METODE ESTIMASI CADANGAN
KONSEP, KOMPUTASI & APLIKASI
Oleh :
MARLIANTONI
Program Studi Teknik Pertambangan
Universitas Muara Bungo
ANALISIS STATISIK
2
Statistik
Analisis hasil statistik bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara data dalam populasi yang sama
atau hubungan antara data‐data dalam suatu
populasi dengan data dalam populasi lainnya.
Metode yang dapat digunakan :
Statistik univarian
Statistik bivarian
Statistik spasial
3
Statistik Univarian
Statistik univarian bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara data dalam satu populasi tanpa mempertimbangkan
faktor posisi dari data tersebut.
Parameter analisis:
Ukuran tendensi sentral
Ukuran variasi (dispersi)
Ukuran kemiringan kurva (skewness) dan ukuran
Keruncingan kurva (kurtosis)
4
Ukuran Tendensi Sentral
Mean : jumlah bilangan dibagi banyaknya
n
X1 + X 2 + X 3 + … + X n Σ Xi
X=
n i =1
n
Bila terdapat sekumpulan bilangan di mana masing-masing bilangannya
memiliki frekuensi, maka rata-rata hitung menjadi :
k
X1 f 1 + X 2 f 2 + X 3 f 3 + … + X k f k Σ X if i
X= i =1
f1 + f 2 + f 3 + … + f k
k
Σ fi
i =1
5
Ukuran Tendensi Sentral
Median: nilai tengah dari sekumpulan data setelah diurutkan
yang fungsinya membantu memperjelas
kedudukan suatu data.
Modus : bilangan yang paling banyak muncul dari
sekumpulan bilangan, yang fungsinya untuk
melihat kecenderungan dari sekumpulan bilangan
tersebut.
6
Ukuran Variasi (Dispersi)
Merupakan ukuran penyebaran nilai data.
Ukuran yang sering digunakan adalah jangkauan
(range = max - min).
Kurang cocok karena sangat sensitif terhadap nilai
yang ekstrim.
Ukuran yang sering digunakan untuk mengukur
penyebaran data adalah variansi.
7
Ukuran Variasi (Dispersi)
Varians : penyebaran berdasarkan jumlah kuadrat
simpangan bilangan-bilangan terhadap rata-ratanya.
n (Xi – X)2
s = Σ
2
n-1
i=1
Standar deviasi : penyebaran berdasarkan akar dari
varians.
n (Xi – X)2
s=
√ Σ
i=1
n-1
8
Skewness & Kurtosis
Ukuran kemencengan kurva (skewness)
dinyatakan sebagai ukuran simetris atau tidaknya
suatu kurva histogram (sebaran data).
Kurtosis adalah ukuran yang menunjukkan
kecenderungan keruncingan puncak data.
Skewness dan kurtosis ini digunakan untuk
menunjukkan apakah data terdistribusi normal
atau tidak.
9
Skewness & Kurtosis
Histogram yang dihasilkan
menunjukkan kecenderungan
skewness negatif, yang berarti
ketebalan batubara mayoritas
di atas ketebalan batubara
rata‐rata 6,71 meter. Sehingga
dapat diketahui bahwa
berdasarkan ketebalannya,
batubara pada daerah
penelitian ini sedikit
bervariasi.
10
Koefisien Variasi (Coefficient of Variation)
Perbandingan antara simpangan baku terhadap
rata-rata hitung.
CV = s/m
Koefisien variasi yang relatif tinggi : nilai data
yang melebar. Secara umum, CV < 0.5 : distribusi
normal.
11
Statistik Univarian
Ketebalan batubara daerah
penyelidikan antara 2,5 m
sampai 8,5 m dengan rata‐
rata 6,81 m. Bentuk
sebaran data ketebalan
batubara diperlihatkan
dalam grafik histogram
dengan frekuensi tertinggi
pada range 6,71 – 7,5 m.
12
Statistik Bivarian
Metoda deskripsi bivarian yang paling umum
digunakan adalah diagram pencar (scatter plot),
Kedua variabel dikatakan mempunyai hubungan
positif jika kedua variabel mempunyai nilai
berbanding lurus,
Kedua variabel dikatakan hubungan negatif jika
kedua variabel mempunyai nilai berbanding
terbalik,
Kedua variabel dikatakan tidak mempunyai
hubungan jika kedua nilai variabel menunjukkan
penyebaran acak.
13
Statistik Bivarian
14
Statistik Bivarian
15
Statistik Bivarian
menunjukkan tidak adanya hubungan linier antara kedua data tersebut,
dengan kata lain tebalnya batubara tidak dipengaruhi oleh kedalaman
pengeboran menuju roof batubara (overburden). Sebaliknya ketebalan
batubara range 6 – 8 meter terdistribusi secara merata dan
kemungkinan lapisan batubara pada lokasi penyelidikan lebih dari 1
seam.
16