Anda di halaman 1dari 17

GANGGUAN

KECEMASAN

S E L LY
AFRIANI
1865050017
KECEMASAN

Normal Patologis
Kecemasan Normal : menyertai setiap perubahan dalam hidup, mengalami hal baru
dalam hidup contohnya pada bayi yang disapih dari ibunya, pertama kali masuk sekolah,
pertama kali mengungkapkan perasaan kepada lawan jenis diusia remaja, memasuki usia
lanjut, memasuki masa pensiun, saat mengalami penyakit serius.

Kecemasan Patologis : adalah respon yang tidak sesuai terhadap suatu rangsangan atau
stressor yang nampak pada intensitas maupun durasinya.
GANGGUAN CEMAS MENYELURUH

Perasaan khawatir cemas yang berat & menyeluruh & menetap


(bertahan lama) & disertai dengan gejala somatik (motorik &
otonomik) yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan / fungsi
pekerjaan atau perasaan nyeri hebat, perasaan yang tidak enak.
EPIDEMIOLOGI CEMAS MENYELURUH

• Prevalensi : 3% - 8% dari populasi umum


• 50% penderita disertai gangguan mental lain
• Onset antara usia 20-30 tahun
• Perbandingan laki-laki : perempuan = 2 : 1
• Kebanyakan pasien gangguan cemas menyeluruh, berobat pd dokter umum, internist,
cardiologist, pulmonolog, gastro-entrologist oleh karena gejala somatiknya
• Komorbiditas gangguan anxietas menyeluruh 90% memiliki setidaknya satu kali seumur hidup
mengalami gangguan ini
PEDOMAN DIAGNOSTIK MENURUT PPDGJ III

F41.1 Gangguan Cemas Menyeluruh

Penderita harus menunjukkan kecemasan sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari untuk
beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya menonjolpada keadaan situasi khusus
tertentu saja (sifatnya “free floating” atau “mengambang”.
Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut :
a) Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb)
b)  Ketegangan motoric (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); dan
c)  Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, janOveraktivitas otonomik (kepala terasa
ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak nafas, keluhan kembung, pusing kepala, mulut kering, tung
berdebar-debar, sesak nafas, keluhan kembung, pusing kepala, mulut kering, dsb).
• Pada anak-anak sering terlihat adanya kebutuhan berlebihan untuk ditenangkan (reassurance) serta
keluhan-keluhan somatik berulang yang menonjol.

• Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak
membatalkan diagnosis utama. Gangguan anxietas menyeluruh, selama hal tersebut tidak memenuhi
kriteria lengkap dari episode depresi (F32), gankap dari episode depresi (F32), gangguan anxietas fobik
(F40), gangguan panic (F41.0), gangguan obsesif kompulsif (F42.)
PENYEBAB GANGGUAN
A N S I E TA S / C E M A S
› Teori psikoanalitis › Teori biologis

Teori psikoanalitis 
Sistem saraf otonom

Teori Perilaku 
Neurotranmiter

Teori eksistensialisme 
Abnormalitas otak/neuroanatomis

genetika

7/27/15 8
GEJALA-GEJALA ANSIETAS
GATAL ANGGOTA GERAK

GANGGUAN LAMBUNG
SERING BAK, URGENSI

TREMOR
TAKIKARDIA

DIARE ANSIETAS SINKOP

PUSING, MELAYANG HIPERTENSI

MIDRIASIS PUPIL
HIPERHIDROSIS

PALPITASI
HIPERREFLEXIA
GELISAH
G E J A L A U TA M A A N S I E TA S / C E M A S :

› Gejala motorik dan viseral

› Gangguan berpikir, persepsi dan kognitif

7/27/15 10
GEJALA MOTORIK DAN VISERAL
 Pusing, rasa melayang, sakit 
Takikardia
kepala 
Rasa gatal di tubuh yang
 Hiperhidrosis berlebihan
 Hiperrefleksi 
Tremor
 Hipertensi

Gangguan lambung: mual,
 Palpitasi
muntah , regurgitasi
 Midriasis pupil

Gangguan urinary
 Sinkop

Disfungsi ereksi

11
GEJALA - GEJALA GANGGUAN
A N S I E TA S / C E M A S
 Cemas/ khawatir berlebihan
 Gelisah
 Tidak bisa konsentrasi
 Tegang, gemetaran
 Tidak bisa tidur
 Takut mati mendadak
 Berdebar – debar
 Keringat dingin
 Sakit kepala
 Kesemutan
 dll

7/27/15 12
JENIS GANGGUAN
A N S I E TA S / C E M A S
1. GANGGUAN PANIK

2. GANGGUAN FOBIA

3. GANGGUAN OBSESIF-KOMPULSIF

4. GANGGUAN STES PASCA TRAUMA

5. GANGGUAN STRES AKUT

6. GANGGUAN KECEMASAN UMUM

7. GANGGUAN KECEMASANA AKIBAT KONDISI MEDIK UMUM

8. GANGGUAN KECEMASAN AKIBAT ZAT

7/27/15 13
P E N ATA L A K S A N A A N G A N G G U A N
A N S I E TA S / C E M A S

Farmakoterapi

Terapi kognitif dan perilaku

Terapi keluarga

Psikoterapi

7/27/15 14
Tabel Obat Anti Ansietas
Nama Generik Nama Dagang Rentang Dosis Dewasa
(mg/hari)
Trisiklik & Tetrasiklik Imipramin Tofranil 150 – 300
Amitriptilin Trilin 150 – 300
Amoxapin Asendin 150 – 400
Maproptilin Ludiomil 150 – 225
Klomipramin Anafranil 150 – 250
Serotonin Selective Reuptake Inhibitor Fluoxetine Prozac 10 – 60
(SSRI)
Fluvoxamine Luvox 50 – 300
Paroxetine Seroxat 20 – 50
Sertraline Zoloft 50 – 200
Citalopram Cipram 20-60
Mono-Amine Oxidase Inhibitor (MAOI) Moclobemide Aurorix 10 – 30
Trazodone Trazodone Trazone 50 – 600
Obat anti ansietas Lithium Priadel 300 – 900
Alprazolam Xanax 0,5 – 6
Diasepam Valium 2 - 60
Lorasepam Ativan 2–6
Triazolam Halcion 0,125 – 0,25

7/27/15 15
P R I N S I P U TA M A P E M B E R I A N
FA R M A K O T E R A P I

Jika efektif, pengobatan dilanjutkan antara 8 - 12 minggu.

Penggunaan benzodiazepine segera dilakukan pengurangan
bertahap (tapering off).

Waspada ketergantungan dan penyalahgunaan.

Waspada terhadap anak-anak, dan lansia.

Apabila gagal : sebaiknya langsung dirujuk.
TERIMA KASIH