Anda di halaman 1dari 28

ANESTETIKA

 Keadaan anestesia atau narkosa


 Daya kerja : reversible
 Terdiri dari : Anestetik lokal
 Anestetik umum
 ANASTETIK LOKAL
 Syarat
 tidak mengiritasi jaringan
 batas keamanan luas
 mula kerja cepat
 bila digunakan parenteral
 larut dalam air
 stabil dalam larutan

 dapat disterilkan

 Berdasarkan struktur kimianya, terbagi atas


 senyawa hidroksil
 senyawa ester
 senyawa ester amida,
 dll
A. Senyawa Hidroksil
 hidroksil aromatik → fenol
 hidroksil alisiklik → mentol
 contoh
 1.Eugenol (C6H3 OH OCH3 C3H7)

2. Benzil alcohol (C6H5CH2OH)


B. SENYAWA ESTER

 As aromatis
 as benzoat & as p-benzoat
 adanya gugusan metilen seperti fenil asetat : ↓ khasiat
 gugus karboksil berhubungan dgn fenil, jika ada gugus O khasiat
hilang
 gugus amino terbaik pada posisi para
 umumnya ester berkhasiat annestetik local kec as α pikolinat,
nikotinat, quinolinat
 gugus antara (gugus alkil)
 bag alcohol yang membentuk ester dgn asam

 jika substitusi metilen → efek iritasi

 gugus propilen lebih aktif drpd gugus etilen

 bila rantai bertambah panjang khasiat (+)

 gugus amin
 bgn amino alcohol yg diesterkan dgn as aromatis

 anestetik bertambah dgn penambahan atom C optimum pd C3 &


C4
 bila R1 & R2 membentuk siklasi (piperidin) efek semakin kuat
misal metil caine, piperocaine
 aktivitas juga ditentukan oleh garam yg terjadi mis

 ♪ prokain nitrat u/ menghindari OTT dgn garam Ag


 ♪ butacain SO4 lbh mudah larut dari butacain Cl
I. Der Ester As Benzoat
 A. Cocain
 Erythroxylon coca
 Vasokonstriksi & stimulasi ssp dgn gejala gelisah,
tegang, hilangnya perasaan lelah
 Midriasis
 Anestesia topikal
 Anestetik local pd permukaan & pembedahan di hidung,
mata, dll
 Rx hidrolisa
 Cocain hidrolisa sempurna ergonin + CH3OH
B. Isobukain

 CO-CH2-C(CH3)2-NH-CH2-C(CH3)2.Cl
 Sifat fisika : kristal putih, tidak berbau, Tl 182-185 0C
 Pembuatan :
 2-Isobutyl amino 2 metil-1-propanol + COCl toluen
 Identifikasi
 Cl- +
 Larutkan dalam air + TNF dlm alcohol → Tl
 Larutkan dalam HCl 3 N 00C + NaNO2 + β naftol dlm NaOH →
lar hijau
 PK : spektro
 TBA
II. DER ESTER AS-P AMINO BENZOAT

 A. Benzocain


Sifat :
 - OTT dgn sulfa (PABA)
 tidak dapat membentuk garam yg larut dalam air
 shg tidak dlm sediaan injeksi
 + CH3COOH + H2SO4 p → bau etil asetat
 kerja anestesinya berlangsung hanya selama kontak dgn
kulit/permukaan mukosa
 bersifat tidak mengiritasi & tidak toksis.
B. PROKAIN

 gugus amina aromatik dpt brx dgn glucose tapi tdk mengubah
efek klinik bermakna
 tidak efektif untuk kulit utuh / membran mukosa

 diinaktivasi oleh enzim pseudokolinesterase

 OTT dengan sulfonamida

 Identifikasi :
 Cl +

 Lar zat + H2SO4 e + KmnO4 → warna violet hilang

 → warna orange
 - + 1 tts HCl +1tts NaNO2 10% 33 % →↓merah menyala
C. TUR AMIDA
 LIDOCAIN

 potensi 2 x prokain dan toksisitas 1,5 x


 bentuk basa & garam HCl efektif sebagai
anestetik local topical
 depresan jantung yang efektif
 iv : bedah jantung & aritmia
ANESTETIKA UMUM
Anestetika sistemik adalah senyawa yang dapat
menekan aktivitas fungsional sistem saraf pusat shg
menyebabkan hilangnya kesadaran, menimbulkan
efek analgesik dan relaksasi otot serta menurunkan
aktivitas refleks
 Menekan sistem saraf pusat scr tdk selektif dan
aktiv lbh ditentukan oleh sifat fisika kimia obat,
bukan oleh adanya ikatan obat- reseptor
Berdasarkan cara pemberiannya dibagi :
 Anestetika inhalasi

 Anestetika intravena
Tingkat anestetik umum/sistemik
1. Stadium I : analgesia, kesadaran ber(-), halusinasi,
rasa nyeri hilang, euforia,
2. Stadium II : delirium/eksitasi, kesadaran hilang,
gelisah
Stadium I dan II disebut induksi
3. Stadium III : anaestesia, pernafasan dangkal,
cepat, teratur
4. Stadium IV : paralisa, perlumpuhan
sumsum tulang, kerja jantung & pernafasan
terhenti
Teori terjadinya efek anestetik sistemik
dibagi 2
1. Teori Fisik
a. teori lemak
 eter, CH dan CH-halogen, reaktif dan mudah larut dalam lemak menyebabkan
efek nekrosis jaringan
 Efek terlihat jelas terutama banyak mgd lemak,misal sel saraf
 Efisiensi anaetesi/hipnoti, tgt koef partisi air/lemak.
b. Teori uk.molekul
 Hub antara tetapan volume molekul suatu senyawa dengan tidak adanya
menimbulkan anestesi
 Volume molekul obat anestesi lbh besar dari 4,4 contoh CHCl3 = 10, eter=13,4 dll.
Ruang lateral yang memisahkan molekul lemak dan protein ditempati senyawa
dgn vol molekul lebih kecil dari 4,4 (air, Oksigen)
c. Teori klatrat /teori air
misal; gas mudah menguap dan inert spt xenon membentuk mikrokristal hidrat
yang stabil terjadi perubahan daya hantar elektrik terjadi efek anestesi.
2. Teori Biokimia
 Menekan uptake oksigen diotak
 Menghambat oksidasi koenzim (NADH) menjadi NAD+ (siklus Krebs)
 Ditambah adanya proses fosforilisasi ADP menjadi ATP, sehingga ATP menurun
I. ANESTETIK INHALASI
Keuntungan
 dapat mengubah kadar obat

 depresi pernafasan sesudah operasi kecil


 Efek samping : mual, aritmia jantung, dll
Tehnik Pemberian
 Sistem terbuka

 Sistem tertutup

 Insuflasi

Contoh Produk
1. Gas N2O
 gas tidak bewarna, bau khas, rasa manis

 tdk explosive disimpan dlm btk cairan dgn tek tinggi

 induksi cepat setelah melewati taraf eksitasi


 analgetik kuat, anestetik lemah
 sintesa
 NH4NO3 170-2000C N2O + H2O

 (NH4)2SO4 + 2NaNO3 2 NH4NO3 + Na2SO4


 2. ETILEN CH2=CH2
 - mudah meledak, bau tidak enak, tjd polimerisasi
mjd polietilen
 - anestesi yang baik
 - u/ stadium III kadar : 80 - 90%
 - u/ analgesik : 25 – 30%
 sintesa
 dehidrasi alcohol dgn H2SO4 p
 C2H5OH H2SO4 p
 3. SIKLOPROPAN CH2

 CH2 CH2
 - gas tidak bewarna
 - mudah terbakar, pada 500C propilen
(terpolimerisasi)
 - anestetik lebih baik dari etilen (=2%)
 Pembuatan
 Br-CH2-CH2-CH2-Br + Na siklopropan + 2 NaBr
 C2H5OH
 4. TUR HIDROKARBON TERHALOGENASI
 A. CHCl3
 cair, td 60 0C
 tidak bewarna, tidak stabil diudara mbtk fosgen
yang beracun Cl
 C =O
 Cl

 disimpan dgn penambahan stabilisator etanol 1-2%


B. HALOTHANE
 F3C-CClBr (2 bromo 2 kloro trifluoroethane)

 -potensi anestetika = CHCl3

 - toksisitas rendah krn adanya unsur F

 - u/ operasi berat

 - hepatotoksis
 Keuntungan penggunaan halotan adalah induksi
cepat dan lancar, tidak mengiritasi jalan napas,
bronkodilatasi, pemulihan cepat,, jarang
menyebabkan mual/muntah, tidak mudah
terbakar dan meledak.
 Kerugiannya adalah sangat poten, relatif mudah
terjadi overdosis, analgesi dan relaksasi yang
kurang, harus dikombinasi dengan obat
analgetik dan relaksan, harga mahal,
menimbulkan hipotensi, aritmia,, menggigil.
 Enfluran
- Anastetik inhalasi kuat
- Analgetik pada pembedahan
- Kadar Fluor dalam ginjal kecil
II. ANESTETIKA INTRAVENA/PARAPULMONAL

 Diberikan secara iv
 Kombinasi dengan anestetika sistemik lain
 ES depresi pernafasan, aritmia jantung, mual, pusing, dll
 Dibagi 2 kelompok
 A. tur barbiturat

 B. tur siklohesanon

 Kedua seny tersebut : bekerja pada jalur katekolamin


A. SENYAWA BARBITURAT
Produk Barbiturat

R1 R2 R3 R4 Nama Obat
CH2=CH-CH2- CH3CH2-C=C-CH(CH3)- ONa CH3 Metoheksital Na

CH2=CH-CH2- CH3CH2CH2-CH(CH3)- SNa Tiamital Na

CH3CH2- CH3CH2CH2-CH(CH3)- SNa H Tiopental Na


Berdasarkan Masa kerja

 Masa kerja panjang (6 jam atau lbh); ex feno,


mefo, meta
 Masa kerja sedang (3-6 jam),
ex;alo,apro,buta,amo)
 Masa krja pendek, (0,5-3 jam); ex ;
siklo,hepta,pento
 Masa kerja sangat pendek (< 0,5 jam)
ex;tiopental, metoheksital, tiamital
HSA BARBITURAT
 Masa kerja tgt pada subs di posisi 5 mempengaruhi lipofilitas (aktiv hipnotik)
bila atom C pada kedua subs 6-10 aktivitas meningkat jika lebih maka
aktivitas turun mjd seny konvulsan dan tdk aktiv
 Pada seri sama isomer rantai cabang aktiv lebih besar dgn msa kerja lbh
pendek, misal pento lebih besar dari amobarbital
 Subs alisiklik dan aromatik aktiv > subst alisiklik dng atom C sama
 Pemasukan ggs sifat polar spt OH,NH2,CO,COOH dan SO3H pada subs 5
alkil akan tur aktiv drastis
 Metilasi N1 atau N3 meningkatkan larut dalam lemak, masa kerja singkat
dan kerja obat cepat, makin besar jml atom C mkn besar lrt dlm lemak
menurunkan hidrofil smp melewati bts yang diperlukan utk timbul aktiv shg
aktiv akan turun drastis.
 Pergantian atom O dng atom S pada atom C2 awal kerja obat lbh cepat dan
masa kerja obat singkat, sedangkan jika diposisikan pd atom C2 dan C4
(2,4 ditio) akan turun aktiv. Tur 2,4,6 tritio, 2 imino,4 imino, 2,4 dimino dan
2,4,6 trimino akan hilang aktiv
B Tur Sikloheksanon
iv/im
kombinasi dengan anestetik lain
halusinasi
Ketamin HCl
-
Terimakasih
 -