Anda di halaman 1dari 30

Kompresi : fr. dimana tulang mengalami kompresi Tulang belakang Depresi : Fr.

. dengan frakmen patahan terdorong ke dalam Tulang tengkorak, wajah Komunitif : Fr. Dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen Tranfersal : Fr. Sepanjang garis tengah tulang Oblik : Fr. Membentuksudut dengan garis tengah tulang Greenstick : Fr. Pada salah satu sisi tulang sedang sisi lainnya membengkok Spiral : Fr. Memuntir seputar batang tulang Avulsi : Tertariknya tulang oleh ligamen atau tendo Impaksi : Fr. Terdorong masuk ke fragmen tulang lainnya Patologik : : Fr. Pada daerah tulang berpenyakit (tumor, metatastik tulang)

Recognition (Diagnosis dan penilaian fraktur): lokasi fr,


bentuk fr, menentukan tehnik penatalaksanaan, komplikasi. Reduction / reduksi fraktur : mengembalikan posisi fragmen Reduksi tertutup : dilakukan dengan menipulasi dan traksi manual Reduksi terbuka : dengan tindakan pembedahan dan dilakukan fixasi menggunakan alat (wire, plat, srew Retension / Imobilisasi ; menjaga kedudukan tulang yang sudah direduksi tetap sejajar hingga terjadi union. Imobilisasi dapat dilakukan dengan internal (implan logam) maupun eksternal (gips, bidai, traksi kontinu) Rehabilitation : mempertahankan dan mengembalikan fungsi semaksimal mungkin.

Gambar : Imobilisasi pada fraktur ektremitas bawah

Sumber: Walt Alan Stoy dkk, EMT-Basic Textbook, 2 nd ed, Mosby, 2005

Tujuan

: mengembalikan frakmen tulang pada posisi aligment. Terutup :


Fixasi ekternal : Bidai, Gip, traksi kulit /skeletal
Terbuka

: Pembedahan OK

Indikasi Reposisi tertutup gagal. Fragment tualng bergeser dari apa yang diharapkan. Mobilisasi dini. Fraktur multiple. Fraktur patologis

Definition:

O.R.I.F. is an abbreviation for Open Reduction Internal Fixation. Open reduction internal fixation is a method of surgically repairing a fractured bone. Generally, this involves either the use of plates and screws or an intramedullary (IM) rod to stabilize the bone (Medical surgical nursing : M. Black. 2009)

Ketelitian reposisi fragmen-fragmen fraktur Kesempatan untuk memeriksa pembuluh

darah dan saraf di sekitarnya. Stabilitas fiksasi yang cukup memadai dapat dicapai Perawatan di RS yang relatif singkat pada kasus tanpa komplikasi Potensi untuk mempertahankan fungsi sendi yang mendekati normal serta kekuatan otot selama perawatan fraktur.

Setiap

anastesi dan operasimempunyai resiko komplikasi bahkan kematian akibat dari tindakan tersebut. Penanganan operatif memperbesar kemungkinan infeksi dibandingkan pemasangan gips atau traksi. Penggunaan stabilisasi logam interna memungkinkan kegagalan alat itu sendiri Pembedahan itu sendiri merupakan trauma pada jaringan lunak, dan struktur yang sebelumnya tak mengalami cedera mungkin akan terpotong atau mengalami kerusakan selama tindakan operasi.

External

fixation is a method of immobilizing bones to allow a fracture to heal. External fixation is accomplished by placing pins or screws into the bone on both sides of the fracture. The pins are then secured together outside the skin with clamps and rods. The clamps and rods are known as the "external frame." (Medical surgical nursing :
M. Black. 2009)

Some

of the advantages of external fixation are that it is quickly and easily applied. The risk of infection at the site of the fracture is minimal, but there is a risk of infection where the pins are inserted from the skin into the bone.

Open

fraktur dengan soft tissue yang perlu penanganan lanjut yang lebih baik bila dipasang single planar fiksator. Fraktur intra artikuler yang perlu ORIF. Simple fraktur (bisa dengan pemasangan plate and screw nail wire). Fraktur pada anak (fresh).

Pada rod (batang berulir) diameter 8 mm pemutaran penuh satu lingkaran (360) setara dengan pergerakan 1,2 mm, Pada rod 6 mm setara dengan 1 mm. Proses pemanjangan tulang dalam sehari maksimal 1 mm dan dibagi dalam beberapa kali siklus pemutaran.

Waktu

operasi lama. Perawatan lama perlu kerja sama yang baik dengan pasien. Nyeri. Potensial terjadi gangguan neurovaskuler. Penderita harus kontrol secara teratur. Siap secara psikologis bagi pemakainya. Kaku Sendi.

PEMERIKSAAN POST OPERASI ORIF & OREF

Look (Inspeksi)

Feel (Palpasi)

Move (Gerak)

Bagian distal

Bagian utama

Bagian lain

kulit

Jar. Lunak, pemb-da, syaraf Otot, tendo, ligament

Tulang & sendi

24

1. Nyeri (akut) berhubungan dengan prosedur pembedahan, pembengkakan dan immobilisasi. Intervensi : a. Kaji tingkat nyeri, perhatikan lokasi dan karakteristik, termasik intensitas, perhatikan petunjuk nyeri non verbal. b. Tinggikan dan dukung ekstremitas yang terkena. c. Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips, traksi. d. Dorong menggunakan teknik manajemen, sterss, contoh relaksasi progresif, latihan nafas dalam, imajinasi visual. e. Kolaborasi.: peMrikan obat sesuai indikasi:analgetik

2.

Resiko perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan pembengkakan,alat yang mengikat,gangguan peredaran darah. Intervensi :
a. b. c. d. Lakukan pengkajian neuromuskuler.minta pasien untuk melokalisasi nyeri. Dorong pasien untuk secara rutin untuk latihan ambulasi. Kaji adanya nyeri tekan, pembengkakan pada dorsofleksi. Awasi tanda vital.perhatikan tanda pucat, kulit dingin dan perubahan mental.

3.

Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri,pembengkakan, prosedur bedah,immobilisasi. Intervensi


a. Dorong partisipasi pada aktivitas terapeutik. b. Instruksikan pasien untuk latihan rentang gerak

pada ekstremitas. c. Berikan/bantu dalam mobilisasi dengan kursi roda, kruk, tongkat.Instruksikan keamanan dalam menggunakan alat mobilitas. d. Awasi TD saat beraktivitas.

4.

Perubahan citra diri,harga diri atau kinerja peran berhubungan dengan dampak masalah muskuloskeletal. Intervensi :
a. Beri penguatan informasi pasca operasi termasuk kontrol nyeri dan rehabilitasi. b. Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien. c. Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dalam pola/peran fungsi yang biasanya. d. Dorong partisipasi dalam aktivitas sehari-hari.

Brown & Edward (2005)Lewis medical surgical (Australian edition) Black and jacob (2009) MedSur Meeker & Rothrock (1999) care the patient in surgery Davis SP (1994) nursing:orthopedic patient http://images.google.co.id/images?hl=id&client=firefox -a&channel=s&rls=org.mozilla:enUS:official&q=orif&um=1&ie=UTF-8&sa=N&tab=wi http://www.engin.umich.edu/class/bme456/bonestruct ure/bonestructure.htm

29