Anda di halaman 1dari 11

Journal Review

Efek dari Acute Exercise


dan Exercise Training
pada Plasma
Homocysteine: Sebuah
Meta-Analisa

Feblin Versiliantina
Abstrak
Latar Belakang
Berdasarkan penelitian-penelitan yang ada menunjukkan bahwa
latihan fisik mengubah kadar homocysteine darah, meta-analisa
efek acute exercise dan exercise training pada konsentrasi
homocysteine darah yang tidak nampak, khususnya tentang
durasi dan intensitas latihan, yang bisa berefek pada perbedaan
kadar homocysteine.
Metode

Review dilakukan sesuai panduan dari Preferred


Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-
Analysis mengungkapkan database online PubMed,
SPORTDiscus, SciELO untuk indetifikasi penelitian
relevan yang dipublikasi pada Juni 2015. Review
Manager digunakan untuk menghitung besaran latihan
fisik dan exercise training menggunakan oerubahan
konsentrasi Hcy di plasma serum dari ambang normal
sampai setelah acute exercise dan kelompok latihan
dibandingkan kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata
timbangan dihitung menggunakan model acak.
Hasil

Berdasarkan penelitian, acute exercise dibagi menjadi 2 subkelompok berdasarkan vol


latihan dan intensitas dimana efek latihan fisik dianalisa bersama. Secara keseluruhan, 22
penelitian dengan total 520 partisipan yang mengindikasi peningkatan konsentrasi plasma
homocysteine setelah acute exercise (1.18 mol/L, 95% CI: 0.71 sampai 1.65, p<.01). Hasil
analisa subkelompok mengindikasi latihan fisik waktu panjang pada intensitas rendah
sampai sedang (0,83 mol/L, 95% CI: 0.9 sampai 1.89, p<.01) peningkatan kadar
homocysteine (-1,53 mol/L, 95% CI: 0.19 sampai 1.4, p<.01) peningkatan kadar
homocysteine dalam darah. Meningkatnya homocysteine yang diinduksi dengan latihan fisik
secara signifikan berhubungan dengan volum latihan fisik, bukan intensitas. Dengan kontras,
resisten latihan fisik menurunkan konsentrasi plasma homocysteine (1,53 mol/L, 95% CI:
-2.77 sampai -0.28, p=.02), walaupun tidak pada latihan fisik aerobic. Hasil kumulatif dari 7
penelitian dengan total 230 partisipan pada Analisa latihan fisik tidak menunjukan dampak
pada kadar homocysteine dalam darah. (0,56 mol/L, 95% CI: -1.61 sampai 0.50, p=.23).
Kesimpulan

Hasil dari meta-analisa sekarang menyatakan bukti bahwa latihan akut


meningkatkan konsentrasi Hcy plasma dengan durasi bebas atau performa
intensitas latihan. Bagaimanpun, tingginya Hcy terimbas oleh latihan akut
yang bisa jadi bukan karena hyperhomocysteinemia dan tidak dapat di
asosiasikan dengan resiko peningkatan perkembangan penyakit
kardioviskular. Pada waktu yang sama, regular resistance training dapat
menurunkan konsentrasi Hcy plasma, meskipun semacam itu tidak diamati
setelah latihan olahraga aerobik. Penelitian selanjutnya harus sadar pada
kebutuhan untuk variabel kontrol latihan yang lebih baik seperti durasi dan
intensitas. Penelitian Kinetic yang termasuk sampel jamak menunjukan
hubungan metabolism Hcy direkomdasikan dalam perintah untuk
menjelaskan mekanisme metabolism Hcy berkenaan pada latihan.
Teori Pendukung

Homocysteine (Hcy) adalah sebuah sintesis sulfur asam amino di hati


pada respon metabolism methionine. Hcy menarik perhatian peneliti
di karenakan hubungan dengan beberapa penyakit yang bisa
meningkatkan resiko kematian. Pada manusia, total kadar HCY 14.3 18
mol/L atau lebih secara independen berhubungan dengan RR resiko
kematian, rate 54% untuk semua penyebab kematian dan 52%
kematian kardiovarkular. Humphrey et al. menunjukan setiap
penambahan 5 mol/L pada kadar Hcy meningkatkan resiko
kadriovarkular sekitar 20%. Faktanya, hyperhomocysteinemia
menurunkan nitrit oxidasi biovailability dan disfungsi endotel, pada
fromasi adiksi toxic Hcy (ex: Hcy thiolactone) dan stress oksidatif,
Latihan fisik menurunkan resiko penyakit kardiovarkular. Peneliti lainnya
menunjukan latihan fisik mengubah kadar Hcy dalam darah tikus dan
manusia. Silwa Ade et al. mengulas 34 penelitian dan ditemukan secara
umum meningginya kadar Hcy setelah latihan fisik tapi belum jelas efeknya.
Joubert et al meriview 9 penelitian cross sectional dan tidak ada kesepakan
jika latihan fisik berefek pada kadar Hcy. Bagaimanapun, tidak ada meta-
analisis yang berefek di acute exercise dan exercise training pada
konsentrasi Hcy dalam darah, khusunya yang berhubungan dengan durasi
dan intensitas latihan fisik yang mana berdampak pada level Hcy.
Selama latihan menginduksi perubakan kadar Hcy, ini penting untuk
investigasi jika acute exercise dan kronik berefek pada kadar Hcy dalam
darah. Bertambahnya penelitian yang berhubungan dengan analisis
menggunakan metode ringkasan hasil utama. Berdasarkan tujuan kami di
meta-analisa menyediakan ringkasan statistic untuk membandingkan
penelitian, terutama untuk konsolidasi sebuah ulasan kuantitative pdaa efek
latihan pada kadar Hcy darah. Hipotesis kami menunjukan acute exercise