Anda di halaman 1dari 28

STRUKTUR KAYU

Berdasarkan standar Tata Cara


Perencanaan Konstruksi Kayu
untuk Bangunan Gedung
SNI KAYU-2002
DASAR
PERENCANAAN
PERSAMAAN KEKUATAN DI HITUNG DENGAN
RUMUSAN :
Fu C i

Fu F
= gaya maksimum yang diakibatkan oleh
serangkaian sistem
pembebanan dan disebut pula sebagai gaya
terfaktor,
=faktor waktu sesuai jenis kombinasi
pembebanan (tabel 1)
= faktor reduksi tahanan (lihat Tabel .2),
CI = faktor koreksi masa layan, Tabel 3-6
F = kuat/tahanan acuan pada Tabel 7
Tabel 1 Faktor waktu,

Kombinasi pembebanan Faktor waktu ()

1,4D 0,6
1,2D + 1,6L + 0,5(La atau H) 0,7 jika L dari gudang
0,8 jika L dari ruangan
1,2D + 1,6(La atau H)+(0,5L atau umum
0,8 W) 1,25 jika L dari kejut
1,2D + 1,3W + 0,5L + 0,5(La atau 0,8
H) 1,0

1,2D + 1,0E + 0,5L 1,0

0,9D + (1,3W atau 1,0E) 1,0


D : beban mati yang diakibatkan oleh berat
konstruksi permanen, dan peralatan layan tetap.
L : beban hidup yang ditimbulkan oleh
penggunaan gedung, termasuk pengaruh kejut,
tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti
angin, hujan, dan lain-lain.
La : beban hidup di atap yang ditimbulkan selama
perawatan oleh pekerja, peralatan, dan material,
atau selama penggunaan biasa oleh orang dan
benda bergerak.
H : beban hujan, tidak termasuk yang
diakibatkan oleh genangan air.
W : beban angin dengan memperhitungkan
bentuk aerodinamika bangunan dan peninjauan
terhadap pengaruh angin.
E : beban gempa.

Tabel 2 Faktor reduksi,


Jenis Simbol Nilai


Tekan c
0,90
Lentur b 0,85
Stabilitas
s 0,85
Tarik
t 0,80
Geser/Punti
v 0,75
r
0,65
Sambungan z
Faktor koreksi masa layan merupakan hasil
perkalian dari beberapa faktor koreksi seperti
pada Persamaan 2.
C i C M C t C pt C rt
Masing-masing faktor koreksi tersebut adalah
sebagai berikut:
CM : faktor koreksi layan basah, untuk
memperhitungkan kadar air masa layan yang
lebih tinggi daripada 19% pada kayu masif. Nilai
faktor koresi CM dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Ct : faktor koreksi temperatur, untuk
memperhitungkan temperatur layan lebih tinggi
daripada 38C secara berkelanjutan. Nilai faktor
koresi Ct dapat dilihat pada Tabel 3.4.
Cpt : faktor koreksi pengawetan kayu, untuk
memperhitungkan pengaruh pengawetan terhadap
produk-produk kayu dan sambungan.
Crt : faktor koreksi tahan api, untuk
memperhitungkan pengaruh perlakuan tahan api
terhadap produk-produk kayu dan sambungan.
Cr : faktor koreksi pembagi beban pada balok
tersusun atau komponen struktur lantai kayu,
dinding kayu, dan plafon kayu, untuk
memperhitungkan peningkatan tahanan lentur
penampang.
CF : faktor koreksi ukuran, untuk memperhitungkan
pengaruh dimensi komponen struktur sesuai
dengan tata cara yang berlaku; untuk kayu yang
mutunya ditetapkan secara masinal, CF = 1,0.
CL : faktor koreksi stabilitas balok, untuk
memperhitungkan pengaruh pengekang lateral
CP : faktor koreksi stabilitas kolom, untuk
memperhitungkan pengaruh pengekang
lateral parsial.
Cb : faktor koreksi luas tumpu, untuk
memperhitungkan peningkatan luas
efektif bidang tumpu balok.
Cf : faktor koreksi bentuk, untuk
memperhitungkan pengaruh penampang
tak persegi panjang pada perhitungan
tahanan lentur.
Cfu: faktor koreksi penggunaan datar,
untuk memperhitungkan peningkatan
tahanan lentur dari komponen struktur
kayu yang digunakan secara datar/tidur.
F
Ebvctw////

Tabel 3Faktor koreksi layan basah, CM

Fb Ft// Fv Fc Fc// Ew
Balok kayu 0,85 0,80 0,9
1,00 0,97 0,67
* +
0
Balok kayu besar
(125 mm x 125 1,0
1,00 1,00 1,00 0,67 0,91
mm atau lebih 0
besar)
Lantai papan kayu 0,85 0,9
* Untuk (Fb/CF) 8 MPa, CM = - - 0,67 -
1,00 * 0
+
Untuk (Fc/CF) 5 MPa, CM =
1,00
F
Ebvctw////

Tabel 4 Faktor koreksi


temperatur, Ct

Ct
Kondisi Kadar air pada
acuan masa layan 38C T 52C T
T 38C
52C 65C
Ft //, Ew Basah atau
1,00 0,90 0,90
kering
Fb, ,Fv , Fc Kering 1,00 0,80 0,70

Basah 1,00 0,70 0,50


, Fc//
Keberadaan cacat kayu seperti retak, mata
kayu, kemiringan serat, dapat menurunkan
kekuatan/tahanan kayu. Pada kayu yang
memiliki cacat, tahanan acuan pada Tabel 7
harus dikalikan dengan nilai rasio tahanan
Tabel 5 Nilai
Koreksi

Kelas Mutu Nilai Rasio


Tahanan
A 0,80
B 0,63
C 0,50
Tabel6Cacat maksimum untuk setiap mutu kayu

Kelas Mutu Kelas Mutu Kelas Mutu


Macam Cacat
A B C
1/6 lebar kayu
1/8 lebar kayu
1/5 tebal kayu 1/4 lebar kayu 1/2 lebar kayu
1/10 tebal 1/6 lebar kayu 1/4 lebar kayu
atau lebar 1/6 tebal kayu 1/2 tebal kayu
kayu 1/6 tebal atau 1/4 tebal atau
1 : 13 lebar kayu lebar kayu
Mata kayu:
1/5 tebal kayu 1:9 1:6
Pada arah lebar
eksudasi tidak 2/5 tebal kayu 1/2 tebal kayu
Pada arah sempit
diperkenanka Diperkenanka Diperkenanka
Retak
n n n
Pingul
Diperkenanka Diperkenanka Diperkenanka
Arah serat
n n asal n asal
Saluran damar
Diperkenanka terpencar dan terpencar dan
Gubal
n asal ukuran ukuran
Lubang serangga
terpencar dan dibatasi dan dibatasi dan
Cacat lain (lapuk,
ukuran tidak ada tidak ada
hati rapuh, retak
dibatasi dan tanda-tanda tanda-tanda
melintang)
tidak ada serangga serangga
tanda-tanda hidup hidup
F
Ebcvtw//
Tabel7Nilai kuat acuan (MPa) berdasarkan atas pemilahan
secara masinal pada kadar air 15%

Kode mutu
E26 25000 66 60 46 6,6 24
E25 24000 62 58 45 6,5 23
E24 23000 59 56 45 6,4 22
E23 22000 56 53 43 6,2 21
E22 21000 54 50 41 6,1 20
E21 20000 50 47 40 5,9 19
E20 19000 47 44 39 5,8 18
E19 18000 44 42 37 5,6 17
E18 17000 42 39 35 5,4 16
E17 16000 38 36 34 5,4 15
E16 15000 35 33 33 5,2 14
E15 14000 32 31 31 5,1 13
E14 13000 30 28 30 4,9 12
E13 12000 27 25 28 4,8 11
E12 11000 23 22 27 4,6 11
E11 10000 20 19 25 4,5 10
E10 9000 18 17 24 4,3 9
ANALISIS DAN DESAIN
BATANG TARIK
Komponen struktur yang mendukung beban aksial
tarik maupun desak sering dijumpai pada struktur
rangka kuda-kuda. Gaya aksial tarik ataupun desak
memiliki garis kerja gaya yang sejajar dan berhimpit
dengan sumbu panjang batang.

perencanaan komponen struktur tarik


bertujuan untuk mengetahui luas
penampang batang minimum yang
diperlukan. Apabila dimensi komponen
struktur tarik telah ditetapkan, maka analisis
berupa check terhadap luas tampang yang
telah dipilih dapat dilakukan.
BATANG
TARIK
komponen-komponen struktur yang memikul
gaya tarik konsentris dan bagian dari komponen
struktur yang memikul gaya tarik setempat
akibat pengaruh sambungan

Syarat Desain
Tu < t T (1)

dengan Tu adalah gaya tarik terfaktor, adalah


faktor waktu t adalah faktor tahanan tarik
sejajar serat = 0,80, dan T adalah tahanan tarik
terkoreksi.
Tahanan tarik sejajar
serat
Tahanan tarik komponen struktur tarik konsentris
(T) ditentukan pada penampang neto seperti
pada Persamaan berikut :

T = FtAn (2)

Ft = CM Ct Cpt CF Crt Ft (3)
Dengan Ft adalah kuat tarik sejajar serat
terkoreksi dan An adalah luas penampang neto.
Kuat tarik sejajar serat terkoreksi diperoleh
dengan cara mengalikan kuat tarik sejajar serat
acuan dengan nilai faktor koreksi masa layan
seperti pada Persamaan 4.3. Pengurangan luas
tampang kayu akibat penempatan alat
sambung paku dapat diabaikan sehingga luas
penampang bruto sama dengan luas
penampang neto. Sedangkan untuk alat
sambung baut, pengurangan luas penampang
kayu harus didasarkan pada diameter lubang
penuntun (diameter baut ditambah
kelonggaran). Diameter lubang penuntun pada
alat sambung baut tidak boleh lebih besar
daripada D+0,8 mm bila diameter baut (D)
kurang dari 12,7 mm, dan tidak boleh lebih
Bilamana, akibat adanya alat pengencang, letak
titik berat penampang neto menyimpang dari
titik berat penampang bruto sebesar 5% dari
ukuran lebar atau lebih maka eksentrisitas lokal
harus ditinjau sesuai dengan prinsip baku
mekanika.
Tahanan tarik tegak lurus
serat

Apabila gaya tarik tegak lurus serat tidak


dapat dihindari maka perkuatan mekanis
harus diadakan untuk mampu memikul
gaya tarik yang terjadi.
BATANG TARIK
TERSUSUN
Komponen struktur tersusun, termasuk batang
majemuk rangka atap, batang diafragma, batang
penyokong, dan komponen struktur serupa, adalah
komponen struktur yang terdiri dari dua atau lebih
elemen sejajar yang digabungkan dari bahan dengan
tahanan dan kekakuan yang sama.

Tahanan komponen struktur tersusun tersebut harus


ditentukan sebagai jumlah dari tahanan elemen
masing-masing selama tahanan sambungannya juga
dapat menjamin terjadinya distribusi gaya tarik aksial
di antara elemen-elemen tersebut yang sebanding
dengan luas masing-masing elemen.
Contoh perencanaan
batang tarik
25 kN

25 kN 25 kN

D 125 cm

C
125 cm
A

300 cm 300 cm

Rencanakan dimensi batang tarik AB dari struktur truss


seperti pada Gambar di atas. Elemen batang AB terbuat
dari kayu kelas mutu A dengan kode mutu E21, dan alat
sambung yang dipergunakan pada buhul adalah baut.
Pembebanan diperoleh berdasarkan kombinasi
pembebanan 1,4D. Asumsikan semua nilai faktor koreksi
bernilai 1,0.
Penyelesaian
Keseimbangan pada buhul A:
Menghitung kuat tarik sejajar serat
97,5 kN
acuan (Ft)

Ft = 0,8.Ft (rasio tahanan kayu kelas


A
mutu A = 0,8)
66 kN

FMenghitung
t = 0,8x47 = tahanan
37,6 MPa tarik
terkoreksi (T)
37,5 kN T = Ft.An

T = CM.Ct.Cpt.CF.Crt.Ft.An

Menghitung kebutuhan luas


T =
neto (An)
1,00x1,00x1,00x1,00x1,00x37,6xAn

Tu t T
0,6x0,8x37,6xAn

An 66.000/18,05
Menentukan luas penampang bruto (Ag)
Penampang kritis terjadi pada daerah sambungan.
Pengurangan luas penampang akibat penempatan alat
sambung baut diperkirakan sekitar 25%, jadi luas
penampang bruto yang diperlukan adalah:
Ag = 1,25.An = 4571 mm2

Dimensi batang AB dipilih 50/120 mm2 dengan Ag = 6000


mm2

Kontrol tahanan tarik batang AB

Tu = t Ft.An

Tu = 0,6x0,8x37,6x(0,75)x6000

Tu = 81216 N 81,2 kN >> 66 kN


Contoh Soal
P
P P Soal 1:
1/2P 1/2P
Hitunglah besarnya gaya tarik
maksimum yang dapat dipikul
oleh batang yang mengalami
gaya aksial tarik. Dimensi
balok 60 x 120 mm. Kayu
yang digunakan adalah kayu
Dalam bentuk konstruksi Kuda E15 kelas A . Pembebanan
Kuda ini maka bagian ini adalah diperoleh berdasarkan
bagian yang mengalami gaya kombinasi pembebanan 1,4D .
tarik Asumsikan semua nilai faktor
koreksi bernilai 1,0.
Contoh Soal

Data Kayu Material


Perhitungan
Tarik = 0.8
E15 B = 60 mm Waktu = 0.6

Ft = 31 Mpa H = 120 mm
Maka untuk mengetahui Pmaks
Abruto =60 x 120 = 7200 mm2 diambili nilai Tu
Menghitung kuat tarik
Karena tidak ada perlemahan
sejajar Tu t T
Atau lubang maka
serat acuan (Ft)
Abruto = Anetto Tu= x 0.6 x 0.8 x 178560 =
Ft = 0,8.Ft (rasio 85709 N
tahanan kayu Menghitung tahanan tarik
kelas mutu terkoreksi (T) Tu = 85,790 kN = 8,58 Ton
A = 0,8)
T = Ft.An
Ft = 0,8x31 = 24,8 MPa Jadi P maks yang mampu ditahan
T = CM.Ct.Cpt.CF.Crt.Ft.An balok adalah 8,58 Ton

T=1,00x1,00x1,00x1,00x1,00x 24,8 x
7200

= 178560 N = 178,56kN
Contoh Soal

Soal 2:

Diketahui P = 120 KN kayu


E15 Mutu A
Ukuran Kayu 120 x 60 mm
Bagian Perlemahan berupa Ukuran Baut = 12 mm
sambungan dengan 2 baut,
detail tampak atas Apakah Memenuhi Syarat ?
Data Kayu Perhitungan
E15 Menghitung tahanan tarik terkoreksi (T)

Ft = 31 Mpa T = Ft.An
Menghitung kuat tarik
T = CM.Ct.Cpt.CF.Crt.Ft.An
sejajar
serat acuan (Ft) T=1,00x1,00x1,00x1,00x1,00x 24,8 x 6935
Ft = 0,8.Ft (rasio tahanan = 171988 N = 171,988 kN
kayu
kelas mutu A =
Tarik = 0.8
0,8)
Material
Waktu = 0.6

Ft = 0,8x31 = 24,8 MPa
Maka untuk mengetahui P Yang Terjadi apakah memenuhi syarat
B = 60 mm
Tu t T
H = 120 mm
120 x 0.6 x 0.8 x 171,988
Abruto =60 x 120 = 7200 mm2
Perlemahan 120 kN 82,55 kN

Diameter Baut = 12 mm Tu = 82,55 kN


Diameter Lubang = 12+1=13 mm
Jadi P maks yang mampu ditahan
Luas baut = 0.25xx13 2 =132.67
balok adalah 8,58 Ton
mm2
Total = 2 x 132.67 =265.34 mm2
Anetto = 6934.66 mm2
Menentukan luas penampang bruto (Ag)
Penampang kritis terjadi pada daerah sambungan.
Pengurangan luas penampang akibat penempatan alat
sambung baut diperkirakan sekitar 25%, jadi luas
penampang bruto yang diperlukan adalah:
Ag = 1,25.An = 4571 mm2

Dimensi batang AB dipilih 50/120 mm2 dengan Ag = 6000


mm2

Kontrol tahanan tarik batang AB

Tu = t Ft.An

Tu = 0,6x0,8x37,6x(0,75)x6000

Tu = 81216 N 81,2 kN >> 66 kN


Contoh 2
Apabila batang AC pada soal 1 disambungkan ke batang AB
dengan sistem takikan, check kembali apakah dimensi batang AB
50/120 mm2 masih dapat dipergunakan.
Penyelesaian
Menghitung luas neto batang AB (An)
Pengurangan luas penampang maksimum akibat takikan
adalah 30%, sehingga luas penampang neto adalah:

An = 0,7.Ag = 0,7x6000 = 4200 mm2

Kontrol tahanan tarik batang AB


Tu = t Ft.An

Tu = 0,6x0,8x37,6x4200

Tu = 75801 N 75,8 kN >> 66 kN

Dimensi batang AB 50/120 mm2 masih dapat


dipergunakan