Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN CERVICAL

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WA/RAD/037 A 1/4

Tanggal terbit Ditetapkan oleh Plt. Manager Klinik YKK

SPO
1 Juli 2014 Dr. Ruth Ratna Widjaja, M.Kes
PENGERTIAN Suatu pemeriksaan sinar-x untuk mengetahui struktur tulang
cervical dan bagian-bagiannya. Pemeriksaan cervikal dilakukan
untuk indikasi HNP, fraktur
TUJUAN Sebagai acuan untuk melakukan langkah-langkah pemeriksaan
Cervical.
KEBIJAKAN Kebijakan No : 004/KL- YKK/SK/II-2015 tentang Kebijakan
Pelayanan Instalasi Radiologi Klinik-Klinik Pratama
PROSEDUR Untuk pemeriksaan Cervikal dapat dilakukan tiga proyeksi
pemeriksaan yaitu antero-posterior, lateral dan oblique.

A. Persiapan alat dan bahan :


1. X-Ray Unit
2. Kaset ukuran 25 x 30
3. Marker
4. CR
5. APD (APRON Pb, Sarung tangan bersih)

B. Persiapan Pasien :
1. Pasien melepas benda logam yang berada di sekitar kepala
seperti anting, kalung, jepit rambut.
2. Petugas Radiologi memberikan edukasi mengenai prosedur
pemeriksaan yang akan dilakukan.
3. Petugas Radiologi menjaga privasi dengan cara menutup
badan dengan selimut dan menutup pintu ruang pemeriksaan.
4. Petugas Radiologi melakukan identifikasi pasien sesuai sesuai
dengan prosedur dan melakukan verifikasi tindakan yang
akan dilakukan ke pasien serta mencocokan dengan surat
permintaan pemeriksaan radiologi.

C. Persiapan Petugas
1. Petugas Radiologi melakukan kebersihan tangan sesuai
dengan prosedur.
2. Petugas Radiologi memakai sarung tangan bersih dan masker
surgical jika diperlukan.
3. Petugas Radiologi membungkus kaset dengan plastik yang
PEMERIKSAAN CERVICAL

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WA/RAD/037 A 2/4

sudah disediakan jika diperlukan.

D. Prosedur Pemeriksaan :
1. Proyeksi antero-posterior
Petugas Radiologi mengatur pasien untuk posisi cervical
antero-posterior sebagai berikut:
a. Posisi Pasien
Pasien diposisikan supine diatas meja
pemeriksaan/brankard atau erect menghadap tabung sinar
x.
b. Posisi Obyek
MSP leher tepat ditengah dan tegak lurus dengan kaset.
Kepala diektensikan sehingga mandibula tidak menutupi
cervikal
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengatur sinar ke arah Arah sumbu
sinar 15 derajat chepalad menuju tengah film dengan titik
bidik pada jaku setinggi cervikal 4.
d. Faktor Ekspopsi
Petugas Radiologi mengatur faktor eksposi denga KV: 65-
70, ma : 250 – 320 , sec : 0,06 – 0,10.
2. Proyeksi lateral
Petugas Radiologi mengatur pasien untuk proyeksi lateral
a. Posisi Pasien
Pasien erect kekanan atau kekiri sesuai yang sakit
menempel pada kaset. Untuk pasien nonkooperatif pasien
supine di atas meja pemeriksaan/ brankard.
b. Posisi Obyek
MSP leher tepat ditengah paralel dengan kaset. Kepala
diektensikan sehingga mandibula tidak menutupi cervikal
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengarahkan sumbu sinar horisontal
menuju tengah film dengan titik bidik pada jaku setinggi
cervikal 4, Jarak focus ke film :100 cm
d. Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur factor eksposi : 65-70 kv,
ma : 250 – 320 , sec : 0,06 – 0,10
3. Proyeksi oblique
Petugas Radiologi mengatur pasien untuk proyeksi oblique
a. Posisi Pasien
Berdiri dari posisi AP pasien dirotasikan sehingga Mid
PEMERIKSAAN CERVICAL

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WA/RAD/037 A 3/4

Axillary Plane membentuk sudut 45 derajat terhadap kaset.


Untuk pasien non kooperatif pasien supine diatas meja
pemeriksaan, kemudian punggung di ganjal dengan bantal
sehingga posisi tubuh sedikit menyudut sekitar 45 derajat.
b. Posisi Obyek
MSP leher membentuk sudut 45 derajat terhadap kaset.
Kepala diektensikan sehingga mandibula tidak menutupi
cervikal
c. Pengaturan Sinar
Petugas Radiologi mengarahkan sumbu sinar horisontal
menuju tengah film dengan titik bidik pada jaku setinggi
cervikal 4, Jarak focus ke film : 100 cm, dibuat kanan dan
kiri
d. Faktor Eksposi
Petugas Radiologi mengatur factor eksposi : 65-70 kv,
ma : 250 – 320, sec : 0,06 – 0,1
4. Kriteria Radiograf
a. Kriteria radiograf proyeksi antero-posterior
Tampak cervical 3-7 dengan jelas,interspace vertebra
dan tampak udara pada trachea, cervical 1-2 superposisi
dengan mandibula dan gigi geligi
b. Kriteria radiograf proyeksi lateral
Tampak cervical 2-7 dengan jelas, dan tampak udara
pada trachea, soft tissue leher
c. Kriteria radiograf proyeksi oblique
Tampak cervical 1-7 dengan bagian-bagiannya, dan
tampak udara pada trachea, soft tissue leher, foramen
intervertebrae
5. Setelah pemeriksaan selesai petugas melakukan pembersihan
tangan sesuai prosedur
6. Petugas Radiologi memberi tahu kepada pasien/keluarga
bahwa pemeriksaan telah selesai
7. Petugas Radiologi mengantar pasien ke ruang tunggu
Instalasi Radiologi
8. Petugas Radiologi merapikan alat dan membuang alat bekas
pakai sesuai prosedur
9. Petugas Radiologi mencetak gambar sesuai dengan SPO
cetak gambar
10. Untuk pasien rawat jalan diinformasikan bahwa ada waktu
tunggu untuk pencetakan gambar dan interpretasi oleh
PEMERIKSAAN CERVICAL

No.Dokumen No.Revisi Halaman :

SPO/ KP-WA/RAD/037 A 4/4

radiolog.

UNIT TERKAIT Rawat Jalan