Anda di halaman 1dari 11

Disusun oleh :

De Ani Cyntya
Hasna Zulfa
Mala Sari
Pengertian Pengembangan Karir
Konsep Dasar Karir dan Perencanaan Karir
Peran Pengembangan Karir
Skema pengembangan karir
Tujuan dan Manfaat Pengembangan Karir
Definisi Karir Konseling
Pengembangan (development) yaitu fungsi
operasional kedua dari manajemen personalia.
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2006:76)
pengembangan adalah suatu usaha untuk
meningkatkan kemampuan teknis, teoritis,
konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui
pendidikan dan pelatihan.Sedangkan Menurut
Henry Simamora (2007 : 412), Karir merupakan
urutan aktivitas-aktivitas yang berhubungan
dengan pekerjaan dan perilaku, nilai-nilai dan
aspirasi seseorang selama rentang hidup orang
tersebut.
Pengembangan karir merupakan proses
menyelaraskan rencana karir karyawan dengan
kebutuhan perusahaan melalui manajement
karir. Dalam masa kerjanya bersama
perusahaan, umumnya karyawan ingin
mendapatkan peningkatan karir dengan
mendapatkan promosi kejabatan dengan
tingkatan yang lebih tinggi.
Konsep karir adalah konsep yang netral (tidak
berkonotasi positif atau negatif). Karena itu karir
ada yang baik dan ada pula karir yang buruk.
Perencanaan karir seseorang dapat berjalan baik
atau buruk sebenarnya ditentukan juga oleh peran
dan dukungan dari departemen sumber daya
manusia dan manajemen personalia.
Perencanaan karir adalah perencanaan yang
dilakukan baik oleh individu pegawai maupun
oleh organisasi berkenaan dengan karir pegawai,
terutama mengenai persiapan yang harus
dipenuhi oleh seorang pegawai untuk mencapai
tujuan karir tertentu .

Dalam proses pengembangan karir individu
(karyawan) dalam organisasi, ada 3 hubungan
saling terkait antara individu, manajer, maupun
organisasi. Ketiga-tiganya memiliki peran
masing-masing. Gary Dessler menjelaskan
peran ketiganya dalam pengembangan karir
sebagai berikut:
a. Peran Individu
b. Peran Manajer
c. Peran Organisasi

Jadi, pengembangan karir seorang individu sangat terpengaruh dari 3 peran
tersebut. Ketiga-tiga harus saling mendukung dalam pengembangan karir.
Dalam peran seorang manajer, Gary Dessler menjelaskan lebih lanjut, bahwa
ada 4 peran bagi manajer dalam pengembangan karir karyawan , yaitu:

Pelatih ,Penilai, Penasehat, Agen Rujukan
Mendengar
Menjelaskan
Menyelidiki
Menyatakan keprihatinan
Menjelaskan standar
Menjelaskan tanggung jawab jabatan
Membantu menetapkan tujuan

Dari peran tersebut, nampak bahwa seorang manajer sangat berperan dalam
pengembangan karir individu di sebuah organisasi. Manajer yang baik
seharusnya mendukung penuh kinerja karyawan dan proaktif untuk
membantu karyawan dalam mengembangkan karir.

Menurut Fubrin J.Andrew (2005: 77-78), tujuan dan
manfaat pengembangan karir adalah :
1) Membantu dalam Pencapaian Tujuan Individu dan
Perusahaan
2) Menunjukan Hubungan Kesejahteraan Karyawan
3) Membantu Karyawan Menyadari Kemampuan Potensi
Mereka
4) Memperkuat Hubungan antara Karyawan dan
Perusahaan
5) Membuktikan Tanggung Jawab sosial
6) Membantu memperkuat Pelaksanaan Program-program
Perusahaan
7) Mengurangi Turn Over dan Biaya Kepegawaian

Terdapat konvergensi dalam definisi konseling karir, sebuah proses
yang mungkin diawali dengan penerimaan gagasan Super (1980)
yang berhubungan dengan sifat interaktif peranan kehidupan.
Pada tahun 1991, Linda Brooks dan saya (Brown dan Brooks,
1991) mendefinisikan konseling karir sebagai sebuah proses yang
bertujuan untuk memberikan fasilitas pada perkembangan karir
dan mungkin melibatkan pemilihan, pemasukan, penyesuaian,
atau kemajuan dalam sebuah karir.

Kita mendefinisikan permasalahan karir sebagai keragu-raguan
yang berkembang karena terlau sedikitnya informasi, keragu-
raguan yang tumbuh karena kebimbangan pilihan; ketidakpuasan
pada performa pekerjaan; ketak sejenisan antara orang dan
peranannya dalam perkerjaan; dan ketak sesuaian antara peranan
dan peranan kehidupan lain, seperti keluarga atau waktu luang.

Dalam sebuah organisasi, seorang karyawan bisa merencanakan
pengembangan karirnya. Dalam merencanakan pengembangan karir
individu, tak bisa dilepaskan antara peran individu (karyawan), manajer,
dan organisasi tersebut. Ketiga-tiganya harus berperan saling mendukung
dan mendorong pengembangan karir karyawan. Ada beberapa hal/faktor
yang mempengaruhi pengembangan karir individu, tapi bisa disimpulkan
jadi dua factor, yakni factor internal (professionalisme karyawan) dan
factor internal (lingkungan organisasi, seperti tipe manajemen, manajer,
system pengembangan karir di organisasi, dan lain-lain).
Pengembangan karir merupakan salah satu tugas manajemen Sumber
Daya Manusia (SDM). Setiap manajer harus memiliki sistem manajerial
dalam mengelola karyawan, salah satunya sistem pengembangan karir
karyawan . Semakin bagus sistem pengembangan karir karyawan di
dalam organisasi, semakin mudah bagi karyawan untuk merencanakan
pengembangan karirnya.