Anda di halaman 1dari 23

KEJAHATAN

SEKSUAL
Kejahatan seksual adalah tingkah laku seksual
yang melanggar hukum (tindak pidana)
Kejahatan Sexual Perkosaan

Perkosaan Senggama ilegal


Selingkuh
Perkosaan
Senggama VS wanita tidak berdaya
VS Wanita dibawah umur

Incest
KS

Non Senggama Perbuatan Cabul


SENGGAMA/PERSETUBUHAN

Definisi : Penetrasi penis kedalam Vagina baik


sebagian maupun total ke dalam vagina, yang
disertai maupun tidak disertai dengan
ejakulasi

LEGAL ILEGAL
 Ada izin / consent dari wanita yg
disetubuhi ,

 Wanita tersebut ;
• Cukup umur ,
• Sehat akal ,
• Tidak terikat perkawinan dg lelaki lain ,
• Bukan anggota keluarga terdekat dari
pelaku
Izin / consent sah secara hukum

1. Sadar (conscius) ,
2. Wajar (naturally) ,
3. Tidak ada keraguan (unequivocal) ,
4. Atas kemauan sendiri (voluntary)

Izin tidak sah ;


1.Paksaan (force) ,
2.Tipu daya (fraud) ,
3.Ketakutan (fear)
PERKOSAAN
Perkosaan adalah persetubuhan yang
dilakukan seorang lelaki kepada
seorang perempuan yang bukan
istrinya dengan kekerasan atau
ancaman kekerasan. (pasal 285
KUHP)
Tindak pidana perkosaan di Indonesia harus memenuhi
unsur-unsur sebagai berikut (Sofwan Dahlan,2000):
 unsur pelaku, yaitu :
 harus orang laki-laki
 mampu melakukan persetubuhan
 unsur korban, yaitu :
 harus orang perempuan
 bukan istri dari pelaku
 unsur perbuatan, yaitu :
 persetubuhan dengan paksa ( against her will )
 pemaksaan tersebut harus dilakukan dengan
menggunakan kekerasan fisik atau ancaman
kekerasan
 Korban Perkosaan, yaitu:
- Memastikan korban seorang perempuan,
- Mencari tanda-tanda persetubuhan,
- Mengungkap identitas laki-laki yg menyetubuhinya
- tanda-tanda akibat kekerasan fisik.
 Tersangka /Terdakwa Pelaku Perkosaan, yaitu:
- Memastikan pelaku seorang laki-laki
- Mengetahui pelaku mampu melakukan senggama
 Barang Bukti Yang Ditemukan, yaitu:
- untuk mengungkap identitas pelaku (misalnya
dengan memriksa sperma, darah, rambut, gigi dll)
TANDA LANGSUNG TANDA TIDAK LANGSUNG

 Adanya robekan selaput  Kehamilan


dara  Penyakit hubungan seksual
 Luka lecet atau memar di
liang senggama
 Adanya sperma
1. Perselingkuhan & berzina (Ps.284 KUHP)
2. Perkosaan (Ps.285 KUHP)
3. Persetubuhan dengan wanita yg tidak
berdaya (Ps.286 KUHP)
4. Persetubuhan dg wanita dibawah umur
(Ps.287 & 288 KUHP)
5. Berbuat cabul sesama jenis (Ps.292 KUHP)
6. Persetubuhan dengan anak sendiri, anak
tiri, anak angkat (Ps.294 KUHP)
(1) Diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan:
Ke I:
a. Seorang pria telah kawin yg melakukan zinah, padahal diketahui, bahwa
pasal 27 B.W. berlaku baginya.
b. Seorang wanita telah kawin melakukan zinah.

Ke II:
a. Seorang pria yang turut serta melakukan perbuat-an itu, padahal
diketahui bahwa yang turut bersalah telah kawin.
b. Seorang wanita tidak kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu
padahal diketahui olehnya, bahwa yang turut bersalah telah kawin dan
pasal 27 B.W. berlaku baginya.

(2) Tidak dilakukan penuntutan melainkan atas pengaduan


suami atau isteri yang tercemar.
Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan
memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia diluar
perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan, dengan
pidana penjara paling lama dua belas tahun.

Pasal 286 KUHP


Barangsiapa bersetubuh dengan seorang wanita diluar
perkawinan, padahal diketahui, bahwa wanita itu dalam
keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana
penjara paling lama sembilan tahun.
(1) Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita diluar
perkawinan, padahal diketahui atau sepatutnya harus diduga,
bahwa umurnya belum lima belas tahun, atau umurnya tidak
ternyata, bahwa belum mampu kawin, diancam dengan
pidana penjara paling lama sembilan tahun.

(1) Penuntutan hanya dilakukan atas pengaduan, kecuali jika


umurnya wanita belum sampai dua belas tahun atau jika ada
salah satu hal tersebut dalam pasal 291 dan pasal 294.
(1) Barangsiapa bersetubuh dengan seorang wanita di dalam
perkawinan yang diketahui atau sepatutnya harus diduga
bahwa belum mampu dikawin, diancam, apabila perbuatan
mengakibatkan luka-luka dengan pidana penjara paling
lama empat tahun.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan
pidana penjara paling lama delapan tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, dijatuhkan pidana penjara paling
lama dua belas tahun.
Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang
lain yang sama jenisnya yang diketahuinya atau sepatutnya
diduga belum dewasa, diancam dengan pidana paling lama 5
tahun.
Barangsiapa melakukan perbuatan cabul dengan anaknya, anak tirinya, anak
angkatnya, anak dibawah pengawasannya, yang belum dewasa, atau dengan orang
yang belum dewasa yang pemeliharaannya, pendidikan atau penja-gaannya
diserahkan kepadanya ataupun dengan bujangnya atau bawahannya yang belum
cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
 Dalam pemeriksaan selaput dara, yang harus
dinilai adalah :
▪ lokasi sesuai dengan arah jarum jam
▪ jumlah robekan
▪ bentuk robekan
▪ sifat robekan meliputi tepi robekan,
daerah sekitarnya (warna, memar, bintik-
bintik perdarahan)
Kekerasan adalah tindakan pelaku yang
bersifat fisik yang dilakukan dalam rangka
memaksa korban agar dapat disetubuhi
 Kekerasan fisik yang berada diluar alat kelamin.
(SEXUAL ORIENTED INJURIES)
 Penggunaan obat-obat yang mengakibatkan
korban tidak sadar (Abdul Mun’im 97)
Sebab kematian pada kasus
kejahatan seksual
Pada kasus perkosaan yang menyebabkan
korban meninggal biasanya sebab
kematian lebih dikarenakan adanya
tindakan kekerasan