Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 6

PRINSIP TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK


PADA KLIEN ATAU KELUARGA DISTRESS
DEFINISI STRESS

Stress adalah segala situasi dimana


tuntunan non-spesifik mengharuskan seorang
individu untuk berespon atau melakukan
tindakan (Selye,1976). Stress merupakan
respon fisiologis, psikologis, dan perilaku dari
seseorang untuk mencari penyesuaian
terhadap tekanan yang sifatnya internal
(psikologis) maupun eksternal (lingkungan).
PENYEBAB STRESS

1. Faktor eksternal
2. Faktor internal
TEHNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK.

1. Mendengarkan (listening)
2. Pertanyaan terbuka ( broad opening)
3. Mengulang (restarting)
4. Klarifikasi
5. Refleksi
6. Memfokuskan
7. Membagi persepsi
8. Identifikasi tema
9. Diam (silence)
10. Informing
11. Saran
HUBUNGAN TERAPEUTIK PERAWAT – PASIEN
DISTRESS
 1. Tahap pra interaksi
 Evaluasidiri
 Tetapkan perkembangan interaksi dengan pasien

 Persiapkan rencana interaksi


2. Tahap orientasi
perkenalan
Kegiatan yang dilakukan saat pertama kali
bertemu dengan pasien.
 Memberi salam
 Mengevaluasi kondisi pasien
 Menyepakati pertemuan/kontrak
 Mengeksplorasi pikiran, perasaan
 Mengidentifikasi masalah pasien
3. Tahap Kerja
Tahapan pelaksanaan rencana tindakan
keperawatan sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai.
4. Tahap Terminasi
a. Terminasi sementara
Akhir tiap pertemuan perawat & pasien
 Evaluasi
 Rencana tindak lanjut
 Kontrak yang akan datang
b. Terminasi akhir:
Akhir tiap pertemuan perawat & pasien (jika
pasien & keluarga telah menyelesaikan
masalahnya.`
 Evaluasi

 Rencana tindak lanjut


 Eksplorasi perasaan terkait perpisahan
TERIMAKASIH