Anda di halaman 1dari 55

DIAGNOSA PSIKOSOSIAL

TIM JIWA
POHON MASALAH
Akibat: Risiko………………….

Keluhan utama: Core problem

Penyebab:……………………..
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
 Paket diagnosis
 Mulai dari keluhan utama
 Lanjutkan dengan prioritas berikut

 Beberapa diagnosis pada satu pasien


SISTEM PAKAR DIAGNOSIS
KEPERAWATAN
 Start dari keluhan utama:
 1 data------ asumsi diagnosis---mis 2 diagnosis
(apa standar data)

 Kaji data untuk membuktikan asumsi


 Data kedua-----asumsi tinggal 1

 Kaji data yang memfokus ke satu diagnosa

Diagnosa: final
Langkah merumuskan DX
Identifikasi data fokus
Analisa data
Membuat pohon masalah
Merumuskan dx
Ansietas

perasaan was-was,
kuatir, tidak nyaman
seakan-akan terjadi
sesuatu yg dirasakan sbg
ancaman
Pengertian Kecemasan
 Suatu ketakutan berkepanjangan thd
sesuatu yg tidak jelas.
 Obyeknya tidak jelas
 Pengalaman subyektif
 Dikomunikasikan scr interpersonal
 Respon emosional, bukan intelektual
Sigmund freud
 Teori psikoanalisa

 Psikoanalisa berasumsi bhw


apapun yg kita rasakan saat ini
berakar dari sgl hal yg kita
alami di masa lalu
Level Kecemasan
 Ansietas Ringan: ketegangan sehari-hari,
membuat sadar, memperluas lapang persepsi,
memotivasi

 Ansietas sedang: fokus pd saat ini.


Mempersempit lapang persepsi

 Ansietas berat: LP menyempit sekali. Fokus hal


khusus. Perilaku bertujuan meredakan cemas.

 Panik: terpesona, takut, teror. Kehilangan


kontrol. Tak mampu mengikuti perintah.
Disorganisasi
Rentang Respon Kecemasan
Respon Respon
Adaptif maladap
tif

Antisi Ringan Sedang Berat Panik


pasi
Tanda dan Gejala

Respons fisik :
 Diare/konstipasi
 Sering napas pendek  Gelisah
 Nadi & tek darah naik  Berkeringat
 Mulut kering  Tremor
 Anoreksia  Sakit kepala
 Sulit tidur
Anxietas Normal
• Semua orang mengalami
kecemasan/anxietas –> suatu perasaan
was-was seakan sesuatu yg buruk akan
terjadi dan biasanya disertai gejala-gejala
otonomik.

• Gejala kecemasan pd seseorang berbeda


dg orang lain
Gejala otonomik pada anxietas
• Diare
• Pusing, rasa melayang
• Sesak nafas, seperti tercekik, dada seperti terhimpit
• Hiperhidrosis
• Hiperrefleksia
• Palpitasi
• Midriasis pupil
• Gelisah
• Syncope, seperti mau pingsan
• Takikardi
• Merinding
• Tremor
• Mual, kembung
• Gangguan berkemih
Beda Anxietas dan Ketakutan
ANXIETAS : bahaya KETAKUTAN (FEAR)
thd suatu ancaman • Respons
yg: thd suatu ancaman
• tidak diketahui, yg:
• internal, • nyata,
• tidak jelas, • eksternal,
• konfliktual • jelas
• Munculnya • non-konfliktual
berangsur-angsur • Timbulnya
mendadak
Respon thd Ansietas
Perilaku Kognitif Afektif
Gelisah  Gg perhatian - Krng konsentrasi  Gugup
Fisik tegang Mudah lupa - Salah penilaian Tdk sabar

Tremor Asyik - Pikiran Blocking Kesulitan

Reaksi  kreatifitas Tegang

kaget  Lap persepsi menyempit Nervous

Bicara cepat Produktivitas rendah Takut

Hilangnya Bingung Alarm

koordinasi Waspada berlebihan Teror


Mudah
Sadar diri Gelisah
celaka  Kehilangan obyektivitas Resah
Hambatan
Takut kehilangan kendali
Berloncatan
 Ketakutan thd gambaran visual
Menghindar
Takut cedera atau mati
Kriteria Panik
 Pusing, mau
 Palpitasi
jatuh, berkunang-
 Berkeringat
kunang.
 Gemetar  Derealisasi atau
 Sesak nafas depersonalisasi
 Merasa tercekik  Takut kehilangan
 kontrol
Sakit dada atau tidak atau jadi
nyaman
gila
 Mual, gg perut 
Takut mati
 Baal
Respons Kognitif Respons Perilaku
Lap persepsi dan Emosi
menyempit Gerakan
Tidak mampu tersentak-sentak
menerima Bicara berlebihan
rangsang luar dan cepat
Berfokus pd Perasaan tdk
perhatiannya aman
Landasan emosi berbagai panyakit
( Louise L Hay )

penyakit Landasan emosi


alergi Penyangkalan kekuatan diri
asma Tidak mampu mengekspresikan kesedihn, perasaan tertekan
Batu ginjal Gumpalan rasa marah yang tidak terlupakan
diabetes Perasaan tidak puas, kesedihan yang mendalam
mengompol Ketakutan figur ayah
maag Perasaan tidak puas dengan diri sendiri
Pegal-pegal Kebosanan yang menahun
Sakit Perasaan tidak dicintai
punggung
atas
Serangan Perasaan kesepian & takut ditinggal
jantung
Landasan emosi berbagai panyakit
penyakit Landasan emosi

hipertensi Masalah emosi masa lalu yg tidak terselesaikan

hipotensi Kurang kasih sayang saat msh kanak-kanak

tumor Ketidakmampuan melepas dendam masa lalu, penyesalan


mendalam

Kolesterol Tidak mampu menikmati hidup


tinggi

migrain Kritik diri yang terlalu kuat

insomnia Perasaan bersalah

liver Rasa marah terpendam


Intervensi Generalis
Bina hub saling percaya
Mengucapkan salam
Berjabat tangan
Menjelaskan tuj interaksi
Membuat kontrak
 Bantu mengenal ansietas:
 Bantu menjelaskan situasi
menimbulkan ansietas
 Bantu mengenal penyebab
ansietas
 Bantu menyadari perilaku
akibat ansietas
ADAPTIF MALADAPTIF

Antisipasi Ringan Sedang Berat panik


(Peplau dlm SS’87)
CEMAS RINGAN

•Cemas ringan disertai dg. ketegangan ringan.


•Pada tahap ini orang waspada dan persepsi meluas, seluas
lingkungan yg memberikan stimulus.
•Pengindraan tajam, energi tinggi, perhatian thdp lingkungan.
•Serta mampu menyelesaikan masalah.
•Cemas tahap i memotivasi indiv. u/ belajar & meningkatkan
kreatifitas indiv.
5
Gejala pada cemas ringan

FISIOLOGIS :
Peningkatan Nadi da tekanan darah. Peningkatan kecepatan
dan kedalaman pernapasan, gejala ringan pada lambung,bibir
bergetar, Kedutan otot muka/wajah.

PERILAKU:
Terjadi tremor halus pada tangan, susah duduk tenang,
banyak bicara, suara kadang tinggi & volume keras.

AFEKTIF :
Perasaan khawatir, malu, takut

KOGNITIF :
Perepsi meluas, Kewaspadaan tinggi, Lebih perhatian pada
masalah.
6
CEMAS SEDANG

Indiv. lebih waspada & lebih tegang, lapangan persepsi lebih


menyempit  indiv tdk. dapat mempersepsikan semua rang
sang lingkungan sehingga fokus pada lingkungan berkurang,
tetapi pada diri sendiri lebih meningkat. Indiv memusatkan
pada faktor atau peristiwa penting bagi dirinya.
Pada tahap ini seseorang kurang sadar pada hal yg detail
atau mendalam.

Gejala pada Cema sedang

Affektif :
Takut dg apa yg terjadi, masih mampu kontrol emosi,perasaan
tidak adequat, tidak efektif, merasa tidak aman.
7
FISIOLOGIS :
Sering napas pendek, Denyut jantung dan TD meningkat,
mulut kering, anoreksia, diare atau konstipasi, badan ber-
getar, ekspresi wajah ketakutan, gelisah, respon mengejutkan
yg berlebihan, tdk mampu relaks, susah tidur.

PERILAKU :
Gerakan tersentak-sentak dengan gejala meremas-2 tangan,
Posisi badan sering berubah, kecepatan bicara meningkat,
percakapan tidak jelas, Volume suara lebih keras,susah tidur

KOGNITIF :
Lapangan persepsi lebih sempit, evaluasi diri menurun, berfikir
tidak adekuat, menurunnya konsentrasi, mudah lupa, sukar
untuk membuat keputusan.
8
CEMAS BERAT

Pada cemas berat, lapangan persepsi sangat sempit sehingga


tak mampu memikirkan yg lebih luas, tak mampu membuat
kaitan dan tak mampu menyelesaikan masalah.

PA N I K

Pada tahap ini suasanan makin makau karena sudah tidak


ada kontrol lagi, lapangan persepsi menyimpang, berfikir
tidak teratur dan tidak tepat sehingga menyebabkan krisis,
aktifitas fisik meningkat, hilang pikiran-2 Rasional.
GEJALA PADA CEMAS BERAT SAMPAI PANIK

FISOLOGIS
Napas pendek, rasa tercekik atau tersumbat, hipotensi
pusing, rasa tertekan / nyeri dada, palpitasi, nausea, agitasi,
koordinasi motorik kurang, gerakan tubuh involuntir, tubuh
gemetar, ekspresi wajah tegang.

PERILAKU
kemampuan terbatas, tremor, aktifitas tdk bertujuan, banyak
bicara atau bicara terus dan sukar dimengerti, suara makin
meningkat dan kadang-kadang berteriak, perilaku diluar
kesadaran & sulit tidur.

10
AFFEKTIF
Takut untuk mendapatkan pengalaman yg tidak nyaman,
merasa tdk nyaman dan menghadapi kematian, merasa
kaget, merasa terjebak, merasa terancam dan merasa nyeri.

KOGNITIF
Lapangan persepsi sangat terbatas, pikiran berfokus pada
saat ini, bingung, pikiran blocking, sangat sulit membuat
keputusan.

11
SP 1
Assesmen ansietas dan Lat relaksasi:
Latihan relaksasi dan distraksi:
Tarik napas dalam
Mengerutkan dan mengendurkan
otot
SP 2
Evaluasi ansietas, Hipnotis diri sendiri
(latihan 5 jari) dan keg spiritual
Harga Diri Rendah Situasional

Data Subyektif
 evaluasi diri negatif
 Mengungkapkan rasa
berkemb sbg respons malu/ bersalah
thd hilang/berubah
perawatan diri yg  menjelek-jelekkan diri
sebelumnya evaluasi
diri positif
 Mengungkapkan hal
(NANDA, 2005). negatif ttg diri
Data Obyektif

menyalahkan diri
Mengevaluasi diri seperti tdk mampu
Kesulitan membuat kep
Intervensi
 Tingkatkan kesadaran harga diri& pemec masalah:
Bantu identifikasi perub perasaan diri
Bantu m’gambarkan ev diri positif dulu
Eksplorasi lingk pasien
Bantu mengkaji pilihan realistik
Ikutsertakan dlm pemec masalah
 Berikan ketrampln prwtn diri u harga diri :
meninjau kelp masy u m’bantu pemchn
masalah

Tawarkan bacaan u pemec masalah


Ajarkan akibat negatif mbicarakan hal
negatif
Ajarkan keterampilan resolusi konflik
Ajarkan pertahanan diri
Rujuk sumber-sumber yg tersedia
 Bentuk lingkungan yg mendukung

Bantu menggambarkan tingkat penampilan


Bantu identifik strategi pemec & potensi yg
dimiliki
Tawarkan harapan situasi yg dpt diatasi
Sarankan menyimpan bacaan yg membantu
pemec masalah
Berikan dukungan thd keputusan
 Tingkatkan kesadaran hub positif antara
harga diri dan kes fisik
 Kaji status kes fisik & perasaan
positif diri
 Ajarkan hub kes fisik dg perasaan
positif
 Bantu meningkatkan kes &
ketenangan
 Berikan pujian thd praktek
peningkatan kes
 ..\..\..\..\..\..\..\video baru\DVD 1 (D)\Video Motivasi\
Cacat adalah satu Hikmah.mp4
SP HDR situasional
SP 1:
Asesmen HDR dan latih melakukan
kegiatan positif

SP 2 :
Evaluasi HDR, manfaat latihan melakukan
kemampuan positif
Gangguan Citra Tubuh
 Tanda dan Gejala:
 kumpulan sikap individu
disadari/tidak thd  Hilangnya bag tubuh
tubuhnya,  Perub tubuh bentuk/fungsi
 Menyembunyikan/
 Gangguan CT-> perasaan memamerkan tubuh yg
tidak puas thd perub. terganggu
bentuk, struktur, fungsi  Menolak melihat bag
tubuh krn tdk sesuai yg tubuh
diinginkan.  Menolak menyentuh bag
tubuh
 Aktifitas sosial menurun
Data wawancara :

 Menolak perub angg tubuh


 Mengatakan negatif angg tubuhnya
 Mengungkapkan tidak berdaya
 Menolak berinteraksi
 Mengungkapkan keinginan terlalu tinggi
bag tubuh yg terganggu.
 Sering mengulang kehilangan yg terjadi.
 Merasa asing thd bag tubuh yg hilang.
Tindakan Keperawatan
SP 1: Diskusikan persepsi citra
tubuhnya
Diskusikan potensi bag tubuh yg
lain.
Bantu meningkatkan fungsi bag
tubuh yg terganggu.
 SP 2 : Ajarkan meningkatkan citra tubuh :
 Gunakan kosmetik, wig,
 Motivasi melihat bag yg hilang scr bertahap.
 Bantu menyentuh bag tsb.
 Motivasi aktifitas pembentukan tubuh

 Lakukan interaksi secara bertahap :


 Susun jadual kegiatan sehari-hari
 Dorong aktifitas sehari-hari,klg, sosial
 Dorong u mengunjungi teman
 Beri pujian thd keberhasilan interaksi
 ..\..\..\..\..\..\..\video baru\DVD 1 (D)\Video Motivasi\
olimpiade cacat.wmv
Tindakan Keperawatan klg

 Jelaskan gangg citra tubuh


 Jelaskan mengatasi gangg citra tubuh.
 Ajarkan cara merawat pasien :
 menyediakan fasilitas keb pasien dirumah
 memfasilitasi interaksi di rumah
 melaksanakan keg dirumah dan sosial.
 memberikan pujian atas kegiatan dilakukan
 Ajarkan klg mengevaluasi
perkemb pasien:
-mampu menyentuh & melihat
angg tubuh yg terganggu
-melakukan aktifitas di rumah &
masy tanpa hambatan

 Beri pujian thd keberhasilan klg


 TAK : stimulasi persepsi HDR
Latihan
SP 1 Pasien : membina hub saling
percaya, diskusi tentang citra
tubuh, harapan dan potensi yang
dimiliki
SP2 Pasien :Mengevaluasi
kegiatan yang sudah dilakukan,
mengidentifikasi dan melakukan
cara meningkatkan citra tubuh
Latihan
SP1 Klg : mendiskusikan masalah yg
dihadapi klg, menjelaskan proses
tjdnya ggn citra tubuh dan cara
mengatasinya
SP2 Klg : Melatih cara merawat dan
mengevaluasi kemampuan ps
Berduka antisipasi

 Pengalaman individual dlm


merespon kehilangan yg
aktual / yg dirasakan
seseorang
Tanda dan gejala
 Fisik
 Kelelahan
 Kehilangan selera
 Masalah tidur
 Lemah
 BB turun
 Sakit kepala
 Pandangan kabur
 Susah bernapas
Efek emosi
 Mengingkari
 Bersalah
 Marah
 Kebencian
 Depresi
 Kesedihan
 Perasaan gagal
 Sulit konsentrasi
 Gagal menerima kenyataan
 Perhatian thd orang meninggal
Efek sosial

 Menarik diri dr lingkg


 Isolasi (emosi dan fisik)
dari istri, klg, teman
Tindakan keperawatan
 Jelaskan prosedur berduka
antisipasi
 Berikan kesempatan kpd ps u
mengungkapkan perasaannya
 Duduk disamping ps
 Teknik komunikasi diam atau
sentuhan
tindakan
 SP 1
 Menjelaskan prosedur berduka
antisipasi

 SP 2
Evaluasi berduka antisipasi, manfaat
mengembangkan harapan positif dan lat
mengontrol perasaan berduka antisipasi