Anda di halaman 1dari 18

JERAWAT

DISUSUN OLEH : SHINTA SARI DEWI RUTH MELDA ITA GINTING SANTI FITRIANI SENJA KEMALA SRI ROMAYNI SYAHRIZA KASBI

PENDAHULUAN
Jerawat adalah istilah awam untuk Acne vulgaris , yang biasa terjadi pada usia remaja ketika terjadi perubahan hormon sehingga menghasilkan lebih banyak minyak. Keadaan ini cenderung diturunkan dalam keluarga dan sama sekali tidak berbahaya. Tetapi beberapa orang yang mengalami kasus yang berat mungkin merasa sangat tertekan dan kehilangan kepercayaan diri. Sampai saat ini belum ada cara penyembuhan yang tuntas, meskipun ada beberapa cara yang sangat menolong. Kondisi berjerawat akan mengalami perbaikan dengan bertambahnya usia.

Definisi Jerawat
Adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan produksi kelenjar minyak (sebaseous gland) sehingga menyebabkan produksi minyak berlebihan. Keadaan inilah yang memicu terjadinya penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.

PATOGENESIS

1. Peningkatan sekresi kelenjar sebacea


Peningkatan sekresi kelenjar sebasea yang memproduksi sebum terjadi karena pengaruh hormon androgen. Hormon ini membuat kelenjar sebacea menjadi bertambah besar sekaligus produksinya terpacu. Hormon androgen kadarnya mulai naik saat pubertas baik pria dan wanita, jadi bisa dimengerti mengapa saat itulah jerawat biasanya mulai muncul. Produksi sebum yang banyak memudahkan terjadinya sumbatan ductus atau pori tempat keluarnya sebum ke permukaan kulit. Sumbatan ini nantinya mengawali keparahan jerawat.

2. Timbulnya komedo
Pada tepi duktus dan kulit pori terdapat lapisan keratin. Pada proses terjadinya jerawat, ada peningkatan lapisan keratin yang berpigmen di tepi folikel (hyperkeratosit). Lapisan keratin pada akhirnya menjadi sel kulit mati yang bersama dengan sebum menumpuk di pori yang disebut komedo. Pada awalnya komedo yang terjadi akan membentuk komedo hitam (blackhead comedo atau open comedonal). Komedo hitam berwarna hitam bukan karena kotoran, tetapi karena pigmen kulit melanin dan oksidasi dari sebum yang terpapar udara. Jadi pada komedo hitam ductus atau pori tidak tersumbat sempurna tetapi hanya tertutup oleh tumpukan sel kulit mati dan sebum. Selanjutnya apabila pori tersumbat sempurna maka sel-sel kulit mati lapisan keratin tidak bisa keluar dan membentuk komedo putih (whitehead comedo atau closed comedonal)

3. Peningkatan populasi bakteri propionibacterium


Karena ada sumbatan sebum, di ductus/saluran keluarnya sebum menjadi berkurang kadar oksigennya atau bahkan tidak ada oksigen (anaerob). Pada kondisi ini, bakteri yang bersifat anaerob (tumbuh baik pada kondisi tanpa oksigen) akan overgrowth. Salah satu bakteri anaerob fakultatif adalah propionibacterium acne. Bakteri ini merupakan bakteri yang normal terdapat di kulit (flora normal) yang tidak menyebabkan penyakit. Tetapi karena berlebihan, jadinya berkontribusi terhadap bertambah parahnya jerawat. Mekanismenya yaitu dengan adanya sekresi suatu enzim yang merusak kulit dan protein serta zat yang menimbulkan peradangan. Peradangan ini makin mempersempit pori atau bahkan menyumbatnya. Sebum tidak bisa keluar dan bakteri berkembang subur. Akibatnya jerawat akan semakin parah membesar dan meradang.

4. Peradangan pada sekitar kelenjar sebacea


Kemungkinan karena enzim bakteri yang menimbulkan inflamasi berupa kemerahan, bengkak dan nyeri. Peradangan bisa diperparah dengan menyentuh atau memencet jerawat. Bukannya kempes tapi malah tambah besar.

GEJALA KLINIS
Akne vulgaris ditandai dengan empat tipe dasar lesi : komedo terbuka : merupakan bentuk lesi kulit paling ringan yaitu terdapatnya komedo (komedo hitam) yang masih bisa keluar dan tidak terdapat tanda peradangan.Berawarna hitam mengandung unsure melanin. Komedo tertutup : berwarna putih karena letaknya lebih dalam sehingga tidak mengandung unsure melanin. termasuk tahap mild, terjadi penutupan pori (whitehead comedo atau closed comedonal) yang memicu peradangan (inflamasi). Tandanya adalah mulai kemerahan, membengkak, nyeri. dan beberapa lesi selanjutnya berkembang menjadi semakin membesar dan berisi nanah (papulopustul). Papula : penonjolan kulit yang solid dengan diameter < 1 cm. pustula : sebuah pembengkakan kulit yang meradang yang berisi nanah putih atau kekuningan. lesi nodulokistik : ditandai dengan adanya komedo, lesi inflamasi dan nodul dengan diameter lebih dari 5 mm (lebih besar dari papul). Makin banyak yang terjebak membuat nodul-nodul kistik makin besar dan akan mendetruksi atau merusak membrana basalis kulit (lapisan paling dalam epidermis). Sekali membrana basalis rusak maka proses penyembuhan meninggalkan bekas jaringan fibrosis/parut (scarring).

Lesi Nodulokistik

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIJERAWAT


Faktor genetik Hormonal Makanan Iklim Lingkungan Stress Mekanik kosmetika

HAL YANG DAPAT DILAKUKAN

Selalu menjaga kulit tetap bersih dengan mengunakan sabun/pembersih yang ringan. Jangan memencet atau menusuk jerawat supaya tidak terjadi jaringan parut. Jangan biarkan rambut menutupi daerah wajah. Rambut, terutama yang kotor, dapat memperburuk kondisi pori-pori yang tersumbat. Gunakan kosmetik yang berbahan dasar air. Pemaparan ringan terhadap sinar matahari mungkin bermanfaat, tetapi gunakan krim tabir surya non-minyak dan hindari kondisi banyak berkeringat. Asupan gizi seimbang juga bermanfaat membantu menjaga kesehatan kulit. Usahakan kulit tetap rileks. Stress diketahui merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya akne(jerawat).

ConToH
1. Obat Bebas # Akne Feldin (Yupharin)
Sulfur presipitat 6.6%. # Feldixid (Yupharin) Benzoil peroksida 5%, sulfur 2%. # Verile (Medikon) Asam salisilat 0,5%, asam borak 1%, resorsinol 2%, aloe vera 0,1%, triklosan 0,1%, alkohal 25%.
Dosis : Oleskan 2x sehari pada kulit berjerawat yang telah dibersihkan. Perhatian : Hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata dan dan membran mukosa.

ACNOMEL (Ifars) resorsinol 2 %, sulfur 8 % BIOACNE (Ikapharmindo) per g : setrimid 5 g, resorsinol 5 mg, sulfur 50 mg. Ds : setelah kulit dibersihkan, oleskan secara tipis 2 atau 3 x sehari.

2. Obat Bebas terbatas

Dosis : 1xsehari oleskan tipis dan merata pada kulit yang berjerawat yang sudah dibersihka sebelum tidur. Perhatian : hindari kontak dengan mata, pelupuk mata,bibir dan selaput lendir lainnya. Efek Samping : Dermatitis kontak alergi, iritasi lokal.

# Benzolac (Surya Dermato) Benzoil peroksida 2,5% dan 5%. # Pimplex (Konimex) Benzoil peroksida 10%.

AZA 20 (Pharmacore) asam azelat In : pengobatan akne vulgaris ringan s/d sedang. Perh : hindarin kontak dengan mata. Kehamilan dan latasi. ES : iritasi kulit Ds : gunakan 2 x sehari (Pagi dan malam hari).