P. 1
Draft Juklak Juknis Pospenas Gorontalo ke- VI 2013

Draft Juklak Juknis Pospenas Gorontalo ke- VI 2013

|Views: 3,611|Likes:
Dipublikasikan oleh Syamsul Lubis
Draft petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Pospenas (PEKAN OLAHRAGA DAN SENI ANTAR PONDOK PESANTREN) TINGKAT NASIONAL VI TAHUN 2013 Gorontalo
Draft petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Pospenas (PEKAN OLAHRAGA DAN SENI ANTAR PONDOK PESANTREN) TINGKAT NASIONAL VI TAHUN 2013 Gorontalo

More info:

Published by: Syamsul Lubis on Mar 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS PEKAN OLAHRAGA DAN SENI ANTAR PONDOK PESANTREN TINGKAT NASIONAL VI TAHUN

2013 GORONTALO

24 S.D 30 JUNI 2013

PANJATAPNAS POSPENAS 2013

1

PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS PEKAN OLAHRAGA DAN SENI ANTAR PONDOK PESANTREN TINGKAT NASIONAL VI TAHUN 2013 DI GORONTALO

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) merupakan ajang pembinaan para santri yang tergabung dalam Pondok Pesantren. Sasaran utama penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional secara periodik 3 (tiga) tahun sekali adalah untuk menggali potensi para santri di bidang olahraga dan seni, di samping menjadi momentum yang berfungsi sebagai wahana perekat kerukunan silaturrahmi serta persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di kalangan masyarakat Pondok Pesantren. Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) VI yang akan diselenggarakan di Gorontalo tahun 2013, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pembinaan dan pengembangan potensi para santri pondok pesantren di Indonesia, antara lain: 1. Sebagai event atau kegiatan yang diharapkan mampu menjalin silaturrahmi antar pondok pesantren dan alat pemersatu bangsa Indonesia; 2. Merupakan simulasi untuk bersaing secara sehat serta merupakan puncak dari fenomena prestasi para santri Indonesia; 3. Merupakan forum akbar di bidang olahraga dan seni secara nasional dan kebanggaan masyarakat Indonesia pada umumnya serta para santri/pembina dan pengasuh pondok pesantren pada khususnya; 4. Sebagai arena untuk memberikan porsi yang sama kepada para santri untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga dan seni sebagaimana pelajar lainnya; 5. Merupakan puncak aplikasi olahraga dan seni tingkat nasional di bidang organizing, sport, hygiene, metode/strategi perlombaan/pertandingan di samping aspek lainnya seperti manajemen di bidang kepariwisataan, riset olahraga, transportasi, anggaran dan lain-lain.

2

Adapun tujuan yang terkandung dalam POSPENAS adalah: 1. Ikut membangun sumber daya manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas, unggul, sportif dan berdaya saing. 2. Meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa Islami dalam rangka membina khasanah olahraga dan seni budaya bangsa. 3. Meningkatkan Ukhuwah Islamiah di kalangan santri dan menjalin silaturrahmi antar pondok pesantren dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. 4. Meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga dan seni dari sejak dini di kalangan santri pondok pesantren dan generasi muda serta masyarakat di sekitarnya. Untuk terlaksananya kegiatan nasional pondok pesantren dengan baik, sekaligus memberi peluang kepada daerah untuk mengalami hal-hal yang positif tersebut, maka penyelenggaraan POSPENAS dipercayakan kepada Pemerintah Daerah beserta organisasi pesantren dan berbagai potensi lainnya. Setelah dilakukan penilaian terhadap kemampuan daerah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif di segala bidang, maka Provinsi Gorontalo sebagai salah satu daerah yang dinominasikan untuk menyelenggarakan POSPENAS, dipandang layak sebagai tuan rumah penyelenggara POSPENAS VI. Data kependudukan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk Provinsi Gorontalo pada tahun 2012 mencapai 2,28 persen dengan kepadatan penduduk terbanyak berada di Kota Gorontalo yaitu 2.719 jiwa/km2. Wilayah dengan kepadatan penduduk terkecil adalah Kabupaten Pohuwato, yaitu hanya sekitar 30 jiwa/km2. Adapun Jumlah penduduk Provinsi Gorontalo pada tahun 2012 sebanyak 1.040.164 jiwa, yang terdiri dari 521.824 jiwa penduduk laki laki dan 518.250 jiwa penduduk perempuan. Untuk jumlah pondok pesantren, dari data terdaftar di Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sebanyak 25 Pondok Pesantren, dengan jumlah santri yang diasuh sebanyak 6.612 santri dengan jumlah santri yang mukim sebanyak 2.396 santri . Provinsi Gorontalo yang telah ditetapkan sebagai penyelenggara POSPENAS VI terletak antara Oo 19' — 1° 15' Lintang Utara dan 121° 23' — 123° 43' Bujur Timur dan berbatasan langsung dengan dua provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah Barat dan Provinsi Sulawesi Utara di sebelah Timur. Sedangkan di sebelah Utara berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan di sebelah Selatan dibatasi oleh Teluk Tomini. Luas Provinsi Gorontalo secara keseluruhan adalah 11.967,64 km2. Jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia, luas wilayah provinsi ini hanya sebesar O,63 persen. Provinsi Gorontalo terdiri dari 5 (lima) kabupaten dan 1 (kota), yaitu Kabupaten Boalemo, Kabu paten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo. . 3

B. DASAR
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 89 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4535); 3. Nota Kesepahaman antara, Menteri Agama, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 6 Tahun 2012, Nomor 0146/MENPORA/08/2012, Nomor 426-558A Tahun 2012, Nomor 11/VIII/NK/2012, Nomor NK.51/HM.304/MPEK/2012 tentang Penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional; 4. Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor 41 Tahun 2012 tentang Pembentukan Panitia Kerja Tetap Nasional Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional; 5. Hasil Sarasehan POSPENAS VI Tahun 2013 di Gorontalo yang menetapkan Provinsi Kepulauan Riau, Gorontalo, Sulawesi Utara, Riau dan Sumatera Selatan sebagai calon Tuan Rumah POSPENAS VI/2013; 6. Surat Penetapan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Nomor B.1711/KMK/SES/VII/2012 tanggal 2 Agustus 2012 kepada Gubernur Gorontalo tentang Tuan Rumah POSPENAS VI Tahun 2013; 7. Surat Gubernur Provinsi Gorontalo Nomor 420/Dikpora/1150/ Porabud/2012, tanggal, 12 Juni 2012 Perihal Kesiapan Menjadi Tuan Rumah Pospenas VI Tahun 2013.

C. TUJUAN
Petunjuk pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional tahun 2013 ini bertujuan: 1. Menjadi acuan dalam persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan pertandingan dan perlombaan pada POSPENAS VI Tahun 2013; 2. Menyamakan persepsi antar seluruh komponen yang berkaitan dengan penyelenggaraan POSPENAS VI Tahun 2013; 3. Menjadi rujukan dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul selama penyelenggaraan POSPENAS VI Tahun 2013.

4

D. SASARAN
Buku Petunjuk Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional VI Tahun 2013 di Gorontalo mempunyai sasaran yaitu : 1. Para Olahragawan dan Seniman Santri Pondok Pesantren peserta POSPENAS VI Tahun 2013; 2. Para Pimpinan kontingen peserta POSPENAS VI Tahun 2013; 3. Para Pelatih, Official dan Manajer tim kontingen peserta POSPENAS VI Tahun 2013; 4. Para Wasit, Juri dan Petugas lain yang berpartisipasi dalam POSPENAS VI Tahun 2013. 5. PANJATAPNAS POSPENAS dan PANJATAPDA; 6. Pejabat pada instansi terkait yang berwenang dan atau pendukung penyelenggaraan POSPENAS VI Tahun 2013.

E. TEMA DAN SUB TEMA
Tema dan sub tema POSPENAS VI Tahun 2013 di Provinsi Gorontalo adalah : 1) Tema ”MERAJUT PERSAUDARAAN, BERPRESTASI DAN BERDAYA SAING’’. 2) Sub Tema “SANTRI INDONESIA BUGAR, KREATIF, SPORTIF, BERPRESTASI DAN MENJUNJUNG TINGGI UKHUWAH ISLAMIYAH”.

5

BAB II PETUNJUK PELAKSANAAN A. PERSYARATAN PESERTA
1. Peserta POSPENAS adalah santri Pondok Pesantren yang memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Santri yang tinggal di pondok pesantren (mukim) yang telah terdaftar minimal 1 (satu) tahun baik tingkat Diniyah Wustha atau Ulya (Tsanawiyah /SMP atau Aliyah /SMA/SMK atau yang sederajat) dan santri yang mengikuti pembelajaran kitab kuning. Masih aktif sebagai santri pada tahun ajaran 2013 – 2014 dan dibuktikan dengan surat keterangan dari pimpinan pesantren; Tidak terdaftar dalam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP), Sekolah Menengah Olaharaga (SMANOR) Sekolah Khusus Olahraga (SKO) dan sejenisnya serta Perguruan Tinggi. d. Berusia minimal 12 tahun (dua belas) dan maksimal 18 (delapan belas) tahun, lahir per 1 Januari 1995, dibuktikan dengan fotokopi akte kelahiran (surat kenal lahir). Bagi santri yang sudah tamat tingkatan Aliyah/Ulya per 1 Juni 2013 tidak diperkenankan mengikuti POSPENAS VI Tahun 2013.

b. c.

e.

2. Peserta adalah hasil seleksi Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) di masing-masing Provinsi yang dibuktikan dengan Surat Keputusan PANJATAPDA POSPEDA/Rekomendasi bersama Kanwil Kemenag, Dispora, Dikbud Tingkat Provinsi bagi yang belum membentuk PANJATAPDA POSPEDA. 3. Peserta diharuskan menyerahkan dokumen sebagai berikut: a. Fotocopy Syahadah/STTB/Ijazah dan kasyfudarojah/raport yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang atau surat keterangan dari Pimpinan Pondok Pesantren bagi santri yang hanya mengikuti pembelajaran kitab kuning sebanyak 2 (dua) lembar. Foto copy Akte kelahiran/surat kenal lahirsebanyak 2 (dua) lembar dengan menunjukan aslinya (pada dokumen asli tidak boleh terdapat coretan ataupun penghapusan data).

b.

c. Menyerahkan pas photo berwarna (terbaru) berukuran 3x4 sebanyak 4 (empat) lembar, dan khusus bagi santri wanita memakai Jilbab. 4. Peserta yang mewakili cabang olahraga dan seni wajib mencantumkan nama Provinsi dalam pertandingan dan perlombaan maupun Upacara Penghormatan Pemenang (UPP); 5. Peserta yang mewakili cabang olahraga dan seni wajib menggunakan pakaian Islami; 6

6. Peserta yang mewakili cabang olahraga dan seni wajib didaftarkan oleh PANJATAPDA Provinsi atau Kementerian Agama bagi Provinsi yang belum ada PANJATAPDA yang ditujukan kepada Panitia Pelaksana POSPENAS VI Tahun 2013 di Gorontalo.

B. Pendaftaran Peserta 1. Time Schedule No 1 2 3 4 5 6 7 Agenda Koordinasi Tim Pusat Koordinasi Tim Pusat daerah Akhir penyelenggaraan POSPEDA Pendaftaran Peserta tahap I Pendaftaran tahap II Keabsahan kesantrian Pelaksanaan : a. Pendaftaran Tahap III/Tim Aju b. Keabsahan dokumen c. Pertemuan Teknis (Technical Meeting) d. Upacara pembukaan e. Pelaksanaan lomba f. Upacara penutupan Evaluasi Laporan Tanggal Pebruari 2013 Akhir Pebruari Pertengahan Mei 2013 15 Maret 2013 20 Mei 2013 25 Mei s.d 15 Juni 2013 17 s.d 19 Juni 2013 20 s.d 23 Juni 2013 23 Juni 2013 (Pk.19.00 WITA) 24 Juni 2013 24 s.d 30 Juni 2013 30 Juni 2013 07 Juli 2013 15 Juli 2013

8 9

2. Pendaftaran peserta dialamatkan pada Panitia Pelaksana POSPENAS VI Tahun 2013 di Gorontalo Jl. Poigar No. 123 Kelurahan Molosifat U Kota Gorontalo. Telp.0435-831943 Fax. 0435-831942 dengan tembusan kepada PANJATAPNAS POSPENAS yang beralamat: Sekretariat PAJATAPNAS POSPENAS, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Jl. Lapangan Banteng Barat No.3-4,Jakarta Pusat; Telp. 021–3811810 Fax. 021 – 34833980 Email:panjatapnaspospenas@yahoo.com, sesuai dengan format pendaftaran yang telah disediakan.

3. Waktu pendaftaran : a. Pendaftaran pertama dilakukan paling akhir pada tanggal 15 Maret 2013 dengan menyampaikan pernyataan keikutsertaan mengikuti pertandingan dan perlombaan dengan tembusan kepada PANJATAPNAS POSPENAS. 7

b. Pendaftaran kedua dilakukan paling akhir tanggal 20 Mei 2013 dengan menyampaikan rincian cabang olahraga dan seni yang akan diikuti. c. Pendaftaran ketiga dilakukan paling akhir tanggal 17-19 Juni 2013 dengan melampirkan daftar nama peserta sesuai dengan cabang olahraga dan seni yang diikuti, dilengkapi dengan pas photo (terbaru) ukuran 3x4 (untuk santri wanita, berjilbab). 4. Nama-nama peserta sudah harus diterima oleh Panitia Pelaksana 10 (sepuluh) hari sebelum hari H, POSPENAS VI Tahun 2013 di Gorontalo dan tidak dapat dirubah lagi.

B. KEABSAHAN PESERTA
1. Keabsahan peserta dilakukan melalui dua tahap, yaitu keabsahan kesantrian dan keabsahan administrasi. Tahap pertama dilakukan oleh tim yang ditetapkan oleh kementerian Agama satu bulan sebelum pelaksanaan sedangkan tahap kedua dilakukan oleh tim yang ditunjuk Panjatapnas Pospenas empat hari sebelum hari H. 2. Peserta dipimpin oleh Pimpinan Kontingen dengan masing-masing membawa berkas persyaratan untuk diperiksa dokumen dan data kesantriannya oleh tim keabsahan. 3. Keabsahan data menjadi tanggung jawab Pimpinan Kontingen. 4. Pengecekan ulang keabsahan secara silang akan dilakukan apabila terjadi keragu-raguan atas data yang diterima tanpa mengganggu jadwal dan jalannya pertandingan atau perlombaan. 5. Bagi peserta perorangan maupun beregu yang tidak lolos keabsahan tidak diperbolehkan mengikuti POSPENAS VI/Pendaftaran ditolak. 6. Bagi peserta perorangan maupun beregu yang lolos keabsahan, bila ternyata ditemukan pelanggaran/kecurangan oleh Tim Investigasi, maka dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

8

D. KETENTUAN PERTANDINGAN DAN PERLOMBAAN
1. Pertandingan dapat dilaksanakan apabila jumlah peserta minimal 3 (tiga) orang/regu dari daerah yang berbeda. 2. Apabila peserta kurang dari 3 (tiga) orang/regu dari daerah yang berbeda, maka pertandingan/perlombaan bersifat eksibisi dan tidak diperhitungkan dalam klasemen perolehan medali.

E. TIM INVIESTIGASI
1. Tim Investigasi beranggotakan unsur Tim Keabsahan, unsur Panitia Pelaksana POSPENAS VI, unsur lainnya, serta diketuai oleh salah satu anggota PANJATAPNAS POSPENAS. 2. Tim Investigasi bertugas memantau, melakukan pengecekan dan penelitian serta menyelesaikan permasalahan yang timbul di lapangan, berkaitan dengan keabsahan peserta. 3. Bila peserta ditemukan terbukti melanggar ketentuan keabsahan, maka Tim Investigasi memberikan rekomendasi kepada Panitia Pelaksana cabang olahraga dan seni. Apabila tidak terselesaikan dapat diteruskan kepada Ketua Bidang Pertandingan/Perlombaan untuk diputuskan.

F. DEWAN HAKIM
1. Dewan hakim adalah badan tertinggi yang berwenang untuk menjaga ketertiban dan kelancaran pertandingan dan perlombaan POSPENAS VI dan menyelesaikan serta memutuskan masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh setiap panitia pelaksana cabang olahraga/seni selama penyelenggaraan POSPENAS VI. 2. Penunjukan Dewan Hakim dilakukan oleh PANJATAPNAS POSPENAS. 3. Dewan Hakim terdiri dari: - 1 (satu) orang PANJATAPNAS POSPENAS. - 1 (satu) orang Panitia Pelaksana. - 1 (satu) orang wakil dari Forum Komunikasi Pondok Pesantren. 4. Keputusan Dewan Hakim tidak dapat diganggu gugat.

G. WASIT DAN JURI
1. Penunjukan wasit dan juri dilakukan oleh Pengurus Besar(PB)/PP induk organisasi olahraga dan seni terkait. 2. Wasit dan Juri Senam Santri ditunjuk oleh PANJATAPNAS POSPENAS 3. Setiap cabang olahraga dan seni diwajibkan mengadakan penyegaran wasit dan juri sebelum pertandingan.

9

H. TECHNICAL DELEGATE
Technical Delegate adalah Penanggung Jawab teknis penyelenggaraan pertandingan/perlombaan olahraga dan seni masing-masing 1 (satu) orang yang ditunjuk oleh Pengurus Besar/Pusat cabang olahraga dan seni.

I. RAPAT TEKNIS (PERTEMUAN TEKNIS)
Rapat teknis akan diadakan pada tanggal 24 Jun 2013, waktu dan tempat ditentukan kemudian oleh panitia pelaksana.

J. UPACARA PENGHORMATAN PEMENANG (UPP)
1. Upacara penghormatan pemenang dilaksanakan setelah nomor atau cabang olahraga dan seni selesai dipertandingkan/diperlombakan. 2. Kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga masing-masing akan diberikan medali emas, perak dan perunggu serta piagam. 3. Para pemenang diwajibkan mengikuti UPP dengan tertib dan hikmat. 4. Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan ini akan diatur kemudian.

K. PROTES
Ketentuan protes dalam pelaksanaan pertandingan/perlombaan POSPENAS VI tahun 2013 sebagai berikut: 1. Protes dapat diajukan setelah hasil pertandingan/perlombaan selesai sesuai dengan ketentuan masing-masing cabang olahraga dan seni. 2. Pengajuan protes hanya ditujukan kepada masing-masing Panitia Pelaksana Cabang olahraga dan seni. 3. Protes diajukan secara tertulis kepada Dewan Hakim Panitia Pelaksana paling lambat 15 menit setelah pertandingan yang diprotes selesai disertai biaya protes sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). 4. Apabila protes ditolak maka uang jaminan akan menjadi hak panitia. Protes yang berkaitan dengan teknis pertandingan diselesaikan sesuai dengan peraturan pertandingan yang berlaku.

L. SANKSI
Apabila peserta POSPENAS VI terbukti melanggar ketentuan keabsahan maka dapat dikenakan sanksi sebagai berikut :

10

1. Peserta perorangan atau beregu yang menang dalam pertandingan dan perlombaan dibatalkan kemenangannya, dan pada lembaganya diberikan sanksi 1 x (satu kali) tidak diperkenankan mengikuti POSPENAS berikutnya. 2. Peserta perorangan atau peserta beregu, menang atau kalah tidak diperbolehkan mengikuti POSPENAS berikutnya, dan pada lembaganya diberikan sanksi 1 x (satu kali) tidak diperkenankan mengikuti POSPENAS berikutnya. 3. Peserta perorangan atau beregu yang terkena sanksi dalam pertandingan dan perlombaan cabang olahraga atau seni, tidak diperbolehkan mengikuti POSPENAS berikutnya pada cabang olahraga atau seni dimaksud, dan pada lembaganya diberikan sanksi 1 x (satu kali) tidak diperkenankan mengikuti POSPENAS berikutnya. 4. Bukti-bukti pelanggaran peserta dimaksud, didokumentasikan dan ditanda tangani oleh Ketua Bidang Pertandingan dan Perlombaan.

M. DOPING
1. Pemain sewaktu-waktu dapat dikenakan Pemeriksaan Doping sesuai dengan Peraturan Pertandingan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Anti Doping Code – Olympic Movement. 2. Apabila peserta diketahui menggunakan doping, maka kemenangannya dibatalkan.

N. PAKAIAN
Peserta POSPENAS VI diwajibkan menggunakan pakaian Islami baik di dalam maupun di luar pertandingan/perlombaan.

O. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1. Waktu POSPENAS VI tahun 2013 dilaksanakan dari tanggal 24 s.d 30 Juni 2013 sesuai dengan jadwal kegiatan sebagaimana tabel berikut:
No. 1 2 3 4 5 Kegiatan Kedatangan Tim Aju Kedatangan Peserta Keabsahan Peserta Pertemuan Teknik Upacara Pembukaan Tanggal 17 X 18 X 19 X X X x x X X X X X X 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

11

6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Atletik Bola Voli Bola Basket Tenis Meja Pencak Silat Bulu Tangkis Sepak Futsal Sepak Takraw Senam Santri 2010 Hadang Seni Qasidah Kolaborasi Kaligrafi Hiasan Mushaf Al Qur‘an Fotografi Islami Seni Lukis Islami Kriya Hadrah Video Cerita Pendek/ Dokumenter Fragmen Cipta Puisi Stand Up Comedy Pidato 3 Bahasa Parekraf Upacara Penutupan

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x

X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X x

X X X X X X X X X X X X X X X X X X

X X X X X X X X X X X X X X X X

X

X

X X x X

Catatan:Cabang Seni Parekraf Dalam Bentuk Wokshop

12

2. Tempat: Adapun tempat pertandingan dan perlombaan POSPENAS VI adalah sebagai berikut:
No.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Cabang Olah raga dan Seni
Pembukaan

Lokasi Pertandingan
Stadion Merdeka Gorontalo GOR Nani Wartabone GOR Univ. Gorontalo Lapang Univ. Negeri Gorontalo Asrama Asrama Haji Gorontalo GOR Nani Wartabone MAN Model dan MTs Univ. Negeri Gorontalo GOR Univ. Gorontalo Gd. Serba Guna Telkom Lap. Stadion 23Januarari Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Univ. Negeri Gorontalo Stadion Merdeka Gorontalo

Alamat
Jl.Raden Saleh Kota Gorontalo Jl. Limboto Solo Kota Gorontalo Jl. Limboto Solo Kota Gorontalo Jl. Limboto Raya Kab. Gorontalo Jl. Kihadjar Dewantara Kota Gorontalo Jl.Raden Saleh Kota Gorontalo Jl. Poigar Kora Gorontalo Jl.Jend. Sudirman Kota Gorontalo Jl. Limboto Raya Kab. Gorontalo Jl.Siswa Kota Gorontalo Jl. Limboto Kec. Telaga Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Kota Gorontalo Jl.Jend. Sudirman Kota Gorontalo Jl.Jend. Sudirman Kota Gorontalo Jl.Jend. Sudirman Kota Gorontalo Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Kota Jl.Jend. Sudirman Jl.Jend. Sudirman Jl.Raden Saleh Kota gorontalo

Daya Tampung
10.000 10.000 350 500 350 500 300 300 200 200 2000 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 10.000

Atletik Sepak Futsal Bola Basket Senam Santri Bola Voli Bulu Tangkis Sepak Takraw Pencak Silat Tenis Meja Hadang Seni Qasidah Kolaborasi Kaligrafi Fotografi Islami Seni Lukis Islami Kriya Hadrah Film Pendek Fragmen Cipta Puisi Stand Up Comedy Pidato 3 Bahasa Parekraf
Penutupan

13

BAB III PETUNJUK TEKNIS BIDANG OLAHRAGA

A. CABANG ATLETIK
1. Waktu Perlombaan a. Perlombaan Hari : Selasa s.d Jum‘at Tanggal : 25 - 28 Juni 2013 Jam : 08.00 WITA - selesai b. Technical Meeting Hari : Tanggal : Jam : c. Tempat : Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai
GOR NANI WARTABONE

d. Dalam pertemuan teknik hanya akan dibicarakan masalah pelaksanaan teknis perlombaan 2. Peraturan Perlombaan a. Perlombaan atletik POSPENAS VI tahun 2013 mengacu pada Ketentuan Umum POSPENAS VI tahun 2013 b. Perlombaan atletik POSPENAS VI tahun 2013 berdasarkan Peraturan Perlombaan internasional sesuai dengan IAAF Rules (Official Handbook Edisi 2013-2015) c. Semua peserta perlombaan dianggap telah mengetahui dan mengerti isi peraturan tersebut. 3. Tempat Perlombaan a. Semua nomor perlombaan di laksanakan Stadion Merdeka Gorontalo b. Pemanasan Lapangan pemanasan dan tempat pemanggilan (roll call) para atlit berada di sebelah Barat Stadion Merdeka Gorontalo. 4. Peralatan Panitia besar POSPENAS VI tahun 2013 menyediakan seluruh peralatan perlombaan dan latihan. Peralatan yang akan digunakan dengan standar ketentuan Federasi Atletik Internasional (IAAF) Edisi 2013 – 2015 dan Pedoman Umum POSPENAS VI tahun 2013.

14

5. Nomor-nomor yang diperlombakan
PUTERA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Lari 100 m Lari 200 m Lari 400 m Lari 800 m Lari 5000 m Lari 4 x 100 m (estafet) Lari 4 x 400 m (estafet) Tolak Peluru Lompat Jauh 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PUTERI Lari 100 m Lari 200 m Lari 400 m Lari 3000 m Lari 4 x 100 m (estafet) Lari 4 x 400 m (estafet) Tolak Peluru Lompat Jauh

6. Jadwal Perlombaan Tentatif Hari Petama :Tanggal ............................. Start 07:00 07:20 07:25 07:40 08:00 08:15 08:30 08:45 15:00 15:20 15:20 15:40 16:00 16:15 16:40 17:00 Alt 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 Event 400 m 400 m Tolak Peluru 5000 100 m 100 m 4x400 m Estafet 4x400 m Estafet 400 m Lompat Jauh 400 m 100 m 100 m 3000 m 4x400 m Estafet 4x400 m Estafet Kelamin Putri Putra Putri Putra Putra Putri Putra Putri Putra Putra Putri Putra Putri Putri Putra Putri Round Babak I Babak I Final Final Babak I Babak I Babak I Babak I Final Final Final Final Final Final Final Final

15

Hari Kedua : tanggal .................................. 07:00 07:05 07:20 07:40 08:00 08:20 08:40 15:00 15:05 15:20 15:00 16:00 16:15 16:40 7. Peserta a. Peserta perlombaan atletik POSPENAS VI tahun 2013 adalah sebagaimana yang telah diatur dalam juklak dan juknis Umum POSPENAS VI tahun 2013. b. Setiap nomor dapat diikuti sebanyak-banyak 2 (dua) orang setiap daerah (putradan putri). c. Setiap atlet hanya dapat mengikuti 2 (dua) nomor perlombaan kecuali nomor estafet. d. Untuk nomor estafet setiap daerah dapat mengirim 1 regu putra dan 1 regu putri. 8. Keabsahan Peserta a. Keabsahan peserta perlombaan atletik POSPENAS VI tahun 2013 mengacu kepada ketentuan keabsahan Panitia Besar POSPENAS VI tahun 2013. b. Hasil keabsahan dari bidang keabsahan Panitia Besar POSPENAS VI tahun 2013 adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. 9. Giliran Lomba Nomor Lapangan a. Untuk nomor tolak peluru, dan lompat jauh bila terdapat lebih dari 8 (delapan) atlet, setiap atlet diberi kesempatan 3 (tiga) kali giliran, dan delapan atlet dengan prestasi sah terbaik diberi 3 (tiga) kali kesempatan lagi. b. Jika peserta terdiri dari 8 atlet atau kurang, setiap atlet diberi kesempatan 6 kali giliran. Jika lebih dari 1 atlet gagal memperoleh hasil sah setelah 3 kesempatan pertama , atlet tersebut masih boleh berlomba pada kesempatan berikutnya sebelum atlet lain yang memperoleh hasil sah, dalam urutan sesuai dengan undian. 16 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 200 m Tolak Peluru 200 m 800 m 800 m 4x400 m Estafet 4x400 m Estafet 200 m Lompat Jauh 200 m 800 m 800 m 4x400 m Estafet 4x400 m Estafet Putra Putra Putri Putra Putri Putri Putra Putra Putri Putri Putra Putri Putra Putri Bapak I Final Bapak I Bapak I Bapak I Bapak I Bapak I Final Final Final Final Final Final Final

c. Pada kesempatan giliran keempat dan lima diurutkan kembali menurut kebalikan urutan peringkat setelah tiga kesempatan pertama. Urutan berlomba untuk giliran terakhir harus mengikuti kebalikan urutan peringkat setelah lima giliran. 10. Penentuan Lintasan Penentuan lintasan dan urutan seri ditentukan dengan undian oleh panitia perlombaan, sesuai dengan ketentuan pasal 166 peraturan IAAF. Pemanggilan atlet/olahragawan untuk memasuki arena perlombaan akan dilakukan dari ruangan roll call didekat lapangan pemanasan . Pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut : 11. Pemanggilan Atlet dilakukan dari ruangan roll call didekat lapangan pemanasan . Pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut : a. Untuk seluruh nomor lintasan, pemanggilan pertama dilaksanakan 30 menit sebelum acara perlombaan ini dimulai dan pemanggilan terakhir 20 menit sebelum dimulai. Selanjutnya 10 menit sebelum perlombaan dimulai para perlombaan.atlet masuk ke arena; Untuk nomor lompat dan lempar, pemanggilan pertama dilaksanakan 40 menit sebelum nomor perlombaan dimulai dan pemanggilan terakhir 30 menit sebelum perlombaan; Bila peserta namanya dipanggil oleh panitia, mereka diharapkan menunjukan nomor dada sepatu perlombaan/spikes, tas lapangan serta tulisan sponsor lepada panitia/petugas roll call; Tiap atlet diharuskan menggunakan nomor atlet yang masing-masing dipakai di dada dan di punggung. Nomor tidak diperkenankan dilipat-lipat. Para oficial/pelatih tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila atlet sudah masuk ruangan roll call; Keterangan : - Panggilan pertama, atlet/pelatih diharuskan membubuhkan tanda (VI) di depan nama atlet sebagai tanda hadar. - Panggilan kedua, atlet diharuskan masuk ruangan roll call. 12. Cara Memperkenalkan Atlet a. Sebelum pelari mengikuti aba-aba start anouncer akan menyebut namanya satu persatu, saa nama disebut yang bersangkutan maju selangkah sambil melambaikan tangan kepada penonton b. Untuk atlet lompat/lempar setelah melakukan percobaan mereka akan diperkenalkan kepada penonton.

b.

c.

d. e.

17

13. Delegasi Teknik Sebagai penanggung jawab atas penyelenggaraan secara teknis perlombaan atletik POSPENAS VI tahun 2013 adalah delegasi tehnik yang ditetapkan dan ditunjuk oleh PANJATAPNAS POSPENAS. 14. Hakim, Wasit, dan Juri Penunjukan Dewan Hakim, wasit, dan juri atletik POSPENAS VI tahun 2013 diusulkan oleh BP/PP induk organisasi olahraga terkait dengan pertimbangan wasit/juri yang berdomilisi berdekatan dengan pelaksanaan POSPENAS VI tahun 2013 dengan tidak mengabaikan kwalitasnya, dan selanjutnya penunjukkannya ditetapkan oleh panitia penyelenggara POSPENAS VI tahun 2013. 15. Protes a. Protes menyangkut hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah perlombaan diumumkan secara resmi oleh anouncer; b. Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan atau tim manager atas nama atlet tersebut lepada wasit. Kemudian wasit akan mempertimbangkan dengan disertai bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan atau akan meneruskannya kepada panitia hakim. c. Apabila keputusan wasit atas protes yang baru diajukan ternyata tidak diterima oleh pihak yang mengajukan protes, si pengaju protes dapat naik banding lepada panitia hakim. d. Pengaju protes lepada panitia hakim dilakukan oleh tim manager secara tertulis dengan disertai uang protes sesuai pasal 146 peraturan IAAF. 16. Pakaian a. Seragam pakaian perlombaan atletik harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan seragam daerah/kontingen yang bersangkutan. b. Para peserta diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, atau dengan potongan sedemikian rupa sehingga tidak menggangu/tidak menimbulkan keberatan/sopan. c. Pakaian perlombaan harus dibuat dari bahan yang tidak tembus pandang/tidak transparan, sekalipun dalam keadaan basah, dengan warna dasar antara depan dan belakang harus sama. 17. Medali Kejuaraan a. Untuk nomor perorangan, pemenang I s/d III setiap nomor akan dapat medali kejuaran dan piagam. b. Untuk nomor beregu, pemenang I s/d III setiap nomor akan dapat medali kejuaran dan piagam

18

18. Upacara Penghormatan Pemenang a. Pemenang I s/d III setiap nomor final akan dipanggil dan diantar untuk mengikuti pelaksanaan Upacara Penghormatan Pemenang. b. Dalam Upacara Penghormatan Pemenang, atlet wajib menggunakan seragam lengkap termasuk sepatu, tidak diperbolehkan menggunakan celana pendek. 19. Lain-lain Hal-hal yang belum tercantum di dalam ketentuan ini dan masih dianggap perlu akan ditetapkan kemudian.

B. CABANG BOLA VOLI
1. Waktu dan Tempat Perlombaan a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Sabtu 25 – 29 Juni 2013 10.00 WITA s.d selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai GOR NANI WARTABONE

b. Technical Meeting

2. Jenis Pertandingan Pertandingan Bola Voli Beregu Putera dan Puteri. 3. Peraturan Permainan Peraturan permainan yang digunakan adalah peraturan permainan Bola VIoli Internasional yang sedang berlaku dan disyahkan oleh Pengurus Pusat PBVISI 4. Lama Permainan a. Sebelum melaksanakan pertandingan silang (cross) babak semi final, setiap regu harus siap bermain 2 (dua) kali dalam 1 (satu) hari. b. Lama pertandingan dengan three winning set (tiga set kemenangan). 5. Regu Seeded Regu seeded adalah ranking I s/d IV POSPENAS yang terdahulu : Putera : 1.2.3.4 Puteri : 1.2.3.4.

19

6. Sistem Pertandingan a. Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi bila peserta kurang dari 8 (regu) regu. b. Bila jumlah peserta 8 (delapan) regu ke atas, maka akan dibagi dalam beberapa pool, dimana masing-masing pool akan terdiri dari 4 s/d 5 regu. c. Sesuai dengan situasi dan kondisi (peserta lebih dari 20 regu) maka setelah babak pendahuluan dapat menggunakan salah satu dari 3 (tiga) langkah di bawah ini : d. Pembagian pool dengan melaksanakan ‖Sistem Satu Kali Saling Bertanding Terbatas‖ (Setengah Kompetisi Terbatas) pada masingmasing regu lainnya dipertandingkan paling banyak 8 (delapan) kali bertanding. e. Sistem Gugur f. Sesuai dengan peraturan pertandingan internasional, maka dalam setiap kali kejuaraan, masing-masing regu hanya dipertandingkan paling banyak 8 (delapan) kali bertanding. 7. Urutan Prestasi/Ranking Peserta melakukan suatu rangkaian pertandingan ‖satu kali pertandingan‖ (setengah kompetisi) berturut-turut ditentukan sebagai berikut : a. Jumlah pertandingan terbanyak yang dimenangi dengan ketentuan : 1) Menang : Nilai 2 (dua), 2) Kalah : Nilai 1 (satu), 3) Kalah/WO: Nilai 0 (nol). b. Paling banyak jumlah set kemenangan setelah dibagi dengan set kekalahan. c. Paling banyak jumlah biji (point) kemenangan setelah di bagi dengan biji (point) kekalahan. d. Menang dalam pertandingan antara regu-regu yang bersangkutan. 8. Protes a. Protes diajukan secara tertulis kepada Dewan Hakim Panitia Pelaksana paling lambat 15 menit setelah pertandingan. b. Keputusan Dewan Hakim adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. 9. Lain-lain Hal-hal yang belum tercakup dalam Tata Tertib ini akan ditentukan dalam Pertemuan Teknis.

20

C. CABANG BASKET
1. Waktu dan Tempat Perlombaan a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Sabtu 25 -29 Juni 2013 10.00 WITA – selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai LAPANGAN UNIV. NEGERI GORONTALO

b. Technical Meeting

2. Peraturan Umum Peraturan permainan yang dipergunakan dalam pertandingan bola basket POSPENAS VI/2013 adalah peraturan PERBASI/FIBA tahun 2012. Setiap regu peserta dianggap sudah memahami peraturan yang dimaksud. 3. Peraturan Pertandingan a. Sistem pertandingan ini menggunakan sistem setengah kompetisi b. Bila peserta hanya lima regu/provinsi maka tidak ada pembagian pool c. Bila jumlah peserta 6 – 8 maka akan dibagi menjadi 2 pool. Setiap pool diambil 2 regu teratas langsung dicross. d. Penentuan pool dilakukan dengan cara pengundian, kecuali Tuan Rumah boleh memilih pool. 4. Penentuan Pemenang Penentuan pemenang untuk menetapkan peringkat pada babak penyisihan: a. Peringkat ditentukan dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh setiap regu dari pertandingan yang dimainkan di setiap pool tersebut. b. Bila terdapat dua regu yang mempunyai nilai yang sama, maka penentuan peringkatnya dilihat dari hasil pertandingan kedua regu tersebut. c. Bila terdapat tiga regu yang memiliki nilai yang sama, maka penentuan peringkatnya dilihat dari point rata-rata atau goal aVIerage dilihat dari hasil pertemuan tiga regu yang mempunyai nilai yang sama, yaitu jumlah goal memasukkan dibagi jumlah goal kemasukan.

21

5. Waktu Pertandingan Waktu pertandingan selama 4 x 10 menit. 6. Bola Pertandingan Bola yang dipakai pada pertandingan bola basket POSPENAS VI/2013 ini yaitu merk Molten, dan merk lain yang akan ditentukan oleh panitia. Bola untuk puteri berukuran 6 (enam), bola yang digunakan untuk putera berukuran 7 (tujuh). 7. Latihan Latihan atau percobaan lapangan akan ditentukan kemudian sesuai dengan jumlah pertandingan. 8. Pemain Cadangan Jumlah maksimum pemain (olahragawan) dan official yang diperkenankan duduk di bangku cadangan atau berada di arena lapangan pertandingan yaitu berjumlah 3 (tiga) orang official dan 10 (sepuluh) orang pemain.

D. CABANG TENIS MEJA
1. Tanggal dan Tempat Pertandingan a. Pertandingan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Sabtu 25 -29 Juni 2013 10.00 WITA – selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai GEDUNG SERBA GUNA TELKOM

b. Technical Meeting

2. Nomor Yang Dipertandingkan dan Jumlah Peserta a. b. c. d. e. f. Beregu Putera (minimal 3 pemain dan maksimal 4 pemain) Beregu Puteri (minimal 3 pemain dan maksimal 4 pemain) Tunggal Putera (maksimal 4 pemain) Tunggal Puteri (Maksimal 4 pemain) Ganda Putera (Maksimal 2 pasang) Ganda Puteri (Maksimal 2 pasang)

3. Peserta Peserta (Atlet) adalah Wakil dari Provinsi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara.

22

4. Sistem Permainan dan Pertandingan Sistem permainan mengacu kepada Peraturan dan Ketentuan yang dikeluarkan oleh ITTF. Khusus ketentuan berikut : a. Pertandingan terdiri dari 2 babak. b. Babak I, peserta dibagi dalam Pool (jumlah Pool akan disesuaikan dengan jumlah peserta) dan dipertandingkan dengan ½ Kompetisi (pool), kemudian Babak II, masing masing urutan I tiap Pool dipertandingkan dengan Sistem Gugur. c. Permainan untuk Beregu Putera dan Puteri menggunakan The Best of FVIe Matches (All Singles) dengan susunan : A VI X, B VI Y, C VI Z, A VI Y, B VI X. d. Seluruh pertandingan dilaksanakan dengan 5 game terbaik (the Best-ofFiVIe Games). Catatan : Untuk Pertandingan Beregu dan Ganda, pemain harus memakai kaos/pakaian bertanding seragam (minimal bagian atas). 5. Seeded Disesuikan dngan yang terbaru. 6. Peralatan Meja Pertandingan : Net : Bola : DHS DHS Butterfly (warna Oranye)

7. Jadwal Umum Pertandingan (Tentatif) Disesuaikan dengan yang terbaru 8. Hadiah Pemenang Pemenang masing-masing nomor akan diberikan seperti berikut : a. Juara : b. Runner-Up : c. Pemenang III bersama : 9. Protes a. Protes yang bersifat teknis dapat diajukan kepada Panitia Bidang pertandingan oleh Manajer/Kapten Tim selambat-lambatnya 15 menit setelah pertandingan selesai dengan melampirkan uang jaminan sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah). b. Apabila protes ditolak maka uang jaminan akan menjadi hak panitia. c. Protes yang berkaitan dengan teknis pertandingan diselesaikan sesuai dengan Peraturan Tenis Meja tahun 2013. Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu.

23

10. Lain-Lain Ketentuan lain yang belum tercakup dalam propektus ini, akan dilengkapi pada saat Pertemuan Teknis.

E. CABANG PENCAK SILAT
1. Waktu dan Tempat Pertandingan : a. Pertandingan Tanggal : 25 s/d 29 Juni 2013 Jam : 08.00 Wita s/d selesai Refresing Wasit Juri : 23 s/d 24 Juni 2013 b. Teknical Meeting Tanggal Jam c. Tempat : 23 Juni 2013 : 19.00 Wita s/d Selesai : GOR. Univ. Gorontalo

PERATURAN PERTANDINGAN Peraturan Pertandingan yang digunakan pada POSPENAS VI 2013 adalah Peraturan Pertandingan Hasil MUNAS IPSI XIII Tahun 2012 . KATAGORI PERTANDINGAN Cabang Olahraga Pencak Silat di POSPENAS VI 2013 akan mempertandingkan Katagori Tanding, Tunggal, Ganda dan Regu sebanyak 23 Kelas dengan rincian : 1. TANDING PUTRA 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 1.9. Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas A B C D E F G H I diatas diatas diatas diatas diatas diatas diatas diatas 39 43 47 51 55 59 63 67 71 Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg s/d s/d s/d s/d s/d s/d s/d s/d s/d 43 47 51 55 59 63 67 71 75 Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg

24

2. TANDING PUTRI 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. 1.5. 1.6. 1.7. 1.8. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas Kelas A B C D E F G H diatas diatas diatas diatas diatas diatas diatas 39 43 47 51 55 59 63 67 Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg s/d s/d s/d s/d s/d s/d s/d s/d 43 47 51 55 59 63 67 71 Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg Kg

TUNGGAL PUTRA TUNGGAL PUTRI GANDA PUTRA GANDA PUTRI REGU PUTRA REGU PUTRI

Sebanyak Sebanyak Sebanyak Sebanyak Sebanyak Sebanyak

1 Kelas 1 Kelas 1 Kelas 1 Kelas 1 Kelas 1 Kelas

Jadi total keseluruhan kelas yang dipertandingkan sebanyak 23 Kelas MEDALI DAN PIAGAM Medali dan piagam yang dibutuhkan sebayak : 1. Katagori Tanding : a. Juara I (1 Orang) akan mendapat medali Emas dan Piagam b. Juara II (1 Orang) akan mendapat medali Perak dan Piagam c. Juara III (2 Orang) akan mendapat medali Perunggu dan Piagam 2. Katagori Tunggal : a. Juara I (1 Orang) akan mendapat medali Emas dan Piagam b. Juara II (1 Orang) akan mendapat medali Perak dan Piagam c. Juara III (1 Orang) akan mendapat medali Perunggu dan Piagam 3. Katagori Ganda : a. Juara I (2 Orang) akan mendapat medali Emas dan Piagam b. Juara II (2 Orang) akan mendapat medali Perak dan Piagam c. Juara III (2 Orang ) akan mendapat medali Perunggu dan Piagam 4. Katagori Regu : a. Juara I (3 Orang) akan mendapat medali Emas dan Piagam b. Juara II (3 Orang) akan mendapat medali Perak dan Piagam c. Juara III (3 Orang) akan mendapat medali Perunggu dan Piagam

25

Jadi Total Keseluruhan medali : - 29 keping Emas + Piagam - 29 keping Perak + Piagam - 46 keping Perunggu + Piagam

JUMLAH OFFICIAL Jumlah Official setiap kontingen adalah sebagai berikut : a. 1 (Satu) Orang Pimpinan tim ( Team Manager ) b. 1 (Satu) Orang Asistant Manager c. 3 (Tiga) Orang Pelatih Kategori Tanding, satu diantaranya pelatih putri d. 1 (Satu) Orang Pelatih Tunggal, Ganda, Regu SISTIM PERTANDINGAN 1. Kategori Tanding : Pertandingan Pencak Silat POSPENAS VI – 2013 untuk Kategori Tanding akan dilaksanakan dengan sistim gugur yang mengacu pada Peraturan Pertandingan Pencak Silat Hasil MUNAS IPSI XIII Tahun 2012. 2. Kategori Tunggal, Ganda dan Regu : Pertandingan Pencak Silat POSPENAS VI – 2013 untuk Kategori Tunggal, Ganda dan Regu akan dilaksanakan dengan sistim Pool ( kalau peserta lebih dari 7 ) dan akan diambil 3 terbaik, untuk dipertandingkan kembali pada babak Final. DELEGASI TEKNIK 1. Untuk membantu kelancaran pelaksanaan pertandingan akan ditetapkan satu Orang Delegasi Teknik (Technical Delegate) yang ditunjuk oleh PB. IPSI 2. Dalam melaksanakan tugasnya, Delegasi teknik akan dibantu oleh seorang Asisten Delegasi Teknik yang diusulkan oleh Panitia Pelaksana. PERWASITAN DAN PENJURIAN 1. Perwasit dan penjurian dalam Pertandingan Pencak Silat POSPENAS VI – 2013 akan dilaksanakan oleh Wasit – Juri yang telah mempunyai sertifikat Wasit Juri Pencak Silat Minimal dengan Kualifikasi Tingkat Nasional Kelas III. Dari masing-masing Daerah. 2. Penentuan personalia Delegasi Teknik, Asisten Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan Wasit Juri ditetapkan dan disahkan oleh PB. IPSI dengan Surat Keputusan . 26

3. Jumlah aparat yang bertugas dalam 1 (Satu) Gelanggang : a. Ketua Pertandingan : 2 Orang b. Dewan Wasit - Juri : 2 Orang c. Wasit - Juri : 15 Orang 4. Untuk Pertandingan Pencak Silat di POSPENAS VI akan mempergunakan 2 (Dua) Gelanggang . PENUTUP Segala sesuatu yang belum tercantum dalam petunjuk Teknis ini akan ditentukan kemudian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

F. CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS
1. Waktu dan Tempat a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Sabtu 25 - 29 Juni 2013 10.00 WITA - selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai MAN MODEL DAN MTs.

b. Technical Meeting

2. Nomor-Nomor Yang Dipertandingkan a. b. c. d. e. f. g. Beregu Putra Beregu Putri Perorangan Tunggal Putra Perorangan Tunggal Putri Perorangan Ganda Putra Perorangan Ganda Putri Perorangan Ganda Campuran = 7 = 7 = 14

3. Medali Yang Diperebutkan a. Emas b. Perak c. Perunggu

27

4. Seeded Seeded ditetapkan oleh Pengurus Besr PBSI cq. Referee Panpel Bulutangkis. 5. Shuttlecocks Shuttlecocks Gajah Mada Lancip yang dipergunakan adalah yang disediakan dan diatur oleh Panitia POSPENAS VI/2013 6. Jumlah Pemain Untuk Pertandingan Antar Regu Jumlah pemain untuk pertandingan antar regu ditetapkan sebagai berikut : a. Putra minimal 3 orang maksimal 5 orang b. Putri minimal 3 orang maksimal 5 orang 7. Jumlah Partai Masing-Masing Regu Jumlah partai masing-masing regu: a. Putra : 2 tunggal dan 1 ganda b. Putri : 2 tunggal dan 1 ganda 8. Susunan Pemain Susunan pemain untuk pertandingan antar regu baik tunggal maupun ganda harus berdasarkan peringkat/ranking. 9. Peserta a. Peserta yang diperkenankan mengikuti POSPENAS VI tahun 2013 diatur pada buku pedoman POSPENAS VI tahun 2013. b. Telah disyahkan oleh Tim Keabsahan Peserta POSPENAS VI tahun 2013. 10. Urutan Pertandingan Antar Regu Urutan pertandingan antar regu baik putra maupun putri komposisinya ditetapkan oleh Referee, antara lain : a. Tunggal 1 – Ganda – Tunggal 2 b. Tunggal 1 – Tunggal 2 – Ganda c. Tunggal 2 – Tunggal 1 – Ganda 11. Sistem Pertandingan a. Apabila peserta berjumlah 3 s/d 5 regu/orang, pertandingan dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi langsung. b. Apabila peserta berjumlah dilaksanakan dengan sistem : 6 s/d 11 regu/orang, pertandingan

1) Pada babak pertama dibagi menjadi 2 pool, tiap pool dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi. 28

2) Pada babak kedua (Semi Final) mempergunakan sistem silang. 3) Pada babak Final pemenang babak semi final (silang) dipertandingkan untuk perebutan juara I dan II, sedangkan yang kalah menjadi juara III bersama. c Apabila peserta berjumlah 12 (dua belas) atau lebih, pertandingan dilaksanakan dengan sistem gugur.

12. Jadwal Pertandingan Jadwal pertandingan diatur dan ditetapkan oleh Panitia Pelaksana. 13. Referee, Wasit/Hakim Service/Hakim Garis a. Pengurus Besar PBSI akan menunjuk seorang referee beserta deputinya untuk memimpin pertandingan-pertandingan. b. Penunjukan wasit, hakim service dan hakim garis atau yang didelegasikan ditetapkan oleh referee. 14. Protes a. Protes Teknis 1) Protes yang sifatnya teknis akan diputuskan oleh Referee. 2) Keputusan Referee bersifat final b. Protes Non Teknis 1) Protes yang sifatnya non teknis diputuskan oleh Referee, Tim Keabsahan Atlet, Panpel dan Panitia Pusat POSPENAS VI/ 2013. 2) Keputusan bersifat final 15. Peraturan Permainan a. Peraturan pertandingan yang dipergunakan adalah pertandingan PBSI/BWF dan peraturan POSPENAS. peraturan

b. Scoring Sistem yang dipergunakan adalah: ”Rally Point”: best of three games. c. Apabila score (point) mencapai angka 11, pemain diberikan waktu istirahat selama 1 (satu) menit. d. Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua pemain diizinkan istirahat selama 120 detik (2 menit). Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan. e. Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan untuk beristirahat selama 5 (lima) menit. f. Seorang pemain diperkenankan bermain dalam 3 nomor yaitu 1 (satu) kali tunggal, 1 (satu) kali ganda dan 1 (satu) kali ganda campuran. 29

g. Apabila terjadi gangguan, referee berhak untuk menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan ketentuan hasil pertandingan yang telah diperolehnya tetap berlaku/sah. h. Pada pertandingan antar regu (setengah kompetisi), seluruh partai harus dimainkan penuh. Apabila salah satu nomor WO, maka nomor itu saja yang dinyatakan kalah, nomor-nomor lainnya dianggap sah. i. Apabila salah satu regu dalam pertandingan sistem setengah kompetisi dinyatakan WO, maka tidak boleh melanjutkan pertandingan berikutnya dan hasil yang telah diperolehnya dianulir. Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya sebagai cadangan.

j.

k. Daftar susunan pemain untuk pertandingan antar regu harus diserahkan kepada Referee paling lambat 15 (lima belas) menit sebelum pertandingan dimulai. l. Pemain yang beralih status keanggotaannya dari satu daerah ke daerah lainnya, harus memenuhi ketentuan mutasi pemain dan disahkan oleh Tim Keabsahan.

m. Pemain/regu yang pada gilirannya harus bertanding, harus sudah berada di tempat pertandingan 30 (tiga puluh) menit sebelumnya. n. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir di lapangan setelah dipanggil tiga kali dalam jangka waktu 5 (lima) menit dinyatakan kalah. o. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit yang bertugas, kecuali menukar raket dengan yang berada di pinggir lapangan pada kesempatan yang ada. p. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai peraturan yang berlaku, tetapi warna pakaian bebas. q. Pemain yang mendapat cedera di lapangan, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah. r. Pada pertandingan antar regu pemain yang cedera dan bermain rangkap maka kedudukan dalam nomor berikutnya dapat digantikan oleh pemain lain yang rankingnya lebih rendah. s. Pada pertandingan perorangan pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada nomor lain dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya. t. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut.

30

u. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya. v. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan panitia, dinyatakan kalah. w. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee. x. Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat dopping. y. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan tempat pertandingan. 16. Penentuan Peringkat / Ranking Penentuan peringkat/ranking pada sistem setengah kompetisi adalah sebagai berikut : a. 1) Regu yang mendapat kemenangan regu terbanyak menduduki peringkat tertinggi dan seterusnya secara berurutan. 2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan regu sama, maka regu yang menang pada waktu berhadapan/bertanding menduduki peringkat di atasnya. 3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh kemenangan regu sama, maka peringkatnya ditentukan oleh kemenangan partainya. b. 1) Regu yang memperoleh kemenangan partai terbanyak (point 1c tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya dan selanjutnya secara berurutan. 2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan partai sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. 3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh kemenangan partai sama, penilaian selanjutnya dengan selisih game. c. 1) Regu yang memperoleh selisih game terbanyak (point b.3 tersebut di atas) menduduki peringkat diatasnya dan selanjutnya secara berurutan. 2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih game sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. 3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh selisih game sama, penilaian selanjutnya dengan selisih angka (poin).

31

d. 1) Regu yang memperoleh selisih point terbanyak (point c.3 tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya dan selanjutnya secara berurutan. 2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih angka (poin) sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. 3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh selisih angka sama, penilaian terakhir dengan jalan undian. 17. Lain-Lain Hal-hal lain yang belum/tidak tercantum dalam ketentuan ini akan diatur dan ditetapkan pada saatnya sesuai kebutuhannya.

G. CABANG FUTSAL
1. Waktu dan Tempat Pertandingan a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Sabtu 25 - 29 Juni 2013 08.00 - selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 – selesai GOR UNIV. GORONTALO

b. Technical Meeting

2. Sistem Peraturan dan Pertandingan 2.1. Ketentuan Umum - pertandingan dilahirkan dalam 2 babak, yaitu babak penyisihan dan babak Final - Pertandingan mengunakna system setengah kompetisi 2.2 Peraturan Umum Pertandingan Pemian setiap pertandingan dimainkan oleh dua tim, setiuap tim terdiri dari todak leboh dari lima pemain, salah satu diantaranya adalah penjaga gawanf. Pertandingan futsal dimankan dua babak dengan durasi 2x15 menit.

32

2.3.Praturan Umum Pertandingan Pergantian pemian cadangan dapat diguanakan di dalam setiap pertandinagn yang dimainkan di bawa peraturan dari kompetisi resmi pada tingkat FIFA, konferderasi atau asosiasi. Pergantian pemain dilakukan ketika bola masih berada di dalam atau keluar dari lapangan permainan dan kondisi berikut adalah yang perlu diperhatikan. Pemain meninggalkan lapangan haris dilakukan daro zona atau wilayah perganyian timnya sendiri. 1. Pelanggaran dan Sanksi Jika sementara pergantian pemain sedangn dilakukan, pemain penganti memasuki lapangan sebelum pemain yang diganti belum meninggalkan lapangan maka: 1. Pemaian di berhentikan 2. Pemain yang digantikan diintruksikan untuk meninggalkan lapangan 3. Penganti diberi peringatan dan diberi kartu kuning 4. Pemian diulang kembali dengan sebuah tendangan bebas tidak lagsung yang diambil oleh team lawannya dari tempat dimana bola berada ketka permainan diberhentikan. Jika bola berada didalam wilayah pinalti, tendangan bebas tidak langsung dilakukan dan garis wilayah finalti pada tempat terdekat dengan posisi dari bola saat permainan diberhentikan. Jika semnatara penggantian pemain dilakukan, pemain pengganti memasuki lapangan atau seorang pemain pengnati meninggalkan lapangan bukan dari tempat zona penggantian pemain teamnya sendiri maka a. Pemain diberhentikan b. Pemain yang melakukab kesalahan diperingati dan diberhentikan katu kuning c. Pemain diualng kembali dengan sebiah tendangan bebas tidak langsung yang diambil oleh team lawannya dari tempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan d. Bagaimanapun juga jika bola berada di dalam wilayah pinalti tendangan bebas tidak langung dilakukan dari garis wilayah pinalti pada tempat terdekat kepada posisi dari bola ketika permainan yang sedang berlangsung. 2. Keputusan Dan Penegasan a. Pada awal permainan, setiap team haris bermain dengan lima pemain b. Jika, dalam satu kejadian bebarapa pemain dikeluarkan, maka pemain b yang tersisa dari satu team lebih sedikit dari tiga pemain, maka pertandingan harus dibatalkan. 3. Penentuan Nilai dan Pemenang Jika pada akhir pertandingan terdapat jumlah goal yang sama maka untuk menentukan pememnangnya, di tentukan sebagai berikut: 1. Diadakan tendangan penalty 2. Pelaksanaan tendangan pinalti tersebit didasarka kepada peraturan permainan dari FIFA 33

H. CABANG SEPAK TAKRAW
1. Waktu dan Tempat Pertandingan a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Selasa s.d Sabtu 25 s.d 29 Juni 2013 08.00 WITA – selesai

b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai UNIV. NEGERI GORONTALO

2. Nomor Pertandingan a. Regu Putra b. Regu Putri 3. Tata Cara Pertandingan a. Peraturan permainan yang dipergunakan adalah peraturan permainan terbaru yang dikeluarkan atau ditetapkan ISTAF. b. Pertandingan dilangsungkan dengan sistem setengah kompetisi dan pooling. c. Setiap regu harus bersedia dan siap bertanding lebih dari sekali dalam sehari. d. Manajer regu diwajibkan melaporkan pada Panpel/Official Referee nama pemain yang akan bertanding dengan mengisi formulir yang telah disediakan panitia. 4. Urutan Pemenang a. Nomor regu terdiri dari maksimal 5 pemain termasuk cadangan. b. Pemenang ditentukan berdasarkan The Bet Of Three Sets pemenang nilai 2, kalah nilai 0. c. Urutan kejuaraan dalam pool ditetapkan jumlah nilai. d. Apabila dua atau lebih Regu memperoleh nilai yang sama urutan pemenang ditentukan menurut kemenangan set. e. Apabila dengan ketentuan 3 masih tetap sama, urutan pemenang ditentukan dengan kemenangan biji. 34

f. Apabila 2, 3 dan 4 masih tetap sama, maka urutan pemenang ditentukan berdasarkan hasil pemenang pada pertemuan terakhir. 5. Kostum a. Setiap kontigen daerah memakai kostum, kaos berlengan dan celana training. b. Stiap pemain memakai kostum dengan nomor punggung yang tetap berurutan mulai dari 1 s.d 15. c. Nomor punggung ukuran; tinggi minimal 19 cm dan 15 cm. 6. Walk Over Regu yang ‗walk over‖ atau tidak meneruskan permainan, maka Regu lawannya memperoleh kemenangan dengan nilai 2 dan skor bagi Regu yang walk oVIer adalah kosong . 7. Penugasan Wasit a. Wasit yang bertugas pada untuk kejuaraan Sepak Takraw POSPENAS VI tahun 2013 di Gorontalo adalah minimal Wasit Nasional. b. Panpel dengan bantuan Wasit kepala mengatur penugasan wasit yang terdaftar. c. Setiap pertandingan dipimpin oleh 2 (dua) orang wasit dan seorang asisten official referee. d. Setiap pertandingan diawasi oleh Dewan Hakim, Official Referee dan Ketua Bidang Pertandingan dan utusan dari PB PSTI. e. Wasit tidak boleh bertugas apabila daerahnya bertanding. 8. Perlengkapan/Peralatan a. Perlengkapan/peralatan Panitia Pelaksana. pelaksanaan pertandingan disediakan oleh

b. Perlengkapan/peralatan pemain disediakan oleh peserta ternasuk Band Captain. c. Bola yang dipergunakan adalah bola plastik merk Marathon MT 201, yang disediakan oleh Panitia Pelaksana. d. Lapangan pertandingan menggunakan 2 lapangan dengan karpet ukuran 14 x 6,7 m, tebal karpet 4,5 mm standar nasional/Internasional.

35

9. Tata Tertib Pertandingan a. Ketentuan Umum 1) Peraturan permainan yang dipakai adalah peraturan Sepak Takraw ISTAF. 2) Jumlah pemain regu tidak lebih dari 5 (lima) orang pemain. b. Ketentuan sebelum, selama dan sesudah pertandingan 1) 30 (tiga puluh) menit sebelum pertandingan dimulai, pemain yang akan bertanding (sesuai jadwal) harus berada ditempat pertandingan dan menyerahkan daftar/susunan pemain kepada Panitia. Susunan pemain tidak boleh dirubah/ditambah setelah daftar pemain diserahkan. 2) Apabila suatu Regu tidak hadir pada waktu yang telah ditetapkan menurut jadwal dan sudah ditunggu dan dipanggil 3 kali dalam 15 menit tidak juga hadir maka Regu tersebut dinyatakan kalah dengan angka 2 – 0. 3) Apabila suatu Regu tidak mau bertanding memulai atau meneruskan pertandingan maka Regu tersebut dinyatakan kalah dan setiap regu beroleh biji kosong dan diberi peringatan oleh Dewan Hakim. 4) Tiap regu yang sedang bertanding diperkenankan meminta ―Time Out‖ selama 1 menit yang diajukan oleh Pelatih kepada Wasit. 5) Apabila suatu pertandingan terhalang karena keadaan yang luar biasa sehingga pertandingan tidak diteruskan, maka pertandingan dapat ditunda sampai keadaan mengizinkan. Adapun kedudukan set/angka dalam penundaan lebih dari 2 jam. - Set yang telah selesai tetap berlaku - Set yang tidak selesai diulang dengan angka 0 – 0 6) Apabila suatu Regu berbuat sesuatu tindakan sehingga menimbulkan kericuhan mengakibatkan terhalang/terganggunya jalan pertandingan, maka wasit dapat memberikan peringatan pertama dengan kartu kuning. Apabila kejadian tersebut teulang lagi, maka wasit dapat memberikan hukuman dengan kartu merah dan pemain tersebut tidak boleh bermain selama pertandingan berlangsung sampai ada ketetapan dari Dewan Hakim dan Technical Delegate. 7) Keputusan Dewan Hakim dan Technical Delegate adalah mutlak tidak dapat diganggu gugat.

36

I. CABANG SENAM SANTRI
1. Waktu Perlombaan : a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa s.d Jumat 25 s.d 28 Juni 2013 08.00 WITA - selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai Asrama Haji Gorontalo

b. Technical Meeting

2. Peserta dan Jumlah Anggota Regu a. Peserta adalah beregu putra dan putri yang mewakili daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. b. Setiap regu putera dan puteri yang mengikuti perlombaan beranggotakan 7 orang pesenam dan 1 orang cadangan. 3. Nomor Undian dan Nomor Dada Peserta a. Setiap regu akan diberikan nomor dada penampilan sesuai hasil undian b. Setiap peserta (anggota regu) akan diberikan nomor dada anggota, dan dipasang di dada sebelah kiri, nomor 1 s.d. 7. 4. Peraturan dan Tata Tertib a. Peraturan perlombaan yang dipergunakan adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. b. Hasil perlombaan akan diumumkan 30 menit setelah seluruh peserta tampil. c. Peserta diwajibkan memakai pakaian olahraga yang sopan dan rapih. d. Peserta sudah hadir 30 menit sebelum perlombaan dimulai dan melaporkan diri kepada panitia. e. Penampilan di arena, jumlah anggota regu harus lengkap, sesuai dengan ketentuan membentuk formasi. f. Jumlah peserta 7 orang dengan membuat formasi lingkaran menghadap keluar. g. Peserta akan dipanggil menurut hasil undian yang dilaksanakan pada pertemuan teknik. h. Semua peserta harus memakai nomor dada yang telah disediakan oleh panitia. 37

i. j.

Regu yang akan tampil setelah dipanggil 3 kali berturut-turut tidak tampil dinyatakan gugur atau ditempatkan pada urutan terakhir. Apabila pada saat perlombaan berlangsung timbul gangguan teknis diluar kemampuan panitia, regu yang bersangkutan akan diulang penampilannya dari awal.

k. Penampilan peserta dinilai dari gerakan pemanasan, gerakan inti satu set. Sampai dengan penenangan/ pendinginan. l. Protes ditiadakan dan keputusan wasit mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

m. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur lebih lanjut dalam pertemuan teknik. 5. Sistem Perlombaan Dalam pelaksanaan perlombaan Senam Santri dapat dilaksanakan dengan cara 2 babak, yaitu : a. Babak Pertama (penyisihan) Dalam babak Pertama, seluruh regu secara bergantian akan tampil dan dari hasil penilaian ditentukan urutan regu terbaik yang selanjutnya dinyatakan masuk babak final. Jumlah peserta yang dapat tampil dalam babak final ditetapkan 6 regu putera dan 6 regu putri b. Babak final diikuti oleh peserta terdiri 6 regu putera dan 6 regu puteri c. Penentuan Juara ditentukan dari jumlah nilai tertinggi pada babak final 6. Kriteria Penilaian Unsur Pokok Penilaian meliputi : a. Tehnik Gerakan yaitu nilai inti : 1. Postur tubuh (body alegemensi) 2. Kelenturan (flexibility) 3. Kekuatan (strength) 4. Daya tahan otot (muecle enduraice) 5. Transisi gerak .b. Nilai Tambahan: 1) Kesan Umum Penampilan pakaian, kesegaran pakaian, pakaian olahraga, sepatu olahraga, berjiblab (putri). 2) Formasi

38

Keluar masuk arena lomba dan kerapihan mengatur formasi pada saat bergerak. 3) Keserempakan gerak Hafal gerakan yang sudah ditentukan, ketepatan irama (gerak, musik dan penghayatan), transisi formasi, kekompakan dalam 1 (satu) regu. 4) Disiplin semangat Antusias dalam melaksanakan gerakan senam santri dari awal hingga akhir, ditampilkan dengan antusias yang tinggi dan dilakukan secara serempak. 5) Kreatifitas Rangkaian formasi saat gerakan peralihan (GP) ditampilkan dalam beragaan format, koreografi, kreatif, sportif dngan semangat tinggi.

J. CABANG HADANG
1. Waktu Perlombaan : a. Perlombaan Hari : Tanggal : Jam : Hari Tanggal Jam c. Tempat : : : : Selasa 25 s.d 26 Juni 2013 08.00 WITA - selesai Minggu 23 Juni 2013 19.00 WITA – selesai LAP. STADION 23 JANUARI

b. Technical Meeting

2. Peraturan Pertandingan Lapangan permainan dapat dibuat di ruangan tertutup (stadion tertutup, gedung olahraga, gedung pertemuan) atau di ruangan terbuka (stadion terbuka, halaman rumah, lapangan terbuka, jalan raya, apabila memungkinkan). Bentuk lapangan empat persegi panjang berpetak-petak. Ukuran : a. Panjang 15 meter dan lebar 9 meter. Dibagi 6 petak masing-masing 4,5 m x 5 m b. Lapangan permainan ditandai dengan garis selebar 5 cm c. Garis pembagi lapangan permainan menjadi 2 bagian memanjang disebut garis tengah. 39

a. Peralatan : a. Bendera untuk hakim garis dengan ukuran 30 x 30 cm, panjang tangkai 40 cm Warna kuning dan merah berbentuk segi empat. b. Papan nilai untuk mencatat nilai (papan tulis atau white board) c. Kapur/tepung terigu/cat/line paper, kapur atau tepung terigu digunakan apabila lapangan permainan rumput atau tanah. Cat dan paper line digunakan apabila lapangan di atas lantai semen dan jalan beraspal. d. Peluit diperuntukan pada kedua wasit yang akan memimpin pertandinga e. Jam/stop watch f. Meja dan kursi g. Alat tulis h. Formulir pertandingan untuk mencatat susunan pemain dan hasil pertandingan. 3. Pemain : a. Pemain terdiri dari 2 regu masing-masing 5 (lima) orang dan 3 (tiga) orang cadangan b. Pertandingan hanya untuk beregu putra dan beregu putri.

4. Seragam Pemain : Setiap regu diharuskan memakai kostum bernomor dada dan punggung ukuran 15 cm dari nomor 1 sampai nomor 8. Kapten regu diberi tanda di lengan kanan berbentuk pita melingkar.

5. Lamanya Permainan Permainan berlangsung 2 x 15 menit bersih, istirahat 5 menit. Waktu time out jam/stop watch dimatikan. Time out satu kali untuk satu regu, masing-masing satu menit selama pertandingan. Time out diberikan atas permintaan pelatih atau manajer kepada petugas meja. Waktu time out posisi pemain dicatat. Setelah time out posisi pemain seperti sebelum time out.

6. Petugas Pertandingan a. Setiap pertandingan dipimpin oleh 2 (dua) orang wasit, keduanya mempunyai tugas dan kewenangan yang sama. Wasit memberikan tanda dengan membunyikan peluit. b. Setiap pertandingan ada 2 (dua) hakim garis membantu wasit dengan memberi tanda mengangkat bendera merah dan bendera satunya menunjuk pada pemain pada penyerang yang terkena sentuhan penjaga. 40

c. 2 (dua) orang pencatat nilai ditempatkan disudut garis depan dan 2 (dua) orang disudut garis belakang. Petugas pencatat nilai bertugas mencatat atau memberi nilai pada penyerang yang telah berhasil melewati garis dibelakang dan garis di depan. 7. Jalannya permainan a. Sebelum permainan dimulai diadakan undian regu, yang kalah sebagai penjaga dan yang menang sebagai penyerang. b. Regu penjaga menempati garis jaganya masing-masing dengan kedua kaki berada di atas garis, sedangkan regu penyerang siap untuk masuk. c. Permainan dimulai setelah wasit membunyikan pluit. d. Penyerang berusaha melewati garis di depanya dengan menghindari tangkapan, atau sentuhan dari penjaga. e. Setiap pemain penyerang yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan sampai garis belakang, dan dari dari garis belakang sampai garis depan langsung dapat melanjutkan permainannya seperti semula. Demikian seterusnya permaiananberjalan tanpa berhenti, kecualai kalau diberhentikan oleh wasit karena tertangkap/tersentuh, waktu istirahat, pemain membuat kesalahan dan waktu time out. f. Kaki penyerang boleh satu kaki berada di luar garis samping kiri dan kanan apabila posisi satu kakinya menginjak di dalam. Dan bila posisi kaki di dalam terangkat dan posisi kaki satunya masih di luar dinyatakan salah atau mati. g. Kaki penyerang yang telah menginjak garis di depannya harus melangkah maju, apabila menarik kaki dari garis yang diinjaknya dinyatakan salah. penyerang yang berbalik masuk petak di belakangnya yang telah dilaluinya juga dinyatakan salah atau mati. h. Penyerang yang telah dinyatakan salah atau mati oleh wasit, maka permainan harus dihentikan, penyerang menjadi penjaga. i. Penjaga berusaha menangkap atau menyentuh penyerang dengan tangan terbuka dan jari-jari tangan tidak boleh mengepal, dalam posisi kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki lainnya dalam keadaan melayang. j. Penjaga tidak boleh menyentuh/menangkap penyerang yang telah melewati garis jaganya. k. Penjaga tidak boleh menyentuh/menangkap penyerang dalam posisi menghadap kedepan, sedangkan telapak tangan menghadap kebelakang l. Penjaga dapat menyentuh penyerang dengan menjatuhkan badan dengan posisi kedua kaki diatas garis. m. Penjaga dinyatakan sah menyentuh atau menangkap penyerang yang telah melewati garis dalam satu lintasan kejaran penjaga. n. Penjaga garis tengah atau sodor sentuhan/tangkapannya sah hanya berlaku pada garis awal sampai garis belakang.

41

o. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan berhenti, istirahat, dan time out. Tiap regu diberikan paling banyak 3 kali penggantian pemain selama pertandingan. p. Pergantian regu penyerang menjadi penjaga atau sebaliknya ditentukan oleh wasit dengan membunyikan peluit setelah : 1) Penjaga menyentuh/menangkap penyerang 2) Kedua kaki penyerang keluar dari garis samping kiri dan kanan lapangan 3) Satu kaki didalam terangkat dan satu kaki berada diluar garis samping 4) Penyerang berbalik masuk petak di belakang yang telah di laluinya. 5) Penyerang yang telah menginjak garis di depannya dan menarik kembali kakinya. 6) Tidak ada perubahan posisi dari penyerang pada petak ke depannya selama 2 (dua) menit.

q. Istirahat Apabila permainan telah berjalan 15 menit wasit membunyikan peluit tanda istirahat, dan posisi pemain dicatat. Permainan babak kedua dilanjutkan, posisi pemain sama seperti saat babak pertama dihentikan. 8. Pelanggaran dan Hukuman : a. Bagi pemain penjaga apabila : 1) Menyentuh penyerang dengan tangan di kepal atau meninju penyerang 2) Mendorong penyerang dengan sengaja 3) Menyerang wasit dan membuat keributan.

42

BAB IV
PETUNJUK TEKNIS PERLOMBAAN BIDANG SENI POSPENAS A. CABANG SENI QASIDAH KOLABORASI 1. Ketentuan a. Lomba Seni Qasidah kolaborasi dibagi menjadi 2 kategori yakni golongan Putra dan golongan Putri. b. Peserta berjumlah 16 orang terdiri dari : 11 orang pemain qasidah (1 orang solis, 8 orang pemain rebana, 2 orang pemain tamborin ) dan 5 orang pemusik yang akan mengiringi grup qasidah rebana. c. Alat musik yang digunakan adalah musik tradisional, modern atau kolaborasi tradisional dan modern. d. Bagi peserta golongan putra, musik pengiring wajib/mutak adalah putra. Bagi peserta golongan putri musik mengiringi adalah putri. e. Setiap grup yang tampil, wajib membawakan 1 (satu) buah lagu baik yang berbahasa arab maupun bahasa Indonesia yang telah disiapkan oleh panitia. f. Setiap grup yang tampil diberikan durasi waktu maksimal 10 (sepuluh) menit, dimulai dari terdengarnya bunyi-bunyian instrumen musik sampai berakhirnya lagu atau atraksi penutup. g. Untuk mendapatkan penilaian yang terbaik dari Tim Juri, yang membawakan lagu adalah solis (penyanyi tunggal) sedangkan peserta lain sebagai penyanyi latar atau backing vocal. h. Kostum peserta adalah busana muslim/muslimah atau kostum tradisional daerah masing-masing wilayah sesuai dengan ajaran Islam. i. Setiap grup/peserta membawa perlengkapan/alat musik sendiri. j. hal-hal lain akan disampaikan pada saat pelaksanaan tehnical meeting. 2. materi lagu: Materi lagu bahsa indonesia / bahasa Arab a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Sujudku Al- Qur,an penuntun hidup bahagia Wanita tiang Negara Busana muslimah Pahlawan bangsa Wanita Sholeha Sang Penyeru Ifroh ya Albi Asyki wahdi Shawwitli Killil,asyikin - Ciptaan: Hj. Euis Sri Mulyani - Ciptaan: Hj. Euis Sri Mulyani - Ciptaan: Hj. Euis Sri Mulyani - Ciptaan: Hj. Euis Sri Mulyani - Ciptaan: Hj. Nurasiah Djamil - Ciptaan: Hj. Nurasiah djamil - Ciptaan: Hj. Euis Sri Mulyani - Ciptaan: NN - Ciptaan: NN - Ciptaan: NN - Ciptaan: NN

43

Catatan: Lagu yang dibawakan pada babak babak Final.

penyisihan tidak boleh dibawakan pada

3. Penentuan Kejuaraan a. Dari seluruh penampilan para peserta, Tim Juri akan menilai dan menetapkan 12 (dua belas ) grup Qasidah kolaborasi golongan putra dan putri masing-masing 6 (enam) grup untuk mengikuti babak final. Pada Babak Final Tim Juri akan menilai dan menetapkan Juara I, II, III, dan Harapan I, II, III, bagi grup Qasidah kolaborasi golongan putra dan putri. Tim Juri dalam menentukan kejuaraan berdasarkan nilai tertinggi secara berurutan, bila terjadi nilai sama maka nilai tertinggi pada aspek materi suara/vocal yang dijadikan penentu pemenang.

b. c.

4. Tim Juri dan Aspek Penilaian a. Tim Juri 1) Tim Juri terdiri dari para ahli di bidang seni musik yang telah teruji kredibilitas, kapabilitas, dan objektifitasnya, dan ditetapkan oleh PANJATAPNAS POSPENAS; 2) Tim Juri berjumlah 3 (tiga) orang, terdiri dari seorang ketua merangkap anggota dan 2 (dua) orang anggota. 3) Juri terdiri dari praktisi seni musik , seni Qasidah, akademisi, dan instansi yang berkompeten; 4) Keputusan Tim Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. b. Aspek dan Bobot Penilaian : 1) Materi suara/ vokal (teknik produksi suara) 2) Teknik bermain/Skill 3) Pembawaan (penghayatan, interpretasi, dan ekspresi) 4) Harmonisasi (variasi instrumen) 5) Penampilan (busana, adab, dan kepribadian) 5. Tehnical Meeting 1. Tehnical meeting dilakukan sehari sebelum pelaksanaan lomba 2. Official harus mendaftarkan 2 buah lagu baik yang berbahasa arab maupun bahasa indonesia sesuai pilihan peserta, terdiri dari satu buah lagu dibawakan pada babak penyisihan dan satu buah lagu dibawakan apabila peserta terpilih masuk ke pada babak final.

44

6. Tata Tertib Lomba a. Grup qasidah kolaborasi baik golongan putra maupun putri yang akan tampil, harus sudah berada di tempat pelaksanaan lomba 30 (tiga puluh) menit sebelum lomba dimulai dengan terlebih dahulu melapor kepada panitia pelaksana; b. Pemanggilan peserta/grup qasidah kolaborasi yang akan tampil dilakukan menurut nomor undian. Apabila dipanggil berturut-turut 3 (tiga) kali tidak/belum hadir dinyatakan gugur (diskualifikasi); c. Apabila pembawa acara keliru dalam menyebutkan judul lagu dan nada yang akan dibawakan oleh peserta/grup, maka pimpinan/pendamping grup yang bersangkutan segera menghubungi pembawa acara guna melakukan ralat sebelum penampilan dimulai; d. Pimpinan/pendamping grup baik putra maupun putri tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Tim Juri selama lomba berlangsung, baik dalam bentuk minta penjelasan atau pelatihan. 7. Pelaksanaan a. Pelaksanaan Lomba Seni Qasidah Kolaborasi babak penyisihan pada: Hari, tanggal : Selasa s.d Kamis, 25-27 Juni 2013 Tempat : Univ. Negeri Gorontalo Waktu : 09.00 WITA - selesai b. Pelaksanaan lomba Seni Qasidah Kolaborasi babak final pada : Hari, tanggal : Jum‘at s.d Sabtu, 28-29 Juni 2013 Tempat : Univ. Negeri Gorontalo Waktu : 13.00 WITA - selesai 8. Penentuan Kejuaraan a. Dari seluruh penampilan para peserta, Tim Juri akan menilai dan menetapkan masing-masing 6 (Enam) grup Qasidah alternatif putra dan putri untuk mengikuti babak final. b. Pada Babak Final Tim Juri akan menilai dan menetapkan Juara I, II, III, dan Harapan I, II, III bagi grup Qasidah Rebana putra dan putri, dan bagi Qasidah Alternatif putra dan putri. c. Tim Juri dalam menentukan kejuaraan berdasarkan nilai tertinggi secara berurutan, bila terjadi nilai sama maka nilai tertinggi pada aspek materi suara/vocal yang dijadikan penentu pemenang.

45

9. Tim Juri dan Aspek Penilaian a. Dewan Juri: 1) Dewan Juri terdiri dari para ahli di bidang seni musik yang telah teruji kredibilitas, kapabilitas, dan objektifitasnya, dan ditetapkan oleh PANJATAPNAS POSPENAS; 2) Dewan Juri berjumlah 3 (tiga) orang, terdiri dari seorang ketua merangkap anggota dan 2 (dua) atau 4 (empat) orang anggota; 3) Juri terdiri dari praktisi seni musik qasidah, akademisi, dan instansi yang berkompeten; 4) Keputusan Tim Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

b. Aspek dan Bobot Penilaian: 1) Materi vokal (teknik produksi suara) 2) Teknik bermain/Skill 3) Pembawaan (penghayatan, interpretasi, dan ekspresi) 4) Harmonisasi (variasi instrumen, khusus Qasidah Alternatif) 5) Penampilan (busana, adab, dan kepribadian) 10. Tata Tertib Lomba a. Grup qasidah (putra dan putri) yang akan tampil, harus sudah berada di tempat pelaksanaan lomba 30 (tiga puluh) menit sebelum lomba dimulai dengan terlebih dahulu melapor kepada panitia pelaksana; b. Pemanggilan peserta/grup qasidah yang akan tampil dilakukan menurut nomor undian. Apabila grup qasidah dipanggil berturut-turut 3 (tiga) kali tidak/belum hadir dinyatakan gugur (diskualifikasi); c. Apabila pembawa acara keliru dalam menyebutkan judul lagu yang akan dibawakan oleh peserta/grup, maka pimpinan/pendamping grup yang bersangkutan segera menghubungi pembawa acara guna melakukan ralat sebelum penampilan dimulai; d. Pimpinan/pendamping grup baik putra maupun putri tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Tim Juri selama lomba berlangsung, baik dalam bentuk minta penjelasan atau pelatihan. 11. Tehnical Meeting 1. Tehnical meeting dilakukan sehari sebelum pelaksanaan lomba 2. Official harus mendaftarkan 2 buah lagu qasidah rebana dan 2 buah lagu qasidah alternatif yang akan dibawakan peserta baik pada babak penyisihan maupun final. 46

Sujudku Cipt. Hj. Euis sri Mulyani Tuhan aku bersimpuh Pasrahkan kalbuku penuh Cintaku kepada-Mu Tiada pernah jenuh Ilahi aku bersujud Hati ini selalu tertaut Hasratku terus berdenyut Aku hamba-Muyang takut Tuhan sucikan daku Laksana kapas putih bersih Oh Tuhan sucikan daku Dari noda-noda dan buih Ref : Inna solati wanusuki Wamah yaya wamamati Lillahi robbil ‗alamin Tuhan kuhadapkan wajahku Dalam sujudku dengan hati yang suci bersih Dan sukmaku memusat padu Memusat padu  Lagu Festival Qasidah

Wanita Tiang Negara Cipt. Hj. Euis Sri Mulyani

Wanita wanita wanita bagaikan bunga Wanita wanita adalah tiang Negara Dialah ibu rumah tangga Syurga dibawah telapak kakinya Wanita tiang Negara Wanita wanita bagaikan sekuntum kembang 47

Wanita wanita pembawa cahaya terang Bagi anak dan suami Yang mendambakan teduh damai Wanita tiang Negara Dialah kuntum melati Bunga mawar yang gerseri Pendidik semenjak dnii Tempat berlabuh tenang damai Wanita……. Ref : Dialah pendamping suami Bersama membangun mahligai Dalam ayunan suka duka Dalam buaian kasih mesra  Lagu Festival Qasidah Al Qur’an Penuntun Hidup Bahagia Cipt. Hj. Euis sri Mulyani Kalam ilahi kalam Tuhan Itulah wahyu Al Qur‘an Naungan kedamaian Turun di bulan Ramadhan Bacalah wahyu Al Qur‘an Kitab yang tidak diragukan Fahami dan renungkan Hayati dan amalkan Dalam hidup kesharian Ref : Turun Al Quran di bulan suci Pada Muhammad Rasul pilihan Mari kita membaca Qur‘an Kita hayati dan amalkan Bacaan amat mulia Penuntun hidup bahagia Al Qur‘an……Kalamullah Al Quran ……Kitabullah 48

Lagu Festival Qasidah Busana Muslimah Cipt. Hj. Euis Sri Mulyani Wahai wanita muslimah Yang berakhlak mulia Menjalankan syariat agama Dengan berbusana muslimah Kemana saja melangkah Tetap berbusana muslimah Menutup aurat yang terpuji Itu perintah ilahi Ref : Bekerja berbelanja – berbusana muslimah Ke pesta ke lokakarya – berbusana muslimah Nampak anggun Nampak ayu Tauladan yang harus ditiru Sungguh cantik dan menarik Memukau bagi yang melirik Beriman dan bertkawalah Menajdi wanita muslimah Allah telah berfirman Didalam kitab Al Quran Menutut aurat itu Kewajiban wanita muslimah Ya Allah kami dambakan setiap waktu Semoga kami menjadi wanita solehah Memperoleh syugra damai syahdu

Lagu Festival Qasidah

SANG PENYERU Cipt. Hj Euis Sri Mulyani Bukan saja engkau penyeru Tapi juga seorang pemandu Penerima perintah wahyu 49

Menembusi lazuardi biru Rasul piawai dambaan Rasul yang kita Rindukan Ref: Malaikat ucapkan salam Awanpun menjadi naungan Engkau Nabi akhir zaman engkau dambaan Rindu menghunjam Assalamu‘alaik zainal ambia Asalamu alaik atqal atqia Aalamu alaik thoha ya rosuli 

Lagu Sang Penyeru juara 1 lomba cipta lagu nasyid di Malaysia antar Negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura tahun 1996

B. CABANG KALIGRAFI (Hiasan Mushaf Al-Quran) 1. Waktu dan Tempat Lomba a. Waktu Hari Tanggal Jam Hari Tanggal Jam c. Tempat : Selasa s.d Kamis : 25 – 27 Juni 2013 : 08.00 WITA - selesai : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 – selesai : Univ. Negeri Gorontalo

b. Technical Meeting

2. Pelaksanaan Lomba Proses Pelaksanaan terdiri dari : a. Tahap Persiapan Persiapan lomba dimulai dengan pendaftaran, pengesahan, penentuan nomor dan penjadwalan. Penentuan nomor dan tempat duduk tiap peserta melalui undian 30 (tiga puluh) menit sebelum lomba dimulai. Penentuan 50

materi dilakukan pada saat acara akan dimulai dengan ketentuan materi berupa ayat-ayat Al-Quran yang diberikan secara tertulis. b. Tahap Pelaksanaan Setiap peserta menempati meja tersendiri sesuai dengan nomor yang ditentukan. Karya dibuat pada saat lomba berlangsung di tempat yang telah ditentukan. Waktu Berkarya pukul 08.00 s.d pukul 16.00 = 8 jam (maksimal). c. Peserta yang terlambat diperbolehkan mendapatkan tambahan waktu. mengikuti lomba tanpa

d. Bagi peserta yang belum dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam batas waktu yang telah ditentukan, diberikan toleransi tambahan waktu ....... menit. e. Jenis atau huruf Khath/tulisan 1) Teks ayat dengan Khath Naskhi. 2) Tulisan pendukung, seperti nama surat dengan salah satu atau beberapa Khath pilihan : Tsulus, Farisi, Diwani, Diwani Jali, Kufi, atau Riq‘ah. 3. Penilaian Ketentuan penilaian lomba seni kaligrafi islami meliputi : a. Bidang Tulisan Khath mencakup : 1) Kebenaran Kaidah 2) Keindahan Huruf 3) Keserasian dan Komposisi 4) Kebersihan dan Kehalusan b. Bidang Hiasan mencakup: 1) Kekayaan imajinasi dan kreatifitas 2) Tata warna 3) Keserasian format 4) Kebersihan dan kehalusan 4. Kriteria Penilaian a. Bidang kebenaran kaidah Khath: Bobot nilai pada setiap materi 1) Proporsi huruf 2) Jarak spasi dan letak huruf 3) Keserasian dan komposisi antar huruf b. Bidang Keindahan Khath Bobot nilai pada setiap materi: 1) Kekayaan Imajinasi 51

2) Kebersihan dan Kehalusan c. Bidang Keindahan Hiasan Bobot nilai pada setiap materi adalah : 1) Kekayaan imajinasi dan kreativitas 2) Tata warna 3) Keserasian format 4) Kebersihan dan kehalusan 5. Hasil karya Hasil karya lomba menjadi milik Panitia Kerja Tetap Nasional Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (PANJATAPNAS POSPENAS)

C. CABANG FOTOGRAFI ISLAMI I. Sub-Tema Bidang Seni - Keanekaragaman Seni Budaya Islami di Indonesia

II. Ketentuan Umum a. Lomba terbuka untuk seluruh santri putra dan putri dari pondok pesantren yang mengikuti POSPENAS ; b. Peserta tingkat nasional adalah hasil seleksi tiap-tiap provinsi yang terdiri 1 orang putra dan 1 orang putri yang telah disahkan oleh Panjatapda / Kanwil Kemenag tingkat Provinsi, bagi yang belum mempunyai Panjaptapda. c. Foto yang diikut sertakan dalam lomba adalah hasil foto karya sendiri, hasil pemotretan tahun 2012 sampai dengan 2013, dengan menggunakan kamera digital; d. Peserta diberikan kebebasan dalam memilih obyek fotografi yang dimiliki daerah masing-masing (sesuai identitas diri) meliputi kategori (objek): ciptaan manusia, perilaku manusia, adat istiadat dan budaya Islami di wilayah masing-masing; e. Setiap peserta perwakilan tingkat provinsi diperbolehkan mengirim maksimal 10 buah karya foto dalam bentuk soft copy dengan ukuran sisi terpanjang 1024 pixel, disimpan dalam format JPG skala 6; f. Olah digital diperbolehkan, sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, dan saturasi warna) tanpa merubah keaslian objek; g. Tidak diperbolehkan mengirimkan foto berupa kombinasi lebih dari satu foto (composite dan montage) dan menghilangkan/mengubah elemenelemen dalam satu foto;

52

h. Setiap foto harus dilengkapi identitas diri peserta seperti: kategori, nama fotografer, judul foto, alamat, nomor telepon/hp, e-mail dan identitas diri seperti kartu santri, atau surat keterangan lainnya; i. Hak cipta melekat pada fotografer, namun panitia diberikan hak untuk mempublikasikan semua foto yang masuk untuk kepentingan nonkomersial tanpa harus ijin dari pemiliknya. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ke-3, bila foto digunakan; j. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia; k. Disamping mengirimkan karya, para peserta diwajibkan mengikuti lomba on the spot yang diselenggarakan pada saat penyelenggaraan POSPENAS. l. Setiap peserta diwajibkan memberikan maksimal 3 karya foto hasil on the spot untuk dilakukan penilaian. m. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila terbukti melakukan kecurangan; n. Penilaian akhir merupakan gabungan antara nilai karya yang dikirim dan nilai karya on the spot; o. Panitia tidak melayani permintaan khusus terhadap peserta yang akan menghambat kelancaran mekanisme perlombaan; p. Seluruh peserta wajib menjaga ketertiban, keamanan, dan kedisiplinan serta selalu berkoordinasi dengan panitia; q. Keputusan Dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat;

III. Tata cara/prosedur pengiriman karya 1. Seluruh karya dan identitas peserta dikirim ke Panitia melalui e-mail dengan alamat: co: (fotografipospenas@gmail.com) 2. Sebelum dikirim, foto harus diperkecil (resize) dengan ukuran sisi terpanjang 1024 pixel, disimpan dalam format JPG skala 6; 3. Pengiriman karya perwakilan provinsi dimulai 15 Mei 2013 dan ditutup tanggal 14 Juni 2013 pukul 24.00 WIB; IV. Kriteria Penilaian 1. Kesesuaian tema; 2. Kreativitas/Estetik; 3. Otentisitas V. Pengumuman Pemenang 1. Seluruh karya yang telah dikirimkan akan dipilih dan ditentukan 6 (enam) karya terpilih untuk masing-masing peserta putra dan putri, antara lain: - Pemenang I, II, dan III. - Pemenang Harapan I, II, dan III.

53

2. Pengumuman pemenang akan diumumkan di Univ. Negeri Gorontalo pada tanggal 27 Juni 2013 3. Seluruh peserta lomba akan memperebutkan predikat penghargaan partisipasi berupa: 1 (satu) medali emas untuk pemenang I 1 (satu) medali perak untuk pemenang II 1 (satu) medali perunggu untuk pemenang III 1 (satu) ............................. Untuk pemenang harapan I 1 (satu) ............................. Untuk pemenang harapan II 1 (satu) ............................. Untuk pemenang harapan III

D. CABANG SENI LUKIS ISLAMI 1. Waktu Perlombaan a. Waktu Perlombaan Hari : Selasa s.d Kamis Tanggal : 25 – 27 Juni 2013 Jam : 08.00 WITA - selesai b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 WITA – selesai : Univ.Negeri Gorontalo

2. Pelaksanaan Lomba a. Proses pelaksanaan terdiri dari: 1) Tahap Persiapan a) Persiapan lomba dimulai dengan pendaftaran, pengesahan, dan penentuan nomor yang diperoleh. b) Penentuan nomor dan tempat duduk tiap peserta melalui undian 30 menit sebelum lomba dimulai. c) Penentuan materi dilakukan pada saat acara akan dimulai dengan ketentuan berupa ayat-ayat Al-Qur‘an yang diberikan secara tertulis. 2) Tahap Pelaksanaan a) Setiap peserta menempati meja tersendiri sesuai dengan nomor yang diperoleh.

54

b) Karya dibuat pada saat lomba berlangsung di tempat yang telah ditentukan. c) Waktu berkarya pukul 08.00 s.d pukul 16.00 (maksimal 8 jam) d) Peserta yang terlambat diperbolehkan mengikuti lomba tanpa mendapatkan tambahan waktu. d) Bagi peserta yang belum dapat menyelesaikan pekerjaannya dalam batas waktu yang ditentukan, diberikan toleransi tambahan waktu 10 (sepuluh) menit. 3. Penilaian a. Ketentuan penilaian lomba seni lukis kaligrafi meliputi : 1) 2) 3) 4) 5) 1) 2) 3) 4) 5) Kebenaran bacaan Kekayaan imajinasi dan kreatifitas Tata warna Komposisi Kebersihan Kebenaran bacaan Kekayaan imajinasi dan kreatifitas Tata warna Komposisi Kebersihan

b. Kriteria penilaian:

4. Hasil karya Hasil karya lomba menjadi milik Panitia Kerja Tetap Nasional Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat nasional (PANJATAPNAS POSPENAS) E. CABANG KRIYA 1. Waktu Perlombaan : a. Waktu Perlombaan Hari : Selasa s.d kamis Tanggal : 25 – 27 Juni 2013 Jam : 08.00 - selesai b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 WITA – selesai : Univ. Negeri Gorontalo 55

2. Ketentuan a. Lomba Seni Kriya dikelompokan menjadi 2 yaitu : (Putra dan Putri)  Untuk putra : beregu (maksimum 2 orang), setiap daerah hanya Mengirim 1 regu   Jenis lomba : Kreativitas membuat tempat Al-Qur‘an Untuk Putri : Perorangan, setiap daerah hanya mengirim 1 peserta dan sudah menentukan pilihan jenis lomba. Memilih 1 (satu) dari : 1. 2. b. Bahan Untuk Putra : seluruh bahan dan peralatan yang akan dipergunakan pada proses pembuatan sudah dibawa sendiri oleh peserta dari masing-masing daerah dengan lebih diutamakan yang mencerminkan ciri khas dari tradisi maupun kearifan lokal yang dimiliki dari setiap daerah. Untuk bahan baku utama harus dibawa secara utuh dan tidak diperkenankan dalam bentuk ‖potongan siap rakit ‖ dan bisa dipilih dari :  Papan kayu (lebar bebas, maksimal panjang 100 cm)  Balok/reng kayu (ukuran bebas, maksimal panjang 100)  Bambu (diameter bebas, belum dibelah, maksimal panjang 100 cm)  Rotan (diameter bebas/lengkap dengan kulitnya, maksimal panjang 100 cm) Untuk Putri : Bahan untuk kriya ‖Tas‖ maupun ‖Kerudung/Jilbab‖ akan disiapkan/disediakan oleh peserta, standar berwarna putih yang akan dipergunakan oleh peserta sebagai sarana penempatan kreasi hiasan. Seluruh bahan penghias dan berbagai jenis peralatan yang akan digunakan untuk menghias harus sudah dibawa sendiri oleh setiap kontingen peserta masing-masing daerah. Lebih diutamakan yang mencerminkan ciri khas tradisi maupun kearifan lokal yang dimiliki dari setiap daerah. Kreativitas menghias produk tas Kreativitas menghias kerudung jilbab

c. Peserta wajib mendaftar dengan mengisi formulir data dan sudah mengirimkannya terlebih dahulu kepada Panitia Penyelenggara, selambat-lambatnya tanggal ........

56

3. Pelaksanaan Proses Pelaksanaan terdiri dari : a. Tahap Persiapan Dilaksanakan 30 (tiga puluh) menit sebelum lomba, dimulai dengan pendaftaran dan pengesahan dan penentuan nomor, dan tempat duduk peserta. b. Tahap Pelaksanaan  Seluruh pembuatan karya kriya yang dilombakan akan dilaksanakan pada saat bersamaan dalam kurun waktu yang sudah ditetapkan sesuai jadwal yang ditentukan. Hari/Tanggal Tempat  : Selasa s.d selesai (ditentukan panpel) : Univ. Negeri Gorontalo

Waktu/lama pelaksanaan pembuatan karya kriya yang dimaksud adalah : Hari pertama Hari kedua Total : 6 jam (09.00 - 12.00 dan 13.00 – 16.00) : 4 Jam (09.00 – 13.00) : 10 jam

c. Setiap Peserta menempati kursi dan meja yang sesuai dengan nomor yang ditentukan. d. Peserta yang terlambat diperbolehkan mengikuti lomba tanpa mendapat tambahan waktu. e. Setelah waktu perlombaan selesai, peserta meninggalkan tempat lomba dan hasil karya ditinggalkan di meja mereka bekerja yang sesuai dengan nomor yang diberikan, untuk dinilai oleh Tim Juri. 4.Kriteria Penilaian 4. Kesesuaian tema; 5. Kreativitas/Estetik; 3 . Otentisitas

57

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA CABANG SENI KRIYA Nama/Judul Karya Jenis Lomba : ................................................................................. : Putra : □ A. Membuat tempat dudukan Al-Qur‘an Putri □ B1. Menghias produk tas □ B2. Menghias kerudung / jilbab Nama peserta Tempat/Tanggal Lahir Kontingen Asal Pondok Pesantren Alamat Bahan Dasar (Putra) Bahan Hiasan (Putri) Teknik Aplikasi Hiasan Teknik Perwarnaan Teknik Pembuatan Motif/Gambar Teknik Finishing : .................................................................................... : .................................................................................... : Provinsi ...................................................................... : .................................................................................... : .................................................................................... .................................................................................... : □ Papan kayu dan/ □ Balok/ reng kayu dan/ □ bambu dan/ □ rotan : □ …………………….. dan/ □ ………………………… dan/ □ ………………. dan/ □ ………………………… : ……………………………………………………………. : .................................................................................... : .................................................................................... : .................................................................................... : ....................................................................................

Peserta: Nama Jelas Tanda Tangan

Perwakilan Kontingen : Nama Jelas Tanda Tangan

58

F. CABANG SENI HADRAH 1. Ketentuan a. Lomba Seni Hadrah dibagi menjadi 2 kategori yakni golongan Putra dan golongan Putri. b. Peserta berjumlah minimal 9 orang dan makimal 11 orang terdiri dari : pemain Hadrah, solis, pemain rebana/musik , pemain tamborin, dan backing vocal. c. alat musik yang digunakan adalah musik tradisional, (rebana / musik khas local) d. Setiap grup yang tampil, wajib membawakan 1 (satu) buah lagu e. lagu yang dibawakan peserta adalah bersifat bebas yakni lagu solawat / barjanji, sesuai pilihan yang disiapkan peserta. f. Lagu solawat/ barjanji dibolehkan di mix (dicampur) dengan bahasa Indonesia dalam bait-bait tertentu, tetapi lebih dominan syair solawat atau barjanji atau full barjanji/ solawat. g. Setiap grup yang tampil diberikan durasi waktu maksimal 10 (sepuluh) menit, dimulai dari terdengarnya bunyi-bunyian instrumen musik sampai berakhirnya lagu atau atraksi penutup. h. Untuk mendapatkan penilaian yang terbaik dari Tim Juri, yang membawakan lagu adalah solis (penyanyi tunggal) sedangkan peserta lain sebagai penyanyi latar atau backing vocal. i. Kostum peserta adalah busana muslim/muslimah atau kostum tradisional daerah masing-masing wilayah sesuai dengan ajaran Islam j. Setiap grup/peserta membawa perlengkapan/alat musik sendiri, k. hal-hal lain akan disampaikan pada saat pelaksanaan tehnical meeting. 2. Materi lagu: a. Peserta dapat memilih dan mengaransmen lagu sesuai pilihan dari syair banjanji atau Solawat. b. Peserta harus menyiapkan 2 buah lagu: satu buah lagu dibawakan pada saat babak penyisihan dan satu buah lagu dibawakan vial mesuk final. Catatan: Lagu yang dibawakan pada babak penyisihan tidak boleh dibawakan pada babak Final.

59

3. Penentuan Kejuaraan a. Dari seluruh penampilan para peserta, Dewan Juri akan menilai dan menetapkan 12 (dua belas ) grup Hadrah golongan putra dan putri masing-masing 6 (enam) grup untuk mengikuti babak final. b. Pada Babak Final Dewan Juri akan menilai dan menetapkan Juara I, II, III, dan Harapan I, II, III, bagi grup Hadrah golongan putra dan putri. Dan kejuaraan sepuluh terbaik c. Tim Juri dalam menentukan kejuaraan berdasarkan nilai tertinggi secara berurutan, bila terjadi nilai sama maka nilai tertinggi pada aspek materi suara/vocal yang dijadikan penentu pemenang. 4. Tim Juri dan Aspek Penilaian a. Dewan Juri 1) Dewan Juri terdiri dari para ahli di bidang yang telah teruji kredibilitas, kapabilitas, dan objektifitasnya, dan ditetapkan oleh PANJATAPNAS POSPENAS; 2) Dewan Juri berjumlah 3 (tiga) orang, terdiri dari seorang ketua merangkap anggota dan 2 (dua) orang anggota. 3) Dewan Juri terdiri dari praktisi seni musik Hadrah/ Qasidah/, akademisi, dan instansi yang berkompeten; 4) Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. b. Aspek dan Bobot Penilaian : 1) Materi suara/ vokal (teknik produksi suara) 2) Teknik bermain/Skill 3) Pembawaan (penghayatan, interpretasi, dan ekspresi) 4) Harmonisasi (variasi instrumen) 5) Penampilan (busana, adab, dan kepribadian) 5. Tehnical Meeting 1. Tehnical meeting dilakukan sehari sebelum pelaksanaan lomba, 2. Nomor undian peserta diberikan pada saat tehnicak meeting 3. Official harus mendaftarkan 2 buah lagu sesuai pilihan peserta, terdiri dari satu buah lagu dibawakan pada babak penyisihan dan satu buah lagu dibawakan apabila peserta terpilih masuk ke pada babak final.

60

6. Tata Tertib Lomba a. Grup Hadrah baik golonagn putra maupun putri yang akan tampil, harus sudah berada di tempat pelaksanaan lomba 30 (tiga puluh) menit sebelum lomba dimulai dengan terlebih dahulu melapor kepada panitia pelaksana; b. Pemanggilan peserta/grup Hadrah yang akan tampil dilakukan menurut nomor undian. Apabila dipanggil berturut-turut 3 (tiga) kali tidak/belum hadir dinyatakan gugur (diskualifikasi); c. Apabila pembawa acara keliru dalam menyebutkan judul lagu yang akan dibawakan oleh peserta/grup, maka pimpinan/pendamping grup yang bersangkutan segera menghubungi pembawa acara guna melakukan ralat sebelum penampilan dimulai; d. Pimpinan/pendamping grup baik putra maupun putri tidak diperkenankan berkomunikasi dengan Tim Juri selama lomba berlangsung, baik dalam bentuk minta penjelasan atau pelatihan. 7. Pealaksanaan a. Pelaksanaan Lomba Seni hadrah babak penyisihan pada: Hari, tanggal : Selasa s.d Rabu Tempat : Univ. Negeri Gorontalo Waktu : 08.00 WITA - selesai b. Pelaksanaan lomba Hadrah babak final pada : Hari, tanggal : Kamis Tempat : Univ. Negeri Gorontalo Waktu : 13.00 WITA - selesai 8. Penentuan Kejuaraan a. Dari seluruh penampilan para peserta, Tim Juri akan menilai dan menetapkan masing-masing 5 (lima) grup Hadrah putra dan putri untuk mengikuti babak final. b. Pada Babak Final Tim Juri akan menilai dan menetapkan Juara I, II, III, dan Harapan I, II, bagi grup Qasidah Rebana putra dan putri, dan bagi Hadrah putra dan putri. c. Tim Juri dalam menentukan kejuaraan berdasarkan nilai tertinggi secara berurutan, bila terjadi nilai sama maka nilai tertinggi pada aspek materi suara/vocal yang dijadikan penentu pemenang.

61

9. Aspek dan Bobot Penilaian: 1) Materi vokal (teknik produksi suara) 2) Teknik bermain/Skill 3) Pembawaan (penghayatan, interpretasi, dan ekspresi) 4) Harmonisasi (variasi instrumen, khusus Qasidah Alternatif) 5) Penampilan (busana, adab, dan kepribadian)

G. CABANG VIDEO CERITA PENDEK/DOKUMENTER Teknis Perlombaan i. Tema Lomba adalah : ― Keanekaragaman Seni Budaya Islami di Indonesia ― ii. Lomba terbuka untuk seluruh santri dari pondok Pesantren yang mengikuti POSPENAS. iii. Karya Video yang disertakan dapat digunakan Panitia untuk kepentingan publikasi, promosi. Spesifikasi Karya Video 1. Karya Video Cerita Pendek/Dokumenter yang dilombakan dalam format keping DVD, berdurasi 10 –15 menit . 2. Berbahasa Indonesia dan jika menggunakan bahasa lain harus disertai subtitle bahasa Indonesia. Karya adalah karya asli, dan jika dikemudian hari ada tuntutan dari pihak lain maka menjadi tanggung jawab peserta.

3.

Mekanisme Pengiriman 1. Video Cerita Pendek/Dokumenter dalam format DVD dilampirkan sinopsis, data susunan peserta dan pemain. 2. Surat Pernyataan Karya Video adalah karya asli (cerita, musik dan lain sebagainya) Jika dikemudian hari ada tuntutan dari pihak lain, maka seluruh tanggung jawab merupakan tanggung jawab peserta lomba, dan jika memperoleh predikat juara, maka panitia dapat membatalkannya. Kriteria Penilaian Seluruh Karya Video akan dinilai oleh Tim Juri Tingkat Nasional, dan penilaian ditentukan berdasarkan : 1. Cerita video sesuai dengan Tema 2. Penilaian didasarkan cara menyampaikan cerita (alur,setting,karakter,dialog, dll) 3. Penilaian didasarkan penilaian atas kaidah-kaidah videografi

62

H. CABANG FRAGMEN PELAYANAN TEKNIS 1. Teknis Perlombaan a. Seluruh peserta lomba yang akan tampil telah berada di tempat pergelaran paling lambat 1 jam sebelum acara lomba dimulai dan membawa seluruh peralatan pendukungnya, seperti instrumen musik, make up, kostum, property, dan sebagainya; b. Orientasi pentas dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lomba, dengan urutan sesuai dengan nomor urut penampilan; c. Urutan penampilan sesuai dengan nomor urut undian pada saat teknikal meeting peserta lomba; d. Peserta lomba berjumlah maksimal 10 (sepuluh) orang, termasuk pemusik apabila menggunakan musik langsung; e. Tidak dibenarkan/diperbolehkan melakukan penistaan terhadap individu, kelompok, atau lembaga; f. Naskah/skenario diserahkan kepada panitia pada saat technical meeting. 2. Fasilitas Teknis a. Pelayanan teknis pentas bagi peserta pada dasarnya diberikan secara umum sesuai dengan ketentuan lomba; b. Seluruh kebutuhan teknis peserta terutama sound system dan lighting system harus terlebih dahulu dilaporkan kepada penanggung jawab teknis pergelaran, agar dapat dipersiapkan lebih awal sesuai jadwal penampilan masing-masing peserta; c. Panitia menyediakan sound system dan lighting system untuk setiap peserta, dan bagi peserta yang menggunakan iringan musik secara langsung, panitia hanya menyediakan perlengkapan soundsystem standar; d. Tempat perlombaan di ruang yang disediakan panitia, dengan stage proscenium; e. Perlengkapan fragmen dan instrumen musik disediakan sendiri oleh masing-masing peserta. 3. Orientasi Pentas Pada dasarnya setiap peserta dianggap sudah siap pentas, sehingga kesempatan yang diberikan pada saat orientasi pentas benar-benar dipergunakan untuk mengenal dan menguasai pentas, blocking, masuk/keluar pentas, pengaturan instrument musik dan sebagainya.

63

4.

Kriteria Penilaian a. Kesesuaian tema; b. Kreativitas/Inovatif/Estetik; c. Otentisitas Skenario Penyajian Panitia akan membagi penampilan seluruh peserta selama 5 hari perlombaan, dengan pertimbangan teknis sebagai berikut: a. Materi Fragmen Islami yang disajikan oleh peserta; b. Pertimbangan wilayah dan pemerataan masing-masing daerah;

5.

I. CABANG CIPTA PUISI 1. Waktu Perlombaan : a. Waktu Perlombaan Hari : Selasa s.d Kamis Tanggal : 25 – 27 Juni 2013 Jam : 08.00 - selesai b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat 2. Tata tertib a. Peserta harus hadir 30 menit sebelum lomba dimulai; b. Peserta menempati tempat yang telah disediakan sesuai dengan nomor undian; c. Peserta membawa alat tulis sendiri; d. Peserta wajib menghentikan pekerjaan ketika batas waktu yang telah ditentukan selesai; e. Selama berlangsungnya lomba, peserta dilarang hilir mudik, atau saling meminjam peralatan. 3. Pelaksanaan Lomba a. Pertemuan teknis dan pengambilan nomor undian dilaksanakan satu hari sebelum pelaksanaan lomba; b. Jadwal lomba dimulai pukul 08.00 Wib. : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 WITA – selesai : Univ. Negeri Gorontalo

64

4. Kriteria Penilaian Karya Cipta Puisi akan dinilai berdasarkan: a. Ide/gagasan; b. Kesesuaian tema; c. Gaya bahasa/kretifitas; d. Otentisitas.

J. CABANG SENI STAND UP COMEDY 1. Waktu Perlombaan a. Waktu Perlombaan Hari : Selasa s.d Kamis Tanggal : 25 – 27 Juni 2013 Jam : 08.00 WITA - selesai b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 WITA – selesai : Univ. Negeri Gorontalo

2. Pelaksanaan Lomba Proses pelaksanaan terdiri dari: 1) Tahap Persiapan a) Persiapan lomba dimulai dengan pendaftaran, pengesahan, dan penentuan nomor yang diperoleh. b) Pada saat pendaftaran peserta harus menyerahkan konsep/naskah komedi yang akan ditampilkan di atas panggung. c) Penentuan nomor tampil peserta di atas panggung ditentukan 1 hari sebelumnya pada saat teknikal meeting. 2) Tahap Pelaksanaan a) Setiap peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya berkomedi di atas panggung dengan durasi waktu maksimal 10 menit.

65

b) Penentuan waktu berkomedi bagi para peserta ditentukan oleh juri dengan tanda lampu hijau untuk memulai, lampu kuning untuk siapsiap berhenti dan merah untuk berhenti. c) Apabila peserta mengalami kevakuman di atas panggung selama 1 menit, maka juri mempersilakan peserta untuk turun panggung walaupun waktu berkomedi masih tersisa. d) Peserta dilarang menggunakan bahan komedi yang bersifat asusila dan menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) 3. Penilaian Ketentuan penilaian lomba stand up comedi : 1) 2) 3) 4) 5) Otentisitas cerita komedi Intensitas kelucuan cerita Kekayaan imajinasi dan kreatifitas Etika berkomedi /Sopan santun Spontanitas

CABANG PIDATO TIGA BAHASA (Indonesia, Arab, dan Inggris)
1. Waktu Perlombaan : a. Waktu Perlombaan Hari : Selasa s. d Kamis Tanggal : 25 – 27 Juni 2013 Jam : 08.00 WITA - selesai b. Technical Meeting Hari Tanggal Jam c. Tempat : Senin : 24 Juni 2013 : 08.00 WITA – selesai : Univ.Negeri Gorontalo

2. Thema Pidato dan Naskah a. Thema Pidato 3 (tiga) bahasa adalah sebagai berikut : 1) Peran pesantren dalam Penaggulangan Bahaya Terorisme 2) Mewujudkan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berakhlak mulia. 3) Kesiapan santri mengatasi krisis global; 4) Pengamatan dan pengembangan budaya Islam dalam kehidupan modern; 5) Dengan semangat POSPENAS VI kita kokohkan persatuan dan kesatuan bangsa; 6) Peran pesantren dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme. 66

b. Naskah materi pidato 1) Peserta wajib memilih salah satu dari enam thema pidato sesuai bahasa yang dipilih, dalam bentuk butir-butir atau pokok-pokok materi pidato. 2) Naskah pidato diserahkan kepada panitia pada saat pelaksanaan lomba. 3. Pelaksanaan Lomba a. Tahap Persiapan 1) Persiapan dimulai sejak pendaftaran dan pengesahan peserta. 2) Penentuan judul pidato dan nomor urut penampilan berdasarkan undian yang dilakukan 1 jam sebelum pelaksanaan lomba; 3) Judul lomba pada babak penyisihan dan babak final tidak boleh sama. b. Penampilan 1) Peserta harus mengenakan tanda nomor undian pada dada sebelah kiri. 2) Setiap penampilan disediakan waktu maksimal 15 menit untuk tiap peserta. 3) Peserta tidak perlu memperkenalkan diri. 4) Ucapan salam dilakukan pada awal dan akhir uraian. 5) Tanda waktu diatur dengan isyarat lampu yaitu: lampu kuning pertama menunjukan persiapan; lampu hijau sebagai tanda dimulai pidato: lampu kuning kedua sebagai persiapan tanda habisnya waktu; lampu merah sebagai tanda waktu habis. c. Penampilan finalis Dewan juri akan memilih 5 orang finalis untuk masing-masing kelompok bahasa yang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian. 4. Norma Penilaian dan Bobot Nilai Penilaian diberikan terhadap 5 (lima) unsur nilai sebagai berikut : a. Penguasaan materi; b. Sistematika dan isi; c. Kaidah dan gaya bahasa; d. Vokal/intonasi/aksentuasi; f. Keserasian/Kesopanan.

67

5. Penentuan Kejuaraan a. Tim juri menentukan juara I,II,III untuk masing-masing kelompok bahasa, melalui sidang tim juri atas dasar nilai tertinggi pada babak final; b. Juara terdiri dari golongan putra dan golongan putri; c. Juara terdiri dari golongan putra dan golongan putri; d. Apabila terjadi nilai yang sama antara 2 (dua) peserta, maka tim juri akan menentukan pemenang didasarkan pada nilai tertinggi dalam penguasaan materi; e. Keputusan tim juri bersifat mutlak tidak dapat diganggu gugat. Catatan: cabang Seni Parekraf dalam bentuk wokshop Juknis akan bibuat tersendiri oleh Kemenparekraf.

68

69

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->