Anda di halaman 1dari 10

Nama BP Anggota

: Anggi Mayang Sari : 1120003 : Defri Roshindy Egi Amelia Guatiana Fakhri Aljenar Gustiyel Malasari Lastini Siagian

1. TUJUAN
Tujuan dari praktikum yang dilakukan adalah Mengetahui prinsip kerja dari kalorimeter standart seri Mengetahui berapa Konsentrasi dari larutan tugas Mampu melakukan uji dengan kolorimetris standart seri

2. TEORI DASAR
Kolorimeter visual adalah suatu instrumen yang digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan sampel yang berwarna yang berdasarkan atas kesamaan warna antara larutan sampel dengan larutan standar dengan mengunakan sinar polikromatis dengan detektor mata. Kolorimetri adalah suatu cara yang analisanya didasrkan atas kesamaan warna antara zat yang diselidiki dengan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahay sinar polikromatis dan detektor mata. Untuk mendapatkan kesamaan warna, dapat dipakai : a. Metoda standar seri b. Metoda standar sintetis c. Metoda pengenceran d. Metoda keseimbangan

Metoda standar seri, kesamaan warna dapat dicapai dengan jalan membandingkan warna larutan yang akan diselidiki dengan satu deretan larutan standar yang bervariasi konsentrasinya dengan pengamatan secara horizontal. Kolorimetri standar seri biasanya digunakan untuk pekerjaan yang rutin dan banyak.Benda atau zat harus berwarna atu memiliki reagen yang dapat diwarnai. Syarat reagen pewarna : Hendaklah memberikan reaksi yang spesifik atau selektif. Spesifik maksudnya : hanya komponen tertentu yang akan memberikan reaksi / memiliki warna tersebut. Warna yang terbentuk hendaklah sebanding dengan tingkat Reaksi pewarnaan tersebut hendaklah cukup stbil minimal interval dalam waktu pengukuran. Mempunyai sifat reproducibility : mempunyai ketepatan yang teliti. Apabila cara itu diulang maka hasil yang didapat akan sama. Hendaknya memiliki sensitivity dengan sedikit zat akan memiliki intensitas yang tinggi. Cairan hendklah transparan ( colorimetris ). Pada kolorimetri standar seri kesamaan warna tercapai dengan jalan membandigkan satu warna larutan dengan beberapa warna larutan standar yang dibuat secara seri. Bila terjadi kesamaan warna antara satu warna larutan sampel tersebut dengan salah satu warna larutan standar maka konsentrasi larutan sampel akan sama dengan konsentrasi larutan standar tersebut. Pada metode ini jika didapatkan kesamaan warna antara larutan sampel dengan larutan standadr maka konsentrasi kedua larutan tersebut juga akan sama. Syarat yang harus dipenuhi pada metode ini adalah Larutan harus berwarna , apabila larutan tersebut tidak berwarna maka terlebih dahulu harus dijadikan berwarna dengan cara menambahkan reagen reagen tertentu untuk senyawa senyawa tertentu yangdisebut dengan reagen pewarna Warna yang terbentuk harus stabil dalam jangka waktu tertentu

Reaksi antara reagen dengan senyawa tersebut harus selektif artinya reagen tersebut hanya bereaksi dengan zat tertentu saja. Reaksi harus sensitif artinya memberikan warna yang sama pada setiap penggolongan

Kolorimeter visual dapat dilakukan atas bebrapa metode yaitu Metode larutan standar seri (metode Nessler) Metode kesetimbangan Terdiri atas Silinder Hehner Bajerim Coomparator Kolorimeter Dubossc

Metode pengenceran Metode standar sintetik

Metode Standar Seri Pada kolorimeter standar serikesamaan warna tercapai denagn jalan membandingkan suatu warna larutan sampel dengan beberapa warna larutan standar yang dibuat secara seri. Bila terjadi kesamaan warna antara satu warna larutan sampel tersebut dengan salah satu warna larutan standar maka konsentrasi larytan sampel akan sama dengan konsentrasi larutan standar tersebut.

Cara menggunakan kolorimeter standar seri 1. Dibuat dengan konsentrasi yang bervariasi dalam tabung yang seragam dan volumenya sama 2. Sampel dimasukkan dalam yang jenisnya sama, dan kemudian bandingkan warnanya dengan larutan standart 3. Konsentrasi sampel akan sama dengan konsentrasi larutan standar pada warna yang sama.

Metode larutan standar seri dapat menggunakan labung kaca tidak berwarna yang penampangnya seragam dan mempunyai dasar yang rata yang dikenal dengan Tabung nessler.

Tabung Nessler mempunyai 2 ukuran baku yaitu; Tabung dalam bentuk rendah dengan tinggi 175-200 mm dan diameter 25-32 mm Tabung dalam bentuk tinggi dengan ukuran tinggi 300-375 mm den diameter 21-24 mm

Metode larutan standar seri ini dapat dsilakukan dengan menggunakan peralatan yang dikenal dengan Lovibond.

3. PROSEDUR KERJA Alat


Buret Standar Klem Tabung reaksi Rak tabung reaksi

Bahan CuSO4 1600 ppm H2SO4 0,1 N NH4OH 1: 1

Cara Kerja
1. Kedalam tabung reaksi masing masing ditambahkan CuSO4 1600 ppm

,H2SO4 0,1 N, NH4OH 1: 1 yang masing- masingnya ditempatkan dalam


buret dengan komposisi sebagai berikut:

Larutan CuSO4 1600 ppm H2SO4 0,1 N NH4OH 1: 1 Diminta larutan tugas

I 0 ml

II 2 ml

III 4 ml

IV 6 ml

V 8 ml

VI 10 ml

10 ml

8 ml

6 ml

4 ml

2 ml

0 ml

2 ml

2 ml

2 ml

2 ml

2 ml

2 ml

2. Dibandingkan warna larutan tugas dengan warna dari larutan deret standar dengan latar belakang putih agar muda untuk mengamatinya dan dengan detektor mata 3. Jika warna larutan tugas berada diantara 2 warna deret standar maka dibuat deret standar yang lebih teliti dengan selisih 0,4 ml. 4. Dicatat padatabung mana larutan tugas memiliki warna yang sama dengan laruta standar.

Gambar Alat

Bandingkan

detektor

Cx

II

III

IV

VI

4. PENGAMATAN

CuSO4 berwarnabiru

H2SO4 0,1 N takberwarna NH4OH 1: 1 takberwarna CuSO4


ditambahkandengan H2SO4 0,1 lalu ditambahkan denganNH4OH 1: 1 sebagai reagen pewarna sehingga warna yang dihasilkan menjadi lebih jelas

Setiap penambahan CuSO4 diperbesarr maka warna yang dihasil


kanakan semakin pekat.

5. DATA dan PERHITUNGAN a. DATA


Larutan CuSO4 1600 ppm H2SO4 0,1 N NH4OH 1: 1 IA 0,0ml 10,0ml 2,0ml IIA 2,0ml 8,0ml 2,0ml IIIA 4,0ml 6,0ml 2,0ml IVA 6,0ml 4,0ml 2,0ml VA 8,0ml 2,0ml 2,0ml VIA 10,0 ml 0,0ml 2,0ml

Cx yang diperoleh konsentrasinya berada antara tabung I dan II maka dibuat deret standar yang lebih teliti lagi yaitu:

Larutan CuSO4 1600 ppm H2SO4 0,1 N NH4OH 1: 1

IB 0,4ml 8,6ml 2,0ml

IIB 0,8ml 8,2ml 2,0ml

IIIB 1,2ml 8,8ml 2,0ml

IVB 1,6ml 8,4ml 2,0ml

Pada pengenceran yang ke 2 inididapatkan kesamaan warna Cxdenganlarutanstandartyaitupadatabung yang ke IB

b. PERHITUNGAN Perhitungan pada pengenceran ke-1


Penambahan 0 mL CuSO4 1600 ppm Penambahan 2 mL CuSO4 1600 ppm ppm 2 ppm 2 = = 0 ppm

V1

x ppm1 V2

2ml x 1600 ppm 10

= 320 ppm

Penambahan 4 mL CuSO4 1600 ppm ppm 2 ppm 2 = =

V1

x ppm1 V2

4ml x 1600 ppm 10

= 640 ppm Penambahan 6 mL CuSO4 1600 ppm ppm 2 ppm 2 = =

V1

x ppm1 V2

6ml x 1600 ppm 10

= 960 ppm

Penambahan 8 mL CuSO4 1600 ppm ppm 2 ppm 2 = =

V1

x ppm1 V2

8ml x 1600 ppm 10

= 1280 ppm Penambahan 10 mL CuSO4 1600 ppm ppm 2 ppm 2 = =

V1

x ppm1 V2

10ml x 1600 ppm 10

= 1600 ppm

Perhitungan pada pengenceran ke-2 Penambahan0,4 ml CuSO4 1600 ppm


ppm2 = =

V1

x ppm1 V2

0,4 ml x 1600 ppm 10

= 64 ppm

Penambahan0,8ml CuSO4 1600 ppm


ppm2 = =

V1

x ppm1 V2

0,8 ml x 1600 ppm 10

= 128 ppm

Penambahan1,2 ml CuSO4 1600 ppm


ppm2 = =

V1

x ppm1 V2

1,2 ml x 1600 ppm 10

=192 ppm Penambahan 1,6 ml CuSO4 1600 ppm ppm 2 = =

V1

x ppm1 V2

1,6 ml x 1600 ppm 10

=256 ppm Cx

6. PEMBAHASAN
Dari praktikum yang dilakukan didapatkan kesamaan warna pada tabung 1V B dengan ml penambahanCuSO4 1600 ppm 1,6 ml dengan konsentrasi 256 ppm . Pada praktikum ini sengaja dilakukan pembuatan deret standar sampai 2 kali agar dapat diketahui berapa konsentrasi larutan tugas yang sebenarnya. Hal ini dilakukan karna pada saat pembuatan larutan standar seri pada tahap1 ( standar kasar )belum didapatkan kesamaan warna yang yang tepat antara larutan tugas (Cx) dengan larutan standart.

7. KESIMPULAN
Dari praktikum yang dilakukan didapatkan kesamaan warna pada tabung IV B dengan ml penambahan CuSO4 1600 ppm1,6 ml dengan konsentrasi 256 ppm.

8. DAFTAR PUSTAKA Bassett ,J dkk,1994 BukuAjar VOGEL Kimia AnalitikKuantitatif Anorganik.Jakarta :Penerbitbukukedokteran EGC. Darmawangsa.PenuntunPraktikumAnalisis Instrumental (Dasardasardanpenggunaan ).Jakarta : Penerbit CV Grayuna Http://www.WIKIPEDIA( colorimetric stand seri).com Khopkar,1990.KonsepDasar Kimia Analitik.Jakarta : Universitas Indonesia.