Anda di halaman 1dari 35

1.

Tupoksi KKP ----- Upaya Cegah Tangkal


Penyakit Menular Potensial wabah,
Pengawasan Faktor Resiko PHEIC (
Kepmenkes 2348 tahun 2011 )
2. KKP selaku UPT Ditjen P2PL mempunyai
wewenang dan bertanggung jawab terhadap
cegah tangkal penyakit dan faktor resiko
PHEIC masuk maupun keluar melalui pelab/
Bandara ( IHR 2005 )
Pengawasan Lalu Lintas Alat Angkut
Penerbitan Dokumen Kesehatan Alat Angkut
Pengawasan Lalu Lintas Orang
Pengawasan OMKABA
Pengawsn Lalu Lintas Kapal
1. Kpl datang dari Dalam Negeri
- Periksa dok Kesh kapal
- Periksa Sanitasi / faktor resiko (FR ) kapal
- Bila FR rendah/sanitasi baik maka diberikan
PHQC
- Bila FR sedang tinggi / sanitasi jelek maka
lakukan tindakan sanitasi ( sanitation Control )
- Terbitkan sertifikat setelah melaks tindk sanitasi
------ berikan PHQC
2. Kapal datang dari Luar Negeri/daerah terjangkit
periksa surat permohonan free pratique dari agen kapal
dng teliti darimana kapal datang
Bila datang dari Negara /Daerah Sehat maka kapal
dipersilahkan untuk buang sauh didalam kolam
pelabuhan, petugas kkp melaksanakan boarding ke atas
kapal.
Bila kapal datang dari negara/daerah terjangkit maka
kapal diharuskan buang sauh diluar kolam pelabuhan/
ditempat yang telah ditentukan bersama syahbandar,
kmd petuga KKP melaksanakan boarding dengan
menggunakan APD yang sesuai.
A.Boarding kapal dr Negara/daerah Sehat
Periksa Dok keseht kapal ( MDH, SSCC/SSCEC/OME SSCEC,
Vaccination list, Health Book, Sertf P3K, Port of Call, sertf kesh
kapal lainnya )
Periksa Faktor Resiko PHEIC ( Sanitasi, tanda kehid
tikus/serangga, bhn mkn, air bersih/air minum,sampah, dll )
Pemeriksaan secara fisik kesehatan ABK

B. Boarding kapal dr Negara/Daerah terjangkit


ABK / penumpang kapal diperiksa secara klinis
ABK/Penumpang yang sakit, diturunkan dan dirujuk ke RS
untuk di isolasi dan diberikan pengobatan yang sesuai.
ABK/penumpang suspect diturunkan dan di isolasi 2 x masa
inkubasi.
ABK / Penumpang sehat di berikan Healt Alert Card ( HAC )
serta diberikan penjelasan seperlunya, kemudian dipersilahkan
turun.
Kapal yang datang dari Negara/Daerah Sehat, dan
dinyatakan sehat maka diberikan sertifikat bebas
karantina (Free Pratique)
Kapal yang datang dari Negara/Daerah sehat, tetapi
dinyatakan tidak sehat maka diberikan Restricted
Pratique/ijin karantina terbatas selama 2 x masa inkubasi,
terhadap penumpang / ABK dilakukan tindakan
karantina, sedangkan terhadap kapal dilakukan tindakan
sanitasi (Sanitation Control)
Terhadap kapal yang datang dari Negara/Daerah
terjangkit, dilakukan tindakan sanitasi ( Sanitation Control
) setelah ABK / penumpang dilakukan tindakan
karantina.
Surat Pemberitahuan
Kedatangan Kapal/
Permohonan Free Pratique
KKP

Kapal dr
Kapal dr Dalam Kapal dr Dalam Kapal dr Luar
Luar Negeri
Negeri Sehat Negeri terjangkit Negeri Sehat
Terjangkit

Kapal sandar Zona Quarantine


di dermaga
Pemeriksaan Dokumen,Faktor
Resiko,KesehatanABK/Penumpan
g
Dok.Lengkap Tdk
lengkap Restricted Ada Masalah Tdk ada
masalah
Free Pratique
Pratique

Kapal Dinyatakan
Tindakan Sanitasi/ Sehat oleh Dokter
PHC Karantina Pelabuhan
1. Kedatangan Pesawat dr Luar Negeri ( Bandara Sehat )
Chek dari Negara/bandara tempat keberangkatan pesawat
Diatas pesawat, periksa Gendec, sert disinseksi, sert P3K
Bila ada crew/Penumpang sakit maka lakukan pertolongan Sesuai SOP.
Bila tdk ada crew/penumpang sakit maka penumpang dipersilahkan
turun
1. Kedatangan Pesawat dr Luar Negeri ( Bandara Terjangkit )
Berkoordinasi dgn OIC, info pswt dr Bandara Terjangkit & hrs parkir di
Isolated area.
Petugas KKP (tim) boarding dgn APD lengkap.
Periksa Gendec, Disinseksi Sert, faktor resiko PHEIC lainnya,
ABK/Penumpang scr fisik.
Bila ada Crew/Penumpang sakit mk segera dievakusi ke RS ( isolasi )
Penumpang lainnya ( sehat ) dipersilahkan turun dan diarahkan ke ruang
karantina dengan melalui thermal Scanner.
Bila ada penumpang /crew dengan suhu badan > 38 C, maka
penanganan sesuai SOP
Bila tidak ada penumpang/crew dengan suhu badan > 38 C maka
penumpang dipersilahkan melanjutkan perjalanan
Semua penumpang diwajibkan mengisi Health Alert card ( HAC )
sebelum meninggalkan ruang karantina.
Kedatangan
pesawat
Terjangkit
Negara Sehat

Pswt Parkir Isolated


Area
Periksa Dok,
Crew/Pnpng
Petugas dgn APD

Suspect ( - ) Suspect ( - )
Suspect ( + )

SOP GDM
PHEIC Penpang lewat
therma Scanner
Pnpang mengisi HAC sblm keluar
dr Ruang.Karantina

Penumpang melanjutkan perjalanan


Pengertian.
Tindakan Karantina adl perlakuan khusus thd
alat angkut beserta isinya yg mjd tersangka (
suspect ) atau terjangkit penyakit karantina /
penyakit menular potensial wabah.
Tujuan.
Mencegah masuknya penyakit karantina /
potensial wabah ke wila indonesia melalui
pelabuhan/bandara.
Tindakan teknis
Upaya menghilangkan penyebab penyakit dgn
melaksankan hapus hama maupun pengobatan thd
penderita.
- Isolasi px dan pengobatan
- Hapus hama alat angkut beserta isinya
- dimusnahkan bila perlu.
Tindakan Hukum
Upaya penertiban atas kelalaian atau kesengajaan yang
dilakukan oleh Nahkoda/Pilot.
- Peringatan lisan
- Pernyataan tertulis oleh Nahkoda/Pilot.
- Proses Verbal ole PPNS yg terlatih.
1. Ada Pemalsuan Dokumen Kesehatan Kapal
2. Tdk membrkan ket sebenarnya ttg kondisi
kapal dan crew kpd pejabat kesh pelabuhan.
3. Tidak melaporkan adanya or sakit atau wabah
di kapal kpd Pejabat kesh pelabuhan
4. Menghalang halangi tindk teknis karantina
5. Melaks bongkar muat sebelum mendpt izin
bebas karantina.

Catatan : Tindk Hukum thd kapal yg melanggar peraturan atau


UU karantina dilaksanakan oleh Pejabat yg berwenang
dibantu oleh PPNS yg telah dilatih.
Isyarat Karantina adl merupakan salah satu
instrumen karantina untuk melakukan komunikasi
timbal balik antara petugas dengan alat angkut.
Isyarat Karantina dibakukan scr nas / internas pada
;
1. International code of Signals 1969
2. UU No. 1 th 1962 Karantina Laut
3. IHR
Terdapat 3 jenis isyarat karantina :
1. Single Letter Signals
2. Phonetic Alphabet
3. Figure Spelling Table.
Isyarat Karantina sering digunakan pada ;
1. Komunikasi dgn nahkoda utk membrkan
Radio Provisional Pratique dgn menggunakan
radio.
2. Komunikasi dng Nahkoda, Pengguna jasa
pelabuhan, penumpang dlm rangka advis
medik, mendeteksi penyakit karantina dan
penyakit menular tertentu.
Q We are healthy, Q
I request pratique We are, to state
suspected
BP
PI
Q
We are, to state
infected
L Q
We are,
carrying
BP dead men
PII
W I request doctor I

17
1. Certificate of Pratique ( CoP )
2. MDH, Maritim Declaration of Health
3. Sailing Permit / OME SSCEC
4. Ship Sanitation Certificate
5. Health Book / Buku Kesehatan Kapal
6. Gendec
Definisi
Certificate of Pratique adl Surat keterangan yang diterbitkan oleh KKP kepada
kapal yang datang dari LN atau Daerah terjangkit, setelah dilakukan
pemeriksaan kesehatan kapal beserta isinya.
Jenisnya
- Free Pratique ( Izin bebas karantina )
- Restricted Pratique ( Izin Karantina terbatas )

Kapan diterbitkan
Free Pratique ( izin bebas karantina )diterbitkan bila kapal datang dari negara
sehat dan setelah dilakukan pemeriksaan kapal beserta isinya sehat.
Restricted Pratique ( Izin Karantina Terbatas ) diterbitkan bila kapal datang dari
daerah / Negara terjangkit atau dari negara sehat, namun setelah dilakukan
pemeriksaan , kapal dinyatakan tidak sehat ( sesuai pernyataan dalam dokumen
MDH )
Dasar diterbitkannya
hasil pemeriksaan kapal ( bourding ) dengan menggunakan form pemeriksaan
pengawasan lalu lintas kapal ( hal.17 SOPN keg KKP )
Definisi
Surat Pernyataan Nahkoda kapal tentang kondisi kesehatan
kapal beserta isinya sejak berlayar dari pelabuhan
keberangkatan sampai pelabuahan tujuan , termasuk
negara/pelabuhan yang telah disinggahi nya
Jenisnya
Maritime Declaration of Health
Kapan diterbitkan
MDH diterbitkan oleh kapal ( nahkoda) kapal yang berada
dalam karantina ( Tiba dr LN / Daerah terjangkit )
Dasar diterbitkan
Permohonan diterbitkan Certificate free Pratique oleh
petugas karantina kesehatan ( KKP )
Prosedur
1. Pemeriksaan MDH ( Dok SSCC/SSCEC msh
berlaku/tidak, negara /daerah yang pernah di singgahi
/list port of call ), daftar pertanyaan , dll
2. Periksa Faktor Resiko ( Sanitasi, air bersih, bhn
makanan )
3. Periksa Vaccination list ABK
Keputusan
1. Bila Kapal datang dari Negara/daerah sehat, tdk pernah
singgah di Negara/daerah terjangkit serta semua
pertanyaan di MDH dijawab NO ----- Maka di terbitkan Free
Pratique.
2. Bila sebaliknya maka diterbitkan Restricted of Pratique,
selanjutnya terhadap kapal beserta isinya dilakukan
tindakan karantina
Definisi
Surat ijin berlayar kesehatan yang diberikan
kepada kapal yang berlayar tanpa dilengkapi
dokumen kesehatan kapal ( SSCC/SSCEC )dan
hanya berlaku untuk sekali berlayar, dengan
keterangan setiba di pelabuhan tujuan kapal
segera dilakukan tindakan.
Jenisnya
Ijin berlayar sekali jalan/ sailing permit.
Kapan Diterbitkan
1. Kapal yang akan doking/terkait pengajuan perpanjangan SSCEC
dimana hasil pemeriks ditemukan tanda2 kehidupan tikus/ faktor
resiko PHEIC, sedangkan KKP belum mampu melakukan tindakan (
Deratisasi, disinseksi, dekontaminasi dll ).
2. Kapal transit disuatu pelabuhan yang membawa muatan lanjutan
yang mungkin dibongkar shg tdk dpt dilakukan pemeriks, terkait
pengajuan perpanjangan SSCEC atau hasil pemeriksaan lainnya.
3. Penerbitan Sailing Permit dilakukan terhadap kapal dengan tujuan
pelabuhan DALAM NEGERI

Dasar diterbitkan
Adanya tindakan yang harus dilakukan terhadap kapal, namun karena
sesuatu hal /kondisi tertentu sehingga tindakan terhadap kapal tsb
tidak dapat dilaksanakan, oleh karenanya setiba kapal di pelabuhan
tujuan tindakan itu harus dilaksanakan oleh KKP di pelabuhan tujuan.
Definisi
adalah surat keterangan tentang kondisi kesehatan
kapal,apakah kapal telah dilakukan tindakan
pengendalian atau tidak perlu dilakukan tindakan
Jenisnya
- Ship Sanitation Control Sertificate ( SSCC )
- Ship Sanitation Control Exemption
Certificate(SSCEC )
- One Month Extention SSCEC
Kapan diterbitkan
1. SSCEC diterbitkan bila dalam pemeriksaan kesehatan kapal diperoleh hasil
kesimpulan bahwa kapal termasuk sehat/beresiko rendah
2. SSCC diterbitkan bila terhadap kapal telah dilakukan tindakan
pengendalian ( Fumigasi,disinseksi,dekontaminasi,dll )
3. OME SSCEC diterbitkan bila
o OME SSCEC diterbitkan terhadap kapal / alat angkut dengan tujuan
pelabuhan LUAR NEGERI
o Kapal yang akan doking/ terkait pengajuan perpanjangan SSCEC dimana
dari hasil pemeriksaan ditemukan tanda kehidupan tikus/ faktor resiko
PHEIC sedangkan KKP belum mampu melaksanakan tidakan penyehatan (
deratisasi, disinseksi, dekontaminasi, dll )
o Kapal transit yang membawa muatan lanjutan yang tidak mungkin
dibongkar shg tidak dapat dilakukan pemeriksaan terkait pengajuan
perpanjangan SSCEC atau dari hasil pemeriksaan lainnya.
Dasar diterbitkan
Hasil pemeriksaan kesehatan kapal/sanitasi kapal dalam rangka
perpanjangan dokumen kapal / SSCEC.
Definisi
Buku yang digunakan sebagai informasi tentang kondisi kesehatan kapal
atau tindakan yang telah dilakukan atau akan dilakukan pejabat
kesehatan pelabuhan pada saat memberikan ijin kesehatan berlayar (
PHC )
Jenisnya
Buku Warna hijau bertulisan Health Book/ Buku Kesehatan kapal pada
sampulnya.
Kapan diterbitkan
1. Bila kapal baru berlayar/baru berganti nama
2. Lembar buku telah habis / buku hilang.
3. Untuk kapal yang baru, perlu didahului pemeriksaan sanitasi kapal
dalam rangka penerbitan SSCEC/SSCC
Dasar diterbitkan
UU Karantina laut, pasal 19 bahwa semua kapal yang berbendera
indonesia maupun kapal berbendera asing yang berlayar di wilayah
indonesia wajib memiliki Buku kesehatan Kapal.
Pada Kolon I : Pelabuhan tempat clearence dan
kondisi Pelabuhannya..... Sehat.
Pada Kolom II : Tgl tiba & Tgl berangkat, keadaan
sewaktu kapal tiba.....sehat
Kolom III : Dok Kapal SSCC/SSCEC, dimana
diterbitkan dok, tanggal penerbitan,tgl expire.
Kolom IV : - Tindakan ....
- Saran yang perlu diberikan...
- Pemberian ijin berlayar...
Kolom V : Pengesahan syahbandar.
Definisi
Dokumen Pernyataan tentang kesehatan pesawat dan isinya yang
dikeluarkan oleh pilot pesawat yang datang dari Luar Negeri atau dari
Daerah terjangkit
Kapan diterbitkan
Gendec diterbitkan pada saat pesawat mendarat/ tiba di bandara
tujuan
Dasar diterbitkan
Undang-Undang No.1 tahun 1962 tentang Karantina Udara
Prosedur
Bagi Pesawat yang tiba dari LN / Daerah terjangkit wajib
menyerahkan GENDEC kepada KKP
OMKABA
O bat, yaitu segala jenis obat baik obat modern maupun obat tradisional
( jamu ) yg keluar masuk mll Pelab/Bdr/Lbts

M akanan , yaitu segala jenis makanan kemasan yang keluar masuk melalui
Pelabuhan / Bandara/ Lintas batas darat

K osmetik, yaitu segala jenis kosmetik yang keluar / masuk melalui


Pelabuhan / Bandara / Lintas batas darat.

A Alat Kesehatan, yaitu segala jenis alat kesehatan yang keluar masuk melalui
Pelabuhan / Bandara / lintas batas darat

Bahan Aditif yaitu Segala Jenis Bahan Aditif, baik aditif untuk
makanan maupun dalam aditif untuk proses pembuatan makanan (
katalisastor )
PENGAWASAN OMKABA
OMKABA Ekspor
1.Permohonan Health Certificate hrs dilengkapi :
COA ( Certificate of Analysis ) yang dikeluarkan oleh Laboratorium.

Invois

PEB

Ocean Bill of Loading

Srt Perny Penggunaan Barang

Surat Kuasa Ekportir utk mengurus perijinan eksport

Nomor Registrasi Kemenkes/BPOM jk produk telah dipasarkan di


Indonesia.
2. Lakukan Pengambilan Sampel barang yang akan di eksport

3. Kunjungan Ke Lapangan, bila produsen/perusahaan scr rutin


melakukan eksport
4. Perusahaan yang baru melakukan eksport, lakukan kunjungan untuk
melihat proses, kebersihan dsb.
LANJUTAN
OMKABA Import
1. Ada Surat Permohonan Health Certificate yang dilengkapai :
COA dr Negara Asal
Packing list
Invoice
PIB
Ocean Bill of Loading
Surat Pernyataan Penggunaan barang
Surat Kuasa dr Importir untuk mengurus perijinan import barang.
2. Pemeriksaan fisik Barang yang di Import
3. Untuk barang yang tidak diperdagangkan / digunakan untuk
keperluan sendiri, hrs memenuhi persyaratan sbb :
daftar jenis dan jumlah barang
Surat Pernyataan penggunaan barang
Untuk obat disertai resep dokter/ surat ket Px penyakit ttt
Bukan barang terlarang
LANJUT....

OMKABA Antar Daerah


Bila ada permohonan pengiriman OMKABA ke Daerah lain,
hrs dilengkapi :
Sertifikat hasil pemeriksaan laboratorium ( pengiriman 1 )

Surat keterangan jenis barang dan jumlahnya

Surat Pernyataan pengguna barang

Alat angkut yang digunakan

Alamat tujuan dari pengiriman barang

Pemeriksaan ke lokasi fisik barang yang akan dikirim.

Ambil sampel barang yang akan dikirim (bila perlu )

Dok lengkap/ fisik barang bagus berikan lebel Health Security


Check dan terbitkan Sert Kesh Komoditi OMKABA AnDa.
ALGORITMA PENGAWASAN OMKABA

Pemohon KKP
(Ekportir/Importir)

Pemeriks
Dok,Fisik & Lab

MS TMS

Lengkapai
persyaratan
Health Security
Check TMS

Health
Tdk diterbitkan
Sertificate
Health Sertificate