P. 1
KDM: Konsep kematian

KDM: Konsep kematian

4.0

|Views: 6,076|Likes:
Dipublikasikan oleh Ruslan Muchtar
Secara etimologi death berasal dari kata deeth atau deth yang berarti keadaan mati atau kematian. Sedangkan secara defenitif, kematian adalah terhentinya fungsi jantung dan paru-paru secara menetap, atau terhentinya kerja otak secara permanen. Ini dapat dilihat dari tiga sudut pandang tentang defenisi kematian,yakni, kematian jaringan;kematian otak,yakni kerusakan otak yang tidak dapat pulih; dan kematian klinik, yakni kematian orang tersebut
Secara etimologi death berasal dari kata deeth atau deth yang berarti keadaan mati atau kematian. Sedangkan secara defenitif, kematian adalah terhentinya fungsi jantung dan paru-paru secara menetap, atau terhentinya kerja otak secara permanen. Ini dapat dilihat dari tiga sudut pandang tentang defenisi kematian,yakni, kematian jaringan;kematian otak,yakni kerusakan otak yang tidak dapat pulih; dan kematian klinik, yakni kematian orang tersebut

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Ruslan Muchtar on May 18, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2014

pdf

text

Konsep kematian

Disusun oleh;  Arwin bahar  Nasrum fadli  Muh. Nursyam  A. Akbar ismail  Ita amalia mustari  Eva emilia mustari  Elvis saputra santiago  Marwah
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Konsep kematian
pengertian kematian Secara etimologi death berasal dari kata deeth atau deth yang berarti keadaan mati atau kematian. Sedangkan secara defenitif, kematian adalah terhentinya fungsi jantung dan paru-paru secara menetap, atau terhentinya kerja otak secara permanen. Ini dapat dilihat dari tiga sudut pandang tentang defenisi kematian,yakni, kematian jaringan;kematian otak,yakni kerusakan otak yang tidak dapat pulih; dan kematian klinik, yakni kematian orang tersebut.
A.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next

Pandangan tentang kematian seiring waktu, pandangn masyarakat tentang kematian telah mengalami perubahan. Dahulu kematian cenderung dianggap sebagai hal yang menakutkan dan tabu. Kini,kematian telah dipandang sebagai hal yang wajar dan merupakan proses normal kehidupan
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Pandangan masyarakat tentang kematian

Dulu Tragis dan memilukan Tabu untuk dibicarakan Menimbulkan sindrom kesedihan dan ketakutan Selamanya tidak disukai Anak-anak tidak perlu mengetahui Timbul karena perilaku buruk, pertengkaran, pembalasan, dan hukuman

sekarang Menjadi hal yang patut di bicarakan Merupakan proses alami kehidupan Tidak menakutkan lebih rasional dan bijak dalam menghadapinya Merupakan proses yang progresif Sesuatu yang harus dihadapi

  

 

 

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Tanda-tanda kematian
Mendekati kematian a. penurunan tonus otot  Gerakan ekstermitas berangsur-angsur menghilan,khususnya pada kaki dan ujung kaki.  Sulit berbicara  Tubuh semakin lemah  Aktivitas saluran pencernaan menurun sehingga perut membuncit  Otot rahang dan muka mengendur  Rahang bawah cenderung turun  Sulit menelan, refleks gerakan menurun  Mata sedikit terbuka
1.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

next
b.Sirkulasi melemah  suhu tubuh pasien tinggi, tetapi kaki, tangan, dan ujung hidung terasa dingin dan lembap  Kulit ekstremitas dan ujung hidung tampak kebiruan,kelabu ,atau pucat  Nadi mulai tidak teratur,lemah dan cepat  Peredaran darah perifer terhenti c.Kegagalan fungsi sensorik  Sensasi nyeri menurun atau hilang  Pandangan mata kabur/berkabut  Kemampuan indera berangsur-ansur menurun  Sensasi panas ,lapar,dingin,dan tajam menurun d.Penurunan/kegagalan fungsi pernapasan  Mengorok(death rattle)/bunyi nafas terdengar kasar  Pernapasan tidak teratur dan berlangsung melalui mulut  Pernapasan cheyne stokes
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next
1. b. c. d.

e.

f.

Saat kematian. Fase ini ditandai dengan : Terhentinya pernapasan ,nadi, tekanan darah, dan fungsi otak (tidak berfungsinya paru,jantung dan otak) Hilangnya respon terhadap stimulus eksternal. Hilangnya kontrol atas sfingter kandung kemih dan rektum (inkontinensia ) akibat peredaran darah yang terhambat ; kaki dan ujung hidung menjadi dingin. Hilangnya kemampuan pancaindera; hanya indera pendengaran yang paling lama berfungsi ( Stevens,dkk 2000) Adanya garis datar pada mesin elektroensefalografi menunjukkan terhentinya aktifitas listrik otak untuk penilaian pasti suatu kematian.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

next
3. Setelah kematian. Fase ini ditandai dengan : a. Rigor mortis (kaku). Tubuh menjadi kaku 2-4 jam setelah kematian. b. Algor mortis (dingin). Suhu tubuh perlahan-lahan turun. c. Livor mortis (post-mortem decomposition). Perubahan warna kulit pada daerah yang tertekan;jaringan melunak dan bakteri sangat banyak.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Respon menjelang kematian

2.

3.

4.

respon psikologis yang mungkin muncul pada klien menjelang ajal adalah ansietas(kematian). Respon tersebut antara lain; Kekhawatiran tentang dampak kematian pada diri orang terdekat Ketidak berdayaan terhadap isu yang berhubungan dengan kematian Perasaan takut kehilangan kemampuan fisik dan/mental apabila meninggal.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

next
1. 2. 3. 4.

5.

Kepedihan yang diantisipasi yang berhubungan dengan kematian Kesedihan yang mendalam Perasaan takut dalam menjalani proses menjelang ajal Kekhawatiran tentang bebang kerja pemberi asuhan akibat sakit terminal dan ketidakmampuan diri Kekhawatiran tenteng pertemuan dengan sang pencipta atau perasaan ragu tentang keberadaan tuhan atau sang penguasa
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Lanjut……,,,,,,,
1. 2.

3. 4.

Kehilangan kontrol total terhadap aspek kematian seseorang atau dirinya Gambaran negatif tentang kematian atau pikiran tidak menyenangkan tentang kejadian yang berhubungan dengan kematian atau proses menjelang ajal Ketakutan terhadap kematian yang ditunda Ketakutan terhadap kematian dini karena hal itu mencegah upaya pencapaian tujuan hidup yang penting.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Proses keperawatan
A.Pengkajian pada kasus ini perawat mengkaji seluruh data, Baik subjektif maupun objektif,yang berhubungan dengan proses menjelang ajal dan kematian. Ini bisa dipelajari dari tanda-tanda yang muncul dari proses tersebut sesui=ai dengan tahapnya. Pengkajian dilakukan secara cermat dengan mengamati tandatanda klinis klien.antara lain; 1.menjelan kematian. fase ini ditandai dengan; a.perubahan tanda-tanda vital; nadi melemah dan melambat; penurunan tekanan darah; perasaan ireguler dan tersengal-sengal melalui mulut b.sirkulasi melemah; sensasi berkurang; kulit teraba dingin pada akral,ujung hidung,dan telinga. c.tonus otot menghilang; relaksasi otot wajah; kesulitan bicara; gangguan menelan dan perlahan-lahan refleks muntah menghilan; penurunan aktivitas sistem pencernaan; penurunan refleks motorik.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Masih ada lanjutannya………..
d.kegagalan sensorik; pandangan kabur;kegalan fungsi indera perasa dan pencemaran. e.tingkat kesadaran.tingkat kesadaran klien bisanya berpariasi, dari sadar,mengantuk,stupor,hinga koma

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next…
2. mendekati kematian. Pada tahap ini, manifestasi klinis yang bisa diamati pada klien meliputi: a.pupil berdilatasi b.refleks menghilang c.frekuensi nadi meningkat, kemudian menurun d.pernapasan cheyne stokes e.tidak bisa bergerak f.klien mengorok atau bunyi nafas yang kasar g.tekanan darah menurun.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Berikutnya………..
3.kematian.pada tahap ini, manifestasi 3.kematian klinis yang dapat diamati pada klien antara lain; a.pernapasan, nadi, dan tekanan darah berhenti b.hilangnya respon terhadap stimulus eksternal c.pergerakan otot sudah tidak ada d.pada ensefalogram datar (garis otak) berarti aktifitas listrik otak terhenti.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

next
B. Penetapan diagnosis serangkaian diagnosis untuk memenuhi kebutuhan psikologis maupun psikososial dapat diterapkan pada klien yang mendekati kematian, bergantung pada hasil pengkajiannya. Beberapa diagnosis yang mungkin sesuai untuk klien tersebut adalah ketakutan, keputusasaan, dan ketidakberdayaan. Diagnosis lain yang dapat menteryai diagnosis tersebut antara lain gangguan proses keluarga dan ketegangan peran pemberi asuhan.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Diagnosanya sebagai berikut;
1.Ketakutan yang berhubungan dengan:  pengaruh dini atau jangka panjang yang dirasakan akibat (kehilangan fungsi tubuh atau anggota tubuh; penyakit terminal; disabilitas jangka panjang; gangguan kognitif)  Hilangnya kontrol dan hasil akhir yang tidak diperkirakan, sekunder akibat (hospitalisasi;prosedur pembedahan dan hasil akhirnya;lingkungan yang baru; kehilangan orang yang dicintai; perceraian; kegagalan)  Perpisahan dari orang tua dan teman sebayanya.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next…
Ketakutan terkait-usia (gelap, orang asing, hantu, monster, binatang)  Ketidak pastian tentang (penampilan, dukungan teman,pernikahan, kehamilan, pekerjaan) 2.Keputusasaan yang berhubungan dengan:  Kondisi fisik yang kian menurun  Gangguan kemampuan fungsional(berjalan, eliminasi, makan)  Pengobatan yang berlangsung lama (mis; kemoterapi, radiasi) yang dapat menyebabkan nyeri, mual, ketidaknyamanan)

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Berikut…..!!!
 

Pengobatan yang lama namun tanpa hasil Ketidak mampuan mencapai tujuan dalam hidup (pernikahan, pendidikan, anakanak) Kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat dicintai(pasangan, anak, teman) Gangguan fungsi tubuh atau kehilangan aggota tubuh Hambatan dalam hubungan (perpisahan, perceraian) Kehilangan pekerjaan.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Perencanaan dan implementasi
tujuan utama asuhan keperawatan untuk klien yang mendekati kematian adalah mempertahankan kenyamanan fisiologis dan psikologis serta mencapai kematian yang damai dan bermartabat, termasuk mempertahankan kontrol personal dan menerima kondisi kesehatan yang terus menurun.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next…
Indikator untuk diagnosis ketakutan.  Memperlihatkan penurunan respon viseral(nadi, pernapasan)  Membdakan antara kenyataan dan khayalan  Menjelaskam pola koping efektif dan tak efektif  Mengidentifikasi respon kopingnya sendiri
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Lanjut…
Intervensi umum  Kaji faktor penyebeb(limgkungan yang asing, perubahan gaya hidup, perubahan biologis dan psikologis, ancaman pada harga diri, dll)  Kurangi atau hilangkan faktor penyebab (berbeda untuk masing-masing faktor)  Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya (tidak berdaya, marah)  Beri masukan tentang perasaan yang diungkapkan klien.  Dorong klien untuk mengungkapkan masalahnya kepada orang lain  Dorong klien untuk menghadapi ketakutannya  Hindarkan suasana yang tidak mengancam secara emosional

www.ruslanpinrang.blogspot.com

Saat intensitas ketakutan telah menurun

 

Jelaskan isyarat perilaku yang mengindikasikan meningkatnya ketakutan(mis; “wajah anda memerah dan tangan anda mengepal saat kita membahas nasalah kepulangan anda”). Ajarkan cara meningkatkan kontrol Identifikasi aktifitas yang dapat menyalurkan energi emosional klien guna mengurangi intensitas ketakutan Sarankan atau ajarkan beberapa metode yang dapat meningkatkan kenyamanan atau relaksasi(membaca, mendengarkan musik, tekhnik nafas dalam, dll) Lakukan penyuluhan kesehatan sesuai indikasi.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Berikut…
Indikator untuk dignosis keputusasaan  Menyampaikan penderitaan yang dialami secara terbuka dan konstruktif kepada orang lain  Mengenang dan mengulas kehidupannya secara positif  Mempertimbangkan nilai-nilai dan makna hidupnya  Mengungkapkan perasaan optmis tentang kehidupan saat ini.  Membina, mengingatkan, dan mempertahankan hubungan yang positif dengan orang lain.  Berpartipasi dalam peran yang bermakna  Mengekspresikan keyakinan spiritual.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Intervensi umum
 

Bantu klien mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaannya. Dengarkan klien dengan seksama dan perlakukan ia sebagai seorang individu. Tunjukkan sikap empati agar klien bersedia mengutarakan keraguan, ketakutan, dan kekhawatirannya. Dorong klien untuk menceritakan bagaimana harapan menjadi ketidak pastian dalam hidupnya dan saat-saat ketika harapan telah mengecewakannya. Bantu klien mengidentifikasi hal-hal yang menyenangkan dan hal-hal yang mereka anggap sebagai humor.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Next…

Bantu klien memahami bahwa ia pribadi mampu mengatasi aspek keputusasaan dalam hidupnya engan memisahkan aspek tersebut dari aspek penuh harapan. Bantu ia membedakan hal yang mungkin dan mustahil. Bantu klien mengidentifikasi alasan mereka untuk hidup yang kemudian memberi makna dan tujuan pada hidup mereka. Tekankan keberhasilan pencapaian dimasa lalu dan gunakan imformasi ini untuk merancang tujuan baru bersama klien. Bantu klien mengidentifikasi sumber-sumber harapan (mis; hubungan, keyakinan, tugas yang harus dituntaskan)
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Lanjut…
 

Bantu klien dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Hargai klien sebagai pengambil keputusan yang kompeten; hargai keinginan dan keputusan yang diambil klien. Bantu klien beralih dari permasalahan yang mustahil dipecahkan dan mulai berfokus pada masalah yang realistis dan mungkin dipecahkan. Ajarkan klien untuk “berharap menjadi” manusia terbaik hari ini dan untuk menghargai setiap waktu yang ada.
www.ruslanpinrang.blogspot.com

Lanjut……………!

Libatkan keluarga dan orang terdekat klien dalam rencana perawatan; ajarkan pada mereka peranperan yang harus dijalani untuk menumbuhkan harapan klien melalui hubungan yang positif dan saling mendukung. Dorong klien untuk berbagi rasa dengan individu lain yang memiliki masalah atau menderita penyakit yang sama serta memiliki pengalaman yang positif dalam menghadapi kondisi tersebut Hargai dan dukung harapan klien terhadap tuhan dan bantu ia mengekspresikan keyakinan spiritualnya.

www.ruslanpinrang.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->