Perencanaan dan
Penganggaran di Puskesmas
Outline
▪ Pendahuluan
▪ Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN
▪ Pemanfaatan Dana BOK
▪ Pendanaan PIS-PK
▪ Struktur Organisasi Pengelolaan Keuangan
Daerah
PROGRAM INDONESIA SEHAT
RENSTRA
2015-2019
Pilar 1. Paradigma Pilar 2. Penguatan Pilar 3. JKN
Sehat Yankes
Program
Program
Program • Peningkatan Akses terutama pd • Benefit
• Promotif – preventif FKTP • Sistem pembiayaan:
• Optimalisasi Sistem Rujukan asuransi – azas gotong
sebagai landasan royong
• Peningkatan Mutu
pembangunan kesehatan • Kendali Mutu & Kendali
• Pemberdayaan Penerapan pendekatan Biaya
continuum of care • Sasaran: PBI & Non PBI
masyarakat
Intervensi berbasis resiko
• Keterlibatan lintas sektor Tanda kepesertaan KIS
kesehatan (health risk)
D
PENDEKATAN T
KELUARGA SEHAT
KELUARGA P
K
3
KERANGKA KONSEP “PENDEKATAN KELUARGA”
Program Gizi, Kesehatan Ibu & Anak
Fungsi 1. Keluarga mengikuti KB
PUSKESMAS SESUAI FUNGSI (Pasal 7)
OUTPUT
“Puskesmas” 2. Ibu melakukan persalinan di Faskes
OUTPUT 3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
KLASIFIKASI KEWENANGAN
4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
INDIKATO
5. Memantau pertumbuhan dan perkembangan
R
1. UPAYA KESEHATAN balita tiap bulan
KELUAR
MASYARAKAT GA Pengendalian Peny. Menular & Tidak Menular
(UKM) SEHAT 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar
a. UKM Esensial 7. Penderita hipertensi berobat teratur
b. UKM Pengembangan 8. Gangguan jiwa berat tidak diterlantarkan
Perilaku dan kesehatan lingkungan
9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok
10. Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih
2. UPAYA KESEHATAN 11. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan
PERORANGAN jamban sehat
(UKP) 12. Sekeluarga menjadi anggota JKN
4
Kunjungan Rumah dalam Rangka Pendekatan Keluarga
Pendataan/pengumpulan data profil kesehatan keluarga dan
peremajaan (updating) pangkalan datanya
Promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif
Menindaklanjuti pelayanan kesehatan dalam gedung
Pemanfaatan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga untuk
pengorganisasian/pemberdayaan masyarakat dan manajemen
Puskesmas
Pemanfaatan Dana
Kapitasi JKN
Dasar Hukum Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN
PENGELOLAAN DAN
PEMANFAATAN DANA KAPITASI
JKN DI FKTP MILIK PEMDA
NON BLUD
Perpres 32/2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN Pada FKTP Milik Pemerintah Daerah
Permenkes 21/2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Jasa Pelayanan
Kesehatan Dan Dukungan Biaya Operasional Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemda
SE MDN Nomor 900/2280/SJ tanggal 5 Mei 2014, Hal Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan
Penatausahaan, Serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi JKN pada FKTP Milik Pemerintah Daerah
Pemanfaatan Dana Kapitasi bagi FKTP yang sudah BLUD mengacu sepenuhnya pada ketentuan BLUD
7
Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN
Dana Kapitasi digunakan seluruhnya untuk:
DANA KAPITASI JKN DI FKTP MILIK JASPEL DI FKTP DI
PEMDA
TETAPKAN OLEH PEMDA
Jasa pelayanan kesehatan (Jaspel) meliputi Jaspel
SEKURANG KURANGNYA
perorangan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan
60% dari Total Kapitasi yg
tenaga non kesehatan
diterima dan Sisanya untuk
Dukungan Operasional pelayanan kesehatan, meliputi biaya Operasional Pelayanan Kes
Obat, alat kesehatan, bahan medis habis pakai dan biaya Lainnya
operasional pelayanan kesehatan lainnya
KETENTUAN LEBIH LANJUT MENGENAI PROPORSI JASPEL DAN
BIAYA OPERASIONAL PELAYANAN KESEHATAN DIATUR DENGAN
PERMENKES No. 21/ 2016
Penetapan dengan mempertimbangkan:
a. Tunjangan yang telah diterima dari Pemerintah Daerah;
b. kegiatan operasional pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai target kinerja di bidang
upaya kesehatan perorangan; dan
c. Kebutuhan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai.
Pembayaran Jasa Pelayanan Kesehatan dari
Dana Kapitasi JKN
Jasa Pelayanan Kesehatan Untuk Tenaga Kesehatan & Non Kesehatan yang Memberikan Pelayanan
Meliputi :
Pegawai Negeri Sipil, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, dan Pegawai Tidak Tetap
Pembagian Jaspel Ditetapkan dengan Mempertimbangkan
a. Jenis ketenagaan dan/atau jabatan b. Kehadiran
Variabel jenis ketenagaan dan/atau jabatan, dinilai sebagai berikut:
a. Jenis tenaga/ pendidikan (tenaga medis, tenaga apoteker, tenaga profesi keperawatan (Ners),
tenaga non kesehatan;
b. Rangkap tugas administratif (Kepala Puskesmas, Bendahara Kapitasi, Kepala TU);
c. Penanggungjawab Program;
d. Masa Kerja.
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 10/5/2018
9 9
Dukungan Operasional Pelayanan Kesehatan dari Dana Kapitasi
JKN
Dukungan biaya operasional pelayanan kesehatan digunakan untuk :
Belanja Barang Operasional
belanja modal untuk sarana dan
1. Pelayanan kesehatan dalam gedung prasarana yang pelaksanaannya
2. Pelayanan kesehatan luar gedung sesuai dengan ketentuan peraturan
3. Operasional dan pemeliharaan kendaraan perundang-undangan
puskesmas keliling
4. Bahan cetak atau alat tulis kantor
5. Administrasi, koordinasi program dan sistem
informasi Mengacu pada Lampiran
6. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia Permenkes No. 21 Tahun 2016
kesehatan
7. Pemeliharaan sarana dan prasarana
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 10/5/2018 10
Pemanfaatan BOK di
Puskesmas
Kebijakan Operasional
Permenkes no. 71 Tahun 2016
Arah Meningkatkan kinerja puskesmas, Balai Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dalam upaya kesehatan promotif dan preventif
Pemanfaatan
BOK Mendukung peningkatan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui program
Nusantara Sehat;
Mendukung kelanjutan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)
Peningkatan jangkauan kepada masyarakat dengan mengutamakan strategi pendekatan
keluarga
Biaya distribusi obat, vaksin dan BMHP dimanfaatkan untuk membantu menjamin obat,
vaksin dan BMHP tersedia dalam jumlah yang cukup di puskesmas;
Biaya pemanfaatan sistem e-logistik
Pemanfaatan Dana BOK di Puskesmas
BOK dapat digunakan untuk BOK tidak dapat digunakan untuk
Membiayai : Membiayai :
• Transport lokal petugas kesehatan, • Belanja tidak langsung (gaji,
lintas sektor termasuk kader tunjangan dll)
• Perjalanan dinas atau transport • Belanja modal
PNS dan non PNS • Upaya kesehatan kuratif dan
• Pembelian barang pakai habis rehabilitative
• Belanja bahan/material untuk • Pembelian obat dan vaksin
mendukung pelayanan promotif dan • Pemeliharaan gedung dan
preventif kendaraan
• Belanja cetak dan penggandaan • Biaya transportasi rujukan
• Belanja makanan dan minuman
• Penyelenggaraan rapat-rapat,
sosialisasi,pertemuan
• Honorarium PNS dan non PNS
Pendanaan Program Indonesia
Sehat dengan Pendekatan
Keluarga
Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan
Pendekatan Keluarga di puskesmas.
a. Melakukan pendataan kesehatan keluarga menggunakan profil kesehatan keluarga
(prokesga) oleh pembina keluarga (dapat dibantu oleh kader kesehatan).
b. Membuat dan mengelola data Puskesmas oleh tenaga pengelola data Puskesmas.
c. Menganalisis, merumuskan intervensi masalah kesehatan, dan menyusun rencana
puskesmas oleh pimpinan Puskesmas.
d. Melaksanakan penyuluhan kesehatan melalui kunjungan rumah oleh pembina
keluarga.
e. Melaksanakan pelayanan profesional (dalam dan luar gedung) oleh tenaga kesehatan
teknis/profesional puskesmas.
f. Melaksanakan sistem informasi dan pelaporan puskesmas oleh tenaga pengelola
data Puskesmas.
Integrasi Kegiatan ke dalam Langkah-langkah Manajemen
Puskesmas (P1,P2,P3)
1. Persiapan pelaksanaan
a. Sosialisasi dan Pengaturan tugas terintegrasi terdiri atas:
1) Sosialisasi Internal
2) Sosialisasi Eksternal
b. Persiapan Pendataan
1) melakukan inventarisasi data jumlah keluarga di wilayah kerja Puskesmas.
2) menyiapkan instrumen pendataan (formulir prokesga, pinkesga, melakukan
pembagian wilayah binaan dan menetapkan Pembina keluarga).
2. P1 (Perencanaan)
a. Mengumpulkan dan Mengolah Data
1) Pengumpulan Data Keluarga
2) Penyimpanan data dengan aplikasi
3) Pengolahan data keluarga
b. Mengidentifikasi Masalah Kesehatan dan Potensi Pemecahannya
c. Menentukan Prioritas Masalah Kesehatan
d. Membuat Rumusan Masalah, Penyebab Masalah Kesehatan dan
menetapkan Cara Pemecahan Masalah, memasukkan pemecahan
masalah ke dalam Rencana Usulan Kegiatan (RUK) Puskesmas serta
menyusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK).
3. Penguatan Penggerakan-Pelaksanaan (P2)
a. Pelaksanaan Kunjungan Rumah
1) Persiapan
2) Pelaksanaan empat langkah dalam pelaksanaan kunjungan rumah
: Salam, Ajak bicara, Jalaskan dan bantu, dan Ingatkan.
b. Pelaksanaan Program Kesehatan
c. Penggerakan Melalui Lokakarya Mini
4. Pengawasan – Pengendalian – Penilaian (P3)
a. Pengawasan dan Pengendalian melalui Lokakarya Mini,
b. Penilaian melalui Lokakarya Mini
c. Penilaian Kinerja Puskesmas oleh Dinas Kesehatan
kabupaten/Kota
Berbagai Sumber Pendanaan di Puskesmas
Pajak CSR Dana
Rokok DAK Desa
Fisik
Menghindari
Duplikasi APBD
Kapitasi
Pembiayaan
BOK
Efektif & Efisien
Pelaksanaan Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga
Peraturan Pemanfaatan Sumber Pendanaan di Puskesmas
No. Sumber Pendanaan Peraturan Pemanfaatan
1 Dana APBD Permendagri 13/2006 beserta Perubahannya (Permendagri 59/2007 dan Permendagri
21/2011) Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 31 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan
APBD Tahun Anggaran 2017
2 Dana Kapitasi Peraturan Presiden no. 32 tahun 2014 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana
Kapitasi JKN pada FKTP milik Pemda
Peraturan Menteri Kesehatan no. 21 Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi
JKN untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada FKTP
milik Pemda.
3 Bantuan Operasional Peraturan Menteri Kesehatan no. 71 Tahun 2016 tentang Penggunaan DAK Non Fisik
Kesehatan (BOK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017
4 Dana Desa Peraturan Pemerintah no. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah no. 8
Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Peraturan Pemerintah no. 60 Tahun 2014
Peraturan Menteri Desa no. 21 Tahun 2015 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa
Tahun 2016
Strategi Pendanaan Program Indonesia Sehat melalui
Pendekatan Keluarga dengan Dana BOK dan Kapitasi
Pemanfaatan Dana BOK:
1. Transport lokal
2. Perjalanan dinas Pemanfaatan Dana
3. Pembelian BHP; Kapitasi:
bahan/material untuk Dana 1. Jasa Pelayanan
mendukung pelayanan Dana BOK
Kapitasi 2. Dukungan Biaya
promotif preventif
4. Belanja cetak Operasional
/penggandaan Pelayanan
5. Belanja Kesehatan:
makanan&minuman a.Belanja barang
6. Penyelenggaraan rapat operasional
sosialisasi,pertemuan Program Indonesia
Sehat melalui b.Belanja Modal
7. Honorarium PNS dan non
PNS Pendekatan Keluarga
Permenkes 71/2016 Permenkes 39/2016 Permenkes 21/2016
Pendanaan yang terintegrasi pada Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga dengan memperhatikan :
1.Alokasi pembiayaan daerah dan Kebutuhan Puskesmas
2.Menghindari Pembiayaan ganda
3.Efektif dan Efisien
Permenkes 19 Tahun 2017 tentang Pedoman Pendanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
Strategi Pendanaan Program Indonesia Sehat melalui
Pendekatan Keluarga dengan Dana BOK dan Kapitasi
▪ Mengidentifikasi kegiatan pelaksanaan PIS-PK menurut jenis, tujuan, sasaran dan
rincian kegiatan yang akan dilaksanakan selama suatu periode secara rinci
▪ Mengidentifikasi sumber pendanaan meliputi pemanfaatan, mekanisme penyaluran
dana, penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, serta pertanggung jawaban
pendanaan
▪ Merinci kegiatan yang dilakukan dalam PIS-PK dan melakukan pemetaan terhadap
sumber dana di Puskesmas dapat digunakan dalam setiap kegiatan tersebut
▪ Merinci kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan pendekatan keluarga. Pendanaan yang
dilakukan mengacu pada regulasi yang sudah diidentifikasi dengan prinsif
menghindari tumpang tindih/double pembiayaan dalam satu kegiatan/aktivitas.
▪ Hasil identifikasi aktivitas dan sumber pembiayaan dituangkan dalam RUK dan RPK
Puskesmas
Integrasi Pendanaan BOK dan Kapitasi di Puskesmas
Dana
JKN (Kapitasi) DAK (BOK)/APBD (DAU) RKUD
RKA-DPA SKPD
Dinkes Kab/Kota Buku Kas
SP3B & SP2B SPM & SP2D
FKTP
POA Terpadu
FKTP Membuat Rencana Pendapatan &
Belanja Kapitasi
Buku FKTP Membuat Usulan
Dana Diterima Langsung Di Rek Kegiatan
Kas
Kapitasi FKTP Dari BPJS Kes Tiap Bln
Pelaksanaan Keluarga Sehat
Contoh Aktivitas/ Kegiatan dalam Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga
beserta Sumber Pembiayaan yang dapat Digunakan
STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH
DASAR HUKUM
▪ UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara
▪ UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
▪ Peraturan Pemerintah No. 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
▪ Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
▪ Peraturan Presiden Nomor 123 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik
▪ Peraturan Menteri Dalam Negri No. 13 tahun 2006 jo No. 59 tahun 2007 jo No. 21 tahun 2011 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah.
▪ Peraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
▪ Peraturan Menteri Kesehatan No. 71 tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus
Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017
▪ Peraturan Menteri Kesehatan No 10 Tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Alokasi Khusus
Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2017
▪ SE Permendagri No. 900/2280/SJ tentang Petunjuk Teknis Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan,
serta Pertanggungjawaban Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Milik Pemerintah Daerah
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
UU 17 Tahun 2013
▪ Kepala daerah pemegang
kekuasaan pengelolaan keuangan
daerah, dapat melimpahkan
sebagian atau seluruh
kekuasaannya kepada :
– Sekretaris daerah selaku koordinator
pengelola keuangan daerah;
– Kepala satuan kerja pengelola
keuangan daerah (SKPKD) selaku
pejabat pengelolakeuangan daerah
(PPKD); dan
– Kepala satuan kerja perangkat
daerah (SKPD) selaku pejabat
pengguna anggaran/pengguna
barang
KEDUDUKAN ORGANISASI PUSKESMAS
SIKLUS PENYUSUNAN APBD
MEI JUNI –JULI
RPJMD RKPD KUA & PPAS
DES OKT-NOP AGUST-SEPT
PERDA APBD & RAPBD RKA-SKPD
PERKADA TTG
PENJABARAN APBD
JUKNIS/JUKLAK
PAGU DAK DAK
JAN-DES SEP-OKT TAHUN BERJALAN
JANUARI
APBD-P
PELAKSANAAN
DPA-SKPD PROG&KEG
ALUR PENYUSUNAN RKA (RENCANA KERJA
ANGGARAN)
RKA SKPD DINAS KESEHATAN
PA KAB/KOTA
PUSK
KPA KPA BLUD/KP
A
UNIT KERJA UNIT PUSK NON
DINKES KERJA(UPT) BLUD RBA
KEDUDUKAN PUSKESMAS DALAM SATUAN
KERJA PERANGKAT DAERAH
SKPD DINAS KESEHATAN
PA KAB/KOTA
KPA KPA PUSK
BLUD
UNIT UNIT PUSK
KERJA KERJA NON BLUD
PENGELOLA KEUANGAN
▪ Pengguna Anggaran (PA) adalah pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan
fungsi SKPD yang dipimpinnya.
▪ Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah pejabat yang diberi
kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna
anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD.
▪ Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) adalah pejabat pada
unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan
dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya.
PUSKESMAS
▪ Adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota
– Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
– Non Badan Layanan Umum Daerah (Non BLUD)
▪ Bagian dari Pemerintah Daerah
▪ Penganggaran Menggunakan Mekanisme APBD
▪ Jika memenuhi kriteria tertentu, kepala puskesmas dapat
ditunjuk sebagai KPA yang memiliki tugas dan kewenangan di
bidang pengelolaan keuangannya.
ALIR RKA PUSKESMAS
RKA YG DIBUAT
PUSKESMAS
JENIS RENCANA KERJA DAN ANGGARAN
▪ RKA SKPD 1 : UNTUK MENYUSUN PENDAPATAN SATKER
▪ RKA SKPD 2.1 : UNTUK KEBUTUHAN BELANJA TIDAK LANGSUNG
▪ RKA SKPD 2.2 : UNTUK REKAPITULASI BELANJA LANGSUNG
▪ RKA SKPD 2.2.1 : UNTUK BELANJA LANGSUNG SETIAP KEGIATAN
YG DI PROGRAMKAN
1. PUSKESMAS BLUD MENYUSUN RKA SKPD1, SKPD 2.1, SKPD
2.2, SKPD 2.2.1
2. PUSKESMAS NON BLUD HANYA MENYUSUN RKA SKPD 2.2.1
KONSEP PERENCANAAN
RUK N-1 RKA
DINKES APBD
RPK N DPA
MEKANISME
MANAJEMEN
KEUANGAN
PENGELOLAAN ANGGARAN DI PUSKESMAS
SECARA APBD
SUMBER PENDANAAN DI PUSKESMAS
1. APBD Murni
2. APBD DAK Fisik
3. APBD DAK Non Fisik
a. BANTUAN OPERASIONAL PUSKESMAS (BOK)
b. JAMINAN PERSALINAN ( JAMPERSAL)
c. AKREDITASI PUSKESMAS
4. BIAYA OPERASIONAL DARI KAPITASI JKN
5. DLL
PRINSIP DASAR
PENGELOLAAN KEUANGAN DI PUSKESMAS
SEBAGAI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH
DISUSUN BERDASAR ANGGARAN PENDAPATAN
DAN BELANJA DAERAH (APBD)YANG
DIAMANATKAN DARI PERATURAN TERSEBUT
PRINSIP DASAR
PENYUSUNAN (RKA) mengacu pada :
- Platfon Anggaran yang ditetapkan oleh Kepala Daerah
- Kode Akun Program dan Kegiatan (Permendagri 13 Tahun 2006)
- Kode Rekening Tahun 2016 (Permendagri 13 Tahun 2006)
- Menu Kegiatan mengacu pada HASIL RPK YANG TELAH DI
SEPAKATI MELALUI LOKAKARYA MINI
Contoh RKA
LANGKAH-LANGKAH
1. PENETAPAN PROGRAM DAN KEGIATAN
1. MENGGUNAKAN NOMENKLATUR YANG SUDAH ADA ( LAMPIRAN
A. VII PERMENGADRI 59 TAHUN 2007)
2. ATAU MENYUSUN PROGRAM DAN KEGIATAN BARU SESUAI
KEBUTUHAN OBYEKTIF DAN NYATA DI DAERAH
3. CONTOH PROGRAM BARU : BANTUAN OPERASIONAL
KESEHATAN DAN KEGIATAN DUKUNGAN OPERASIONAL
PELAYANAN KESEHATAN
2. PENETAPAN KODE REKENING BELANJA SESUAI
URAIAN KEGIATAN YANG DIBUTUHKAN
Rambu-rambu pemilihan jenis belanja
1. APBD (sesuai aturan, status Puskesmas BLUD/Non
BLUD)
2. Dana Kapitasi JKN
▪ Belanja langsung
– Belanja pegawai
– Belanja barang dan jasa
– Belanja modal
3. Dana alokasi khusus non fisik
▪ Belanja langsung
– Belanja pegawai
– Belanja barang dan jasa
Kode rekening pendapatan
4 Pendapatan Daerah
4 2 Dana Perimbangan
4 2 3 Dana Alokasi Khusus
4 2 3 xx Dak Non Fisik
4 2 3 xx xx Bantuan Operasional Kesehatan
4 2 3 xx xx Jampersal
4 2 3 xx xx Akreditasi
46
Kode rekening belanja
5 BELANJA DAERAH
5 2 BELANJA LANGSUNG
PROGRAM/KEGIATAN
5 2 1 xx xx Belanja Pegawai
5 2 2 xx xx Belanja Barang/Jasa
5 2 3 xx xx Belanja Modal
47
PROGRAM DAN KEGIATAN
LAMPIRAN. A.VII PERMENDAGRI 59 TAHUN 2007 TTG PROGRAM DAN
KEGIATAN (Pemerintah daerah dapat mengembangkan program dan kegiatan
beserta kode rekeningnya sesuai kebutuhan obyektif, nyata dan sesuai
karakterisistik daerah)
1 02 KESEHATAN
1 02 06 33 BANTUAN OPERASIONAL
KESEHATAN
1 02 06 33 01 Dukungan operasional
YANKES
1 02 06 33 02 Jampersal
1 02 06
organisasi 33 03 Akreditasi Puskesmas
kegiatan
Urusan wajib Bid kesehatan program
48
Contoh Kode rekening belanja
5 BELANJA DAERAH
5 2 1 02 02 Belanja Pegawai
5 2 2 15 03 Belanja transport perjalan
obyek
Rincian obyek
49
Kode rekening belanja pegawai
5 2 1 BELANJA PEGAWAI
5 2 1 01 Honorarium PNS
5 2 1 01 01 Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan
Honorarium Tim Pengadaan Barang dan
5 2 1 01 02
Jasa
5 2 1 01 03 Dst…………………………………
5 2 1 02 Honorarium Non PNS
Honorarium Tenaga
5 2 1 02 01
Ahli/Instruktur/Narasumber
Honorarium Pegawai Honorer/tidak
5 2 1 02 02
tetap
5 2 1 02 03 Dst…………………………………
50
Kode rekening belanja barang dan jasa
5 2 2 BELANJA BARANG DAN JASA
Belanja Sewa
5 2 2 07
Rumah/Gedung/Gudang/Parkir
5 2 2 07 01 Belanja sewa rumah jabatan/rumah dinas
5 2 2 07 02 Belanja sewa gedung/ kantor/tempat
5 2 2 07 03 Dst…………………………………
5 2 2 08 Belanja Sewa Sarana Mobilitas
5 2 2 08 01 Belanja sewa Sarana Mobilitas Darat
5 2 2 08 02 Belanja sewa Sarana Mobilitas Air
5 2 2 08 03 Dst…………………………………
51
Belanja barang dan jasa
5 2 2 11 Belanja Makanan dan Minuman
Belanja makanan dan minuman harian
5 2 2 11 01
pegawai
5 2 2 11 02 Belanja makanan dan minuman rapat
5 2 2 11 03 Dst………………………………
5 2 2 15 Belanja Perjalanan Dinas
5 2 2 15 01 Belanja perjalanan dinas dalam daerah
5 2 2 15 02 Belanja perjalanan dinas luar daerah
5 2 2 15 03 Dst………………………………..
52
Belanja barang dan jasa
5 2 2 06 Belanja cetak dan penggandaan
5 2 2 06 01 Belanja cetak
5 2 2 06 02 Belanja penggandaan
5 2 2 06 03 Dst………………………………
5 2 2 22 Disini dibuka peluang untuk
Dst…………..
belanja barang dan jasa
lainnya yg belum
5 2 2 22 01 tertampung
5 2 2 22 02
53
PASAL 52 PERMENDAGRI N0 59 TAHUN 2007
▪ Belanja barang/jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa belanja
barang pakai habis, bahan/material, jasa kantor, premi asuransi, perawatan
kendaraan bermotor, cetak/ penggandaan, sewa
rumah/gedung/gudang/parkir, sewa sarana mobilitas, sewa alat berat, sewa
perlengkapan dan peralatan kantor, makanan dan minuman, pakaian dinas
dan atributnya, pakaian kerja, pakaian khusus dan hari-hari tertentu,
perjalanan dinas, perjalanan dinas pindah tugas dan pemulangan pegawai,
dan lain-lain pengadaan
pemeliharaan, jasa konsultansi,
barang/jasa, dan belanja lainnya yang
sejenis.
Belanja Modal
5 2 3 Belanja modal
5 2 3 19 Belanja modal alat-alat kedokteran
5 2 3 19 01 Belanja modal alat kedokteran umum
5 2 3 19 02 Belanja modal alat kedokteran gigi
55
Terima Kasih