1
KOMUNIKASI DATA
SWITCHING DAN
MULTIPLEXING
Kelompok 5
Fadel Muhammad : 180401016
Sasmita : 180401057
M.Ilham pratama : 180401039
1
01 Switching
Switching adalah sistem elektronik yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi.
Jaringan switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit /kanal yang dedicated
diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi.
Secara tradisional, tiga metode switching penting: circuit-switching, packet-switching, dan
message-switchimh. Dua yang pertama biasanya digunakan saat ini. Itu ketiga telah dihapus
dalam komunikasi umum tetapi masih memiliki aplikasi jaringan. Kami kemudian dapat
membagi jaringan saat ini menjadi tiga kategori besar: jaringan circuit-switched, packet-
switched networks, dan message-switched.
Behrouz A.Forouzan, “Data communications and networking,” pp. 1–6.
1
Circuit Switching
• Jaringan circuit switching digunakan untuk menghubungkan pasangan terminal dengan cara
menyediakan sirkuit atau kanal yang tersendiri dan terus menerus selama hubungan
berlangsung.
• Circuit Switching merupakan teknik switching dengan menerapkan sebuah jalur komunikasi
yang dedicated (permanen ) antara 2 buah station. Contohnya, jaringan telepon.
• Circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit atau kanal yang
dedicated di antara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi.
Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu
dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung
pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh
pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai
kanal yang idle. Untuk call setup dan pengendalian dan keperluan administratif lainnya
dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan.
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
Contoh Circuit
Switching
Sebagai contoh lain, pertimbangkan jaringan circuit-switched yang menghubungkan komputer
dalam dua remote kantor perusahaan swasta. Kantor-kantor terhubung menggunakan jalur T-l
yang disewa dari suatu komunikasi penyedia layanan. Ada dua sakelar 4 X 8 (4 input dan 8
output) di jaringan ini. Untuk setiap switch, empat port output dilipat ke port input untuk
memungkinkan komunikasi antara komputer di kantor yang sama. Empat port output lainnya
memungkinkan komunikasi antara keduanya kantor.
Behrouz A.Forouzan, “Data communications and networking,” pp. 1–6.
1
Packet Switching
• Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan internet. Dalam
paket switching, seluruh paket data yang dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi
beberapa bagian.
• Paket switching tidak mempergunakan kapasitas transmisi yang melewati jaringan. Data
dikirim keluar dengan menggunakan rangkaian potongan-potongan kecil secara berurutan
yang disebut paket.
• Fungsi utama dari jaringan paket switching adalah menerima paket dari stasiun pengirim
untuk diteruskan ke stasiun penerima.
• Switch yang digunakan dalam jaringan packet-switched memiliki struktur yang berbeda dari
switch yang digunakan dalam jaringan circuit-switched. Kita dapat mengatakan bahwa paket
switch memiliki empat komponen: port input, port output, prosesor perutean, dan fabric
switching,
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
02 Multiplexing
• Multiplexing adalah suatu teknik mengirimkan lebih dari satu (banyak) informasi melalui
satu saluran. Istilah ini adalah istilah dalam dunia telekomunikasi. Tujuan utamanya adalah
untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver),
atau kabel optik.
• Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik
yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio).
Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan
ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi
percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur satu
sama lain.
Behrouz A.Forouzan, “Data communications and networking,” pp. 1–6.
1
Frekuensi Division Multiplexing (FDM)
FDM adalah teknik menggabungkan banyak saluran input menjadi sebuah saluran output
berdasarkan frekuensi. Jadi total bandwith dari keseluruhan saluran dibagi menjadi sub-sub
saluran oleh frekuensi. Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas
sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing
kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi.
A. goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, “ 済無 No Title No Title,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019.
1
Frekuensi Division Multiplexing (FDM)
Contoh dari penggunaan FDM ada pada jaringan telepon analog dan jaringan satelit analog.
Selain itu ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal
dengan modem ADSL (Asymetric Digital Subcriber Loop ).
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
Wavelenght Division Multiplexing
(WDM)
Pada WDM prinsip yang diterapkan mirip seperti pada FDM, hanya dengan cara pembedaan
panjang gelombang (wavelength) sinar. Sejumlah berkas sinar dengan panjang gelombang
berbeda ditransmisikan secara simultan melalui serat optik yang sama (dari jenis Multi mode
optical fiber).
Dalam teknologi komunikasi fiber optik, WDM adalah teknologi yang me- multiplex banyak
sinyal pembawa optik di satu saluran fiber optik dengan menggunakan panjang gelombang
(warna) dari cahaya laser untuk membawa sinyal yang berbeda, sedangkan di FDM digunakan
di pembawa radio. Penggunaan teknologi WDM menawarkan kemudahan dalam hal
peningkatan
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
Time Division Multiplexing (TDM)
TDM yaitu Terminal/channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel
membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). TDM menerapkan
prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu
(time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). Artinya bandwidth yang ada dipisahkan menjadi
channel-channel kecil (baseband) berdasarkan waktunya.
A. goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, “ 済無 No Title No Title,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019.
1
Synchoronous Time Division Multiplexing
• Pengiriman data dengan mencampur data berdasarkan waktu sinyal data tersebut
dikirimkan. Digunakan untuk transmisi sinyal digital, bit data dari terminal secara bergantian
diselipkan diantara bit data dari terminal lain. Pemancar dan penerima harus sinkron agar
masing-masing penerima menerima data yang ditujukan kepadanya. TDM hanya digunakan
untuk komunikasi titik ke titik. TDM lebih efesien daripada FDM karena 1 saluran komunikasi
telepon dapat dipakai sampai dengan 30 terminal sekaligus.
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
Statistical Time Division Multiplexing
Statistical TDM dikenal juga sebagai asynchronous TDM dan intelligent TDM, sebagai alternatif
synchronous TDM. Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik dibandingkan FDM dan TDM.
Memberikan kanal hanya pada terminal yang membutuhkannya dan memanfaatkan sifat lalu
lintas yang mengikuti karakteristik statistik. STDM dapat mengidentifikasi terminal mana yang
mengganggur / terminal mana yang membutuhkan transmisi dan mengalokasikan waktu pada
jalur yang dibutuhkannya.Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk men-scan buffer-buffer
input, mengumpulkan data sampai penuh, dan kemudian mengirim frame tersebut. Dan untuk
output, multiplexer menerima suatu frame dan mendistribusikan slot-slot data ke buffer output
tertentu.
A. goleman, daniel; boyatzis, Richard; Mckee, “ 済無 No Title No Title,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019.
1
Time Division Multiplexing (TDM)
TDM yaitu Terminal/channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel
membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). TDM menerapkan
prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu
(time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). Artinya bandwidth yang ada dipisahkan menjadi
channel-channel kecil (baseband) berdasarkan waktunya.
B. Johor and L. Berhad, “Bab 6 - Kesimpulan,” pp. 1–6.
1
Pada Packet switching dapat dilakukan Multiplexing dengan basis Frekuensi dan Waktu. Jelaskan dengan
bahasamu sendiri bagaimana mekanisme masing-masing
Apakah perlunya membuat jaringan switching di perusahaan? Apakah keuntungannya dibandingkan
menggunakan jaringan non-switching?