Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN JAGA RESIDEN MATA

Rabu, 14 Juni 2017 Pukul 07.00 WIB s/d


Kamis, 15 Juni 2017 Pukul 07.00 WIB

Konsulen Jaga
Dr. dr. Anang Tribowo, SpM(K)

Residen Jaga
Jaga 2: dr. Intan Ramli
Jaga 1: dr. Febrina
dr. Fera Yunita
Jaga Magang: dr. Nailul Authoriyah
dr. Usman Salim
Data Dasar Permasalahan Assesment Planning
Ny. L/Pr/30 th/ VOD: 6/18 ph (-) Trauma Kimia Informed consent
Luar Kota Palpebra OD: Edema Basa grade I MRS
(+), hiperemis (+) OD Irigasi dengan RL
KU : Mata Konjungtiva OD: 4000 ml
kanan terkena Hiperemis (+) ICD X : S.05.0 Polimiksin, neomicin,
cuka para 4 Kornea OD: Edema dexametason ED 1
jam SMRS (+), erosi (+), tampak Assesment tetes/4 jam OS
FT (+) di sentral Bedah: EDTA 1% ED 1
RPP: next ukuran 11x9 mm Luka bakar tetes/4 jam OS
slide Lensa OD: sulit kimia regio Polivinyl Pyrolidone
dinilai fascialis 1 % ED 1 tetes/4 jam OS
Segmen posterior: SA 1 % ED 1 tetes/8
RFODS (+) jam OD
FOD: detail sulit Oksitetracycline EO
dinilai 1x/ 8 jam OD
pH sebelum irigasi : 8 Vit C 500 mg/6 jam
pH setelah irigasi : 7 Doksisiklin 100
mg/12 jam
Assesment bedah
RPP : 4 Jam SMRS mata sebelah kanan
penderita terkena percikan cuka para saat sedang
bekerja. Penglihatan mata kiri kabur (+), nyeri (+),
mata merah (+), berair-air (+). Penderita berobat
ke bidan dan dilakukan irigasi dengan cairan infus,
kemudian dirujuk ke IGD RSMH.
R/ Pandangan kabur sebelumnya (-)
R/ Kacamata (-)
Status Generalis

Sens : Compos mentis


TD : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x/menit
RR : 20 x/menit
Temp : 36,5 C
STATUS OFTALMOLOGIS

OD OS
VISUS 6/18 ph (-) 6/6
TIO P=N+0 P=N+0
KBM Ortoforia
GBM 0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0
STATUS OFTALMOLOGIS
Palpebra Edema (+), Tenang
hiperpigmentasi (+)
Konjungtiva Kemosis(+), Iskemik Tenang
limbus (-)

Kornea Edema (+), erosi (+), Jernih


tampak FT (+) di sentral
ukuran 11x9 mm

BMD Sedang Sedang


Iris Gambaran baik Gambaran baik
Pupil B, C, RC (+), 3 mm B, C, RC (+), 3 mm
Lensa Sulit dinilai Jernih
Segmen Posterior: RFODS (+)
FOD: detail sulit dinilai
FOS:
- Papil : Bulat, batas tegas, warna
merah normal, c/d 0,3,
a/v 2:3
- Makula : RF (+) N
- Retina : Kontur pembuluh darah
baik
Foto Pasien
Corneal Drawing
Assesment Bedah

A/ Luka bakar kimia regio fascialis 1 %


P/ - Woud toilet
- Irigasi
- Kompres NaCl
- Salep kloramfenikol
Follow Up
OD 15 Juni 2017 16 Juni 2017

VISUS 6/12 F ph (-) 6/9 ph (-)


TIO P=N+0 P=N+0
KBM Ortoforia
GBM 0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0
OD 17 Juni 2017 18 Juni 2017
Palpebra Edema (+), hiperemis (+) Edema (+), hiperemis
(+)
Konjungtiva Kemosis (+), Iskemik Kemosis (+), Iskemik
limbus (-) limbus (-)

Kornea Edema (+), erosi (+), Edema (+), erosi (+),


tampak FT (+) di sentral tampak FT (+) di sentral
ukuran 11x9 mm ukuran 10x8 mm
BMD Sedang Sedang
Iris Gambaran baik Gambaran baik

Pupil B, C, RC (+), 3 mm B, C, RC (+), 3 mm

Lensa Sulit dinilai Sulit dinilai


OD 15 Juni 2017 16 Juni 2017
Segmen RFOD (+) RFOD (+)
Posterior
FOD Detail sulit dinilai Detail sulit dinilai
Assesment Trauma Kimia Basa grade I OD Trauma Kimia Basa grade I OD
Planning Polimiksin, neomicin, Polimiksin, neomicin,
dexametason ED 1 tetes/4 dexametason ED 1 tetes/4
jam OS jam OS
EDTA 1% ED 1 tetes/4 jam EDTA 1% ED 1 tetes/4 jam
OS OS
Polivinyl Pyrolidone ED 1 Polivinyl Pyrolidone ED 1
tetes/4 jam OS tetes/4 jam OS
SA 1 % ED 1 tetes/8 jam OD SA 1 % ED 1 tetes/8 jam OD
Oksitetracycline EO 1x/ 8 Oksitetracycline EO 1x/ 8
jam OD jam OD
Vit C 500 mg/6 jam Vit C 500 mg/6 jam
Doksisiklin 100 mg/12 jam Doksisiklin 100 mg/12 jam
Follow Up
OD 17 Juni 2017 18 Juni 2017

VISUS 6/6 F3 ph (-)


TIO P=N+0 P=N+0
KBM Ortoforia
GBM 0 0 0 0

0 0 0 0

0 0 0 0
OD 17 Juni 2017 18 Juni 2017
Palpebra Edema (+), hiperemis Edema (+), hiperemis
(+) (+)
Konjungtiva Kemosis (-), Iskemik Kemosis (-), Iskemik
limbus (-) limbus (-)

Kornea Edema (-), erosi (+), Edema (-), erosi (+),


tampak FT (+) di sentral tampak FT (+) di sentral
ukuran 9x7 mm ukuran 9x7 mm
BMD Sedang Sedang
Iris Gambaran baik Gambaran baik

Pupil B, C, RC (+), 3 mm B, C, RC (+), 3 mm

Lensa Sulit dinilai Sulit dinilai


OD 17 Juni 2017 18 Juni 2017
Segmen RFOD (+) RFOD (+)
Posterior
FOD Detail sulit dinilai Detail sulit dinilai
Assesment Trauma Kimia Basa grade I OD Trauma Kimia Basa grade I OD
Planning Polimiksin, neomicin, Polimiksin, neomicin,
dexametason ED 1 tetes/4 dexametason ED 1 tetes/4
jam OS jam OS
EDTA 1% ED 1 tetes/4 jam EDTA 1% ED 1 tetes/4 jam
OS OS
Polivinyl Pyrolidone ED 1 Polivinyl Pyrolidone ED 1
tetes/4 jam OS tetes/4 jam OS
SA 1 % ED 1 tetes/8 jam OD SA 1 % ED 1 tetes/8 jam OD
Oksitetracycline EO 1x/ 8 Oksitetracycline EO 1x/ 8
jam OD jam OD
Vit C 500 mg/6 jam Vit C 500 mg/6 jam
Doksisiklin 100 mg/12 jam Doksisiklin 100 mg/12 jam
Follow Up
OD 19 Juni 2017

VISUS
TIO P=N+0
KBM Ortoforia
GBM 0 0

0 0

0 0
OD 19 Juni 2017
Palpebra Edema (+), hiperemis (+)

Konjungtiva Kemosis (-), Iskemik limbus (-)

Kornea Edema (-), erosi (+), tampak FT


(+) di sentral ukuran 9x7 mm

BMD Sedang
Iris Gambaran baik

Pupil B, C, RC (+), 3 mm

Lensa Sulit dinilai


OD 19 Juni 2017
Segmen Posterior RFOD (+)
FOD
Detail sulit dinilai
Assesment Trauma Kimia Basa grade I OD
Planning Polimiksin, neomicin, dexametason ED 1
tetes/4 jam OS
EDTA 1% ED 1 tetes/4 jam OS
Polivinyl Pyrolidone ED 1 tetes/4 jam OS
SA 1 % ED 1 tetes/8 jam OD
Oksitetracycline EO 1x/ 8 jam OD
Vit C 500 mg/6 jam
Doksisiklin 100 mg/12 jam
Bahan kimia alkali

Pecah atau rusaknya sel jaringan dan Persabunan disertai disosiasi asam lemak
membran sel penetrasi lebih lanjut

Mukopolisakarida jaringan menghilang & terjadi penggumpalan sel kornea

Serat kolagen kornea akan membengkak & kornea akan mati

Edema terdapat serbukan sel polimorfonuklear ke dalam
stroma, cenderung disertai masuknya pemb.darah
(Neovaskularisasi)

Dilepaskan plasminogen aktivator & kolagenase (merusak kolagen kornea)

Terjadi gangguan penyembuhan epitel

Berkelanjutan menjadi ulkus kornea atau perforasi ke lapisan yang lebih dalam
Bahan kimia asam
PATOFISIOLOGI

Asam cenderung berikatan dengan protein

Menyebabkan koagulasi protein plasma

Koagulasi protein ini, sebagai barrier yang membatasi
penetrasi dan kerusakan lebih lanjut

Luka hanya terbatas pada permukaan luar
saja.

Pengecualianterjadi pada asam hidroflorida.


Bahan ini merupakan suatu asam lemah
yang dengan cepat menembus membran sel.
Chemical trauma acid

base (alkali)

Acids : proton donors (H+)


Alkalis : proton acceptors (OH-)

The strength of acids and alkalis 1-14


INTRODUCTION
Acids & alkalis cause injury different
mechanism

Acids coagulation necrosis


limits extension of injury

Alkalis liquefaction necrosis


more dangerous
Severity of trauma depends on :
pH of the agent
Concentration of the agent
The length of the contact time

Duration between trauma and therapy


outcome prognosis
Alkali trauma rapid & deep penetration
into ocular tissue

Alkali react with ocular tissue

Hydroxyl ions are consumed at high pH


DISCUSSION
Within 2 to 3 minutes of exposure

pH of the inner eye can rise dramatically

Damage to iris, trabecular meshwork, lens,


ciliary body, and even retina
Clinical course of alkali trauma (McCulley) :
1.Immediate phase
2.Acute phase
3.Early reparative
4.Late reparative

Damage of ocular pH of the


substance, its concentration, the length of
contact time
Most common classification schemes :
Roper-Hall
Hughes
Thoft
Grade Cornea Conjunctiva/limbus

I Epithelial damage No limbal ischaemia

II Corneal haze < 1/3 limbal ischaemia


Iris details visible

III Total epithelial loss 1/3 1/2 limbal


ischaemia
Stromal haze
Iris details obscured
IV Cornea opaque >1/2 limbal ischaemia
Iris and pupil obscured

Roper-Hall Classification
Category of Injury Clinical Finding

Mild Erosion of corneal epithelium


Faint haziness of cornea
No ischemic necrosis of conjunctiva
or sclera
Moderately severe Corneal opacity blurs iris detail
Mild ischemic necrosis of
conjunctiva or sclera

Very severe Blurring of pupillary outline


Significant ischemic necrosis of
conjunctiva or sclera

Hughes` Classification
Grade Clinical Finding
I Conjunctival hyperemia with punctate keratitis

II Conjunctival hyperemia with partial corneal


epithelial loss

III Conjunctival hyperemia or area of necrosis, with


total corneal epithelial loss

IV More than 50% perilimbal conjunctival necrosis,


with total corneal epithelial loss

Thoft`s Classification
Treatment should be initiated immediately

Irrigating the eyes

Until a neutral pH is reach


Additional treatment consists of :
Cycloplegia eye drop
Topical antibiotic ointment
Topical steroid (if there`s significant
inflammation of the cornea and anterior
chamber)
Anti-glaucoma (if there`s elevated
intraocular pressure)
Ascorbic acid
Complication of alkali trauma :
Glaucoma
Corneal perforation
Cicatrix
Symblepharon
Cataract
Acid:
Alkali : H2SO4,
NH3, NaOH, H2SO3, HF,
Mg(OH)2, CH3COOH,
Ca(OH)2 Cr2O3,
HCL
COMMON CAUSE OF CHEMICAL INJURY

40
Acid :
will denature, precipitate and coagulate
protein. Protein coagulation acts as barrier
preventing deeper penetration

Alkali :
will destroy the epithelium, the stroma and
the endothelium while they saponify cell
membran fatty acids

Mechanism of destruction

41
CLASSIFICATION OF
OCULAR SURFACE BURNS

42
Hughes

43
Dua
Classification

44
Vit C: menambah hidroksilasi prolin sbg
Cofaktor utk sintesa kolagen dan
penyembuhan lukamencegah koagulasi
di stroma
Antibiotik topikal/sistemik: sbg
profilaksis untuk mencegah infeksi
sekunder/mengurangi resiko terjadinya
ulkus
Kortikosteroid:masih kontroversi
membantu menekan reaksi radang
intraokular tetepai dapat menghambat
proses penyembuhan pd kornea

Reepithel: Utk mempercepat


reepithelisasi
Vit A: retinol---membantu penyembuhan
luka di kornea,mempercepat pengaktifan
sel fibroblas
Beberapa penulis merekomendasikan
penggunaan steroid topikal pada
beberapa pasien, terutama mereka
dengan luka bakar asam alkali dan
fluorida. Para pendukung percaya
steroid dapat membatasi peradangan
intraocular dan menurunkan
pembentukan fibroblas pada kornea