Anda di halaman 1dari 33

PPh Psl 4 (2)

Dasar:
UU No. 7 Th 1983 stdtd. UU No. 36 Th 2008
tentang Pajak Penghasilan (PPh) - Pasal 4 Ayat 2

MENGATUR PEMOTONGAN PAJAK ATAS:


a. BUNGA DEPOSITO DAN TABUNGAN LAIN, BUNGA OBLIGASI& SURAT
UTANG NEGARA, BUNGA SIMP. KOPERASI (OP)
b. HADIAH UNDIAN
c. PH. DARI TRANSAKSI SAHAM & SEKURITAS LAINNYA, TRANSAKSI
DERIFATIV DI BURSA EFEK.
d. PH. DARI PENGALIHAN HARTA BERUPA TANAH &/ BANGUNAN, JASA
KONTRUKSI, USAHA REAL ESTATE, SEWA TANAH &/ BANGUNAN.
e. PENGHASILAN TERTENTU LAINNYA.

PENGENAAN PAJAKNYA DIATUR DENGAN


PERATURAN PEMERINTAH (PP)
Karakteristik PPh Final
• Penghasilan (obyek PPh final) tidak perlu
dihitung kembali dalam SPT Tahunan

• Pengeluaran dalam memperoleh


penghasilan (obyek PPh Final) yang
bersangkutan tidak boleh dibiayakan
SECARA FISKAL

• Tidak Dapat Dikreditkan Terhadap Total


PPh Terutang

PPh Final = Pelunasan PPh


Kenapa Harus
Pajak Final ??

Penyederhanaan Administrasi :
 PPh oleh OP yang belum terdaftar secara
resmi sebagai WP
 PPh atas obyek yang timbul atau terjadi
hanya sekali / tidak sering
 PPh berkaitan dengan pembayar pajak
tertentu yang dikecualikan dari kewajiban
tertentu seperti pembukuan atau
memasukkan SPT
RINGKASAN PENGENAAN PPH FINAL

1.

2.
3.
4.

5.
6.

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
PP 123 Th. 2015
Mengatur PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN
atas BUNGA DEPOSITO & TABUNGAN serta DISKONTO SBI

Bunga Deposito,
Bunga Tabungan, dan
Diskonto SBI
Termasuk Bunga Dari Deposito/Tabungan Yang
Ditempatkan Di Luar Negeri Melalui Bank Yang
Didirikan Atau Bertempat Kedudukan Di Indonesia
Atau Cabang Bank Luar Negeri Di Indonesia.

Dikenakan PPH FINAL


20% Dari JUMLAH BRUTO;
Tarif Sesuai TaxTreaty;
Subjek Pemotongan :
a. WPDN (OP&Badan)
b. BUT
c. WPLN
Pemotong Pajak :
a. Bank dan Bank Indonesia
b. Dana Pensiun yg pendiriannya telah disahkan Menkeu,
atas penjualan SBI pd pihak lain yg bukan Dana Pensiun
yg pendiriannya telah disahkan Menkeu & bukan bank
Pengecualian;
a. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto, sepanjang jumlah
deposito/tabungan/SBI tidak melebihi Rp. 7.500.000,- dan bukan
jumlah yang dipecah-pecah
b. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang
didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri diIndonesia
c. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun
yang pendiriannya telah disahkan oleh Menkeu sepanjang
dananya diperoleh dari sumber pendapatan sebagaimana dimaksud
dalam UU Dana Pensiun
d. Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk pemerintah dalam
rangka pemilikan RS dan RSS, kaveling siap bangun untuk RS
dan RSS, atau rumah susun sederhana, untuk dihuni sendiri
PP 132 Th. 2000

PPh atas HADIAH UNDIAN

OBJEK PEMOTONGAN:
Hadiah undian, dengan nama dan dalam
bentuk
apapun yang diberikan melalui udian.
TARIF PEMOTONGAN:
25% dari jumlah bruto - FINAL
HADIAH

Lomba, Penghargaan,
Undian
Pekerjaan, Jasa, dan
Kegiatan

PPh Final WP BADAN WPLN WPOP


= 25% Bruto

PPh Psl 23 PPh Psl 26 PPh Psl 21


= 15% Bruto = 20 % Bruto = Psl 17 x Bruto
PPh Sewa Tanah/Bangunan
PP 34 Tahun 2017
• PP 29/1996 jo PP 5/2002 - PP 34 Th 2017
• 120/KMK.03/2002
Dasar Hukum • KEP-227/PJ/2002
Sewa tanah dan atau bangunan:
tanah, rumah, rusun, apartemen, kondominium,
Objek Gd perkantoran, pertokoan,
pertemuan dan bagiannya, rumah kantor,
toko, rumah toko, gudang dan bangunan industri

Tarif 10 % Final

JUMLAH BRUTO, yaitu:


DPP semua jumlah yg dibayarkan atau terutang o/ penyewa
dgn nama & dalam bentuk apapun juga yang berkaitan
dengan tanah dan/atau bangunan yg disewa termasuk
biaya perawatan, biaya pemeliharaan, biaya keamanan,
biaya fasilitas lainnya & "service charge" baik yg per-
janjiannya dibuat secara terpisah maupun yg disatukan.
Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari
Persewaan Tanah dan/atau Bangunan

PP No. 34 Th 2017 - juncto Keputusan Dirjen Pajak


No. KEP-227/PJ./2002

Pemotong Pajak:
Penyewa, dalam hal penyewa adalah Badan
Pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri,
penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap,
kerjasama operasi, perwakilan perusahaan luar
negeri lainnya, dan orang pribadi yang
ditetapkan oleh Dirjen Pajak.
SEWA HARTA

TANAH-BANGUNAN KENDARAAN HARTA LAINNYA


ANGK DARAT

PPh Final PPh Psl 23 PPh Psl 23


10% x Bruto 2% x Bruto 2% x Bruto
PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

Ruang Lingkup :
• Penjualan, tukar-menukar, perjanjian
pemindahan hak, pelepasan hak,
penyerahan hak, lelang, hibah, atau
cara lain yang disepakati dengan pihak
lain selain pemerintah

• Penjualan, tukar-menukar, pelepasan


hak, penyerahan hak, atau cara lain
yang disepakati dengan pemerintah
guna pelaksanaan pembangunan
PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

Tarif :
• 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan

• 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan atas


pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan
Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh
Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan
pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan

Sifat PPh : FINAL


PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

Nilai Pengalihan :
• nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta
Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak tanah
dan/atau bangunan

• Pengalihan kepada pemerintah : nilai berdasarkan


keputusan pejabat yang bersangkutan

• Pengalihan hak sesuai dengan peraturan lelang :


nilai menurut risalah lelang
PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

atas pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun


Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha
pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 1% dari jumlah
bruto nilai pengalihan

RUMAH SEDERHANA TERDIRI ATAS :


1. RUMAH SEDERHANA SEHAT
2. RUMAH INTI TUMBUH
YANG DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN

RUMAH SUSUN SEDERHANA adalah :


bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang
dipergunakan sebagai tempat hunian yang dilengkapi dengan KM/WC
dan dapur baik bersatu dengan unit hunian maupun terpisah dengan
penggunaan komunal termasuk Rumah Susun Sederhana Milik.

YANG DIBEBASKAN DARI PENGENAAN PPN


PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

Dalam hal pembayaran dilakukan dengan jalan


angsuran

PPh dihitung berdasarkan jumlah setiap pembayaran angsuran


termasuk :
1. Uang Muka
2. Bunga
3. Pungutan
4. Tambahan Pembayan Lain Yg dipenuhi Pembeli
PP 48 Th. 1994 Jo PP 71 Th.2008
Pengalihan Hak Atas Tanah / Bangunan

Dikecualikan dari Pemotongan :


• WP ORANG PRIBADI YANG PENGHASILANNYA DIBAWAH PTKP
DAN JUMLAH PENGHASILAN BRUTO DARI PENGALIHAN HAK
ATAS TANAHNYA KURANG DARI RP. 60.000.000

• ORANG PRIBADI ATAU BADAN YANG MENERIMA ATAU


MEMPEROLEH PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS
TANAH DAN/ATAU BANGUNAN KEPADA PEMERINTAH GUNA
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM
YANG MEMERLUKAN PERSYARATAN KHUSUS.

• SEHUBUNGAN DENGAN HIBAH YANG DIBERIKAN KEPADA


KELUARGA SEDARAH DALAM GARIS KETURUNAN LURUS SATU
DERAJAT, DAN BADAN KEAGAMAAN ATAU BADAN SOSIAL
ATAU PENGUSAHA KECIL TERMASUK KOPERASI YANG
DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN SEPANJANG TIDAK
ADA HUBUNGAN DENGAN USAHA, PEKERJAAN, KEPEMILIKAN,
ATAU PENGUASAAN PIHAK-PIHAK YANG BERSANGKUTAN.

• SEHUBUNGAN DENGAN WARISAN


PER -35/PJ./2008
Kewajiban NPWP - Pengalihan Hak Tanah &
Bangunan

Atas pembayaran BPHTB dengan menggunakan SSB yang disebabkan


adanya pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan wajib
dicantumkan NPWP yang dimilki Wajib Pajak yang bersangkutan.
Kecuali SSB yang digunakan untuk pembayaran BPHTB oleh Wajib
Pajak Orang Pribadi dengan NJOP dan NPOP yang dialihkan kurang dari
Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).

Atas pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) dengan menggunakan


SSP atas penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah dan/atau
bangunan, wajib dicantumkan NPWP yang dimiliki Wajib Pajak yang
bersangkutan.

Kecuali SSP yang digunakan untuk pembayaran PPh atas penghasilan


dari pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan oleh Wajib
Pajak Orang Pribadi dengan jumlah pajak yang harus dibayar kurang
dari Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
PP
PP 16 Th. 16 Jo
2009 Th.
. PP2009
100 Th 2013
PPh Bunga Obligasi
PPh Bunga Obligasi

Definisi :
• Obligasi adalah surat utang dan surat utang
negara, yang berjangka waktu lebih dari 12
(dua belas) bulan

• Bunga Obligasi adalah imbalan yang diterima


dan/atau diperoleh pemegang Obligasi dalam
bentuk bunga dan/atau diskonto.

Dikenakan PPh Bersifat FINAL


PP2009
PP 16 Th. 16 Th. 2009
Jo. PP 100 Th 2013
PPhPPh
Bunga Obligasi
Bunga Obligasi

Obligasi Dengan Kupon


“Interest Bearing Debt Securities”

Tarif Bunga :
•15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk
usaha tetap
•20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan
persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri
selain bentuk usaha tetap.
dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan Obligasi
(Holding Period)

Tarif Diskonto :
•15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk
usaha tetap
•20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif berdasarkan
persetujuan penghindaran pajak berganda bagi Wajib Pajak luar negeri
selain bentuk usaha tetap.
dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
Obligasi, tidak termasuk bunga berjalan
PP2009
PP 16 Th. 16 Th. 2009
Jo. PP 100 Th 2013
PPh Bunga Obligasi
PPh Bunga Obligasi
Obligasi Tanpa Bunga
“Non Interest Bearing Debt Securities”

Tarif Diskonto :
•15% (lima belas persen) bagi Wajib Pajak dalam
negeri dan bentuk usaha tetap

•20% (dua puluh persen) atau sesuai dengan tarif


berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda
bagi Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap.

dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas


harga perolehan Obligasi,
PP2009
PP 16 Th. 16 Th. 2009
Jo. PP 100 Th 2013
PPh Bunga Obligasi
PPh Bunga Obligasi

Bunga / Diskonto Obligasi Yang Diterima Perusahaan Reksadana


yang terdaftar pada Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan

•0% (nol persen) untuk tahun 2009 sampai


dengan tahun 2010;

•5% (lima persen) untuk tahun 2011 sampai


dengan tahun 2013; dan

•15% (lima belas persen) untuk tahun 2014 dan


seterusnya
PP2009
PP 16 Th. 16 Th. 2009
Jo. PP 100 Th 2013
PPh Bunga Obligasi
PPh Bunga Obligasi

Pemotong PPh

• Penerbit Obligasi atau kustodian selaku agen


pembayaran yang ditunjuk

• Perusahaan efek, dealer, atau bank, selaku pedagang


perantara dan/atau pembeli
PP 16 Th. 2009 Jo. PP 100 Th 2013
PPh Bunga Obligasi

TIDAK DILAKUKAN PEMOTONGAN

ATAS BUNGA & DISKONTO OBLIGASI


YANG DITERIMA OLEH :

1. Wajib Pajak BANK yg didirikan di Indo DAN


CABANG BANK LN di Indonesia
2. Wajib Pajak DANA PENSIUN yang telah
disyahkan o/ MENKEU, dgn syarat sesuai Ps.
4(3) UU PPh
PP 15 Th. 2009
PPh Atas Bunga Simpanan Koperasi
Kepada Anggota Koperasi Orang Pribadi

Tarif :
- 0% untuk bunga simpanan s.d. Rp.240.000 per bulan
- 10% untuk bunga simpanan > Rp.240.000 per bulan

Koperasi yang melakukan pembayaran bunga


simpanan kepada anggota koperasi orang pribadi,
wajib memotong Pajak Penghasilan yang bersifat final
pada saat pembayaran
PP 51 Th 2008 Jo. PP 40 2009
JASA KONTRUKSI

Lihat Aturannya ajah Yuuks,,,,,!!!!


PP 17 Th. 2009
PPh Atas Penghasilan dari Transaksi Derivatif Berupa
Kontrak Berjangka Yg Diperdagangkan Di Bursa

Definisi :
• Transaksi DERIVATIF adalah transaksi yang didasari pada
kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya
merupakan turunan dari nilai instrumen yang mendasari
seperti suku bunga, nilai tukar, komoditi, ekuiti, dan
indeks, baik yang diikuti dengan pergerakan maupun tanpa
pergerakan dana atau instrumen

• Kontrak Berjangka adalah suatu perjanjian termasuk


kontrak standar untuk membeli atau menjual sejumlah
efek atau komoditi yang jumlah, mutu, jenis, tempat, dan
waktu penyerahan di kemudian hari telah ditetapkan

• Bursa adalah bursa efek dan bursa berjangka di Indonesia


yang menyelenggarakan transaksi kontrak berjangka
PP 17 Th. 2009
PPh Atas Penghasilan dari Transaksi Derivatif Berupa
Kontrak Berjangka Yg Diperdagangkan Di Bursa

Tarif : 2,5% dari margin awal


Bersifat Final dipungut oleh Lembaga Kliring & Penjamin

• Margin awal adalah sejumlah uang atau surat berharga


yang harus ditempatkan oleh pialang berjangka atau
anggota bursa pada lembaga kliring dan penjamin untuk
menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka

• Lembaga kliring dan penjamin adalah badan usaha yang


menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau
sarana untuk pelaksanaan kliring dan penjaminan transaksi
di bursa, termasuk lembaga kliring dan penjamin berjangka
PP 4 Th. 1995

PENGH. DARI TRANSAKSI PENJUALAN


SAHAM ATAU PENGALIHAN PENYERTAAN MODAL
PERUSAAHAAN MODAL VENTURA PADA PERUSAHAAN PASANGAN USAHANYA

TARIF PPh FINAL = 0,1% X NILAI TRANSAKSI PENJUALAN/PENGALIHAN

KRITERIA PERUSAHAAN PASANGAN USAHA :


1.PERUSAHAAN KECIL, MENENGAH ATAU YG MELAKUKAN USAHA DI SEKTOR
YANG DITETAPKAN MENKEU (KMK 250/KMK.04/1995)
2.SAHAMNYA TIDAK DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK

JIKA PASANGAN USAHA TIDAK MEMENUHI KRITERIA DIATAS, MAKA


DIKENAKAN TARIF UMUM

JIKA TRANSAKSI DILAKUKAN DI BURSA EFEK, MAKA MENGIKUTI


KETENTUAN PP 14 TAHUN 1997
PMK 79/PMK.03/2008
REVALUASI AKTIVA TETAP

TARIF PPh FINAL = 10% X SELISIH LEBIH PENILAIAN KEMBALI

SUBYEK REVALUASI :

WP BADAN DN TERMASUK BUT, YG PEMBUKUANNYA TIDAK DALAM


BAHASA INGGRIS DAN MATA UANG DOLLAR

OBYEK REVALUASI :

1.SELURUH AKTIVA TETAP BERWUJUD TERMASUK TANAH HAK MILIK / HGB


2.SELURUH AKTIVA TETAP BERWAJUD TIDAK TERMASUK TANAH

JIKA AKTIVA TETAP YG TELAH DIREVALUASI DIALIHKAN SEBELUM


BATAS WAKTU YANG DITENTUKAN,

DIKENAKAN TAMBAHAN PPH :

TARIF TERTINGGI WP BADAN PADA SAAT REVALUASI DIKURANGI 10%


PP 27 TAHUN 2008
PENGHASILAN DISKONTO
SURAT PERBENDAHAAN NEGARA
TARIF PPh FINAL =
- WP DALAM NEGERI = 20% X DISKONTO
- WP LUAR NEGERI = 20% ATAU TARI P3B X DISKONTO

DIKECUALIKAN DARI PEMOTONGAN :

1. BANK YANG DIDIRIKAN DI INDONESIA ATAU CABANG BANK LN DI INDONESIA


2. DANA PENSIUN YANG DISAHKAN MENKEU
3. REKSADANA SELAMA 5 TAHUN PERTAMA SEJAK PENDIRIAN / IJIN USAHA

PEMOTONGAN DILAKUKAN OLEH :

1.Penerbit SPN / kustodian yang ditunjuk selaku agen pembayar, atas


Diskonto yang diterima pemegang SPN saat jatuh tempo;
2.Perusahaan efek (broker) atau bank selaku pedagang perantara (dealer),
atas Diskonto yang diterima atau diperoleh penjual SPN pada saat transaksi di
Pasar Sekunder;
3.Perusahaan efek (broker), bank, dana pensiun, dan reksadana selaku
pembeli SPN tanpa melalui pedagang perantara, atas Diskonto yang diterima
atau diperoleh penjual SPN pada saat transaksi di Pasar Sekunder