Anda di halaman 1dari 69

MODUL MATERI JARINGAN KOMUNIKASI DATA

Oleh :

Roza Susanti, SST

DAFTAR ISI Halaman KATA 1 DAFTAR ii BAB 1 1.1 Data Dan Komunikasi Data 1 1.2 Konversi Analog-Digital. .3 1.3 Metode Tansmisi Data......4 2. BAB II MEDIA TRANSMISI......8 2.1 Konektor........... .9 2.1.1 Pemakaian dalam LAN........11 2.2.2 Media Transmisi Kabel........12 2.1 Manfaat Jaringan Komputer......8 2.2 Jenis Jaringan Komputer.......9 3.MANFAAT JARINGAN KOMPUTER 3.1 Manfaat Jaringan Komputer.................................................................................25 3.2 Jenis Jaringan Komputer...26 3.3 Local Area Network (LAN)..27 3.4 Jaringan Tanpa Kabel........31 4.JARINGAN KOMPUTER.....................................................................................33 4.1 PROTOKOL TCP/IP............................................................................................33 4.2 IP Address..35 4.3 Subnetwork............................................................................................................37 4.4 Pearangkat Keras Jaringan.38 4.5 TOPOLOGI JARINGAN....40 1 KONSEP DASAR KOMUNIKASI DATA ISI PENGANTAR

5. WIRE LESS.45 5.1 Mengenal Lebih Dekat Wireless LAN45 6. KONFIGURASI JARINGAN BERBASIS TCP/IP..50 6.1 Konfigurasi TCP/IP pada Windows XP...................................................................50 6.2 Setting Nama Workgroup dan Nama Komputer.52 6.3 Sharing File pada Windows XP 54 6.4 Proses Instalasi Access Point54 6.5 Instalasi Wireless Client...60

DAFTAR GAMBAR Halaman GAMBAR 27 Gambar Diagram Alir Jalannya Penelitian .............................. 36

Gambar 1. Tiga Elemen Komunikasi Data. ..........................................................1 Gambar 2. Bentuk pisik modem. ...........................................................................2 Gambar 3. Rak modem ....................................................... ..................................2 Gambar 4 Blok Dagram Konverter A/D ................................................................3 Gambar 5. Contoh transmisi paralel........................................................................4 Gambar 6. Tansmisi serial ......................................................................................4 Gambar 7. Sambungan tampa modem. ................................................................. 5 Gambar 8. konfigurasi format data inisialisasi port serial.................................... 5 Gambar 9. model port serial .................................................................................. 6 Gambar 10. Kabel network dikemas dalam rol yang diletakkan di dalam karton..9 Gambar 11. RJ-45 ................................................................................................. 9 Gambar 12. Komputer dengan Hub/swich............................................................ 11 Gambar 13. Alat-alat untuk menyiapkan kabel network. ..................................... 11 Gambar. 22 Warna kabel UTP metode crossovert Gambar 23. Struktur 10BaseF. Gambar 24 Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT. Tabel 1. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.

Tabel 2. Urutan pemasangan kabel UTP metode straight cable

BAB 1 KONSEP DASAR KOMUNIKASI DATA 1.1 Data Dan Komunikasi Data Kata komunikasi data dapat diartikan sebagai cara untuk menyampaikan atau menyebar luaskan data, informasi , berita, pikiran dan pendapat dalam berbagai bentuk. Manusia dapat melakukan berbagai cara untuk melakukan komunikasi. Seperti dengan berbicara, berbisik, memukul kentongan , mengirim surat dan banyak lagi yang lain. Istilah komunikasi data, berhubungan erat dengan pengiriman data menggunakan sistim transmisi elektronik dari satu komputer ke komputer lain atau dari satu komputer ke terminal lain. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer (computer network).

Untuk mengkomunikasi data dari satu lokasi kelikasi lain, harus tersedia 3 elemen utama sistem yaitu data, media transmisi, dan penerima. Jika salah satu elemen tidak ada, maka komunikasi tidak dapat dilakukan, dapat dilihat dari gambar berikut :

Gambar 1.1 5

Tiga Elemen Komunikasi Data. Sumber data adalah elemen yang bertugas menyampaikan informasi dan menempatkan pada media transmisi. Sumber data dilengkapi dengan transmiter yang berfungsi mengubah informasi yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan seperti: Pulsa listrik. Gelombang elektromagnetik Pulsa digital. Sebagai contoh modem yang mampu merubah sinyal digital menjadi analog atau sebaliknya, dapat dilihat dari gambar beribut:

Gambar 1.2. Bentuk pisik modem.

Gambar 1.3. Rak Modem Transmisi data merupakan prs pengiriman data dari satu sumber ke penerima data. Beberapa media transmisi dapat menggunakan chanel (jalur) transmisi atau carier dari data yang dikirimkan , dapat berupa kabel, gelombang elektromagnetik dan lain-lain. Dimana bertugas menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Media. Media transmisi dapat berupa:

Sepasang kawat (twisted pair) Kabel coaxial Kabel serat optik Gelombang elektromagnet Dan lain-lain. Penerima adalah alat yang menerima data atau informasi, misalnya pesawat telepon terminal dan lain-lain. Tugasnya menerima berita yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi. Penerima mempunyai alat lain yang disebut receiver yang berfungsi untuk menerima sinyal dari sistim transmisi dan menggabungkan ke dalam bentuk tertentu sehingga bisa ditangkap dan digunakan oleh penerima. 1.2 Konversi Analog-Digital. Sinyal-sinyal digital secara idealnya dinyatakan dalam bentuk gelombang yang berbentuk transisi secara tiba-tiba diantara dua harga. Sinyal-sinyal yang diasumsikan dalam bentuk gelombang kontinyu dalam suatu range tertentu .Bila sinyal analog lebih menguntungkan sinyal tersebut dikonversikam menjadi bentuk sinyal digital sehingga pemprosesan sinyal dilakukan secara digital. Sebagai contohnya adalah bila ada suatu tegangan analog berupa tegangan tetap, maka diperlukan untuk memprosesnya sehingga diperoleh nilai tegangan tersebut. Suatu voltmeter analog akan menyatakan nilai tegangan melalui posisi jarum petunjuk pada skala. Disisi lain voltmeter digital akan memberikan kemudahan pembacaan nilai tegangan, karena langsung dinyatakan dalam bentuk numerik melalui indicator display. Konverter analog-digital adalah jenis khusus dari encoder. Blok diagram konverter A/D seperti pada gambar 4 masukannya adalah tegangan variabel tunggal. Variasi tegangan diantara 0 sampai 3V. Keluarannya konverter A/D adalah bentuk biner.

Gambar 1.4 Blok Dagram Konverter A/D Dari gambar, keluaran konverter A/D merubah tegangan analog pada masukan menjadi bentuk biner 4-bit .

1.3 Metode Tansmisi Data Metode transmisi data terbagi atas dua bagian : 1. Metode transmisi paralel

Adalah sekelompok bit yang dikirimkan secara bersama-sama melalui beberapa jalur transmisi. Untuk membatasi antara satu sinyal dengan yang lain dengan menggunakan clock dapat dilihat dari bentuk sinyal k arakter K berikut:

Gambar 1.5 Contoh transmisi paralel 2. Metode transmisi serial Transmisi data serial disebut juga dengan transmisi synchronous bila waktu kirim dan terima, atau lamanya penerimaan masing-masing bit ditentukan secara pasti sebelum bit tersebut dikitrim atau lamanya penerimaan setiap bit tidak ditentukan oleh karakter sebelumnya. Dimana awalan blok (start-block) dan akhiran blok (stop-block) didefinisikan dengan bytes (deretan bit) dengan susunan yang spesifik. Sedangkan asynchronous jika waktu yang dibutuhkan tiap bit dari suatu karakter tidak ditentukan atau diatur oleh karakter sebelumnya. Informasi diuraikan menjadi karakter dan masin-masing karakter memiliki bit yang diidentifikasikan sebagai awalan (star-bit) dan 1 atau 2 bit (stop-bit) sebagai akhiran. Bila masing-masing karakter ditransmisikan dan dapat dikenali, maka sekumpulan karakter tersebut dapat dikirim kapan saja secara asynchronous

dengan interval yang berbeda.Dapat dilihat dari gambar transmisi data untuk serial:

Gambar 1.6 Tansmisi serial Untuk tegangan RS 232 ini ada 2 nilai tegangan yang diperlukan untuk mewakili data biner. Pada RS-232 biner 1 disebut mark dan bisa mempunyai tegangan dari 3 s/d -25 volt. Biner 0 disebut space memilik jangkauan tegangan antara +3 sampai +25 volt. Besaran yang berada pada daerah antara mark dan space yang besarnya 3 sampai +3 volt tidak berlaku, agar data biner mendapatkan nilai tegangannya maka memiliki jarak 6 volt sebagai sinyal mark atau space. Contoh aplikasi yang tidak diperlukan proses dialing seperti menggunakan modem. Dapat dilihat dari gambar sambungan berikut:

Gambar 1.7 Sambungan tanpa modem. Dari sambungan, Transmitted data (TD) mengirim data melalui pin 2 dan menerima data (RD/Receiveed Data) melalui pin 3. Pada komputer harus dilakukan inisialisasi port dengan data yang telah dipersiapkan. Format data meliputi kecepatan , panjang data, jumlah stop bit dan jenis parity yang digunakan,

10

dapat dilihat pada gambar konfigurasi format data inisialisasi port serial berikut :

Gambar 1.8 konfigurasi format data inisialisasi port serial. Standart interface ini adalah Interface between data terminal equipment and data communication employing serial binary data interchange komunikasi data disebut sebagai RS-232. Awalan "RS" pada RS-232 singkatan dari recomendedstandart yang berarti standart yang dianjurkan, karena selama ini dalam publikasi EIA tidak pernah memiliki ketetapan hukum yang mengharuskan untuk digunakan dalam dunia komunikasi data. Ada beberapa standart sederhana yang dikembangkan sendiri oleh pembuat peralatan elektronik yang mungkin dapat diikuti, agar secara umum ada kecocokan.

11

Gambar 1.9 model port serial contoh penerapan RS 232, menghubungkan PC dengan terminalnya (screen dan keyboard), menghubungkan PC dengan printer, menghubungkan PC dengan modem untuk menggunakan saluran telephone, menghubungkan PC dengan peralatan khusus, misalnya code-reader, mesin absensi, sensor panas (suhu), phmeter/alat lainnya , menghubungkan PC dengan peralatan komunikasi terdekat (missal modem radio) agar jarak komunikasi makin jauh. Data pada umumnya data dikirim diantara beberapa PC dan keterminal lainya dengan merubah besaran tegangan dan arus dalam kanal atau kabel. Transmisi secara serial adalah bit berpindah satu demi satu melewati satu saluran. Sedangkan transmisi data parallel, dimana sekelompok bit berpindah melalui beberapa jalur pada saat yang bersamaan. Perkembangan teknologi komputer meningkat dengan cepat, hal ini terlihat pada era tahun 80-an jaringan komputer masih merupakan teka-teki yang ingin dijawab oleh kalangan akademisi, dan pada tahun 1988 jaringan komputer mulai digunakan di universitas-universitas, perusahaan-perusahaan, sekarang memasuki era milenium ini terutama world wide internet telah menjadi realitas sehari-hari jutaan manusia di muka bumi ini. Selain itu, perangkat keras dan perangkat lunak jaringan telah benar-benar berubah, di awal perkembangannya hampir seluruh jaringan dibangun dari kabel koaxial, kini banyak yangg dibangun dari serat optik (fiber optics) atau komunikasi tanpa kabel.

PERTANYAAN 1. Jelaskan yang dimaksud dengan komunikasi data.

12

2. Apakah dimaksud dengan konversi analog ke digital ?. 3. Jelaskan perbedaan antara transmisi serial dengan paralel !. 4. Buatkan bentuk sinyal transmisi serial !. 5. Buatkanlah contoh media transmisi komunikasi data !.

BAB II MEDIA TRANSMISI KABEL

13

Kabel Network siap pakai kini dapat dibeli di toko-toko komputer, namun ada baiknya anda mengenal kabel yang anda beli itu untuk memudahkan anda ketika berkomunikasi dengan pihak toko komputer. Secara fisik kabel network mirip kabel telepon hanya tampak lebih lebar. Konektor yang terpasang pada ujung kabel telepon dikenal sebagai RJ11 sedangkan pada kabel network dikenal sebagai RJ45. Jaringan komputer sekarang menggunakan kabel UTP (unshielded twistedpair) dengan standar 100Base-TX Fast Ethernet. Standar sebelumnya yaitu 10Base-T tidak perlu anda perhatikan lagi sekarang ini. Ada beberapa klasifikasi kabel yang digunakan untuk jaringan twisted-pair, tapi yang paling populer adalah Category 5 (CAT 5). Masih ada beberapa klasifikasi untuk CAT 5 ini. Untuk pemakaian biasa di gunakan CMR Cable. Kabel CAT 5 dijual dalam bentuk rol di dalam karton berlubang untuk memudahkan penanganannya. Kabel CAT 5 terdiri dari empat pasang kawat berulir (twisted pair wire) sehingga pada kabel itu semuanya terdapat delapan kawat. Setiap pasang kawat ini diberi kode warna, yang pertama warna penuh (biru, jingga, hijau, atau coklat) dan pasangannya yang berulir seputar yang utama tadi dengan warna putih dan strip warna yang sesuai dengan pasangannya.

14

Gambar 2.1 Kabel network dikemas dalam rol yang diletakkan di dalam karton berlubang. 2.1 Konektor Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat pasang. Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ- 45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untuk melihat urutan kawatkawat yang dipasang pada konektor RJ-45, anda harus melihatnya dengan memegang 'klip' konektor ini di bagian bawah, agar 'lubang'-nya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.

Gambar 2.2. Konektor RJ-45 15

Ada dua macam pemasangan, yang menghasilkan 'Ujung A' (End A) dan 'Ujung B (End B). Urutan pemasangan kawat pada konektor yang dikenal sebagai End A dan End B ini pada masing-masing pada dasarnya adalah standar EIA568A dan EIA568B. Kabel CAT 5 yang kedua ujungnya Urutan kawat yang dipasangkan pada Ujung A (dari kiri ke kanan, dengan klip menghadap ke bawah) adalah: Urutan 1 jingga-putih Urutan 2 jingga Urutan 3 hijau-putih Urutan 4 biru Urutan 5 biru-putih Urutan 6 hijau Urutan 7 coklat-putih Urutan 8 coklat Urutan kawat yang dipasangkan pada Ujung B (dari kiri ke kanan, dengan klip menghadap ke bawah) adalah: Urutan 9 hijau-putih Urutan 10 hijau Urutan 11 jingga-putih Urutan 12 biru Urutan 13 biru-putih Urutan 14 jingga Urutan 15 coklat-putih Urutan 16 coklat Ujuang A disebut sebagai straight-through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang satu Ujung A dan yang lainnya Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang). 2.1.1 Pemakaian dalam LAN Apabila anda menghubungkan dua komputer langsung (pada masing-masing terpasang Ethernet card) dengan kabel network, maka anda memerlukan crossover cable. Hubungan komputer dengan hub memerlukan straight through cable. Sebenarnya pada 16

kabel CAT 5 tidak semua kawat terpakai. Hanya kawat yang terhubung pada pin nomor 1, 2, 3, dan 6 yang terpakai, sedangkan kawat yang terhubung pada pin nomor 4, 5, 7, dan 8 tidak terpakai. Pin TX (transmitter) harus terhubung dengan pin RX (receiver) dengan tanda yang sama, plus ke plus dan minus ke minus. Koneksi PC ke hub lewat cross-obver cable dari PC ke PC terlihat pada diagram di sebelah ini.

Gambar 2.3 Komputer dengan Hub/swich Peralatan untuk Menyiapkan Kabel, ada baiknya anda mengenal peralatan apa yang digunakan oleh toko komputer. Pertama adalah alat untuk memotong kabel dari rolnya, yaitu Diagonal Cutter (4" sampai 6"), kedua adalah alat untuk mengupas kabel yaitu Universal UTP Stripping Tool, dan terakhir adalah untuk memasangkan konektor RJ-45 pada kabel CAT 5, yaitu Modular Plug Crimp Tool.

17

Gambar 2.4 Alat-alat untuk menyiapkan kabel network. Bentuk sederhana sederhana caramenghubungkan dua komputer membentuk LAN sederhana tanpa melalui hub. Antara komputer dengan komputer digunakan crossover cable (ujung yang satu A dan ujung yang lain B)

Gambar 2.5 Crossover cable

18

Gambar 2.6 straigjht-through cable Bentuk sederhana cara menghubungkan komputerkomputer dalam LAN ke sebuah hub. Antara komputer dan hub digunakan straigjht-(kedua ujungnya A). 2.2.2 Media Transmisi Kabel 10Base5 Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km. Seperti pada Gambar 5, antara NIC ( Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

19

Gambar 2.7. Jaringan dengan media 10Base5.

Gambar 2.8 Struktur 10Base5. 10Base2 Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

20

Gambar 2.9 Jaringan dengan media 10Base5.

Gambar 2.10 Struktur 10Base2. 10BaseT Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

21

Gambar 2.11 Jaringan dengan media 10BaseT.

Gambar 2.12 Struktur 10BaseT. Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Tabel 2.

22

Tabel 1. Jenis kabel UTP dan aplikasinya. Kategori Category 1 Aplikasi Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah. Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps. Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing. Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps. Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM. Urutan pemasangan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode straight cable Tabel 2. Urutan pemasangan kabel UTP metode straight cable Nomor Pin 1 2 3 4 5 6 7 8 Warna kabel White/orange Orange White/Green Blue White/Blue Green White/brown Brown

23

Gambar. 10 Warna kabel UTP metode straight cable

Gambar 2.13 Warna kabel UTP metode crossover 10BaseF Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya.

24

Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

Gambar 2.14 Struktur 10BaseF.

Gambar 2.15 Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT. Fast Ethernet (100BaseT series) Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.

25

PERTANYAAN 1. Jelaskan perbedaan antara straigh dengan cross cable !. 2. Buatkan jenis kabel jaringan!. 3. Buatkanlah urutan pemasangan kabel pc dengan pc.

26

BAB III MANFAAT JARINGAN KOMPUTER 3.1 Manfaat Jaringan Komputer Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan (computer network). Istilah jaringan komputer digunakan untuk mengartikan suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer dikatakan terinterkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi. Betuk koneksinya tidak harus melalui kawat tembaga saja melainkan dapat menggunakan serat optik, gelombang mikro, atau satelit komunikasi. Pada suatu jaringan komputer, pengguna harus secara eksplisit log-in ke sebuah mesin, secara eksplisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara eksplisit memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum seluruh manajemen jaringan. Pada sistem terdistribusi, tidak ada yang perlu dilakukan secara eksplisit, sermunya sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem tanpa sepengetahuan pemakai. Manfaat jaringan komputer bagi manusia dapat dikelompokkan pada jaringan untuk perusahaan, jaringan untuk umum: 1.Jaringan untuk perusahaan/organisasi Dalam membangun jaringan komputer di perusahaan, ada beberapa keuntungan yang diperoleh yaitu : Resource sharing bertujuan agar seluruh program, peralatan, khususnya data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada pada jaringan tanpa terpengaruh oleh lokasi resource dan pemakai. jadi source sharing adalah suatu usaha untuk menghilangkan kendala jarak. sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer

27

Reliabilitas tinggi yaitu adanya sumber-sumber alternatif pengganti jika terjadi masalah pada salah satu perangkat dalam jaringan, artinya karena perangkat yang digunakan lebih dari satu jika salah satu perangkat mengalami masalah, maka perangkat yang lain dapat menggantikannya. Media komunikasi bagi para pegawai yang terpisah jauh. Denganmenggunakan jaringan, dua orang atau lebih yang tinggal berjauhan akan lebih mudah bekerja sama dalam menyusun laporan. 2. Jaringan untuk umum Jaringan komputer akan memberikan layanan yang berbeda kepada perorangan di rumah-rumah dibandingkan dengan layanan yang diberikan pada perusahaan seperti apa yang telah diulas di atas. Terdapat tiga hal pokok yang mejadi daya tarik jaringan komputer pada perorangan yaitu: access ke informasi yang berada di tempat yang jauh komunikasi orang per orang hiburan interaktif. Ada bermacam bentuk access ke infomasi jarak jauh yang dapat dilakukan, terutama setelah berkembangnya teknologi internet , berita-berita di koran sekarang dapat di down load ke komputer kita melalui internet, dan tidak hanya itu sekarang kita dapat melakukan pemesanan suatu produk melalui internet, bisnis yang dikenal dengan electronic commerce (e-commerce), ini sekarang sedang berkembang dengan pesat . Dengan menggunakan internet kita juga dapat melakukan komunikasi orang-ke orang, fasilitas electronic mail (e-mail) telah dipakai secara meluas oleh jutaan orang. Videoconference atau pertemuan maya merupakan teknologi yang memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh tanpa delay. Pertemuan maya ini dapat pula digunakan untuk keperluan sekolah jarak jauh, memperoleh hasil pemeriksaan medis seorang dokter yang berada di tempat yang jauh, dan sejumlah aplikasi lainnya. 3.2 Jenis Jaringan Komputer Secara garis besar, terdapat dua jenis teknologi transmisi yaitu : 28

1.

Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket tersebut ditujukan. Saat menerima paket, mesin akan mencek field alamat. Bila paket terserbut ditujukan untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu, bila paket ditujukan untuk mesin lainnya, mesin tersebut akan mengabaikannya.

2.

Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan point-topoint. Pengklasifikasian jaringan berdasarkan jarak dapat dibagi menjadi local area network (LAN), metropolitan area network (MAN), dan wide area network (WAN). Akhirnya, koneksi antara dua jaringan atau lebih disebut internetwork. Internet merupakan salah satu contoh yang terkenal dari suatu internetwork.

3.3 Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik). LANLAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

29

Komputer

Kabel (a) (b)

Komputer

(c) Gambar 3.1 Tiga jenis jaringan komputer; (a) Bus, (b) Ring, (c) Star Terdapat beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN. Gambar 3.1 menggambarkan tiga diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan bus, pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk tidak mengirimkan apapun. Komputerkomputer pada Ethernet dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman. Sistem yang lain adalah ring (cincin), pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Jika satu komputer pada sistem ini mati maka akan mempengaruhi proses komunikasi pada komputer yang lain. Sistem yang ketiga adalah star (bintang), semua komputer terpusat kepada satu perangkat yang biasa disebut dengan konsentrator yang dapat berupa hub dan hub switch. Suatu komputer yang akan mengirimkan data pada komputer yang lain harus melewati perangkat ini.

30

3.2 Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana. 3.3 Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup sebuah negara atau benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi. Kita akan menyebut mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadangkadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana. Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya. Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut.

31

Subnet Router

Host

LAN

Gambar 3.2 Hubungan antara host-host dengan subnet Istilah bagi komputer switching, digunakan istilah router. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.2 setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet. Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru diteruskan.

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

(f)

Gambar 3.3 bebarapa topologi subnet untuk poin-to-point . (a)Bintang (b)Cincin (c)Pohon (d)Lengkap (e) Cincin berinteraksi (f)Sembarang.

32

3.4 Jaringan Tanpa Kabel Komputer mobile seperti komputer notebook dan personal digital assistant (PDA), merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini. Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas. Tabel 3. Kombinasi jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile Wireless Tidak Tidak Ya Ya Mobile Tidak Ya Tidak Ya Aplikasi Worksation tetap di kantor Komputer portable terhubung ke line telepon LAN dengan komunikasi wireless Kantor portable, PDA untuk persediaan

Walaupun jaringan tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindahpindah sering kali berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang tampak pada tabel 3, Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel juga, yaitu disaat seseorang yang sedang dalam perjalanan menyambungkan komputer portable-nya ke jack telepon di sebuah hotel, maka kita mempunyai mobilitas yang bukan jaringan tanpa kabel. Sebaliknya, ada juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan tanpa kabel tetapi bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat komputer-komputer tersebut terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas komunikasi wireless (radio). Meskipun jaringan tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan jaringan berkabel.

33

BAB IV JARINGAN KOMPUTER 4.1 PROTOKOL TCP/IP

34

TCP/IP merupakan protokol yang paling banyak digunakan dan standar untuk komunikasi di Internet karena memiliki banyak kelebihan. Arsitektur TCP/IP bersifat terbuka sehingga siapapun dapat mengembangkannya. TCP/IP tidak tergantung kepada suatu sistem operasi maupun hardware. TCP/IP saat ini diterapkan di semua sistem operasi dan dapat berjalan di semua hardware jaringan. TCP/IP merupakan protocol yang memiliki fasilitas routing sehingga dapat digunakan pada internetworking. TCP/IP juga merupakan protokol yang handal karena memiliki sistem pengontrol data agar data yang sampai di tempat tujuan benar-benar dalam keadaan baik. Karena kelebihannya tersebut, sangat banyak layanan dan aplikasi yang menggunakan TCP/IP, contohnya yang paling banyak digunakan adalah web. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit). Sistem IPv4 menghasilkan 232 atau 42.949.67.296 namun sudah terpakai lebih dari 85% sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi akan diganti dengan IPv6 yang dapat menciptakan lebih banyak alamat. Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI. Protokol merupakan sekumpulan aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi seperti pembuatan hubungan, mengirim pesan atau file serta memecahkan berbagai masalah khusus yang berhubungan dengan komunikasi data. Dalam komunikasi data dikenal dengan protokol salah satunya OSI layer:

35

Gambar 4.1 Protokol OSI Layer. Dimana terdapat 7 buah layer dimana dapat mengirimkan informasi yang dimulai dari physikal yang menerima data sampai ke network merupakan fungsi dari alat jaringan seperti swich, router atau hub kemudian baru dilanjutkan pada 4 bagian layer lain sehingga data dapat dikirimkan, dapat dilihat dari gambar berikut:

Gambar 4.2 Salah satu contoh bentuk jaringan

36

Protokol ini dikembangkan pada tahun 1969 oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) mendanai riset dan pembuatan paket switching eksperimental yang diberi nama ARPANET. Karena dinilai sukses maka banyak organisasi lain yang menghubungkan diri dengan jaringan itu. Kemudian karena besarnya jaringan dilakukan pengembangan kedalam protokol yang lebih umum yaitu TCP/IP. TCP/IP menggunakan model client/server dalam berkomunikasi dimana komputer user (client) meminta kepada komputer lain dan akan disediakan service tersebut oleh komputer lain itu (server). Internet di bentuk dari fungsi TCP/IP ini banyak sekali protocol di internet dijalankan dengan atau oleh TCP/IP protokol seperti World Wide Web's Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet (Telnet) dan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Keunggulan TCP/IP: a. Open Protocol Standars Independen terhadap perangkat keras komputer, systim operasi, dll. Ideal untuk menyatukan mesin mesin dengan perangkat keras dan lunak yang berbeda walaupun tidak terhubung dengan internet. b. Tidak tergantung pada perangkat keras jaringan tertentu Sehingga TCP/IP cocok untuk berbagai macam jaringan misa ethernet, token, ring, dial-up, line, x-25 dll c. Cara pengalamatan bersama Memungkinkan device TCP/IP mengindentifikasi secara unik device yang lain diseluruh jaringan walaupun ia merupakan jaringan global (dunia) d. Protokol level tingi yang distandarkan untuk konsistensi, sehingga enyediakan servis user yang luas. 4.2 IP Address IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

37

Tabel 4. Contoh IP address

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada. Kelas-kelas IP Address Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 5. Tabel 5 . Kelas IP Address

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah: Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113. IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 Network ID = 132.92 Host ID = 121.1

38

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx 191.155.xxx.xxx IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin. 4.3 Subnetwork Suatu jaringan yang kecil akan lebih baik kinerjanya daripada jaringan yang besar dan juga memudahkan administrasi. Oleh karena itu jaringan besar biasanya dibagi menjadi jaringan - jaringan kecil. Misalnya jaringan kelas B dengan alokasi IP 156.123.0.0 sampai 156.123.256.256 akan dibagi menjadi jaringan 156.123.0.x, 156.123.1.x, 156.123.2.x, dan seterusnya. Untuk membedakan jaringan - jaringan yang ada, digunakan alamat jaringan (network address). Alamat jaringan adalah IP pertama dalam alokasi. Jadi jaringan kelas B pada contoh di atas memiliki alamat network 156.123.0.0. Sistem yang sama berlaku juga pada sub jaringannya, misalnya sub jaringan dengan alokasi 156.123.2.x mempunyai alamat network 156.123.2.0. Alamat terakhir pada suatu alokasi disebut IP broadcast (sub jaringan 156.123.2.x mempunyai IP broadcast 156.123.2.255). Jadi sruktur IP address terdiri atas network ID dan host ID. Suatu komputer dengan IP 156.123.2.3 pada jaringan 156.123.2.x akan mempunyai network ID 156.123.2.0 dan host ID 3. Selain menggunakan alamat network dan broadcast address, identitas jaringan juga ditentukan dengan subnet ID. Berikut ini cara menetukan subnet ID suatu jaringan: Bit-bit yang berhubungan dengan network ID bernilai satu pada bit-bit subnet ID dan bitbit sisa di kanan bit-bit ID bernilai nol. Contohnya suatu jaringan 16 dengan alokasi IP 156.123.2.208 sampai 156.123.2.223 akan mempunyai network komputer ID

39

156.123.2.208. Alamat-alamat IP pada jaringan tersebut memiliki kesamaan sampai bit ke-28 dan baru berbeda pada bit ke-29. Jadi nilai subnet ID pada jaringan tersebut, bit 1 sampai 28 bernilai satu dan bit 29 sampai 32 bernilai 0 sehingga nilai subnet bila didesimalkan 255.255.255.240. Dengan adanya subnet ID, susunan informasi IP yang disampaikan oleh suatu komputer terdiri atas 64 bit, yaitu bit network ID, 32 bit subnet ID, dan host ID. 4.4 PERANGKAT KERAS JARINGAN a. Server Secara umum server ada komputer program yang menyediakan service kepada komputer program lain yang sama ataupun berbeda. Dalam model programming client/server, server adalah program program yang menunggu dan memenuhi permintaan dari client program yang sama atau berbeda. b. Workstation Merupakan komputer yang menggunakan fasilitas-fasilitas dan aplikasi yang disediakan oleh komputer server c. NIC (Network Interface Card) Adalah computer circuit board or card yang dipasang dalam komputer (server maupun workstation) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam jaringan. Dilihat dari jenis interfacenya umumnya terbagi dua yaitu PCI dan ISA. Terdapat juga beberapa card diperuntukkan khusus untuk laptop atau notebook dengan socket PCMCIA. Sering disebut dengan ethernet card, Network card.

40

d. (NIC).

Hub & Hub Switch Merupakan konsentrator yang membagi sinyal data bagi network interface card

e.

Router Merupakan peralatan yang menentukan rute (jalur) yang akan dilewati oleh data dalam jaringan.

f.

Konektor Merupakan peralatan yang digunakan untuk menghubungkan suatu media transmisi tertentu dengan network interface card. Konektor BNC Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial dengan kartu jaringan. Konektor BNC Terminator BNC T BNC

41

5Konektor RJ-45 Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel UTP dengan kartu jaringan dan konsentrator.

4.5 TOPOLOGI JARINGAN Topologi jaringan merupakan gambaran bagaimana satu komputer dengan komputer lainnya terhubung satu sama lainnya. Apabila dilihat dari jenis hubungannya , maka topologi jaringan dapat dibagi menjadi lima, yaitu : a. Topologi cincin (ring topology) Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Topologi jenis cincin ini menghubungkan satu komputer di dalam suatu loop tertutup (lingkaran). Pada topologi jenis ini data atau message berjalan mengelilingi jaringan dengan satu arah pengiriman ke komputer selanjutnya terus hingga mencapai komputer yang dituju. Waktu yang di butuhkan untuk mencapai terminal tujuan disebut walk time (waktu transmisi). Ada dua hal yang dilakukan oleh suatu terminal ketika menerima data dari komputer sebelumnya, yaitu : 1. Memeriksa alamat yang dituju dari data tersebut dan menerimanya jika terminal ini akan tujuan data tersebut. 2. Terminal akan meneruskan data ke komputer selanjutnya.

42

Gambar 4.3 Topologi Jaringan Tipe Cincin Keuntungan Hemat Kabel Kerugian Peka kesalahan Pengembangan jaringan lebih kaku b. Topology bus (bus topology) Topologi jaringan jenis ini menggunakan sebuah kabel pusat yang merupakan media utama dari jaringan. Terminal-terminal yang akan membangun jaringan dihubungkan dengan kabel utama yang merupakan inti dari jaringan Data yang dikirimkan akan langsung menuju terminal yang dituju tanpa harus melewati terminal-terminal dalam jaringan, atau akan di routingkan ke head end controller. Tidak bekerjanya sebuah komputer tidak akan menghentikan kerja dari jaringan, jaringan akan tak bekerja apabila kabel utamanya dipotong atau putus. Jaringan ini merupakan jaringan yang banyak digunakan karena hanya dalam beberapa meter kabel dapat dihubungkan ke banyak terminal client. Jaringan ini biasanya menggunakan kabel tunggal berupa kabel coaxial sebagai media transmisinya. Ujung-ujung dari kabel coaxial ini harus ditutup dengan tahanan (terminator) untuk menghindari pantulan yang dapat menimbulkan gangguan yang menyebabkan kemacetan jaringan. Ujung kabel yang terhubung ke komputer menggunakan konektor BNC, sementara itu pada setiap network card (LAN card) dipasang konektor BNC tipe T yang bercabang. Kabel

43

coaxial dilihat dari bentuk fisiknya mirip dengan kabel antena. Kabel ini mempunyai kecepatan 10 Mbps, sehingga apabila dihubungkan dengan banyak terminal akan terlayani dengan baik.

Gambar 4.4 Topology bus (bus topology) c. Topologi bintang (star topology) Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server. Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputersehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan. Jenis topologi jaringan ini menggunakan satu terminal sebagai terminal sentral berupa hub/ switch yang menghubungkan ke semua terminal client. Terminal sentral ini yang mengarahkan setiap data yang dikirimkan ke komputer yang dituju. Jenis jaringan ini apabila ada salah satu terminal client tidak berfungsi atau media transmisi putus atau terganggu maka tidak akan mempengaruhi kerja dari jaringan, karena gangguan tersebut hanya mempengaruhi terminal yang bersangkutan. Media transmisi yang digunakan untuk topologi ini adalah kabel UTP categori 3 atau 5. 44

Kelemahan dari jenis topologi jaringan ini adalah ketergantungan terhadap suatu terminal sentral. Hal tersebut mendapatkan gangguan, sehingga dicari suatu solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Gambar 4.5. Topologi Star (bintang) Keuntungan Paling fleksibel Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain Kontrol terpusat Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan Kemudahaan pengelolaan jaringan Kerugian Boros kabel Perlu penanganan khusus Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis d. Topologi Star-Bus (Tree) Merupakan topologi gabungan antara star dan bus. Topologi ini paling banyak digunakan pada kantor igunakan pada jaringan kantor . Komputerkomputer dihubungkan ke hub/switch.

45

Gambar 4.6. Topologi Star-Bus (Tree) Keuntungan Hemat kabel Layout kabel sederhana Mudah dikembangkan Kerugian Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil Kepadatan lalu lintas Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi. Diperlukan repeater untuk jarak jauh e. Topologi Mesh Jaringan yang mempunyai jalur ganda pada setiap peralatan yang ada Karena itu, jaringan mesh dalam jaringan komputer. Semakin banyak komputer yang terhubung semakin sulit untuk pemasangan kabelnya. yang murni, dimana setiap peralatan yang ada dihubungkan satu dengan lainnya, jarang yang biasa dipakai adalah membuat jalur ganda (backup) untuk hubungan utama sebagai jalur cadangan jika terjadi kesulitan di jalur utama.

46

Gambar 4.7 Topologi Mesh

47

BAB V WIRE LESS 5.1 Mengenal Lebih Dekat Wireless LAN Wireless LAN mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Dengan diluncurkannya perangkat yang menggunakan protokol 802.11x. Prinsip dasar pada jaringan Wireless LAN (WLAN) pada dasarnya saja dengan jaringan yang menggunakan ethernet card, perbedaan yang utama adalah media transmisinya, yaitu melalui udara dengan memanfaatkan gelombang radio. Sedangkan pada jaringan ethernet card menggunakan media transmisi melalui kabel. Access Point (AP) pada WLAN berfungsi mirip seperti sebuah hub atau switch. Tanpa menggunakan access point, peralatan wireless (komputer yang mempunyai wireless adapter ) hanya dapat berkomunikasi secara point to point (2 komputer atau lebih). Dalam jaringan yang menggunakan kabel, tipe point to point ini mirip dengan sistem jaringan kabel tanpa hub atau yang biasa disebut cross link. Secara sederhana, dalam sebuah sistem WLAN, access point akan mengeluarkan sinyal (code) SSID ( Service Set Identification) dalam radius tertentu. Sementara, agar semua komputer yang masih dalam jangkauan access point dapat terhubung di dalam jaringan wireless tersebut, masing-masing komputer yang memiliki perangkat wireless harus mengisi SSID yang sama seperti yang dikeluarkan oleh access point tersebut. Dengan begitu masing-masing komputer maupun perangkat akan terhubung dalam suatu jaringan berbasis wireless. Selanjutnya, tidak hanya SSID yang wajib diisi oleh masing-masing perangkat. Untuk mencapai keamanan yang lebih tinggi, semua perangkat wireless sekarang ini juga dilengkapi dengan fitur keamanan yang harus diisi agar dapat terkoneksi dengan access point seperti MAC address (Medium Access Control), WEP (Wired Equivalent Privacy), dan lain-lain. Tujuan dari pemberian fitur-fitur tambahan ini agar seleksi koneksi dapat diabatasi sehingga tidak semua orang tidak dengan mudahnya masuk ke dalam jaringan.

48

Gambar 5.1 Contoh Jaringan Wireless sederhana. Grup Standar 802 Dengan berkembang pesatnya teknologi wireless, maka terdapat banyak jenis produk dan protokol yang tersedia. Teknologi wireless yang paling awal misalnya adalah telepon seluler generasi pertama yang kemampuan transfer datanya hanya 9600 byte sampai dengan 54 Mbps yang yang dapat diperoleh dengan wi-fi dengan protokol 802.11a dan sekarang 802.11x. Masingmasing teknologi ini mempunyai pasar sendiri-sendiri serta membawa hardware maupun protokolnya sendiri-sendiri pula. Standar 802.11 mendefinisikan protokol-protokol yang mengatur lalu lintas wireless berbasis ethernet. Standar ini mempunyai beberapa substandar yang bersaing satu sama lain di pasar. Kita akan membahas substandar utama, yaitu 802.11 yang kini tersedia dalam 802.11a, 802.11b, dan 802.11g. Jauh sebelum wireless network populer seperti sekarang ini, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) telah menyusun suatu sistem untuk mensertifikasi teknologi- teknologi yang akan muncul. Sertifikasi IEEE memastikan bahwa suatu produk yang menggunakan suatu teknologi akan kompatibel dengan produk lain yang menggunakan teknologi yang sama. Salah satu teknologi yang melewati proses penelaahan dan sertifikasi IEEE adalah Local Area Network (LAN). Suatu LAN pada dasarnya adalah sekumpulan komputer yang saling terhubung satu sama lain, yang hardware dan software pendukungnya memungkinkan komunikasi di antara 49

komputer-komputer itu. Untuk menangani sektor teknologi ini, IEEE menetapkan 802 group , beberapa produk yang ada: WIRELESS NIC CARD ACCESS POINT

Gambar 5.2 Perangakat Wireless 802.11X Sertifikasi 802 mencakup banyak subset, yang masing-masing mewakili bidang yang berbedabeda dari networking. Sebagai contoh, 802.3 adalah standar yang mendefinisikan bagaimana Ethernet bekerja. Suatu produk agar dapat disebut suatu produk Ethernet harus memenuhi semua persyaratan yang dispesifikasikan dalam 802.3. Selanjutnya wireless Ethernet diklasifikasikan dan dikendalikan oleh 802.11. 802.11 selanjutnya dipecah lebih jauh ke sertifikasi yang lebih rinci lagi, seperti 802.11a, 802.11b, dan 802.11g. Masing-masing mendefiniskan metode yang berbeda dalam menyediakan wireless Ethernet. CSMA/CD Salah satu standar yang populer dalam grup 802 adalah standar 802.3, yaitu untuk sertifikasi perangkat-perangkat yang Ethernet-ready. Sebagai contoh, suatu perangkat 50

Ethernet haruslah mendukung teknologi yang dikenal sebagai Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection (CDSMA/CD). CS pada carrier sense, pada dasarnya berarti hanya satu orang (atau perangkat) yang boleh bicara pada suatu waktu. Selanjutnya, multiple access, adalah cara teknis untuk mengatakan bahwa ada lebih dari satu orang yang ikut bicara. Namun, bila suatu perangkat berbicara pada satu perangkat tertentu saja, maka informasi yang disampaikan tidak relevan untuk yang lain dan bisa diabaikan oleh yang lain. Collision detection artinya setiap Ethernet dapat mengetahui kapan dua perangkat mulai berbicara pada saat yang bersamaan. Apabila hal ini terjadi, perangkat akan berhenti dan secara acak memilih waktu tunggu untuk kemudian bicara lagi, dan yang memilih waktu tunggu yang lebih pendek yang akan berbicara lebih dulu, seperti contoh berikut: CENTRINO LAPTOP POCKET PC / PALM

PC SEBAGAI ACCESS POINT

Gambar 5.3 Integrated Wi-Fi BABnnnI Bb BA Wi-Fi

51

BAB VI KONFIGURASI JARINGAN BERBASIS TCP/IP 6.6 Konfigurasi TCP/IP pada Windows XP Klik start --> Connect To --> Show all connections

Pada folder Network Connections, klik ganda icon LAN

52

Pada tab General, klik Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik tombol Properties

Klik Use the following IP address, kemudian isikan IP address dan Subnet mask komputer, misalnya seperti berikut: > IP address : 192.168.1.5 > Subnet mask : 255.255.255.0 o) Isian lain dibiarkan kosong Klik OK Klik OK Uji koneksi ke komputer lain (192.168.1.1) dengan perintah ping Klik start --> Run, kemudian ketikkan: ping 192.168.1.1

53

Klik OK

Jika muncul pesan Reply from 192.168.1.1 : berarti koneksi ke komputer 192.168.1.1 sukses 6.7 Setting Nama Workgroup dan Nama Komputer Buka program Windows Explorer, klik kanan start -> Explore

54

Klik kanan icon My Computer --> Properties

Pada tab Computer Name, klik tombol Change

kotak Computer Name isikan nama komputer, sedangkan pada kotak Member of pilih Workgroup dan isikan nama workgroup komputer

55

6.8 Sharing File pada Windows XP Buka program Windows Explorer, klik kanan start --> Explore

6.9 Proses Instalasi Access Point D-Link DWL-2000AP+ > Hubungkan catu daya ke access point

56

>Hubungkan access point ke komputer menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ-45. Skema pengkabelan bisa straight through atau crossover >Ubah IP Address komputer ke 192.168.0.1 dengan Subnet Mask 255.255.255.0 ( menggunakan sever pada politeknik Padang) >Buka browser Internet Explorer. Ketikkan pada URL: http://192.168.0.50 dan tekan [Enter], akan muncul layar seperti berikut:

Ketikkan admin pada kotak User name, sementara biar kosong pada kotak Password. Klik tombol OK. Akan muncul tampilan seperti berikut:

57

Pada menu Home, klik sub-menu Wireless, akan muncul layar berikut:

Pada sub-menu Wireless, isi data-data sebagai berikut: > AP Name : AP-Ruang_Pertemuan > SSID : IAP-POLINPDG > Channel : 11 > Authentication : Open System > WEP : Disabled > Isian lain dibiarkan default Klik tombol Apply

58

Klik tombol Continue Pada menu Home, klik sub-menu LAN, akan muncul layar berikut:

Pada sub-menu LAN, isi data-data sebagai berikut: > LAN IP : Static IP Address > IP Address : 192.168.1.250 59

> Subnet Mask : 255.255.255.0 > Gateway : 0.0.0.0 Klik tombol Apply

Klik tombol Continue Karena IP Address Access Point telah diubah menjadi 192.168.1.250 maka IP Address komputer juga harus diubah ke network yang sama (192.168.1.x) Ubah IP Address komputer ke 192.168.1.5 dengan Subnet Mask 255.255.255.0 Dari layar Internet Explorer, ketikkan pada URL: http://192.168.1.250 dan tekan [Enter] Login dengan user name: admin, password dibiarkan kosong Pada menu Home, klik sub-menu DHCP, akan muncul layar berikut:

60

Pada sub-menu DHCP, isi data-data sebagai berikut: > DHCP Server : Enabled > Starting IP Address : 192.168.1.220 > Ending IP Address : 192.168.1.240 > DNS Server : 0.0.0.0 > Lease Time : 2 Hours Klik tombol Apply

Klik tombol Continue

61

6.10

Instalasi Wireless Client

Compex WLAN USB Adapter Hubungkan Wireless LAN USB Adapter ke komputer melalui port USB menggunakan kabel USB perangkat WLAN tersebut PWR LED pada perangkat WLAN akan menyala, menunjukkan perangkat tersebut mendapat daya dari komputer. Komputer akan mendeteksi perangkat baru tersebut dan muncul layar seperti berikut:

Klik pilihan No, not this time dan klik tombol Next

62

Masukkan CD Driver perangkat ke CD-ROM drive Klik pilihan Install the software automatically (Recommended) dan klik tombol Next

Klik tombol Next

63

Klik tombol Continue Anyway Komputer sedang menginstall driver perangkat WLAN

64

Klik tombol Finish Jika driver perangkat WLAN adapter telah terinstall dengan benar maka perangkat WLAN tersebut akan secara otomatis mendeteksi keberadaan suatu access point

Gambar icon pada taskbar di atas menunjukkan perangkat WLAN adapter telah terkoneksi dengan sebuah access point dengan SSID IAPPOLINPDG pada kecepatan 11 Mbps Untuk menguji koneksi, gunakan perintah ping pada menu Run Jika icon WLAN pada taskbar di-klik, akan muncul layar seperti di bawah:

65

Informasi diatas menunjukkan bahwa perangkat WLAN memiliki IP Address 192.168.1.220 yang diperoleh secara otomatis dari access point yang berfungsi sebagai DHCP Server

66

Untuk melihat semua access point yang berada dalam jangkauan perangkat WLAN, klik kiri icon WLAN pada taskbar dan pilih View Available Wireless Networks

67

DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.ai3.itb.ac.id/Tutorial/LAN.html 2. http://www.w3.org/TR/REC-html40 3. http://sunsite.ui.ac.id/student/ristek/sig/infosys/artikel/artikel3/protokol1.htm

68

PENULIS

69