Anda di halaman 1dari 26

GKM

IU P SAN
IUD PASCA SALIN

RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA


Struktur Tim IU P SAN
Fasilitator :
Witrisnah
Ketua:
Aprilia Lutfiyani

Sekretaris:
Septina Dinar R.

Anggota:
Esthi Widiyati
Dyah Utariningsih
Arifta Dwi W.
Desi Ratnasari
Atut Dwi Ariningsih
8 LANGKAH QCC:
1 • Menentukan Pokok Permasalahan

2
• Membahas Penyebab

3 • Menguji Sebab

4 • Rencana Perbaikan

5 • Penanggulangan

6
• Evaluasi Hasil

7
• Standarisasi

8
• Masalah Berikut
IDENTIFIKASI MASALAH

– Rendahnya minat pasien dalam penggunaan


IUD pasca salin
– Rendahnya kepatuhan 5 moment cuci tangan
– Rendahnya pelaksanaan IMD
INVENTARISASI MASALAH RUANG MENUR
50

47.5
45
42.5 45

40

35
Prosentase

35.53

31.6131.43 32.2
30
30.45 Januari
Februari
25 26.98
25.12 Maret
April
20
Mei
19.49
Juni
15 16.69
14.47
13.06
10

5
5.35

0
IUD HAND HYGIENE IMD
Masalah
Diagram Inventarisasi masalah Ruang Menur
45 45

40

35
31.37
30
Prosentase

25

20
16.2

15

10

0
MASALAH

5 MOMENT IMD IUD


TEMA
“ Meningkatkan cakupan
akseptor KB IUD Pasca salin
dari 5% menjadi 25%”

JUDUL
” Upaya meningkatkan Gerakan
IUD Pasca Salin”
ALASAN PEMILIHAN TEMA

QUALITY IUD pasca salin bisa meningkatkan kepuasan pelayanan

COST IUD pasca salin lebih ekonomis dibandingkan dengan KB


lain
DELIVERY Dengan IUD pasca salin ibu merasa nyaman pulang rawat
inap sudah terpasang IUD
SAFETY IUD dapat mencegah terjadinya kehamilan dan
merupakan KB non hormonal

MORAL Pasien merasa tenang karena satu kali pemasangan bisa


untuk jangka waktu 8-12th
Productivity
IUD tidak mengganggu produksi ASI
QUALITY
MENINGKATKAN
MUTU
PELAYANAN
MORAL
KEPERCAYAAN COST
PASIEN
MENINGKAT EFISIENSI
ALASAN WAKTU
DAN BIAYA
PEMILIHAN
JUDUL
SAFETY DELIVERY
KEAMANAN & KEBERHASILAN
KENYAMANAN PROGRAM TERCAPAI
PASIEN & ANGKA KEPUASAN
MENINGKAT PASIEN MENINGKAT
MEMBAHAS PENYEBAB
TABEL ANAKONDA
Factor Seharusnya terjadi Kenyataan yang tejadi Justifikasi Ket

MAN 1. Pasien sudah mendapatkan 1. Pasien belum mendapatkan 1. Saat ANC pasien belum semua 1. N.OK

konselling IUD pasca salin konselling IUD pasca salin mempunyai kepastian alat
2. N.OK
2. Dokter dan Bidan mengedukasi 2. Belum semua dokter dan bidan kontrasepsi setelah persalinan
pasien, suami dan keluarga mengedukasi pasien, suami dan 2. Pasien, suami dan keluarga tidak 3. N.OK
3. Dokter dan Bidan melakukan keluarga mengerti untuk dilakukan
pemasangan IUD 3. Belum semua dokter dan bidan pemasangan IUD pasca salin 4. N.OK
4. Semua dokter dan bidan terampil memasang IUD 3. Pemasangan IUD terhambat mitos
5. N.OK
mendapatkan pelatihan CTU 4. Belum semua dokter dan bidan 4. Keilmuan dan kefahaman yang
5. Suami dan keluarga mendukung KB mendapatkan pelatihan CTU kurang merata tentang IUD
pasca salin 5. Keluarga selain suami, misal 5. Berpotensi menimbulkan masalah
mertua, nenek dan lainnya ikut dalam pengambilan keputusan
campur tangan dalam pengambilan
keputusan
METHOD 1. Ada SPO yang mengatur tentang 1. Belum ada SPO yang mengatur 1. Tetap melaksanakan pemasangan
konselling dan pemasangan IUD tentang konselling dan kb pasca salin dengan dasar
pasca salin pemasangan IUD pasca salin program pemerintah dengan
2. Ada algoritma, brosur dan kartu KB 2. Belum ada algoritma, brosur dan penanggung jawab dokter Sp.OG
sebagai alat bantu bidan dalam kartu KB sebagai alat bantu bidan 2. Kurang praktis dan efisien, baik bagi
melaksanakan IUD pasca salin dalam melaksanakan IUD pasca petugas maupun pasien
salin tetapi masih menggunakan
alat bantu pengambilan keputusan
(ABPK) .
MEMBAHAS PENYEBAB
TABEL ANAKONDA

Factor Seharusnya terjadi Kenyataan yang tejadi Justifikasi Ket


MATERIAL Tersedia alat IUD Kadang persediaan IUD Tidak terlaksananya IUD 1. N.OK

masih kosong pasca salin

MACHINE Pemasangan IUD pasca Alat long kelly terbatas IUD tetap terpasang 1. N.OK

salin terbaru memakai alat sehingga pemasanmgan meskipun alat terbatas


long kelly sebagian masih manual
MENGUJI SEBAB

MAN METHOD
Pasien belum dikonselling

Belum ada SPO


Pasien, suami, dan
keluarga belum diedukasi Belum semua dokter dan
bidan pelatihan CTU
Belum semua dokter dan bidan Belum ada algoritma,
terampil memasang IUD brosur dan kartu KB
Keluarga ikut campur
pengambilan keputusan

Persediaan IUD kadang


kosong Belum semua memakai
alat long kelly

MATERIAL MACHINE

12
RENCANA PERBAIKAN
WHAT WHY HOW WHEN WHERE WHO HOW MUCH
Keluarga dan Pasien Agar suami/keluarga Mengedukasi Setiap pasien yang Ruang Menur Seluruh bidan dan -
belum diedukasi dapat mengetahui suami/keluarga akan bersalin Dokter Sp.OG
tentang IUD pasca tentang IUD pasca tentang IUD pasca
salin salin salin

Pemasangan IUD Agar IUD terpasang Melakukan Setelah plasenta Ruang Menur Seluruh bidan dan -
dilakukan max 48 sebelum pasien pemasangan IUD lahir sampai dengan Dokter Sp.OG
jam pasca pulang pasca salin sebelum pasien
persalinan pulang

Belum semua bidan Agar pemasangan Melakukan Setiap ada Ruang Menur Seluruh bidan dan -
mengikuti pelatihan IUD pasca salin refreshing tentang pertemuan ruangan Dokter Sp.OG
CTU dapat berjalan pemasangan IUD
sesuai SOP pasca salin

Belum ada SPO Agar pelayanan Membuat SPO dan Juli dan Agustus Ruang Menur Seluruh bidan dan
yang mengatur sesuai standar, mensosialisasikan 2018 Dokter Sp.OG
tentang pelayanan kepada semua
pemasangan IUD berkualitas, dan petugas serta
pasca salin sebagai payung melakukan
hukum bagi petugas monitoring dan
evaluasi
RENCANA PERBAIKAN
WHAT WHY HOW WHEN WHERE WHO HOW MUCH
Belum ada Agar pelayanan Menyediakan Juli dan Agustus Ruang Menur Seluruh bidan dan -
algoritma, brosur praktis dan efisien, algoritma, brosur 2018 Dokter Sp.OG
dan kartu KB baik bagi petugas dan kartu KB
sebagai alat bantu maupun pasien sebagai alat bantu
bidan dalam bidan dalam
melaksanakan IUD melaksanakan IUD
pasca salin tetapi pasca salin
masih
menggunakan alat
bantu pengambilan
keputusan (ABPK)
Harus selalu ada Agar pelayanan Selalu mengecek Setiap hari Ruang Menur Setiap shift jaga -
persediaan IUD lebih maksimal dan persediaan alkon
meningkatkan
kepuasan pelanggan

Pemasangan IUD Agar sesuai dengan Usulan pengadaan Juli dan Agustus Ruang Menur Seluruh bidan dan -
pasca salin belum standar terbaru , alkes dan sosialisasi 2018 Dokter Sp.OG
semua memakai mengurangi resiko penggunaan alat Bidang Pelayanan
alat long kelly infeksi dan ekspulsi terbaru
PENANGGULANGAN
NO KEGIATAN HARI, TANGGAL TEMPAT METODE PENANGGUN
JAWAB
1 Melakukan refreshing tentang Jumát, Ruang Menur Lisan, praktek dan Atut Dwi Ariningsih
pemasangan IUD pasca salin 6 Juli 2018 tertulis

2 Membuat SPO dan mensosialisasikan Senin, 9 Juli 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Witrisnah
kepada semua petugas serta
melakukan monitoring dan evaluasi

3 Menyediakan algoritma, brosur dan 17 September 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Bidang Pelayanan
kartu KB sebagai alat bantu bidan
dalam melaksanakan IUD pasca salin

4 Membuat perencanaan kebutuhan 17 September 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Witrisnah
IUD dan alat long kelly

5 Meningkatkan kepatuhan edukasi Juli dan Agustus Ruang Menur Lisan, praktek dan Witrisnah
oleh dokter dan bidan kepada pasien, tertulis
suami dan keluarga tentang IUD
pasca salin
EVALUASI HASIL

Diagram Akseptor IUD Ruang Menur


Bulan Januari - Agustus 2018
50

45
43.72
40

35
35.56 Januari
30 Februari
Prosentase

Maret
25
25.12 April
20 Mei
19.69 19.49 Juni
15
Juli
14.47
13.06
10 Agustus

5
5.35
0
Januari-Juni Juli-Agustus
Bulan
DAMPAK POSITIF SETELAH PERBAIKAN :
a. Intangible :
– Mengoptimalkan pelayanan pemasangan IUD pasca
salin
– Meningkatkan Mutu pelayanan
– Meningkatkan Kepercayaan pasien
– Petugas mendapat beberapa manfaat
– Mempermudah/lebih efektif dalam memberikan
edukasi
b. Tangible :
– Prosentase Jumlah cakupan akseptor IUD pasca salin
meningkat
– Tersedia buku inventaris alat kontrasepsi IUD
– Tersedia SPO, algoritma, brosur, dan kartu KB
ANALISA DAMPAK NEGATIF
Memerlukan biaya untuk peningkatan pengetahuan dan
Keterampilan petugas tentang pemasangan IUD pasca
salin serta pengadaan alat bantu untuk edukasi dan
pemasangan IUD

RENCANA ELIMINASI DAMPAK NEGATIF


Biaya untuk mengadakan penambahan peningkatan
pengetahuan dan Keterampilan petugas tentang
pemasangan IUD pasca salin serta pengadaan alat bantu
untuk edukasi dan pemasangan IUD selanjutnya
diusulkan dengan nota dinas melalui Bidang Pelayanan
STANDARISASI
Untuk meningkatkan cakupan akseptor KB IUD pasca salin maka kami
menstandarkan :
– Dilakukan refreshing secara berkala tentang pemasangan IUD
– Kepatuhan petugas dalam melaksanakan eduksi
– Persetujuan pasien suami dan keluarga
– Ketersediaan IUD sesuai kebutuhan

MANFAAT STANDAR BARU


– Petugas mendapatkan penyegaran kembali
– Edukasi pemasangan iud menjadi budaya kerja
– Tingkat kepercayaan pasien meningkat

STRATEGI IMPLEMENTASI
– Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala setiap 3 bulan
REFRESHING PEMASANGAN IUD KONSELING KB PASCA PERSALINAN
ALGORITMA KB KARTU KB
LONG KELLY
PENANGGULANGAN
NO KEGIATAN HARI, TANGGAL TEMPAT METODE PENANGGUN
JAWAB
1 Melakukan refreshing tentang Jumát, Ruang Menur Lisan, praktek dan Atut Dwi Ariningsih
pemasangan IUD pasca salin 6 Juli 2018 tertulis

2 Membuat SPO dan mensosialisasikan Senin, 9 Juli 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Witrisnah
kepada semua petugas serta
melakukan monitoring dan evaluasi

3 Menyediakan algoritma, brosur dan 17 September 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Bidang Pelayanan
kartu KB sebagai alat bantu bidan
dalam melaksanakan IUD pasca salin

4 Membuat perencanaan kebutuhan 17 September 2018 Ruang Menur Lisan dan tertulis Witrisnah
IUD dan alat long kelly

5 Meningkatkan kepatuhan edukasi Juli dan Agustus Ruang Menur Lisan, praktek dan Witrisnah
oleh dokter dan bidan kepada pasien, tertulis
suami dan keluarga tentang IUD
pasca salin
MASALAH BERIKUT

Meningkatkan Gerakan
IMD Setelah Melahirkan
TERIMA
KASIH