Anda di halaman 1dari 17

TUGAS OBSERVASI LAPANGAN

PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH DASAR


Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PKn SD

Dosen Pengampu : Irwan Efendi, SH, M.Pd

Disusun oleh :
Chicy Sri Rachmawati (H 1610208)
Yessiana Dwi MAulidini (
Fatmawati (H.1610790)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan
tentang Pembelajaran PKn di SD Babakan Asem ini dengan baik meskipun
terdapat kekurangan didalamnya. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai
Pembelajaran PKn di SD Babakan Asem. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah
yang telah kami buat ini.

Bogor, Januari 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang ......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2

C. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 6

A. Pengertian Adopter .................................. Error! Bookmark not defined.

B. Kategori Masyarakat Penerima Inovasi... Error! Bookmark not defined.

BAB III PENUTUP ............................................................................................ 11

A. Kesimpulan ............................................................................................. 11

B. Saran ....................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ............................................... Error! Bookmark not defined.

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang
dapat membentuk diri yang beragam dari segi agama, sosio-kultural, bahasa,
usia, untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang
dilandasi oleh UUD 1945. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh
Depdiknas (2005: 34) bahwa ”Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata
pelajaran yang secara umum bertujuan untuk mengembangkan potensi
individu warga negara Indonesia, sehingga memiliki wawasan, sikap, dan
keterampilan kewarganegaraan yang memadai dan memungkinkan untuk
berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam berbagai
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”.
Berdasarkan pendapat di atas jelas bagi kita bahwa PKn bertujuan
mengembangkan potensi individu warga negara, dengan demikian maka
seorang guru PKn haruslah menjadi guru yang berkualitas dan profesional,
sebab jika guru tidak berkualitas tentu tujuan PKn itu sendiri tidak tercapai.
Secara garis besar mata pelajaran Kewarganegaraan memiliki 3 dimensi
yaitu:
1. Dimensi Pengetahuan Kewarganegaraan (Civics Knowledge) yang
mencakup bidang politik, hukum dan moral.
2. Dimensi Keterampilan Kewarganegaraan (Civics Skills) meliputi
keterampilan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Dimensi Nilai-nilai Kewarganegaraan (Civics Values) mencakup antara
lain percaya diri, penguasaan atas nilai religius, norma dan moral luhur.
(Depdiknas 2003 : 4)
Berdasarkan uraian di atas dapat ditegaskan bahwa dalam mata pelajaran
Kewarganegaraan seorang siswa bukan saja menerima pelajaran berupa
pengetahuan, tetapi pada diri siswa juga harus berkembang sikap,
keterampilan dan nilai-nilai. Sesuai dengan Depdiknas (2005 : 33) yang
menyatakan bahwa tujuan PKn untuk setiap jenjang pendidikan yaitu
mengembangkan kecerdasan warga negara yang diwujudkan melalui

1
pemahaman, keterampilan sosial dan intelektuan, serta berprestasi dalam
memecahkan masalah di lingkungannya.
Untuk mencapai tujuan Pendidikan Kewarganegaraan tersebut, maka guru
berupaya melalui kualitas pembelajaran yang dikelolanya, upaya ini bisa
dicapai jika siswa mau belajar. Dalam belajar inilah guru berusaha
mengarahkan dan membentuk sikap serta perilaku siswa sebagai mana yang
dikehendaki dalam pembelajaran PKn.
Berdasar uraian di atas bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan guru
melakakukan berbagai upaya baik itu dalam bentuk penerapan strategi
pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan ataupun hal-hal
pendukung lainnya yang diaplikasikan guru dalam kegiatan pembelajaran
PKn di sekolah dasar.
Berangkat dari hal tersebut observer tertarik untuk melakukan kegiatan
observasi terhadap kegiatan pembelajaran pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan kelas VI Sekolah Dasar Negeri Babakan Asem, kegiatan apa
saja yang muncul dalam kegiatan pembelajaran PKn baik kegiatan awal, inti
dan akhir, sehingga observer mengetahui apa kegiatan yang muncul, apa
strategi yang digunakan dalam pembelajaran PKn, apa model yang digunakan
dalam pembelajarn PKn.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam kegiatan
observasi adalah apa problematika dan kelebihan kegiatan pembelajaran mata
pelajaran PKn SD kelas VI SDN Babakan Asem ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan dari kegiatan observasi
adalah mengetahui kelebihan dan problematika kegiatan pembelajaran PKn
serta bagaimana solusi pemecahan problematika pada mata pelajaran PKn
kelas VI SDN Babakan Asem.

2
D. Profile Sekolah
1. Identitas Sekolah

NPSN : 20219911

Status : Negeri

Bentuk Pendidikan : SD

Status Kepemilikan : Pemerintah Pusat

SK Pendirian Sekolah : 00000

Tanggal SK Pendirian : 1979-01-01

SK Izin Operasional :-

Tanggal SK Izin Operasional : 1999-11-30

Kebutuhan Khusus Dilayani : Tidak ada

Nama Bank : Bank JABAR

Cabang KCP/Unit : BOGOR

Rekening Atas Nama : SDN BABAKAN ASEM

Luas Tanah Milik : 1320

Luas Tanah Bukan Milik :0

Status BOS : Bersedia Menerima

Waku Penyelenggaraan : Pagi

Sertifikasi ISO : Belum Bersertifikat

Sumber Listrik : PLN

3
Daya Listrik : 900

Akses Internet : Tidak Ada

4
2. Data PTK dan PD

Uraian Guru Tenaga pendidik PTK PD


Laki-laki 1 2 3 93
Perempuan 7 1 8 83
total 8 3 11 176

Keterangan :

 Data Rekap Per Tanggal 23 Januari 2019


 Penghitungan PTK adalah yang sudah mendapat penugasan, berstatus aktif
dan terdaftar di sekolah induk.
 Singkatan :
1. PTK = Guru ditambah Tendik
2. PD = Peserta Didik

3. Data Sarana dan Prasarana

NO. Jenis Sarpras Jumlah


1 Ruang kelas 6
2 Ruang laboratorium 0
3 Ruang perpustakaan 1
4 Ruang UKS 1
total 8

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Waktu, Tempat dan Subjek Pelaksanaan Observasi


Hari / Tanggal : Kamis, 22 November 2018
Sekolah : SDN Babakan Asem
Kelas : VI
Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama Guru : Ida
Pokok Bahasan / Tema : Nilai-nilai Juang dalam Proses Perumusan
Pancasila
Kurikulum yang digunakan : KTSP
Buku Penunjang / Penerbit : Pendidikan Kewarganegaraan/Sunarso,
Anis Kusumawardani

B. Kegiatan Observasi Pembelajaran PKn SD


SDN Babakan Asem merupakan SD Negeri yang terletak di Babakan
Asem Bogor Timur, dengan keadaan sekolah ditengah-tengah hunian
penduduk. Rata-rata siswa yang sekolah di SDN Babakan Asem ini
merupakan siswa dari kalangan ekonomi menengah kebawah dengan tingkat
intelegensi anaknya pun kebanyakan dibawah rata-rata terutama dikelas 6.
Siswa kelas 6 di SD ini hanya terdapat 18 orang siswa
Dalam observasi dalam proses pembelajaran PKn pada kelas VI ada
beberapa kegiatan pembelajaran yang muncul dalam proses belajar-mengajar,
yaitu :
1. Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Pendahuluan merupakan bagian integral yang tidak dapat
dipisahkan dengan komponen-komponen pembelajaran lainnya. Kegiatan
pendahuluan pada dasarnya merupakan kegiatan yang harus ditempuh
guru dan siswa pada setiap kali pelaksanaan sebuah pembelajaran. Fungsi
kegiatan pendahuluan terutama adalah untuk menciptakan suasana awal

6
pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti
proses pembelajaran dengan baik.
2. Kegiatan Inti
kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan
pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan
dalam durasi waktu tertentu. Guru perlu mengupayakan bagaimana
caranya supaya siswa dapat mengoptimalkan kegiatan belajarnya.
Melalui kegiatan inti pembelajaran siswa tidak hanya diharapkan
memiliki kemampuan yang merupakan dampak instruksional (langsung
berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang dirancang sesuai kurikulum)
tetapi juga memiliki sikap positif terhadap bahan pelajaran (sebagai
dampak pengiring dari kegiatan pembelajaran).
3. Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan
sebagai kegiatan untuk menutup semua rangkaian kegiatan pembelajaran.
Kegiatan ini juga mengandung makna sebagai kegiatan untuk
memantapkan pemahaman siswa terhadap kompetensi dasar dan bahan
pembelajaran yang telah dipelajarinya, serta mengetahui keberhasilan
pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dan dijalani
oleh siswa dan guru. Kegiatan yang biasa dilakukan guru dalam kegiatan
akhir ini adalah memberikan tes, baik lisan maupun tertulis.

C. Problematika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IV


Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran PKn SD di kelas
VI, dari pengamatan kami pada porses pembelajaran pendidikan PKn SD
muncul beberapa problematika yang dialami oleh peserta didik dan guru, yaitu
:
1. Guru merasa kesulitan untuk menentukan metode apa yang paling tepat
untuk diterapkan dalam proses pembelajaran PKn. Hal ini dikarenakan
metode yang ada terlalu kaku sehingga tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan serta tidak sesuai dengan kondisi realita peserta didik,
sehingga yang terjadi adalah siswa tidak dapat memehami materi apa yang

7
disampaikan guru, hal ini dikarenakan guru merasa kesulitan bagaimana
menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan metode pembelajaran.
2. Guru sulit untuk membuat atau menggunakan media dalam proses
pembelajaran PKn, hal ini disebabkan karena materi yang disampaikan
banyak yang berbentuk sikap atau penanaman nilai.
3. Siswa merasa kesulitan untuk menyampaikan ide, gagasan atau argumen
kedalam kalimat pada saat proses pembelajaran berlangsung.
4. Siswa merasa kesulitan terhadap materi yang memiliki cakupan yang
sangat luas, sehingga siswa tidak mampu mencapai indikator yang telah
ditetapkan. Siswa juga merasa kebingungan terhadap metode pembelajaran
yang digunakan guru. Hal ini dikarenakan ketidak sesuaian dengan
kebutuhan dan kondisi realita peserta didik.
5. Siswa mengeluhkan terlalu banyak materi yang harus dihafal atau dikuasi

D. Solusi Problematika Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


Sekolah Dasar Kelas VI
Berkenaan dengan permasalahan yang ditemukan pada proses
pembelajaran pendidikan kewarganegaraan SD pada kelas VI Sekolah Dasar
Negeri Babakan Asem, ada beberapa solusi menyelesaikan problematika yang
ada, yaitu :
1. Guru memahami dulu apa yang dimaksud dengan model pembelajaran dan
yang paling penting adalah kemampuan menganalisa situasi siswa, karen
jika guru tidak dapat menganalisa situasi maka sulit bagi guru untuk
mengetahui model pembelajaran apa yang paling cocok dengan anak.
Selain itu guru juga harus melakukan pembaharuan dalam menggunakan
model pembelajaran yang awalnya hanya konvensional harus dirubah
dengan menggunakan model pembelajaran yang terbaru dengan harapan
siswa akan menjadi lebih aktif dan dapat menemukan sendiri sehingga
pengkontruksian informawis dapat bertahan lama. Salah satu alternatif
yang dapat digunakan adalah : CTL, Koopertif, PBL, Inkuiri, Discovery,
dll.
2. Guru harus mengakaji dulu apa yang harus diperhatikan dalam membuat
desain pembelajaran terutama yang berkaitan kdengan siswa, karena

8
dengan kita dapat mengetahui situaasi siswa maka mudah bagi guru untuk
membuat desain pembelajaran yang jitu.
3. Guru dapat menggunakan media video yang berisikan perilaku atau contoh
peristiwa yang tujuan utamanya adalah menanamkan nilai.
4. Dalam mengatasi kesulitan anak yang sulit untuk mengungkapkan ide atau
gagasanya, yaitu guru harus membiasakan anak untuk aktif berbicara
misalkan dengan sering mengajak diskusi, berbicara, menjawab
pertanyaan atau mengajukan pertanyaan sehingga anak akan mudah untuk
menyampaikan idenya karena anak sudah terbiasa sebelumnya, selain itu
peran dari model pembelajaran juga menentukan apakah anak akan aktif
atau sebaliknya, jika guru masih menggunakan model pembelajaran
konvensional maka yang ada hanya anak akan pasif mendengarkan
penjelasan dari guru saja, sebaliknya jika guru menggunakan model yang
merangsang anak untuk aktif terlibat didalamnya maka anak akan menjadi
lebih aktif baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotornya.
5. Dalam permasalahan terlalu luasnya cakupan materi pendidikan
kewarganegaraan PKn, guru dapat mencari strategi pembelajaran atau cara
yang paling lebih efektif agar siswa dapat dengan mudah memahami apa
yang guru sampaikan, selain itu jika siswa merasa kebingungan dengan
model yang guru terapkan guru harus memahami bahwa yang terpenting
dalam menerapkan kegiatan pembelajaran adalah antara guru dan siswa
harus merasa nyaman dengan model yang diterapkan.
6. Dalam permasalahan siswa yang menganggap terlalu banyak materi PKn
dan terlalu banyak materi yang dihafal, untuk hal ini guru dapat membuat
rangkuman materi yang diajarkan dan guru juga dapat mengaitkan materi
anak dengan kehidupan sehari-hari, sehinngga anak lebih mengerti materi
yang diajarkan karena materi tidak asing bagi siswa sehingga mudah
dicerna siswa.

9
E. Kelebihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar
Kelas VI
Berdasarkan hasil observasi kegiatan pembelajaran PKn SD di kelas
VI, dari pengamatan kami pada porses pembelajaran pendidikan PKn SD
muncul beberapa kelebihan yaitu :
1. Dalam pembelajaran guru menyajikan materi sangat menyenangkan

10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil observasi pada proses pembelajaran Babakan Asem, kita
mengetahui bahwa terdapat problematika pada proses pembelajaran PKn di
kelas VI, sebagai berikut :
1. Guru merasa kesulitan untuk menentukan metode apa yang paling tepat
untuk diterapkan dalam proses pembelajaran PKn. Hal ini dikarenakan
metode yang ada terlalu kaku sehingga tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan serta tidak sesuai dengan kondisi realita peserta didik,
sehingga yang terjadi adalah siswa tidak dapat memehami materi apa yang
disampaikan guru, hal ini dikarenakan guru merasa kesulitan bagaimana
menyampaikan materi pelajaran sesuai dengan metode pembelajaran.
2. Guru kesulitan untuk membuat desain pembelajaran, hal ini disebabkan
karena guru belum dapat mengalisa situasi.
3. Guru sulit untuk membuat atau menggunakan media dalam proses
pembelajaran PKn, hal ini disebabkan karena materi yang disampaikan
banyak yang berbentuk sikap atau penanaman nilai.
4. Siswa merasa kesulitan untuk menyampaikan ide, gagasan atau argumen
kedalam kalimat pada saat proses pembelajaran berlangsung.
5. Siswa merasa kesulitan terhadap materi yang memiliki cakupan yang
sangat luas, sehingga siswa tidak mampu mencapai indikator yang telah
ditetapkan. Siswa juga merasa kebingungan terhadap metode pembelajaran
yang digunakan guru. Hal ini dikarenakan ketidak sesuaian dengan
kebutuhan dan kondisi realita peserta didik.
6. Siswa mengeluhkan terlalu banyak materi yang harus dihafal atau dikuasi.

Adapun solusi dari problematika yang muncul adalah sebagai berikut


:
1. Guru memahami dulu apa yang dimaksud dengan model pembelajaran dan
yang paling penting adalah kemampuan menganalisa situasi siswa, karen
jika guru tidak dapat menganalisa situasi maka sulit bagi guru untuk

11
mengetahui model pembelajaran apa yang paling cocok dengan anak.
Selain itu guru juga harus melakukan pembaharuan dalam menggunakan
model pembelajaran yang awalnya hanya konvensional harus dirubah
dengan menggunakan model pembelajaran yang terbaru dengan harapan
siswa akan menjadi lebih aktif dan dapat menemukan sendiri sehingga
pengkontruksian informawis dapat bertahan lama. Salah satu alternatif
yang dapat digunakan adalah : CTL, Koopertif, PBL, Inkuiri, Discovery,
dll.
2. Guru harus mengakaji dulu apa yang harus diperhatikan dalam membuat
desain pembelajaran terutama yang berkaitan kdengan siswa, karena
dengan kita dapat mengetahui situaasi siswa maka mudah bagi guru untuk
membuat desain pembelajaran yang jitu.
3. Guru dapat menggunakan media video yang berisikan perilaku atau contoh
peristiwa yang tujuan utamanya adalah menanamkan nilai.
4. Dalam mengatasi kesulitan anak yang sulit untuk mengungkapkan ide atau
gagasanya, yaitu guru harus membiasakan anak untuk aktif berbicara
misalkan dengan sering mengajak diskusi, berbicara, menjawab
pertanyaan atau mengajukan pertanyaan sehingga anak akan mudah untuk
menyampaikan idenya karena anak sudah terbiasa sebelumnya, selain itu
peran dari model pembelajaran juga menentukan apakah anak akan aktif
atau sebaliknya, jika guru masih menggunakan model pembelajaran
konvensional maka yang ada hanya anak akan pasif mendengarkan
penjelasan dari guru saja, sebaliknya jika guru menggunakan model yang
merangsang anak untuk aktif terlibat didalamnya maka anak akan menjadi
lebih aktif baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotornya.
5. Dalam permasalahan terlalu luasnya cakupan materi pendidikan
kewarganegaraan PKn, guru dapat mencari strategi pembelajaran atau cara
yang paling lebih efektif agar siswa dapat dengan mudah memahami apa
yang guru sampaikan, selain itu jika siswa merasa kebingungan dengan
model yang guru terapkan guru harus memahami bahwa yang terpenting
dalam menerapkan kegiatan pembelajaran adalah antara guru dan siswa
harus merasa nyaman dengan model yang diterapkan.

12
6. Dalam permasalahan siswa yang menganggap terlalu banyak materi PKn
dan terlalu banyak materi yang dihafal, untuk hal ini guru dapat membuat
rangkuman materi yang diajarkan dan guru juga dapat mengaitkan materi
anak dengan kehidupan sehari-hari, sehinngga anak lebih mengerti materi
yang diajarkan karena materi tidak asing bagi siswa sehingga mudah
dicerna siswa.

B. Saran
Berdasarkan hasil observasi di atas, sebaiknya dalam kegiatan
pembelajaran harus :
1. Guru tidak lagi menggunakan model pembelajaran konvensional, sehingga
siswa dapat menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran.
2. Guru sebaikanya menggunakan media dalam mengajar sehingga siswa
lebih tertarik dalam mengikuti kegiatan belajara.
3. Guru sebaikanya mencari solusi dari permasalahan siswa, misalnya siswa
sulit untuk mengungkapkan idenya, maka guru dapat membiasakan siswa-
siswanya untuk bertanya jawab sehingga anak terbiasa berbicara.
4. Guru harus dapat menganalisa situasi agar guru dapat mengetahui kunci
bagaimana penyampaian yang disampaikan gru benar-benar sampai pada
anak.
5. Dalam setiap pertemuan hendaknya guru memberikan kegiatan tindak
lanjut yang tujuannya agar anak terbiasa dan bertambah lama informasi
yang diperoleh ketika belajar di sekolah.

13
DOKUMENTASI

14