILAH LAIN
1.

INTEROR, INTERNAL, INSIDE.

PERLEKATAN OTOT

2.
3. 4. 5.

EXTERIOR, EXTERNAL, OUTSIDE


INVAGINASI EVAGINASI IPSILATERAL SISI BADAN YANG SAMA

1.
2.

ORIGO (ORIGIN)
INSERTIO (INSERTION)

6.

CONTRALATERAL SISI BADAN YANG BERLAWANAN

GERAKAN(1)

FLEXIO MEMBENTUK/MEMPERKECIL SUDUT EXTENSIO MELURUSKAN/MEMPERBESAR SUDUT ABDUCTIO MENJAUHI BIDANG TENGAH TUBUH ADDUCTIO MENDEKATI BIDANG TENGAH TUBUH CIRCUMDUCTIO KOMBINASI GERAKAN FLEXIO-ABDUCTIO-EXTENSIO-ADDUCTIO ROTATIO MEMUTAR PADA SUMBU PANJANG

GERAKAN(2)
PRONATIO MEMBUNGKUKKAN BADAN ATAU MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP KE POSTERIOR SUPINATIO MEMUTAR LENGAN BAWAH SEHINGGA TELAPAK TANGAN MENGHADAP ANTERIOR PROTRACTIO PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART. TEMPOROMANDIBULARIS

GERAKAN(2)
PERGERAKAN KE DEPAN PADA ART. TEMPOROMANDIBULARIS INVERSIO PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH MEDIAL EVERSIO PERGERAKAN KAKI SEHINGGA TELAPAK KAKI MENGHADAP KE ARAH LATERAL
RETRACTIO

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(1)

GAMBAR BEBERAPA ISTILAH ANATOMI YANG DIGUNAKAN PADA PERGERAKAN(2)

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(1)


1.

OS LONGUM (TULANG PANJANG) TULANG YANG UKURAN PANJANGNYA TERKESAN


CONTOH: OS HUMERUS, OS FEMUR, OS ULNA dsb

2.

OS BREVE (TULANG PENDEK) TULANG YANG UKURAN PANJANG, LEBAR & TINGGI SAMA
CONTOH: OS CARPI

3.

OS PLANUM (TULANG PIPIH TULANG YANG UKURAN LEBARNYA TERBESAR


CONTOH OS PARIERALE, OS FRONTALE

PEMBAGIAN MENURUT BENTUK(2)


4.

OS PNEUMATICUM (TULANG BERONGGA)

TULANG YANG BERISI UDARA


CONTOH: OS MAXILLARIS, OS ETHMOIDALIS

5.

OS IRREGULARIS TULANG YANG BENTUKNYA TIDAK BERATURAN


CONTOH: OS SPENODALIS

SCELETON TRUNCI

COLUMNA VERTEBRALIS

VERTEBRAE CERVICALES, 7 RUAS VERTEBRAE THORACALES, 12 RUAS VERTEBRAE LUMBVALES, 5 RUAS VERTEBRAE SACRALES, 5 RUAS VERTEBRAE COCCYGEALIS, 3-4 RUAS
COSTAE VERA 7 PASANG COSTAE SPURIAE, 5 PASANG COSTAE FLUCTUANTES, 2 PASANG MANUBRIUM STERNI CORPUSSTERNI PROCESSUS XYPOIDEUS

COSTAE (IGA)

STERNUM (TULANG DADA)


PEMBAGIAN TULANG
1.

SCELETON AXIALIS

2.

SCELETON APPENDICULARIS

CRANIUM

CINGULUM SUPERIUS

VERTEBRAE
COSTAE STERNUM

SCELETON EXTREMITAS SUPERIUS


CINGULUM INFERIUS SCELETON EXTREMITAS INFERIUS

CRANIUM(1)

TULANG YANG MEMBENTUK NEUROCRANIUM


OS FRONTALE OS TEMPORALE OS SPHENOIDALE OS ETHMOIDALE OS OCCIPITALE

PERHATIKAN

VORTEX (PUNCAK KEPALA), FRONS (KENING), OCCIPUT (BELAKANG KEPALA) & TEMPORA (PELIPIS)

CRANIUM(2)

TULANG YANG MEMBENTUK VISCEROCRANIUM


OS MAXILLARE OS PALATINUM OS NASALE OS LACRIMALE OS ZYGOMATICUM CONCHA NASALES OS VOMER OS MANDIBULARE

Posterior View

Frontal Sinus

Ethmoid Sinus Sphenoid Sinus Maxillary Sinus

Warm and moisten air Lighten the skull Enhance voice resonance

The Vertebral Column Cervical Vertebrae (7) Thoracic Vertebrae (12) Lumbar Vertberae (5) Sacrum Coccyx

Cervical Vertebrae

The Thoracic Cage


Sternum

True Ribs (7)


False Ribs (3) Floating Ribs (2)

Sacrum & Coccyx

CINGULUM

CINGULUM SUPERIUS (CINGULUM MEMBRI SUPERIORIS)


CINGULUM INFERIUS (CINGULUM MEMBRI INFERIORIS)


OS SCAPULA OS CLAVICULA

OS SACRUM OS COCCYGEUS OS COXAE ( DEXTER et SINISTER)

Bones of the Pectoral Girdle

SCELETON EXTREMITAS SUPERIOR


1.
2. 3.

OS HUMERUS
OS RADIUS OS ULNA OSSA CARPALIA (OSSA CARPI)

4.

OS NAVICULARE OS LUNATUM OS TRIQUETRUM OS PISIFORME

OS MUTANGULUM MAJUS OS MUTANGULUM MINUS OS CAPITATUM OS HAMATUM

5. 6.

OSSA META CARPALIS OSSA PHALANGES

Humerus

Ulna Radius 8 Carpals 5 Metacarpals 14 Phalanges

SCELETON EXTREMITAS INFERIOR


1.
2. 3. 4. 5.

OS FEMUR OS TIBIA OS FIBULA OS PATELLA OSSA TARSALIA (OSSA TARSI)


OS CALCANEUS OS TALUS OS NAVICULARE OS CUBOIDEUM

OS CUNEIFORME MEDIAL OS CUNEIFORME INTERMEDIAL OS CUNEIFORME LATERAL

6. 7.

OSSA METATARSALIS OSSA PHALANGES

The Lower Limb (Legs)

Femur Patella Tibia Fibula 7 Tarsals 5 Metatarsals 14 Phalanges

FOOT

TANDA PADA TULANG(1)

ELEVASI LINIER

ELEVASI BULAT

LINEA (GARIS) CRISTA (RIGI) SPINA PROCESSUS STYLOIDEUS

ELEVASI TAJAM

TUBERCULUM TUBEROSITAS MALLEOLUS TROCHANTER PROMINENCE PROCESSUS

TANDA PADA TULANG(2)

FACETS (SEPERTI PERMUKAAN BERLIAN) AREA YANG PIPIH/DATAR, HALUS & KECIL, BIASANYA UNTUK PERMUKAAN SENDI. DEPRESSIONS (CEKUNGAN)

FOVEA, BILA KECIL FOSSA, BILA BESAR SULCUS, BILA MEMANJANG INCISSURA (TAKIK), BILA DIJEMBATANI OLEH LIGAMENTUMATAU OLEH TULANG FORAMEN, LUBANG YANG TEMBUS CANAL, MEATUS (FORAMEN YANG MMBENTUK SALURAN)

Sendi

Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari tulang rangka. Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.

61

Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan tulang rawan. Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament untuk mempertahankan persendian.

3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya

62

Sendi berdasarkan jenis persambungannya


Sinartrosis
Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung tulang yang bersendi tdp suatu jaringan

Diartrosis
Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg bersendi terdapat rongga (cavum articulare)

63

Sinartrosis
1.

Syndesmosis: jaringan penghubungnya mrp jaringan ikat


a. Sutura: tepi-tepi tulang dihubungkan oleh jaringan ikat yg tipis. Cth: di antara tulangtulang tengkorak b. Schindylesis: lempeng pd tulang yg satu terjepit di dlm celah pada tulang lain. Cth antara rostrum sphenoid & vomer c. Ghomphosis: tulang yg 1 berbentuk kerucut masuk ke dalam lekuk yg sesuai dgn bentuk itu pd tlng lain.Cth: antara gigi dg rahang d. Syndesmosis elastica: jar ikat penghubungnya mrp jar ikat elastin. Cth: di antara arc. Vertebra oleh lig.flavum e. Syndesmosis fibrosa: jar ikat penghubungnya mrp serat kolagen. Cth: antara ulna & radius oleh membran interossa antebrachii

64

Sinartrosis
2.

Synchondrosis: jaringan penghubungnya

3.

jaringan tulang rawan. Cth:antara epifisis & diafisis sebelum penulangan selesai, antara kedua ossa pubica Synostosis: jaringan penghubungnya jaringan tulang. Cth: antara epifisis & diafisis setelah penulangan selesai, antara os ilium, os pubis, dan os ischium

65

Diartrosis
Pada diartrosis tdp bagian2 sbb: 1. Ujung-ujung tulang yg bersendi: kepala sendi (caput articulare) & lekuk sendi (cavitas glenoidalis) 2. Simpai sendi (capsula articularis): stratum fibrosum (bgn luar) & stratum synoviale (bgn dlm) 3. Rongga sendi (cavum articulare) berisi cairan synovial 4. Alat-alat khusus: - tendon: membatasi gerak sendi & sbg penyokong mekanik - kartilago & bantalan lemak (fat pads): discus & meniscus articulares sbg alat menerima tumbukan, penyangga, & untuk mengurangi diskongruen - kandung sega (bursae mucosae) untuk memudahkan gerakan sendi - ligament (accessories, extracapsular, & intracapsular ligaments)
66

67

Diartrosis bdskn kemungkinan gerak


1.

Sendi kejur (amphiartrosis): kemampuan gerak sangat sedikit


-Symphysis; dihubungkan oleh fibrokartilago. Cth: intervertebral disc, pubic symphysis

2.

Articulationes: kemampuan gerak luas

a. Sendi sumbu 1 (1) sendi engsel/ hinge joint (ginglymus): sumbu gerak tegak lurus pd arah panjang tulang. Cth: art.interphalangeae, humeroulnaris (2) sendi kisar/ pivot joint (art trochoidea): sumbu gerak kira-kira sesuai dgn arah panjang tulang. Cth: art.radioulnaris,atlantodentalis b. Sendi sumbu 2: kedua sumbu gerak berpotongan tegak lurus (1) Sendi telur/ ellipsoidal joint (art. Ellipsoidea): kepala sendi cekung berbentuk ellipsoid dg sumbu panjang & sumbu pendek. Cth: art.radiocarpae (2) Sendi pelana/saddle joint (art.sellaris): permukaan sendi berbentuk pelana; arah sumbu yg 1 permukaannya cembung & arah sumbu yg lain cembung. Cth: art.carpo-metacarpea

68

Diartrosis berdasarkan kemungkinan gerak


c. Sendi sumbu 3 (arthroida): kemampuan gerak paling luas; kepala sendi berbentuk bola (1) Sendi peluru/ ball & socket joint (art. Globoidea): lekuk sendi mencakup kurang dari setengah kepala sendi. Cth: art.humeri (2) Sendi buahpala (enarthrosis spheroidea): lekuk sendi mencakup lebih dari setengah kepala sendi. Cth: art coxae

69

70

Penstabil sendi
1. 2.

3.

4.

Jaringan kolagen kapsula sendi & ligamen. Bentuk permukaan sendi menentukan gerakan spesifik sendi Adanya tulang lain, otot rangka, & bantalan lemak pd sendi Tegangan pd tendon yg menempel pd tulang yang bersendi

71

Gerakan Sendi
1.

2.

3.

4.

Gerakan lurus (linear motion) - gliding Gerakan sudut (angular motion) * fleksi-ekstensi-hiperekstensi * abduksi-adduksi * sirkumduksi Gerakan putar (rotation) * rotasi kanan-kiri * rotasi medial-lateral * pronasi-supinasi Gerakan khusus * inversi-eversi * dorsofleksi-plantar fleksi * opposisi * protraksi-retraksi * elevasi-depresi * fleksi lateral
72

Otot

Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3nya mrpkn protein tubuh & -nya tempat terjadinya aktivitas metabolik saat tubuh istirahat Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn adanya aktivitas otot
73

Fungsi Sistem Otot Rangka


1. 2. 3. 4.

5.

Menghasilkan gerakan rangka. Mempertahankan sikap & posisi tubuh. Menyokong jaringan lunak. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem tubuh. Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi panas

74

3 Tipe jaringan otot


1.

Otot polos

memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng mengalami tetani, tahan thd kelelahan
2.

Otot rangka

memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik (volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik & anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah

3.

Otot jantung

memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom (involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+ dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan thd kelelahan

75

3 Tipe Jaringan Otot

76

Struktur Otot Rangka

Tendon
Hampir semua otot rangka menempel pada tulang. Tendon: jaringan ikat fibrosa (tdk elastis) yang tebal dan berwarna putih yg menghubungkan otot rangka dengan tulang.

TENDON

77

Struktur Otot Rangka

Fascia

- Otot rangka mrpkn kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yg diikat oleh jaringan ikat). - Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yg disebut epimysium (fascia). - Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar.ikat perimysium - Di dlm fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. - Di antara endomysium & berkas serat otot tersebar sel satelit yg berfungsi dlm perbaikan jaringan otot yang rusak.

Sel otot serat otot (endomysium) fascicle fasciculus (perimysium) fascia (epimysium) otot rangka (organ)

78

Struktur Otot Rangka


Sarcolemma (membran sel/serat otot) & Sarcoplasma

Unit struktural jaringan otot ialah serat otot (diameter 0,01-0,1 mm;panjang 1-40 mm). Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yg disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yg berisi materi semicair disebut sarkoplasmA. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yg disebut miofibril.

79

Struktur Otot Rangka


Miofibril (diameter 1-2m)

Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh miosin Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin & tropomiosin)

80

Struktur Otot Rangka


Sarkomer

1 sarkomer tdd: - filamen tebal, - filamen tipis, - protein yg menstabilkan posisi filamen tebal & tipis, & - protein yg mengatur interaksi antara filamen tebal & tipis. Pita gelap (pita/ bands Aanisotropic); pita terang (pita/bands I isotropic) Filamen tebal tdp di tengah sarkomer Pita A, tdd 3 bgn: - garis M; zona H; dan zona overlap Filamen tebal tdp pd pita I; garis Z mrp batas antara 2 sarkomer yg berdekatan & mengandung protein Connectins yg menghubungkan filamen tiois pd sarkomer yg berdekatan.

81

Struktur Otot Rangka

Retikulum sarkoplasma

Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot retikulum endoplasma di sel lain. Tdd tubulus-tubulus yg sejajar dg miofibril, yg pd garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung (lateral sac) yang dekat dengan sistem tubulus transversal (Tubulus T). Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion. Tubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.

82

Struktur Otot Rangka

Motor end plates


merupakan tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.

Motor end plates

83

Komposisi Otot Rangka

Otot merah & putih

Otot merah bny mengandung pigmen pernapasan yaitu mioglobin, yg berfungsi membawa oksigen dari kapiler darah (ekstrasel) ke mitokondria (intrasel) kapasitas metabolisme oksidatif yang lebih tinggi dgn aktivitas siklus Krebs dan enzim transport elektron yang kuat Otot putih krn kurang mioglobin kapasitas glikolisis anaerobik yang tinggi dgn aktivitas enzim glikolisis dan fosforilase yang kuat.

Ekstraktif

Yaitu zat non-protein yang larut dlm air meliputi kreatinin, kreatinin fosfat, ADP, asam amino, asam laktat, dll. Zat yang memiliki struktur grup fosfat mrpkn zat yang kaya energi

Protein

Komponen enzim otot yang mengkatalisis berbagai tahapan pd proses glikolisis mrpkn protein sarkoplasmik. Protein lain yang membentuk struktur otot ialah miosin, aktin, troponin, dan tropomiosin.

84

Axial musculature
- melekat pd rangka aksial - memposisikan kepala, tulang belakang; menggerakkan tulang iga - mencakup 60% otot rangka tubuh

Appendicular musculature
- menstabilkan atau menggerakkan komponen rangka appendikular - mencakup 40% otot rangka tubuh

85