Anda di halaman 1dari 26

DISPERSI, SKEWNESS DAN

KURTOSIS
A. DISPERSI
Dispersi adalah suatu bentuk pengukuran dari
penyebaran nilai nilai suatu data yang diobservasi
di sekitar tendensi pusatnya.
Pada nilai rata rata seperti mean atau median hanya
menitikberatkan pengukuran nilai pada pusat data
saja, tetapi tidak memberikan informasi mengenai
nilai yang tersebar di sekitar ukuran tendensi
pusatnya.
Dua jenis pengukuran dispersi:
1. Dispersi Absolut
2. Dispersi Relative

Dispersi Absolut
1.Nilai Jarak (Range)
Adalah
pengukuran
dispersi
yang
paling
sederhana dan paling mudah dihitung, yaitu dengan
menyusub sekelompok data mulai dari urutan yang
terkecil hingga yang terbesar.
Rumus dispersi Nilai Jarak (Range) Data Tidak
Dikelompokkan:
R atau NJ = Xn X1
Dimana:
R = Range/Nilai Jarak
Xn = Nilai data terbesar
X1 = Nilai data terkecil

Contoh soal:
Carilah jarak dari data berikut ini: 50
70

40 30

Langkah Pengerjaan:
Data diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil;
X1 = 30, X2 = 40, X3 = 50, X4 = 60, X5 = 70
NJ = X5 X1
= 70 30 = 40

60

Rumus
dispersi
Dikelompokkan:
Contoh
soal: (kg)
Berat Badan

Nilai

Jarak

(Range)

Banyaknya
Mahasiswa (f)

60 62

63 65

18

66 68

42

69 71

27

72 - 74

Langkah Pengerjaan:
Cara 1: Nilai Tengah kelas terakhir = 72 + 74 = 73 Kg
2
Nilai Tengah kelas pertama = 60 + 62 = 61 Kg

2
Maka, NJ = 73 61 = 12 Kg

Data

Cara 2: Batas atas kelas terakhir = 74,5


Batas bawah kelas pertama =59,5
NJ= 74,5 59,5 = 15 Kg
Catatan: Cara 1 cenderung menghilangkan kasus- kasus ekstrem

2. Simpangan Kuartil (Quartil Deviation)


Adalah pengukuran dispersi dengan sebaran
jarak/nilai antar kuartil (inter-quartil range). Dimana
sebaran antar kuartil pertama (Q1)dan kuartil ketiga
(Q3) dibagi dua.
Rumus dispersi simpangan kuartil
QD = Q3 Q1
2
Dimana:
QD = Simpangan kuartil (Quartil Deviation)
Q3
= Kuartil ketiga
Q1

= Kuartil pertama

3. Simpangan Persentil (Percentile Deviation)


Adalah pengukuran dispersi dengan sebaran
jarak/nilai antar persentil (inter-percentile range).
Dimana jarak antar persentil kesepuluh (P 10) dengan
persentil kesembilanpuluh (P90) dibagi dua.
Rumus dispersi simpangan persentil
PD = P90 - P10
2
Dimana:
PD
= Simpangan Persentil (Percentile Dispertion)
P90
= Persentil kesembilanpuluh
P10

= Persentil kesepuluh

4. Simpangan Rata rata (Average Deviation)


Adalah pengukuran dispersi (deviation) dari rata
rata hitung suatu nilai absolut.
Rumus Simpangan Rata rata data tidak
berkelompok
X = X , dimana AD = X X
n
n
Rumus Simpangan Rata rata data berkelompok
X = fiXi , dimana AD = fiXi - X
fi

fi

Contoh soal: Simpangan rata rata tidak berkelompok


Tentukan simpangan rata rata dari 4, 5, 6, 7, 3, 8, 2.
Penyelesaian:
X =4+5+6+7+3+8+2 = 5
7
AD = X - X
n
AD = 4 - 5+ 5 - 5+6 - 5+7 - 5+3 - 5+8 5+2 5
7
AD = 1 + 0 + 1 + 2 + 2 + 3 + 3
7
AD = 1,71

Contoh soal: Simpangan rata rata berkelompok

Kelas Interval
30
40
50
60
70
80
90

Frekuensi

39
49
59
69
79
89
99

6
7
8
16
11
8
4

Jumlah

60

Penyelesaian:
Kelas
Interval

Nilai
tengah
(Xi)

Frekue
nsi (fi)

Xi.fi

Xi X

fi Xi - X

30
40
50
60
70
80
90

34,5
44,5
54,5
64,5
74,5
84,5
94,5

6
7
8
16
11
8
4

207
311,5
436
1032
819,5
676
378

29,83
19,83
9,83
0,17
10,17
20,17
30,17

178,98
138,81
78,64
2,72
111,87
161,36
120,68

fi =60

Xi.fi =
3860

39
49
59
69
79
89
99

X = fiXi = 3860 = 64,33


fi
60

AD = fiXi - X = 793,06 = 13,28


fi
60

fiXi - X =
793,06

5. Simpangan Baku (Standard Deviation)


Simpangan baku juga lebih dikenal dengan istilah
Standard Deviation adalah ukuran persebaran data.
Simpangan ini juga bisa diartikan jarak rata rata
penyimpangan antara nilai hasil pengukuran dengan
nilai rata rata. Dimana s = variance
Rumus Simpangan Baku untuk Data Tunggal
Untuk Data Sampel

Untuk Data Populasi

Rumus Simpangan Baku untuk Data Berkelompok


Untuk Data Sampel

Untuk Data Populasi

Contoh soal: Simpangan Baku data tidak berkelompok


Berikut adalah nilai dari 10 kali test seorang mahasiswa
jurusan Akuntansi untuk mata kuliah statistik: 91, 79,
86, 80, 75, 100, 87, 93, 90, 88. Tentukanlah nilai
simpangan baku dari nilai tersebut.
Penyelesaian:

Contoh soal: Simpangan Baku data berkelompok


Diketahui tinggi badan 50 mahasiswa kelas statistik
adalah:

Carilah nilai Simpang Baku tinggi badan mahasiswa.

Penyelesaian:
Step 1
: Mencari rata rata dari data tersebut.

Step 2

: Masukkan ke dalam rumus.

6. Satuan Baku (Standard Units)


Adalah suatu pengukuran yang membandingkan dua
atau lebih distribusi data. Satuan baku (Standard
units) menunjukkan deviasi pada variable nilai dan
nilai rata rata terhadap suatu standard deviasi.
Rumus Satuan Baku (Standard Units):
Untuk data sampel
z=X-X
s
Untuk data populasi

z=X-

7. Koefisien Variasi
Untuk keperluan perbandingan dua kelompok nilai
digunakan
Koefisien
Variasi
(KV)
dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Untuk Data Sampel
kv = S x 100%
X
Untuk Data populasi
KV = x 100%

Dimana:
S = Simpangan Baku untuk sampel
= Simpangan Baku untuk populasi
X = Rata rata untuk sampel
= Rata rata untuk populasi
KV didasari pada zero value (Z = 0), apabila KV1 lebih
besar dari KV maka KV lebih bervariasi (heterogen).

B. SKEWNESS
Adalah suatu pengukuran atas bentuk suatu
distribusi data. Pengukuran terhadap distribusi data
diterjemahkan ke dalam bentuk kurva, dimana kurva
dapat berbentuk simetris maupun tidak simetris.
Kurva dikatakan simetris apabila letak modus,
median dan mean berada pada titik yang sama. Kurva
juga dapat berbentuk tidak simetris yaitu miring ke
kanan atau miring ke kiri.
Data (sampel) dapat menunjukkan distribusi
normal yaitu merupakan distribusi yang simetris,
sehingga nilai skewness untuk data dengan distribusi
normal adalah 0.
Data (sampel) juga dapat menunjukkan distribusi
tidak normal, dimana nilai skewness bernilai positif
maka ekor kurva sebelah kanan lebih panjang.
Skewness yang bernilai negatif menunjukkan

Distribusi Normal (simetris)

Distribusi
(negatif)
Distribusi Normal (positif)

Asimetris

Rumus Skewness :
a. Metode Karl Pearson:

Sk = X Mo
S

dimana:

X
Mo
S

= Rata rata hitung


= Modus
= Simpangan baku

b.Metode Bowley: Sk = (Q3 + Q2 ) (Q2 Q1)


(Q3 + Q2) + (Q2 Q1)
c.Metode 10 90 percentile:
P10)

Sk = (P90 P50) (P50


(P90 P10)

Ukuran skewness dapat dihitung berdasarkan momen


ketiga (Rumus Fisher), yaitu:

= Momen3
S3

Dimana rumus momen:


1.Untuk data tidak berkelompok:
Momenr = (Xi X)r
n
2.Untuk data berkelompok:
Momenr = f i (Mi X)r
n

C. KURTOSIS
Kurtosis menggambarkan keruncingan (peak) atau
kerataan (flat)
suatu distribusi data dibandingkan dengan distribusi
normal.
Terdapat 3 tingkat kurtosis, yaitu: leptokurtosis,
mesokurtis dan
platikurtis.
Distribusi normal memiliki bentuk mesokurtis.

3 Tingkat Kurtosis:

(A): Mesokurtic Puncaknya tidak begitu runcing.


(B): Leptokurtic Puncaknya sangat runcing.
(C): Platykurtic Puncaknya agak datar/merata.

Kurtosis dapat dihitung berdasarkan rumus momen


keempat (Rumus Fisher), yaitu:
4 = Momen4
S4
Dimana,

> 3 : leptokurtis

= 3 : mesokurtis

< 3 : platykurtis

Rumus diatas sering juga dinormalkan, sehingga:


4 = Momen4 - 3
S4
Dimana,

> 0 : leptokurtis