Anda di halaman 1dari 26

Pengelolaan pendidikan

Kelompok 5
dina aprilla zefira
indriati rafidah
resmi rita ginta br perangin-angin
rifka pratiwi hutapea
Administrasi Keuangan Sekolah
 Menurut Depdiknas (2000) bahwa manajemen
keuangan merupakan tindakan
pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi
pencatatan, perencanaan, pelaksanaan,
pertanggungjawaban dan pelaporan Dengan
demikian, manajemen keuangan sekolah dapat
diartikan sebagai rangkaian aktivitas mengatur
keuangan sekolah mulai dari perencanaan,
pembukuan, pembelanjaan, pengawasan dan
pertanggung-jawaban keuangan sekolah
Kegiatan management keuangan
 memperoleh dan menetapkan sumber-sumber
pendanaan
 pemanfaatan dan pelaporan, pemeriksaan dan
pertanggungjawaban (Lipham, 1985; Keith, 1991).
Tujuan management keuangan
 1. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi
penggunaan keuangan sekolah
 2. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi
keuangan sekolah.
 3. Meminimalkan penyalahgunaan anggaran
sekolah.

Pengelolaan Administrasi
Keuangan Sekolah
1. Perencanaan administrasi
keuangan sekolah
 Perencanaan adalah aktivitas atau kegiatan menyusun
garis-garis besar yang luas tentang hal-hal yang akan
dikerjakan dan cara-cara mengerjakannya untuk
mecapai tujuan tertentu
 Perencanaan harus realistis
 Perlunya koordinasi dalam perencanaan
 Perencanaan harus berdasarkan pengalaman,
pengetahuan, dan intuisi.
 Perencanaan harus fleksible (luwes).
 Perencanaan yang didasrkan penelitian
 Perencanaan akan menghindari under dan over
planning.
2. Prinsip-prinsip pengelolaan
administrasi keuangan sekolah
 Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48
menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan
berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi,
transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu
prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan
Prinsip pengelolaan keuangan
 Transparansi
 yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya,
rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus
jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang
berkepentingan untuk mengetahuinya

 Akuntabilitas
 di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan
uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai
dengan perencanaan yang telah ditetapkan
 Efisiensi
 perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan
keluaran (out put) atau antara daya dan hasil. Daya yang
dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya.
Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal

 Efektivitas
 Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip
efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat
mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam
rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan
dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang
telah ditetapkan.
3. Organisasi dan Koordinasi
pengelola kegiatan dana di sekolah antara lain:
 Bendahara
 Pemegang buku kas umum
 Pemegang Buku Pembantu Mata Anggaran, Buku
Bank, Buku Pajak Registrasi SPM, dan lain-lain.
 Pembuat Laporan dan Pembuat Arsip
Pertanggungjawaban Keuangan.
 Tata Usaha Bendaharawan
Azaz administrasi keuangan
 Asas Plafond
 Artinya bahwa Anggaran Belanja yang boleh diminta
tidak dapat melebihi jumlah teringgi yang telah
ditentukan.
 Asas Pengeluaran berdasarkan Mata Anggaran
 Artinya bahwa pengeluaran pembelanjaan harus
didasarkan atas mata anggaran yang telah ditetapkan.
 Asas Tidak Langsung
 Yaitu suatu ketentuan bahwa setiap penerimaan uang
tidak boleh digunakan secara langsung untuk suatu
keperluan pengeluaran.
Pengertian humas
 Hubungan masyarakat dalam hal ini adalah hubungan
masyarakat dengan sekolah yang diupayakan untuk
menumbuh kembangkan pemahaman masyarakat
akan kebutuhan pendidikan sehingga terbangun
minat dan kooperasi dalam peningkatan mutu sekolah
Fungsi humas
 Memudahkan dan menjamin arus opini yang bersifat
mewakili dari publik-publik suatu organisasi, sehingga
kebijaksanaan dan operasionalisasi organisasi dapat
dipelihara keserasiannya dengan ragam kebutuhan
dan pandangan publik-publik tersebut
 Menasehati manajemen mengenai jalan dan cara
menyusun kebijaksanaan dan operasionalisasi
organisasi untuk dapat diterima secara maksimal oleh
publik
 Merencanakan dan melaksanakan program-program
yang dapat menimbulkan penafsiran yang
menyenangkan terhadap kebijaksanaan dan
operasionalisasi organisasi.
Tujuan humas
 Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat.
 Mendapatkan dukungan dan bantuan morel maupun
finansial yangdiperlukan bagi pengembangan sekolah.
 Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi
dan pelaksanaan program sekolah.
 Memperkaya dan memperluas program sekolah sesuai
dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
 Mengembangkan kerja sama yang lebih erat antara
keluarga dan sekolahdalam mendidik anak-anak.
Tugas humas
 Memberikan informasi dan menyampikan ide (gagasan) kepada
masyarakat atau pihak-pihak yang membutuhkannya.
Menyebarluaskan informasi dan gagasan-gagasan itu agar diketahui
maksud atau tujuannya sertakegiatankegiatannya termasuk
kemungkinan dipetik manfaatnya oleh pihak-pihak diluar organisasi.
 Membantu pimpinan yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung
memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang
memerlukannya.
 Membantu pimpinan mempersiapkan bahan-bahan tentang
permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang
menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu. Dengan demikian
pimpinan selalu siap dalam memberikan bahan-bahan informasi yang
up-to-date.
 \Membantu pimpinan dalam mengembagkan rencana dan kegiatan-
kegiatan lanjutan yang berhubungan dengan pelayanan kepada
masyarakat (Publicservice) sebagai akibat dari komunikasi timbal balik
dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan atau
penyempurnaan policy atau kegiatan yang telah dilakukan oleh
organisasi
Pengertian layanan khusus
 Manajemen layanan khusus di sekolah ditetapkan dan
diorganisasikan untuk memudahkan atau
memperlancar pembelajaran, serta dapat memenuhi
kebutuhan khusus siswa di sekolah. Diantaranya
meliputi: manajemen layanan bimbingan konseling,
layanan perpustakaan sekolah, layanan kesehatan,
layanan asrama, dan manajemen layanan
kafetaria/kantin sekolah. Layanan-layanan tersebut
harus di kelola secara baik dan benar sehingga dapat
membantu memperlancar pencapaian tujuan
pendidikan di sekolah.
Tujuan layanan khusus
 pelayanan khusus atau pelayanan bantuan
diselenggarakan di sekolah dengan maksud untuk
memperlancar pelaksanaan pengajaran dalam rangka
pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Prinsip layanan
khusus
Prinsip-prinsip yang berhubungan
dengan siswa yang dibimbing
 Pelayanan bimbingan harus diberikan kepada seluruh peserta;
 Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas layanan bimbingan
kepada siswa.
 Program bimbingan hrus dipusatkan kepada siswa;
 Pelayanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan
kebutuhan individu yang bersangkutan;
 Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh
individu yang dibimbing. Pembimbing bertugas membantu
siswa untuk menenggulangi masalah dengan berbagai aternatif
keputuasan, sehingga pengembalian keputusan pada siswa
sendiri; dan
 Individu yang mendapat bimbingan harus dapat berangsur-
angsur dapat membingan dirinya sendiri.
Prinsip-prinsip yang berhubungan
dengan pembimbing:
 Petugas-petugas bimbingan harus melakukan tugasnya sesuai dengan
kemampuan dan kewajiban masing-masing
 b. Petugas-petugas bimbingan di sekolah dipilih atas dasar kualifikasi
keperibadian, pendidikan, pengalaman dan kemampuan;
 Petugas bimbingan harus mendapat kesempatan untuk memperkembangkan
diri serta kealhlliannya melalui berbagai latihan;
 Petugas bimbingan hendaknya mempergunakan informasi yang tersedia
mengenai individu yang dibimbing beserta lingkungannya sebagai bahan
untuk membuat individu yang bersangkutan kea rah penyesuaian diri yang
lebih baik;
 Petugas bimbingan harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi
tentang individu yang dibimbing.
 Petugas-petugas bimbingan hendaknya mempergunakan berbagai jenis
metode dan teknik yang tepat dalam melaksanakan tugasnya; dan
 Petugas-petugas bimbingan hendaknya memperhatikan dan mempergunakan
hasil penelitian dalam bidang minat kemampuan dan hasil belajar individu
untuk kepentingan perkembangn kurikulum sekolah.
Prinsip-prinsip yang berhubungan
dengan organisasi dan administrasi
bimbingan
 Bimbingan harus dilaksanakan secara berkesinambungan;
 Dalam pelaksanaan bimbingan harus tersedia kartu
pribadi bagi setiap individu siswa.
 Program bimbingan harus disusun dengan kebutuhan
sekolah yang bersangkutan, sehingga layanan bimbingan
mempunyai sumbangan yang besar terhadap program
sekolah;
 Pembagian waktu untuk setiap bimbingan secara teratur;
 Bimbingan harus dilaksanakan selam dalam situasi
individuan dan dalam situasi kelompok, sesui dengan
masalah dan metode yang dipergunakan dlam
memecahkan masalah itu; dan
 Kepala sekolah memegang tanggung jawab mendasar
dalam pelaksanaan bimbingan
jenis-jenis layanan khusus yang di
sediakan sekolah
 Layanan Bimbingan dan Konseling (BK)
 Layanan Kesehatan Sekolah (UKS)
 Layanan kafetaria sekolah
 Layanan asrama sekolah
 Layanan t ransportasi sekolah
 Layanan perpustakaan sekolah
 Layanan laboratorium/bengkel sekolah.
lembaga pendidikan sesuai dengan
umur anak menurut Lembaga
Psikologi Episentrum
1. Layanan untuk Anak: konseling, pemeriksaan
psikologi, terapi.
2. Layanan untuk Remaja: konseling, pemeriksaan
psikologi, training, outbond.
3. Tingkat TK dan SD: pemeriksaan psikologi,
pendidikan seks untuk anak usia dini dan sekolah
dasar, layanan kunjungan psikolog.
4. Layanan untuk Tingkat Sekolah Menengah:
pemeriksaan psikologi, konsultasi, konseling,
training, outbond, layanan psikologi sekolah.