Anda di halaman 1dari 39

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas Rahmat dan Ridho-Nya sehingga terselesaikannya Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani Tahun 2011.

Penerbitan petunjuk pelaksanaan ini dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi penyelenggara penyuluhan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani di wilayah kerjanya, sehingga diperoleh tingkat perkembangan dan klasifikasi kelompoktani. Penilaian kemampuan kelompoktani sebagai salah satu bentuk nyata dalam upaya memberdayakan kelompoktani agar tumbuh dan berkembang menjadi kelembagaan petani yang kuat dan mandiri.

Guna meningkatkan kualitas kelembagaan kelompoktani secara berkelanjutan maka diperlukan adanya Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani agar pelaksanaan penilaian dapat berjalan baik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Keberhasilan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani sangat ditentukan oleh kerjasama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan mulai tahap persiapan, pelaksanaan dari tingkat pusat sampai dengan daerah.

Kami

pelaksana penyuluhan pertanian dalam melaksanakan tugasnya.

berharap petunjuk ini

bermanfaat

sebagai acuan bagi penyelenggara

Dr. Ato Suprapto, MS
Dr. Ato Suprapto, MS

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian

dan

i

DAFTAR ISI

 

Hal

KATA PENGANTAR

 

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR LAMPIRAN

 

iii

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

iv

BAB I

PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1

B. Tujuan

2

C.

Keluaran

3

D. Sasaran

3

E. Pengertian

3

BAB II

PENYELENGGARAAN PENILAIAN

5

A. Prinsip Penilaian

5

B. Pendekatan Penilaian

5

 

1. Kemampuan Merencanakan

5

2. Kemampuan Mengorganisasikan

6

3. Kemampuan Melaksanakan

6

4. Kemampuan Melakukan Pengendalian dan Pelaporan

7

5. Kemampuan Mengembangkan Kepemimpinan Kelompoktani

7

 

C. Instrumen Penilaian

8

D. Tahapan Penyelenggaraan Penilaian

8

 

1. Perencanaan

8

2. Pengorganisasian

9

3. Pelaksanaan

11

4. Pelaporan

13

BAB III

PEMBIAYAAN

14

BAB IV

PENYELIAAN DAN PEMANTAUAN

14

BAB V

PENUTUP

14

LAMPIRAN

15

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1

Instrumen Penilaian Kemampuan Kelompoktani (POKTAN)

17

Lampiran 2

Hasil Penilaian Kemampuan Kelompoktani Tingkat Desa/

Kelurahan

25

Lampiran 3

Hasil Kompilasi dan Validasi Penilaian Kemampuan Kelompoktani

Tingkat Kecamatan

26

Lampiran 4

Hasil Kompilasi dan Validasi Penilaian Kemampuan Kelompoktani

Tingkat Kabupaten/Kota

27

Lampiran 5

Hasil Kompilasi dan Validasi Penilaian Kemampuan Kelompoktani

Tingkat Provinsi

28

Lampiran 6

Sertifikat Pengukuhan Kelompoktani Pemula

29

Lampiran 7

Sertifikat Pengukuhan Kelompoktani Lanjut

30

Lampiran 8

Sertifikat Pengukuhan Kelompoktani Madya

31

Lampiran 9

Sertifikat Pengukuhan Kelompoktani Utama

32

Lampiran 10

Format Laporan Penilaian POKTAN dan GAPOKTAN

Kecamatan / Kabupaten / Provinsi

33

iii

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN NOMOR : 168/Per/SM.170/J/11/11

TENTANG PETUNJUK

PELAKSANAAN PENILAIAN KEMAMPUAN KELOMPOKTANI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN,

Menimbang

:

a.

bahwa dalam rangka penyiapan sumber daya manusia petani perlu dilakukan pemberdayaan melalui kelompoktani yang berfungsi sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi;

 

b. bahwa agar pemberdayaan kelompoktani dapat efektif perlu disusun acuan bagi penyelenggara penyuluhan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani sehingga diperoleh tingkat perkembangan dan klasifikasi kemampuan kelompoktani;

c.

bahwa atas dasar hal tersebut di atas , agar penyelenggaraan penilaian dapat memenuhi kaidah yang baik dan benar perlu menetapkan Petunjuk Pelaksanaannya.

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 32 Tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang (Lembaran

Negara tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4548;

3. Undang-undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan kehutanan);

4. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara juncto

Keputusan Presiden Nomor 72 tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun

2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

6. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara;

7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara;

8. Keputusan Presiden Nomor 157/M Tahun 2010 tentang Pengangkatan Pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian;

iv

9.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani;

10. Peraturan

Menteri

Pertanian

Nomor

54/Permentan/KP.120/7/2007

Tentang Pedoman Penilaian Petani Berprestasi;

11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian

12. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17/Permentan/OT.140/3/2011 tentang Pedoman Penilaian Gabungan Kelompoktani Berprestasi;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN

SUMBER

DAYA

MANUSIA

PERTANIAN

TENTANG

PETUNJUK

PELAKSANAAN

PENILAIAN

KEMAMPUAN

KELOMPOKTANI.

 

Pasal 1

Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani seperti tercantum pada Lampiran sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.

Pasal 2

Petunjuk Pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 Peraturan ini digunakan sebagai acuan untuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani dalam mendukung program peningkatan kesejahteraan petani.

Pasal 3

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 November 2011

ATO SUPRAPTO NIP. 19520202 197901 1 001
ATO SUPRAPTO
NIP. 19520202 197901 1 001

KEPALA BADA

N PENYULUHAN DAN PENGEMB ANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN,

SALINAN Peraturan ini disampaikan kepada Y th.:

1. Gubernur Provinsi terkait;

2. Sekretaris

Jenderal

Pertania

3.

Inspektur

Jenderal

Kementerian n;

Kementerian

Pertanian;

4. Bupati/Walikota Kabupaten/Kota terkait

5. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian

6. Kepala

Badan

Pelaksana

Penyuluhan

Kabupaten/Kota

terkait;

 

7.

Camat Kecamatan terkait

 

8.

Kepala

Balai

Penyuluhan

Kecamatan

terkait;

 

v

LAMPIRAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENYULUHAN DAN

PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN

NOMOR

: 168/Per/SM.170/J/11/11

TANGGAL

: 18 November 2011

PETUNJUK PELAKSANAAN PENILAIAN KEMAMPUAN KELOMPOKTANI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembangunan pertanian ke depan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam rangka mengurangi kesenjangan dan memperluas kesempatan kerja serta mampu memanfaatkan semua peluang ekonomi yang terjadi sebagai dampak dari globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. Untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas dan handal dengan ciri mandiri, profesional, berjiwa wirausaha, mempunyai dedikasi, etos kerja dan moral yang tinggi serta berwawasan global, sehingga petani selaku pelaku utama pembangunan pertanian mampu mengembangkan usahatani yang berdaya saing tinggi. Tantangan pembangunan pertanian dalam menghadapi era kesejagadan (globalisasi) adalah kenyataan bahwa pertanian Indonesia didominasi oleh usaha kecil yang dilaksanakan oleh berjuta-juta petani berlahan sempit, bermodal kecil dan memiliki produktifitas yang rendah. Kondisi ini memberi dampak yang kurang menguntungkan terhadap persaingan di pasar global. Oleh karena itu diperlukan upaya khusus pemberdayaan melalui penyuluhan pertanian yang dapat membantu dan memfasilitasi pelaku utama untuk memperbaiki kehidupan dan penghidupannya serta meningkatkan kesejahteraannya.

1

Pemberdayaan petani dan keluarganya melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian tidak mungkin dilaksanakan dengan pendekatan individual, karena jumlah dan sebaran petani sangat besar dan luas serta terbatasnya sumberdaya penyuluhan. Dengan kondisi demikian, penyuluhan pertanian harus dilakukan melalui pendekatan kelompok. Pendekatan ini akan mendorong petani membentuk kelembagaan tani yang kuat agar dapat membangun sinergi antar petani, baik dalam proses belajar dan kerjasama maupun sebagai unit produksi yang merupakan bagian dari usahataninya. Penumbuhan dan pembinaan kelompoktani yang dilaksanakan secara berkesinambungan diarahkan pada upaya peningkatan kemampuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi sehingga mampu mengembangkan usaha agribisnis dan menjadi organisasi petani yang kuat dan mandiri. Salah satu upaya untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemajuan kelompoktani dalam melaksanakan fungsinya adalah melakukan penilaian kemampuan kelompoktani sesuai klasifikasi kelompoktani. Untuk menyelenggarakan penilaian kemampuan kelompoktani tersebut perlu disusun Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani sebagai dasar penyelenggaraan penilaian tersebut.

B. Tujuan Petunjuk pelaksanaan ini bertujuan untuk memberikan acuan kepada penyelenggara penyuluhan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani sehingga diperoleh tingkat perkembangan dan klasifikasi kemampuan kelompoktani.

2

C.

Keluaran Keluaran yang diharapkan dari penilaian kemampuan kelompoktani, adalah sebagai berikut:

1. Tersedianya acuan bagi penyuluh untuk menyiapkan bahan penyusunan materi dan metode penyuluhan pertanian yang disesuaikan dengan klasifikasi kelompoktani;

2. Diketahuinya tingkat kemampuan kelompoktani sehingga dapat ditetapkan klasifikasi kelompoktani;

3. Tersedianya bahan pertimbangan bagi penyelenggara penyuluhan untuk merumuskan, menyusun, mengalokasikan program dan kegiatan pembangunan pertanian;

4. Tersedianya bahan pertimbangan bagi pemangku kepentingan dalam peningkatan jejaring kerjasama/kemitraan dalam rangka penguatan dan pemberdayaan kelembagaan petani;

5. Tersedianya bahan pertimbangan untuk menetapkan pemberian penghargaan kepada kelompoktani yang berprestasi.

D. Sasaran Sasaran petunjuk pelaksanaan ini adalah penyelenggara dan pelaksana penyuluhan pertanian yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan dalam melaksanakan penilaian kemampuan kelompoktani.

E. Pengertian Dalam petunjuk pelaksanaan ini yang dimaksud dengan:

1. Kelompoktani adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Keanggotaan kelompoktani berjumlah 20-25 orang dan atau

3

disesuaikan dengan kondisi lingkungan masyarakat dan usahataninya;

2. Pelaku utama adalah petani, pekebun dan peternak beserta keluarga intinya;

3. Kemampuan kelompoktani adalah kapasitas/kompetensi yang dimiliki kelompoktani dalam menjalankan fungsi dan peran kelembagaannya sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi dalam mengembangkan usahatani yang berbasis agribisnis;

4. Klasifikasi kemampuan kelompoktani adalah pemeringkatan kemampuan kelompoktani ke dalam 4 (empat) kategori yang terdiri dari kelas pemula, kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama yang penilaiannya berdasarkan kemampuan kelompoktani.

4

BAB II PENYELENGGARAAN PENILAIAN

A. Prinsip Penilaian

1. Sahih (v ali d), yaitu kemampuan yang akan diukur harus sesuai dengan pelaksanaan fungsi kelompoktani;

2. Objektif, yaitu diukur secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan;

3. Keterandalan (re li able ), yaitu siapapun, kapanpun, dimanapun dilakukan penilaian akan memberikan hasil yang sama;

4. Relevan, yaitu penilaian harus terkait dengan fungsi

kelompoktani;

5. Efisien, yaitu dapat dilaksanakan dengan tertib dan teratur sesuai waktu yang ditetapkan.

B. Pendekatan Penilaian Penilaian kemampuan kelompoktani dirumuskan dan disusun dengan pendekatan aspek manajemen dan aspek kepemimpinan yang meliputi: (a) perencanaan, (b) pengorganisasian, (c) pelaksanaan, (d) pengendalian dan pelaporan, (e) pengembangan kepemimpinan kelompoktani (Panca Kemampuan Kelompoktani/PAKEM POKTAN) dari fungsi-fungsi kelompoktani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Sehubungan dengan hal tersebut, maka klasifikasi kemampuan kelompoktani diarahkan untuk memiliki kemampuan sebagai berikut :

1. Kemampuan merencanakan, meliputi kegiatan:

a. Kelas Belajar

1)

Merencanakan kebutuhan belajar;

2)

Merencanakan pertemuan/musyawarah.

5

b. Wahana Kerjasama 1) Merencanakan pemanfaatan sumberdaya (pelaksanaan rekomendasi teknologi);

2)

Merencanakan kegiatan pelestarian lingkungan.

c. Unit Produksi 1) Merencanakan definitif kelompok (RDK), Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan rencana kegiatan kelompok lainnya; 2) Merencanakan kegiatan usaha (usahatani berdasarkan analisa usaha, peningkatan usaha kelompok, produk sesuai permintaan pasar, pengolahan dan pemasaran hasil, penyediaan jasa).

2. Kemampuan mengorganisasikan, meliputi kegiatan:

a. Kelas Belajar

1)

Menumbuhkembangkan kedisiplinan kelompok;

2) Menumbuhkembangkan kemauan/motivasi belajar

anggota.

b. Wahana Kerjasama Mengembangkan aturan organisasi kelompok.

c. Unit Produksi Mengorganisasikan

pembagian

pengurus kelompoktani.

tugas

anggota

dan

3. Kemampuan melaksanakan, meliputi kegiatan:

a. Kelas belajar

1)

Melaksanakan proses pembelajaran secara kondusif;

2)

Melaksanakan pertemuan dengan tertib.

b. Wahana Kerjasama

1)

Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian;

2)

Melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan;

6

2)

Melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan;

3)

Melaksanakan pembagian tugas;

4)

Menerapkan kedisiplinan kelompok secara taat azas;

5)

Melaksanakan dan mentaati kesepakatan anggota;

6) Melaksanakan dan mentaati peraturan/perundangan yang berlaku; 7) Melaksanakan pengadministrasian/pencatatan kegiatan kelompok.

c. Unit Produksi 1) Melaksanakan pemanfaatan sumberdaya secara optimal;

2)

Melaksanakan RDK dan RDKK;

3)

Melaksanakan kegiatan usahatani bersama;

4)

Melaksanakan penerapan teknologi;

5) Melaksanakan pemupukan dan penguatan modal

4.

usahatani; Melaksanakan pengembangan fasilitas dan sarana kerja;

6)

7) Melaksanakan dan mempertahankan kesinambungan

produktivitas.

Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, meliputi kegiatan:

a. Mengevaluasi kegiatan perencanaan;

b. Mengevaluasi kinerja organisasi/kelembagaan;

c. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan kelompoktani;

d. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan.

5. Kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompoktani, meliputi kegiatan:

a. Kelas Belajar 1) Mengembangkan keterampilan dan keahlian anggota dan pengurus kelompoktani;

7

2)

Mengembangkan kader-kader pemimpin;

3) Meningkatkan kemampuan anggota untuk melaksanakan hak dan kewajiban.

b. Wahana Kerjasama 1) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan organisasi; 2) Meningkatkan hubungan kerjasama dalam pengembangan usahatani.

c. Unit Produksi

1)

2) Meningkatkan hubungan kerjasama dengan mitra

Mengembangkan usaha kelompok;

usaha.

C. Instrumen Penilaian Instrumen Penilaian Kemampuan Kelompoktani disusun berdasarkan kriteria spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dalam batasan waktu yang jelas untuk mencapai tujuan penilaian dan manfaat dari hasil penilaian kemampuan kelompoktani. Instrumen penilaian dirumuskan dan disusun sebagaimana disajikan pada lampiran 1.

D. Tahapan Penyelenggaraan Penilaian

1.

Perencanaan

a. Apresiasi dan sosialisasi instrumen kepada penyelenggara dan pelaksana penyuluhan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota;

b. Penyusunan dan penetapan jadwal penilaian dan pelaporan

hasil penilaian secara berjenjang dari tingkat desa/kelurahan sampai tingkat pusat;

c. Penetapan metodologi penilaian yang meliputi pengamatan kemampuan kelompoktani, pengisian instrumen dan wawancara/diskusi;

d. Penyiapan organisasi penyelenggaraan penilaian.

8

2.

Pengorganisasian Organisasi penyelenggaraan penilaian disusun dalam bentuk tim di semua tingkatan administrasi penyelenggara dan pelaksana penyuluhan pertanian, sebagai berikut: (1) Tim

penilai tingkat desa; (2) Tim pelaksana tingkat kecamatan; (3) Tim pelaksana tingkat kabupaten/kota; (4) Tim pembina tingkat provinsi; dan (5) Tim pengendali tingkat Pusat.

a. Tim Penilai Tingkat Desa/Kelurahan

Ketua

:

Penyuluh pertanian setempat

Sekretaris

:

Penyuluh pertanian swadaya

Tugas tim penilai tingkat desa/kelurahan melakukan penilaian kemampuan kelompok berdasarkan kemampuan sesuai dengan jumlah kelompoktani yang ada di wilayah kerja dan hasil penilaian disampaikan ke tim pelaksana penilaian tingkat kecamatan dengan format sebagaimana contoh terlampir (Lampiran 2).

b. Tim Pelaksana Penilaian Tingkat Kecamatan Ketua : Pimpinan Balai Penyuluhan Kecamatan Sekretaris : Penyuluh pertanian senior di Balai Penyuluhan Kecamatan Anggota : Penyuluh pertanian

Tugas tim pelaksana penilaian tingkat kecamatan melakukan kompilasi dan validasi hasil penilaian kemampuan kelompoktani tingkat Kecamatan serta menyampaikan laporan penilaian ke tim pelaksana penilaian tingkat kabupaten/kota (format pada Lampiran 3).

c. Tim Pelaksana Penilaian Tingkat Kabupaten/Kota

Ketua : Kepala

Badan

Pelaksana

Penyuluhan/kelembagaan

penyuluhan

kabupaten/kota Sekretaris : Kepala bidang/bagian yang menangani

9

kelembagaan petani di kabupaten/kota

Anggota : 1. Kepala seksi/subbagian yang menangani kelembagaan petani

2. Kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian di kabupaten/kota

Tugas tim pelaksana penilaian tingkat kabupaten/kota melakukan penyeliaan, kompilasi dan validasi hasil penilaian kemampuan kelompoktani tingkat kecamatan serta menyampaikan laporan hasil penilaian kepada tim pembina penilaian tingkat provinsi (format pada Lampiran 4).

d. Tim Pembina Penilaian Tingkat Provinsi Ketua : Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan/kelembagaan penyuluhan

provinsi Sekretaris : Kepala Bidang/Bagian yang menangani kelembagaan petani Anggota : 1. Kepala Seksi/Subbagian yang menangani kelembagaan petani

2. Kelompok jabatan fungsional penyuluh

pertanian di provinsi Tugas tim pembina penilaian tingkat provinsi melakukan pembinaan dan pemantauan, kompilasi dan validasi hasil penilaian kemampuan kelompoktani tingkat kabupaten/kota serta menyampaikan laporan hasil penilaian kepada tim pengendali tingkat pusat (format pada Lampiran 5) .

e. Tim Pengendali Penilaian Tingkat Pusat

Ketua

:

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian

Sekretaris

:

Kepala

Bidang

Pemberdayaan

10

Kelembagaan Petani dan Usahatani

Anggota : 1. Kepala Sub Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani

2. Kelompok jabatan fungsional penyuluh

pertanian di pusat Tugas tim pengendali penilaian tingkat pusat melakukan pengendalian dan pembinaan, kompilasi, validasi, mengolah dan menganalisis hasil penilaian kemampuan kelompoktani tingkat provinsi serta menyampaikan laporan hasil penilaian kepada Menteri Pertanian melalui Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian.

3.

Pelaksanaan

a. Penetapan Tim Penilai Tim penilai kemampuan kelompoktani ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian di tingkat pusat, Kepala Sekretariat Bakorluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan di tingkat provinsi dan Kepala Bapeluh/kelembagaan yang menangani penyuluhan di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan.

b. Pembekalan Tim Penilai Pembekalan bagi anggota tim penilai ditujukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap instrumen, cara penggunaannya, metode pengumpulan data di lapangan dan mekanisme penyampaian laporan. Pembekalan tim penilai dilakukan oleh masing-masing kepala unit kerja penyelenggara penyuluhan di pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

c. Pengumpulan data, pengolahan dan analisis data;

1)

Pengumpulan Data

11

a) Data diperoleh dari anggota dan pengurus

2)

kelompoktani;

b) Pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui pengamatan (observasi), wawancara, angket (kuesioner), dan surat menyurat tercetak dan elektronik.

Pengolahan dan Analisis Data

a) Sebelum dilakukan pengolahan data terlebih dahulu dilakukan verifikasi data hasil penilaian kemampuan kelompoktani berdasarkan klasifikasi.

b) Analisis data dilakukan berdasarkan instrumen

penilaian kemampuan kelompoktani untuk selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan klasifikasi berdasarkan kelas pemula, lanjut, madya dan utama.

c) Nilai kemampuan kelompoktani berdasarkan hasil klasifikasi sebagai berikut:

- kelas pemula dengan nilai 0-250; (kelas belajar)

- kelas lanjut dengan nilai 251-500; (kelas usaha)

- kelas madya dengan nilai 501-750; (kelas bisnis)

- kelas utama dengan nilai 751-1000. (kelas mitra)

d. Pengukuhan kelas kelompoktani Klasifikasi yang dilakukan berdasarkan kemampuan kelompoktani dikukuhkan dengan pemberian sertifikat sebagaimana contoh pada Lampiran 6 sampai dengan 9 yang ditandatangani oleh :

1) Kepala Desa untuk sertifikat kelompoktani kelas pemula (Lampiran 6); 2) Camat untuk sertifikat kelompoktani kelas lanjut (Lampiran 7); 3) Bupati/Walikota untuk sertifikat kelompoktani kelas madya (Lampiran 8);

12

4.

4)

Bupati/walikota

utama (Lampiran 9).

untuk

sertifikat

kelompoktani

kelas

Pelaporan Pelaporan penilaian kemampuan kelompoktani merupakan media pertanggungjawaban yang memberikan informasi tentang perkembangan kelompoktani di setiap tingkatan lembaga penyelenggara dan pelaksana penyuluhan. Laporan hasil penilaian menjadi umpan balik penyelenggara untuk perbaikan dan penyempurnaan pembinaan penyelenggaraan

penyuluhan di masa akan datang. Pelaksanaan penilaian sudah dilakukan mulai bulan Januari dan laporan perkembangan kelembagaan tani dan hasil penilaian kemampuan kelompoktani disusun 1 (satu) kali dalam setahun dan disampaikan paling lambat:

a. Dari desa/kelurahan ke Balai Penyuluhan Kecamatan tanggal 30 September.

b. Dari Balai Penyuluhan Kecamatan ke Bapeluh Kabupaten/kota tanggal 15 Oktober.

c. Dari Bapeluh kabupaten/kota ke Sekretariat Bakorluh tanggal 30 Oktober.

d. Dari Sekretariat Bakorluh ke Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan PPSDMP tanggal 15 November.

Format laporan sebagaimana contoh pada Lampiran 10.

13

BAB III

PEMBIAYAAN

Dukungan pembiayaan Penilaian Kemampuan Kelompoktani dapat bersumber dari APBN, APBD, atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat dan pengelolaannya dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

BAB IV PENYELIAAN DAN PEMANTAUAN

Secara umum penyeliaan dan pemantauan dilaksanakan dalam rangka menilai apakah penyelenggaraan penilaian berlangsung dan berjalan sesuai dengan rencana, tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Penyeliaan dan pemantauan dilakukan oleh tim disetiap tingkatan administrasi penyelenggara dan pelaksana penyuluhan melalui kunjungan langsung ke lapangan secara berkala.

BAB V

PENUTUP

Kelompoktani adalah milik petani beserta keluarganya dimana kelompoktani tersebut dibentuk dari, oleh dan untuk kepentingan petani sendiri. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembinaannya harus memperhatikan kondisi kelompoktani yang sudah berkembang di lapangan dengan mempertimbangkan aspek teknis, sosial dan ekonomi serta melibatkan semua kepemimpinan wilayah baik formal maupun non formal.

Dengan diterbitnya Petunjuk Pelaksanaan ini maka diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi pihak terkait untuk pelaksanaan kegiatan penilaian kelas kemampuan kelompoktani sebagai salah satu bentuk upaya penumbuhan dan pengembangan kelompoktani di daerah.

14

LAMPIRAN

15

Lampiran 1

INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN KELOMPOK TANI (POKTAN)

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

I

MERENCANAKAN KEGIATAN

   

200

 

A

Kelas Bel ajar

       
 

1 Kebutuhan belajar

   

30

 
 

a Rencana kegiatan belajar kelompoktani 3 tahun terakhir

 

15

 
   

1)

Ada, 3 rencana

15

   
   

2)

Ada, 2 rencana

7

   
   

3)

Ada, 1 rencana

2

   
   

4)

Tidak ada

0

   
 

b Isi rencana kegiatan belajar kelompoktani

 

15

Rencana kegiatan belajar

   

1)

Ada, lengkap (lihat bukti fisik)

15

 

berisi waktu, materi, fasilitator,

   

2)

Ada, 3-5 materi

7

 

peserta, sarana , tempat.

   

3)

Ada, 1-2 materi

2

 
   

4)

Tidak ada

0

   
 

2 Pertemuan/musyawarah kelompoktani

   

50

 
 

a Rencana pertemuan/musyawarah kelompoktani 3 tahun terakhir

 

20

 
   

1)

Ada, 3 tahun

20

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

10

   
   

3)

Ada, 1 tahun

3

   
   

4)

Tidak ada

0

   
 

b Rencana frekuensi pertemuan/musyawarah kelompoktani

 

15

 
   

1)

Rencana pertemuan, 2 kali/bulan

15

   
   

2)

Rencana pertemuan, 1 kali/bulan (selapanan/35hari)

7

   
   

3)

Rencana pertemuan, 1 kali > sebulan (selapanan/35 hari)

2

   
   

4)

Tidak ada

0

   
 

c Isi rencana pertemuan/musyawarah

kelompoktani

 

15

Rencana pertemuan/

   

1)

Ada, lengkap (lihat bukti fisik)

15

 

musyawarah berisi waktu, acara

   

2)

Ada, 4-6 topik

7

 

(penggalian dan pemecahan

masalah), peserta, sarana ,

tempat, petugas/penyuluh

pertanian, pembiayaan.

   

3)

Ada, 1-3 topik

2

 
   

4)

Tidak ada

0

 

B

Wahana Kerjasama

       
 

3 Rencana pemanfaatan sumberdaya

   

30

 
 

a Rencana pemanfaatan sumberdaya (tenaga, sarana, teknologi, modal, pemasaran)

     
 

3

tahun terakhir

 

10

   

1)

Ada, 3 tahun

10

 
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

5

 
   

3)

Ada, 1 tahun

1

 
   

4)

Tidak ada

0

   
 

b Isi rencana pemanfaatan sumberdaya

   

10

Merencanakan pemanfaatan

   

1)

Ada, 5 unsur (lihat bukti fisik)

10

 

sumberdaya meliputi: tenaga,

   

2)

Ada, 3-4 unsur

5

 

sarana, teknologi,

modal/kredit, pemasaran,

pengolahan hasil.

   

3)

Ada, 1-2 unsur

1

 
       
 

4)

Tidak ada

0

 
 

c Rencana pemanfaatan sumberdaya dalam pelaksanaan rekomendasi teknologi

 

10

 
 

3

tahun terakhir

 
   

1)

Ada, 3 tahun

10

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

5

   
   

3)

Ada, 1 tahun

1

   
   

4)

Tidak ada

0

   
 

4 Rencana pelestarian lingkungan

   

30

 
 

a

Rencana pelestarian lingkungan selama 3 tahun terakhir (pemanfaatan limbah pertanian, pengendalian organisme pengganggu tanaman, melaksanakan pertanian organik, pemanfaatan sumberdaya air secara efisien)

 

15

 
   

1)

Ada, 3 tahun

15

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

8

   
   

3)

Ada, 1 tahun

3

   
   

4)

Tidak ada

     

17

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

   

b

Isi rencana pelestarian lingkungan

 

15

Rencana pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah

pertanian, pengendalian organisme

   

1)

Ada, 4 unsur (lihat bukti fisik)

15

 
   

2)

Ada, 2-3 unsur

7

 

pengganggu tanaman, melaksanakan pertanian organik,

       
 

3)

Ada, 1 unsur

2

pemanfaatan sumberdaya air secara

   

4)

Tidak ada

0

 

efisien.

C

Unit Produksi

       
 

5 Rencana kebutuhan definitive kegiatan selama 3 tahun terakhir

 

30

 
   

a Rencana Definitif Kelompok (RDK)

 

15

 
   

1)

Ada, 3 tahun

15

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

8

   
   

3)

Ada, 1 tahun

3

   
   

4)

Tidak ada

0

   
   

b Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)

 

15

 
   

1)

Ada, 3 tahun

15

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

7

   
   

3)

Ada, 1 tahun

2

   
   

4)

Tidak ada

0

   
 

6 Rencana kegiatan usaha kelompoktani 3 tahun terakhir

 

30

Rencana usaha tertulis

   

a Rencana kegiatan usaha (3 tahun terakhir)

 

15

 
   

1)

Ada, 3 tahun terakhir

15

   
   

2)

Ada, 2 tahun terakhir

7

   
   

3)

Ada, 1 tahun terakhir

2

   
   

4)

tidak ada

0

   
   

b Rencana kegiatan usaha (usahatani berdasarkan analisa usaha, peningkatan usaha kelompok, produk sesuai permintaan pasar, pengolahan dan pemasaran hasil, penyediaan jasa)

 

15

 
   

1)

Rencana 5 unsur

15

   
   

2)

Rencana 3 unsur

7

   
   

3)

Rencana 1 unsur

2

   
   

4)

Tidak ada

0

   

II

MENGORGANISASIKAN KEGIATAN

 

100

Unsur-unsur

A

Kelas Belajar

     

pengorganisasian

 

1

Menumbuhkembangkan kedisiplinan kelompok

 

30

kelompoktani meliputi:

   

a Kehadiran anggota dalam pertemuan/musyawarah

 

10

pengukuhan kelompoktani,

   

1)

> 75 % hadir

10

 

struktur organisasi, uraian

   

2)

50 - 75% hadir

5

 

tugas, aturan kelompok/AD-

   

3)

< 50% hadir

1

 

ART

   

b Kehadiran anggota dalam kegiatan kelompok

 

10

 
   

1)

> 75 % hadir

10

   
   

2)

50 - 75% hadir

5

   
   

3)

< 50% hadir

1

   
   

c Kemauan/motivasi belajar anggota kelompok

 

10

 
   

1)

> 75 % anggota aktif

10

   
   

2)

50 - 75% anggota aktif

5

   
   

3)

< 50% anggota aktif

1

   

B

Wahana Kerjasama

     
 

2

Mengembangkan aturan tertulis organisasi kelompok (pertemuan, keuangan, keikutsertaan dalam kegiatan, perjanjian dengan pihak lain)

 

50

 
   

a Pengorganisasian kelompoktani

 

15

 
   

1)

Ada, 4 unsur (lihat bukti fisik)

15

   
   

2)

Ada, 2-3 unsur

7

   
   

3)

Ada, 1 unsur

2

   
   

4)

Tidak ada

0

   
   

b Isi aturan kelompok

 

15

Aturan kelompoktani meliputi

   

1)

Ada, 3 unsur (lihat bukti fisik)

15

 

aturan-aturan: pertemuan,

   

2)

Ada, 2 unsur

7

 

keuangan, keikutsertaan

   

3)

Ada, 1 unsur

2

 

dalam kegiatan.

   

4)

Tidak ada

0

 
   

c Mentaati Kesepakatan(Interaksi dengan kelompok lain)

 

10

 
   

1)

> 75 % kesepakatan dilaksanakan

10

   
   

2)

50 - 75% kesepakatan dilaksanakan

5

   
   

3)

< 50% kesepakatan dilaksanakan

1

   

18

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampu an

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

   

d

Mentaati Peraturan

   

10

 
   

1)

> 75 % mentaati peraturan

10

   
   

2)

50 - 75% mentaati peraturan

5

   
   

3)

< 50% mentaati peraturan

1

   

C

Unit Produksi

       
 

3

Mengembangkan usahatani kelompok

 

20

 
   

a Pengorganisasian pembagian tugas anggota dan pengurus kelompoktani

 

10

 
   

1)

> 75 % anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas

10

   
   

2)

50 - 75% anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas

5

   
   

3)

< 50% anggota menyatakan sudah ada pembagian tugas

1

   
   

b Pengorganisasian pengembangan usahatani kelompok (unit saprodi, unit pemasaran, unit produksi, unit pengolahan/pasca panen, unit permodalan

 

10

 
   

1)

Ada, 3 unsur

10

   
   

2)

Ada, 2 unsur

5

   
   

3)

Ada, 1 unsur

1

   
   

4)

Tidak ada

0

   

III

KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN

 

400

Laporan pelaksanaan

A

Kelas belajar

     

pembelajaran, modul,

 

1 Melaksanakan proses pembelajaran

 

45

   

a Frekuensi pembelajaran

   

15

   

1)

> 75 % rencana pembelajaran dilaksanakan

15

 
   

2)

50% - 75% rencana pembelajaran dilaksanakan

7

 
   

3)

10% - 50% rencana pembelajaran dilaksanakan

2

   
   

4)

Tidak dilaksanakan

0

   
   

b Rata-rata kehadiran anggota dalam pembelajaran 1 tahun terakhir

 

15

Daftar hadir peserta,

   

1)

> 75 % anggota kelompoktani hadir

15

   
   

2)

50% - 75% anggota kelompoktani hadir

7

   
   

3)

25% - 50% anggota kelompoktani hadir

2

   
   

4)

< 25% anggota kelompoktani hadir

0

   
   

c Manfaat pembelajaran kelompoktani untuk anggota

 

15

Penerapan oleh anggota

   

1)

> 75 % anggota merasakan manfaat

15

   
   

2)

50 - 75% anggota merasakan manfaat

7

   
   

3)

< 50% anggota merasakan manfaat

2

   
   

4)

100% anggota tidak merasakan manfaat

0

   
 

2 Melaksanaan pertemuan dengan tertib

 

45

 
   

a Pelaksanaan pertemuan kelompoktani 3 tahun terakhir

 

15

Daftar hadir, laporan

   

1)

Ada, 3 tahun

15

 

pelaksanaan/notulen,

   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

7

 

dokumentasi

   

3)

Ada, 1 tahun

2

 
   

4)

Tidak ada

0

   
   

b Frekuensi pertemuan kelompoktani

 

15

Daftar hadir, laporan

   

1)

Pelaksanaan pertemuan, 2 kali/bulan

15

 

pelaksanaan/notulen,

   

2)

Pelaksanaan pertemuan, 1 kali/bulan

7

 

dokumentasi

   

3)

Pelaksanaan pertemuan, 1 kali > sebulan

2

 
   

4)

Tidak ada

0

   
   

c Materi

pertemuan

kelompoktani

 

15

Materi pertemuan/musyawarah antara lain

   

1)

Ada, lengkap

15

 

masalah dan pemecahan masalah,

evaluasi pelaksanaan kegiatan, penyalura

   

2)

Ada, 4-8 unsur

7

 

sarana produksi, penyaluran modal, pelaksanaan kemitraan, analisa usaha,

pelestarian lingkungan, pembinaan

   

3)

Ada, 1-3 unsur

2

 
   

Tidak ada

0

 

administrasi dan manajemen

   

4)

   

kelembagaan, antsipasi perubahan iklim.

       

B

Wahana Kerjasama

     

Unsur kerjasama meliputi:

 

3

Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian

 

15

sarana produksi, pengolahan,

       

pemasaran, sumber informasi

   

a Ada, 5 unsur yang dilaksanakan

15

 

dan sumber permodalan

   

b Ada, 2-4 unsur yang dilaksanakan

7

 
   

c Ada, 1 unsur yang dilaksanakan

2

 

Bukti fisik: Mou dan laporan

   

d Tidak ada

 

0

 

kerjasama

19

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

 

4 Pelestarian lingkungan

 

30

 
   

a

Pelaksanaan pelestarian lingkungan selama 3 tahun terakhir

 

15

Laporan, dokumentasi,

   

1)

Ada, 3 tahun

15

   
   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

7

 

Pelaksanaan pelestarian

   

3)

Ada, 1 tahun

2

 

lingkungan melalui

   

4)

Tidak ada

0

 

pemanfaatan limbah

   

b

Ruang lingkup pelestarian lingkungan

 

15

pertanian, pengendalian

   

1)

Ada, 4 unsur (lihat bukti fisik)

15

 

organisme pengganggu

   

2)

Ada, 2-3 unsur

7

 

tanaman, melaksanakan

pertanian organik,

pemanfaatan sumberdaya air

secara efisien

   

3)

Ada, 1 unsur

2

 
   

4)

Tidak ada

0

 
 

5 Menerapkan kedisiplinan kelompok secara taat azas

 

15

Daftar hadir, buku simpan

   

a > 75 % anggota disiplin dan tanggung jawab

15

 

pinjam, laporan keuangan

   

b 50% - 75% anggota disiplin dan tanggung jawab

7

   
   

c 10% - 50% anggota disiplin dan tanggung jawab

2

   
   

d < 10% anggota disiplin dan tanggung jawab

0

   
 

6 Melaksanakan pembagian tugas anggota

 

15

Daftar hadir kegiatan

   

a Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara dan seksi) dan aktif dalam organisasi

15

   
   

b Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara) dan aktif dalam organisasi

7

   
   

c Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara dan seksi) tetapi tidak aktif dalam organisasi

2

   
   

d Sudah ada kepengurusan (ketua, sekretaris, bendahara) tetapi tidak aktif dalam organisasi

0

   
 

7 Melaksanakan dan mentaati kesepakatan anggota

 

15

MOU kelompok dan laporan

   

a > 75 % kesepakatan dilaksanakan anggota

15

 

pelaksanaan

   

b 50% - 75%kesepakatan dilaksanakan anggota

7

   
   

c 10% - 50% kesepakatan dilaksanakan anggota

2

   
   

d < 10% kewajiban kelompok dilaksanakan sesuai perjanjian

0

   
 

8 Melaksanakan dan mentaati peraturan/perundangan yang berlaku

 

15

 
   

a > 75 % anggota mentaati peraturan/perundangan

15

   
   

b 50% - 75% anggota mentaati peraturan/perundangan

7

   
   

c 10% - 50% anggota mentaati peraturan/perundangan

2

   
   

d < 10% anggota mentaati peraturan/perundangan

0

   
 

9 Melaksanakan pencatatan kegiatan kelompok

 

15

 
   

a Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

15

   
   

b Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

7

   
   

c Tidak dilakukan evaluasi

2

   

C

Unit Produksi

       
 

10 Pemanfaatan sumberdaya

 

30

 
   

a

Pelaksanaan pemanfaatan sumberdaya 3 tahun terakhir

 

15

Unsur terdiri dari tenaga kerja,

   

1)

Ada, 3 tahun

15

 

sarana, teknologi, modal dari

   

2)

Ada, 2 tahun berturut-turut

7

 

kelompok. Bukti fisik dari

laporan keuangan, laporan

kegiatan, sarana produksi yang

dimanfaatkan.

   

3)

Ada, 1 tahun

2

 
   

4)

Tidak ada

0

 
   

b

Pemanfaatan sumberdaya

 

15

 
   

1)

Ada, 4 unsur

15

 
   

2)

Ada, 2-3 unsur

7

 
   

3)

Ada, 1 unsur

2

 
   

4)

Tidak ada

0

   
 

11

Realisasi RDK dan RDKK

 

30

 
   

a Realisasi Rencana Definitif Kelompok (RDK)

 

15

Bukti penyaluran pupuk,

   

1)

> 75 % RDK dilaksanakan

15

 

benih, dan saprodi lainnya

   

2)

50% - 75% RDK dilaksanakan

7

 
   

3)

10% - 50% RDK dilaksanakan

2

 
   

4)

Tidak dilaksanakan

0

   
   

b Realisasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)

 

15

Bukti penyaluran pupuk,

   

1)

> 75 % RDK dilaksanakan

15

 

benih, dan saprodi lainnya

   

2)

50% - 75% RDK dilaksanakan

7

 
   

3)

10% - 50% RDK dilaksanakan

2

 
   

4)

Tidak dilaksanakan

0

   

20

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

 

12 Melaksanakan kegiatan usahatani bersama

 

15

Unsur meliputi:

   

a Ada, 4 unsur yang dilaksanakan

15

 

pembenihan/penangkaran, penanaman, pengolahan dan

       
 

b Ada, 2-3 unsur yang dilaksanakan

7

pemasaran

   

c Ada, 1 unsur yang dilaksanakan

2

 

Bukti fisik: Observasi

   

d Tidak ada

 

0

 

lapangan, laporan usaha tani, laporan keuangan

       
 

13 Penerapan teknologi yang direkomendasikan

 

15

Unsur: rekomendasi pupuk

   

a > 75 % telah menerapkan rekomendasi teknologi

15

 

berimbang, PHT, alat mesin

   

b 50 - 75% telah menerapkan rekomendasi teknologi

7

 

pertanian, pupuk organik

   

c < 50% telah menerapkan rekomendasi teknologi

2

 

Bukti fisik: laporan pelaksanaan

   

d Tidak ada

 

0

 

kegiatan, observasi lapangan, dokumentasi

       
 

14 Pemupukan dan penguatan modal usaha

 

65

 
   

a Mampu memupuk modal

 

15

Laporan keuangan

   

1)

Mampu memupuk modal, baik melalui perbankan, tabungan anggota, penyisihan hasil usaha/simpan pinjam/pendapatan dari usaha kelompok

15

   
   

2)

Mampu memupuk modal baik melalui tabungan anggota/ penyisihan hasil usaha/ simpan pinjam/ pendapatan dari usaha kelompok

7

   
   

3)

Bantuan pemerintah

2

   
   

4)

Tidak ada pemupukan modal

0

   
   

b Mampu mengembangkan modal usaha

 

15

 
   

1)

Penambahan modal > 50% per tahun

15

   
   

2)

Penambahan modal 20% - 50% per tahun

7

   
   

3)

Penambahan modal kurang dari 20% per tahun

2

   
   

4)

Tidak ada pemupukan modal

0

   
   

c Penguatan Modal Kelompok

 

35

 
   

1)

Swadaya kelompok

 

15

 
   

a). > 75 % modal kelompok

15

   
   

b). 50 - 75% modal kelompok

7

   
   

c). < 50% modal kelompok

1

   
   

2)

Pihak lain

 

10

 
   

a).

> 75 % modal kelompok

10

   
   

b).

50 - 75% modal kelompok

5

   
   

c).

< 50% modal kelompok

1

   
   

d). Tidak ada

0

   
   

3)

Bantuan pemerintah

 

10

 
   

a).

> 75 % modal kelompok

10

   
   

b).

50 - 75% modal kelompok

5

   
   

c).

< 50% modal kelompok

1

   
   

d). Tidak ada

0

   
 

15 Pengembangan Fasilitas/Sarana Kerja

 

15

 
   

a Tersedia sesuai kebutuhan anggota dan dimanfaatkan pihak lain

15

   
   

b Tersedia sesuai kebutuhan anggota

7

   
   

c Tersedia tidak sesuai kebutuhan

2

   
   

d Tidak tersedia

0

   
 

16 Melaksanakan dan mempertahankan kesinambungan produktivitas

 

20

Ada surat keterangan dari

       

Bupati/Walikota/instansi

   

a Ada peningkatan produktivitas > 5%

20

 

kabupaten/kota

   

b Ada peningkatan produktivitas 3-5%

10

 
   

c Ada peningkatan produktivitas 1-3%

3

   
   

d Tidak ada peningkatan produktivitas

0

   

IV

KEMAMPUAN MELAKUKAN PENGENDALIAN DAN PELAPORAN KEGIATA

 

150

 
 

1

Mengevaluasi Kegiatan Perencanaan

 

50

Unsur evaluasi

   

a

Evaluasi RDK

 

10

perencanaan:RDK/RDKK, kegiatan usaha, kinerja pengurus, pelaksanaan kegiatan, penyediaan jasa pertanian, penerapan teknologi,

pemupukan/penguatan modal,

   

1)

Dilakukan evaluasi 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan perencanaan periode selanjutnya

peningkatan

   

2)

Dilakukan evaluasi 2 tahun berturut-turut dan hasilnya digunakan untuk bahan perencanaanperiode selanjutnya

   
 

5

   

3)

Dilakukan evaluasi tetapi tidak ditindaklanjuti

1

   
   

4)

Tidak dilakukan evaluasi

0

 

21

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indika tor Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

 

b Evaluasi RDKK

   

10

Laporan evaluasi RDKK

 

1)

Dilakukan evaluasi 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan perencanaan periode selanjutnya

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi 2 tahun berturut-turut dan hasilnya bahan perencanaan periode selanjutnya

digunakan untuk

5

   
 

3)

Dilakukan evaluasi tetapi tidak ditindaklanjuti

1

   
 

4)

Tidak dilakukan evaluasi

0

   
 

c Evaluasi kegiatan kelompok

   

10

Laporan evaluasi kegiatan kelompok

 

1)

Dilakukan evaluasi selama 3 tahun berturut-turut dan hasilnya untuk bahan perencanaan selanjutnya

10

 
 

2)

Dilakukan evaluasi selama 2 tahun berturut-turut dan hasilnya digunakan untuk bahan perencanaan selanjutnya

5

   
 

3)

Dilakukan evaluasi tetapi tidak ditindaklanjuti

1

   
 

4)

Tidak dilakukan evaluasi

0

   
 

d Evaluasi Produktivitas Kelompok

 

10

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan hasilnya sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya

5

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya

1

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

2

   
 

e Evaluasi Pendapatan Usahatani

   

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan hasilnya sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak sebagai bahan rencana usaha tani selanjutnya

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

2 Menevaluasi kinerja organisasi/kelembagaan

   

15

Laporan evaluasi

 

a Dilakukan evaluasi berturut-turut selama 3 tahun dan ditindaklanjut

15

   
 

b Dilakukan evaluasin selama 2 tahun dan tidak ditindaklanjuti

7

   
 

c Dilakukan evaluasi

dan ditindaklanjuti

 

2

   
 

d Tidak dilakukan evaluasi

 

0

   
 

3 Mengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan Kelompoktani

 

70

 
 

a Melaksanakan kesepakatan kelompok tani

   

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

b Melaksanakan kerjasama penyediaan jasa pertanian (sarana produksi, pengolahan, pemasaran, sumber informasi, dan sumber permodalan)

 

10

Laporan evaluasi

 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

c Melaksanakan usaha bersama (penangkaran benih, penanaman, pengolahan dan pemasasaran)

 

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

d Melaksanakan penerapan teknologi

   

10

Laporan evaluasi

 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

e Melaksanakan pemupukan modal usaha tani

   

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

f Melaksanakan penguatan modal kelompok

   

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

g Melaksanakan pengembangan fasilitas/sarana kerja

 

10

 
 

1)

Dilakukan evaluasi dan ditindaklanjuti

10

   
 

2)

Dilakukan evaluasi dan tidak ditindaklanjuti

5

   
 

3)

Tidak dilakukan evaluasi

1

   
 

4 Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan secara tertib

 

15

 
 

a Membuat laporan bulanan, triwulan, dan tahunan

15

   
 

b Membuat laporan

triwulan, dan tahunan

 

7

   
 

c Membuat laporan tahunan

 

2

   
 

d Tidak membuat laporan

       

22

   

Nilai

Nilai

 

No.

 

Aspek dan Indikator Penilaian Kemampuan

Maks

Maks

Bukti Fisik

Aspek

Indikator

V

KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KEPEMIMPINAN KELOMPOK

 

150

 

A

Kelas Belajar

     
 

1 Mengembangkan keterampilan dan keahlian anggota dan pengurus kelompoktani

 

20

 
 

a > 75 % anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan keahlian

20

   
 

b 50 - 75% anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan keahlian

10

   
 

c < 50% anggota menyatakan adanya pengembangan keterampilan dan keahlian

3

   
 

d Tidak ada

     
 

2 Pengembangan kader Kepemimpinan

 

20

 
 

a adanya rotasi kepengurusan setiap 5 tahun sekali

20

   
 

b adanya rotasi kepengurusan setiap 10 tahun sekali