Anda di halaman 1dari 46

GANGGUAN MENTAL ORGANIK

KULIAH PAKAR BLOK SYARAF & PERILAKU

DELIRIUM
Pengertian: Delirium adalah sindrom yg ditandai dg kesadaran berkabut, hendaya kognitif menyeluruh (atensi, konsentrasi, orientasi & memori); ggn mood, persepsi dan perilaku. Padanan: Acute brain sy/. Metab.encephalopathy, Toxic psychosis, Acute brain failure Onset: tiba-2 (bbrp jam atau hari), perjalanannya singkat, hilang timbul dan cepat membaik bila penyebabnya ditemukan & diatasi. Kausa : tidak spesifik , baik intra-kranial maupun ekstra-kranial.

DELIRIUM (2)
Berbagai kondisi klinik delirium: Delirium karena kondisi medik umum Delirium karena intoksikasi zat psiko aktif Delirium akibat putus zat psiko aktif Delirium akibat kausa majemuk/campuran. Gambaran klinik: - Keadaan jaga abnormal (hiper/hipoaktif) - Gangguan orientasi (waktu, tempat & personal) - Pembicaraan abnormal (inkoherensi) - Gangguan persepsi (halusinasi visual/auditori) - Perubahan mood (marah, takut, sedih, apati, euforia)

DELIRIUM (3)
Diagnosis Banding: Demensia Skizofrenia atau depresi Penatalaksanaan: Tujuan utama mengobati kausa penyakit Farmako terapi: Dua gejala utama pd delirium yg memerlukan terapi adalah Psikosis & insomnia, yaitu Haloperidol 2-10 mg injeksi. CPZ dihindari utk pasien delirium karena efek antikolinergik. Utk insomnia dapat digunakan Hydroxyzine atau Benzodiazepine waktu paruh pendek.

DEMENSIA
Pengertian: Demensia adalah sindrom dg mundurnya fs kognitif ganda terutama hendaya daya ingat, tanpa hendaya kesadaran. Fs kognitif meliputi intelegensi umum, belajar & memori, bicara, memecahkan masalah, orientasi, persepsi, atensi, konsentrasi, daya nilai & kemampuan sosial. Kausa : 75% karena Alzheimer & vaskular; sisanya karena peny: Piks, Creutzfeldt Jakob, Huntington, Parkinson, HIV dan trauma kepala. Onset: mulai usia 50-60 th. Usia harapan hidup utk pasien demensia Alzheimer 1-20 th (rata2 8 th). 10-15% pasien dg demensia mengalami pemulihan (reversibel) bila terapi dilakukan saat diketahuinya tanda2 demensia.

DEMENSIA (2)
Klasifikasi: Demensia Alzheimer; adanya hendaya memori dan dikaitkan dg adanya sedikitnya satu dr gejala lain penurunan fs kognitif (afasia, apraksia, agnosia, atau fs eksikutif abnormal). Menurunnya secara bertahap fs sosial & pekerjaan. Onset usia sebelum 65 th (onset awal), atau sesudah 65 th (onset lambat).

Demensia vaskular; gejala umum sama dg Alzheimer, tapi memerlukan bukti pemeriksaan klinik maupun lab yg mendukung vaskular sbg penyebabnya.
Demensia akibat kondisi medik umum; ada 6 peny. klp ini: HIV, trauma kepala, Parkinson, Huntington, Pick, dan Creutzfeldt Jakob. Demensia menetap akibat zat; seperti alkohol, obat obat sedatif, hipnotik, anxiolitik dan inhalant.

DEMENSIA(3)
Gambaran Klinik: - Tahap awal pasien menunjukan kelelahan, kesulitan mempertahankan kinerja mental, cenderung gagal melaksanakan tugas yang bersifat pemecahan masalah, ketidakmampuan ini bertambah parah. Sehingga pasien memerlu kan pengawasan ketat & bantuan tugas harian. - Kemunduran utama termasuk orientasi, memori, persepsi, fs intelektual & logika. - Perubahan perilaku dan afektif, spt kehilangan kontrol impuls dan labilitas emosi

DEMENSIA (4)
Memori : - Hendaya memori gb-an awal & utama, khususnya mencakup korteks, spt Alzheimer, mula2 ringan & kejadian yg baru, spt: pembicaraan, kejadian hari ini, no.telepon. - Progresivitas makin buruk, hanya informasi awal yg masih tersisa spt tempat lahir. Orientasi: - Karena memori ptg utk orientasi (orang, tempat & waktu) shg mengalami hendaya pula, spt pasien lupa kembali ke kamarnya dr kamar mandi. - Walau terganggu orientasi, tingkat kesadaran tak terganggu. Perubahan bahasa: - Proses demensia pd korteks memengaruhi kemampuan bicara spt afasia. Kesulitan bersifat samar, tidak cermat, stereotip, sirkumstansial, pasien juga sulit menyebut nama objek .

DEMENSIA (5)
Perubahan kepribadian: - Karakter yg sudah ada jadi menguat pd demensia. - Pasien demensia bisa juga jadi introvert dan kurang peduli dg orang lain. - Pasien dg ggn pd frontal & temporal menjadi iritabel & eksplosif Halusinasi & delusi: - Sekitar 20-30% pasien demensia mengalami halusinasi dan 30-40% mempunyai delusi terutama paranoid atau tuduhan dan bersifat tidak sistematis - Agresifitas bersifat fisik & bentuk kekerasan lain juga dialami pd pasien demensia

DEMENSIA (6)
Penatalaksanaan: - Bbrp kasus demensia msh bisa diterapi krn jaringan otak yg disfungsi masih memiliki kapasitas untuk pemulihan bila diobati dg tepat, terutama bila penyebabnya bisa diobati. - Farmakoterapi utk gejala spesifik,spt perilaku agresif. Terapi lain meliputi nutrisi yg baik, latihan fisik yg sesuai, rekreasi dan terapi aktifitas. Perhatian terhadap masalah penglihatan, pendengaran dan terapi yg terkait kondisi medik spt infeksi sal.kencing, infeksi kulit, disfungsi kardiopuloner. - Perhatikan faktor risiko cerebrovaskular (hipertensi, DM, obesitas, hiperlipidemi, peny.jantung dan ketergantungan alkohol); pasien yang merokok disarankan berhenti.

GANGGUAN SUASANA PERASAAN


DEPRESI
Keluhan Utama: Awalnya satu/lebih dg gejala fisik (fatigue,nyeri), selanjutnya muncul depresi atau kehilangan minat. Iritabilitas kadang menyertai gejala. Bbrp kelompok berada pd risiko tinggi (spt mereka yg baru melahirkan, mengalami stroke, penyakit Parkinson, atau multiple sclerosis). Gb. Diagnosis: Suasana perasaan yg murung atau sedih. Hilangnya minat atau hal hal yang menyenangkan. Perasaan cepat lelah atau tidak bertenaga Gejala penyerta: + ggn tidur (insomnia) + low self esteem/confident + ggn makan (anoreksia) + guilty feeling + ggn fungsi seksual + lack of memory/concentration + retardasi/agitasi psikomotor + suicide ideas

DEPRESI (2)
Diagnosis Banding: - Ggn Psikosis; bila disertai gejala halusinasi atau delusi, pertimbangkan manajemen psikosis. - Ggn Bipolar; bila ada riwayat episode manik. - Ggn penggunaan alkohol. - Beberapa obat dpt menimbulkan gejala depresi. Penatalaksanaan: Informasi penting utk pasien & keluarga: - Depresi adalah penyakit biasa & dpt diobati - Depresi bukanlah kelemahan atau kemalasan, sebenarnya pasien mencoba utk mengatasi problemnya, tapi dia tidak memiliki cara yg efektif.

DEPRESI (3)
Penatalaksanaan: Konseling utk pasien & keluarga: - Tanyakan sekitar risiko bunuh diri (fikiran tentang mati, rencana suicide, riwayat suicide, upaya preventif, supervisi ketat, indikasi rawat) - Rencana jangka pendek spt kegiatan yg bersifat menghibur pasien atau menaikan rasa percaya diri. - Mendorong pasien menahan rasa pesimis & kritik diri, mencegah ide ide pesimistik (bercerai,keluar dr pekerjaan), mencegah pikiran negatif & salah. - Catat problem kehidupan atau stres sosial yg sedang dialami. Fokus pd langkah kecil & khas dalam upaya pasien mengurangi atau mengatasi dg lebih baik problem ini. Hindari keputusan atau perubahan yg besar dalam kehidupan pasien - Bila ada keluhan fisik; jelaskan hubungan keluhan tsb dengan suasana perasaan

DEPRESI (4)
Penatalaksanaan: Medikasi: - Pemberian anti depresan bila gejala sedih & hilang minat sudah lebih 2 mgg; ditambah minimal 4 gejala penyerta. Utk kasus berat pengobatan pd kunjungan awal. Pd kasus sedang pengobatan setelah upaya konseling tidak menolong. Pilihan medikasi: - Bila terapi sebelumnya cukup efektif, obat dapat diulangi lagi - Utk pasen lansia/penyakit fisik hindari obat yg berefek samping antikolinergik atau cardiovaskular. - Bila pasien ada gejala cemas atau sulit tidur dapat digunakan obat dengan efek yg lebih sedatif. - Ciptakan dosis efektif. Amitriptilin dimulai dgn 25-50 mg tiap malam dan dinaikan sampai 100-150 mg utk 10 hari, kecuali psn lansia.

DEPRESI (5)
Penatalaksanaan: Medikasi: - Jelaskan pd pasien bahwa obat harus diminum tiap hari, bahwa perbaikan baru dirasakan setelah minum obat selama 2-3 pekan, dan bhw efek samping ringan dpt dialami setelah 7-10 hari. Lanjutkan terapi sesudah 3 bln respon dirasakan. Konsultasi ke spesialis: - Pertimbangkan konsul bila pasien menunjukan : + Risiko bunuh diri & membahayakan orang lain cukup bermakna + Gejala gejala psikotik + Gejala depresi menetap setelah diberi obat seperti diatas. - Perlu psikoterapi yg lebih intensif (spt.terapi kognitif, terapi interpersonal), dalam rangka mencegah kekambuhan.

GANGGUAN BIPOLAR
Keluhan Utama: - Pasien mengalami periode depresi dan mania atau kegelisahan secara terpisah dg kondisi mood normal diantara kedua periode tsb. Gambaran diagnostik: - Periode mania terdiri dari: peningkatan energi & aktifitas; peningkatan mood & iritabilitas; bicara cepat; hilang kendali; menurunnya kebutuhan tidur; mementingkan diri sendiri. - Pasien mudah mengalami kebingungan & kacau. - Pd kondisi lain pasien mengalami episode depresi - Pd kasus berat,pasien mengalami halusinasi (dengar atau visual), atau delusi (keyakinan tidak logis atau aneh) selama periode manik atau depresi. Diagnosis Banding: - Penggunaan alkohol atau obat dapat menimbulkan gejala yg sama.

GANGGUAN BIPOLAR (2)


PENATALAKSANAAN: Informasi penting utk pasien & keluarga: - Perubahan yg tak jelas dr mood & perilaku adalah gejala dr suatu penyakit. - Terapi efektif mudah didapat. Terapi jangka panjang dapat mencegah episode mendatang. - Bila tak diobati episode manik sangat mengganggu & berbahaya. Pasien dg Episode manik sering kehilangan pekerjaan, terlibat masalah hukum, masalah keuangan & perilaku seks berisiko tinggi. Konseling utk pasien & keluarga: - Selama depresi tanyakan soal risiko bunuh diri (lihat depresi). - Selama periode manik: + hindari konfrontasi, kecuali untuk mencegah tindakan yang membahayakan + perhatian dipusatkan sekitar perilaku impulsif & berbahaya.

GANGGUAN BIPOLAR (3)


Penatalaksanaan: Konseling utk pasien & keluarga: + observasi ketat oleh anggota keluarga bila diperlukan + bila agitasi atau perilaku mengganggu cukup parah, sehingga perlu hospitalisasi (perawatan). Medikasi: - Bila pasien menunjukan agitasi, gelisah atau perilaku mengganggu, perlu diberikan anti psikotik dg d/ awal: HLP 3X 2-5 mg atau CPZ 3X 100-200 mg. Bila ditemukan efek samping spt distonia (kejang otot) atau gejala ekstra piramidal ( kaku & tremor); diberikan anti parkinson spt Trihexylphenidil (THP) 3X 2 mg. - Benzodiazepine dpt digunakan bersama dg neuroleptika utk mengendalikan agitasi akut (spt lorazepam 1-2 mg 4 X sehari)

GANGGUAN BIPOLAR (4)


Penatalaksanaan: Medikasi: - Lithium dpt membantu mengurangi mania & depresi dan dpt mencegah berulangnya episode. Medikasi alternatif spt Carbamazepine atau Valproat, bila Lithium diresepkan: + dosis awal 200 mg 2 X sehari dan dosis rata2 2 X 400 mg + kadar lithium darah diukur tiap 6 bulan pd pasien yg stabil (kadar darah yg diinginkan 0,6-1,0 meq/l) + intoksikasi lithium ditandai dg tremor, mual, diare, kacau, jadi cek kadar lithium darah; stop lithium sampai gejala hilang. + lithium dilanjutkan minimal 6 bulan sampai gejala hilang Konsultasi spesialis: - Bila risiko bunuh diri atau perilaku mengganggu cukup parah - Bila depresi atau mania berlanjut secara signifikan

SINDROM PERILAKU YG BERHUBUNGAN DG GGN FISIOLOGIS & FAKTOR FISIK


MASALAH TIDUR (INSOMNIA)
Keluhan Utama: - Pasien menderita dan kadang terganggu aktifitas harian karena kurang tidur. Gb. Diagnostik: - Kesulitan masuk tidur. - Gelisah atau tidur yg tidak nyaman. - Sering dan memanjangnya periode jaga. Diagnosis Banding: - Ggn fisik: spt; gagal jantung, penyakit paru dan kondisi nyeri - Ggn psikis: spt; depresi dan cemas. - Zat/obat2an: spt; alkohol, CNS stimulant, antidepresan, steroid & efedrin.

INSOMNIA (2)
Penatalaksanaan:
Informasi penting utk pasien & keluarga:
Ggn tidur sementara, biasa saat stres atau sakit fisik. Waktu tidur menurun dengan bertambahnya usia Memperbaiki kebiasaan tidur adalah obat yg terbaik Mencemaskan tentang kesulitan tidur memperberat insomnia Alkohol dpt mempercepat tidur, tapi tidurnya gelisah & cepat bangun. Kopi & teh dapat memperburuk insomnia.

Konseling utk pasien & keluarga:


Mempertahankan tidur teratur dg cara: - Rileks saat sore hari - Sarankan pasien utk menghindari kopi dan alkohol.

INSOMNIA (3)
Mempertahan tidur teratur dg cara: - Membiasakan masuk kekamar tidur dan bangun pagi dg waktu yg tetap.
Tetap bangun pagi walau semalam sulit tidur Hindari tidur siang & latihan relaksasi Olah raga pagi/siang dpt membantu tidur teratur, tetapi olah raga sore membuat insomnia.

Medikasi:
Obati yg melatarbelakangi kondisi fisik & psikiatrik Penggunaan obat secara intermiten. Hindari hipnotik pd insomnia kronik. Penggunaan lebih dari 14 hari berpotensi dependen. Konsultasi spesialis: - Bila dicurigai ggn tidur lebih kompleks spt; narkolepsi,sleep apnoea.

GANGGUAN SEKSUAL
Ggn seksual pd pria:
Keluhan Utama: - Pasien enggan membahas soal seks. Mereka lebih suka mengeluh gejala fisik, rasa sedih atau problem perkawinan. Gb. Diagnostik: Ggn seksual pd pria terdapat pada: - Disfungi ereksi /impoten (tak ada ereksi atau hilang sebelum orgasme) - Ejakulasi dini (ejakulasi terjadi terlalu cepat utk capaian kepuasan seks) - Disfungsi orgasme atau ejakulasi tertunda. - Dorongan seksual menurun (beban ingin punya anak atau fihak wanita kebutuhan seksualnya lebih tinggi)

GGN SEKSUAL PD PRIA (2)


Diagnosis Banding: Depresi, perasaan sedih yg menonjol Ggn cemas, dpt menyertai problem ejakulasi Faktor fisik spt pd DM, hipertensi, alkoholik. Penatalaksanaan: Disfungsi ereksi: Informasi penting utk pasien & partner: Disfungsi ereksi mempunyai banyak sebab. Sering sbg respon sementara utk stres atau hilangnya kepercayaan dan dapat diobati, khususnya bila ereksi pagi masih terjadi. Konseling utk pasien & partner: - Sarankan pasien & partner utk menahan diri dr hub intim selama 1-2 pekan. Coba hanya kontak fisik yg menyenangkan selama wkt itu. Secara bertahap mulai mencoba melakukan coitus.

GGN SEKSUAL PD PRIA (3)


Ejakulasi Dini:
Informasi penting utk pasien & partner: - Mengendalikan ejakulasi masih mungkin, dan dapat meningkatkan kenikmatan seksual secara bersama. Konseling utk pasien & partner: - Yakinkan pasien bahwa ejakulasi dapat ditunda dg belajar pendekatan baru (tehnik squeeze atau stop-start). Penundaan juga dpt dicapai dg Clomipramine atau fluoxetine.

Disfungsi Orgasme:
Informasi penting utk pasien & partner: - Kondisi yg lbh sulit utk diobati. Tetapi bila ejakulasi dpt diupayakan dg beberapa cara (spt masturbasi) prognosis lebih baik.

GGN SEKSUAL PD PRIA (4)


Konseling utk pasien & partner: - Saran utk melakukan latihan spt stimulasi penis dg body oil. Utk fertilitas pertimbangkan inseminasi buatan oleh suami.

Dorongan seksual rendah


Informasi penting utk pasien & partner: - Rendahnya dorongan seks memiliki banyak sebab, termasuk defisiensi hormonal, penyakit fisik & psikiatrik, stres dan masalah dg pasangan. Konseling utk pasien & partner: - Dorong utk relaks, kurangi stres, buka komunikasi, kerja sama yg baik dg partner. Konsultasi spesialis: - Pertimbangkan konsul ahli bila lebih dari 3 bulan tak ada kemajuan.

GGN SEKSUAL PD WANITA


Keluhan Utama: Pasien enggan/malu membahas soal seks Gb.Diagnostik: Ggn seksual pd wanita terdapat pada: + dorongan seks yg rendah + vaginismus(kontraksi otot vagina wkt penetrasi) + dispareuni (nyeri vagina/pelvis saat coitus) + anorgasmia (tak pernah mencapai klimaks) Diagnosis Banding: - Bila ada rasa sedih menonjol kemungkinan depresi - Nyeri pinggul ditemukan pd PID

GGN SEKSUAL PD WANITA (2)


Penatalaksanaan: Dorongan seksual rendah: Informasi penting utk pasien & partner: Nafsu yg rendah karena banyak faktor, termasuk masalah perkawinan,trauma masa lalu, penyakit fisik & psikiatrik, stres. Problem sering bersifat sementara. Konseling utk pasien & partner: - Bicarakan keyakinan pasien tentang hubungan seks - Tanyakan ttg pengalaman traumatik seksual & sikap negatif terhadap seks. Bersama suami untuk mengurangi harapan seksualnya. Sarankan untuk perencanaan aktifitas seksual pada hari hari tertentu.

GGN SEKSUAL PD WANITA (3)


Penatalaksanaan: Vaginismus: Informasi penting utk pasien & partner: Gangguan ini adalah bentuk spasme otot yg biasa dan dapat diatasi melalui latihan relaksasi. Konseling utk pasien & partner: Pemeriksaan vagina dengan jari dapat memastikan diagnosis. Sarankan latihan utk suami & klien dg jari atau dilator bertahap, disertai dengan relaksasi. Dispareuni: Informasi penting utk pasien & partner: Biasanya banyak sebab fisik, tetapi beberapa kasus kurang lubrikasi & ketegangan otot adalah faktor utama.

GGN SEKSUAL PD WANITA (4)


Dispareuni: Konseling utk pasien & partner: - Relaksasi ,foreplay lebih lama & penetrasi hati hati bisa mengatasi masalah psikisnya. Rujuk ke ginekolog bila dg cara ini gagal. Anorgasmia: Informasi penting utk pasien & partner: - Banyak wanita tak mampu mencapai orgasme selama coitus, tapi dapat dicapai dg stimulasi klitoris. Konseling utk pasien & partner: - Bicarakan sikap & keyakinan klien. Dorong eksplorasi diri dg manual (stimulasi genital). Partner dibantu untuk komunikasi yang lebih terbuka & mengurangi harapan yg tidak realistik. Konsultasi spesialis: - Pertimbangan konsultasi ahli bila problem seksual diatas tidak mengalami perbaikan dalam waktu 3 bulan

GANGGUAN KEPRIBADIAN
Definisi Kepribadian: Kepribadian adalah keadaan dan pola perilaku yang cenderung menetap dan merupakan ekspresi dari gaya hidup yg khas dari individu serta cara berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Etiologi: - konstitusional/biologik/nature - lingkungan/sosial/nurture

GGN KEPRIBADIAN (2)


Gangguan Kepribadian: adalah deviasi ekstrem maupun deviasi bermakna dr cara individu pd umumnya dalam suatu budaya tertentu memandang, memikirkan, merasakan, dan khususnya berhubungan dengan orang lain. Perubahan Kepribadian: adalah suatu proses yang didapat, biasanya pada usia dewasa, setelah stres berat atau berkepanjangan, deprivasi lingkungan yang ekstrem, gangguan jiwa yang parah atau penyakit/cedera otak.

GGN KEPRIBADIAN (3)


Gangguan kepribadian Paranoid. Sangat peka thd kegagalan & penolakan Cenderung menyimpan dendam Kecurigaan, suka merasa dihina/dimusuhi Mempertahankan hak pribadi yg tak sesuai. Kecemburuan,ragu ttg kesetiaan pasangan Merasa dirinya penting secara berlebihan Dirundung rasa persekongkolan dari suatu peristiwa terhadap diri pasien maupun dunia pada umumnya tanpa bukti.

GGN KEPRIBADIAN (4)


Gangguan Kepribadian Skizoid:
- Sedikit aktifitas yg memberikan kebahagiaan - Emosi dingin, afek datar - Kurang mampu menyatakan kehangatan, kelembutan atau kemarahan terhadap orang lain. - Tak peduli terhadap pujian atau kecaman - Kurang minat menjalin pengalaman seksual dg orang lain. - Cenderung memilih aktifitas sendiri - Fantasi & introspeksi berlebihan - Tak mempunyai/keinginan memiliki teman dekat/akrab - Sangat tak sensitif terhadap norma & kebiasaan sosial

GGN KEPRIBADIAN (5)


Ggn Kepribadian Dissosial:
- Bersikap tidak peduli dengan perasaan orang lain - Sikap amat tak bertanggung jawab, menetap, tak peduli terhadap norma, aturan & kewajiban sosial - Sulit mempertahankan hubungan utk waktu lama, meski mampu mengembangkannya - Mudah frustrasi & bertindak agresif & tindak kekerasan. - Tak mampu menerima kesalahan & belajar dr pengalaman/ hukuman - Cenderung menyalahkan orang lain atau menawarkan rasionalisasi yg dapat diterima, utk perilaku yg telah membawa pasien dalam konflik sosial.

GGN KEPRIBADIAN (6)


Ggn Kepribadian Emosional Tak Stabil
- Bertindak impulsif tanpa mempertimbangkan akibat,bersamaan dg labilitas afek. - Ledakan kemarahan diikuti tindak kekerasan - Ada 2 tipe: + tipe impulsif (eksplosif dan agresif) + tipe ambang (agresi terhadap diri sendiri)

Ggn Kepribadian Histrionik


- Dramatisasi emosi sendiri, teatrikal dan dibesar-besarkan - Sugestif, mudah dipengaruhi orang lain atau keadaan - Afek datar dan labil.

GGN KEPRIBADIAN (7)


Ggn Kepribadian Histrionik (samb).
- Selalu mencari kepuasan (excitement), apresiasi oleh orang lain, dan aktifitas dimana pasien jadi pusat perhatian. - Kegairahan yg tak pantas dalam penampilan/perilaku - Terlalu mementingkan daya tarik fisik.

Ggn Kepribadian Anankastik.


Perasaan ragu dan hati hati yg berlebihan Terpaku pd rincian,peraturan,daftar,urutan,organisasi & jadual Perfeksionime yg menghambat penyelesaian tugas Kaku dan keras kepala.

GGN KEPRIBADIAN (8)


Ggn Kepribadian Anankastik (samb) Ketelitian yg berlebihan, sangat hati hati. Keterpakuan & keterikatan yg berlebihan pd kebiasaan sosial Menuntut orang lain melakukan sesuatu sesuai dg caranya Mencampurkan ide atau dorongan yg bersifat memaksa. Perasaan tegang dan takut yang menetap & pervasif

Ggn Kepribadian Cemas (Menghindar) - Rasa diri tak mampu, tak menarik, lebih rendah dr orang lain - Sangat kawatir terhadap kritik & penolakan dlm situasi sosial. Enggan terlibat dg orang lain, kecuali yakin akan disukai

GGN Kepribadian (9)


Ggn Kepribadian Cemas (samb)
- Pembatasan gaya hidup karena alasan keamanan fisik - Menghindari aktifitas sosial/pekerjaan yg melibatkan kontak interpersonal karena takut kritik,tak didukung atau ditolak.

Ggn Kepribadian Dependen


- Mendorong/membiarkan orang lain membuat keputusan penting bagi dirinya. - Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah dp siapa ia bergantung dan kerelaan yg tidak semestinya. - Keengganan utk mengajukan tuntutan kepada orang pada siapa ia bergantung

GGN KEPRIBADIAN (10)


Ggn Kepribadian Dependen (samb)
- Perasaan tak enak atau tak berdaya bila sendirian, karena ketakutan yg dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri - Terpaku pada ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dg nya dan ditinggalkan agar mengurus diri sendiri. - Keterbatasan kemampuan utk membuat keputusan sehari hari tanpa mendapat nasehat yg berlebihan dan diyakinkan oleh orang lain. - Termasuk: kepribadian astenik, pasif, menyalahkan diri.

PERUBAHAN KEPRIBADIAN
Syarat: tidak disebabkan oleh kerusakan atau penyakit otak. Ciri: - berkembang mengikuti stres yg lama atau katastrofik;
spt: kamp konsentrasi, penyiksaan, bencana,ancaman maut yg berlangsung lama (penyanderaan,dll). - mengikuti penyakit jiwa berat pd pasien yg tanpa ggn kepribadian sebelumnya. Harus dibedakan dari

Skizofreni Residual dan keadaan sembuh tak sempurna lain karena suatu gangguan jiwa sebelumnya.

GANGGUAN KEBIASAAN & IMPULS


JUDI PATOLOGIS:
Episode berjudi yg berulang & sering, yang mendominasi kehidupan individu yg merusak nilai dan ikatan sosial, pekerjaan, material dan keluarga. Banyak hutang,berbohong dan melakukan pelanggaran hukum utk mendapatkan uang. Dampak psikososial: kemiskinan, kegagalan rumah tangga, kekacauan kehidupan pribadi Berulang ulang melakukan pembakaran tanpa motif yg jelas, spt balas dendam atau alasan politis. Sangat tertarik menonton peristiwa kebakaran. Perasaan tegang sebelum kejadian dan sangat puas setelah berhasil dilaksanakan

BAKAR PATOLOGIS (PIROMANI).


-

GGN KEBIASAAN & IMPULS (2)


CURI PATOLOGIS (KLEPTOMANI) - Kegagalan menahan dorongan yg berulang utk mencuri sesuatu yg tak dibutuhkan. - Ada peningkatan ketegangan sebelum melakukan aksi & merasa puas pd saat melakukan aksi dan segera sesudahnya. - Merupakan aksi soliter tanpa kaki tangan TRIKOTILOMANIA. - Kerontokan rambut kepala akibat berulang kali gagal menahan diri terhadap impuls utk mencabut rambut. - Pencabutan rambut didahului oleh ketegangan yg memuncak dan diikuti rasa lega atau puas

GGN IDENTITAS JENIS KELAMIN


Transseksualisme - Hasrat utk hidup dan diterima sbg anggota dr kelompok lawan jenisnya. Perasaan tak enak atau tak sesuai dg anatomi seksualnya dan menginginkan utk memperoleh terapi hormonal & pembedahan utk membuat tubuh nya semirip mungkin dg jenis kelamin yg diinginkan. Transvestisme Peran Ganda - Mengenakan jenis pakaian dr lawan jenis sbg bagian dr eksis tensi dirinya utk menikmati sejenak pengalaman sbg anggota lawan jenisnya, tapi tanpa hasrat utk mengubah jenis kelamin secara lebih permanen atau utk diikuti dg tindakan bedah

GANGGUAN PREFERENSI SEKSUAL


FESTISHISME: benda mati sbg suatu stimulus yg dpt membang kitkan gairah seksual dan memberi kepuasan seksual. TRANSVESTISME FETISHISTIK: mengenakan pakaian dr lawan jenis utk tujuan mencapai kepuasan seksual. EKSHIBISIONISME: kecenderungan berulang & menetap utk memamerkan alat kelamin kpd orang asing (lawan jenis) tanpa ajakan atau niat utk berhubungan lebih akrab. Aksi ini diikuti dg masturbasi VOYEURISME: kecenderunga berulang & menetap utk melihat orang yg berhubungan seksual atau berperilaku intim, biasanya sambil masturbasi PEDOFILIA: preferensi seksual terhadap anak anak (prapubertas), baik pd anak laki laki atau perempuan atau keduanya. SADOMASOKISME: preferensi terhadap aktifitas seksual yg meliputi peng ikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan. Jika individu lebih suka menjadi resipien dr perangsangan demikian, disebut masokisme.

TERIMA KASIH