Anda di halaman 1dari 11

The Article taken from The New Wave Marketing Rubric

By :
Fajrul Iman Ibrahim N.S.A
A211 03 764

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2009
Isi Artikel :
Home/Bisnis & Keuangan/New Wave Marketing
Bagian 8
Learn from Obama : Change We Can Believe In
Barrack Obama memposisikan dirinya sebagai seorang Change Leader, bukan hanya
seorang Change Manager atau Change Agent.
Kenapa ? walaupun belum terpilih jadi Presiden AS, Obama telah menunjukkan pada
semua orang bahwa Amerika Serikat (AS) perlu berubah.
Antara lain, dia menunjukkan bahwa “War on Terrorism” yang dilakukan Presiden
George W Bush adalah sebuah tindakan yang High-Budget Low Impact.
Bayangkan saja, sudah berapa banyak prajurit terbaik AS mati di medan perang, entah itu
di Afganistan ataupun di Irak. Hitung pula, berapa besar biaya yang telah dikeluarkan
untuk membiayai perang-perang tersebut. Sampai-sampai ada buku yang ditulis Joseph
E.Stiglitz dan Linda J.Bilmes yang judulnya “ The Three Trillion Dollar War: Ther True
Cost of the Iraq Conflict!
Hasilnya ? AS sebenarnya tidak pernah menang perang, walaupun George W.Bush sejak
dulu sudah menyatakan bahwa “Mission Accomplished” Perang Afganistan dan Irak
nyatanya masih berkelanjutan sampai kini.
Yang tidak kalah buruknya, country brand image AS juga turun drastis, bukan cuma di
luar negeri tapi juga di dalam negeri sendiri.
Hampir 80% responden penduduk AS yang disurvei Gallup pada Agustus lalu
menyatakan bahwa ekonomi AS saat ini bertambah buruk. Sementara, survei Pew Global
Attitudes Project yang dilakukan terhadap penduduk di 21 negara dan hasilnya dirilis Juni
lalu melaporkan bahwa sebagian besar responden menilai bahwa citra AS saat ini jelek.
Di Jerman misalnya, yang dikenal sebagai sekutu AS, hanya 31% responden yang
memandang positif citra AS.
Karena itu, jelas harus ada Change. Inilah yang disuarakan oleh Obama.
Lalu, apa korelasi itu semua dengan Marketing ?
Banyak orang yang belum sadar bahwa lanskap bisnis sudah berubah. Banyak yang
masih menggunakan Legacy Marketing atau Vertical Marketing yang bersifat High-
Budget Low-Impact. Mereka belum menghitung Return on Marketing Investment atau
ROMI dari aktivitas pemasaran yang mereka lakukan.
Para Legacy Marketer masih berfikir secara tersekat-sekat (Silo). Karena itu, mereka
mengatakan bahwa return itu adalah urusan orang finance yang menghitungnya. Orang
marketing tidak perlu ngurusin soal itu.
Namun, itu semua tidak bisa lagi dipertahankan.
Di era New Wave ini, paling tidak ada tiga Driving Forces utama, yaitu : Digitalization,
Globalisation and Futurisation.
Digitalization ada di aspek Teknologi yang membuat individual jadi powerful, asal
terhubung dengan Internet. Mereka jadi kekuatan luar biasa yang bisa saling berinteraksi,
saling mempengaruhi dan saling membantu sama lain.
Sedangkan Globalisation mencakup aspek Political-Legal, Economy dan Social Culture.
Gara-gara Digitalization, terutama karena teknologi Web 2.0, Globalisation jadi makin
seru.
Kembali ke pertarungan calon presiden AS. Berkat adanya internet, orang di luar AS pun
jadi tahu secara detail tentang riwayat hidup dan visi masing-masing kandidat. Bahkan
adan yang bilang, Obama itu lebih disukai oleh orang di luar AS daripada warga di AS
ketimbang di Tibet sendiri.
Lantas apa akibatnya untuk Marketing ?
Situasi di masa depan akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini atau bahkan di
masa lalu.
Futurisation sudah, sedang dan akan terus terjadi di pasar.
Artinya, pasar yang menjadi ajang persaingan para supplier untuk menarik perhatian
demander jadi berubah terus.
The Future is Today. Yesterday is Vertical Silo, di mana orang marketing cuma bertugas
untuk mengelola image dan menjual. Sedang orang finance dan accounting menghitung
biaya investasinya dan menghitung untung-rugi. Sekarang tidak bisa lagi tersekat-sekat
seperti itu. Sebenarnya bukan cuma sekat-sekat vertical antar departemen seperti
marketing dan finance-accounting saja yang perlu dihilangkan. Sekat-sekat vertical
lainnya yang ada dalam perusahaan juga perlu dihilangkan, seperti yang dikatakan oleh
Prof. Ranjay Gulati dalam artikelnya “ Silo Busting “ pada Harvard Business Review
edisi Mei Tahun 2007.
Jadi, di era New Wave Marketing, everyone is marketer. Semua orang akan melayani
customer, langsung atau tidak langsung. Marketer juga harus bisa bertanggung jawab
terhadap return dari program marketing yang dijalankannya.
Kompetisi di New Wave Landscape ini memang memerlukan semangat “ Change We
Can Believe In “ dalam mengubah paradigma kita semua.
Taken from :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/06/00163184/learn.from.obama.change.we.ca
n.believe.in

Komentar :
Paradigma marketing telah mengalami perubahan yang cukup unik, konsep “new
wave marketing” yang diusung oleh Hermawan Kartajaya ini menganggap bahwa
marketing tidak hanya digunakan panda konsep bisnis saja tetapi sudah merambah pada
dunia politik, hal tersebut dicontohkan pada kampanye pemilihan presiden Barrack
Obama. Konsep marketing yang diuraikan itu antara lain mengenai image, ROMI (Return
on Marketing Investment) serta tentang penjualan serta tidak luput dari konsep
komunikasi pemasaran.
Menurut saya sudut pandang marketing pada kampanye politik Barrack Obama sebagai
berikut :
1. Dari segi bauran pemasaran
a. Product
Kotler berpendapat bahwa “ a product is anything that can be offered to a
market to satisfy a want or a need “. Selanjutnya Kotler menjelaskan
bahwa “ product that are marketed include physical goods, services,
experiences, events, persons, places, properties, organizations,
information and ideas “
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar, untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri atas
barang, jasa, pengalaman, event, orang, tempat, kepemilikan, organisasi,
informasi dan ide.
Menilik kampanye politik Barrack Obama yang ditawarkan adalah person
atau personal (orang) sehingga dianggap sebagai change agent 1 . Bila
produk fisik menawarkan fungsi atau manfaat maka pada kasus Barrack
Obama yang ditawarkan adalah konsep atau ide-ide dalam hal ini konsep
perubahan untuk negara Amerika dengan berbagai visi dan misi yang
dikenal dengan konsep change .
b. Price
Dalam buku Prof. DR.Buchari Alma menyebutkan harga adalah nilai suatu
barang yang dinyatakan dalam uang. Semakin tinggi nilai barang maka
tinggi pula harganya artinya ada sejumlah pengorbanan untuk
mendapatkan suatu barang. Pada kasus Barrack Obama harga tidak bisa
didefinisikan demikian, namun harga dilihat dari seberapa besar massa
atau pemilih yang memilihnya artinya adalah adanya pengorbanan
konsumen dalam menggunakan hak pilihnya, hak pilih adalah harga yang
harus dibayar. Diandaikan bila kita membeli buku dibayar dengan uang
tapi dalam hal ini dibayar dengan hak pilih. Konsep ini menurut saya
merupakan konsep barter moderen.
c. Place
Place atau tempat merupakan wilayah atau lokasi dimana suatu produk
dipasarkan, dalam kasus Barrack Obama “ tempat” merupakan wilayah
kampanye yang dilakukan oleh Barrack Obama. Atau dengan kata lain,
wilayah-wilayah dimana Barrack Obama mempromosikan diri sebagai
kandidat presiden Amerika .
d. Promotion
Dalam buku Prof. DR. Buchari Alma, promosi adalah segala cara yang
dipakai untuk meningkatkan penjualan termasuk iklan, reklame dan lain-
lain. Definisi lain yang diungkapkan oleh Ben M.Enis mengenai promosi
yaitu defines promotion as communication that inform potential customers
of the existence of products, and persuade them that those products have
1

1
Change Agent dalam tulisan Hermawan Kartajaya adalah merupakan pelaku yang mampu mengubah
lanskap dalam berbagai bidang seperti Steve Jobs pada bisnis, Warren Buffet pada Ekonomi dan Keuangan,
John Lennon pada musik dan Barrack Obama pada Politik.
want satisfying capabilities. Sehingga promosi merupakan cara untuk
meyakinkan konsumen terhadap suatu produk yang ditawarkan.

Pada kasus promosi pada kampanye politik dalam rangka pemilihan


presiden Amerika Serikat yang dilakukan oleh tim Barrack Obama adalah
menggunakan metode advertising termasuk e-marketing, dan public
relations. Advertising melalui pemasangan iklan diberbagai media seperti
dimajalah serta berbagai bentuk misalnya pamflet, brosur dan sejenisnya
termasuk adalah beriklan di website. Public relations melalui spoke person
maupun publisitas gratis oleh media. Dapat disimpulkan bahwa model
promosi yang dilakukan oleh tim kampanya Barrack Obama adalah
intergrated marketing communication, terintegrasinya tujuan pemasaran
melalui pengkomunikasian untuk mempengaruhi audiens sehingga audiens
bertindak atau bersikap sesuai dengan keinginan marketer. Menurut
Hermawan Kartajaya bahwa everyone is marketer sehingga dalam hal ini
Barrack Obama memposisikan diri sebagai marketer dalam rangka tujuan
yang ingin dicapai melalui metode komunikasi untuk mempengaruhi
massa sehingga bisa memilih dirinya sebagai presiden Amerika Serikat
selanjutnya.
2. Dari segi image atau citra
Pemasaran tidak bisa terlepas dengan citra karena citra merupakan pelengkap
yang penting peranannya bagi kelangsungan hidup suatu produk. Apalagi pada
kasus kampanye yang mengandalkan citra sebagai pondasi yang utama. Hal
tersebut terbukti bagaimana citra mampu mendongkrak popularitas atau bahkan
sebaliknya bisa menghancurkan popularitas sehingga bisa disimpulkan juga
bahwa Barrack Obama juga menggunakan pemasaran citra. Kekuatan personal
branded yang diperkuat oleh Hermawan Kartajaya dalam artikelnya pada Koran
kompas mengenai the rise of individual power mengkokohkan Obama sebagai
Change Agent.
3. Differensiasi
Differensiasi memiliki lima dimensi yaitu produk, pelayanan, personalia, saluran
pemasaran dan citra. Dalam kasus kampanye Barrack Obama differensiasi terlihat
pada ide yang diusung serta pencitraan yang positif. Obama dan idenya
merupakan satu kesatuan produk, obama mengangkat ide yang kontroversial di
Amerika Serikat yaitu masalah perang dengan Aganistan dan Irak yang dianggap
sebagai “ the three trillion dollar war “ telah menguras pundit-pundi keuangan
Amerika sehingga hal tersebut pada akhirnya memberikan efek bagi
perekonomian dunia, bagi Obama sudah saatnya menghentikan perang dan
mengembalikan citra Amerika di mata dunia. Berikut peryataan Obama “As
president, we will end the war in Iraq, a war that I opposed from the beginning
and that should never have been authorized. We will finish the fight against Al
Qaeda. And we will lead the world to combat the common threats of the 21st
century — nuclear weapons and terrorism; climate change and poverty; genocide
and disease.”
Konsep berikut inilah yang merupakan salah satu titik utama dari differensiasi
yang dilakukan oleh Obama :
“The War in Iraq : Obama opposed the Iraq War from the
beginning, and had the judgment to predict its consequences.
Obama and Biden will change our mission in Iraq and responsibly
redeploy our combat brigades in consultation with our
commanders and the Iraqi government.

Finish the Fight Against Al Qaeda and the Taliban Obama has
been calling for more troops and resources for the mission in
Afghanistan for years. Obama and Biden will refocus America on
the greatest threat to our security — the resurgence of al Qaeda
and the Taliban in Afghanistan and Pakistan.

Nuclear Weapons Obama and Biden have a bold agenda to


reduce the threat of nuclear proliferation. They will secure loose
nuclear materials from terrorists in four years, and lead the
world toward the goal of eliminating nuclear weapons.

IranObama and Biden will use aggressive and direct diplomacy


to prevent the Iranian regime from developing a nuclear
program. They will put an end to the failed policy that has let
Iran develop its nuclear program and strengthen its position in
the region, and present the Iranian regime with a clear choice:
end your nuclear program, support for terror and threats toward
Israel, or face increased U.S. and multilateral pressure.

Renewing American Diplomacy Obama and Biden will rebuild


strong alliances to confront 21st century challenges.

21st Century Military Obama and Biden will give the finest
military in the world the support it needs to face the threats of
the 21st century. They will expand our ground forces, develop
new capabilities, and restore the trust between the commander
in chief and those who serve.” 2

Sehingga tidak heran citra Obama tidak hanya popular di dalam negeri tetapi juga
di luar negeri. Obama mengkritisi pemerintahan George W. Bush dengan
mengatakan bahwa perang tersebut merupakan bentuk tindakan High-Budget
Low-Impact. Kemudian besarnya dukungan terhadap penghentian perang
menjadikan citra Obama positif. Efek dari perang tersebut tidak hanya di rasakan
oleh dunia tapi juga di dalam negeri yaitu dalam bentuk rendahnya lapangan
kerja.
4. Pilar Kampanye Obama yang tertuang dalam konsep Three Driving Forces
a. Digitalization
Dalam kampanye, Penggunaan teknologi seperti mobile untuk menjalin
komunikasi dengan konsumen. Seperti yang diungkapkan oleh Obama
bahwa barangsiapa yang mengirimkan pesan dari “VP” ke nomor telepon
khusus mereka, maka dia akan menjadi orang pertama yang akan
menerima berita dari Obama. Kampanye tersebut juga menjalankan tv
komersial, yang memberikan stiker kampanye kepada orang yang
mengirim pesan dengan kata “Obama” ke nomor yang sama.
Usaha Obama ini akan menuai jutaan nomor ponsel dari voter melalui
1
pesan text, sebuah teknologi yang ikut menambah kemajuan voting
12
Blueprint For Change Obama and Biden`s Plam For America pada segmen BARACK OBAMA AND JOE
BIDEN’S PLAN TO SECURE AMERICA AND RESTORE OUR STANDING IN THE WORLD
kampanye, dan kemungkinan efeknya akan dirasakan pada bulan
November mendatang. Teknologi pengiriman pesan text ini sepertinya
lebih banyak digunakan oleh voter anak muda yang sangat mengerti
dengan teknologi ini. Hal ini sangat kontras dengan pesaing Obama, John
Mccain dari Republikan, yang tidak menggunakan pesan text dan Internet
ke supporter. Kampanye Obama telah mendorong warganya untuk sign up
untuk menerima pesan text sejak musim panas lalu, dan usaha untuk
menambah nama dan nomor telepon ke database voter telah membuat
keagresifan menjelang pemilihan, seperti rekrutmen khusus ke kampus-
kampus. Sebuah studi dari peneliti dari 4.000 orang, menyatakan bahwa
efek dari pesan text tersebut sekitar 4,2% telah menerima pesan satu hari
sebelum pemilihan dan melakukan voting

Dari strategi ini dapat dilihat bahwa gaya komunikasi pemasaran melalui
penggunaan teknologi dinilai cukup efektif dalam menjaring konsumen.
Sehingga dalam hal ini sejalan dengan pendapat Don Schultz dalam buku
Hifni Alifahmi “ Sinergi Komunikasi Pemasaran “ bahwa strategi
komunikasi pemasaran memiliki perspektif diantaranya adalah
menciptakan keunikan (penggunaan layanan sms yang tidak dilakukan
oleh pesaing), membentuk persepsi di benak khalayak (menerima pesan
berita secara langsung ) serta menemukan titik kontak yang paling pas
(terjalin komunikasi secara langsung).
b. Globalisation
Globalisation melalui penggunaan web di manfaatkan dengan baik oleh
tim kampanye Barrack Obama, setiap orang dapat sign up pada web nya
bahkan menyediakan download mengenai blue print Obama Biden.
Penggunaan web mempermudah penyebaran informasi ke berbagai
belahan dunia, bahkan isu kampanye Obama dapat berpengaruh secara
signifikan terhadap dunia bursa efek. Hal ini tergolong ke dalam e-
marketing.
c. Futurisation
Future is Today maksudnya adalah bahwa konsep marketing yang ada
sekarang sudah sangat berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Apa yang
terjadi sekarang merupakan masa depan yang besar pengaruhnya untuk
saat sekarang (tidak ditinggalkan oleh customer) dan ke depannya (tanpa
meninggalkan metode forecasting yang telah kita kenal).

Literatur :
1. Drs. Hifni Alifahmi, M.Si dalam bukunya Sinergi Komunikasi Pemasaran
terbitan PT Mizan Pustaka Jakarta tahun 2005
2. Prof. DR. Buchari Alma dalam bukunya Manajemen Pemasaran dan
Pemasaran Jasa terbitan AlfaBeta Bandung tahun 2005
3. Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran 1 terbitan PT Indeks
kelompok Gramedia Jakarta tahun 2005
4. Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran 2 edisi millennium
terbitan PT Prehallindo Jakarta tahun 2002

Sumber lain :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/06/00163184/learn.from.obama.chang
e.we.can.be
http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/11/03090296/the.rise.of.individual.po
wer

http://www.beritanet.com/Technology/Berita-IT/Wakil-Barrack-Obama-Voting-
Pesan-Text.html