Anda di halaman 1dari 55

Masalah Lingkungan Penduduk Pencemaran dan Pengelolaannya Pencemaran adalah dimasukan zat atau energy atau komponen lain

n kedalam lingkungan sehingga kualitas lingkungan menjadi menurun atau tidak dapat atau kurang berfungsi. Pencemaran dibagi menjadi 4 yaitu : Pencemaran Udara Pencemaran air Pencemaran Tanah Pencemaran suara 1) Pencemaran Udara Yaitu masuk atau dimasukannya zat atau energy atau komponen kedalam udara sehingga menyebabkan mutu udara turun kesampai tingkat tertentu yang menyebabkan kualitas udara kurang berfungsi. Sistem Pencemaran Udara : Komponen Proses Ada keterkaitan antar komponen Sumber Pencemaran Udara 1. Biogenik : Sumber pencemar alamiah timbul sendiri tanpa ada campur tangan manusia Contoh : - Letusan Gunung merapi terjadi pengempisan H2S, CH4 , So2 - Kebakaran Hutan 2. Antropogenik : Sumber pencemaran yang tidak alami karena ada campuran tangan manusia. Contoh : - Statis, Misalnya cerobong kawasan - Dinamis, Misalnya Transportasi 3. Emisi : Zat atau energy dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan atau dimasukannya kedalam udara yang mempunyai dan atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Satuannya : kg/thun atau M3 / hari atau secara umum satuan masa (Volume) persatuan waktu. Akibat Pencemaran Udara 1. Global Warming terjadi peningkatan emisi gas rumahkaca yang memiliki kemampuan memperangkap sinar gelombang panjang. - Efek : a. Perubahan iklim b. Peningkatan Permukaan air laut - Skala Fenumena : Global 2. Hujan Asam terjadi karena tingginya pengemisian pencemaran udara. Contoh : So2 , Nox Proses oksidasi H2So4 HNo2 . HNo3 (air hujan berpengaruh keasamannya) Global- Skala Fenomena : Regional --3. Penipisan Lapisan Ozon terjadi sebagai akibat peningkatan pengemisian gas yang bersifat stabil (stabilitasnya tinggi) seperti CFC. - Dampak : Biologis yang hebat Contoh : Mutasi sel, Flu burung (HSN1 ), Flu Babi (H2N1) - Skala Fenomena : Global 4. ASBUT (Asap Kabut) / SMOG (Smoke Fog) Fotokimia Kasus Pencemaran udara yang sangat berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Contoh : Pada thun 1952 kejadian The Great of Smog yanf menghitamkan seluruh langit London dan membunuh sekitar 12.000 jiwa. - Smog Fotokimia timbul akibat terjadi reaksi fotokimia pada pencemar : Nox , Hc - Dampak : iritasi pada mata dan kulit - Skala Fenomena : Lokal (Regional) 5. Urban Heat Island Terjadi karena ada sarana-sarana gumpalan panas dan pencemar terjadi diperkotaan. - Terjadi diperkotaan , adanya gedung-gedung pencakar langit.

- Timbul : gumpalan panas dan pencemar-pencemar yang terperangkap pada gumpalan tersebut. - Skala Fenomena : Regional Pengelolaan Pencemaran Udara Pengendalian kasus pencemaran di pemantauan kualitas udara Pengujian emisi gas buang kendaraan. 2) Pencemaran Tanah dan Air Sumber Pencemaran - Alami : Erosi - Buatan : Limbah, Pupuk, Pestisida Pengelolaan Pencemaran Tanah - Remediasi Proses Pengelolaan Tanah In situ : dilokasi __ Venting/injeks __ Bioremediasi : Jamur, Bakteri Ex situ : digali tanah yang tercemar diangkat ketempat yang aman. Pengelolaan Pencemaran Air - Pemantauan Kualitas air diberbagai daerah aliran sungai - Prokasih (Program Kali Bersih) - Sinergitas pemantauan sungai - EPCM (Environmental Pollution Control Manager) 3) Pencemaran Suara Tingkat Suara yang menyebabkan ketulian setelah berbulan-bulan : go dp Kebisingan dibagi menjadi empat : - Kontinyu : suara mesin - Implusif : suara bom, ledakan - Implusif berulang : suara mein tempa - Terputus : Suara lalu lintas Dampak Kebisingan - Kerusakan pendengaran - Pemarah, gangguan kelahiran - Akumulasi lemak pada pembuluh darah Pengelolaan Pencemaran Suara - Peredam Suara - Isolasi ruangan - Sumbat/tutup telinga 4) Pencemaran Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) - Bersifat Reaktif - Bersifat Korosif - Bersifat Toxic/racun - Mudah meledak dan terbakar Pengelolaan Limbah B3 - Penyimpanan : aman dan terlindungi - Pengumpulan : oleh badan usaha tertentu/pemerintah - Pengangkutan : Khusus - Pengelolaan : Ditempat yang aman dari banjir, tidak rawan bencana, jauh dari permukiman - Penimbunan : Tempat yang terlindungi 5) Pembinaan Kesehatan dan Lingkungan Beberapa pengertian : 1. Sehat yaitu keadaan fisik, mental, sosial yang baik dari seseorang dan bukan hanya tidak berpenyakit/cacat. 2. Kesehatan Lingkungan yaitu salah satu aspek dari kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan segala macam lingkungan hidup baik fisik,biologis dan sosial serta bahan-bahan dan tekanan di lingkungan yang dapat mempengaruhi aspek kesehatan manusia. 3. Sanitasi Lingkungan yaitu pencegahan timbulnya penyakit dengan jalan memperbaiki kualitas lingkungan

hidup manusia. 4. Fatogen yaitu penyebab penyakit. Contoh : Jamur, bakteri, Virus 5. Vektor yaitu Pembawa / penyebar penyakit. 6. Efizootik yaitu wabah penyakit hewan yang bisa juga menyebar pada manusia. Contoh : Flu burung 7. Epidemiologi yaitu ilmu tentang penyebar penyakit 8. Resetvoir yaitu tempat berkembang biaknya penyakit. Penyakit terdiri dari : 1. Penyakit menular - Penyakit kompleks dua faktor, Misalnya : influenza - Penyakit kompleks tiga faktor. - Penyakit kompleks empat faktor. 2. Penyakit tidak menular. Misalnya : kanker, asma Klasifikasi Penyakit : Berdasarkan Penyebabnya 1. Biotis : Virus,Bakteri,Jamur,Prtozoa,Cacing 2. Abiotis Pencemaran Lingkungan : Bronchitis,kanker Tekanan keadaan (stress), tekanan darah, jantung, syaraf, kehawatiran Keadaan makanan : kwashiorkor (tidak bervitamin) Alergi : kepekaan terhadap zat tertentu Terategonik : kelainan bentuk disebabkan oleh zat/keadaan lingkungan. Penyebaran Penyakit tergantung kepada 3 faktor : 1. Kepadatan Penduduk 2. Sifat biologis fatogen ; Virulensi 3. Yang tidak tergantung kepada kepadatan penduduk : unsure cuaca Kepadatan Penduduk : Semakin padat penduduk maka penyakit semakin cepat menyebar Sifat Biologis Patogen : Virulensi (tingkat penyerangan), cara penularan,kerentangan manusia. Yang tidak tergantung pada kepadatan penduduk : Unsur cuaca, sanitasi, kebiasaan Dinamika Epidemi Influenza : o Siklus 40 tahun o Kekebalan terhadap jenis influenza tertentu dapat dibawa seumur hidup. o Terdapat hubungan antara musim dengan penyebaran penyakit influenza. Misal : Musim dingin (penyebarannya cepat) 6) Hubungan Lingkungan dengan Kesehatan 1. Lingkungan sebagai tempat hidup penyebab sakit. Tempat hidup bibit penyakit Tempat hidup hasper (inang) 2. Lingkungan sebagai penyebab sakit Kelompok fisik : suhu, cahaya, kebisingan, radiasi Kelompok kimiawi : sisa pestisida, B3 , sisa insektisida Kelompok biologi ; Lingkungan yang menyebabkan sakit yang termasuk kelompok ini yaitu virus, bakteri. Kelompok sosial : Tekanan psico-social 3. Pengaruh Lingkungan terhadap pola penyakit Kondisi lingkungan dan sanitasi ideal ; penyakit akan sulit menyebar Kondisi lingkungan dan sanitasi kurang : penyakit akan mudah menyebar. 4. Sanitasi Rumah Ideal Cukup ventilasi dan cahaya : 0.5 m2 x 5 = 2.5 m2 Sistem Persediaan air bersih Fasilitas MCK bersih : Septic tank, drainage yg baik Luas tanahnya memadai (min 2.5 3 m2 /penghuni)

5. Masalah Kesehatan Lingkungan Kurangnya persediaan dan penggunaan air bersih Kurangnya persediaan dan penggunaan jamban Masalah pembuangan sampah Pembuangan limbah Pengaturan tatanan rumah yang kurang sesuai Pencemaran sungai yang digunakan penduduk sebagai sumber air untuk kebutuhan rumah tangga. 6. Gambaran Umum kesehatan Lingkungan di Indonesia Kondisi umum Lingkungan Indonesia terdiri dari ribuan pulau Konsekuensi : perlu sarana kesehatan yang lebih baik Keanekaragaman spesies yang bervariasi Konsekuensi : banyak spesies penyebab yang banyak menyebabkan penyakit Kepadatan penduduk yang tinggi Konsekuensi : Kebutuhan pelayanan kesehatan semakin tinggi dan wabah penyakit semakin menyebar Banyak penduduk usia muda Konsekuensi : Semakin rentan terhadap penyakit Banyak suku bangsa dan budaya Konsekuensi : pola hidup dan konsumsi semakin bervariasi.

Dalam membicarakan tentang asap atau sering disebut dengan istilah kabut. Terdapat beberapa istilah yang digunakan terkait dengan jenis, sumber dan sifatnya, yaitu sebagai berikut: Fog (kabut) adalah butiran air atau kristal es yang tersuspensi dalam udara dekat dengan 1. permukaan tanah. Fog ini berbentuk mirip seperti awan tipis yang letaknya di dekat permukaan tanah. Fog banyak terjadi di dataran tinggi. Smoke (asap) merupakan salah satu hasil dari proses pembakaran. Smoke dihasilkan dari pembakaran biomasa (kebakaran hutan dan lahan, pembakaran sampah pertanian) dan pembakaran bahan bakar fosil. Smoke tersusun dari senyawa-senyawa dalam bentuk padat 2. (partikulat), cair (uap air), dan gas (CO, CO2, NOx). Kebakaran hutan sering menimbulkan smoke dengan tingkat yang membahayakan transportasi darat dan mengganggu lalu lintas penerbangan karena mengurangi daya visibilitas pengguna jalan dan penerbang. Smog berasal dari dua kata yaitu smoke dan fog sehingga disingkat menjadi bentuk akronim smog. Selanjutnya smog lebih disebut dengan photochemical smog (smog fotokimia atau kabut asap fotokimia). Smog fotokimia merupakan kabut asap yang dapat terbentuk dari beberapa senyawa kimia berikut: aldehide (R-CHO), nitrogen oksida (NO dan NO2), ozon troposfer 3. (O3), peroxyacyl nitrates (PAN), dan volatile organic compound (VOC). Senyawa-senyawa tersebut bersifat sangat reaktif dan mudah teroksidasi di troposfer. Smog fotokimia terjadi ketika senyawa-senyawa tersebut berinteraksi dengan radiasi ultraviolet dari matahari. Smog banyak terjadi di kota-kota besar. Hal ini dikarenakan senyawa-senyawa pembentuk smog fotokimia tersebut banyak dihasilkan dari kegiatan industri dan transportasi. Vog merupakan kependekan dari volcano smog, yaitu kabut yang terbentuk dari beberapa zat kimia yang dihasilkan dari aktifitas gunung api. Senyawa utama pembentuk vog adalah aerosol 4. yang terbentuk dari SO2 (sulfur dioksida) dan uap air. Vog terjadi di sekitar daerah gunung api yang memiliki tingkat keaktifan tinggi. Dapat diduga bahwa kabut di Wuhan, Cina, yang dilaporkan misterius oleh AFP adalah fenomena smog fotokimia biasa. Beberapa kota besar di Cina memang terkenal dengan tingkat polusi udara yang tinggi, bahkan dampak dari polusi udara juga sudah ada yang menerpa warganya. Barangkali untuk kasus kejadian kabut misterius yang baru saja terjadi ini dianggap misterius karena fenomena itu baru muncul pada bulan Juni ini.

Adalah hal yang wajar jika fenomena itu tidak muncul di Wuhan sebelum bulan Juni. Kota Wuhan terletak pada lintang geografis 30,50 LU, di luar garis balik atau di luar garis edar matahari. Garis balik Lintang Utara dan garis balik Lintang Selatan berturutturut terdapat pada 23,50 LU dan 23,50 LS. Kota Wuhan mendapat intensitas radiasi matahari tinggi ketika matahari beredar mendekati garis balik utara (23,45 0 LU) yang terjadi sekitar bulan Juni. Oleh karena itu pada bulan Juni kota Wuhan mendapat paparan radiasi matahari, termasuk radiasi ultraviolet, yang tinggi. Radiasi ultraviolet yang tinggi ini berinteraksi dengan polutan udara di kota Wuhan sehingga muncul fenomena smog fotokimia. Jika tidak ada penanganan terhadap masalah polusi udara di Wuhan, maka setiap sekitar bulan Juni akan muncul fenomena smog fotokimia ini lagi. Smog fotokimia bukan hanya fenomena di Cina saja. Banyak kota besar di dunia telah dilanda smog fotokimia ini seperti Moscow, Los Angeles, New York, Sydney, Mesir, Mexico dan Vancouver. Indonesia, seperti Jakarta dan Bandung, juga sudah menunjukkan fenomena itu meskipun tidak separah apa yang telah terjadi di Cina. Meskipun fenomena smog fotokimia sudah lazim terjadi di kota-kota besar bukan berarti kita tidak mewaspadai. Smog fotokimia menunjukkan tingginya tingkat pencemaran udara, seperti NOx, O3, VOC, R-CHO, dan PAN. Adanya fenomena smog fotokimia, menjadi peringatan bagi pihak terkait yang wajib mengatasi masalah polusi udara untuk segera mengambil tindakan antisipasi, dengan cara mengurangi sumber emisi penyebab fenomena tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar kejadian seperti di Cina tidak terulang di kota lain. Tidak kalah pentingnya adalah bahwa program pengelolaan kualitas udara harus didukung oleh semua pihak terkait dengan sumber emisi. sumber : Sumaryati (maryati@bdg.lapan.go.id)

Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetikadan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.

Klasifikasi Pencemar Udara


1. primer : substansi pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. : substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Contoh: Pembentukan ozon dalam smog (smoke asap and fog kabut) fotokimia.

2.

ekunder

Terdapat dua jenis utama smog, yaitu sebagai berikut :


1. Smog fotokimia Smog fotokimia biasanya terjadi di daerah-daerah industri atau kota padat mobil yang menghasilkan emisi berat dan terkonsentrasi. Tetapi smog fotokimia tidak hanya menjadi masalah di kota-kota industri, sebab bisa menyebar ke daerah non industri. Disebabkan oleh beberapa jenis hasil pembakaran bahan kimia yang dikatalisasi oleh kehadiran cahaya matahari. Smog ini mengandung : a. Hasil oksidasi nitrogen, misalnya nitrogen dioksida b. Ozon troposferik Proses terbentuknya ozon troposferik terjadi karena adanya senyawa-senyawa prekursor seperti oksida nitrogen (NOx), karbon monoksida (CO), dan senyawa organik yang mudah menguap (Volatile Organic Compounds/VOC), yang bereaksi dengan bantuan cahaya matahari. Pembentukan ozon troposferik melalui karbon monoksida dimulai dengan reaksi CO dengan radikal hidroksil membentuk atom H dan karbon dioksida. Atom H yang terbentuk akan bereaksi secara cepat dengan oksigen membentuk radikal peroksi (HO2). c. VOCs (volatile organic compounds) VOC's adalah hasil penguapan dari bahan bakar minyak, cat, solven, pestisida dan bahan kimia lain. Sementara oksida nitrogen banyak dihasilkan oleh proses pembakaran dalam bahan bakar fosil seperti mesin mobil, pembangkit listrik, dan truk. d. Peroxyacyl nitrat (PAN)

2. Smog klasik Merupakan smog yang terjadi di London setelah terjadinya revolusi industri yang menghasilkan pencemaran besar-besaran dari pembakaran batu bara. Pembakaran ini menghasilkan campuran asap dan sulfur dioksida. Gunung berapi yang juga menyebabkan berlimpahnya sulfur dioksida di udara, menghasilkan asbut gunung berapi, atau vog (vulcanic smog).

Penyebab Utama Pencemaran Udara :

Kegiatan manusia
1. Transportasi

Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor. Contoh : di Jakarta antara tahun 19931997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa : a. Sepeda motor 207 % b. Mobil penumpang 177 % c. Mobil barang 176 % d. Bus 138 %
2. Industri 3. Pembangkit listrik 4. Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)

Sumber alami 1. Gunung berapi 2. Rawa-rawa 3. Kebakaran hutan 4. Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi Sumber-sumber lain Transportasi amonia, Kebocoran tangki klor, Timbulan gas metana dari lahan uruk atau tempat pembuangan akhir sampah, dan Uap pelarut organik Jenis-jenis pencemar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Karbon monoksida (CO) Nitrogen dioksida (NO2) Sulfur Dioksida (SO2) CFC Karbon dioksida (CO2) Ozon (O3) Benda Partikulat (PM) Timah (Pb) Hydro Carbon (HC)

Dampak Pencemaran Udara

1. Dampak kesehatan Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015. 2. Dampak terhadap tanaman Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis. 3. Hujan asam pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: a. Mempengaruhi kualitas air permukaan b. Merusak tanaman c. Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan d. Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan 4. Efek rumah kaca Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi.

Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah : 1. Pencairan es di kutub 2. Perubahan iklim regional dan global 5. Kerusakan lapisan ozon Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman. Cemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Solusi
1. 2. 3. 4. Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara. Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranyaFuel Cell dan Solar Cell. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Menghemat Energi yang digunakan.

PHOTOCHEMICAL SMOG
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Kabut Asap atau lebih dikenal smog (smoke dan fog) adalah sejenis kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Asbut sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair. Dewasa ini terdapat dua jenis asbut yaitu asbut klasik yang pertama kali mucul, dan asbut fotokimia yang muncul.

1.2 Tujuan Mengetahui sumber-sumber bahan pencemar yang mengakibatkan terjadinya smog fotokimia Memahami proses timbulan dan penyebaran bahan pencemar penyebab smog fotokimia Mempelajari dampak yang diakibatkan oleh bahan pencemar yang mengakibatkan smog fotokimia

BAB 2 PEMBAHASAN

I. SUMBER PENCEMARAN Asap kabut fotokimia (Photochemical smog) merupakan campuran kompleks dari berbagai pencemar yang terbentuk karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi dengan adanya sinar matahari. Asap kabut fotokimia disebabkan oleh beberapa senyawa polutan dari beberapa sumber yang merupakan aktivitas manusia sehari-hari. Senyawa-senyawa berbahaya tersebut antara lain: a. Nitrogen Oksida (NOx) Nitrogen Oksida sering disebut NOx yang mempunyai 2 macam bentuk dengan perbedaan sifat, yaitu gas NO2 & NO. Sifat gas NO2, yaitu memiliki warna coklat kemerahan dan berbau menyengat tajam

Sifat gas NO, yaitu tidak berwarna dan tidak berbau

Pencemaran NOx terutama berasal dari gas buang hasil pembakaran generator pembangkit listrik atau pembakaran fosil. Sampai tahun 1999 NOx yang berasal dari alat transportasi laut di Jepang menyumbangkan 38% dari total emisi NOx (25.000 ton/tahun). Kadar Nitrogen Oksida (NOx) di perkotaan lebih besar dibanding daerah pedesaan. Apabila di lingkungan yang lembab, oksida nitrogen dapat membentuk asam nitrat yang bersifat korosif. Tabel 1.1 Prosentase sumber pencemar NOx. No 1 2 3 4 5 Transportasi Pembakaran Stasioner (batu bara, minyak, gas alam, kayu) Pembuangan Limbah Padat Proses Industri Lain-lain (Kebakaran hutan, pembakaran limbah pertanian) Sumber Pencemar Prosentase (%) 39,3 48,5 2,9 1,0 8,3

b. Hidrokarbon (CxHy) Hidrokarbon (CH) adalah pencemar udara yang berupa gas, cairan atau padatan. Nama hidokarbon berdasarkan penyusun atom C dan atom H yang terikat secara ikatan lurus (rantai) atau ikatan cincin (tertutup). Jumlah atom C menentukan bentuk pencemar hidrokarbon pada suhu kamar:

1. Jumlah atom C pendek gas contoh: C-1 : Metana C-2 : Etana C-3 : Propana C-4 : Butana 2. Jumlah atom C sedang cairan contoh: C- 5-15 : Pentana Pentadekana 3. Jumlah atom C panjang padatan contoh: C- 16-30 : Heksadekana-propakontana

Sumber utama penghasil hidrokarbon paling besar berasal dari transportasi karena penggunaan senyawa hidrokarbon sebagai bahan bakar. Sumber kedua adalah pembakaran limbah lainnya. Tabel 1.2 Prosentase sumber pencemar hidrokarbon No 1 Transportasi Pembakaran Stationer 2 (batubara, minyak, gas alam, kayu) 3 4 Proses Industri Pembuangan limbah padat Lain-lain 5 (Pembakaran hutan, limbah & pertanian) 26,5 14,4 5,0 2,2 Sumber Pencemar Prosentase (%) 51,9

c. CO (Karbon Monoksida) Suatu gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Pembentukan CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang

menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Kendaraan bermotor yang digunakan secara umum menyumbang 10.00040.000 ppm CO, sedangkan standar kualitas udara bersih jika mengandung CO sebesar 0,1 ppm dan maksimal sebesar 10 ppm. Tabel 1.3 Prosentase sumber pencemar Karbon Monoksida No 1 Transportasi Pembakaran Stationer 2 (batubara, minyak, gas alam, kayu) 3 4 Pembuangan limbah padat Proses Industri Lain-lain 5 (Kebakaran hutan, pembakaran limbah pertanian) 16,9 7,8 9,6 1,9 Sumber Pencemar Prosentase (%) 63,8

II. PROSES TIMBULAN DAN PENYEBARAN BAHAN PENCEMAR

A. Nitrogen Oksida (NOx) Secara umum reaksi NOx adalah sebagai berikut: N2 +O2 2NO 2NO + O2 2NO2 Keberadaan NOx di udara dapat dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti Daur reaksi fotolitik NO2. Reaksi sebagai berikut : NO2 + sinar matahari NO + O O + O2 O3 (ozon) O3 + NO NO2 + O2 B. Hidrokarbon (CxHy)

Sumber utama hidrokabon adalah minyak bumi yang merupakan campuran dari berbagai fraksi H dan C. Pemisahan fraksi H-C dilakukan dengan proses destilasi kolom. Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang paling banyak digunakan. Bahan bakar bensin adalah campuran yang kompleks dari destilasi hidrokarbon antara sekitar 30 oC210oC yang terdiri dari 200-300 komponen pada kisaran hidrokarbon C4 sampai C11. Kandungan bensin terbesar adalah senyawa Oktana/isooktana. senyawa Oktana adalah senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai patokan untuk menentukan kualitas bahan bakar (bensin) yang dikenal dengan istilah angka oktan. Angka oktan adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensinterbakar secara spontan. C. Karbon Monoksida (CO) Proses pembentukan karbon monoksida antara lain: 1. Pembakaran bahan bakar fosil dengan udara Pembakaran bahan bakar fosil dengan harga ER (equivalent Ratio) > 1, dimana bahan bakar yang digunakan lebih banyak dari udara dapat memungkinkan terjadinya gas CO : C + O2 2 CO Kalau jumlah udara CO + 0,5 O2 CO2 lebih banyak akan terjadi reaksi selanjutnya :

Reaksi pembentukan CO lebih cepat dibanding reaksi pembentukan CO2, sehingga hasil pembakaran lebih mungkin terjadi gas CO.

2. Pada suhu tinggi terjadi reaksi antara gas CO2 dengan C Pada suhu tinggi terjadi pemicu reaksi antara CO2 dengan C pada reaksi sebagai berikut : CO2 + C 2 CO

3. Pada suhu tinggi, gas CO2 dapat terurai kembali menjadi CO Reaksi pembakaran yang menghasilkan panas dan suhu tinggi akan mempercepat penguraian CO2 menjadi CO dan O2: CO2 CO + 0,5 O2

Semakin tinggi suhu reaksi akan semakin mempercepat terjadinya disosiasi CO2.

D. Peroxy Acetyl Nitrate Reaksi pembentukan PAN secara rinci adalah sebagai berikut: 1. Mengikuti daur reaksi NOx NO2 + Sinar matahari NO + O O + O2 O3 O3 + NO NO2 + O2 2. Pembentukan asam nitrat O3 + NO2 NO3 + O2 NO3 + NO2 + H2O 2 HNO3 NO + NO2 + H2O 2 HNO2 HNO2 + sinar matahari NO + OH 3. Pembentukan Aldehida & Radikal Peroxyl : CO + OH + O2 CO2 + HO2 HO2 + NO NO2 + OH HC + O R* + RO*

HC + O3 l RO2* + m RCHO HC + OH n RO2* + o RCHO HC + RO2 p RO2* + q RCHO 4. Oksidasi NO menjadi NO2 RO2 + NO NO2 + RO* 5. Pembentukan Peroxy Acetyl Nitrate RO2 + NO2 Peroxy Acetyl Nitrate

III.

DAMPAK PENCEMAR

a. Nitrogen Oksida (NOx) Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-paru. Paru-Paru yang terkontaminasi gas NO2 akan membengkak sehingga penderita sulit bernafas dan dapat menyebabkan kematian. Konsentrasi NO yang tinggi mengakibatkan kejang-kejang, bila keracunan berlanjut mengakibatkan kelumpuhan. NO akan lebih berbahaya jika teroksidasi menjadi NO2. Pencemaran NOx tidak hanya mengganggu manusia, tetapi juga mencemari tanaman dan hewan. Pengaruh gas NOx pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada daun. Pada konsentrasi tinggi menyebabkan kerusakan jaringan pada daun (nekrosis). Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm dapat menurunkan kemampuan fotosisntesis tanaman sampai 60-70%.

b. Hidrokarbon (CxHy) Jumlah hidrokarbon di udara dalam jumlah kecil tidak terlalu toxic. Namun dalam jumlah besar, sifat toxic meningkat karena berinteraksi dengan gas lainya membentuk ikatan baru yakni PAH (Polycyclic Aromatic Hydrocarbon). PAH bersifat karsinogenik yang merangsang terbentuknya sel-sel kanker apabila terhisap paru-paru. Dalam keadan uap, hidrokarbon dapat menyebabkan iritasi pada membran mukosa, apabila terhisap ke paru-paru akan menimbulkan luka di bagian dalam yang menimbulkan infeksi. Tabel 1.4 Dampak pencemaran hidrokarbon Senyawa Hidrokarbon Konsentrasi (ppm) 100 3000 Benzena 7500 20000 200 Toluena 600 Paralysys (0,5-1 jam) Kematian (5-10 menit) Pusing, lemah, pandangan kabur setelah 8 jam Gangguan syaraf hingga kematian Iritasi pada mukosa Lemas (0,5-1 jam) Pengaruhnya dalam tubuh

c. Karbon Monoksida (CO) Gas CO tidak berbau dan tidak berwarna. Pada keadaan normal konsentrasinya di udara 0,1 ppm, dan di kota dengan lalu lintas padat 10 - 15 ppm. Dampak pencemaran oleh gas CO antara lain: Bagi manusia dampak CO dapat menyebabkan gangguan kesehatan sampai kematian, karena CO bersifat racun metabolis, ikut bereaksi secara metabolis dengan hemoglobin dalam darah (Hb) : Hb + O2 O2Hb (oksihemoglobin) Hb + CO COHb (karboksihemoglobin) COHb 140 kali lebih stabil daripada O2Hb. Tabel 1.5 Dampak pencemaran Karbon Monoksida Kadar CO 100 ppm 30 ppm 1000 ppm Waktu kontak sebentar 8 jam 1 jam Dampak pada tubuh Dianggap aman Menimbulkan pusing dan mual Pusing dan kulit berubah kemerahmerahan Kulit jadi merah tua dan rasa pusing yang hebat Lebih hebat hingga kematian

1300 ppm > 1300 ppm

1 jam 1 jam

Oksidan Fotokimia
Posted on Desember 21, 2008 by Prabu

13 Votes

Oksidan fotokimia adalah komponen atmosfer yang diproduksi oleh proses fotomikia, yaitu suatu proses kimia yang mebutuhkan sinar, yang akan mengoksidasi komponen-komponen yang tidak segera dapat dioksidasi oleh gas oksigen.Senyawa yang terbentuk merupakan polutan sekunder yang diproduksi karena interaksi antara polutan primer dengan sinar. Hidrokarbon merupakan

komponen yang berperan dalam produksi oksidan fotokimia. Reaksi ini juga melibatkan siklus fotolitik NO2 . Polutan sekunder yang paling berbahaya yang dihasilkan oleh reaksi hidrokarbon dalam siklus tersebut adalah ozon ( O3 ) dan peroksiasetilnitrat, yaitu salah satu komponen yang paling sederhana dari grup peroksiasilnitrat (PAN). Oksidan yang terutama adalah ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2) dan peroxyacylnitrate (PAN). NO2 berasal dari hasil reaksi fotokimia NO dengan oksigen di udara. Sedangkan ozon dan PAN berasal dari reaksi fotokimia NO, NO2, SO2 dan radiakal hidrokarbon. Ozon bukan merupakan hidrokarbon tetapi konsentrasi O 3 di atmosfer naik sebagai akibat langsung dari reaksi hidrokarbon, sedangkan PAN merupakan turunan hidrokarbon. Hasil reaksi antara O dengan hidrokarbon merupakan produk intermediat yang sangat reaktif yang disebut hidrokarbon radikal bebas (RO 2 ). Radikal bebas semacam ini dapat bereaksi lebih lanjut dengan berbagai komponen termasuk NO, NO 2 , O2 , O3 , dan hidrokarbon

lainnya. Beberapa reaksi yang mungkin terjadi di antara bermacam-macam reaksi tersebut adalah sebagai berikut(Fardiaz, 1992) : a. Radikal bebas bereaksi cepat dengan NO membentuk NO2 . Karena NO dihilangkan dari siklus tersebut, akibatnya mekanisme normal untuk menghilangkan O3 dari siklus tidak terjadi, sehingga konsentrasi O3 meningkat. b. Radikal bebas dapat bereaksi dengan O2 dan NO2 membentuk peroksiasilnitrat. c. Radikal bebas dapat bereaksi dengan hidrokarbon lainnya dan komponen oksigen membentuk komponenkomponen organik lainnya yang tidak diinginkan. Campuran produk-produk sebagai akibat gangguan hidrokarbon di dalam siklus fotolitik NO 2 disebut smog fotokimia, yaitu terdiri dari kumpulan O3 , CO, PAN dan komponen-komponen organik lainnya termasuk aldehide, keton, dam alkil nitrat. Konsentrasi oksidan di udara dipengaruhi oleh ada tidaknya sinar matahari dan kadar bahanbahan pencemar primernya di udara. Pada siang hari kadar oksidan mencapai titik maksimum dan malam hari kadar oksidant berada pada titik minimumnya. Terkait: Dampak Ozon (O3) Terhadap Kesehatan Sumber : Fardiaz, Polusi Air dan Udara, 2001

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx) dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan


Kata Kunci: agen pengoksidasi, Nitrogen dioksida, nitrogen oksida Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 09-07-2009

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx. Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung. Kadar NOx diudara daearh perkotaan yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-lain.

Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Keberadaan NOx diudara dapat dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti daur reaksi fotolitik NO2 sebagai berikut : NO2 + sinar matahari O + O2 O3 + NO O3 (ozon) NO2 + O2 NO + O

Ada dua cara untuk menghindari pembakaran tidak sempurna, maka dilakukan 2 proses pembakaran yaitu : 1. Bahan bakar dibakar pada temperatur tinggi dengan sejumlah udara sesuai dengan persamaan stoikiometri, misalnya dengan 90 -95% udara. Pembakaran NO dibatasi tidak dengan adanya kelebihan udara. 2. Bahan bakar dibakar sempurna pada suhu relatif rendah dengan udara berlebih. Suhu rendah menghindarkan pembentukan NO. Kedua proses ini menurunkan pembentukan NO sampai 90%. NO2 pada manusia dapat meracuni paru-paru, kadar 100 ppm dapat menimbulkan kematian, 5 ppm setelah 5 menit menimbulkan sesak nafas.

Sumber dan Pola Paparan


Sumber utama NOx pada atmosfer adalah dari jalan lalu lintas. Ini bertanggung jawab untuk sekitar setengah dari total emisi yang ada di Eropa. Sumber utama lainnya adalah dari pembangkit tenaga listrik, pabrik pemanas, dan proses industri. Banyak NOx diemisikan sebagai NO, dimana teroksidasi menjadi NO2 oleh ozon atau oksidan lain. Meskipun kendraan bermotor didata untuk sekitar 50 % dari emisi NOx, proporsi lebih tinggi dikota. Di London, 74 % emisi NOx akibat dari lalulintas jalan. Strategi monitoring untuk NO2 diambil dari data pola ruang dan penyebaran populasi yang paling banyak didominasi oleh lalu lintas jalan. Karakteristik polutan yang dirancang pada program monitoring NO2 adalah :

Konsentrasi yang lebih besar ditentukan oleh emisi lalulintas jalan Ini adalah ruang yang homogen, polutan sekunder Rasio dari puncak untuk mengartikan konsentrasi secara statistik yang kuat dan berguna.

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx)


Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam , yakni gas nitrogen monoksida (NO) dan gas nitrogen dioksida (NO2). Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang berbeda dan keduanya sangat

berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya coklat kemerahan. Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak berbahaya, kecuali jika gas NO berada dalam konsentrasi tinggi. Konsentrasi gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada system saraf yang mengakibatkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehinggga menjadi gas NO2. Udara yang telah tercemar oleh gas nitrogen oksida tidak hanya berbahaya bagi manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NOx pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi yang lebih tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun. Dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna sebagai temapat terbentuknya karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60% hingga 70%. Pencemaran udara oleh gas NOx dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates yang disingkat dengan PAN. Peroxi Acetil Nitrates ini menyebabkan iritasi pada mata yang menyebabkan mata terasa pedih dan berair. Campuran PAN bersama senyawa kimia lainnya yang ada di udara dapat menyebabkan terjadinya kabut foto kimia atau Photo Chemistry Smogyang sangat menggangu lingkungan.

Pengaruh bagi kesehatan


Nitrogen dioksida merupakan polutan udara yang dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2 secara kolektif mengacu kepada nitrogen oksida (NOx). Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang yang terkena asma. NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan resiko infeksi saluran pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan, fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya tidaklah cukup.

Untuk penyebaran yang akut, hanya konsentrasi yang sangat tinggi (>1880 Mg/m3, 1 ppm) mempengaruhi kesehatan orang ; bilamana, orang dengan asma atau penyakit paru-paru yang akut lebih rentan pada konsentrasi lebih rendah.

6. KIMIA LINGKUNGAN
1. Pencemaran Lingkungan
Perkembangan teknologi dan industri dapat berdampak positif atau negatif bagi kehidupan manusia. Dampak positif (menguntungkan), yaitu dampak yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kenyamanan hidup. Dampak negatif (merugikan), yaitu dampak yang dapat menurunkan kualitas/kenyamanan hidup. Dampak ini tidak diharapkan karena menimbulkan masalah yang harus diatasi, yaitu masalah kerusakan atau pencemaran lingkungan.

a. Pengertian Pencemaran Lingkungan


Pencemaran adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan keseimbangan pada daur materi dalam lingkungan (keseimbangan lingkungan) baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga dapat mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan meliputi pencemaran udara, pencemaran air, dan pencemaran tanah (daratan). Lingkungan dapat tercemar karena: 1) Kecepatan hilangnya senyawa tertentu dari lingkungan lebih besar daripada kecepatan masuknya senyawa pengganti. 2) Rusaknya atau putusnya alur siklus biokimia. 3) Kecepatan masuknya senyawa ke dalam lingkungan lebih besar daripada kecepatan pengambilannya. 4) Masuknya senyawa yang tidak terdegredasi ke dalam lingkungan.

b. Daur Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan dapat disebabkan karena ulah manusia dan pada akhirnya dampaknya juga akan dirasakan oleh manusia, baik secara langsung maupun tak langsung. Sumber pencemar pencemaran pencemaran pencemaran udara air tanah/daratan Tumbuhan hewan manusia Gambar diagram daur pencemaran lingkungan. 2

2. Pencemaran Udara
Udara akan tercemar jika ada bahan-bahan atau zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan atau komposisi udara dari keadaan normalnya.

a. Penyebab Pencemaran Udara


1) Faktor internal (secara alamiah), misalnya: debu beterbangan oleh tiupan angin abu atau debu dan gas-gas volkanik dari letusan gunung berapi proses pembusukan sampah 2) Faktor eksternal (karena ulah manusia), misalnya: pembakaran bahan bakar fosil debu atau serbuk dari kegiatan industri pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara

b. Sumber Pencemar Udara


transportasi industri pembuangan sampah pembakaran stasioner, dan lain-lain

c. Komponen Pencemar Udara


Karbon monoksida (CO) Oksida nitrogen (NO )
x

Oksida belerang (SO )


x

Hidrokarbon Partikel (particulate), dan lain-lain

d. Dampak Pencemaran Udara

1). Dampak Pencemaran oleh Karbon Monoksida (CO)


Gas CO tidak berbau dan tidak berwarna. Pada keadaan normal konsentrasinya di udara 0,1 ppm, dan di kota dengan lalulintas padat 10 - 15 ppm. Dampak pencemaran oleh gas CO antara lain: Bagi manusia dampak CO dapat menyebabkan gangguan kesehatan sampai kematian, karena CO bersifat racun metabolis, ikut bereaksi secara metabolis dengan hemoglobin dalam darah (Hb) : Hb + O O Hb (oksihemoglobin)
2 2

Hb + CO COHb (karboksihemoglobin) COHb 140 kali lebih stabil daripada O Hb.


2

Kadar CO :
100 ppm 30 ppm 1000 ppm 1300 ppm > 1300 ppm

Waktu kontak : sebentar 8 jam 1 jam 1 jam 1 jam

Dampaknya bagi tubuh : dianggap aman menimbulkan pusing dan mual pusing dan kulit berubah kemerah-merahan kulit jadi merah tua dan rasa pusing yang hebat lebih hebat kematian sampai

fotokima
pas lagi buka-buka document liat ada tugas ini, hubungan antara fisika dan kimia semoga bermanfaat ya ) A. Pengertian Fotokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari interaksi antara atom, molekul kecil, dan cahaya (atau radiasi elektromagnetik). Sebagaimana disiplin ilmu lainnya, fotokimia menggunakan sistem satuan SI atau metrik. Unit dan konstanta yang sering dipergunakan antara lain adalah meter, detik, hertz, joule, mol, konstanta gas R, serta konstanta Boltzmann. Semua unit dan konstanta ini juga merupakan bagian dari bidang kimia fisik.

B. Reaksi Fotokimia Suatu reaksi kimia dapat terjadi akibat dari radiasi elektromatik, dapat pula terjadiakibat reaksi termal, dimana energi yang diperlukan untuk melampaui rintangan pengaktifan sebagai akibat dari gerakan termal molekul-molekul atau radikal-radikal. Selain terdapat radiasi elektromagnetik, terdapat pula radiasi partikel. Radiasi elektromagnetik adalah radiasi yang tidak memiliki massa sedangkan radiasi partikeladalah radiasi berupa partikel yang memiliki massa Berikut contoh kedua radiasitersebut: Radiasi elektromagnetik Radiasi partikel Radiasi ultraviolet Partikel (inti He) Sinar tampak Partikel (electrode) Radiasi inframerah Sinar katode (electrode) Sinar X Berkas electron, proton yang dihasilkan dalam suatu accelerator Sinar Reaksi kimia akibat dari kedua jenis radiasi tersebut dikenal sebagai reaksi radiasikimia atau reaksi fotokimia. Perbedaan jenis reaksi akibat radiasi tersebut tidak begitutajam. Radiasi dengan frekuensi tinggi dapat mengakibatkan ionisasi, dan bila ini terjadimaka reaksi yang terjadi masuk ke dalam kategori reaksi radiasi kimia. Di pihak lain, bilaradiasi tersebut sampai mengakibatkan ionisasi, maka reaksi yang terjadi masuk dalmkategori reaksi fotokimia. Sering diperoleh suatu transisi yang cukup jelas dari suatu wilayah spektral dimana tidak ada absorpsi dan tidak ada reaksi kimia terhadap wilayah spektral dimanareaksi kimia terjadi. Frekuensi atau panjang gelombang pada transisi tersebut disebutsebagai photochemical thresold. Dipercaya bahwa reaksi antara foton dengan pereaksi adalah reaksi satu-satu,artinya satu partikel bereaksi dengan satu foton. Hal ini berdasar pada logika bahwalifetime spesi terpengaktifan elektronis adalah sangat pendek sehingga dipandang tidak memungkinkan partikel yang terekstasi tersebut menyerap lagi foton. C. Proses Fotokimia pada Atmosfer Penyerapan energi bebas radiasi ultraviolet oleh molekul di udara dapat mengakibatkan terjadinya reaksi-reaksi fotokimia. NO2 merupakan salah satu molekul yang aktif secara fotokimia, dan snagat penting dalam proses pembentukan SMOG Molekul NO2 ini mampu menyerap energi ultraviolet (hv), menjadi molekul yang excited secara elektronik (NO2*): NO2 + hv NO2* Molekul-molekul yang telah menyerap energi seperti ini sifatnya tidak stabil dan reaktif. Proses penyerapan energi bebas oleh molekul dapat dikelompokkan menjadi: 1. Melepaskan enerji ke molekul atau atom lain melalui proses physical-quenching, diikuti dengan pemancaran energi sebagai panas

O2* + M O2 + M 2. Disosiasi excited molecule: O2* O + O 3. Reaksi langsung dengan molekul lainnya O2* + O3 2 O2 + O 4. Luminescence, kehilangan energi karena emisi radiasi elektromagnetik NO2* NO2 + hv 5. Transfer energi inter-molekuler O2* + Na O2 + Na* 6. Transfer energi intra-molekuler: Energi ditransfer dalam suatu molekul XY* XY^ dimana ^ adalah kondisi excited yg lain dari molekul yang sama 7. Isomerisasi spontan, nitrobenzaldehid menjadi asam nitroso-benzoat COH COOH + hv NO2 NO 8. Fotoionisasi melalui kehilangan elektron N2* N2+ + eEnergi inframerah yang diserap oleh molekul-molekul di udara pada akhirnya dilepaskan sebagai panas dan mengakibatkan naiknya suhu udara

D. Fotokimia dalam Kosmetik Bahan-bahan kosmetik sebagian besar mengalami ketidakstabilan oleh cahaya. Hal ini dapat dibuktikan bahwa sebagian produk kosmetik mengharuskan wadah yang tidak tembus cahaya. Fenomena ini karena adanya photosensitization. photosensitization didefinisikan sebagai reaksi yang disebabka n oleh cahaya dan dapat merugikan kulit. Apakah bahan fotokimia ataukah turunannya yang menyebabkannya masih dalam taraf dugaan. Penyerapan cahaya dapat menyebabkan kenaikan /perpindahan electron dari level vibrasi rendah (ground state, S0) ke level Singlet vibrasi dari keadaan tereksitasi (misalnya S1 atau S2). Relaksasi ke level vibrasi terendah (S1 ) biasanya sangat cepat (10-12 s). Jika electron berada di S1 selama 10-9 s atau bahkan lebih lama, energy dipancarkan sebagai fluoresensi (pemendaran cahaya). Secara bergantian, energy dapat dihilangkan dalam reaksi kimia. Sedangkan dalam keadaan Singlet (S), electron dengan energy tinggi tetap dalam perputaran aslinya, pembalikan dari fungsi ini dap[at terjadi di step kedua, merujuk ke perlintasan intersystem, ke keadaan Triplet (T). jangka waktu dari T biasanya jauh lebih lama daripada S, dan dapat terjadi dalam beberapa detik. Karenanya banyak reaksi kimia berasal dari T. Triplet energy dapat hilang sebagai panas atau pun emisi radiasi yang lambat, merujuk ke phosphorescence. Penyerapan langsung dari T2 ke T1 tidak secara normal terjadi. Akan tetapi, T1 dapat dihasilkan secara langsung dari interaksi dengan molekul lain yang berada di keadaan T. Fenomena ini disebut sensitization. Kebalikannya, kehilangan energy dari molekul satu ke molekul lain disebut quenching (pemadaman). Photostabilization adalah proses yang mencegah reaksi fotokimia dari molekul di keadaan tereksitasi. Tujuan ini dapat dilakukan dengan pengaruh dari : a. Penyerapan cahaya b. Quenching S c. Quenching T d. Mencegah kereaktifan bahan kosmetik oleh pengaruh bahan lain (aditif) Fungsi dari zat aditif adalah mengambil energy yang tak diperlukan, dan merubahnya menjadi panas, pemendaran cahaya, dan reaksi kimia reversible. Zat aditif ditambahkan dengan criteria yang jelas (tingkat racun, kecocokan)

dalam formulasi bahan kosmetik. Sebagian besar bahan photostabilizer di pasaran adalah type A, yakni penyerap sinar UV. Energi fotokimia yang tak diharapkan dapat dihilangkan dengan reaksi fotokimia reversible. Dengan demikian penyerapan cahaya dapat membuat ke penyusunan kembali struktur kimia yang dapat kembali ke bentuk dalam keadaan dark (keadaan tak tereksitasi), missal proses nonfotokimia.

KIMIA ITU MUDAH


Jumat, 06 Mei 2011

KABUT ASAP(SMOG) AKIBAT PENCEMARAN UDARA


Pada Th. 1952 kota London gelap tertutup awan yang bukan awan hujan tetapi merupakan awan yang berisi kabut dan asap yang mengndung gas SO2 dan disebut dengan smog. Pada hari terjadi smog tersebut tercatat adanya 3000 warga kota London yang meninggal dan merupakan suatu kejadian langka karena dalam satu hari terjadi angka kematian yang sangat tinggi. Kasus serupa terjadi lagi Th. 1962 dan pada saat terjadi smog tersebut juga mengakibatkan 700 warga London meninggal. Dari penelitian diketahui bahwa smog dan sekarang dikenal sebagai smog fotokimia merupakan koloid ( aerosol) yang mengandung gas nitrogen dioksida (NO 2) dan gas ozon (O3) yang berasal dari reaksi gas buang kendaraan bermotor dengan sinar matahari. Gas buang kendaraan bermotor umumnya mengandung gas NO, CO dan hidrokarbon. Gas gas itu tersebut selanjutnya akan mengalami reaksi fotokimia yaitu reaksi yang terjadi adanya foton (cahaya). Reaksi fotokimia ini menghasilkan polutan sekunder yang mengandung gas NO 2 dan ozon (O3) yang akhirnya membentuk smog. Gas nitrogen monoksida akan bereaksi dengan gas O2 di udara membentuk gas nitrogen dioksida

Sinar matahari terutama pada daerah spektrum panjang gelombang yang lebih rendah dari 400 nm menyebabkan gas NO2 terurai menjadi NO dan atom oksigen yang sangat reaktif. Atom oksigen yang dihasilkan sangat reaktif dan bereaksi dengan gas oksigen membeDengan M adalah gas inert ( gas yang stabil dan sukar bereaksi) misalnya N2 , Ozon selanjutnya dapat bereaksi dengan ikatan rangakap yang terdapat pada hidrokarbon yang tidak terbakar pada mesin mobil, NO dan O2.

Salah satu hasil reaksi fotokimia tersebut adalah senyawa peroksiasetil (PAN) yaitu senyawa yang dapat menyebabkan mata perih dan berair serta menimbulkan sesak nafas. Sumber : Ilmu Pengetahuan Populer, Jakarta 1999

ampak Pencemaran Udara dan Cara Mengatasi Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupunglobal. Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Menurut World Bank, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir berlipat-lipat jumlahnya. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misal: kadar timbal/Pb yang tinggi) . World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Polusi udara

yang terjadi sangat berpotensi menggangu kesehatan. Menurut perhitungan kasar dari World Bank tahun 1994 dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta, jika konsentrasi partikulat (PM) dapat diturunkan sesuai standar WHO, diperkirakan akan terjadi penurunan tiap tahunnya: 1400 kasus kematian bayi prematur; 2000 kasus rawat di RS, 49.000 kunjungan ke gawat darurat; 600.000 serangan asma; 124.000 kasus bronchitis pada anak; 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan serta peningkatan efisiensi 7.6 juta hari kerja yang hilang akibat penyakit saluran pernapasan suatu jumlah yang sangat signifikan dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Dari sisi ekonomi pembiayaan kesehatan (health cost) akibat polusi udara di Jakarta diperkirakan mencapai hampir 220 juta dolar pada tahun 1999.

Sumber Polusi Udara Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer diatmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan [pemanasan global yg mempengaruhi; Kegiatan manusia

Transportasi Industri Pembangkit listrik Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

Gunung berapi Rawa-rawa Kebakaran hutan Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi

Sumber-sumber lain

Transportasi amonia Kebocoran tangki klor Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah Uap pelarut organik

Polutan yang berpengaruh terhadap kesehatan

Particulate Matter (PM). Penelitian epidemiologis pada manusia dan model pada hewan menunjukan PM10 (termasuk di dalamnya partikulat yang berasal dari diesel/DEP) memiliki potensi besar merusak jaringan tubuh. Data epidemiologis menunjukan peningkatan kematian serta eksaserbasi/serangan yang membutuhkan perawatan rumah sakit tidak hanya pada penderita penyakit paru (asma, penyakit paru obstruktif kronis, pneumonia), namun juga pada pasien dengan penyakit kardiovaskular/jantung dan diabetes. Anak-anak dan orang tua sangat rentan terhadap pengaruh partikulat/polutan ini, sehingga pada daerah dengan kepadatan lalu lintas/polusi udara yang tinggi biasanya morbiditas penyakit pernapasan (pada anak dan lanjut usia) dan penyakit jantung/kardiovaskular (pada lansia) meningkat signifikan. Penelitian lanjutan pada hewan menunjukan bahwa PM dapat memicu inflamasi paru dan sistemik serta menimbulkan kerusakan pada endotel pembuluh darah (vascular

endothelial dysfunction) yang memicu proses atheroskelosis dan infark miokard/serangan jantung koroner. Pajanan lebih besar dalam jangka panjang juga dapat memicu terbentuknya kanker (paru ataupun leukemia) dan kematian pada janin. Penelitian terbaru dengan follow up hampir 11 tahun menunjukan bahwa pajanan polutan (termasuk PM10) juga dapat mengurangi fungsi paru bahkan pada populasi normal di mana belum terjadi gejala pernapasan yang mengganggu aktivitas. Ozon. Ozon merupakan oksidan fotokimia penting dalam trofosfer. Terbentuk akibat reaksi fotokimia dengan bantuan polutan lain seperti NOx, dan Volatile organic compounds. Pajanan jangka pendek/akut dapat menginduksi inflamasi/peradangan pada paru dan menggangu fungsi pertahanan paru dan kardiovaskular. Pajanan jangka panjang dapat menginduksi terjadinya asma, bahkan fibrosis paru. Penelitian epidemiologis pada manusia menunjukan pajanan ozon yang tinggi dapat meningkatkan jumlah eksaserbasi/serangan asma. NOx dan SOx. NOx dan SOx merupakan co-pollutants yang juga cukup penting. Terbentuk salah satunya dari pembakaran yang kurang sempurna bahan bakar fosil. Penelitian epidemologi menunjukan pajanan NO2,SO2 dan CO meningkatkan kematian/mortalitas akibat penyakit kardio-pulmoner (jantung dan paru) serta meningkatkan angka perawatan rumah sakit akibat penyakit-penyakit tersebut.

Karbon monoksida Oksida nitrogen Oksida sulfur CFC Hidrokarbon Volatile Organic Compounds Partikulat

Dampak Polusi Bagi Manusia

Dampak kesehatan. Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya,asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015. Dampak terhadap tanaman. Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis,nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis. Hujan asam pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logamlogam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan dan Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah:

1. Pencairan es di kutub 2. Perubahan iklim regional dan global 3. Perubahan siklus hidup flora dan fauna

Kerusakan lapisan ozon Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 2035 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan

Pajanan jangka pendek

1. Berkurangnya aktivitas harian akibat sakit 2. Jumlah absensi (pekerjaan ataupun sekolah) 3. Meningkatkan resiko atau memperberat gejala asma dan alergi 4. Gejala akut (batuk, sesak, infeksi saluran pernapasan) 5. Perawatan di rumah sakit, kunjungan ke Unit Gawat Darurat atau kunjungan rutin

dokter, akibat penyakit yang terkait dengan respirasi (pernapasan) dan kardiovaskular. 6. Perubahan fisiologis (seperti fungsi paru dan tekanan darah)

Pajanan jangka panjang

1. Kematian akibat penyakit respirasi/pernapasan dan kardiovaskular 2. Meningkatnya Insiden dan prevalensi penyakit paru kronik (asma, penyakit paru

osbtruktif kronis) 3. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin 4. Kanker

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx) dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan


Kata Kunci: agen pengoksidasi, Nitrogen dioksida, nitrogen oksida Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 09-07-2009

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx. Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung. Kadar NOx diudara daearh perkotaan yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang

kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-lain. Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Keberadaan NOx diudara dapat dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti daur reaksi fotolitik NO2 sebagai berikut : NO2 + sinar matahari O + O2 O3 + NO O3 (ozon) NO2 + O2 NO + O

Ada dua cara untuk menghindari pembakaran tidak sempurna, maka dilakukan 2 proses pembakaran yaitu : 1. Bahan bakar dibakar pada temperatur tinggi dengan sejumlah udara sesuai dengan persamaan stoikiometri, misalnya dengan 90 -95% udara. Pembakaran NO dibatasi tidak dengan adanya kelebihan udara. 2. Bahan bakar dibakar sempurna pada suhu relatif rendah dengan udara berlebih. Suhu rendah menghindarkan pembentukan NO. Kedua proses ini menurunkan pembentukan NO sampai 90%. NO2 pada manusia dapat meracuni paru-paru, kadar 100 ppm dapat menimbulkan kematian, 5 ppm setelah 5 menit menimbulkan sesak nafas.

Sumber dan Pola Paparan


Sumber utama NOx pada atmosfer adalah dari jalan lalu lintas. Ini bertanggung jawab untuk sekitar setengah dari total emisi yang ada di Eropa. Sumber utama lainnya adalah dari pembangkit tenaga listrik, pabrik pemanas, dan proses industri. Banyak NOx diemisikan sebagai NO, dimana teroksidasi menjadi NO2 oleh ozon atau oksidan lain. Meskipun kendraan bermotor didata untuk sekitar 50 % dari emisi NOx, proporsi lebih tinggi dikota. Di London, 74 % emisi NOx akibat dari lalulintas jalan. Strategi monitoring untuk NO2 diambil dari data pola ruang dan penyebaran populasi yang paling banyak didominasi oleh lalu lintas jalan. Karakteristik polutan yang dirancang pada program monitoring NO2 adalah :

Konsentrasi yang lebih besar ditentukan oleh emisi lalulintas jalan Ini adalah ruang yang homogen, polutan sekunder Rasio dari puncak untuk mengartikan konsentrasi secara statistik yang kuat dan berguna.

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx)

Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam , yakni gas nitrogen monoksida (NO) dan gas nitrogen dioksida (NO2). Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya coklat kemerahan. Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak berbahaya, kecuali jika gas NO berada dalam konsentrasi tinggi. Konsentrasi gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada system saraf yang mengakibatkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehinggga menjadi gas NO2. Udara yang telah tercemar oleh gas nitrogen oksida tidak hanya berbahaya bagi manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NOx pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi yang lebih tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun. Dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna sebagai temapat terbentuknya karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60% hingga 70%. Pencemaran udara oleh gas NOx dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates yang disingkat dengan PAN. Peroxi Acetil Nitrates ini menyebabkan iritasi pada mata yang menyebabkan mata terasa pedih dan berair. Campuran PAN bersama senyawa kimia lainnya yang ada di udara dapat menyebabkan terjadinya kabut foto kimia atau Photo Chemistry Smogyang sangat menggangu lingkungan.

Pengaruh bagi kesehatan


Nitrogen dioksida merupakan polutan udara yang dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2 secara kolektif mengacu kepada nitrogen oksida (NOx). Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang yang terkena asma. NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan resiko infeksi saluran

pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan, fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya tidaklah cukup. Untuk penyebaran yang akut, hanya konsentrasi yang sangat tinggi (>1880 Mg/m3, 1 ppm) mempengaruhi kesehatan orang ; bilamana, orang dengan asma atau penyakit paru-paru yang akut lebih rentan pada konsentrasi lebih rendah.

1. Dampak Pencemaran Udara dan Cara Mengatasi Pencemaran Udara 07:51 Susilo tri atmojo No commentsPencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologidi atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dantumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatanmanusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi ataupolusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampakpencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan.Menurut World Bank, dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir terdapat pertumbuhanjumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir berlipat-lipat jumlahnya.Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk,baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakardengan kualitas kurang baik (misal: kadar timbal/Pb yang tinggi) .World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadarpolutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Polusi udarayang terjadi sangat berpotensi menggangu kesehatan. Menurut perhitungan kasar dariWorld Bank tahun 1994 dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta, jika konsentrasipartikulat (PM) dapat diturunkan sesuai standar WHO, diperkirakan akan terjadipenurunan tiap tahunnya: 1400 kasus kematian bayi prematur; 2000 kasus rawat di RS,49.000 kunjungan ke gawat darurat; 600.000 serangan asma; 124.000 kasus

bronchitispada anak; 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan serta peningkatan efisiensi 7.6juta hari kerja yang hilang akibat penyakit saluran pernapasan suatu jumlah yangsangat signifikan dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Dari sisi ekonomipembiayaan kesehatan (health cost) akibat polusi udara di Jakarta diperkirakanmencapai hampir 220 juta dolar pada tahun 1999. 2. Sumber Polusi UdaraPencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemarsekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung darisumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemarudara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalahsubstansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaranudara sekunder.Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalamkonteks global dan hubungannya dengan [pemanasan global yg mempengaruhi;Kegiatan manusia Transportasi Industri Pembangkit listrik Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)Sumber alami Gunung berapi Rawa-rawa Kebakaran hutan Nitrifikasi dan denitrifikasi biologiSumber-sumber lain Transportasi amonia Kebocoran tangki klor Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah Uap pelarut organikPolutan yang berpengaruh terhadap kesehatan 3. Particulate Matter (PM). Penelitian epidemiologis pada manusia dan modelpada hewan menunjukan PM10 (termasuk di dalamnya partikulat yang berasaldari diesel/DEP) memiliki potensi besar merusak jaringan tubuh. Dataepidemiologis menunjukan peningkatan kematian serta eksaserbasi/seranganyang membutuhkan perawatan rumah sakit tidak hanya pada penderita penyakitparu (asma, penyakit paru obstruktif kronis, pneumonia), namun juga padapasien dengan penyakit kardiovaskular/jantung dan diabetes. Anak-anak danorang tua sangat

rentan terhadap pengaruh partikulat/polutan ini, sehingga padadaerah dengan kepadatan lalu lintas/polusi udara yang tinggi biasanyamorbiditas penyakit pernapasan (pada anak dan lanjut usia) dan penyakitjantung/kardiovaskular (pada lansia) meningkat signifikan. Penelitian lanjutanpada hewan menunjukan bahwa PM dapat memicu inflamasi paru dan sistemikserta menimbulkan kerusakan pada endotel pembuluh darah (vascularendothelial dysfunction) yang memicu proses atheroskelosis dan infarkmiokard/serangan jantung koroner. Pajanan lebih besar dalam jangka panjangjuga dapat memicu terbentuknya kanker (paru ataupun leukemia) dan kematianpada janin. Penelitian terbaru dengan follow up hampir 11 tahun menunjukanbahwa pajanan polutan (termasuk PM10) juga dapat mengurangi fungsi parubahkan pada populasi normal di mana belum terjadi gejala pernapasan yangmengganggu aktivitas.Ozon. Ozon merupakan oksidan fotokimia penting dalam trofosfer. Terbentukakibat reaksi fotokimia dengan bantuan polutan lain seperti NOx, dan Volatileorganic compounds. Pajanan jangka pendek/akut dapat menginduksiinflamasi/peradangan pada paru dan menggangu fungsi pertahanan paru dankardiovaskular. Pajanan jangka panjang dapat menginduksi terjadinya asma,bahkan fibrosis paru. Penelitian epidemiologis pada manusia menunjukanpajanan ozon yang tinggi dapat meningkatkan jumlah eksaserbasi/seranganasma.NOx dan SOx. NOx dan SOx merupakan co-pollutants yang juga cukup penting.Terbentuk salah satunya dari pembakaran yang kurang sempurna bahan bakarfosil. Penelitian epidemologi menunjukan pajanan NO2,SO2 dan COmeningkatkan kematian/mortalitas akibat penyakit kardio-pulmoner (jantung danparu) serta meningkatkan angka perawatan rumah sakit akibat penyakit-penyakittersebut.Karbon monoksidaOksida nitrogenOksida sulfurCFCHidrokarbonVolatile Organic CompoundsPartikulat 4. Dampak Polusi Bagi Manusia Dampak kesehatan. Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di

saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik. memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015. Dampak terhadap tanaman. Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis. Hujan asam pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam- logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan dan Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan Efek rumah kaca Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah: 1. Pencairan es di kutub 2. Perubahan iklim regional dan global 3. Perubahan siklus hidup flora dan fauna 5. Kerusakan lapisan ozon Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20- 35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC

yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.Pengaruh polusi udara terhadap kesehatan Pajanan jangka pendek 1. Berkurangnya aktivitas harian akibat sakit 2. Jumlah absensi (pekerjaan ataupun sekolah) 3. Meningkatkan resiko atau memperberat gejala asma dan alergi 4. Gejala akut (batuk, sesak, infeksi saluran pernapasan) 5. Perawatan di rumah sakit, kunjungan ke Unit Gawat Darurat atau kunjungan rutin dokter, akibat penyakit yang terkait dengan respirasi (pernapasan) dan kardiovaskular. 6. Perubahan fisiologis (seperti fungsi paru dan tekanan darah) Pajanan jangka panjang 1. Kematian akibat penyakit respirasi/pernapasan dan kardiovaskular 2. Meningkatnya Insiden dan prevalensi penyakit paru kronik (asma, penyakit paru osbtruktif kronis) 3. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin 4. KankerDampak Kesehatan LainnyaMengurangi Efektivitas kerja obat inhaler 6. Polusi udara, yang bisa membuat saluran napas penderita asma meradang dan membengkak, ternyata juga bisa mengurangi efektivitas kerja obat inhaler (obat semprot). Padahal, obat inhaler sangat penting karena lebih efektif dan efeknya lebih cepat dalam mengendalikan asma. Dalam laporan yang dimuat dalam jurnal kesehatan Chest, Dr Fernando Holguin dari university of Pittsburgh, Pennsylvania, AS, menemukan, polusi udara dengan level polutan, seperti ozone dan nitrogen dioksida yang tinggi, akan membuat inhaler bekerja kurang efektif. Holguin dan timnya melakukan penelitian terhadap 85 anak penderita asma berusia 712 tahun untuk mengetahui dampak polusi udara terhadap daya kerja inhaler. Seluruh responden tinggal di Mexico City, yang memiliki tingkat polusi udara tinggi. 53 anak dalam studi ini memiliki asma yang ringan, 20 anak asma yang persisten dan 12 menderita asma persisten skala menengah. Hasil studi ini semakin menjelaskan mengapa gejala asma cenderung terkait dengan kadar polusi udara yang tinggi. Meski demikian Holguin mengatakan masih diperlukan penelitian dalam skala yang lebih besar untuk menguatkan studi ini. Selain kualitas udara yang buruk, faktor

lingkungan yang menyebabkan asma antara lain adalah tungau debu rumah. Pada orang yang sensitif, kotoran tungau ini akan menyebabkan asma atau memicu alergi lain.Pencemaran Udara Ganggu Perkembangan janin Hasil studi di AS yang dipublikasikan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Komunitas sebagaimana dikutip situs BBC menyebutkan, tingginya paparan polusi dari asap kendaraan bermotor pada ibu pada awal dan akhir kehamilan bisa menyebabkan janin tidak tumbuh baik sehingga bayi lahir dengan berat badan rendah. Studi itu melibatkan 336.000 bayi baru lahir sebagai subyek penelitian di New Jersey tahun 1999-2003. Para peneliti dari University of Medicine and Dentistry di New Jersey memakai informasi akta kelahiran dan data rumah sakit. Mereka merekam data para ibu hamil, termasuk etnik, status pernikahan, pendidikan, perokok atau bukan, dan tempat tinggal saat bayi lahir. Para ilmuwan juga mengambil data Badan Perlindungan Lingkungan AS tentang polusi udara dari titik pemantauan dengan radius 10 km di seluruh penjuru New Jersey. Data itu untuk memantau paparan polusi udara terhadap para ibu pada trimester pertama kehamilan, dari rumah ke tempat kerja. Hasil studi itu menunjukkan, dibandingkan dengan ibu yang memiliki bayi berbobot tubuh lahir normal, para ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan sangat rendah ternyata berusia lebih muda, tingkat pendidikan rendah, etnik Afrika-Amerika, perokok, miskin, dan orang tua tunggal. Ada dua jenis polusi kendaraan bermotor yang berdampak pada pertumbuhan janin, yaitu partikel hitam dan nitrogen dioksida. Dua jenis polusi itu bisa masuk paru-paru dan mengganggu fungsi organ itu. 7. Pencemaran Udara Perberat Gangguan Pembuluh Darah dan Diabetes Sebuah penelitian terbaru menunjukkan hubungan kuat antara risiko terserang diabetes dan paparan asap knalpot, asap industri, dan jenis-jenis polusi udara partikulat halus. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan tingkat kualitas udara di bawah batas keselamatan Badan Perlindungan Lingkungan memiliki prevalensi diabetes lebih dari 20 persen lebih tinggi dari orang yang terkena polusi udara lebih sedikit. Brownstein dan rekan menghitung data gabungan Badan Lingkungkan Amerika terhadap

partikulat udara halus hasil polusi udara. Kemudian menghubungkannya dengan data dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan badan sensus Amerika tentang banyaknya orang yang menderita diabetes selama tahun 2004 dan 2005. Analisis tersebut menunjukkan hubungan yang kuat dan konsisten antara tingkat diabetes dan tingkat polusi udara. Walaupun temuan ini tidak membuktikan kaitan langsung polusi udara dengan epidemi diabetes, tetapi cukup menggambarkan peran faktor lingkungan lain dalam meningkatkan risiko diabetes selain fenomena lain yang sekarang sedang marak di dunia Barat, yakni obesitas. Bahkan, dalam penelitian pada hewan sebelumnya, peradangan kronis telah terbukti dapat meningkatkan resistensi insulin, yang mengarah ke diabetes. Bahan kimia dalam polusi udara telah dihubungkan dengan peradangan ini. Untuk itu, kesimpulan kami tentang hubungan ini mungkin lebih kuat terjadi pada orang gemuk. Sebab, banyak bahan kimia terakumulasi dalam lemak, tambah Brownstein Paparan polusi udara adalah faktor risiko penyakit kardiovaskuler, kata John Brownstein, PhD, dari Childrens Hospital Boston dan Harvard Medical School. Ini hanyalah satu bagian dari bukti bahwa dampak polusi kesehatan sungguh serius.Polusi Udara Sebabkan Mandul hingga Kanker ParuBerbagai zat pencemar yang beterbangan di udara akan sangat merugikan danberdampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungannya. Riset membuktikan,efek toksik pada timbel dapat mengganggu fungsi ginjal, saluran pencernaan, dansistem saraf. Kandungan timbel juga bisa memengaruhi tingkat kecerdasan atau IQ,terutama pada anak-anak, serta menurunkan fertilitas dan kualitas spermatozoa.Penelitian yang dilakukan Mabes Polri dan FKUI mengungkapkan besarnya pengaruhtimbel (Pb) dari emisi kendaraan bermotor terhadap kualitas air mani polisi lalu lintas diJakarta. Penelitian itu melibatkan 232 orang polisi lalu lintas yang bekerja di tepi jalanraya, dibandingkan 58 orang polisi lalu lintas yang bekerja di kantor.Hasil pengukuran timbel urine secara keseluruhan 266,5 ug Pb/l urine, lebih tinggi dariyang diperbolehkan, yakni 65 ug Pb/l urine. Temuan kualitas air mani jika dibandingkan

8. standar baku WHO derajat keasaman (pH) nilai lebih besar dari standar normal (8,4 vs7,2-7,8).Hasil penelitian yang dilakukan di Surabaya oleh UI dan organisasi lingkungan bahkanlebih mencengangkan. Dari penelitian yang melibatkan 94 orang ibu hamil itu diketahuikadar timbel dalam darah sebesar 42 Ug/dL, jauh melebihi ambang batas, yaitu 20Ug/dL. Demikian juga analisis terhadap air susu ibu, kadar timbel 54 Ug/dL, lebih dari10 kali lipat dari ambang batas yang diizinkan, yakni 0,5 Ug/dL.Penelitian di Universitas Brigham Young dan Universitas New York, yang melibatkandata kesehatan 50.000 penduduk urban sejak tahun 1982-1998, mengungkapkanbahwa mereka yang terpapar polusi udara jangka panjang (terutama jelaga industri danknalpot kendaraan) risikonya menderita kanker paru meningkat. Paparan polusi udaraini sama bahayanya dengan hidup bersama perokok dan terkena asapnya setiap hari.Anak-anak merupakan kelompok sensitif timbel karena mereka lebih peka dan lima kalilebih mudah menyerap timbel daripada orang dewasa. Menurut data DepartemenKesehatan, sekitar 42 sampai 48 persen anak di Jakarta menghirup timbel dari asapkendaraan umum dan mobil pribadi. Jadi, kini saatnya kita semua untuk peduli.Polusi Udara Bikin IQ Anak RendahTernyata polusi uadara juga diduga kuat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasananak. Ibu hamil yang sering menghirup udara yang tercemar beresiko tinggi melahirkanbayi yang memiliki tingkat IQ rendah.Penelitian yang dilakukan tim dari Columbia Centre for Childrens Environmental Healthmenunjukkan hal tersebut. Dalam risetnya para ahli meneliti 249 anak yang semasahamil ibunya tinggal di kota New York. Di bulan-bulan terakhir kehamilannya, para ibuhamil itu mengenakan tas monitor kualitas udara.Para responden tersebut mayoritas tinggal di daerah pinggiran yang miskin, di bagianutara Manhattan dan South Bronx. Mereka terpapar oleh berbagai polusi udara, sepertidari knalpot kendaraan dan alat buangan gas.Setelah anak-anak tersebut berusia 5 tahun dan mulai masuk sekolah, mereka dimintamengikuti tes IQ (intelligence quotient). Ternyata, anak yang saat hamil ibunya palingbanyak terpapar polusi memiliki nilai IQ 4-5 poin lebih rendah dibandingkan anak yangkurang terkena polusi. Polusi udara memiliki dampak buruk pada

perkembangan otakjanin. Namun, faktor lain juga perlu diperhatikan, yakni status ekonomi yang rendah.Kedua faktor itu mungkin bisa menjawab mengapa anak-anak tersebut memiliki tingkatkecerdasan lebih rendah.Kaitan antara polusi udara dan kesehatan bayi sudah sejak lama diteliti. Sebelumnyapenelitian menyebutkan ibu hamil yang tinggal di lingkungan udara tercemar beresikomelahirkan bayi dengan kelainan genetik, seperti berat badan rendah, ukuran kepala 9. lebih kecil, atau risiko kanker. Polusi udara menyebabkan keterlambatanperkembangan anak di usia 3 tahun dan timbulnya penyakit asma pada anak.Pemaparan polycyclic aromatic hydrocaarbons (senyawa aromatik) sangat berbahaya.Zat beracun ini bisa menembus plasenta dan berdampak buruk bagi janin. Selainberasal dari knalpot kendaraan, zat kimia industri merupakan sumber dari pencemaranudara yang berbahaya. Senyawa aromatik (benzena) merupakan salah satu penyebabkanker darah (leukimia). Orang yang terpapar dalam waktu 5-30 tahun bisa terkenapenyakit tersebut.Berbagai Upaya Pencegahan Pencemaran Polusi UdaraBerbagai upaya harus dilakukan oleh manusia untuk mengurang bahaya polusi udara.Diantaranya upaya tersebut adalah : Mengurangi jumlah mobil lalu lalang. Misalnya dengan jalan kaki, naik sepeda, kendaraan umum, atau naik satu kendaraan pribadi bersama teman-teman (car pooling). Selalu merawat mobil dengan seksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya tidak mengotori udara. Meminimalkan pemakaian AC. Pilihlah AC non-CFC dan hemat energi. Mematuhi batas kecepatan dan jangan membawa beban terlalu berat di mobil agar pemakaian bensin lebih efektif. Meminimalkan penggunaan bahan kimia.Menghiasi rumah dan lingkungan dengan tanaman asli. Kalau toilet menggunakan pengharum ruangan, pilih yang tidak mengandung aerosol. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, selokan dan laut. Menggunakan lebih banyak barang-barang yang terbuat dari kaca/keramik, bukan plastik atau styrofoam. Sebisa mungkin menghindari menggunakan barang/produk dengan kemasan kecil (sachet) karena akan menambah jumlah sampah. Membiasakan menggosok gigi dengan

menggunakan gelas, bukan menyalakan keran terus-menerus. Jangan siasiakan air bersih. Sebisa mungkin menggunakan lap atau sapu tangan untuk menggantikan tisu yang terbuat dari kertas. 10. Mengurangi belanja yang tidak perlu agar tidak menimbulkan sampah di kemudian hari. Membeli bensin yang bebas timbal (unleaded fuel). Memilih produk yang ramah lingkungan. Misalnya parfum non-CFC. Memakai plastik berulang kali. Sampah plastik sulit diurai dan kalau dibakar menimbulkan zat beracun. Tidak merokok. Memilah antara sampah basah dan sampah kering dan menyediakan tempat untuk keduanya. Memfotokopi secara bolak-balik atau memakai kertas yang sisinya masih kosong. Menghemat kertas berarti mengurangi penggundulan hutan. Bumi yang hijau dapat menyerap polusi lingkungan lebih baik. Menggunakan lampu dengan kapasitas yang tepat. Bila kita menggunakan kamar kecil, jangan lupa mematikan air setelah kita pakai. Ingat, semakin banyak air terbuang percuma berarti kita turut memboroskan sumber daya alam.Upaya Mengurang Polusi Di New York Kota New York mungkin lebih banyak dari Jakarta. Tetapi selain memiliki paru- paru kota berupa taman umum Central Park yang luasnya sekitar 3,4 juta m2 ini, banyak usaha lainnya yang telah dilakukan untuk mengurangi polusi udara di kota New York. Di antaranya adalah larangan merokok di dalam berbagai tempat umum seperti restoran, pub, gedung-gedung perkantoran, hotel, dan sebagainya. Keadaan cuaca dan letak geografis sebuah kota juga sangat menentukan. Kota New York yang karena letak geografisnya mengalami empat musim, memiliki musim dingin di mana udara dingin ketika musim gugur dan musim salju tiba menghalau kabut tebal polusi ini ke atas. Sedangkan di Jakarta yang tropis, asap polusi ini mengambang dan terus menumpuk di udara tidak jauh dari tanah, pemandangan yang saya lihat dari pesawat ketika akan mendarat. Pemerintah AS juga telah mengeluarkan Undang-undang Udara Bersih (Clean Air Act) pada tahun 1990iii. UU yang tebalnya 800 halaman ini sebenarnya telah dikeluarkan sejak tahun 1970, tapi banyak amandemen baru yang dimasukkan di UU tahun 1990. Dampak buruk polusi udara ini

sangat banyak. Satu di antaranya adalah hujan asam (acid rain). Amendemen tahun 1990 UU Udara Bersih AS menargetkan pengurangan emisi sulfur dioksida dan nitrogen dioksida sampai 50 persen. Hujan asam terbentuk ketika kedua senyawa kimia tersebut bereaksi dengan 11. oksigen, air, dan senyawa-senyawa lainnya di awan untuk membentuk solusi asam sulfur dan asam nitrik yang lemah. Sebenarnya senyawasenyawa kimia ini juga terdapat secara alami (letusan gunung merapi dan kebakaran hutan mengeluarkan sulfur dioksida), tetapi proses alami ini hanya menghasilkan sedikit hujan asam. Air hujan biasa memiliki tingkat keasaman pH sekitar 5.6, tetapi pH air hujan asam bisa serendah 4.3 (ingat jika memakai skala pH, senyawa yang memiliki pH 4 memiliki tingkat keasaman 10 kali lebih asam ketimbang yang memiliki pH 5). Mineralmineral seperti kalsium dan magnesium sebenarnya dapat menetralkan asam-asam di tanah. Tapi sejalan dengan waktu dan erosi, banyak tanah yang kandungan mineral-mineral pentingnya berkurang. Hujan asam dapat meningkatkan tingkat keasaman sungai dan danau yang mengakibatkan matinya ikan-ikan dan penghuni habitat kedua tempat tersebut. Hujan asam juga dapat merusak bangunan dan properti lainnya, menodainya menjadi hitam. Hal ini kentara jika kita melihat gedung-gedung di Jakarta yang bagian atasnya kehitam-hitaman. Hujan asam juga terbukti memberikan efek buruk kepada kesehatan. Udara yang terkena siraman hujan asam telah dihubungkan dengan problema pernapasan dan paruparu pada anak-anak dan orang-orang yang menderita asma.Car Free Day Turunkan polusi Jakarta Hasil pengukuran terakhir kualitas udara Jakarta pada Maret 2010 menunjukkan bahwa penurunan tingkat pencemaran udara terjadi secara signifikan. Pengukuran kualitas udara Jakarta untuk bulan ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Tingkat pencemaran udara dengan adanya program Car Free Day di Jakarta menurun secara signifikan. Hasil pengukuran terakhir menunjukkan, kadar debu di Jakarta berkurang sampai 40 persen, karbon (CO) berkurang sampai 63 persen, dan N0 berkurang sampai 71 persen. Itu menunjukkan bahwa program Car Free Day yang telah dijalankan di Jakarta selama ini berjalan efektif dan

telah memberikan dampak positif. Car Free Day akan terus digalakkan di seluruh wilayah Jakarta. Untuk mengevaluasi hasil program Car Free Day, secara rutin tiap bulan Pemprov DKI Jakarta melakukan pengukuran kualitas udara Jakarta. Di samping itu, tiap bulannya, Pemprov DKI menggelar pula Jakarta Great Clean dengan cara melakukan penutupan jalan-jalan atau kawasan-kawasan tertentu di Jakarta selama 6 jam, antara lain Sudirman-Thamrin, kawasan Kota Tua, Rasuna Said, Boulevard Artha Gading, dan Jalan Letjen Suprapto.

MATERIAL SAFETY DATA SHEET (MSDS) KALIUM KLORAT (KClO3)


REENZSTERN DECEMBER 18, 2012 LEAVE A COMMENT

1. PENDAHULUAN MSDS (Material Safety Data Sheet) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB), merupakan kumpulan data keselamatan dan petunjuk dalam penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya, Lembar data keselamatan bahan didesain sedemikian rupa, disusun secara ringkas, skematik dan dalam bahasa Indonesia agar mudah dimengerti dan dipahami. Pembuatan LDKB ini dimaksudkan sebagai informasi acuan bagi para pekerja dan supervisor yang menangani langsung dan mengelola bahan kimia berbahaya dalam industri maupun labolatorium kimia. Dengan informasi tersebut diharapkan seseorang akan mempunyai naluri untuk mencegah dan menghindari, serta mampu menanggulangi kecelakaan kimia yang terjadi (Tim Supervisi Dirjen Dikti.2007). Informasi dalam LDKB ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mendorong sikap kehati-hatian dalam menangani bahan kimia berbahaya. Dalam makalah ini akan diuraikan MSDS tentang senyawa Kalium Klorat (KClO3). 2. IDENTIFIKASI PRODUK Sinonim: garam Berthollet, Garam Tarter, asam klor, garam kalium, Potash klorat. CAS No : 3811-04-9 Berat Molekul : 122,55 Rumus Kimia : KClO3 Kode Produksi : JT Baker: 3024, 3028, Mallinckrodt: 6834 Kode Katalog : SLP2533, SLP1525 3. KOMPOSISI DAN INFORMASI PADA BAHAN INFORMASI BAHAN CAS NO PERSEN BAHAYA Kalium klorat 3811-04-9 90-100% ada 4. IDENTIFIKASI BAHAYA Bahaya! Oksidator kuat. Kontak dengan bahan lainnya dapat menyebabkan kebakaran. Dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Mungkin berbahaya jika tertelan. Dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit. Dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan dengan mual, muntah, dan diare. Dapat menyebabkan sianosis dengan kulit kebiruan. Kemungkinan menyebabkan kelainan darah. Target Organ: Darah, ginjal. Inhalasi: Menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Gejala dapat termasuk batuk, sesak napas. Dapat menyebabkan methemoglobinemia, sianosis, kejang, takikardi, dispnea, dan kematian. Ingesti : Dapat menyebabkan iritasi gastrointestinal dengan mual, muntah dan diare. Dapat menyebabkan

sakit perut, hemolisis, methemoglobinemia, sianosis, anuria, koma, kejang, dan kematian. Methemoglobinemia ditandai dengan pusing, mengantuk, sakit kepala, sesak napas, sianosis dengan kulit kebiruan, detak jantung cepat dan darah berwarna coklat-coklat. Dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Kematian mungkin terjadi dari gagal ginjal, umumnya dalam 4 hari gram Taksiran mematikan. Dosis 15-30. Kontak dengan kulit: Kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan mungkin luka bakar , terutama jika kulit basah atau lembab. Termasuk gejala kemerahan, gatal, dan nyeri. Kontak dengan mata: Dapat menyebabkan iritasi mata, kemerahan, dan nyeri. Pada mata menyebabkan luka bakar. Chronic Exposure: Kontak kulit berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan dermatitis. Dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. menelan berulang dalam jumlah kecil dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan. Gambar : Simbol Bahaya Kalium Klorat 5. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA Inhalasi: Hilangkan dengan udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Segera mendapatkan perhatian medis. Ingesti: Jika muntah segera mendapatkan perhatian dari petugas medis. Jangan pernah memberikan sesuatu melalui mulut kepada orang yang tidak sadar. Kontak dengan Kulit: Segera basuh kulit dengan banyak air selama minimal 15 menit. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sambil menghilangkan kontaminasinya. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Atau segera meminta pertolongan medis jika iritasi berkembang. Kontak dengan Mata: Segera basuh mata dengan banyak air selama minimal 15 menit, sesekali mengangkat kelopak mata ke atas ke bawah (dikedip-kedipkan). Mendapatkan perhatian medis segera jika berkelanjutan. 6. MENGHINDARI KECELAKAAN Tumpahan kecil : Gunakan alat yang sesuai untuk mengambil tumpahan padat dalam wadah pembuangan yang tertutup. Tumpahan besar : Oksidasi material. Korosif padat. Hentikan kebocoran jika tanpa risiko. Jangan sampai air di dalam wadah. Hindari kontak dengan bahan yg mudah terbakar (kayu, kertas, minyak, pakaian, dst). Keep substance damp using water spray. Jauhkan bahan bahan gas menggunakan semprotan air. Jangan sentuh material tumpah. Gunakan semprotan air untuk mengurangi uap. Mencegah masuk ke selokan, ruang bawah tanah atau wilayah terbatas; tanggul jika diperlukan.

Meminta bantuan dengan segera. Media Pemadam: Dalam kasus kebakaran, gunakan air, kimia kering, busa kimia, atau busa tahan alkohol. Gunakan cara apapun yang cocok untuk memadamkan kebakaran sekitarnya. Semprotan air dapat digunakan untuk menjaga api kontainer terkena dingin. Prosedur Khusus Pemadam Kebakaran: Substansi tidak mudah terbakar, tetapi adalah oksidator kuat, panas reaksinya dapat dikurangi dengan mengurangi agen atau material yang mudah terbakar. Ketika dipanaskan, ia melepaskan oksigen yang meningkatkan pembakaran. Bahaya Api dan Ledakan: Kontak dengan zat yang mudah teroksidasi dapat menyebabkan kebakaran besar. Meledak dengan asam sulfat. Menyebabkan terbakar disertai ledakan jika kontak dengan zat organik, belerang, fosfor, sulfit, hipofosfit dan zat oxidizable lainnya. Wadah yang bersegel dapat pecah saat dipanaskan. Sensitif terhadap pengaruh mekanik. 7. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN Produk harus digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip industri yang baik untuk penanganan dan penyimpanan bahan kimia berbahaya. Cuci bersih peralatan setelah penanganan produk tersebut. Lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan cuci sebelum digunakan kembali. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Hindari kontak dengan api, panas, percikan. Hindari kontak dengan pakaian dan bahan mudah terbakar lainnya. Hindari jangan sampai tertelan dan dihirup. Gunakan ventilasi yang memadai. Melindungi bahan tersebut dari kerusakan fisik dan menjaga agar tidak lembab. Jauhkan dari sumber panas atau pengapian. Hindari penyimpanan di lantai kayu. Pisahkan dari bahan yang mudah terbakar, bahan organik atau bahan mudah teroksidasi lainnya. Wadah bahan ini mungkin berbahaya ketika kosong karena ada kemungkinan zat ini meninggalkan residu (debu, padat). Perhatikan semua peringatan dan tindakan pencegahan yang terdaftar dalam produk. Penyimpanan : Bahan Korosif harus disimpan dalam lemari penyimpanan keselamatan atau ruangan yang terpisah. Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk, kering, berventilasi. 8. PERLINDUNGAN DIRI Teknik pengontrolan: Menggunakan ventilasi pembuangan lokal (local exhaust ventilation), atau teknik pengontrolan lain untuk menjaga kadar udara di bawah yang direkomendasikan batas eksposur. Jika operasi pengguna menghasilkan asap atau kabut, gunakan ventilasi, debu untuk menjaga paparan kontaminan udara di bawah batas pemaparan. Perlindungan Pribadi: Kacamata splash (goggle), mantel laboratorium. Penguapan dan respirator debu. Pastikan untuk menggunakan respirator bersertifikat / yang disetujui atau setara. Sarung tangan. Respirator: Dalam hal ini perlu ventilasi yang cukup, untuk bekerja jangka pendek, perlindungan debu yang sesuai dengan standar yang direkomendasikan. Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung. Pelindung mata:

Gunakan pelindung mata jika mungkin kontak dengan mata. Perlindungan lainnya: Pakailah alat pelindung diri sesuai dengan jumlah material yang ditangani. Praktek kerja higienis: Perlindungan kulit: pakailah krim penghalang untuk tangan dan kulit yang terkena. Secara teratur vakum debu untuk meminimalkan potensi paparan udara. Perlindungan pribadi pada kasus tumpahan besar: Kacamata splash (goggle). Penguapan dan respirator debu. Sepatu boot. Sarung tangan. Sebuah alat pernafasan mandiri yang harus digunakan untuk menghindari inhalasi produk. Disarankan tidak cukup hanya menggunakan pakaian pelindung; berkonsultasi dengan spesialis sebelum penanganan produk ini. 9. SIFAT-SIFAT KIMIA DAN FISIKA Keadaan fisik atau penampilan: padat berupa kristal atau bubuk (serbuk) Warna: Putih Bau / Rasanya: Tanpa bau Berat Molekul: 122,55 g / mol Kelarutan: Larut dalam aseton , cairan ammonia, air. Nilai Kelarutan: 7.19 g/100 ml (20 C) 57 g/100 ml (100 C) Berat jenis cairan: 2,34 g/cm3(Air = 1 g/cm3) Titik Leleh : 368 C (694F) Titik didih: 400 C (752F) Struktur Kristal: monoklinik Kelarutan dalam air 7.19 g/100 ml (20 C) 57 g/100 mL (100 C) % Volatiles pada 21 C (70F): 0 10. STABILITAS DAN REAKTIVITAS Stabil di bawah suhu dan tekanan normal. Bahaya pembusukan produk: Klorin, oksigen, oksida kalium Hindari kondisi: Bahan yang tidak kompatibel seperti ammonia, bahan mudah terbakar, serbuk logam halus, alkohol, asam kuat, sulfur dan senyawa logam-belerang, gula, dan senyawa logamfosfor. 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI Rute masuk: kontak dermal. Kontak dengan mata. Inhalasi.ingesti. Toksisitas untuk Hewan: toksisitas akut oral (LD50): 1870 mg / kg [Tikus]. Human LD 50: 429 mg/kg. Kronis efek pada manusia: substansi adalah racun bagi darah, ginjal, paru-paru, sistem saraf, hati, selaput lendir. Efek beracun lainnya pada Manusia: Sangat berbahaya dalam kasus kontak dengan kulit (korosif, iritan), tertelan, (Permeator) 12. INFORMASI EKOLOGI Berbahaya bagi lingkungan. Beracun bagi organisme akuatik, dapat menyebabkan efek samping jangka panjang di lingkungan akuatik.

13. INFORMASI REGULASI LAINNYA HMIS (U.S.A.): Bahaya kesehatan: 3 Bahaya kebakaran: 0 Reaktivitas: 0 Asosiasi Proteksi Kebakaran Nasional (U.S.A.): Kesehatan : 3 Mudah terbakar: 0 Reaktivitas : 0 14. INFORMASI TRANSPORTASI Domestic (Land, DOT) Nama Pengiriman: Potasium klorat Kelas Bahaya: 5.1 UN / NA: UN1485 Packing Group: II Informasi yang dilaporkan untuk produk / ukuran: 12kg Internasional (Air, IMO) Peraturan DOT dapat berubah dari waktu ke waktu. Yang termasuk pilihan pengiriman untuk produk : DAFTAR PUSTAKA http://en.wikipedia.org/wiki/Potassium_chlorate diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 23.40 WIB http://ms.wikipedia.org/wiki/Kalium diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 22.39 WIB http://www.chem-is-try.org/artikel kimia/kimia material/sifat dan kegunaan potasium klorat/ diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 22.38 http://www.jmloveridge.com/cosh/Potassium%20Chlorate.pdf diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 00.05 WIB http://www.jtbaker.com/msds/englishhtml/p5620.htm diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 23.24 WIB http://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927704 diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 23.46 WIB http://www.youtube.com/watch?v=nN8xD_bv2aQ diakses pada hari Kamis, 9 Desember 2010 pukul 23.36 WIB
Share this: