0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan13 halaman

Menghitung Jarak Lampu dan Simbol Peta

Dokumen tersebut membahas tentang: 1. Menghitung jarak tampak dan tak tampak lampu pelabuhan menggunakan faktor-faktor seperti kekuatan penerangan, tinggi penerangan, dan kondisi cuaca. 2. Karakteristik suar pelabuhan seperti warna, sektor, dan sifat penerangannya. 3. Simbol dan penjelasan tentang kedalaman perairan, dasar laut, dan penggunaan alat pengukur kedalaman.

Diunggah oleh

ananda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
301 tayangan13 halaman

Menghitung Jarak Lampu dan Simbol Peta

Dokumen tersebut membahas tentang: 1. Menghitung jarak tampak dan tak tampak lampu pelabuhan menggunakan faktor-faktor seperti kekuatan penerangan, tinggi penerangan, dan kondisi cuaca. 2. Karakteristik suar pelabuhan seperti warna, sektor, dan sifat penerangannya. 3. Simbol dan penjelasan tentang kedalaman perairan, dasar laut, dan penggunaan alat pengukur kedalaman.

Diunggah oleh

ananda
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ILMU

PELAYARAN
DATAR III

ardani
usumaw
Gita K
PERTEMUAN 2 &
3
☼ Menghitung jarak tampak lampu dan jarak tak
tampak

☼ Mengidentifikasi simbol untuk kedalaman pada


peta dan sifat dari dasar perairan dan menjelaskan
bagaimana penggunaan sounding

Jens Martensson 2
MENGHITUNG JARAK TAMPAK DAN TAK TAMPAK LAMPU

SEKTOR GELAP
147

2 5 ,8 ⁰

270⁰
90⁰

SEKTOR TERANG

Jens Martensson 3
MENGHITUNG JARAK TAMPAK DAN TAK TAMPAK LAMPU

• Factor yang mempengaruhi jarak tampak suar :


1. Kekuatan penerangan suar
2. Tinggi penerangan diatas permukaan laut, tinggi pengamat
diatas permukaan laut , keadaan cuaca , ketajaman mata si
pengamat

• Cara mengetahui suar kuat dan suar lemah :


Dengan membandingkan jarak dipeta dengan jarak yang dihitung
kembali dengan pedoman tinggi mata si Pengamat 5 meter
Hal ini bisa dikerjakan dengan memakai lembaran pada daftar suar
Indonesia, bila jarak kedua ini berbeda dengan lebih ½ mil maka
suar tersebut lemah

Jens Martensson 4
KARAKTERISTIK SUAR

a. WARNA
Warna yang biasa dipakai adalah PUTIH, MERAH dan
HIJAU
b. SEKTOR
Sektor suar adalah sektor lingkaran dari mana kapal – kapal
dapat melihat suar tersebut.
CONTOH :
1) W 040⁰ - 100 ⁰, berarti suar dengan cerlang berwarna
Putih dengan sektor 060 ⁰
2) R 100 ⁰ - 155 ⁰, berarti suar dengan cerlang dengan warna
Merah dengan sektor 055 ⁰
3) G 155 ⁰ - 260 ⁰, berarti suar dengan cerlang berwarna
Hijau dengan sektor 105 ⁰

Jens Martensson 5
SIFAT PENERANGAN SUAR

1. TETAP (Fix = F), suar yang memancarkan cahaya tidak


terputus (terus menerus memancar)
2. CERLANG (Flashing = Fl), suar yang memancarkan sinarnya
secara berkedip dengan selang waktu tetap, dimana nyalanya
lebih pendek dari waktu padamnya
3. Okluting (Occulting = Occ), suar yang memancarkan sinarnya
secara berkedip dengan selang waktu tetap, dimana waktu
nyalanya lebih lama dari waktu padamnya
4. Iso-phase (Iso), suar yang memancarkan sinarnya secara
berkedip sengan selang waktu tetap dengan waktu nyala sama
dengan waktu padamnya
5. Huruf kode morse (Morse Code = Mau), suar yang nyalanya
mengandung arti kode morse satu huruf dari huruf A sampai Z
6. Kelompok cerlang (Group Flashing = Gp.Fl), suar yang
nyalanya merupakan kelompok cerlang
7. Cerlang cepat (Quick Flashing = Qk.Fl), suar yang nyalanya
merupakan cerlang dengan selang waktu cepat atau sangat
cepat Jens Martensson 6
Mengidentifikasi simbol untuk kedalaman pada peta dan sifat dari
dasar perairan dan menjelaskan bagaimana penggunaan sounding

Jens Martensson 7
Mengidentifikasi simbol untuk kedalaman pada peta dan sifat dari
dasar perairan dan menjelaskan bagaimana penggunaan sounding

Jens Martensson 8
21. Kerangka kapal, tergenang dan timbul di Peta skala besar. Dia
terlihat secara visual.
22. Kerangka kapal kondisi terendam di perairan dengan
kedalaman kerangka kapal diketahui dari hasil survei
bathimetri. Nilai kedalaman dicantumkan dalam penggambaran
simbol kerangka.
23. Kerangka kapal kondisi terendam di perairan dengan
kedalaman tidak diketahui, karena belum dilakukan survei.
Cukup dikasih keterangan bahwa di area tersebut terdapat
kerangka.
24. Kerangka Kapal yang sebagian badan atau bangunan atas
tampak secara visual di atas muka surutan.
25. Kerangka kapal yang hanya terlihat tiangnya di atas muka
surutan.
26. Area kerangka kapal dimana data kedalaman diketahui dari
hasil pemeruman survei bathimetri.

Jens Martensson 9
27. Kerangka kapal dimana data kedalaman diketahui dari
pemaritan dengan tali (sounding colok) atau penyelaman.
28. Kerangka kapal berbahaya bagi pelayaran dengan nilai
kedalaman tidak diketahui, karena belum adanya survei
bathimetri atau adanya faktor lain yg tidak memungkinkan
diambil datanya.
29. Kerangka kapal tidak diketahui kedalamannya, tapi tidak
berbahaya bagi pelayaran. Bisa jadi kerangka kapal pada
kedalaman laut yang aman bagi lalu lintas kapal, misal
kerangka pada kedalaman diatas 100 meter LWS.
30. Kerangka kapal pada kedalaman tidak diketahui, tetapi
memiliki data kedalaman clearance terhadap LWS atau chart
datum. Dimana dari data clearance tersebut akan diketahui draft
kapal yang aman, melewati diatas kerangka kapal tersebut.

Jens Martensson 10
Jens Martensson 11
Jens Martensson 12
Thank You

Anda mungkin juga menyukai