Anda di halaman 1dari 108

EVALUASI

PEMBELAJARAN

KELAS TK-4
Apa itu
Evaluasi
pembelajaran
?
Pengukuran,
penilaian
Pengukuran (measurement):
Kegiatan membandingkan sesuatu dengan
ukuran tertentu

Dan evaluasi
bersifat kuantitatif.
Exp:Suhu tubuh andi 360C

Penilaian:
Kegiatan mengambil keputusan untuk
menentukan sesuatu berdasarkan kriteria baik
buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, dll,
bersifat kualitatif
exp : andi termasuk orang yg sehat karna suhu
tubuhnya normal 360C
Pengukuran,
penilaian
Evaluasi :
Proses pengumpulan data yang

Dan evaluasi
sistematis dan pengolahan data yang
hasilnya dipakai untuk mengambil
keputusan (Meliputi kegiatan
penngukuran dan penilaian)

Suatu tindakan yag dilakukan dengan


tujuan mengetahui tingkat
keberhasilan suatu program
pendidikan, pengajaran maupun
Pengukuran,
penilaian
Pengukuran adalah
membandingkan hasil tes dengan standar yang ditetapkan.

Dan evaluasi
Pengukuran bersifat kuantitatif.

penilaian adalah
suatu proses untuk mengambil keputusan dengan
menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran
hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes.
Pengukuran,
penilaian
Evaluasi pembelajaran adalah
suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan,
dan menyeluruh dalam rangka pengendalian,
penjaminan, dan penetapan kualitas (nilai dan arti)

Dan evaluasi
pembelajaran terhadap berbagai komponen pembelajaran
berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu, sebagai
bentuk pertanggungjawaban guru dalam melaksanakan
pembelajaran.
Exp: menilai seluruh komponen pembelajaram menilai seluruh
komponen pembelajaran (ketercapaian tujuan, keefektifan
metode dan media, kinerja guru, dan lain-lain).
Penilaian hasil belajar adalah
suatu proses atau kegiatan yang sistematis, berkelanjutan,
menyeluruh dalam rangka pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk menilai pencapaian proses dan hasil belajar
peserta didik.
Pengukuran hasil belajar adalah
proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan
Evalu
asi

Penilaia
n

Kuantita Kualitati
tif f

Pengukur Non
an Pengukuran

Tes Non Tes


Bentu
Bentuk k Pengamat Wawanca
Uraian Objekt an ra
KeterkaitanifEvaluasi-Penilaian-
Fungsi
evaluasi pembelajaran

Fungsi penempatan (placement).

Fungsi selektif.

Fungsi diagnostic.

Fungsi pengukur keberhasilan.


Jenis-Jenis Evaluasi Belajar

Evaluasi Formatif
Evaluasi Sumatif
Evaluasi Penempatan
Evaluasi Diagnostik
EVALUASI
FORMATIF

Adalah evaluasi yang ditujukan untuk


memperbaiki proses belajar
mengajar. Jenis evaluasi wajib
dilaksanakan oleh guru bidang studi
setelah selesai mengajarkan satu unit
pengajaran tertentu.
EVALUASI
SUMATIF

Adalah evaluasi yang ditujukan untuk


keperluan penentuan angka kemajuan atau
hasil belajar siswa.
Jenis evaluasi ini dilaksanakan setelah guru
menyelesaikan pengajaran yang diprogramkan
untuk satu semester. Dan kawasan bahasanya
sama dengan kawasan bahan yang terkandung
di dalam satuan program semester.
EVALUASI
PENEMPATAN

Adalah evaluasi yang ditujukan


untuk menempatkan siswa dalam
situasi belajar atau program
pendidikan yang sesuai dengan
kemampuannya.
EVALUASI
DIAGNOSTIK
Adalah evaluasi yang ditujukan guna
membantu memecahkan kesulitan belajar
yang dialami oleh siswa tertentu.
Jenis evaluasi formatif dan sumatif
terutama menjadi tanggungjawab guru
(guru bidang studi), evaluasi penempatan
dan diagmostik lebih merupakan
tanggungjawab petugas bimbingan
penyuluhan. Oleh karena itu wajar apabila
dalam tulisan ini hanya mengaksentuasi
pada jenis penilaian yang pertama dan
jenis yang kedua.
Sebagai pengukur
keberasilan
evaluasi di bedakan

FORMATI SUMATIF
F
dilaksanakan di tengah pada akhir satuan
satuan waktu pembelajran waktu pembelajran
mencari tahu sejauh (semester atau cawu)
mana siswa sudah menentukan hasil dan
menguasai tujuan kemajuan belajar siswa
intruksional atau menentukan urutan-
kompetensi dasar yang urutan kemampuan siswa
telah ditetapkan dalam kelompoknya.
untuk memperbaiki dan
meningkatkan proses
belajar mengajar.
Proses
hi
pembelajaran

Inpu Transform Outp


t asi ut

Umpan Balik

Umpan balik : segala informasi menyangkut output


maupun transformasi
Obyek (Sasaran)
evaluasi pembelajaran
Yang dijadikan titik pusat perhatian
oleh evaluator dalam proses
pembelajaran
Input Kemampuan
(aptitude test)
Kepribadian (personality
test)
Sikap (attitude
Obyek test)
Transforma Kurikulum/mat
si eri
Metode
mengajar
Sarana dan
media
Adminstrasi
Guru /personal yang
Output terlibat
(achievement test)
Subyek (Pelaku)
evaluasi pembelajaran
Orang yang melakukan pekerjaan
evaluasi dalam bidang pendidikan

Guru/ dosen (hasil belajar)


Pengamat/ petugas yang melakukan
evaluasi (sikap)
ahli psikologis (kepribadian)
Bentuk Hasil Belajar
BENTUK HASIL BELAJAR
PENGETAHUAN/PROSES BERFIKIR
(KOGNITIF)
SIKAP (AFEKTIF)
KETERAMPILAN (PSIKOMOTORIK)
Langkah Pokok Evaluasi
1. Menyususn rencana e
Hasil Belajar
1. Menyusun evaluasi hasil belajar
(Merumuskan tujuan, menetapkan aspek
yang akan dievalusi, memilih teknik,
menyusun alat ukur/instrumen,
menentukan tolak ukur, menentukan
frekuensi evaluasi).

2. Menghimpun data
3. Melakukan verifikasi data
4. Mengolah dan menganalisis data
5. Memberikan interpretasi dan menarik
kesimpulan
PRINSIP DAN
ALAT EVALUASI

KELAS TK-5
Prinsip evaluasi

Kontinuitas Komprehen
sif
PRINSI
P
Praktis EVALUA
SI

Objektivita
s
Kooperatif
Alat evaluasi hasil belajar

alat/ instrumen : Sesuatu yang dapat


digunakan untuk mempermudah
seseorang melaksanakan
tugas/mencapai tujuan secara
efektif dan efisien.

Kriteria alat evaluasi yang baik:


Mampu mengevaluasi keadaan yang
Digunakan
sebenarnya teknik/cara yang sesuai
terjadi.
Teknik
Kognitif Evaluasi Afektif,
Psikomotorik

TES NON TES

PENGAMATA
N
WAWANCAR
A
ANGKET
CHECK LIST
DAFTAR RIWAYAT
HIDUP
SKALA NILAI
Teknik Non
Tes
a. Pengamatan (Observation)
Pencatatan secara sistematis
fenomena obyek penelitian
exp: tingkah laku pada saat pelajaran
berlangsung, pada saat jam kosong,
upacara, dll.

Jenisnya:
1. observasi partisipan
2. observasi sistematik
3. observasi eksperimental
Teknik Non
Tes
b. Wawancara
Untuk mendapatkan jawaban dari
responden dengan jalan tanya jawab
sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan.

Jenisnya:
1. wawancara bebas
2. wawancara terpimpin
Teknik Non
c. Tes
Angket (questionair)
Daftar pertanyaan yang harus diisi oleh
responden,exp : data kesulitan belajar,
fasilitas belajar, motivasi dan minat.
Ditinjau dari segi yang menjawab:
1. Kuesioner langsung
2. Kuesioner tidak langsung

Ditinjau dari segi cara menjawab:


1. Kuesioner tertutup
2. kuesioner terbuka
Teknik Non
Tes
d. Daftar cocok (Check List)
deretan pertanyaan (singkat) dimana
responden tinggal membubuhkan
tanda cocok (v) di tempat yang sudah
di sediakan.

e. Skala Bertingkat
skala menggambarkan suatu nilai yang
berbentuk angka terhadap sesuatu
hasil pertimbangan
Teknik Non
Tes
d. Riwayat Hidup
Gambaran tentang keadaan seseorang
selama dalam masa kehidupannya.
Manfaat: mengetahui kepribadian,
kebiasaan, sikap, dari obyek yang
dinilai.
Teknik Tes
Tes adalah Cara (yang dapat
dipergunakan) atau prosedur (yang
perlu ditempuh) dalam rangka
pengukuran dan penilaian di bidang
pendidikan.

Berupa: pemberian tugas, Pertanyaan,


Perintah yang harus dikerjakan
sehingga dihasilkan nilai yang
melambangkan prestasi.
Teknik Tes
Fungsi tes:

1. Alat ukur terhadap peserta didik


2. Alat ukur keberhasilan program
pengajaran.
Penggolong
an Tes
(Berdasarkan
FORMATIF Fungsinya)
SUMATIF
Untuk memperbaiki proses Mengetahui tingkat
belajar mengajar pencapaian siswa
Bukan untuk menentukan Menentukan kenaikan
kemampuan peserta didik kelas/kelulusan pada akhir
Pada akhir pelajaran/pada program pengajaran.
saat pelajaran berlangsung Dilakukan jika seluruh materi
Tes tertulis/pertanyaan pelajaran sudah selesai.
lisan/tugas Tes akhir semester,
Pretest dan post test EBTA/EBTANAS, SPMBM

PENEMPATAN DIAGNOSTIK
Menentukan dikelompok Menentukan kesulitan belajar
mana peserta didik harus di yang sering muncul
tempatkan berdasarkan sumber-sumber
Test penempatan pada kesalahan belajar yang
lembaga pendidikan bahasa umum.
Penggolong
an Tes
(Berdasarkan aspek Psikis
yang ingin
1. Tes Intelegensi diungkap)
(Intellegency test)
mengungkap tingkat kecerdasan

2. Tes kemampuan (aptitude test)


mengungkap kemampuan dasar/bakat
khusus

3. Tes sikap (attitude test)


untuk mengetahui kecenderungan
seseorang untuk melakukan respon
tertentu terhadap dunia sekitar.
Penggolong
an Tes
(Berdasarkan aspek Psikis
4. Tes yang ingin(personality
kepribadian diungkap) test)
Mengungkap ciri-ciri khas dari
seseorang yang banyak sedikitnya
bersifat lahiriyah, seperti gaya
bicara,cara berpakaian, nada
suara,hobi, dll

5. Tes Hasil belajar (achievement test)


mengungkap tingkat pencapaian
prestasi belajar
Penggolong
an Tes
(Dari segi banyaknya orang
yang mengikuti test)
1. Tes Individual
Tester hanya berhadapan dengan satu
orang testee saja

2. Tes kelompok
tester berhadapan lebih dari satu
testee
Penggolong
an Tes
(Dari segi waktu yang
disediakan)
1. Power Test
waktu menyelesaikan tes
menyelesaikan tidak dibatasi

2. Speed Test
waktu yang disediakan untuk
menyelesaikan tes dibatasi
Penggolonga
n Tes
(Dari segi mengajukan
pertanyaan dan memberikan
1. Tes tertulis jawaban)
soal pertanyaan dan jawaban secara
tertulis

2. Tes Lisan
pertanyaan dan jawaban dalam bentuk
lisan
Penggolonga
n Tes
(Dari segi Bentuk responnya)
1. Verbal Test
Jawabannya yang tertuang
dalambentuk kalimat, baik lisan
maupun tertulis

2. Nonverbal Test
Jawaban berupa tindakan/tingkah laku,
berupa perbuatan atau gerakan.
Inkator
Motivasi
Variabel
Motivasi
Belajar
Sub variabel Indikator
A. Intrinsik 1. Adanya Hasrat dan keinginan
Belajar berhasil
2. Adanya dorongan dan
kebutuhan dalam belajar
3. Adanya harapan dan cita-cita
masa depan
B. Ekstrinsik 1. Adanya penghargaan dalam
belajar
2. Adanya kegiatan yang menarik
dalam belajar
3. Adanya lingkungan yang
kondunsif sehingga
memungkinkan seseorang siswa
dapat belajar dengan baik
ANGKET BENTUK SKALA
LIKERT
MEMBAYAR INFAQ ITU MEMANG BAIK DI
KERJAKAN. AKAN TETAPI SEBENARNYA BAGI
ORANG YANG TELAH MEMBAYARKAN ZAKATNYA
TIDAK PERLU LAGI UNTUK MEMBAYAR INFAQ.
TERHADAP PERNYATAAN TERSEBUT, SAYA:

A. SANGAT SETUJU
B. SETUJU
C. RAGU-RAGU
D. TIDAK SETUJU
E. SANGAT TIDAK SETUJU
ANGKET BENTUK PILIHAN
GANDA
TERHADAP TEMAN SEKELAS SAYA YANG RAJIN DAN
KHUSYU DALAM MENJALANKAN IBADAH SHOLAT,
SAYA:
A. MERASA TIDAK HARUS MENIRU MEREKA
B. MERASA BELUM PERNAH MEMIKIRKAN UNTUK
SHOLAT DENGAN RAJIN DAN KHUSYU
C. MERASA INGIN SEPERTI MEREKA, TETAPI
MERASA SULIT
D. SEDANG BERUSAHA AGAR SAYA RAJIN DAN
KHUSYU
E. MERASA IRI DAN INGIN SEPERTI MEREKA
TUGAS
1. Lembar observasi
2. Lembar observasi rating scale (cek
list)
3. Angket pilihan ganda
4. Angket skala likert
5. Angket tertutup dan Terbuka
6. Pedoman wawancara tertutup
7. Catatan anekdot
r e f l e k
s i
TEKNIKPENYUSUNAN
TES HASIL BELAJAR

KELAS TK-5
Ciri-ciri Tes
Hasil Belajar
Yang Baik
1. Valid (tepat)
Secara tepat, benar, shahih atau absah
mengukur hasil belajar yang dicapai
siswa setelah PBM.
2. Reliable (daya keajegan
mengukur)
hasil pengukuran yang
dilakukanmenggunakan tes tersebut
secara berulangkali terhadap obyek
yang sama,hasilnya tetap sama/ajeg.
Ciri-ciri Tes
Hasil Belajar
Yang Baik
3. Obyektif
tes hasil belajar disusun dan
dilaksanakan menurut apa adanya

4. Praktis
Tes hasil belajar tersebut mudah untuk
dilaksanakan (sederhana dan lengkap)
Prinsip Dasar
Penyusunana
Tes Hasil
Belajar
1. Mengukur Secara jelas Hasil belajar
sesuai dengan TIK
2. Butir soal merupakan sampel
representataif
3. Soal yang dibuat bervariasi
4. Desain disesuaikan dengan kegunaan.
5. Realibilitas yang bisa diandalkan
6. Dapat Dijadikan alat pengukur
keberhasilan siswa
Bentuk Tes Hasil Belajar
subyektif test obyektif test
1. Pertanyaan yang menghendaki 1. Dijawab dengan jalan memilih
jawaban uraian, salah satu jawaban
2. Menuntut testee untuk 2. Menuliskan jawaban dengan
memberikan penjelasan, kata-kata atau simbol
komentar, penafsiran, 3. Memasangkan jawaban yang
membedakan dll telah disediakan.
3. Jumlah soal terbatas 4. Jumlah soal tidak terbatas
4. Diawali dengan: terangkan,
uraikan, mengapa, bagaimana,
dll
Penggolongan: Penggolongan:
1. Bentuk bebas 1. Bentuk benar salah (true-false
2. Bentuk terbatas test)
2. Bentuk menjodohkan (Matching
test)
3. Bentuk melengkapi (Completion
Bentuk Subyektif Test
Bentuk bebas/Terbuka Bentuk
Terbatas/tertutup
Testee mempunyai kebebasan Jawaban yang sifatnya sudah
yang seluas-luasnya dalam terarah (dibatasi)
merumuskan, mengorganisasikan,
menyajikan jawaban dalam bentuk Contoh:
uraian 1. Sebut dan jelaskan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju
contoh: Reaksi?
1. Sekarang ini banyak terjadi 2. Perkembangan teori atom
kekeringan dimana-mana. dimualai dari teori yang
Jelaskan menurut pendapat dikemukakan oleh dalaton,
saudara apa yang menjadi thomshon, Rutherford dll.
penyebab terjadinya bencana Jelaskan ketiga teori yang
tersebut? dikemukanan ketiga ilmuwan
2. Penggunaan zat aditif tersebut?
(pengawet, pemanis, dll) sudah
Keunggulan Subyektif Test

1. Dapat dilakukan dengan mudah dan


cepat
2. Mencegah spekulasi dari testee
3. Dapat mengetahui kedalaman
penguasaan materi
4. Testee akan terbiasa mengemukakan
pendapat dengan kalimatnya sendiri.
Kelemahan Subyektif Test

1. Skoring perlu waktu, cukup sulit.


2. Dipengaruhi fakta subyektif.
3. Kurang mewakili isi dan luasnya
materi.
4. Koreksian tidak bisa diserahkan ke
orang lain selain penyusun tes sendiri.
5. Daya ketepatan (Validitas) dan
keajegan (Reliabilitas) rendah.
Tes Obyektif
Bentuk benar-salah (true-false test)
Butir soal dalam bentuk pernyataan
(stetement),yang mengandung dua
kemungkinan (benar/salah).
Testee diminta menyatakan pernyataan
tersebut benar/salah (Tandai B-S).
Tes Obyektif
Bentuk benar-salah (true-false test)

Keunggulan Kelemahan
1. Mudah dibuat 1. Ada peluang spekulasi
2. Dapat dipergunakan 2. Hanya mengungkap daya
berulang kali ingat (sifatnya hafalan)
3. Mencakup pelajaran yang 3. Reliabilitasnya rendah
luas 4. Pertanyaan dengan
4. Tidak memakan lembaran jawaban relatif, bisa benar
kertas atau salah.
5. Cara mengerjakan dan
mengkoreksi mudah
Pernyataan : B/S
1. Sirup mempunyai viskositas lebih rendah [ ]
dari pada air
2. Jika D=M/V maka V=D/M [ ]
3. Perubahan suhu pada suatu zat akan [ ]
mengubah densitasnya
4. Unsur tersusun paling sedikit tiga jenis [ ]
atom [ ]
5. Susu adalh contoh bahan campuran [ ]
heterogen
6. Pembakaran makanan dalam perut dan [ ]
usus merupakan perubahan fisika
7. Merkuri adalh cairan perak beracun [ ]
8. Alloy adalah campuran logam [ ]
9. Kekerasan adalah jenis pengukuran
ketahanan suatu padatan goresan dan
penyok
10. satuan g/cm3 adalah satuan densitas [ ]
Tes Obyektif
Bentuk Menjodohkan (Matching test)

Terdiri dari satu seri pertanyaan dan


satu seri jawaban
Mencari dan menempatkan jawaban
yang telah tersedia, yang merupakan
jodoh dari pertanyaan
Tes Obyektif
Bentuk Menjodohkan (Matching test)

Keunggulan Kelemahan
1. Mudah dibuat 1. Hanya mengungkan daya
2. Mudah dinilai, cepat dan ingat (sifatnya hafalan)
obyektif 2. Kurang baik mengevaluasi
3. Faktor spekulasi dapat pengertian dan kemampuan
dihilangkan membuat tafsiran
4. Berguna untuk menilai (interpretasi)
beberapa hal:

a. Antara problem dan


penyelesaiannya
b. Teori dan penemunya
c. Sebab dan akibatnya
d. Singkatan dan kata-kata
lengkapnya
e. Istilah dan definisi
Tes Obyektif
Bentuk Isian (Fill In)

Berbentuk cerita atau karangan


Kata-kata penting dalam paragraf
dihilangkan, tugas testee mengisi
bagian yang dikosongkan
Tes Obyektif
Bentuk Isian (Fill In)
Keunggulan Kelemahan
1. Masalah yang diujikan 1. Hanya mengungkap aspek
tertuang secara keseluruhan pengetahuan dan pengenalan
2. Mengungkap pengetahuan saja
secara bulat dan utuh 2. Banyak memakan tempat
menganai satu hal (karena soal dalam bentuk
3. Cara menyusunan itemnya cerita)
mudah 3. Kurang komprehensif
4. terbuka peluang tebak terka
5. Sulit untuk masalah yang
kompleks
Tes Obyektif
Bentuk Melengkapi (completion)
Terdiri atas susunan kalimat yang bagian-
bagiannya sudah dihilangkan
(diganti ......)
Bagian yang dihilangkan harus dilengkapi
oleh testee
Tes Obyektif
Bentuk Melengkapi (completion)
Keunggulan Kelemahan
1. Mudah dalam penyusunan 1. Karena pembuatannya mudah,
2. Lebih hemat tempat dibanding kurang berhati-hati dalam
dengan Fill in nenyusun kalimat soalnya
3. Sifat Komprehensif bisa 2. Konsep yang sulit dan
terpenuhi interpretasi tidak dapat
4. Mengukur berbagai taraf diungkapkan
kompetensi, tidak hanya
hafalan
1. Bagian yang tampak secara fisik dari materi disebut _________ .
2. Partikel terkecil dari suatu unsur yang merupakan karekteristik unsure disebut _________ .
3. Perubahan pada materi yang tidak menghasilkan zat baru (meskipun sifat karakteristiknya
berbeda) disebut perubahan _________ .
4. Zat yang mengalami reaksi kimia untuk membentuk zat baru adalah disebut _________.
5. _________ Terjadi ketika air dalam bentuk cair berubah menjadi es.
6. _________ adalah sesuatu yang mempunyai massa dan ruang.
7. Ilmu yang mempelajari sifat, komposisi dan perubahan materi disebut ________.
8. _________ adalah zat yang dapat larut dalam suatu pelarut.
9. _________ tersusun atas dua atau lebih zat yang digabungkan bersama, tetapi tetap
mempunyai sifat kimia berbeda dan dapat dipisahkan.
10.Campuran _________ mempunyai bagian antar permukaan masing masing penyusunnya
yang dapat dilihat.
11.Materi yang mempunyai sifat tetap dan tidak berubah jika diukur pada kondisi yang sama
seperti oksigen dan emas disebut __________.
12.Zat yang dapat melarutkan seperti air dalam air garam disebut __________.
13.Campuiran ________ tidak dapat dilihat batas antar permukaan masing-masing penyusunnya.

14.Reaksi _________ terjadi ketika materi berubah menjadi zat baru dengan sifat berbeda dari
zat awal.
a. atom a. campuran
b. kimia b. fasa
c. ilmu kimia c. fisik
d. pembekuan d. bahan murni
e. heterogen e. reaktif
f. homogen f. zat terlarut
g. materi g. pelarut
Tes Obyektif
Bentuk Multiple Choice Item
Terdiri dari pertanyaan/pernyataan dengan
beberapa kemungkinan jawaban yang
telah disediakan pada tiap-tiap butir soal
Option jawaban (satu jawaban betul,
beberapa distraktor (pengecoh) 2-4 buah.
A. Model biasa (dengan lima atau empat
pilihan)
B. Melengkapi berganda
C. Hubungan antar hal
Multiple Choice
Melengkapi berganda
Jawaban yang benar lebih dari satu
Biasanya:
a. Bila (1), (2), (3) benar
b. Bila (1) dan (3) benar
c. Bila (2) dan (4) benar
d. Bila hanya (4) yang benar
e. Bila semuanya benar
contoh
Kalau unsur X mempunyai nomor atom 26,
maka
(1)Dalam sistem periodik berbentuk panjang,
unsur tersebut termasuk golongan unsur
peralihan
(2)Konfigurasi elektron kulit terluarnya adalah 4s2
4s6
(3)Unsur tersebut mempunyai elektron valensi
lebih dari satu
(4)Dalam sistem berkala panjang unsur tersebut
termasuk golongan unsur utama
Multiple Choice
Hubungan Antar Hal
Terdiri dari:
Satu kalimat pernyataan
Satu kalimat keterangan (alasan)
Dihubungkan (sebab)
Ditanyakan apakah pernyataan, dan keterangan itu
betul, jika semua betul apakah ada hubungan sebab
akibat antara keduanya?

Klor lebih elektronegatif daripada fosfor


Sebab
Atom klor mengandung lebih banyak elektron daripada
atom fosfor
Multiple Choice
Hubungan Antar Hal
Pilihan:
a. Jika pernyataan betul, alasan betul dan
keduanya menunjukkan hubngan sebab
akibat
b. Jika pernyataan betul, alasan betul dan
tetapi keduanya tidak menunjukkan
hubungan sebab akibat
c. Jika pernyataan betul, alasan Salah
d. Jika pernyataan Salah, alasan betul
e. Jika pernyataan Salah, alasan salah
Keunggulan Obyektif Test

Keunggulan kelemahan
1. Lebih representatif/mewakili 1. Penyusunan lebih sulit
semua materi yang diajarkan dibanding subyektif test
2. Testee lebih obyektif, baik 2. Kurang dapat
dalam koreksi atau mengukur/mengungkap
penskoran proses berfikir tingkattinggi
3. Koreksi lebih mudah 3. Terbuka peluang spekulasi
4. Bisa minta bantuan orang 4. Memberi peluang untuk
lain untuk mengoreksi kerjasama anata testee
5. Butir soal lebih mudah
dianalisis (derajat
kesukaran,daya pembeda,
validitas, reliabilitasnya)
Petunjuk Operasional
penyusunan Obyektif Test
1. Agar tes bermutu tinggi, dosen/guru
membiasakan berlatih membuat soal
2. Setelah selesai digunakan, item soal
dianalisis
3. Untuk mengurangi spekulasi, diadakan
norma, jawaban salah (-1)
4. Menggunakan kisi-kis soal (mengungkap
semua aspek)
5. Bahasa yang digunakan sederhana,
ringkas, jelas, dan mudah dipahami.
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
1. Pengetahuan (C1)
Menuntut peserta didik mengenali atau mengetahui adany konsep,
prinsip, fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat
menggunakannya

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


. Mendefinisikan,
. memberikan,
. memberi nama,
. mengidentifikasi,
. menyusun daftar,
. mencocokkan,
. menyebutkan,
. membuat garis besar,
. menyatakan kembali,
. Memilih
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
2. Pemahaman (C2)
Menuntut peserta didik memahami atau
mengertitentang materi pelajaran yang disampaikan
gurudan dapat memanfaatkannya tanpa harus
menghubungkannya dengan hal-hal lain.

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


Mengubah
Mempertahankan As2S3 + Na2S 2 NaAsS2
Membedakan
Memprakirakan
Menjelaskan
Menyatakan secara luas
Menyimpulkan
Memberi contoh
Menuliskan kembali
Melukiskan dengan kata-kata sendiri
Meningkatkan
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
3. Penerapan (C3)
Menuntut peserta didik untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara atau metode, prinsip
dan teori-teori dalam situasi baru dan konkret.

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


Mengubah
Menghitung
Mendemonstrasikan
Mengungkapkan
Mengerjakan denga teliti
Menjalankan
Memanipulasi
Menghubungkan
Menunjukkan
Memecahkan
Menggunakan

Volume H2SO4 0,025M yang diperlukan untuk tepat


menetralkan 525 ml KOH 0,06 M adalah.
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
4. Analisis (C4)
Menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu
ke dalam unsur-unsur atau komponen pembentuknya.

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


Mengurai
Membuat diagram
Memisah-misahkan
Menggambarkan kesimpulan
Membuat garis besar
Menghubungkan
Memerinci

H3C-CO-OH +C2H5OH H3C-CO-OC2H5 +H2O


(1)Reaksinya di sebut esterifikasi
(2)Nama Ester yng dihasilkan adalah etil asetat
(3)Ester yang dihasilkan adalah isomer dari asam butanoat
(4)Bila 30 gr asam tersebut di atas direaksikan dengan etanal berlebihan, maka
ester yang dihasilkan adalah 40 gr
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
5. Evaluasi (C5)
Menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situsi, keadaan,
pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. Menciptakan kondisi
sedemikian rupa sehingga peserta didik mampu mengembangkan kriteria atau
patokan untuk mengevalusi sesuatu
Butir soal dikatakan mengukur kemampuan proses berfikir evaluasi jika butir soal
tersebut meminta pada peserta ujian untuk membuat rtimbangan atau menilai
terhadap sesuatu berdasarkan kriteria-kriteria yang ada.

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


Menilai
Membandingkan
Mempertentangkan
Mengkritik
Membeda-bedakan
Mempertimbangkan kebenaran
Menyokong
Menafsir
menduga
Jenjang Kemampuan
Dalam ranah Kognitif
6. Sintesis (C6)
Menuntut peserta didik untuk menghasilkan sesuatu dengan cara menghubungkan
beberapa faktor, hasil yang diperoleh dapat berupa tulisan, perencana tau mekanisme.

Proses berfikir ini menghendaki peserta ujian untuk menghasilkan


suatu produk yang baru sebagai hasil kreasinya

Kata kerja operasional yang dapat digunakan:


Menggolongkan
Menggabungkan
Memodifikasi
Menghimpun
Menciptakan
Merencanakan
Merekonstruksi
Menyusun
Membangkitkan
Mengorganisasi
Merevisi
Menyimpulkan
menceritakan
Komposisi taraf kompetensi yang perludiukur dalam
penyusunan
tes untuk tiap-tiap Bidang study
Menyusun Kisi-Kisi

Kisi-kisi adalah format pemetaan soal


yang menggambarkan distribusi item
untuk berbagai topik atau pokok
bahasan berdasarkan jenjang
kemampuan tertentu
Fungsi kisi-kisi:
Pedoman menulis soal menjadi
perangkat tes
Langkah-langkah
Menyusun Kisi-kisi Soal
1. Analisis Silabus

2. Menyususn Kisi-
kisi
3. Membuat Soal

4. Menyusun Lembar
Jawaban
5. Membuat Kunci Jawaban

6. Menyusun Pedoman
Peskoran
Contoh
Menyusun Kisi-kisi Soal
Seorang guru Kimia akan melaksanakan evaluasi hasil
belajar bidang study kimia dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. Alokasi waktu tes 90 menit
b. Materi Tes diambilkan dari buku pelakjaran kimia mulai
bab I sampai bab V dengan presentase sebagi berikut:
Bab I : 10%
Bab II`: 20 %
Bab III : 25 %
Bab IV : 30%
Bab V : 15 %
Contoh
Menyusun Kisi-kisi Soal
c. Aspek psikologis (dalam hal ini taraf
kompetensi ) yang ingin diungkap dalam tes
dan perimbangan persentasenya adalah
sebagaiberikut:
Aspek hafalan : 30%
Aspek pemahaman : 50 %
Aspek Aplikasi` :20%
d. Bentuktes : tes Obyektif
e. Jumlah Butir Soal : 60 Butir
Contoh
Menyusun Kisi-kisi Soal
Langkah pertama :menyiapkan tabel
spesifikasinya
Contoh
Menyusun Kisi-kisi Soal
Langkah kedua : Menetapakan bentuk dan model tes obyektif yang
akan diterapkan dalam rangka evaluasi hasil belajar. Sebagai berikut:
a. Untuk aspek hafalan : 18 soal,akan dituangkan dalam bentuk:
1. true-false : 6 soal
2. Matching : 6 soal
3. Completion : 10 soal
b. Untuk aspek pemahaman: 30 soal,akan dituangkan dalam bentuk:
1. MCI Model biasa : 20 soal
2. MCI model Melengkapi berganda : 5 soal
3. MCI model analisis hubungan antar hal : 5 soal
c. Untuk aspek pemahaman: 12 soal,akan dituangkan dalam bentuk:
1. MCI Model biasa : 5 soal
2. MCI model Melengkapi berganda : 3 soal
3. MCI model analisis hubungan antar hal : 4 soal
Contoh
Menyusun Kisi-kisi Soal
Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang


menunjukkan tingkat kevalidan suatu
instrumen.
Suatu instrumen dianggap valid
apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan dan dapat mengungkap
data dari variabel yang diteliti secara
tepat
Validitas

Validitas di bagi menjadi :


1. Validitas Tes
a. Validitas Logika: Validitas Isi, Validitas
konstruksi
b. Validitas Empiris: validitas ramalan, validitas
bandingan

2. Validitas Item
Validitas
Validitas Tes Secara Rasional
validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran, diperoleh dengan
berfikir secara logika, meliputi:

a. Validitas Isi
Validitas yang diperoleh setelah melakukan penganalisaan, pengujian
terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar. (apakah isinya sudah
secara representatif terhadap keseluruhan materi yang diujikan, sesuai
dengan GBPP,sudahsesuai kurikulum) dpat dilakukan dengan diskusi panel

b. Validitas Konstruksi
Dikatakan punya validitas konstruksi jika butir soal yang membangun tes
benar-benar telah dapat secara tepat mengukur aspek berfikir
(kognitif,afektif, spikomotorik)sebagimana tertera dalam kompetensi
dasar,dapat dilakukan dengan diskusi panel
Validitas

Validitas tes secara Empirik


Validitas yang bersumber pada pengamatan dilapangan,meliputi:
a. Validitas Ramalan
Suatu kondisi yang menunjukkan seberapa jauhkah sebuah tes
daat dengan tepat menunjukkan kemampuannya untuk
meramalkan apa yang bakal terjadi pada masa yang akan datang

b. Validitas bandingan
Dikatakan punya validitasbandingan jika tes tersebut dalam kurun
waktu yang sama dengan secara tepat mampu menunjukkan
adanya hubungan yang searah, antar tes pertama dengan tes
berikutnya.
Validitas butir Soal

1. Korelasi point Biserial

Rpbis =

Keterangan:
rpbis = koefisien korelasi biserial
Mp = rata-rata skor total yang menjawab benar
Mt = rata-rata skor total
St = Standar deviasi skor total
p = proporsi mahasiswa yang menjawab benar pada
setiap butir
q = proporsi mahasiswa yang menjawab salah pada
setiap butir
Validitas butir Soal

thitung = rpbis

Keterangan:
thitung = uji signifikansi.
rp bis = koefisien korelasi biserial.
N = jumlah mahasiswa yang mengerjakan soal.

Kriteria pengukuran adalah butir soal dikategorikan valid


jika thitung t1- dengan dk = N-2.
Validitas butir Soal

2. Korelasi Product Moment

Kriteria pengukuran adalah butir soal


dikategorikan valid jika:
r xy r1- dengan dk = N-2.
Reliabilitas

Suatu tes dikatakan reliabilitas yang tinggi


apabila memberikan hasil yang relatif tetap bila
digunakan pada kesempatan yang lain

Rumus mencari Reliabilitas:


1. Formula Spearman-Brown
2. Formula Flanagan
3. Formula Rulon
4. Formula Kuder-Richardson
5. Formula C. Hoyt
Reliabilitas

1. Formula Spearman-Brown (Single test-single


Trial/teknik belah dua), dapat dilakukan
dengan:
a. Korelasi item gasal dengan item genap
b. Korelasi belahan kiri dengan belahan
kanan 11
2r
r11 22
11
1 r
22

Dimana:
N XY - X Y
r11
22 N X 2
X
2
N Y 2
Y
2

Reliabilitas

Kelemahan formula spearman-brown

1. Jumlah butir itemnya hagus genap


2. Skor yang dimiliki belahan 1 dan 2 harus seimbang
3. Dengan dua buah model perhitungan (kiri-kanan
dangenap-ganjil) bisa menghasilkan angka yang
beda, sehingga bisa terjadi jika dihitung dengan
model kiri-kanan reliabel tapi dengan model
genap-ganjil unreliabel.
Reliabilitas

4. Rumus Kuder and Richardson (KR-21)

r11 =

Keterangan:
r11 = reliabilitas instrumen
K = banyaknya butir soal atau butir
pertanyaan
M = skor rata-rata
Vt = varians total
Reliabilitas
Rumus Kuder and Richardson (KR-20)
k S2 pq
r11 2

k -1 S

Keterangan:
K =banyaknya butir soal
pq =jumlah dari pq
s2 = Varian total
Reliabilitas

Harga r11 yang diperoleh kemudian dikonsultasikan


dengan aturan penetapan reliabel sebagai berikut:

r11 0,20 = reliabilitas sangat rendah


0,20< r11<0,40 = reliabilitas rendah
0,40< r11<0,60 = reliabilitas sedang
0,60< r11<0,80 = reliabilitas tinggi
0,80< r11<1,00 = reliabilitas sangat tinggi

(J.P Guilford dalam Suherman, 1993: 156)


Indeks Kesukaran

Tingkat kesukaran soal adalah angka


yang menjadi indikator mudah sukarnya
soal bagi sekelompok mahasiswa. Soal
yang baik adalah soal yang tidak terlalu
mudah tetapi juga tidak terlalu sukar.

Bilangan yang menunjukkan mudah dan


sukarnya soal disebut indeks kesukaran
dengan diberi simbul IK
Indeks Kesukaran

IK=

Keterangan:
IK = indeks kesukaran
JBA = jumlah yang benar pada butir soal kelompok atas
JBB = jumlah yang benar pada butir soal kelompok bawah
JSA = banyaknya mahasiswa pada kelompok atas
JSB = banyaknya mahasiswa pada kelompok bawah
Indeks Kesukaran

Adapun indeks kesukaran soal dapat


diklasifikasikan sebagai berikut:

IK = 0,00 maka dikategorikan soal terlalu sukar


0,00 < IK < 0,30 maka dikategorikan soal sukar
0,30 < IK < 0,70 maka dikategorikan soal
sedang
0,70 < IK < 1,00 maka dikategorikan soal mudah
IK = 1,00 maka dikategorikan soal terlalu mudah
Daya Beda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk
membedakan antara mahasiswa yang berkemampuan tinggi
dengan mahasiswa yang berkemampuan rendah.

Soal dianggap mempunyai daya pembeda yang baik jika soal


tersebut dijawab benar oleh kebanyakan mahasiswa pandai dan
dijawab salah oleh kebanyakan mahasiswa bodoh.

Makin tinggi daya pembeda soal, makin baik kualitas soal


tersebut

Besarnya daya pembeda ditunjukkan dengan indeks diskriminasi


yang disingkat DP
Daya Beda

JBA JBB
DP=
JS A JS A

Keterangan:
DP = daya pembeda soal
JBA = banyaknya peserta tes kelompok atas menjawab benar
JBB = banyaknya peserta tes kelompok bawah menjawab benar
JSA = jumlah mahasiswa kelompok atas
JSB = jumlah mahasiswa kelompok bawah
Daya Beda

Kriteria yang menunjukkan daya pembeda soal


adalah:

DP < 0,00 maka dikategorikan soal sangat jelek


0,00< DP <0,20 maka dikategorikan soal jelek
0,20< DP <0,40 maka dikategorikan soal cukup
0,40< DP <0,70 maka dikategorikan soal baik
0,70< DP < 1,00 maka dikategorikan soal sangat baik

(Suherman, 1990: 201