Anda di halaman 1dari 11

Diseksi Aorta

PENDAHULUAN

 Aorta adalah kanal yang dilalui oleh


darah yang dipompakan oleh
ventrikel kiri yang kemudian
dihantarkan ke sirkulasi sistemik
Pada orang dewasa, Ɵ 1,8 -3 cm
 Dinding aorta terdiri dari :
- Tunika intima
- Tunika Media
- Tunika Adventisia
 Dalam perjalanannya aorta terdiri
dari beberapa bagian
- Pars ascendens
- Pars Descendens
Diseksi Aorta
• Diseksi aorta merupakan kejadian
yang terjadi mendadak dimana
darah mengalir menembus dinding
aorta melalui robekan pada tunika
intima dan membelah lapisan
tengan sehingga terbentuk aliran
yang salah

 Diseksi aorta merupakan salah satu


kondisi kegawatdaruratan dalam
dunia medis,dengan gambaran
klinis yang bervariasi
End Organ complication of acute Aortic Dissection

“the great masquerader.”


EPIDEMIOLOGI

Secara epidemiologis menurut Global Burden Disease pada tahun


2010, penyakit Aneurisma aorta dan Diseksi aorta memiliki
angka kematian global sebanyak 2,49 per 100.000 orang pada
tahun 1990, dan pada tahun 2010 angkanya meningkat hingga
2,78 per 100.000 orang, dengan rasio laki-laki yang lebih
tinggi dari wanita. Prevalensi Diseksi aorta kurang dari 1%
pada temuan autopsi. Di Amerika Serikat, Diseksi aorta
ditemukan pada 1-3% dari semua otopsi (1 dari 350
kadaver).
K
L Klasifikasi berdasarkan etiologi
A
S Klasifikasi berdasarkan lokasi
I anatomi
F
I Klasifikasi Berdasarkan Prognostik
K
A
Klasifikasi International Registry of Acute Aortic
S
Dissection (Kombinasi anatomis dan informasi
I prognostik)
Klasifikasi berdasarkan etiologi
Klasifikasi Berdasarkan Etiologi
Kelainan jaringan ikat
Fibrilinopati herediter
-Sindroma Marfan
-Sindroma Ehler Danlos
Penyakit vaskular herediter
-Katup Aorta bikuspis
-koarktasio
Hipertensi kronis dan Aterosklerosis
`Merokok, dislipidemia, penggunaan kokain
Inflamasi vaskular
Giant cell arteritis
Takayasu arteritis
Behcet’s disease
Syphilis
Ormond’s disease
Trauma dan penyebab iatrogenik
-Trauma deselerasi (kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian)
-Faktro iatrogenik
Kateterisasi
Tindakan bedah aorta/katup
Graft anastomosis
Patch aortoplasty
Kanulasi
Klasifikasi berdasarkan lokasi
anatomi
 Dua klasifikasi yang umum digunakan,yakni
Klasifikasi DeBakey dan stanford
 Klasifikasi Debakey
- Tipe 1
Melibatkan pars ascendens, transversum
dan descendens (70%)
- Tipe 2
Hanya melibatkan pars ascendens (5%)
- Tipe 3
Diseksi melibatkan pars descendens aorta
thorakalis (25%)
 Klasifikasi Stanford
- Tipe A, melibatkan aorta pars descendens
(Diseksi proksimal)
- Tipe B, melibatkan aorta pars descendens
(Diseksi distal)
Klasifikasi Berdasarkan Prognostik
 Klasifikasi anatomis penting baik untuk terapi dan analisis prognosis
 Ditemukan hubungan yang terbalik antara jauhnya lokasi lesi awal dari
katup aorta dengan angka kematian

Klasifikasi IRAD
 International Registry of Acute Aortic Dissection(IRAD) menggunakan
teknologi modern, membedakan diseksi tipe A dan B berdasarkan lokasi
paling proksimal dari lesi menjadi beberapa subgrup dengan prognosis
yang berbeda.
 Ditemukan hubungan yang terbalik antara jauhnya lokasi lesi awal dari
katup aorta dengan angka kematian. Dimana, semakin jauh jarak lesi dari
katup aorta semakin rendah angka kematian