Anda di halaman 1dari 17

KURIKULUM PENDIDIK

AN INKLUSIF
Mata Kuliah Pendidikan Inklusif

Disusun oleh :
Chicy Sri Rachmawati (H 1610208)

Indri Astriani (H 1610097)

Siti Aulia Kusmiati (H 1610710)

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


PEMBAHASAN

• Pengertian Kurikulum
• Ketentuan Umum dan Isi Kurikulum
• Strategi Pengembangan Kurikulum Inklusif
• Kurikulum Berbasis Kompetensi
• Standard Kompetensi Guru
• Implementasi Kurikulum Terhadap Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK)
Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah sebagai perencanaan dalam pembelajaran.

• Kurikulum diartikan sebagai seperangkat rencana atau peng


aturan pelaksanaan pembelajaran dan atau pendidikan yang
didalamnya mencakup pengaturan tentang tujuan, isi/materi,
proses dan evaluasi.
• Tujuannya berarti apa yang akan dicapai, materi berarti apa
yang akan dipelajari.
• Proses berarti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tuju
an dan evaluasi berarti apa yang harus dilakukan untuk men
getahui keberhasilan pencapaian tujuan.
Ketentuan Umum dan Isi Kurikulum

• Kurikulum seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan anak, buk


an sebaliknya.
• Oleh karena itu, seolah seyogianya memberikan kesempatankurik
uler yang disesuaikan dengan anak yang memiliki bermacam-mac
am kemampuan dan minat.
• Anak penyandang kebutuhan khusus seyogianya memperoleh du
kungan pembelajaran tambahan dalam konteks kurikulum reguler
, bukan kurikulum yang berbeda. Prinsip yang dijadikan pedoman
seyogianya dalam memberikan bantuan dan dukungan tambahan
bagi anak yang memerlukannya.
• Perolehan pengetahuan bukan sekedar masalah pembelajaran for
mal dan teoretis.
• Pendidikan seyogianya berisi hal-hal yang menimbulkan kesangg
upan untuk mencapai standar yang lebih tinggi dan memenuhi ke
butuhan individu demi memungkinkannya berpartisipasi secara p
enuh dalam pembangunan.
• Pengajaran seyogianya dihubungkan dengan hal-hal yang praktis
agar mereka lebih termotivasi.
• Untuk mengikuti kemajuan masing-masing anak, prosedur asesm
en harus ditinjau.
• Evaluasi format seyogianya dimasukkan ke dalam proses pendidi
kan reguler agar siswa dan guru senantiasa terinformasi tentang
penguasaan peajaran yang sudah dicapai maupun yang mengide
ntifikasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi dan membantu siswa
mengatasinya.
• Bagi anak penyandang kebutuhan pendidikan khusus seyogianya
disediakan dukungan yang berkesinambungan, yang berkisar dar
i bantuan minimal dikelas reguler hingga program pelajaran tamb
ahan di sekolah itu, dan bila perlu, diperluas dengan penyediaan
bantuan dari guru spesial dan staf pendukung eksternal.

• Teknologi yang tepat dengan biaya tteknisi dapat diberikan secar


a lebih ekonomis dan efektif jika disediakan dari sebuah pusat su
mber yang didirikan di setiap wilayah, di mana terdapat tenaga ah
li yang dapat mencocokkan jenis alat bantu dengan kebutuhan in
dividu dan menjamin pemeliharaannya.
Strategi Pengembangan Kurikulum
Inklusif
Aspek utama yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan ku
rikulum yang inklusif antara lain :
• sasaran pendidikan secara umum sesuai dengan identitas siswa
dan tujuan pengembangan sekitar aktivitas pembelajaran secara
umum,
• pengartikulasian harapan siswa dalam bentuk aktivitas belajar se
cara umum,
• determinasi tentang apa yang dapat diajarkan secara tim, materi d
asar pendidikan, aktivitas waktu, atau unit bidang studi,
• determinasi bagaimana melakukan pengajaran dalam bentuk tim,
yang diarahkan agar siswa secara aktif ikut berpartisipasi dalam
pembelajaran.
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Orientasi kurikulum berbasis kompetensi terpusat pada :
• Hasil dan implikasi yangdiharapkan muncul pada diri peserta didi
k melalui serangkaian pengalaman belajar
• Keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhann
ya.
• Rumusan kompetesi dalam kurikulum berbasis kompetensi meru
pakan pernyataan apa yang diharapakan dapat diketahui, disikapi
atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatankelasdan satuan pen
didikan dan sekaligus menggambarkan lemajuan siswa yang dic
apai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten.
Lanjutan..
Kekhususan dalam kurikulum berbasis berbasis kompetensi tampak
dalam hal:
• Penekanan pada keterampilan kompetensi siswa baik secara indi
vidual maupun klasikal.
• Orientasi pada hasil belajar dan keberagaman,
• Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan
metode yang bervariasi,
• Sumber belajar bukanhanya guru,melainkanjuga sumber belajar l
ainnya yang memenusi unsur edukatif.
• penilaian penekanan pada proses dan hasil dalam upaya penguas
aan atau pencapaian suatu kompetensi.
Lanjutan..
dalam pengembangannya menganut prisip-prinsipsebagai berikut :
• Keimanan, nilai, dan pekerti luhur;
• Penguatan integritas nasional;
• Kseimbangan etika,logika, estetika dan kinestetika;
• Kesamaan memperoleh kesempatan;
• Kemajuan pengetahuan dan teknologi informasi;
• Pengembangan keterampilan hidup;
• Belajar sepanjang hayat;
• Berpusat pada siswa dengan penilaian yang berkelanjutan dan k
omprehensif;
• Pendekatan menyeluruh dan kemitraan.
Standard Kompetensi Guru

Dalam konteks pendidikan inklusif Miriyam D S (2002) mengemukaka


n bahwa para guru hendaknya memiliki karakteritik sebagai berikut :
• Berperilaku positif terhadap keragaman (berbeda budaya, fisik, da
n cara berfikir dan lain-lain)
• Memiliki aksesibilitas untuk kesempatan belajar,
• Menghargai anak-anak apa adanya,
• Aktif dan Perduli
• Berpengetahuan dan suka mencari solusi dan
• Berfikir fleksible sehigga dapat menerima dan memahami keunikan
dan kreatifitas siswa.
Implementasi Kurikulum Terhadap Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK)
• Implementasi adalah pelaksanaan, penerapan.
• Mengimplementasikan adalah melaksanakan, mempraktikkan, men
erapkan, mengamalkan, menjalankan.
• Sedangkan menurut Wina Sanjaya impelementasi adalah pelaksan
aan dari strategi dan penetapan sumber daya.
• Implementasi merupakan unsur penting dalam proses perencanaa
n.
• Perencanaan yang dimaksud disini adalah proses pembelajaran ya
ng meliputi Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
.
lanjutan..
• dalam hal evaluasinya, tidak terlalu mementingkan penilaian kognit
if, tetapi, guru selalu memberikan contoh dalam hal afektif maupun
psikomotorik.
• Implikasi kurikulum yang dimaksud adalah rekontruksi yang nantin
ya akan menghasilkan model kurikulum yang cocok untuk anak be
rkebutuhan khusus, baik pada aspek kognitif, afektif maupun psiko
motorik, sehingga anak tersebut memerlukan penanganan yang kh
usus.
• Bagi anak berkebutuhan khusus, dalam memperoleh pendidikan s
ama juga halnya dengan anak normal dalam kurikulumnya.
Lanjutan..

• kurikulum bagi anak normal dan anak yang berkebutu


han khusus dalam kurikulumnya sama saja, yakni untu
k mengukur pada ranah kognitif, afektif dan psikomoto
rik anak dari segi strateginya berbeda.
• Guru dalam mengajar anak yang berkebutuhan khusus
perlu mempunyai kompetensi yang berbeda dengan k
ompetensi guru yang mengajar pada sekolah anak nor
mal.
Ada Pertanyaan
???
Kesimpulan..

• Secara garis besar, konsep kurikulum dapat digolongkan menjadi


dua kelompok, yaitu konsep yang memandang kurikulum sebagai
rencana dan konsep yang memandang kurikulum sebagai aktuali
sasi.
• Kurikulum seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan anak, buk
an sebaliknya. Oleh karena itu, seolah seyogianya memberikan ke
sempatan kurikuler yang disesuaikan dengan anak yang memiliki
bermacam-macam kemampuan dan minat.
• kurikulum bagi anak normal dan anak yang berkebutuhan khusus
dalam kurikulumnya sama saja, yakni untuk mengukur pada rana
h kognitif, afektif dan psikomotorik anak.