0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan27 halaman

Ahli Madya K3

Uji kompetensi ini berisi presentasi yang disampaikan oleh Yenni Afriani mengenai pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan K3 di proyek konstruksi sebagai Ahli Madya K3 Konstruksi. Presentasi mencakup prosedur identifikasi bahaya dan penilaian risiko, rencana tindakan untuk pengendalian risiko, serta pemenuhan peraturan K3 termasuk pelatihan K3.

Diunggah oleh

Ahmad Fauzi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan27 halaman

Ahli Madya K3

Uji kompetensi ini berisi presentasi yang disampaikan oleh Yenni Afriani mengenai pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan K3 di proyek konstruksi sebagai Ahli Madya K3 Konstruksi. Presentasi mencakup prosedur identifikasi bahaya dan penilaian risiko, rencana tindakan untuk pengendalian risiko, serta pemenuhan peraturan K3 termasuk pelatihan K3.

Diunggah oleh

Ahmad Fauzi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

UJI KOMPETENSI

FR.IA.04. PENJELASAN SINGKAT PROYEK TERKAIT /


KEGIATAN TERSTRUKTUR LAINNYA

Skema Sertifikasi : Ahli Madya K3 Konstruksi


Jenjang : 8 (Delapan)
Nama Asesi : Yenni Afriani, ST
FOTO ASESI NIK Asesi : 3528024801830003
Tgl. Asesmen : 23 Juni 2023
TUK : Alima Mixa Astekindo Sampang
Nama Asesor : Unsur Sari, ST
Nurul Jannah Asid, ST
PETUNJUK / INSTRUKSI
• Buatlah presentasi berdasarkan pengalaman anda dalam
melaksanakan kegiatan di Proyek Konstruksi sebagai Ahli Madya K3
Konstruksi
• Materi yang disampaikan singkat dan padat
• Lampirkan foto/dokumen/gambar dalam slide presentasi ini sebagai
pendukung dalam presentasi anda
• Waktu untuk presentasi di hadapan Asesor ± 15 Menit
• Asesor akan menggali Kompetensi Asesi melalui pertanyaan untuk
Mendukung Tugas Praktik Demonstrasi
PERENCANAAN KESELAMATAN
KONSTRUKSI
PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN
PENGENDALIANNYA

• Mengakomodasi kegiatan rutin.


• Mengakomodasi kegiatan non rutin.
• Kegiatan semua orang yang memiliki akses di tempat kerja.
• Perilaku manusia, kemampuan dan faktor manusia lainnya.
• Mengidentifikasi bahaya yang berasal dari luar tempat kerja yang
dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan personil di tempat
kerja.
• Bahaya yang ada di sekitar tempat kerja dikaitkan dengan kegiatan
kerja penyedia jasa.
PROSEDUR IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO DAN
PENGENDALIANNYA (LANJUTAN)

• Sarana dan prasarana, peralatan dan bahan di tempat kerja yg


disediakan oleh penyedia jasa atau pihak lain.
• Modifikasi pada SMK3 termasuk perubahan sementara dan
dampaknya pada operasi, proses dan kegiatannya.
• Beberapa kewajiban perundangan yang digunakan terkait dgn
penilaian risiko dan penerapan pengendaliannya.
• Desain lokasi kerja, proses, instalasi, mesin/peralatan, prosedur
operasi & instruksi kerja termasuk penyesuaian terhadap kemampuan
manusia.
IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RESIKO, PENGENDALIAN DAN PELUANG
Deskripsi Resiko Penilaian Tingkat Risiko Penilaian Sisa Risiko
Uraian Identifikasi Jenis Bahaya (Tipe Persyaratan Pengendalia Kemung Kepara Nilai Tingkat Pengedalian Kemungk Keparah Nilai Tingkat Keteran
NO Pekerjaan Bahaya (Skenario Kecelakaan) Pemenuhan n Awal kinan han Risiko Risiko Lanjutan inan (F) an (A) Risiko Risiko gan
Bahaya) Peraturan (F) (A) (FxA) (TR) (FxA) (TR)

1. Laston Lapis Tertabrak saat a. Mengakibatkan a. Peraturan a. a.Inspeksi


patah tulang Pemerintah Memberikan Harian,
Antara (AC-BC) mobilisasi alat dan luka berat Nomor 50 intruksi kerja Mingguan &
berat mengakibatkan Tahun 2012 Bulanan
kematian b.
b. Mengakibatkan b. Peraturan Memastikan b. Melakukan
luka berdarah, Menteri PU operator alat Pelatihan
Lebam / Nomor 05 berat
Goresan Tahun 2014 berpengala c.Inspeksi
man Lapangan.
c. d.Pengecekan
Memasang kondisi
Rambu k3 3 3 9 Berat karyawan 0 0 0 Nihil
sebelum
d. mulai bekerja
Menyediaka
n APD
RENCANA TINDAKAN (SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM KHUSUS)
Sasaran Khusus Program Khusus
Pengendalian Risiko (Sesuai Kolom
NO Uraian Kegiatan Jadwal Bentuk Indikator Penanggung
Tabel 6) Uraian Tolak Ukur Sumber Daya
Pelaksanaan Monitoring Pencapaian Jawab
1 1.1 Menyusun Instruksi Kerja Tersedianya instruksi Sesuai dengan Laston Lapis Dokumen Sesuai dengan cheklist 100% lulus Petugas K3
kerja instruksi kerja Antara (AC-BC) Petunjuk Kerja Jadwal paham
Pelaksanaan

1.2 Operator harus bersitifikat semua operator telah Lulus tes dan paham Instruktur, sebelum bekerja Evaluasi hasil 100% lulus Petugas K3 & Unit
dan berpengalaman. mengikuti pelatihan mengenai sistem program, harus sudah pelatihan paham Pelatihan
dan penyuluhan keselamatan materi, tes terlatih
pekerjaan pemahaman
dan peserta
1.3 Memasang rambu Seluruh lokasi Rambu dan alat Rambu - Rambu Sebelum cheklist 100% sesuai Petugas K3
peringatan K3, safety line, pekerjaan diberikan pengamat lainnya sesuai pelaksanaan standar
Traffic Cone & Menggunakan rambu peringatan K3 sesuai gambar kebutuhan pekerjaan
Pemandu yang dan alat pengaman standart. dilapangan semuanya sudah
berpengalaman. lainnya lengkap

1.4 Penggunaan APD tersedianya APD di menyediakan APD Helm, Masker, Sebelum bekerja disediakan 100% sesuai Petugas K3
gudang kerja Sepatu, & harus sudah petugas yang standar
Rompi lengkap melakukan
pengawasan
selama proses
pelaksanaan
Pemenuhan Perundang – Undangan dalam K3
• Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
• Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014
Berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja, terdapat 3 tujuan utama dari penerapan
K3, yakni:
• Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang
lain di tempat kerja.
• Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan
efisien.
• Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
PROGRAM PELATIHAN K3
Pelatihan K3 adalah pelatihan yang diselenggarakan untuk membekali,
meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pekerja mengenai K3, biasanya
tentang prosedur pelaksanaan pekerjaan dan pengetahuan tentang bahaya-bahaya
yang ada di sekitar mereka dan pencegahannya.

Merekomendasikan setiap pengusaha harus melaksanakan setidaknya empat tingkat


pelatihan K3, di antaranya:
• Pelatihan awal diperlukan sebelum pekerja memulai pekerjaan mereka
• Pelatihan K3 tahunan diperlukan untuk jenis pekerjaan tertentu, termasuk
pekerjaan yang berhubungan dengan medis dan lingkungan
• Pelatihan inkremental untuk meningkatkan atau mengembangkan keterampilan
pekerja secara khusus, yang dilaksanakan setiap tahun atau setiap tiga tahun sekali
• Pelatihan mengenali potensi bahaya yang dilakukan setiap kali perusahaan
mengidentifikasi bahaya di tempat kerja baru.
PROGRAM PELATIHAN K3
10 Point Penting yang harus supervision lakukan agar program pelatihan K3 lebih baik dan efektif :
1. Pelatihan K3 harus dilakukan berulang-ulang jika pekerja gagal memahami dan menerapkan pengetahuan baru
2. Materi pelatihan K3 harus disajikan secara bertahap dan sistematis
3. Menjelaskan pentingnya pelaporan cepat jika terjadi insiden, kecelakaan, penyakit akibat kerja (PAK), dan cedera di
tempat kerja saat pelatihan K3
4. Melakukan pelatihan K3 kepada pekerja yang terkena dampak perubahan kebijakan dan prosedur yang berhubungan
dengan pekerjaan mereka
5. Memberikan penyegaran pelatihan K3 khusus untuk pekerjaan berisiko tinggi
6. Pengusaha, supervisor atau manajemen puncak lainnya harus menjalin komunikasi terbuka dengan pekerja
7. Memberikan materi keselamatan secara lisan tanpa disertai contoh langsung atau alat bantu visual terbukti kurang
efektif
8. Mengamati kinerja pekerja pasca pelatihan K3
9. Menggunakan pendekatan baru dengan studi kasus saat pelatihan K3
10. Memberikan materi pelatihan K3 yang spesifik terkait suatu pekerjaan
RENCANA TANGGAP DARURAT
JENIS-JENIS KEADAAN DARURAT
AKIBAT KEADAAN DARURAT
EVALUASI PENERAPAN SMK3
INSPEKSI KEGIATAN K3
• SAFETY TALK
HARIAN

• PENGGUNAAN APD BAGI


TAMU YANG BERKUNJUNG
INSPEKSI KEGIATAN K3
MEMASTIKAN SELURUH
PEKERJA SAAT PELAKSANAAN
PEKERJAAN MENGGUNAKAN
APD LENGKAP
MEMASTIKAN SELURUH TAMU
SAAT PELAKSANAAN KUNJUNGAN
KERJA MENGGUNAKAN APD
LENGKAP
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai