Anda di halaman 1dari 20

PERANCANGAN INSTALASI PEMURNIAN

BIOGAS UNTUK GENARATOR SET (GENSET)

Disusun oleh:
EpinSupinto ( 15320048 )
Reza Oktora ( 13320003 )
Galih Pranantyo ( 13320001 )
Didik Eko Prabowo ( 13320010 )
A. Latar Belakang
Penemuan teknologi aplikatif sederhana dalam menghasilkan
biogas menjadikan teknologi ini sudah banyak diterapkan
dimasyarakat karena lebih murah dan mudah dalam
pengoperasiannya meskipun penerapannya sebagaian besar
baru sebagai bahan bakar kompor dalam rumah tangga. Untuk
itu peneliti mencoba mengkaji lebih lanjut tentang aplikasi
biogas sebagai pengganti bahan bakar pada generator set
(genset). Dengan kandungan hydrogen sulfide pada biogas
maka perlu pemurnian apabila digunakan pada genset agar
tidak bersifat korosif.
B. Teori Penunjang
1. Prinsip Kerja Motor Bakar

Pembakaran menurut Daryanto (2002:17) adalah proses kimia


dimana bahan bakar bercampur dengan oksigen dalam ruang bakar
sehingga menimbulkan panas bertekanan kemudian menghasilkan
tenaga mekanik. Jika ditinjau dari cara memperoleh energi termal ini
(proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat dibagi
menjadi 2 golongan yaitu:

a. Motor Pembakaran Luar


b. Motor Pembakaran Dalam
2. Jenis Bahan Bakar
Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi
energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat
dilepaskan dan dimanipulasi. Berdasarkan bentuknya bahan bakar terdiri
dari beberapa jenis yaitu:

1. Bahan bakar padat.

2. Bahan bakar cair.

3. Bahan bakar gas


3. Biogas
Biogas merupakan bahan bakar yang dapat diperbaharui
(renewable fuel) yang dihasilkan secara anaerobic digestion atau
fermentasi anaerob dari bahan organik dengan bantuan bakteri metana.
Ada pun kompisi biogas menurut Novembri, A., (2011). Adalah sebagai
berikut:
C. Proses Pemurnian Biogas

Komposisi biogas yang mengandung berbagai pengotor


menyebabkan diperlukannya proses pemurnian agar kandungan gas
metana dalam biogas dapat meningkat. Dalam penelitian ini proses
pemurnian dilakukan dengan menggunakan metode adsorpsi CO 2 dengan
adsorber karbon aktif.

Berikut ini adalah skematis cara kerja kolom adsorpsi pada penelitian
pemurnian biogas menggunakan metode adsorpsi CO 2 dengan adsorber
karbon aktif.
D. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam menunjang penelitian
ini adalah:
1. Kolom absorber: digunakan untuk menempatkan absorben dan
melewatkan biogas yang akan dimurnikan.
2. Kompresor: digunakan untuk memberi tekanan pada biogas sehingga
bisa mengalir melewati kolom absorber.

3. Pompa Air: digunakan untuk mengsirkulasi air dalam kolom absober.


4. Genset: digunakan untuk uji coba biogas sesudah proses pemurnian.

5. Lampu: digunakan sebagai media pembebanan pada penelitian biogas


untuk mengetahui amperemeter dan voltmeter.
6. Voltmeter dan Amperemeter: digunakan untuk mengukur tegangan dan
arus listrik yang dihasilkan genset.

7. Obeng minus dan Klem pipa: digunakan untuk mengencangkan


sabungan pipa dengan selang biogas.
8. Karbon Aktif: digunakan untuk menyerap kotoran dan mengurangi bau
pada biogas.

9. Strimin: digunakan sebagai media pembatas agar karbon aktif tidak


jatuh pada biogas ataupun air pada kolom adsorpsi.
E. Hasil Pengamatan
1. Pengujian Unjuk Kerja dengan Variasi Absorben

Untuk mengetahui pengaruh dilewatkannya biogas melalui kolom


adsorpsi dan tanpa kolom adsorpsi apabila biogas tersebut digunakan
sebagai bahan bakar genset maka dilakukan pengujian daya yang
dihasilkan genset. Dari pengujian daya yang dihasilkan genset
diperoleh hasil sebagai berikut:
Berikut ini adalah adalah gambar dari pengambilan sampel

pada pengujian voltmeter pada genset baik menggunakan kolom

adsorpsi maupun tanpa kolom adsorpsi.

Pengujian Voltmeter pada genset menggunakan kolom Adsorpsi


.
Pengujian Voltmeter pada genset tanpa menggunakan kolom Adsorpsi

2. Pengujian Unjuk Kerja dengan Variasi Beban


Untuk mengetahui pengaruh besarnya beban terhadap daya yang
dihasilkan genset maka dilakukan pengujian daya yang dihasilkan genset.
Dari pengujian daya yang dihasilkan genset diperoleh hasil sebagai berikut:
Hasil Pengujian Daya Listrik pada genset meggunakan kolom Adsorpsi

Hasil Pengujian Daya Listrik pada genset tanpa meggunakan kolom Adsorpsi
Berikut ini adalah adalah gambar dari pengambilan sampel pada
pengujian dengan variasi pembebanan yang di ambil pada baik
menggunakan kolom adsorpsi maupun tanpa kolom adsorpsi.

Pengujian beban lampu 250 Watt

Pengujian beban lampu 500 Watt


Pengujian beban lampu 750 Watt

Pengujian beban lampu 1000 Watt


G. Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain:
1. Kolom absorber dapat meningkatkan kandungan metana di dalam
biogas dan mengurangi bau dari biogas.
2. Dengan semakin besar kandungan metana di dalam biogas, daya
listrik yang dihasilkan genset juga akan semakin besar.
3. Semakin besar beban genset, tegangan yang dihasilkan semakin
kecil, sedangkan arus listriknya semakin besar.
4. Penurunan tegangan yang dihasilkan genset disebabkan
menurunnya putaran dengan semakin besarnya beban.
SEKIAN
&
TERIMA KASIH