Anda di halaman 1dari 24

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2

SUKIRANTO, SE M.Ak.
Hp. 082299803804
Email : padmowijoyo@gmail.com

STIE PPI
Kepemilikan tidak langsung Vs Saling
Memiliki Saham
Sebelumnya telah membahas situasi kepemilikan saham di mana
investor atau perusahaan induk seceara langsung memiliki
beberapa atau semua saham berhak suara (voting stock)
investee.

Metode akuntansi ekuitas sangat cocok untuk situasi tersebut


dan dalam kasus dimana investor memiliki secara tidak langsung
20% atau lebih saham berhak suara investee.

Konsolidasi harus dilakukan jika suatu perusahaan, baik secara


langsung maupun tidak langsung, memiliki mayoritas
saham berhak suara yang beredar perusahaan lain
Akuntansi perusahaan induk dan prosedur konsolidasi
untuk situasi "Kepemilikan Tidak Langsung”

Struktur afiliasi “Mutual Holding”.


Pembahasan mengenai hubungan mutual holding akan ditempatkan setelah
pembahasan tentang kepemilikan tidak langsung    jenis di mana perusahaan
afiliasi secara tidak langsung memiliki perusahaannya sendiri.

Prosedur konsolidasi untuk kepemilikan tidak langsung dan mutual holding


lebih kompleks dibandingkan kepemilikan langsung, tujuan utama
konsolidasi tetap sama.
Sebagian besar masalah yang dihadapi berkaitan dengan pengukuran laba
yang direalisasi oleh entitas yang terpisah perusahaan dan
pengalokasiannya di antara kepemilikan minoritas dan mayoritas.
Kepemilikan atas perusahaan anak selain dimaksudkan untuk mengendalikan perusahaan
yang sahamnya dimiliki, dalam kasus tertentu dapat juga dilakukan untuk mengendalikan
perusahaan lain yang sahamnya tidak dimiliki secara langsung. Hal ini terjadi apabila
perusahaan mengendalikan perusahaan yang memiliki saham mayoritas perusahaan lain.

Misalnya PT A memiliki 90% saham PT B dan PT B menguasai 80% saham PT C.


Kepemilikan PT B atas saham PT C sebesar 80% sebesar 80% menyebabkan PT A juga
memiliki pengaruh atas PT C secara tidak langsung karena PT B yang merupakan induk
dari PT C, adalah anak perusahaan PT A.
Hak PT A atas PT C adalah 90% x 80% = 72%, dengan demikian PT A tetap mengendalikan
PT C.
PT B disebut perusahaan anak, dan PT C disebut perusahaan cucu dari PT A.

Hubungan induk-anak terjadi dari penyertaan langsung yakni dengan kepemilikan saham
perusahaan anak. Sedangkan penyertaan tidak langsung adalah pengendalian atas
perusahaan lain dengan cara melakukan penyertaan langsung atas saham perusahaan
yang menguasai perusahaan lain tersebut. Dalam kasus di atas, PT A melakukan
penyertaan tidak langsung dalam PT C. Penyertaan tidak langsung atas suatu perusahaan
dengan demikian hanya dapat terjadi dengan adanya penyertaan langsung pada
perusahaan lainnya. PT A, PT B dan PT C dalam kasus di atas berada dalam satu
pengendalian, dengan PT A sebagai pengendalian tertinggi. Laporan konsolidasi wajib
disusun oleh pengendali tertinggi
Bentuk hubungan PT A, PT B dan PT C di atas merupakan
bentuk hubungan induk-anak dan cucu.

Dalam banyak kasus dapat pula anak mengakuisisi saham


perusahaan induk(kepeilikan mutual/mutual holding).

Hal ini menimbulkan permasalahan perlakuan investasi


anak dalam saham induk. Perhitungan pendapatan
investasi dan nilai investasi menimbulkan permasalahan
sendiri apabila anak perusahaan memiliki saham preferen.
Dalam prakteknya banyak terjadi hubungan yang lebih
kompleks
KEPEMILIKAN TIDAK LANGSUNG – INDIRECT HOLDING

Pendapatan investasi suatu perusahaan apabila terdapat penyertaan langsung


dan penyertaan tidak langsung menjadi sebagai berikut:

Pendapatan investasi dari penyertaan langsung xxx


Pendapatan investasi atas penyertaan tidak langsung xxx
Total pendapatan investasi xxx
Contoh Kasus:
Mario Corp mengakuisisi 80% saham dari Eka Corp pada tanggal 1 Januari 2013. Eka juga
mengakuisisi saham dari Oka Corp pada 1 Januari 2014 sebesar 70%. Seluruh investasi
diakuisisi pada nilai buku.
Neraca saldo per 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:

Mario Eka Oka


Aktiva lain Rp400.000,00 Rp195.000,00 Rp190.000,00
Investasi pada Eka 200.000 - -
Investasi pada Oka - 105.000 -
Jumlah 600.000 300.000 190.000
Kewajiban 100.000 50.000 40.000
Modal saham 400.000 200.000 100.000
Saldo Laba 100.000 50.000 50.000
Jumlah 600.000 300.000 190.000

Penghasilan terpisah dan dividen tahun 2014

Mario Eka Oka


Penghasilan terpisah Rp100.000,00 Rp50.000,00 Rp40.000,00
Dividen 60.000 30.000 20.000
Dalam mencatat pendapatan investasi dengan metode ekuitas, Eka harus lebih
dahulu menentukan pendapatan investasinya dari Oka sebelum Mario
menentukan pendapatan investasinya dari Eka.

Pencatatan dalam buku Eka – 31 Desember 2014

Cash Rp14.000,00
Investment in Oka 14.000
Mencatat dividen (70% x 20.000)
Investment in Oka 28.000
Income from Oka 28.000
Mencatat pendapatan dari Oka (70% x 40.000)
Pencatatan dalam buku Mario – 31 Desember 2014
Cash 24.000
Investment in Eka 24.000
Mencatat dividen (80% x 30.000)
Investment in Eka 62.400
Income from Eka 62.400
Mencatat pendapatan (80% x 78.000)
Perhitungan Net income untuk Mario tahun 2014 dan consolidated net
income

Separate income Rp100.000


Income from Eka 62.400
Net income / consolidated net income 162.400
Saldo investment in Eka pada 31 Des 2014

Saldo awal Rp200.000


Income from Eka 62.400
Dividen (24.000)
Invesment in Eka (2014) 238.400
Contoh Kasus:
PT. Mario memperoleh 80% saham PT. Eka Corporation pada tanggal 1 Januari 2014, dan PT.
Eka memperoleh 70% saham PT. Oka Corporation pada tanggal 1 Januari 2014. Baik Investasi
PT. Mario dalam PT. Eka maupun Investasi PT. Eka dalam PT. Oka dilakukan pada nilai buku.
Neraca saldo untuk ketiga perusahaan itu per1 Januari 2014, sesaat setelah PT. Eka
memperoleh 70% kepemilikan dalam PT. Oka adalah sebagai berikut (dalam ribuan) :

PT. PT.
Mario PT. Eka Oka
Aktiva lainnya $400 $195 $190
Investasi dalam PT. Eka
(80%) 200 - -
Investasi dalam PT. Oka
(70%) - 105 -
$600 $300 $190
Kewajiban $100 $50 $40
Modal Saham 400 200 100
Laba Ditahan 100 50 50
$600 $300 $190
Laba terpisah (yaitu, laba di luar laba investasi) dan dividen dari ketiga
perusahaan itu untuk tahun 2014 adalah sebagai berikut (dalam ribuan) :

PT. Mario PT. Eka PT. Oka


Laba Terpisah $100 $50 $40
Deviden 60 30 20

Metode Akuntansi Ekuitas untuk Afiliasi Ayah-Anak-Cucu


Dalam akuntansi untuk laba investasi tahun 2014 atas dasar ekuitas, PT. Eka menentukan
laba investasinya dari PT. Oka sebelum PT. Mario menentukan laba investasinya dari PT.
Eka. PT. Eka memperhitungkan investasinya dalam PT. Oka pada tahun 2014 dengan ayat
jurnal berikut :
PEMBUKUAN PT. Eka
Kas (+A) 14.000
                Investasi dalam PT. Oka (-A) 14.000
        Untuk mencatat Deviden yang diterima dari PT. Oka
                ($20.000 × 70%)
Investasi dalam PT. Oka (+A) 28.000
                Laba dari PT. Oka (R, + SE) 28.000
        Untuk mencatat laba dari PT. Oka ($40.000 × 70%)
Laba bersih PT. Eka untuk tahun 2014 adalah $78.000 (laba terpisah $50.000 ditambah laba
dari PT. Oka $28.000) dan saldo akun Investasi dalam PT. Oka per 31 Desember 2014 adalah
$119.000 (saldo awal $105.000 ditambah laba $28.000 dikurangi Dividen $14.000).
            Ayat jurnal yang dibuat PT. Mario untuk memperhitungkan Investasinya dalam PT. Eka
pada tahun 2014 adalah sebagai berikut :

PEMBUKUAN PT. Mario


Kas (+A) 24.000
                   Investasi dalam PT. Eka (-A) 24.000
          Untuk mencatat dividen yang diterima dari PT. Eka
                ($30.000 × 80%)
Investasi dalam PT. Eka (-A) 62.400
                    Laba dari PT. Eka (R, + SE) 62.400
           Untuk mencatat laba dari PT. Eka ($78.000 × 80%)
Laba bersih PT. Mario untuk tahun 2014 adalah $162.400 (laba terpisah $100.000 ditambah
laba dari PT. Eka $62.400) dan saldo akun Investasinya dalam PT. Eka per 31 Desember 2014
adalah $238.400 (saldo awal $200.000 ditambah laba $62.400 dikurangi dividen $24.000). Laba
bersih konsolidasi PT. Mario dan Perusahaan Anak untuk tahun 2014 adalah  $162.400, yang
sama dengan laba bersih PT. Mario atas dasar ekuitas.
Pendekatan perhitungan laba bersih konsolidasi
Laba PT. Mario dan laba bersih konsolidasi dapat ditentukan secara independen
dengan metode alternatif. Perhitungan yang sesuai dengan definisi laba bersih
konsolidasi adalah :

Laba terpisah PT. Mario $100.000


Ditambah : Bagian PT. Mario atas laba terpisah PT. Eka
            ($50.000 × 80%) 40.000
Ditambah : Bagian PT. Mario atas laba terpisah PT. Oka
            ($40.000 × 80% × 70%) 22.400
Laba bersih PT. Mario dan laba bersih konsolidasi $162.400
Kita akan menghitung laba bersih perusahaan induk dan laba bersih konsolidasi
menurut laporan laba rugi konsolidasi dengan mengurangkan pendapatan hak
minioritas dari laba terpisah gabungan :

Laba terpisah gabungan


          PT. Mario $100.000
          PT. Eka 50.000

          PT. Oka 40.000 $190.000


Dkurangi : Beban hak minoritas
          Hak minoritas langsung dalam laba PT. Oka
                      ($40.000 × 30%) $12.000

          Hak minoritas tidak langsung dalam laba  PT. Oka


                      ($40.000 × 70% × 20%) 5.600
          Hak minoritas langsung dalam laba 
                       PT. Eka ($50.000 × 20%) 10.000 27.600

Laba bersih PT. Mario dan Laba bersih konsolidasi $162.400


Pendekatan perhitungan lainnya masih menggunakan skedul seperti berikut ini :

PT. Mario PT. Eka PT. Oka

Laba Terpisah $100.000 $50.000 $40.000


Alokasi Laba PT. Oka ke PT.
Eka
                    ($40.000 × 70%) - + 28.000 -28.000
Alokasi laba PT. Eka ke PT.
Mario
                    ($78.000 × 80%) + 62.400 -62.400 -
Laba bersih konsolidasi $162.400
Beban hak Minoritas $15.600 $12.000
Skedul tersebut sering kali berguna dalam mengalokasikan struktur afiliasi yang kompleks.
Hal ini berlaku apabila ada laba antar perusahaan dan jika metode ekuitas tidak digunakan
atau diterapkan secara salah. Skedul tersebut menunjukan laba bersih perusahaan induk dan
konsolidasi, serta beban hak minoritas. Skedul itu juga menunjukan laba investasio PT. Eka
dari PT. Oka ($28.000) dan laba investasi PT. Mario dari PT. Eka ($62.400).
Kertas Kerja Konsolidasi – Metode Ekuitas

Pada ilustrasi kertas kerja konsolidasi PT. Mario dan anak perusahaan untuk tahun 2014. Ayat
jurnal kertas kerja konsolidasi a dan b mengeliminasi saldo laba investasi, dividen, dan investasi
serta ekuitas untuk investasi PT. Eka dalam PT. Oka. Sedangkan ayat jurnal c dan d
mengeliminasi saldo laba investasi, dividen, dan investasi serta ekuitas untuk investasi PT.
Mario dalam PT. Eka. Ayat jurnal c mencatat hak minoritas dalam laba dan dividen PT. Oka dan
PT. Eka.
Jurnal:
e.         Beban hak minoritas-PT. Eka                             $15.600
            Beban hak minoritas-PT. Oka                                 12.000
                        Dividen                                                                        $12.000
                        Hak minoritas-PT. Eka                                                      9.600
                        Hak minoritas-PT. Oka                                                      6.000
            (untuk memasukkan bagian hak minoritas atas laba dan dividen perusahaan anak) 
KERTAS KERJA KONSOLIDASI PT Mario DAN ANAK UNTUK TAHUN BERAKHIR 31
DESEMBER 2014 (Dalam jutaan rupiah)

Keterangan PT. Mario 80% PT. Eka 70% PT. Oka J Penyesuaian & Eliminasi Laporan
Konsolidasi
Laporan L/R :
Penjualan $200 $140 $100 c. 62,4
62,4 28 (60) a. 28 a.14 440
Laba dari PT. Eka
(100) (90) $40 e. 15,6 c.24 (250)
Laba dari PT. Oka
$162,4 $78 $50 e. 12 e.12 (15,6)
Beban termasuk HPP
$100 $50 (20) d. 50 c. 38,4 (12)
Beban  minoritas-PT. Eka
(60) (30) 40 b. 50 d. 200
Beban minoritas-PT. Oka $162,4
162,4 78 $70 d.  200 a.       14
Laba bersih 100
202,4 98 200 b.  100 b.       105
Laba Ditahan: (60)
461,6 231 $200 b.45
laba ditahan awal-PT. Mario 162,4
238,4 119 30 d.50
laba ditahan awal-PT. Eka 202,4
$700 $350 100 e.9,6
laba ditahan awal-PT. Oka 892,6
$97,6 52 70 e. 6
(-) dividen 892,6
Laba bersih 400 200 $200 179,6
Saldo laba ditahan akhir 202,4 98 400
Neraca: $700 $350 202,4
Aktiva  lainnya 110,6
Investasi  dalam PT. Eka
Investasi dalam PT. Oka
Total aktiva
Kewajiban
Modal saham-PT. Mario
Modal saham-PT. Eka
Modal saham-PT. Oka
Laba ditahan
Hak monoritas pada PT. Oka 1/1
Hak minoritas pada PT. Eka 1/1
Total hak minoritas 31/12

892,6
Hak minoritas awal PT. Oka sebesar $45.000 diperoleh dengan cara mengalikan 30%
hak minoritas langsung dengan ekuitas PT. Oka awal tahun 2014 sebesar $150.000.
beban hak minoritas PT. Oka adalah 30% dari laba yang dilapporkan PT. Oka sebesar
$40.000. demikian juga, pendapatan hak minoritas PT. Oka adalah 30% dari laba
yang dicatat PT. Oka sebesar $40.000. demikian pula, saldo awal hak minoritas awal
PT. Eka  sebesar $50.000 adalah 20% dari ekuitas adalah 20% dari laba bersih PT.
Eka. Laba bersih konsolidasi dan laba ditahan konsolidasi masing-masing sebesar
$162.400 dan $202.400 adalah sama dengan laba bersih dan laba ditahan PT. Mario.
Dengan Pengertian sebagai berikut bahwa Hak kontrol yang diperoleh dengan pemilikan tidak
secara langsung dan mutual holding secara berturut-turut sebagai berikut:
a.       Hak control yang diperoleh dengan pemilikan tidak secara langsung :
1)      Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sesudah adanya hak kontrol
oleh perusahaan induk pada perusahaan sub induk.
2)      Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya kontrol oleh perusahaan
induk pada perusahaan sub induk.
3)      Hak kontrol yang diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-
perusahaan (anak).
b.      Mutual atau reciprocal holdings dengan pemilikan saham perusahaan anak terjadi setelah
perusahaan berjalan.
1)      Pemilikan tidak langsung :
Ø  Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi sesudah adanya hak kontrol perusahaan induk
atas perusahaan sub induk.
Ø  Pemilikan saham-saham perusahaan anak, terjadi sebelum adanya hak control oleh perusahaan
induk terhadap perusahaan sub induk.
Ø  Hak control diperoleh dengan adanya hubungan afiliasi di antara perusahaan-perusahaan anak
2)      Saling memiliki saham
Ø  Pemilikan saham pada perusahaan anak, terjadi pada saat perusahaan (anak) didirikan.
Ø  Pemilikan saham-saham perusahaan anak terjadi setelah perusahaan anak
SALING MEMILIKI SAHAM – MUTUAL HOLDING

Mutual holding terjadi jika pemegang saham minoritas anak


perusahaan memiliki saham perusahaan induk. Misalnya PT A
menguasai 80% saham PT B, dengan demikian 20% saham PT B
yang tidak dikuasai PT A dapat saja memiliki saham PT B, yang
menimbulkan mutual holding.
Ada beberapa persoalan yang akan timbul apabila terjadi mutual
holding, diantaranya adalah:
•Laporan konsolidasi menyajikan laporan gabungan induk dan
anak serta mengeliminasi akun antar perusahaan.
•Hak minoritas dalam laporan konsolidasi merupakan bagian
kekayaan pemegang saham yang tidak dikuasai induk atau kekayaan
hak minoritas.
•Bila terjadi mutual holding di mana anak memiliki saham induk,
maka jumlah kepemilikan harus dieliminasi.
•Perusahaan anak memiliki catatan investasi dalam saham induk.
Prinsip penyusunan laporan konsolidasi mengatakan bahwa akun
antarperusahaan harus dieliminasi, sehingga nilai investasi
perusahaan anak juga harus dieliminasi dengan modal saham induk.
Eliminasi modal saham induk mengakibatkan pengurangan modal
saham induk dalam laporan konsolidasi.

Pada dasarnya, modal saham induk tidak berkurang, akan tetapi


untuk tujuan penyusunan laporan konsolidasi tersebut modal saham
induk harus dieliminasi berdasarkan nilai investasi anak atas moda
lsaham tersebut.
Perlakuan akuntansi pengurangan modal saham induk tersebut dapat
dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendekatan saham dibeli
kembali/perbendaharaan (treasury stock approach) dan pendekatan
konvensional (conventional approach). 

Dalam pendekatan saham dibeli kembali, saham induk perusahaan


yang dibeli anak perusahaan dianggap sebagai saham yang dibeli
kembali oleh entitas konsolidasi. Dalam pendekatan konvensional,
saham induk perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan
diangggap sebagai saham yang “ditarik kembali” (contructively
retired) , modal saham serta saldo laba yang didapat oleh anak
perusahaan tidak muncul dalam laporan keuangan konsolidasi.
24