Anda di halaman 1dari 22

Perencanaan Pondasi Telapak

Gabungan
Rencanakan pondasi telapak gabungan dengan 2 kolom (40 x 40) cm.
Pada kolom satu bekerja :
- Beban Mati = 954 KN
- Beban Hidup = 654 KN
Sedangkan pada kolom 2 bekerja :
- Beban Mati = 1584 KN
- Beban hidup = 854 KN
Jarak kolom 1 ke tepi kiri 6 cm dan jarak kolom 1 terhadap kolom 2 550
cm.
Mutu beton fc' = 25 Mpa
Mutu baja fy = 254 MPa
Tegangan tanah ijin 240 KPa

Gambar untuk contoh kasus


0,4

0,4
0,4

0,4

K1

0,6

K2

5,5

L3

Penyelesaian
1. Penentuan tebal pondasi
Tebal pondasi ditaksir 0,75 m
2. Perhitungan tegangan netto ijin akibat beban
kerja
Tegangan ijin tanah
= 240 kN/m2
Berat sendiri pondasi = 0,75 x 24 = - 18 kN/m2
Tegangan netto ijin
(net) = 222 kN/m2
3. Perhitungan dimensi bidang dasar pondasi

Untuk resultante beban yang berimpit dengan


pusat berat pondasi, berlaku :
Luas bidang dasar pondasi yang diperlukan :
A

WC1 W C 2

net

(954 654 ) (1584 854 )

18,22 m 2
222

Penentuan letak resultante beban terhadap


kolom 1
W C 2L2
2438 5.5
X

3,314 m
WC1 WC 2 1608 2438

Menghitung panjang dan lebar pondasi


Panjang L 2( L1 X ) 2(0,6 3,314) 7,828 m

A 18,22
2,327 m 2,30 m
Lebar B
L 7,828
Menghitung panjang L3
L3 L L1 L2 7,828 0,6 5.5 1,728 m
4. Menghitung tegangan netto ijin tanah akibat
beban berfaktor

U net

1,2WDL 1,6WLL 1,2(954 654 ) 1,6(1584 854 )

323 kN / m 2
BL
2,3 7,828

Tegangan netto berfaktor per meter panjang

U net 2,3 323 743 kN / m


5. Kontrol kekuatan geser utk aksi satu arah dan
dua arah
Beban berfaktor pada :
Kolom 1 : WU 1 1,2WDL1 1,6WLL1 1,2 954 1,6 1584 3679
Kolom 2 : WU 2 1,2WDL2 1,6WLL 2 1,2 654 1,6 854 2151

kN
kN

Gaya lintang (geser) berfaktor pada kolom 1


VU 1 kiri U net L1 743 0,6 446 kN
VU 1 kanan WU 1 VU 1 kiri 3679 446 3233 kN

Gaya lintang (geser) berfaktor pada kolom 1


VU 2 kanan U net L2 743 0,390 704 kN
VU 2 kiri WU 2 VU 2 kanan 2151 704 1147 kN

Titik dengan gaya geser 0 terjadi pada jarak :


X

V U 1 kanan

U net

3233

4,351 m dari pusat kolom 1


743

741

3233
+
2,3

0,6

5,5

886

446

CG

4.344

1,728

7,828

LINTANG/ GAYA GESER

2059

DENAH

3.314

+
=

322

87

0,75

695 kN/m

TEGANGAN

BIDANG MOMEN

Untuk aksi satu arah :

Gaya lintang maksimum sejauh d dari muka


kolom 1 : VU 1d VU 1kanan U net (d 2 )
a1

3233 743 (0,78 0,39 ) 2913 kN

Gaya geser nominal :

VC 1 / 6 f c' bw d
0,6 1/ 6 25 2300 780 66970 N 670 kN

VC VU1d diperlukan tulangan geser

VS VU 1 d VC 3233 670 2563 kN


Luas tulangan geser
sengkang 150 mm :

perlu,

bila

jarak

VS S 2563000 *150
AV

3234 mm 2
f y d 0,6 254 780
Dipakai sengkang 6D28 -150 = 3964 mm2
Untuk aksi dua arah :
Dari empat sisi bidang geser, satu sisi sebelah
kiri kolom 1 tidak efektif.

Gaya geser berfaktor sejauh d/2 dari kolom 1 :

VU max WU1 U net (L1 a1 d2 )(a2 d )


3679 323 (1,390 ) 1,18 3179 kN
Gaya geser nominal :

b0 2( L1 a1 )(a2 d )
d
2

2(0,6 0,4 0,390 )( 0,4 0,78 ) 5,5 m

VC 1 / 3 f c' b0 d
0,6 1 / 3 25 5500 780 207123 N 4290 kN

VC VU m ax OK

6. Perhitungan momen lentur akibat beban berfaktor


Momen

arah memanjang dihitung dgn anggapan

beban kolom bekerja sebagai beban titik.

Momen tumpuan kolom 1 :

MUt1 1 / 2 U net L1 B
1/ 2 323 0,62 2,3 133 kNm
2

Momen tumpuan kolom 2 :

MUt 2 1 / 2 U net L3 B
2
1/ 2 3231,728 2,3 1109 kNm
2

Momen lapangan :
M U 1 m ax WU 1 X 1 / 2 U net X 2 B
3679 4,3511/ 2 323 4,3512 2,3 8975 kNm

Momen arah pendek :


Lebar jalur efektif kolom 1 :

be L1 a1 d 0,0,4 0,78 1,68 m

B a2 B a2
M U U net

be
2 4
2,3 0,4 2,3 0,4
323

1,68 244 kN
2
4

Lebar jalur efektif kolom 2 :

be d a1 d 0,78 0,4 0,78 1,96 m


MU 2

be 2
1,96
MU1
244 284 ,6 kNm
be1
1,68

Kolom 1

Kolom 2

Lebar jalur kolom pondasi

7. Perhitungan Tulangan

Arah memanjang :
Lapangan :
MU
8975 1000 1000
k

7,545 MPa
2
2
b d
0,85 2300 780

m in

0,85 f 'c
fy

2k
1 1
0,85 f 'c

0,85 25
2 7,545

1 1
0,0384

254
0,85 25

1,4 1,4

0,00551 m in ...... OK
f y 254

ALap b d 0,0384 2300 780 68889 mm2

Dipakai tulangan 36D50 = 707184 mm2

Tumpuan :
MU
323 1000 1000
k

0,2715 MPa
2
2
b d
0,85 2300 780
0,85 f 'c

fy

m in

2k

1 1
0,85 f 'c

0,85 25
2 0,2715

0,00107
1 1

254
0,85 25

1,4 1,4

0,00551 m in
f y 254

ATump min b d 0,00551 2300 780 9884 mm2

Dipakai tulangan 22D25 = 10803.54 mm2

Arah melintang :

Tulangan utama selebar jalur kolom 1 :


MU
244 1000 1000
k

0,2808 MPa
2
2
b d
0,85 1680 780
0,85 f 'c

fy

2k
1 1
0,85 f 'c

0,85 25
2 0,2808

0,001112
1 1

254
0,85 25

min 0,00551 min


Ak1 min b d 0,005511680 780 7220 mm2

Dipakai tulangan 16D25 = 7857 mm2

Tulangan utama selebar jalur kolom 2 :

Karena momen yang kecil sebesar hampir sama


dengan momen jalur kolom 1, maka pastilah
memperoleh rasio penulangan yang kecil di bawah
rasio penulangan minimum.
Ak 2 min b d 0,005511960 780 8423,68 mm2
Dipakai tulangan 18D25 = 8839.29 mm2

Tulangan susut (Bagi) arah memanjang dan


melintang :
Abg 0,002 1000 780 1560 mm2

Dipakai tulangan D18-150 = 1697 mm2

8. Perhitungan pemindahan beban dari kolom


pondasi, kekuatan tekan rencana dalam kolom :

ke

Pn 0,85 f c Ag
'

0,78 0,85 25 400 400 2652000 N 2652 kN


Beban berfaktor terbesar pada kolom
WU = 2151 kN < 2652 kN sehingga diperlukan
tulangan pasak untuk memikul beban lebih.

9. Kontrol panjang penyaluran pasak

Panjang penyaluran yg diperlukan :

Ld

0,25 f y d b
fc

'

0,25 254 30

381 mm
25

0,04 f y d b 0,04 254 30 305 mm


Ld m in 200 mm
Panjang tersedia :
Lt h p Dutama Dbagi D psk

750 70 23 25 30 602 mm 381 mm........ OK

10. Kontrol panjang penyaluran batang tarik


Dengan melihat dimensi yang ada, maka panjang
penyaluran tulangan atas memanjang dan melintang

dapat dipenuhi
11. Kontrol lebar retak

Karena fy < 254 Mpa, sehingga tdk perlu untuk


melakukan kontrol lebar retak.
12. Gambar hasil disain

22 D 20

17 D 20

14 D 20

D 16 - 150

36 D 22

22 D 20

D 16 - 150
36 D 22

22 D 20

14 D 20

22 D 20

17D 20